Rabu, 23 April 2008
PPP KALSEL : Dekati Konstituen Melalui Majelis Taklim
Pola seperti itu agaknya yang dipilih PW Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) Kalsel, dengan membentuk Majelis Taklim Al Mar’atus Soleha. Pembentukan Majelis Taklim tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor DPW PPP Kalsel pada Kamis tadi.
Meski demikian, Ketua PW WPP Kalsel Hj Immah Norda tak ingin mengaitkan Majelis Taklim Ma’atus Soleha sebagai trik politik. Menurut anggota Komisi II DPRD Kalsel ini, segala sesuatu yang dilakukan parpol seharusnya tidak dikaitkan dengan politik.
“Majelis Taklim Al Mar’atus Soleha tersebut murni untuk kepentingan syiar Islam. Pada Majelis Taklim itu, kita akan belajar mendalami Islam. Misalnya kita akan belajar sifat-sifat Allah, belajar fiqih dan lain-lain,” ujarnya, kemarin.
Dijelaskan Norda, sebenarnya Majelis Taklim Al Mar’atus Soleha telah lama dibentuk di tingkat Nasional. Direncanakan, majelis taklim serupa dibentuk di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel. Khusus di tingkap PW, paparnya, Majelis Taklim tersebut akan dibimbing 3 orang ustadzah, yakni Zainah Abdussamad, Syarifah Firdaus, dan Bulkis Rusdiansyah.
Karena bersifat terbuka, maka Norda mengakui Majelis Taklim Mar’atus Soleha bersifat terbuka. Artinya, setiap masyarakat dapat menjadi anggota majelis. “Tapi keterbukaan itu jangan dikaitkan dengan politik,” katanya berulangkali sambil tersenyum.
Di sisi lain, peringatan Maulid Nabi oleh WPP itu disambut antusias warga. Ini terlihat dari Aula DPW PPP yang penuh sesak. Mewakili Ketua DPW PPP Kalsel Rudy Ariffin adalah Habib Ali Haidar Alkaff. Sementara siraman rohani disampaikan Zainah Abdussamad. Dalam tausiyahnya, Zainah menyampaikan berbagai sifat Rasulullah SAW yang wajib diteladani oleh umat Islam. (pur)
Senin, 21 April 2008
Cagubsu Syamsul Arifin : Diminta Waspadai Pahlawan Kesiangan
Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Sumatera Utara dan Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) H Syamsul Arifin SE, diminta untuk hati-hati terhadap pahlawan partai kesiangan.
“Hal ini harus diwaspadai DPW PPP Sumut dan Cagubsu H Syamsul Arifin yang untuk sementara ini memperoleh persentase perhitungan suara tertinggi pasca Pilgubsu 2008,” kata mantan Anggota DPRD Sumut Wira Abdi Dasopang Ssi MSP kepada wartawan di Medan , Senin (21/4).
Wira Abdi yang berasal dari Kabupaten Labuhan Batu ini menjelaskan, pasca Pilgubsu ini banyak bermunculan pahlawan kesiangan. Karena itu kepada PPP Sumatera Utara yang sejak awal mengkondisikan H Syamsul Arifin sebagai Cagubsu dapat berhati-hati.
Demikian juga dengan H Syamsul Arifin, kata Wira Abdi yang sudah hengkang dari Partai Bintang Reformasi (PBR) Sumut, kiranya dapat waspada dan hati-hati terhadap pahlawan partai kesiangan yang suka ‘menembak di atas kuda, lalu tertawa tanpa cela’.
Wira yang juga pengurus KNPI Sumut ini menilai, Syamsul Arifin memiliki sikap merakyat, berpenampilan sederhana dan selalu menggunakan-bahasa yang akrab di telinga masyarakat.
Ditinjau dari ilmu komunikasi, papar Wira yang telah menyelesaikan S2 nya di FISIP USU, Syamsul Arifin memiliki kelebihan pada bahasa tubuh yang membuatnya berbeda apabila dibandingkan dengan calon lainnya.
Menurut Wira, ketokohan Syamsul Arifin sudah terlihat sejak muda, apalagi beliau sudah pernah menjadi Ketua KNPI Sumut dan akrab dengan semua kalangan.
“Rakyat merasa tidak pernah berjarak dengannya, sehingga Symasul Arifin memiliki ikon ‘Sahabat Semua Suku’. Syamsul Arifin juga memiliki empat program, yakni rakyat jangan lapar, rakyat jangan bodoh, rakyat jangan sakit dan rakyat punya masa depan,” ujar Wira.
Selain itu, tambah Wira, DPW PPP Sumut dibawah kepemimpinan H Fadly Nurzal sudah lama mensosialisasikan Syamsul Arifin, dengan menghadirkan Syamsul Arifin dalam setiap even PPP, sehingga sosok Syamsul Arifin sangat akrab di mata kader PPP.
“Bukan hanya di tingkat DPW PPP Provinsi Sumatera Utara saja, Syamsul Arifin juga cukup akrab dengan pengurus PPP di tingkat pusat,” kata Wira Abdi Dasopang.
Dalam penjaringan calon, kata Wira, PPP lah satu-satunya partai yang sistematis, trasnparan dan aman hingga akhirnya menetapkan Syamsul Arifin sebagai Cagubsu.
“Strategi PPP Sumut dibawah kepemimpinan H Fadly Nurzal cukup ampuh dengan cara mensosialisasikan calonnya, sehingga pada saat itu keputusan PPP ditunggu-tunggu publik,” ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Wira, PPP memiliki sikap legowo untuk menerima Gatot Pujo Nuhroho dari PKS sebagai Wakil Syamsul, walau PKS datang belakangan (saat akan mendaftar ke KPU).
Meskipun Gatot bukan tokoh dan putra Sumatera Utara, sambung Wira, namun PPP lebih melihat kepentingan yang lebih besar. Seperti pernyataan Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal usai pendaftaran calon ke KPU bahwa ‘PPP lebih mendahulukan kepentingan ummat daripada ngotot-ngototan, apalagi PPP sejak awal mendorong lahirnya koalisi parpol islam’.
Kepiawaian Fadly Nurzal, ungkap Wira, terlihat ketika PPP menggantung-gantung keputusan untuk memutuskan Syamsul sebagai Cagubsu yang diusung oleh PPP Sumut.
“Dan inilah salah satu strategi Fadly Nurzal untuk mendengarkan opini, masukan, efek balik dari rakyat, sehingga rakyat menuggu-nunggu siapa Cagubsu yang diusung oleh PPP Sumut,” katanya. (ms)
Rabu, 02 April 2008
Bang Syamsul, Cagub ^Kocak^ yang Disukai Rakyat

Syamsul Tampil Memukau
CAGUBSU H Syamsul Arifin, SE dan Abdul Wahab Dalimunthe tampil memukau saat pemaparan visi dan misi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara di hadapan sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara, Minggu (30/3).
Berbekal ilmu kepemimpinan yang sarat, keduanya mampu memikat hampir semua orang yang hadir di ruangan sidang paripurna tersebut. Kedua cagub yang berbeda latar ini, tak hanya membuat banyak orang terpikat, tetapi juga mampu membuat suasana kaku menjadi gerrrrrrrr…..
Ali Umri-Maratua Simanjuntak yang mendapat giliran pertama mengungkapkan, visi dan misi yang mereka usung tergambar dalam semboyan Bersama masyarakat membangun Sumut yang maju, sejahtera, unggul, berbudaya, religius dan berwawasan lingkungan.
Pasangan Tritamtomo-Benny Pasaribu yang mendapat giliran kedua justru meragukan pertumbuhan ekonomi yang melebihi rata-rata nasional.
Saat Benny mendapat giliran ikut membacakan visi dan misi pasangan ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir masih belum membuka lapangan kerja baru guna menekan pengangguran.
“Tingkat pengangguran di Sumut terus meningkat hingga mencapai 14,82 persen tahun 2006, urutan tertinggi ketiga setelah Banten 16,34 persen dan Maluku 15,76 persen”, ujarnya.
Pasangan ini menyebutkan, jika mereka terpilih akan melakukan perubahan pendekatan pembangunan di Sumut. Perubahan dilakukan antara lain dalam koordinasi pembangunan. Masing-masing daerah melaksanakan cara dan metode sendiri dalam mengejar keberhasilan pembangunan. “Oleh karena itu fungsi serta proses koordinasi perlu dioptimalkan”, katanya.
Gaya Tritamtomo sebagai prajurit jelas terlihat dalam menyusun strategi kebijakan pembangunan. Tritamtomo mengungkapkan, strategi mereka adalah menciptakan rasa aman agar tercipta suasana kondusif melaksanakan pembangunan.
Nyaris tidak berbeda dengan Umri dan Tri, pasangan RE Siahaan-Suherdi yang mendapat giliran ketiga, juga menyatakan keinginan menjadikan Sumut tampil lebih baik lagi.
Pasangan ini memiliki visi menjadikan Sumut sejahte a, unggul, mandiri, unik dan toleran. Seperti dua pasangan sebelumnya, RE Siahaan-Suherdi dan menjadikan data BPS sebagai acuan menyusun visi dan misi
“Libas” Umri
Nah, ketika pasangan Wahab-Raden Syafii mendapat giliran, suasana dalam ruang siding paripurna mulai berubah. Wahab, yang disebut politisi gaek ini cerdik menarik perhatian anggota DPRD Sumut dan undangan lainnya.
“Semua pasangan calon ini datanya sama, semuanya dari BPS. Apa pun visi dan misinya, yang penting siapa pelaksananya. Kalau saya, yang sama akan saya katakan sama, tetapi yang beda ya berbeda”, ujar Wahab disamabut gerrr…
Wahab juga “melibas” program Ali Umri yang ingin membuat banyak bandara di Sumut. “Bagaiman mau bikin bandara di Pulau Samosir. Dari mana uangnya?”, kata Wahab.
Salah satu yang berbeda dari visi dan misi pasangan ini adalah program kerja mereka mengurangi tingkat kekerasaan terhadap perempuan dan anak-anak.
Pasangan Syamsul-Gatot Pujo Nugroho yang tampil terakhir benar-benar menjadikan pemaparan visi dan misi bukan lagi ajang yang serius. Syamsul malah tak sedikit pun membacakan visi dan misinya. Dia justru lebih banyak menyerang balik dengan gaya sangat jenaka, calon gubernur yang mengkritik pembangunan di Langkat, daerah yang dia pimpin. Setiap kalimat yang diucapkan Syamsul selalu membuat hadirin di ruang paripurna DPRD tertawa.
Menanggapi Benny yang sempat mengatakan, ada masyarakat di Kecamatan Tanjung Pura, Langkat yang makan hanya sehari, Syamsul membalasnya dengan mengatakan, Langkat adalah daerah surplus beras di Sumut.
Syamsul juga menyerang balik Umri yang sempat mengatakan akan membenahi kerusakan hutan mangrove di pesisir Timur, dimana salah satunya adalah Langkat. Kalau soal mangrove, itu kewenangan BKSDA. Calon kepala daerah itu harus tahu, mana-mana saja yang jadi kewenangannya. Kalau soal lingkungan, Presiden menganugerahi kalpataru untuk pembangunan lingkungan di Langkat, masa kita meragukan lembaga kepresidenan, katanya.
Syamsul yang merupakan lawan politik Umri di Golkar juga terang-terangan mengatakan, Walikota Binjai itu masih belum pantas memimpin Sumut. Mestinya dia menggantikan saya dulu jadi Bupati Langkat, kata Syamsul dengan gaya jenaka.(red/dedy/fajri/kpc)
“Serangan” Syamsul Arifin
CAGUBSU H Syamsul Arifin SE, memang masuk dalam kategori sosok pemimpin yang cerdik dan mampu membalikkan “serangan” lawan politiknya.
Gaya jenaka dan komunikatif bak seorang “Gus Dur” dari seorang H Syamsul Arifin, SE, mampu memukau dan memikat hampir semua orang dalam ruang sidang paripurna DPRD Sumut, kemarin.
Misalnya, saat Ali Umri “menyerangnya” dengan isu kerusakan hutan mangrove di Kabupaten Langkat, Syamsul Arifin malah balik menyerang.
“Kalau soal mangrove, itu kewenangan BKSDA. Calon kepala daerah itu harus tahu, mana-mana saja yang jadi kewenangannya. Kalau soal lingkungan, Presiden menganugerahi kalpataru untuk pembangunan lingkungan di Langkat, masa kita meragukan lembaga kepresidenan”, kata Syamsul.
Jawaban Syamsul ini tentu saja membuat wajah kubu Umri memerah. Soalnya, di depan para wakil rakyat dan kalangan intelektual di Sumut malah mereka menjadi terlihat “bego”.
Syamsul juga menyatakan Ali Umri merupakan sosok yang kurang sabar. Sebagai kader generasi masa depan, terlalu dini untuk tampil sebagai Cagubsu.
“Umri ini adik saya. Seharusnya dia menuggu giliran abangnya dulu. Seharusnya dia menggantikan saya di Langkat terlebih dahulu, biar saya yang gubernur, karena saya pasti menang”,ujar Syamsul dengan gaya jenakanya yang disambut gerrrr.
Pasangan Tritamto juga terkena serangan Syamsul Arifin. Saat menyampaikan visi misinya, pasangan Tritamtomo-Benny Pasaribu menyatakan ada sekira 60.000 lubang di kawasan Pantai Timur. Meskipun mksudnya lubang di jalanan, tapi justru pasangan ini tidak menyebutkan kata “jalan”
Syamsul dengan ketelitiannya menyimak justru memanfaatkan kesalahan ucapan pasangan TriBen dengan gaya jenakanya.
“Jangankan 60.000 lubang, satu lubangpun sulit menutupinya. Misalnya, goa yang berada di kawasan Bahorok. Lobang (goa-red) yang menjadi sarang kelelawar itu, sampai sekarang tidak tertutupi, termasuk oleh ‘berak-berak’ kelelawar”,ujar Syamsul.
Banyolan Syamsul ini membuat para hadirin tak dapat menahan tawa. Bahkan sejumlah petugas yang berjaga di luar ruang sidang turut masuk mendengar banyolan Sang “Gus Dur Sumut” itu.
Lagi-lagi Syamsul “mempermainkan” TriBen, ketika pasangan ini “menyerangnya” dengan ucapan, adanya warga di Tanjungpura, Langkat, yang hanya makan sekali dalam sehari.
“Lihat dan selidiki dahulu kebenarannya. Orang yang terkena diabetes juga makannya sehari sekali, karena diet. Kemudian orang berpuasa juga kurang makan, seperti saya yang sering berpuasa”,ujar Syamsul seraya mengatakan Kabupaten Langkat merupakan daerah swasembada beras.
RE Siahaan juga tak luput dari serangan Syamsul Arifin. RE Siahaaan memang terlihat sedikit “bego” ketika dalam visi misinya mereka akan mengatasi krisis listrik yang terjadi di Sumatera Utara.
Syamsul Arifin saat mendapat giliran menyampaikan visi misinya pun menyerang pasangan RE Siahaan-Suherdi. Syamsul mengatakan, urusan lisitrik merupakan urusan PLN. Menurut Syamsul, PLN sudah menargetkan pada tahun 2009, tidak ada lagi krisis listrik.
Syamsul menambahkan, PLN sendiri sedang menyiapkan sarana pembangkit listrik di atas lahan seluas sekira 40 hektar, di Kabupaten Langkat.
“Tidak usahpun saya jadi gubernur, krisis listrik di Sumut bakal teratasi pada tahun 2009”,ujarnya setengah mengejek visi dan misi pasangan RE Siahaan-Suherdi.
Terhadap Cagub Wahab Dalimunthe, Syamsul Arifin tidak terlalu tajam “menyerang”. Syamsul justru mengatakan, Wahab Dalimunthe merupakan gurunya, sekaligus dianggap sebagai orangtuanya.
“Sebagai guru, tentunya Pak Wahab mendukung saya. Karena, seorang guru tidak mungkin menginginkan muridnya mundur”,ujar Syamsul yang disambut senyum Wahab Dalimunthe.
Seusai penyampaian visi dan misi, H Syamsul Arifin SE, terlihat menyalami Abdul Wahab Dalimunthe seraya mencium tangan politisi gaek tersebut.(dedy/fajdri)
BANYOLAN DAN SERANGAN ^YANG BERISI^ DARI BANG SYAMSUL ARIFIN SE
CAGUBSU H Syamsul Arifin SE, memang masuk dalam kategori sosok pemimpin yang cerdik dan mampu membalikkan “serangan” lawan politiknya.
Gaya jenaka dan komunikatif bak seorang “Gus Dur” dari seorang H Syamsul Arifin, SE, mampu memukau dan memikat hampir semua orang dalam ruang sidang paripurna DPRD Sumut, kemarin.
Misalnya, saat Ali Umri “menyerangnya” dengan isu kerusakan hutan mangrove di Kabupaten Langkat, Syamsul Arifin malah balik menyerang.
“Kalau soal mangrove, itu kewenangan BKSDA. Calon kepala daerah itu harus tahu, mana-mana saja yang jadi kewenangannya. Kalau soal lingkungan, Presiden menganugerahi kalpataru untuk pembangunan lingkungan di Langkat, masa kita meragukan lembaga kepresidenan”, kata Syamsul.
Jawaban Syamsul ini tentu saja membuat wajah kubu Umri memerah. Soalnya, di depan para wakil rakyat dan kalangan intelektual di Sumut malah mereka menjadi terlihat “bego”.
Syamsul juga menyatakan Ali Umri merupakan sosok yang kurang sabar. Sebagai kader generasi masa depan, terlalu dini untuk tampil sebagai Cagubsu.
“Umri ini adik saya. Seharusnya dia menuggu giliran abangnya dulu. Seharusnya dia menggantikan saya di Langkat terlebih dahulu, biar saya yang gubernur, karena saya pasti menang”,ujar Syamsul dengan gaya jenakanya yang disambut gerrrr.
Pasangan Tritamto juga terkena serangan Syamsul Arifin. Saat menyampaikan visi misinya, pasangan Tritamtomo-Benny Pasaribu menyatakan ada sekira 60.000 lubang di kawasan Pantai Timur. Meskipun mksudnya lubang di jalanan, tapi justru pasangan ini tidak menyebutkan kata “jalan”
Syamsul dengan ketelitiannya menyimak justru memanfaatkan kesalahan ucapan pasangan TriBen dengan gaya jenakanya.
“Jangankan 60.000 lubang, satu lubangpun sulit menutupinya. Misalnya, goa yang berada di kawasan Bahorok. Lobang (goa-red) yang menjadi sarang kelelawar itu, sampai sekarang tidak tertutupi, termasuk oleh ‘berak-berak’ kelelawar”,ujar Syamsul.
Banyolan Syamsul ini membuat para hadirin tak dapat menahan tawa. Bahkan sejumlah petugas yang berjaga di luar ruang sidang turut masuk mendengar banyolan Sang “Gus Dur Sumut” itu.
Lagi-lagi Syamsul “mempermainkan” TriBen, ketika pasangan ini “menyerangnya” dengan ucapan, adanya warga di Tanjungpura, Langkat, yang hanya makan sekali dalam sehari.
“Lihat dan selidiki dahulu kebenarannya. Orang yang terkena diabetes juga makannya sehari sekali, karena diet. Kemudian orang berpuasa juga kurang makan, seperti saya yang sering berpuasa”,ujar Syamsul seraya mengatakan Kabupaten Langkat merupakan daerah swasembada beras.
RE Siahaan juga tak luput dari serangan Syamsul Arifin. RE Siahaaan memang terlihat sedikit “bego” ketika dalam visi misinya mereka akan mengatasi krisis listrik yang terjadi di Sumatera Utara.
Syamsul Arifin saat mendapat giliran menyampaikan visi misinya pun menyerang pasangan RE Siahaan-Suherdi. Syamsul mengatakan, urusan lisitrik merupakan urusan PLN. Menurut Syamsul, PLN sudah menargetkan pada tahun 2009, tidak ada lagi krisis listrik.
Syamsul menambahkan, PLN sendiri sedang menyiapkan sarana pembangkit listrik di atas lahan seluas sekira 40 hektar, di Kabupaten Langkat.
“Tidak usahpun saya jadi gubernur, krisis listrik di Sumut bakal teratasi pada tahun 2009”,ujarnya setengah mengejek visi dan misi pasangan RE Siahaan-Suherdi.
Terhadap Cagub Wahab Dalimunthe, Syamsul Arifin tidak terlalu tajam “menyerang”. Syamsul justru mengatakan, Wahab Dalimunthe merupakan gurunya, sekaligus dianggap sebagai orangtuanya.
“Sebagai guru, tentunya Pak Wahab mendukung saya. Karena, seorang guru tidak mungkin menginginkan muridnya mundur”,ujar Syamsul yang disambut senyum Wahab Dalimunthe.
Seusai penyampaian visi dan misi, H Syamsul Arifin SE, terlihat menyalami Abdul Wahab Dalimunthe seraya mencium tangan politisi gaek tersebut.(dedy/fajdri)
Senin, 31 Maret 2008
Syarat 15 Persen Terpenuhi, Khofifah Siap Berlari

Surabaya - Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansah sudah pasti akan ikut running dalam pemilihan Gubernur Jatim, 23 Juli nanti. Sebab, syarat minimum 15 persen yang diajukan Khofifah Indar Parawansah sudah terpenuhi.Ketua DPW PNBK Jatim, Rudi S mengatakan, Khofifah memang sudah mengatakan kesediaannya untuk diusung PPP dan Aliansi Partai non Parlemen. Dari gabungan 10 partai itu, sudah terkumpul 15,16 persen suara. Kesepuluh partai itu, PPP, PKPB, PNBK, PKPI, PBR, PNUI, PSI, PDS, Partai Merdeka, dan PBSD."Itu sudah keputusan final, karena keputusan DPP. Sekarang tinggal menyiapkan langkah-langkah selanjutnya untuk deklarasi. Kami masih menunggu kesiapan ibu Khofifah, karena jadwalnya padat," ujarnya pada beritajatim.com, Senin (31/3/2008).Rudi menambahkan, hasil keputusan koalisi PPP dengan Aliansi Partai Non Parlemen itu telah diserahkan kepada Khofifah Indar Parawansah 4 hari lalu. Dan Khofifah juga sudah menyetujuinya.Perihal selama ini pihaknya jarang terdengar, karena memang sengaja tidak mau diekspos. Karena yang diperlukan adalah kerja nyata. "Yang penting bagi kami adalah kerja nyata. Nggak ada main-main," tuturnya.Mengenai adanya aliansi partai non parlemen yang terpecah dan mengarahkan dukungannya ke Djoko Subroto, Rudi mengatakan hal itu tidak benar. "Partai non parlemen yang mana? Nggak ada dan nggak benar itu. Yang jelas, aliansi partai non parlemen di bawah kooordinasi saya, mendukung Khofifah," paparnya. (eda/bj0)
Kamis, 27 Maret 2008
Jadi Atau Tidak Jadi, PPP Jabar Tetap Jadi Pemenang
Diprediksi Menang, Agum-Nu'man Semakin Pede!
Prediksi tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan LSI. Dalam survei tersebut, pasangan Agum-Nu'man meraih 48,5% suara,Danny Setiawan- Iwan Ridwan Sulandjana (Da'i) 25,5% suara dan pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) di urutan ke tiga dengan raihan suara 16,6%.
Ketua DPD I Partai Golkar Jabar Uu Rukmana menanggapi dingin hasil survei LSI tersebut. "Apapun hasil survei itu harus tetap kami perhatikan," tegas Uu Rukmana. Sedangkan, Sekretaris Umum (Sekum) DPW PKS Jabar yang juga Tim Sukses dan Pemenangan Hade,Yudi Widiana Adia mengungkapkan, pihaknya melihat hasil survei LSI ini sebagai bentuk aspirasi civil society (masyarakat sipil).
"Kami akan koreksi lagi daerah- daerah yang kurang potensial untuk Hade," ungkap Yudi. Sementara itu, Ketua Tim Kampanye dan Pemenangan Agum-Nu'man Rudy Harsa Tanaya menyatakan, hasil survei LSI itu wajar. "Saya pribadi tidak kaget, sebab survei-survei sebelumnya juga menunjukkan bahwa Agum- Nu'man selalu di atas. Sudah terlihat kan bahwa gabungan nasionalis dan agamis itu memang ideal," kata Rudy.
Bismillah, Tamzil-Rozaq Daftar Pertama Pilgub Jateng

PERTAMA Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jateng yang diusung PPP-PAN, HM Tamzil-Rozaq Rais, salat sunah mutlak di Masjid Baiturrahman Semarang sebelum mengembalikan berkas formulir pendaftaran ke KPU Jateng, kemarin (foto kiri). Tamzil-Rozaq di kantor KPU Jateng (foto kanan).
SEMARANG(SINDO) – Pasangan HM Tamzil dan Rozaq Rais menjadi calon gubernur-calon wakil gubernur Jateng yang pertama mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng. Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur (cagub-cawagub) Jateng yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini kemarin datang ke kantor KPU diiringi puluhan tim sukses dan tukang becak. Sebelum datang ke kantor KPU Jateng, Tamzil-Rozaq bersama tim suksesnya terlebih dahulu datang ke Masjid Baiturrahman di Simpanglima, Semarang.
Mereka melakukan salat sunah mutlak. Ketua DPW PPP Jateng KH Hisyam Alie mengungkapkan, salat sunah mutlak yang dilakukan pasangan Mutiara (Muhammad Tamzil-Ahmad Rozaq Rais) beserta tim suksesnya merupakan bagian dari upaya pemenangan Pilgub Jateng.Sebab selain ditentukan banyaknya masyarakat yang memilih,kemenangan pilgub sepenuhnya berada di tangan Allah. ”Sebagai kandidat yang diusung oleh dua partai berbasis Islam,maka sudah sewajarnya kami mengawali pendaftaran dengan menyampaikan permohonan kepada Allah supaya diberikan kemenangan,” ujar Hisyam Aliekemarin.
Sementara itu Tamzil mengungkapkan, pihaknya realistis dalam penentuan perolehan suara pilgub mendatang Jika dirinya sudah memiliki modal suara 20% yang berasal dari PPP dan PAN, maka kampanye dan sosialisasi yang dilakukannya sejak beberapa bulan lalu diperkirakan akan membuahkan dukungan sekitar 14,5%. ”Realistis saja,kami memperkirakan hanya bisa mendapatkan dukungan sekitar 34,5%,” tegasnya. Saat mendaftarkan diri di KPU Jateng, pasangan Mutiara ditemui anggota KPU Ari Pradanawati. Ari mengatakan, pasangan Mutiara merupakan kandidat yang pertama kali mendaftarkan diri dan melengkapi persyaratan.
Senin, 24 Maret 2008
PPP Pemalang Show Of Force Melalui ParaNada
Sunday, 23 March 2008
TAMAN - Ribuan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memeriahkan Panggung Rakyat Nada dan Dakwah (Paranada) yang digelar Gerakan Pemuda Ka‘bah Ranting Pedurungan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Minggu(23/3). Panggung hiburan khas partai berbasis Islam ini selain untuk menghibur kader-kadernya dirangkai dengan peringatan Harlah PPP ke-35 dan Maulud Nabi Muhamad SAW.
Ketua DPC PPP Muntoha SH MHum kepada Radar mengemukakan, pihaknya menyelenggrakan acara ini sebagai wujud untuk mengakomodir keinginan kader-kader muda PPP. "Ini sekaligus untuk menunjukkan kepada khalayak bahwa PPP adalah partai yang luwes," kata dia di sela - sela acara.
Menurutnya PPP, tidak hanya menggelar acara-acara berbentuk pengajian saja, namun dapat juga dilakukan hiburan dengan nyanyian-nyanyian yang tidak melanggar kaidah dan norma-norma Islam. "Jadi PPP tidak hanya berdakwah terus tapi juga bisa menggelar acara bermusik sekaligus menunjukkan kepada kader muda bagaimana bermusik yang baik," tambahnya.
Wakil Bupati Pemalang H Junaedi SH dalam kesempatan ini mengajak kader-kader PPP untuk meningkatkan tali ukhuwah Islamiyah. "Mari kita perkokoh tali ukhuwah Islamiyah demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pemalang," ujarnya.
Tampil sebagai pengisi tausiyah di kegiatan tersebut KH Hisyam Ali Ketua DPW PPP Jawa Tengah. Dia menyampaikan pentingnya mengikuti perilaku Rosullullah dalam kehidupan sehari-hari. Rosul Muhammad, kata dia, adalah sosok yang sangat perhatian terhadap umatnya, bahkan kepada seorang penjaga masjid yang buruk rupa pun dia memperhatikannya. "Ketika Horkoh si penjaga masjid yang buruk rupa itu meninggal dunia, Rosul sedih karena tidak dikabari, hingga akhirnya dia minta ditunjukkan kuburannya dan melakukan shalat ghaib di atas makamnya," kata dia.
Ribuan kader PPP dari berbagai elemen ini dihibur alunan musik padang pasir El Falah Desa Cibelok Kecamatan Taman. Tampil sebagai bintang tamu artis ibukota dari keluarga PPP Denada Elizabeth. Selain melantunkan tembang-tembang shalawat, Denada sempat pula menyanyikan lagu hit dari kelompok Ungu berduet dengan kader PPP dari GPK Dorai. Aksi menghibur artis cantik berbalut busana serba hijau ini mengundang gelak tawa kader-kader PPP.(cw
