BANDAR LAMPUNG (Lampost): Mantan Ketua Partai Persatuan Pembangunan Lampung (PPP) yang dibekukan, Darwisani Merawi, kembali ke tampuk kekuasaan.
Melalui surat Nomor 101/SK/DPW/W/VIII/2008 tanggal 2 Agustus 2008, Pimpinan Pusat PPP menetapkan kembali Darwisani Merawi sebagai ketua DPW PPP Lampung definitif periode 2008--2011. Surat itu ditandatangani Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali dan Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz.
Anggota DPRD Lampung yang juga ditunjuk sebagai wakil ketua dalam kepengurusan itu, M.C. Iman Santoso, Kamis (7-8), mengatakan kalau DPW PPP Lampung di bawah kepemimpinan Darwisani Merawi telah aktif. Bahkan, Darwisani Merawi kemarin telah memimpin rapat pleno DPW PPP.
"Kami tadi rapat membahas persiapan Pemilu. Beberapa hal yang kami putuskan seperti membuat jaringan dalam NU (Nahdlatul Ulama, red) dan Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia, red). Jaringan seperti itu sangat penting untuk menghadapi pemilu," kata Iman Santoso, usai rapat tersebut.
Selain Darwisani sebagai ketua dan M.C. Imam Santoso sebagai wakil ketua, ditunjuk sebagai sekretaris adalah P. Azazie S.T.G.D.. Sedangkan bendahara adalah Susi Agustin.
Rabu, 06 Agustus 2008 01:24:34 Klik : 2
PPP Siap Menangkan Kandidat yang Diusung
Laporan Nirwana Nuza - Editor Kohar Mega
LAMPURA-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan pembangunan (PPP) Kabupaten Lampung Utara akan berusaha secara maksimal untuk memenangkan pasangan yang diusung, yaitu Bachtiar-Slamet sebagai calon bupati dan wakil bupati Lampung Utara. Karena, PPP merupakan bagian dari Koalisi Lampung Utara Bersatu (KLUB), akan mempersiapkan pelaksanaan kampanye kandidat secara maskimal.
“ PPP akan all out memperjuangkan pemenangan kandidat yang diusung, khususnya pada kampanye 17-30 Agustus mendatang,” kata Sekretaris PPP Lampung Utara, M.Abduh kepada Radar Kotabumi, kemarin (5/8).
Dikatakan Abduh, DPC PPP akan melaksanakan pendekatan secara door to door untuk lebih mengoptimalkan kerja mesin partai yang telah digerakkan. “ Kandidat yang kami usung, telah ditetapkan oleh KPUD Lampura menjadi calon bupati Lampura pada pilkada mendatang. Untuk itu, secara otomatis konsolidasi internal partai selesai dilaksanakan,” ujarnya.
Selanjutnya, dengan menggunakan metode seperti ini, akan diketahui kelemahan kandidat yang diusung berdasarkan tanggapan dari masyarakat. Selain itu, bisa diketahui kelemahan-kelemahan dari kandidat yang lain.
. “ Sepenuhnya kami serahkan kepada masyarakat, karena mereka memiliki hak asasi untuk memilih calon pemimpin yang dikehendakinya,” pungkasnya. (
Sabtu, 09 Agustus 2008
Yg Muda Yg Bangga BerPPP : Irfan Yusuf Hasyim
Makin Banyak tokoh, ulama, kiai, pimpinan pondok pesatren yang merapat ke PPP, termasuk putra-putri ualam berpengaruh di NU.
Pengasuh P. Pesantren Alfaros Tebu Ireng, Jombang Gus Irfan Yusuf Hasyim Caleg PPP.
Untuk mendulang perolehan suara secara signifikan, sejumlah parpol membidik kader NU untuk diusulkan menjadi calon legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur.
Wakil Sekretaris Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) DPP PPP Muhammad Arwani Thomafi mengatakan, pada Pemilu 2009, pihaknya mendapatkan suntikan kekuatan dengan bergabungnya tokoh-tokoh NU.Menurut dia, tokoh-tokoh tersebut sudah berkomitmen untuk merealisasikan target perolehan suara sebanyak 15%.
”Mereka akan memperkuat barisan PPP Jatim adalah keluarga besar alm KH Yusuf Hasyim (Pak Ud) Tebuireng, keluarga besar alm KH Syaikhu Depok Jakarta, dan KH Syukron Makmun,” katanya kepada SINDO kemarin. Dia menambahkan, beberapa tokoh muda NU yang akan dipasang di dapil Jatim, antara lain Gus Irfan Yusuf Hasyim dari dapil Jombang dan Gus Iskandar Syaikhu dari dapil Gresik.
Mereka akan bersama tokoh muda PPP, seperti Gus Romahurmuziy, Wakil Sekjen DPP (putra KH Tolhah Mansur pendiri IPNU). Arwani juga menegaskan, KH Syukron Makmun akan membawa gerbong Partai Nahdlatul Ulama Indonesia (PNUI) ke PPP.Jadi,dengan sendirinya kekuatan PPP Jatim makin bertambah. Hal lain yang menjadi penopang PPP di Jatim adalah Khofifah Indar Parawansa yang diusung PPP bersama partai lainnya dalam pilkada.
Menurut dia, Khofifah telah berkomitmen membesarkan PPP di Jatim. Salah satunya menempatkan aktivis PP Muslimat sebagai caleg PP.
Pengasuh P. Pesantren Alfaros Tebu Ireng, Jombang Gus Irfan Yusuf Hasyim Caleg PPP.
Untuk mendulang perolehan suara secara signifikan, sejumlah parpol membidik kader NU untuk diusulkan menjadi calon legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur.
Wakil Sekretaris Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) DPP PPP Muhammad Arwani Thomafi mengatakan, pada Pemilu 2009, pihaknya mendapatkan suntikan kekuatan dengan bergabungnya tokoh-tokoh NU.Menurut dia, tokoh-tokoh tersebut sudah berkomitmen untuk merealisasikan target perolehan suara sebanyak 15%.
”Mereka akan memperkuat barisan PPP Jatim adalah keluarga besar alm KH Yusuf Hasyim (Pak Ud) Tebuireng, keluarga besar alm KH Syaikhu Depok Jakarta, dan KH Syukron Makmun,” katanya kepada SINDO kemarin. Dia menambahkan, beberapa tokoh muda NU yang akan dipasang di dapil Jatim, antara lain Gus Irfan Yusuf Hasyim dari dapil Jombang dan Gus Iskandar Syaikhu dari dapil Gresik.
Mereka akan bersama tokoh muda PPP, seperti Gus Romahurmuziy, Wakil Sekjen DPP (putra KH Tolhah Mansur pendiri IPNU). Arwani juga menegaskan, KH Syukron Makmun akan membawa gerbong Partai Nahdlatul Ulama Indonesia (PNUI) ke PPP.Jadi,dengan sendirinya kekuatan PPP Jatim makin bertambah. Hal lain yang menjadi penopang PPP di Jatim adalah Khofifah Indar Parawansa yang diusung PPP bersama partai lainnya dalam pilkada.
Menurut dia, Khofifah telah berkomitmen membesarkan PPP di Jatim. Salah satunya menempatkan aktivis PP Muslimat sebagai caleg PP.
PPP Kab Tangerang Dukung Wahidin-Arief
Sabtu, 09-Agustus-2008, 07:12:09 20 clicks
TANGERANG—Langkah pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Wahidin Halim dan Arief R Wismansyah untuk menduduki tampuk kepemimpinan Kota Tangerang periode 2008-2013 tampaknya akan berjalan mulus.
Pasalnya pasangan duet generasi tua dan muda Kota Tangerang ini mendapatkan dukungan partai secara mayoritas yaitu sebanyak 12 partai. Masing-masing, Partai Golkar, PPP, PAN, PBB, PDIP, Partai Demokrat, PBR, PDS, PPRN, Partai Patriot, PKNU, dan PKPB.
Kendati mendapatkan dukungan mayoritas Wahidin menyatakan, dirinya tidak menargetkan berapa besar persentase perolehan suara yang akan diraih oleh dirinya dengan pasangannya Arief Wismansyah pada Pilkada Kota. Saya gak punya target persentase, tapi yang ingin kita capai adalah kemenangan untuk seluruh masyarakat Kota Tangerang, kata Wahidin kepada Harian Tangerang (Radar Banten Group), saat ditemui usai mendaftar di KPUD Kota Tangerang, Jumat (8/8).
Dalam kesempatan itu Wahidin mengungkapkan agar jangan ada black campaign dan berharap pilkada berjalan damai. Jangan ada statment yang terkesan menyalahkan atau merasa dirinya paling benar, pilkada adalah proses demokrasi yang dikawal hingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat Kota Tangerang, kata Wahidin.
Terkait dipilihnya Arief Wismansyah sebagai pendampingnya pada Pilkada Kota Tangerang, Wahidin menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk memadukan duet kepemimpinan di Kota Tangerang antara generasi tua dengan generasi muda. Mudah-mudahan dengan duet kepemimpinan yang baru akan membawa kemajuan yang lebih besar bagi masyarakat Kota Tangerang, katanya.
Sementara itu dalam deklarasi yang digelar Jumat (8/8), pasangan Wahidin Halim dan Arief Wismansyah mendapatkan pengawalan dari puluhan ribu massa pendukungnya, hal ini sempat memuat beberapa ruas jalan protokol di Kota Tangerang terutama yang menuju ke Alun-Alun Kota Tangerang di Lapangan Ahmad Yani macet total. Deklarasi yang dihadiri 12 perwakilan parpol pendukung, 13 center, dan puluhan organisasi massa yang selama ini menjadi pendukung Wahidin, tampak berlangsung sangat semarak. Puluhan ribu massa tampak sudah berkumpul di Lapangan Ahmad Yani dari sejak pukul 13.00 WIB. Dihadapan para pendukungnya Wahidin menyampaikan orasi politiknya. Saya ucapakan terima kasih atas dukungan masyarakat Kota Tangerang, Insya Allah saya bisa kembali memimpin Kota Tangerang, kata Wahidin yang disambut yel-yel dukungan dari ribuan massa pendukungnya.
Setelah hampir satu jam berada di Lapangan Ahmad Yani, pasangan Wahidin-Arief Wismansyah langsung menuju ke Kantor KPUD Kota Tangerang dengan berjalan kaki yang berjarak sekitar 300 meter dari Lapangan Ahmad Yani. Saat menuju kantor KPUD Kota Tangerang pasangan Wahidin-Arief banyak mendapatkan sambutan dari masyarakat yang tampak berebut untuk berjabat tangan. Sekitar pukul 15.00 WIB pasangan yang diantar oleh seluruh pengurus partai pendukungnya ini langsung mendaftarkan diri di KPUD Kota Tangerang yang diterima oleh Ketua KPUD Kota Tangerang Imron Khamami berserta jajarannya.
Sebelumnya sekitar pukul 08.00 WIB pasangan yang diusung oleh PKS yaitu Bonie Mufidjar dan Dedi Farid Wadjdi juga mendaftarkan diri ke KPUD Kota Tangerang. Berbeda dengan pasangan Wahidin-Arief, pasangan ini hanya diantar oleh beberapa puluh pendukungnya. Kita mendaftar hari ini, dan memang tidak ada deklarasi, karena waktunya belum ditentukan, kata Bonie.
Dengan mendaftarnya kedua pasangan ini, maka hampir dipastikan hanya akan ada dua pasangan calon yang akan bersaing pada Pilkada Kota Tangerang. Karena sampai berita ini diturunkan belum satu pun calon independen yang mendaftar. Kita akan tunggu hingga jam 12 malam sebagai batas akhir pendaftaran, kata Imron Khamami Ketua KPUD Kota Tangerang. (chn)
TANGERANG—Langkah pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Wahidin Halim dan Arief R Wismansyah untuk menduduki tampuk kepemimpinan Kota Tangerang periode 2008-2013 tampaknya akan berjalan mulus.
Pasalnya pasangan duet generasi tua dan muda Kota Tangerang ini mendapatkan dukungan partai secara mayoritas yaitu sebanyak 12 partai. Masing-masing, Partai Golkar, PPP, PAN, PBB, PDIP, Partai Demokrat, PBR, PDS, PPRN, Partai Patriot, PKNU, dan PKPB.
Kendati mendapatkan dukungan mayoritas Wahidin menyatakan, dirinya tidak menargetkan berapa besar persentase perolehan suara yang akan diraih oleh dirinya dengan pasangannya Arief Wismansyah pada Pilkada Kota. Saya gak punya target persentase, tapi yang ingin kita capai adalah kemenangan untuk seluruh masyarakat Kota Tangerang, kata Wahidin kepada Harian Tangerang (Radar Banten Group), saat ditemui usai mendaftar di KPUD Kota Tangerang, Jumat (8/8).
Dalam kesempatan itu Wahidin mengungkapkan agar jangan ada black campaign dan berharap pilkada berjalan damai. Jangan ada statment yang terkesan menyalahkan atau merasa dirinya paling benar, pilkada adalah proses demokrasi yang dikawal hingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat Kota Tangerang, kata Wahidin.
Terkait dipilihnya Arief Wismansyah sebagai pendampingnya pada Pilkada Kota Tangerang, Wahidin menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk memadukan duet kepemimpinan di Kota Tangerang antara generasi tua dengan generasi muda. Mudah-mudahan dengan duet kepemimpinan yang baru akan membawa kemajuan yang lebih besar bagi masyarakat Kota Tangerang, katanya.
Sementara itu dalam deklarasi yang digelar Jumat (8/8), pasangan Wahidin Halim dan Arief Wismansyah mendapatkan pengawalan dari puluhan ribu massa pendukungnya, hal ini sempat memuat beberapa ruas jalan protokol di Kota Tangerang terutama yang menuju ke Alun-Alun Kota Tangerang di Lapangan Ahmad Yani macet total. Deklarasi yang dihadiri 12 perwakilan parpol pendukung, 13 center, dan puluhan organisasi massa yang selama ini menjadi pendukung Wahidin, tampak berlangsung sangat semarak. Puluhan ribu massa tampak sudah berkumpul di Lapangan Ahmad Yani dari sejak pukul 13.00 WIB. Dihadapan para pendukungnya Wahidin menyampaikan orasi politiknya. Saya ucapakan terima kasih atas dukungan masyarakat Kota Tangerang, Insya Allah saya bisa kembali memimpin Kota Tangerang, kata Wahidin yang disambut yel-yel dukungan dari ribuan massa pendukungnya.
Setelah hampir satu jam berada di Lapangan Ahmad Yani, pasangan Wahidin-Arief Wismansyah langsung menuju ke Kantor KPUD Kota Tangerang dengan berjalan kaki yang berjarak sekitar 300 meter dari Lapangan Ahmad Yani. Saat menuju kantor KPUD Kota Tangerang pasangan Wahidin-Arief banyak mendapatkan sambutan dari masyarakat yang tampak berebut untuk berjabat tangan. Sekitar pukul 15.00 WIB pasangan yang diantar oleh seluruh pengurus partai pendukungnya ini langsung mendaftarkan diri di KPUD Kota Tangerang yang diterima oleh Ketua KPUD Kota Tangerang Imron Khamami berserta jajarannya.
Sebelumnya sekitar pukul 08.00 WIB pasangan yang diusung oleh PKS yaitu Bonie Mufidjar dan Dedi Farid Wadjdi juga mendaftarkan diri ke KPUD Kota Tangerang. Berbeda dengan pasangan Wahidin-Arief, pasangan ini hanya diantar oleh beberapa puluh pendukungnya. Kita mendaftar hari ini, dan memang tidak ada deklarasi, karena waktunya belum ditentukan, kata Bonie.
Dengan mendaftarnya kedua pasangan ini, maka hampir dipastikan hanya akan ada dua pasangan calon yang akan bersaing pada Pilkada Kota Tangerang. Karena sampai berita ini diturunkan belum satu pun calon independen yang mendaftar. Kita akan tunggu hingga jam 12 malam sebagai batas akhir pendaftaran, kata Imron Khamami Ketua KPUD Kota Tangerang. (chn)
Kamis, 07 Agustus 2008
Sayap Baru PPP Siap diDeklarasikan di Banten
Sayap Baru PPP di Banten
Jumat, 08-Agustus-2008, 07:26:01 2 clicks
*Tarpi Bidik Pemilih Pemula
PANDEGLANG - Untuk menjaring pemilih pemula di Provinsi Banten pada Pemilu 2009, DPP PPP akan melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tarpi (Taruna Pembangunan Indonesia) Banten.
Rencananya pelantikan akan dilakukan di Stadion Mini Berkah, Sukarela, Pandeglang, pada 23 Agustus 2008 mendatang. DPP PPP memercayakan kepada Hendra Nugraha sebagai ketua.
Ditemui di Pandeglang, Hendra Nugraha mengatakan, dirinya beserta jajaran DPW Tarpi Banten akan berusaha mengemban amanat dari pimpinan ini dengan sebaik-baiknya. “Insya Allah pelantikan dilakukan 23 Agustus 2008 mendatang dan akan dihadiri langsung Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali dan pengurus, serta pimpinan PPP se-Banten,” kata Hendra kepada Radar Banten, Kamis (7/8).
Berdasarkan amanat dari Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali, lanjut Hendra, sebagai organisasi sayap PPP, Tarpi memiliki populasi yang cukup besar karena segmennya pemilih pemula, seperti siswa SMA, maupun mahasiswa yang baru masuk perguruan tinggi. “Dengan demikian kaderisasi dan perekrutan anggotanya secara terstruktur. Dan diharapkan dapat meraih suara terbanyak pada pemilu mendatang,” katanya.
Dipaparkan, dengan terbentuknya Tarpi Banten maka program selanjutnya adalah pembentukan Tarpi kabupaten/kota se-Banten. Sementara program unggulan Tarpi, antara lain, memberikan pendidikan politik bagi pemuda, sebagai penyaluran bakat dan minat anak muda di bidang seni, keorganisasian, dan budaya. “Yang terpenting adalah komunikasi kaum muda untuk memajukan Banten di pentas nasional,” katanya.
Terpisah, Wakil Sekretaris DPW PPP Banten Hafadzah mengungkapkan, Tarpi merupakan wadahnya kaum muda PPP. ”Tarpi ini lahir dari inisiatif kaula muda yang ingin berhimpun di PPP. Secara prinsip Ketua Umum (DPP-red) mendukungnya,” terang Hafadzah.
Ditambahkan, target utama Tarpi adalah menghimpun dan merekrut sebanyak-banyaknya kaum muda ke dalam partai. “Kerja-kerja Tarpi juga akan sangat bernuansa muda,” tandasnya.
Jumat, 08-Agustus-2008, 07:26:01 2 clicks
*Tarpi Bidik Pemilih Pemula
PANDEGLANG - Untuk menjaring pemilih pemula di Provinsi Banten pada Pemilu 2009, DPP PPP akan melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tarpi (Taruna Pembangunan Indonesia) Banten.
Rencananya pelantikan akan dilakukan di Stadion Mini Berkah, Sukarela, Pandeglang, pada 23 Agustus 2008 mendatang. DPP PPP memercayakan kepada Hendra Nugraha sebagai ketua.
Ditemui di Pandeglang, Hendra Nugraha mengatakan, dirinya beserta jajaran DPW Tarpi Banten akan berusaha mengemban amanat dari pimpinan ini dengan sebaik-baiknya. “Insya Allah pelantikan dilakukan 23 Agustus 2008 mendatang dan akan dihadiri langsung Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali dan pengurus, serta pimpinan PPP se-Banten,” kata Hendra kepada Radar Banten, Kamis (7/8).
Berdasarkan amanat dari Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali, lanjut Hendra, sebagai organisasi sayap PPP, Tarpi memiliki populasi yang cukup besar karena segmennya pemilih pemula, seperti siswa SMA, maupun mahasiswa yang baru masuk perguruan tinggi. “Dengan demikian kaderisasi dan perekrutan anggotanya secara terstruktur. Dan diharapkan dapat meraih suara terbanyak pada pemilu mendatang,” katanya.
Dipaparkan, dengan terbentuknya Tarpi Banten maka program selanjutnya adalah pembentukan Tarpi kabupaten/kota se-Banten. Sementara program unggulan Tarpi, antara lain, memberikan pendidikan politik bagi pemuda, sebagai penyaluran bakat dan minat anak muda di bidang seni, keorganisasian, dan budaya. “Yang terpenting adalah komunikasi kaum muda untuk memajukan Banten di pentas nasional,” katanya.
Terpisah, Wakil Sekretaris DPW PPP Banten Hafadzah mengungkapkan, Tarpi merupakan wadahnya kaum muda PPP. ”Tarpi ini lahir dari inisiatif kaula muda yang ingin berhimpun di PPP. Secara prinsip Ketua Umum (DPP-red) mendukungnya,” terang Hafadzah.
Ditambahkan, target utama Tarpi adalah menghimpun dan merekrut sebanyak-banyaknya kaum muda ke dalam partai. “Kerja-kerja Tarpi juga akan sangat bernuansa muda,” tandasnya.
388 Ribu Kader PBR Eksodus ke PPP
388 Ribu Kader PBR Eksodus ke PPP
| Kamis 05/08/2008
13:32:43 |
Bandung – Surabaya Post
Sebanyak 388 ribu kader Partai Bintang Reformasi (PBR) Jawa Barat eksodus ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP), setelah unsur pimpinan DPW PBR tidak terakomodasi sebagai caleg di partainya. Eksodus ratusan ribu kader PBR pimpinan dai sejuta umat KH Zainudin MZ itu ditandai dengan deklarasi Barisan Islam Moderat (BIMA) di Hotel Horison di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin (4/8), dipimpin oleh mantan Sekjen DPW PBR Dony Mulyana Kurnia.
Usai deklarasi, massa berjalan kaki menuju kantor DPW PPP Jabar sekitar 100 meter dari hotel tersebut. Sambil berjalan, mereka mencopoti atribut PBR dan membuangnya ke tong sampah di sepanjang jalan yang mereka lalui. Dony Mulyana Kurnia yang mengawali aksi ini.
Dony juga mencopot jas PBR kemudian memakai jasa PPP yang dikenakan pimpinan DPW PPP Jabar Nu'man Abdul Hakim di Sekretariat DPW PPP Jabar yang disaksikan ratusan kadernya. Dony mengatakan, ratusan kader ini hanya perwakilan karena sekitar 388 ribu kader dan simpatisan PBR se-Jawa Barat, termasuk pengurus di kabupaten/kota di Jabar sekarang telah hijrah ke PPP.
Menurut Dony, eksodus ini dilakukan akibat adanya tindakan DPP PBR yang dinilai otoriter terhadap pengurus di daerah terkait penetapan calon anggota legislatif (caleg). Namun Dony tidak menjelaskan secara rinci bentuk tindakan otoriter dimaksud.
“Kami lebih memilih pindah ke PPP, karena sejak dulu telah memiliki kedekatan dengan partai ini sehingga saat bergabung kembali kami tidak merasa canggung untuk langsung berjuang. Apalagi dulunya saya sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PPP Jabar Bidang Informasi,” ujarnya.
Pimpinan DPW PPP Jabar Nu'man Abdul Hakim mengatakan, dengan bergabungnya massa simpatisan dan beberapa unsur pimpinan PBR Jabar ke PPP, diharapkan partai berlambang Ka'bah ini bisa lebih eksis dan meraih kursi sesuai target pada pemilu 2009.(tar)
Massa PBR "pulang kandang", Siap Besarkan PPP
Setelah PPNUI Pimpinan KH Syukron Makmun-PP. Daarul Rahman,Kebayoran Baru Kota Jakarta Selatan DKI (santri 157 putra dan 597 putri)dan kemudian
Keluarga Besar Syarikat Islam-Syarikat Islam tidak ikut serta dalam pemilu 2009 dan siap bergabung dengan PPP.
Kini giliran massa dari Partai Bintang Reformasi (PBR) yang berbondong bondong kembali dan memperkuat barisan PPP.
PBR Jabar Gabung PPP
SEKELIMUS, (GM).-
Massa Partai Bintang Reformasi (PBR) Jabar menyatakan akan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Deklarasi penggabungan diri akan dinyatakan Senin (4/8) ini di Hotel Horsion Bandung, Jln. Pelajar Pejuang Bandung.
"Akan terjadi eksodus dari PBR ke PPP. Kami akan menyatakan diri bergabung ke PPP dan akan membuat deklarasi Barisan Islam Moderat (BIMA). Setelah itu kami akan menyatakan bergabung dengan PPP dengan mendatangi Kantor DPW PPP Jabar yang tak jauh dari tempat deklarasi," kata mantan Sekretaris DPW PBR Jabar, Donny Mulyana Kurnia kepada "GM", Minggu (3/8).
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat Nu'man Abdul Hakim membenarkan akan adanya massa PBR Jawa Barat yang bergabung dengan PPP tersebut. Menurutnya, ia sudah bicara dengan Ketua dan Sekretaris DPW PBR Jawa Barat Iskadir Chotob dan Donny Mulyana Kurnia, yang dipecat oleh pimpinan DPP PBR Jabar Bursyah Zarnubi.
| Kamis 05/08/2008
13:32:43 |
Bandung – Surabaya Post
Sebanyak 388 ribu kader Partai Bintang Reformasi (PBR) Jawa Barat eksodus ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP), setelah unsur pimpinan DPW PBR tidak terakomodasi sebagai caleg di partainya. Eksodus ratusan ribu kader PBR pimpinan dai sejuta umat KH Zainudin MZ itu ditandai dengan deklarasi Barisan Islam Moderat (BIMA) di Hotel Horison di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin (4/8), dipimpin oleh mantan Sekjen DPW PBR Dony Mulyana Kurnia.
Usai deklarasi, massa berjalan kaki menuju kantor DPW PPP Jabar sekitar 100 meter dari hotel tersebut. Sambil berjalan, mereka mencopoti atribut PBR dan membuangnya ke tong sampah di sepanjang jalan yang mereka lalui. Dony Mulyana Kurnia yang mengawali aksi ini.
Dony juga mencopot jas PBR kemudian memakai jasa PPP yang dikenakan pimpinan DPW PPP Jabar Nu'man Abdul Hakim di Sekretariat DPW PPP Jabar yang disaksikan ratusan kadernya. Dony mengatakan, ratusan kader ini hanya perwakilan karena sekitar 388 ribu kader dan simpatisan PBR se-Jawa Barat, termasuk pengurus di kabupaten/kota di Jabar sekarang telah hijrah ke PPP.
Menurut Dony, eksodus ini dilakukan akibat adanya tindakan DPP PBR yang dinilai otoriter terhadap pengurus di daerah terkait penetapan calon anggota legislatif (caleg). Namun Dony tidak menjelaskan secara rinci bentuk tindakan otoriter dimaksud.
“Kami lebih memilih pindah ke PPP, karena sejak dulu telah memiliki kedekatan dengan partai ini sehingga saat bergabung kembali kami tidak merasa canggung untuk langsung berjuang. Apalagi dulunya saya sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PPP Jabar Bidang Informasi,” ujarnya.
Pimpinan DPW PPP Jabar Nu'man Abdul Hakim mengatakan, dengan bergabungnya massa simpatisan dan beberapa unsur pimpinan PBR Jabar ke PPP, diharapkan partai berlambang Ka'bah ini bisa lebih eksis dan meraih kursi sesuai target pada pemilu 2009.(tar)
Massa PBR "pulang kandang", Siap Besarkan PPP
Setelah PPNUI Pimpinan KH Syukron Makmun-PP. Daarul Rahman,Kebayoran Baru Kota Jakarta Selatan DKI (santri 157 putra dan 597 putri)dan kemudian
Keluarga Besar Syarikat Islam-Syarikat Islam tidak ikut serta dalam pemilu 2009 dan siap bergabung dengan PPP.
Kini giliran massa dari Partai Bintang Reformasi (PBR) yang berbondong bondong kembali dan memperkuat barisan PPP.
PBR Jabar Gabung PPP
SEKELIMUS, (GM).-
Massa Partai Bintang Reformasi (PBR) Jabar menyatakan akan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Deklarasi penggabungan diri akan dinyatakan Senin (4/8) ini di Hotel Horsion Bandung, Jln. Pelajar Pejuang Bandung.
"Akan terjadi eksodus dari PBR ke PPP. Kami akan menyatakan diri bergabung ke PPP dan akan membuat deklarasi Barisan Islam Moderat (BIMA). Setelah itu kami akan menyatakan bergabung dengan PPP dengan mendatangi Kantor DPW PPP Jabar yang tak jauh dari tempat deklarasi," kata mantan Sekretaris DPW PBR Jabar, Donny Mulyana Kurnia kepada "GM", Minggu (3/8).
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat Nu'man Abdul Hakim membenarkan akan adanya massa PBR Jawa Barat yang bergabung dengan PPP tersebut. Menurutnya, ia sudah bicara dengan Ketua dan Sekretaris DPW PBR Jawa Barat Iskadir Chotob dan Donny Mulyana Kurnia, yang dipecat oleh pimpinan DPP PBR Jabar Bursyah Zarnubi.
IKASTRI PPP Gelar Festival Qosidah Sejabodetabek
Ikastri akan gelar festival qasidah
TANAH BARU, MONDE: Ikatan Silaturrahmi Istri (Ikastri) bersama Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kota Depok mengelar Festival Qasidah.
Festival yang rencananya dibuka Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail itu akan diikuti oleh kelompok dan grup qasidah se-Kota Depok.
“Tujuan digelarnya festival ini untuk meningkatkan dan mengembangkan nilai serta pola pikir para seniman dan seniwati pendukung seni qasidah rebana yang ada di Kota Depok,” ujar Ketua Panitia Festival Qasidah Rebana, Asri Mulyanita.
Selain itu, menurut dia, festival ini bertujuan untuk mempertahankan kesenian tradisional yang ada di Depok. “Selama ini masyarakat mulai melupakan kesenian tradisional seperti qasidah dan kesenian tradisional lainnya. Mereka lebih suka menikmati kesenian modern yang berbau barat. Kalau bukan kita yang melestarikan lalu siapa lagi,” katanya.
Seni qasidah, kata Asri, sebenarnya tidak sekadar musik dan nyanyian, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai dakwah agama. “Dengan digelarnya festival ini diharapkan bisa memotivasi para pendukung seni qasidah rebana agar meningkatkan kreativitasnya.”
Lebih lanjut Asri yang juga Ketua Ikatan Wanita Pengusaha (Iwapi) Kota Depok, mengatakan peserta lomba qasidah ini nantinya terbuka untuk semua perkumpulan dan grup qasidah wanita se-Kota Depok.
Festival qasidah di Depok ini, katanya merupakan rangkaian festival qasidah se-Jabodetabek yang juga digelar di daerah-daerah lain. Pemenang dari masing-masing daerah nantinya akan berlomba kembali dalam grand final yang akan digelar pada 9 Agustus mendatang di GOR Bulungan Jakarta, memperebutkan piala Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali.
Tim juri untuk lomba tingkat nasional adalah Emilia Contessa, Ratih Sanggarwati, serta Okky Asokawati. “Kami juga akan menampilkan beberapa bintang tamu seperti Cici Faramida, Denada, serta Yadi Sembako,” tutur Asri.(van)Bebenah
Kota Tangerang Juara I Festival Qosidah IKASTRI PPP
PANDEGLANG – Perhelatan Festival Qosidah Ikatan Silaturahmi Istri-istri Pengurus PPP (Ikastri) di Balai Budaya Pandeglang berjalan lancar.
Kegiatan yang digelar sejak Kamis (24/7) dan ditutup Sabtu (26/7) malam itu ditandai dengan pembagian hadiah oleh Ketua Ikastri Banten Irna Narulita Dimyati.
Untuk tingkat DPW PPP Banten, lomba ini diikuti enam peserta yakni Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Lebak. Sementara Kabupaten Serang tidak hadir atau tidak ikut.
Dalam lomba ini, Kota Tangerang menjadi juara pertama, juara kedua diraih Kabupaten Pandeglang, dan juara ketiga digondol Kota Serang. Sedangkan juara favorit diraih Kabupaten Tangerang. Selain mendapat uang pembinaan bagi para juara, semua peserta diberikan 10 stel bahan baju tim qosidah, serta 600 paket sembako yang harus disalurkan untuk warga miskin.
Menurut Irna Narulita Dimyati, untuk festival qosidah tingkat DPC PPP Pandeglang, Kecamatan Pandeglang keluar sebagai juara pertama, Kecamatan Cadasari menjadi juara kedua, dan juara favorit diraih Kecamatan Angsana.
“Nantinya juara satu dan dua akan diikutkan pada lomba qosidah yang memerebutkan piala Ketua Umum DPP PPP pada 9 Agustus 2008 di Bulungan, Jakarta. Dengan lomba ini diharapkan, kader PPP lebih solid menyongsong masa depan,” kata Irna kepada Radar Banten.
Qasidah Bukan Seni Sendal Jepit
CIBINONG - Seni musik qasidahan yang identik dengan seni musik Islam kadang dipandang sebagai musik pinggiran, konservatif, tertinggal, bahkan seni musik kuno. Penggemar qasidah juga sering diidentikkan dengan kaum sendal jepit atau kaum kampungan.
“Qasidahan harus keluar dari stigma seperti itu. Penggiatnya harus memodifikasi musik qasidahan agar bisa bersaing dengan musik pop atau dangdut. Qasidah harus keluar dari stigma sendal jepit,” terang Ketua DPC PPP Rachmat Yasin saat memberikan sambutan di hadapan peserta qasidah dalam acara Festival Qasidah Ikastri PPP, kemarin.
Bagaimana caranya? Rachmat memberi masukan agar qasidahan tidak alergi dengan aliran musik lain. “Kalau perlu ada semacam mencampurkan aliran-aliran musik lain dengan qasidah. Cara ini bisa dilihat pada band qasidah Debu. Mereka mampu membawa qasidah menjadi seni yang disukai masyarakat,” ujarnya.
Pada acara ini hadir Ketua Ikatan Silaturahim Istri (Ikastri) PPP yang sekaligus penyanyi terkenal Emilia contessa, istri Ketua Umum DPP PPP Indah Suryadharma Ali dan perwakilan Muspida.
Menurut Ketua Panitia Acara Ade Munawaroh, festival ini diikuti 42 kelompok qasidah yang disaring dari kelompok qasidah dari seluruh Kabupaten Bogor. “Dua terbaik yang berhasil juara di Kabupaten Bogor akan dikirim untuk bertanding di tingkat nasional,” katanya.
Sementara juri yang akan menilai berasal dari lembaga qasidah pusat dan internal Ikastri, termasuk Emilia Contessa.(ndi)
TANAH BARU, MONDE: Ikatan Silaturrahmi Istri (Ikastri) bersama Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kota Depok mengelar Festival Qasidah.
Festival yang rencananya dibuka Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail itu akan diikuti oleh kelompok dan grup qasidah se-Kota Depok.
“Tujuan digelarnya festival ini untuk meningkatkan dan mengembangkan nilai serta pola pikir para seniman dan seniwati pendukung seni qasidah rebana yang ada di Kota Depok,” ujar Ketua Panitia Festival Qasidah Rebana, Asri Mulyanita.
Selain itu, menurut dia, festival ini bertujuan untuk mempertahankan kesenian tradisional yang ada di Depok. “Selama ini masyarakat mulai melupakan kesenian tradisional seperti qasidah dan kesenian tradisional lainnya. Mereka lebih suka menikmati kesenian modern yang berbau barat. Kalau bukan kita yang melestarikan lalu siapa lagi,” katanya.
Seni qasidah, kata Asri, sebenarnya tidak sekadar musik dan nyanyian, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai dakwah agama. “Dengan digelarnya festival ini diharapkan bisa memotivasi para pendukung seni qasidah rebana agar meningkatkan kreativitasnya.”
Lebih lanjut Asri yang juga Ketua Ikatan Wanita Pengusaha (Iwapi) Kota Depok, mengatakan peserta lomba qasidah ini nantinya terbuka untuk semua perkumpulan dan grup qasidah wanita se-Kota Depok.
Festival qasidah di Depok ini, katanya merupakan rangkaian festival qasidah se-Jabodetabek yang juga digelar di daerah-daerah lain. Pemenang dari masing-masing daerah nantinya akan berlomba kembali dalam grand final yang akan digelar pada 9 Agustus mendatang di GOR Bulungan Jakarta, memperebutkan piala Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali.
Tim juri untuk lomba tingkat nasional adalah Emilia Contessa, Ratih Sanggarwati, serta Okky Asokawati. “Kami juga akan menampilkan beberapa bintang tamu seperti Cici Faramida, Denada, serta Yadi Sembako,” tutur Asri.(van)Bebenah
Kota Tangerang Juara I Festival Qosidah IKASTRI PPP
PANDEGLANG – Perhelatan Festival Qosidah Ikatan Silaturahmi Istri-istri Pengurus PPP (Ikastri) di Balai Budaya Pandeglang berjalan lancar.
Kegiatan yang digelar sejak Kamis (24/7) dan ditutup Sabtu (26/7) malam itu ditandai dengan pembagian hadiah oleh Ketua Ikastri Banten Irna Narulita Dimyati.
Untuk tingkat DPW PPP Banten, lomba ini diikuti enam peserta yakni Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Lebak. Sementara Kabupaten Serang tidak hadir atau tidak ikut.
Dalam lomba ini, Kota Tangerang menjadi juara pertama, juara kedua diraih Kabupaten Pandeglang, dan juara ketiga digondol Kota Serang. Sedangkan juara favorit diraih Kabupaten Tangerang. Selain mendapat uang pembinaan bagi para juara, semua peserta diberikan 10 stel bahan baju tim qosidah, serta 600 paket sembako yang harus disalurkan untuk warga miskin.
Menurut Irna Narulita Dimyati, untuk festival qosidah tingkat DPC PPP Pandeglang, Kecamatan Pandeglang keluar sebagai juara pertama, Kecamatan Cadasari menjadi juara kedua, dan juara favorit diraih Kecamatan Angsana.
“Nantinya juara satu dan dua akan diikutkan pada lomba qosidah yang memerebutkan piala Ketua Umum DPP PPP pada 9 Agustus 2008 di Bulungan, Jakarta. Dengan lomba ini diharapkan, kader PPP lebih solid menyongsong masa depan,” kata Irna kepada Radar Banten.
Qasidah Bukan Seni Sendal Jepit
CIBINONG - Seni musik qasidahan yang identik dengan seni musik Islam kadang dipandang sebagai musik pinggiran, konservatif, tertinggal, bahkan seni musik kuno. Penggemar qasidah juga sering diidentikkan dengan kaum sendal jepit atau kaum kampungan.
“Qasidahan harus keluar dari stigma seperti itu. Penggiatnya harus memodifikasi musik qasidahan agar bisa bersaing dengan musik pop atau dangdut. Qasidah harus keluar dari stigma sendal jepit,” terang Ketua DPC PPP Rachmat Yasin saat memberikan sambutan di hadapan peserta qasidah dalam acara Festival Qasidah Ikastri PPP, kemarin.
Bagaimana caranya? Rachmat memberi masukan agar qasidahan tidak alergi dengan aliran musik lain. “Kalau perlu ada semacam mencampurkan aliran-aliran musik lain dengan qasidah. Cara ini bisa dilihat pada band qasidah Debu. Mereka mampu membawa qasidah menjadi seni yang disukai masyarakat,” ujarnya.
Pada acara ini hadir Ketua Ikatan Silaturahim Istri (Ikastri) PPP yang sekaligus penyanyi terkenal Emilia contessa, istri Ketua Umum DPP PPP Indah Suryadharma Ali dan perwakilan Muspida.
Menurut Ketua Panitia Acara Ade Munawaroh, festival ini diikuti 42 kelompok qasidah yang disaring dari kelompok qasidah dari seluruh Kabupaten Bogor. “Dua terbaik yang berhasil juara di Kabupaten Bogor akan dikirim untuk bertanding di tingkat nasional,” katanya.
Sementara juri yang akan menilai berasal dari lembaga qasidah pusat dan internal Ikastri, termasuk Emilia Contessa.(ndi)
Selasa, 05 Agustus 2008
Bendahara PPP Maju Sbg Cln Wakil Walikota Bogor
Mantan Ketua KNPI Dampingi Sekda Maju Pilkada Kota Bogor
Tuesday, 05 August 2008
BOGOR (SINDO) – Mantan Ketua KNPI Kota Bogor Erick Irawan Suganda akhirnya resmi mendampingi Sekda Kota Bogor Dody Rosadi sebagai calon Wakil Wali Kota Bogor dalam Pilkada Kota Bogor, 25 Oktober mendatang.
Pasangan tersebut diusung PPP, PAN, PBB, dan PKB. Putusan Dody maju bersama Erick ditetapkan dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD PAN Kota Bogor, Senin (4/8) malam. ”Insya Allah, saya akan maju dengan Erick dan bakal menggunakan akronim Do’a dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota nanti,” jelas Dody seusai rapimda.
Dody optimistis berdampingan dengan Erick bisa memenangi pilkada. ”Melihat track record dan masih muda, saya optimistis bahkan bisa dikatakan mempunyai target tidak jauh dari kompetitor lainnya. Insya Allah, kami akan menang,” jelasnya.
Sementara Erick yang juga putra Bupati Kuningan, Jawa Barat ini mengaku siap berjuang habis-habisan untuk memenangi pilkada bersama Dody. ”Ini merupakan kesempatan saya untuk mewakili unsur pemuda di pemerintahan,” jelasnya.
Dengan adanya pasangan Dody-Erick ini, saat ini bursa Pilkada Kota Bogor sudah diramaikan tiga pasangan calon. Dua pasangan lainnya adalah Diani Budiarto-Ahmad Ru’yat yang diusung PDIP, PKS, Partai Golkar, PKP Indonesia, Partai Patriot, PPDI, PSI, PBSD, PBR, dan PDS; serta pasangan Syafei Bratasenjaya-Akik Darul Tahkik dari calon perseorangan. (
Herman-Akhmad Maju Jadi Cawalkot Banjar
Senin, 28 Juli 2008 , 18:30:00
BANJAR, (PRLM).-Duet Herman Soetrisno (Walikota Banjar) dengan Akhmad Dimyati (Wakil Walikota Banjar) yang diusung Partai Golkar dan PDIP secara resmi mendeklarasikan diri sebagai salah satu pasangan calon yang akan maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Banjar. Deklarasi Herman dengan Dimyati, Senin (28/7) juga mendapat dukungan dari lima parpol lainnya, yakni PD, PPP, Partai Patriot Pancasila, PKPB dan PBR.
Deklarasi yang dilakukan secara sederhana juga diisi dengan penandatangan kesepakatan bersama seluruh pendukung Herman – Dimyati. Selain Herman dan Dimyati, ikut membubuhkan tandatangan Ketua DPC PPP Kota Banjar Muchtar Gozali, Ketua DPC PD Budi Sutrisno, Ketua DPD PKPB Hopid, Ketua DPC Partai Patriot PancasilaAsep Deni, dan Ketua DPC PBR Tatang Rahmat.
Selain itu juga puluhan pengurus serta anggota parpol pendukung kedua pasangan juga ikut menyaksikan peristiwa penting tersebut. Dalam kesempatan itu Herman menegaskan bahwa dirinya maju kembali pada Pilkada Kota Banjar, setelah mendapat masukkan dan dan permintaan dari berbagai pihak agar kembali mempimpin wilayah pecahan Kabupaten Ciamis.
"Saya menyadari sudah tidak muda lagi, namun ternyata harapan masyarakat terhadap saya masih sangat besar. Dan setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya saya bersedia kembali mengemban aspirasi dan kepercayaan rakyat Banjar. Dan saya pun termasuk orang yang membidani lahirnya Kota Banjar," ujarnya.
Tuesday, 05 August 2008
BOGOR (SINDO) – Mantan Ketua KNPI Kota Bogor Erick Irawan Suganda akhirnya resmi mendampingi Sekda Kota Bogor Dody Rosadi sebagai calon Wakil Wali Kota Bogor dalam Pilkada Kota Bogor, 25 Oktober mendatang.
Pasangan tersebut diusung PPP, PAN, PBB, dan PKB. Putusan Dody maju bersama Erick ditetapkan dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD PAN Kota Bogor, Senin (4/8) malam. ”Insya Allah, saya akan maju dengan Erick dan bakal menggunakan akronim Do’a dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota nanti,” jelas Dody seusai rapimda.
Dody optimistis berdampingan dengan Erick bisa memenangi pilkada. ”Melihat track record dan masih muda, saya optimistis bahkan bisa dikatakan mempunyai target tidak jauh dari kompetitor lainnya. Insya Allah, kami akan menang,” jelasnya.
Sementara Erick yang juga putra Bupati Kuningan, Jawa Barat ini mengaku siap berjuang habis-habisan untuk memenangi pilkada bersama Dody. ”Ini merupakan kesempatan saya untuk mewakili unsur pemuda di pemerintahan,” jelasnya.
Dengan adanya pasangan Dody-Erick ini, saat ini bursa Pilkada Kota Bogor sudah diramaikan tiga pasangan calon. Dua pasangan lainnya adalah Diani Budiarto-Ahmad Ru’yat yang diusung PDIP, PKS, Partai Golkar, PKP Indonesia, Partai Patriot, PPDI, PSI, PBSD, PBR, dan PDS; serta pasangan Syafei Bratasenjaya-Akik Darul Tahkik dari calon perseorangan. (
Herman-Akhmad Maju Jadi Cawalkot Banjar
Senin, 28 Juli 2008 , 18:30:00
BANJAR, (PRLM).-Duet Herman Soetrisno (Walikota Banjar) dengan Akhmad Dimyati (Wakil Walikota Banjar) yang diusung Partai Golkar dan PDIP secara resmi mendeklarasikan diri sebagai salah satu pasangan calon yang akan maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Banjar. Deklarasi Herman dengan Dimyati, Senin (28/7) juga mendapat dukungan dari lima parpol lainnya, yakni PD, PPP, Partai Patriot Pancasila, PKPB dan PBR.
Deklarasi yang dilakukan secara sederhana juga diisi dengan penandatangan kesepakatan bersama seluruh pendukung Herman – Dimyati. Selain Herman dan Dimyati, ikut membubuhkan tandatangan Ketua DPC PPP Kota Banjar Muchtar Gozali, Ketua DPC PD Budi Sutrisno, Ketua DPD PKPB Hopid, Ketua DPC Partai Patriot PancasilaAsep Deni, dan Ketua DPC PBR Tatang Rahmat.
Selain itu juga puluhan pengurus serta anggota parpol pendukung kedua pasangan juga ikut menyaksikan peristiwa penting tersebut. Dalam kesempatan itu Herman menegaskan bahwa dirinya maju kembali pada Pilkada Kota Banjar, setelah mendapat masukkan dan dan permintaan dari berbagai pihak agar kembali mempimpin wilayah pecahan Kabupaten Ciamis.
"Saya menyadari sudah tidak muda lagi, namun ternyata harapan masyarakat terhadap saya masih sangat besar. Dan setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya saya bersedia kembali mengemban aspirasi dan kepercayaan rakyat Banjar. Dan saya pun termasuk orang yang membidani lahirnya Kota Banjar," ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
