11 Partai Jagokan Sahate
Monday, 11 August 2008
MAJALENGKA(SINDO) – Sebanyak 11 partai politik (parpol) mendeklarasikan pasangan Suhardja dan Ateng Sutisna (Sahate) sebagai calon bupati dan wakil bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada ) Majalengka 2008.
Pada kesempatan itu pasangan Sahate juga mendaftarkan diri mereka ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Majalengka di Kompleks Girilawungan sebagai peserta Pilkada Majalengka 2008. Ketua tim sukses pasangan Sahate Pepep Syaiful Hidayat mengatakan, banyaknya dukungan kepada pasangan tersebut, mulai dari parpol,tokoh agama serta masyarakat, serta berbagai elemen lain merupakan bukti keinginan rakyat agar ada kemajuan pembangunan di Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, parpol sebagai ujung tombak penyaluran aspirasi rakyat merupakan salah satu instrumen untuk melaksanakan amar makruf nahi munkar.”Kami ingin menegakkan keadilan, kesejahteraan, kemakmuran, dan kebahagiaan di bumi Majalengka. Atas dasar itu, proses pilkada secara langsung merupakan momen penting bagi kemenangan rakyat Majalengka,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Majalengka ini dalam deklarasi di Lapangan Pasar Lama,Jalan KH Abdul Halim,
Majalengka,kemarin.
Sahate Memilih Istighosah
Views : 5
Favoured : None
Deklarasi Dilanjutkan Penyerahan Formulir ke KPU
MAJALENGKA-Dalam suasana yang sederhana, bersahaja dan jauh dari kesan hura-hura, pasangan calon bupati/wakil bupati Drs H Suhardja MM dan Ir H Ateng Sutisna MBA (Sahate) akhirnya dideklarasikan. Wajah-wajah tulus, berserah diri pada Tuhan dibalut semangat menggelora memenangkan Sahate di pilbup, mendominasi pemandangan acara deklarasi yang digelar di lapangan Pasar Lama Majalengka, Senin (11/8).
Bersama puluhan ulama dan kyai diantaranya Dr KH Sarkosi Subki dan KH Machtum Hanan, pasangan Sahate larut dalam doa bersama lebih dari seribu pendukungnya yang rela duduk di atas hamparan koran bekas.
Lantunan puja dan puji serta pengharapan pada Allah SWT menggantikan hingar-bingarnya musik yang jamak digelar dalam satu pesta.
Panitia deklarasi pasangan Sahate, M Ridho mengatakan, bagi orang muslim ketika akan memulai sesuatu yang baik berdoa pada Allah SWT menjadi satu keharusan.
“Diawali dengan doa, Insya Allah pasangan Sahate akan mendapatkan simpati dan berbuat yang terbaik bagi masyarakat Majalengka,” katanya.
Usai doa bersama yang berlangsung sekitar satu jam, acara deklarasi dilanjutkan dengan pembacaan ikrar pengusungan pasangan Sahate yang dilakukan oleh Ketua DPC PPP Pepep Saiful Hidayat didampingi ketua partai pengusung lainnya yakni, PKB, PKPB, PBR, PBB dan Partai Pelopor. Dalam pernyataannya, enam partai pengusung bertekad memenangkan pasangan Sahate di Pilbup 26 Oktober nanti.
“Bersama dengan masyarakat yang telah lama merindukan perubahan yang lebih baik, kami bertekad memenangkan Sahate di pilbup,” katanya berapi-api dibarengi pekikan takbir para pendukung.
Setelah pernyataan serta ikrar dari enam partai penyusung, tekad yang sama disampaikan perwakilan partai pendukung yang diwakili Ketua PDP H Daryanto Fadil, kemudian diteruskan dengan ikrar dari tim relawan yang diwakili Igum Gumbirawan. Usai pembacaan ikrar dukungan, acara dilanjutkan penyerahan formulir pendaftaran pasangan Sahate ke KPU.
Dengan diiringi para pendukungannya, pasangan Sahate menuju kantor KPU dari lokasi acara deklarasi yang berjarak sekitar 1 km dengan berjalan kaki. Kedatangan pasangan Sahate disambut langsung oleh Muhyidin SH selaku ketua KPU bersama para anggotanya.
Senin, 11 Agustus 2008
PPP Fokus Garap Perempuan
11 Agustus 2008
JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berjanji tak akan mengulang kelalaian pendahulunya. Ke depan, kaum perempuan akan mendapat perhatian lebih serta diberi kesempatan berkiprah lebih luas di partai berlambang Kakbah itu.
’’Kami tidak akan mengulang kesalahan pengurus PPP di masa lalu,’’ ujar Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali di sela menghadiri acara festival kasidah se-Jabodetabek dan Banten di Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta, Sabtu malam (9/8). Padahal, menurut dia, peran perempuan sebagai agen sosialisasi di tingkat apa pun terbukti jauh lebih efektif daripada pria.
Menteri koperasi dan UKM itu pun lantas mengaitkan perempuan dengan penyebab penurunan suara PPP pada Pemilu 2004. Saat itu, kata Suryadharma, banyak keluarga kader partainya yang tidak solid. Pilihan politik di internal keluarga beragam. ’’Bapaknya kader PPP, tapi anggota keluarganya lari ke parpol lain. Pada Pemilu 2009, hal seperti ini jangan terulang,’’ tegasnya.
Pada acara yang diadakan Ikatan Silaturahmi Istri (Ikastri) Pengurus PPP itu, Suryadharma menyatakan bahwa PPP sedang menyiapkan sejumlah wadah lagi untuk memberi ruang bagi perempuan agar bisa berkiprah di partai. ’’Dengan diberi wadah, kaum perempuan diharapkan bisa lebih betah di sini (PPP, Red),’’ tambahnya.
Pada acara tersebut, selain petinggi DPP PPP, ikut hadir beberapa artis yang disebut-sebut bakal diajukan PPP menjadi calon anggota legislatif (caleg). Mereka, antara lain, Marissa Haque, Cici Paramida, Okki Asokawati, Ratih Sanggarwati, Emilia Contesa dan anaknya, Denada. Pedangdut Kristina pun turut memeriahkan acara tersebut.
Ketua Umum Ikastri Pengurus PPP Indah Suryadharma Ali mengakui bahwa festival kasidah itu sengaja diselenggarakan untuk menjaga soliditas kader perempuan PPP menjelang Pemilu 2009.
’’Perhatian ini sangat penting karena ibu-ibu merupakan bagian tak terpisahkan dari PPP,’’ katanya bersemangat.
Indah bertekad menjadi salah satu kekuatan penopang PPP dalam merealisasikan target suara 15 persen pada pemilu mendatang. Namun, dia juga berharap, kaum perempuan tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas politik. ’’Harus lebih dari itu. Mereka harus memberdayakan kaum perempuan demi kesejahteraan rakyat,’’ tegasnya.
PPP dan IKSATRI Bekasi Festival Qosidah
Acara ini diselenggarakan dalam rangka Harlah PPP yang ke 35 dan juga Harlah Ikastri yg ke 1. acara yang diselenggarakan bekerjasama dengan Sentra Grosir Cikarang ( SGC ) diikuti oleh 35 grup qosidah se kabupaten Bekasi. Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua umum PPP bapak Drs Suryadharma Ali membuka festival. Juga hadir artis kondang Emilia Contessa dan Kristina untuk memeriahkan acara. ( Bachrurozi- DPC PPP Kab. Bekasi )
http://p3kabupatenbekasi.blogspot.com
Emillia Contessa dan para panitia.
JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berjanji tak akan mengulang kelalaian pendahulunya. Ke depan, kaum perempuan akan mendapat perhatian lebih serta diberi kesempatan berkiprah lebih luas di partai berlambang Kakbah itu.
’’Kami tidak akan mengulang kesalahan pengurus PPP di masa lalu,’’ ujar Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali di sela menghadiri acara festival kasidah se-Jabodetabek dan Banten di Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta, Sabtu malam (9/8). Padahal, menurut dia, peran perempuan sebagai agen sosialisasi di tingkat apa pun terbukti jauh lebih efektif daripada pria.
Menteri koperasi dan UKM itu pun lantas mengaitkan perempuan dengan penyebab penurunan suara PPP pada Pemilu 2004. Saat itu, kata Suryadharma, banyak keluarga kader partainya yang tidak solid. Pilihan politik di internal keluarga beragam. ’’Bapaknya kader PPP, tapi anggota keluarganya lari ke parpol lain. Pada Pemilu 2009, hal seperti ini jangan terulang,’’ tegasnya.
Pada acara yang diadakan Ikatan Silaturahmi Istri (Ikastri) Pengurus PPP itu, Suryadharma menyatakan bahwa PPP sedang menyiapkan sejumlah wadah lagi untuk memberi ruang bagi perempuan agar bisa berkiprah di partai. ’’Dengan diberi wadah, kaum perempuan diharapkan bisa lebih betah di sini (PPP, Red),’’ tambahnya.
Pada acara tersebut, selain petinggi DPP PPP, ikut hadir beberapa artis yang disebut-sebut bakal diajukan PPP menjadi calon anggota legislatif (caleg). Mereka, antara lain, Marissa Haque, Cici Paramida, Okki Asokawati, Ratih Sanggarwati, Emilia Contesa dan anaknya, Denada. Pedangdut Kristina pun turut memeriahkan acara tersebut.
Ketua Umum Ikastri Pengurus PPP Indah Suryadharma Ali mengakui bahwa festival kasidah itu sengaja diselenggarakan untuk menjaga soliditas kader perempuan PPP menjelang Pemilu 2009.
’’Perhatian ini sangat penting karena ibu-ibu merupakan bagian tak terpisahkan dari PPP,’’ katanya bersemangat.
Indah bertekad menjadi salah satu kekuatan penopang PPP dalam merealisasikan target suara 15 persen pada pemilu mendatang. Namun, dia juga berharap, kaum perempuan tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas politik. ’’Harus lebih dari itu. Mereka harus memberdayakan kaum perempuan demi kesejahteraan rakyat,’’ tegasnya.
PPP dan IKSATRI Bekasi Festival Qosidah
Acara ini diselenggarakan dalam rangka Harlah PPP yang ke 35 dan juga Harlah Ikastri yg ke 1. acara yang diselenggarakan bekerjasama dengan Sentra Grosir Cikarang ( SGC ) diikuti oleh 35 grup qosidah se kabupaten Bekasi. Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua umum PPP bapak Drs Suryadharma Ali membuka festival. Juga hadir artis kondang Emilia Contessa dan Kristina untuk memeriahkan acara. ( Bachrurozi- DPC PPP Kab. Bekasi )
http://p3kabupatenbekasi.blogspot.com
Emillia Contessa dan para panitia.
Caleg PPP Aceh Teken Kontrak Politik
11/08/2008 09:17 WIB
BANDA ACEH - Sebanyak 80 calon anggota legislatif (caleg) yang akan diusung oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh, dalam Pemilu 2009, Minggu (10/8) menandatangani kontrak politik dengan tersebut. Para caleg yang diplotkan untuk kursi DPR Aceh ini, meneken perjanjian berisi tujuh butir kesepakatan, dalam suatu acara di Kantor DPW PPP Aceh, kawasan Lamdingin, Banda Aceh.
Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Aceh, Edwar M Nur kepada Serambi, mengatakan, di antara butir kontrak politik yang ditandatangani oleh 80 caleg tersebut adalah, menjunjung tinggi moralitas dan integritas sesuai dengan nilai-nilai ajaran Syariat Islam. Setia kepada NKRI, Pancalisa, dan UUD 1945.
Selanjutnya, mentaati AD/ART PPP sesuai dengan enam prinsip perjuangan partai dan khittah perjuangan partai. Menjalankan tugas dan fungsi legislatif secara penuh waktu, profesional, dengan selalu berkoordinasi dengan FPPP, dan PH DPW PPP NAD. Kemudian, melaksanakan komunikasi politik, serta pembinaan terhadap konstituen di daerah pemilihan. ”Point terakhir, para caleg dari PPP Aceh, menyatakan bersedia diberhentikan dari keanggotaan DPRA, jika melanggar butir kesepakatan yang telah ditetapkan,” ujar Edwar.
Pria yang biasa disapa Edo ini menambahkan, caleg yang diusung PPP Aceh dalam Pemilu 2009, kebanyakan merupakan wajah baru, alias tidak berasal dari para anggota legislatif sebelumnya. ”Kami menargetkan, sekitar 75 persen dari caleg PPP akan diisi oleh wajah baru,” kata Edo seraya menambahkan, PPP Aceh juga menargetkan sekitar 25 persen anggota legislatif yang akan duduk di kursi DPRA.
Mengenai keterlibatan caleg perempuan, Edwar mengatakan, PPP Aceh sudah mengkantongi 15 persen dari jumlah keseluruhan. Menurut Edo, pihaknya masih membutuhkan sekitar 15 persen lagi dari keterwakilan perempuan.
Selain itu, dalam acara internal partai tersebut, para caleg turut pula dibekali dengan ceramah singkat oleh Dr Ahmad Humam Hamid, dengan tema ”kapita selekta, membangun perekonomian Aceh ke depan.”
Rektor Unsyiah, Prof Dr Darni Daud MA juga membekali para caleg dengan tema ”arah kebijakan pendidikan dalam upaya percepatan pembangunan Aceh, serta berbagai tantangannya.” Kemudian, pembekalan diakhiri dengan ceramah tentang khitah perjuangan oleh Wakil Ketua MPU Aceh, Muhammad Daud Zamzami.(yuh)
BANDA ACEH - Sebanyak 80 calon anggota legislatif (caleg) yang akan diusung oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh, dalam Pemilu 2009, Minggu (10/8) menandatangani kontrak politik dengan tersebut. Para caleg yang diplotkan untuk kursi DPR Aceh ini, meneken perjanjian berisi tujuh butir kesepakatan, dalam suatu acara di Kantor DPW PPP Aceh, kawasan Lamdingin, Banda Aceh.
Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Aceh, Edwar M Nur kepada Serambi, mengatakan, di antara butir kontrak politik yang ditandatangani oleh 80 caleg tersebut adalah, menjunjung tinggi moralitas dan integritas sesuai dengan nilai-nilai ajaran Syariat Islam. Setia kepada NKRI, Pancalisa, dan UUD 1945.
Selanjutnya, mentaati AD/ART PPP sesuai dengan enam prinsip perjuangan partai dan khittah perjuangan partai. Menjalankan tugas dan fungsi legislatif secara penuh waktu, profesional, dengan selalu berkoordinasi dengan FPPP, dan PH DPW PPP NAD. Kemudian, melaksanakan komunikasi politik, serta pembinaan terhadap konstituen di daerah pemilihan. ”Point terakhir, para caleg dari PPP Aceh, menyatakan bersedia diberhentikan dari keanggotaan DPRA, jika melanggar butir kesepakatan yang telah ditetapkan,” ujar Edwar.
Pria yang biasa disapa Edo ini menambahkan, caleg yang diusung PPP Aceh dalam Pemilu 2009, kebanyakan merupakan wajah baru, alias tidak berasal dari para anggota legislatif sebelumnya. ”Kami menargetkan, sekitar 75 persen dari caleg PPP akan diisi oleh wajah baru,” kata Edo seraya menambahkan, PPP Aceh juga menargetkan sekitar 25 persen anggota legislatif yang akan duduk di kursi DPRA.
Mengenai keterlibatan caleg perempuan, Edwar mengatakan, PPP Aceh sudah mengkantongi 15 persen dari jumlah keseluruhan. Menurut Edo, pihaknya masih membutuhkan sekitar 15 persen lagi dari keterwakilan perempuan.
Selain itu, dalam acara internal partai tersebut, para caleg turut pula dibekali dengan ceramah singkat oleh Dr Ahmad Humam Hamid, dengan tema ”kapita selekta, membangun perekonomian Aceh ke depan.”
Rektor Unsyiah, Prof Dr Darni Daud MA juga membekali para caleg dengan tema ”arah kebijakan pendidikan dalam upaya percepatan pembangunan Aceh, serta berbagai tantangannya.” Kemudian, pembekalan diakhiri dengan ceramah tentang khitah perjuangan oleh Wakil Ketua MPU Aceh, Muhammad Daud Zamzami.(yuh)
Minggu, 10 Agustus 2008
PPP Kota Bogor Utuh dukung Doddy-Erik
Erik Irawan Suganda-putra AAng Hamid Suganda-Bendahara PPP Kota Bogor
09-08-2008 08:01 WIB
Daftar ke KPU, Erik Dikawal Bapaknya
Dody Unjuk Kekuatan
BOGOR - Pemilihan walikota-wakil walikota Bogor digelar 25 Oktober mendatang. Namun, antusias masyarakat dalam menyongsong Pilkada langsung tersebut cukup tinggi. Terbukti, dengan menyemutnya massa pendukung bakal calon walikota Dodi Rosadi dan bakal calon wakil walikota Erik Irawan Suganda (DO’A) saat mendaftar ke KPU, kemarin siang.
Pasangan yang diusung PAN, PPP, PKB, PKPB, PBB dan Partai Pelopor ini diarak ratusan kendaraan roda dua, mulai dari Jalan Pandawa Bogor Utara hingga Jalan Siliwangi, Bogor Selatan. Saking banyaknya massa pendukung DO’A, lalulintas pun sempat tersendat. Apalagi saat rombongan memasuki kawasan Jalan Suryakencana, jalanan benar-benar dikuasai massa DO’A.
Arak-arakan sepanjang perjalanan, pendukung DO’A mirip kampanye terbuka. Di perjalanan massa DO’A tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel Dodi-Erik. Tentu saja, pemandangan ini menjadi tontonan gratis masyarakat dan pengguna jalan raya.
Sebelum rombongan menuju KPU, dilakukan deklarasi pasangan DO'A dan orasi politik para pimpinan partai pendukung di Dody Center, Jalan Pandawa, Kecamatan Bogor Utara, sekitar pukul 15:30 WIB.
Erik dalam orasinya mengatakan, sebagai pendamping Dody Rosadi telah mengalami proses politik yang cukup panjang.
“Namun dengan semangat perubahan, proses itu saya lalui dengan baik,” katanya.
Erik yang mantan ketua KNPI Kota Bogor itu juga menegaskan, sudah saatnya generasi muda memimpin di Bogor, berdampingan dengan generasi di atasnya untuk proses pembelajaran.
“Masih banyak aspirasi pemuda yang saat ini tidak direalisasikan, mudah-mudahan dengan kepemimpinan pasangan DO'A, seluruh aspirasi generasi muda bisa tersalurkan,” jelasnya menutup orasi.
Dodi dan Erik menumpang delman, diikuti istri Dody Rosadi, Ny Janny Rosady dan Ny Erik Irawan Sughanda, yang juga menggunakan delman.
Pasangan yang pertama mendaftar adalah Doddy-Erik (DOA) pada Jumat (8/8) lalu. Kedatangan pasangan DOA dengan menggunakan sado, diantar oleh ratusan pendukung dan simpatisannya. Selain itu ikut pula mengantar Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda yang juga ayahanda dari Erick Irawan Suganda.
Dengan adanya empat pasangan calon Wali Kota Bogor, maka mulai Senin ini (11/8), KPUD akan melakukan verifikasi administrasi selama tujuh hari, setelah itu dilanjutkan dengan verifikasi faktual selama 14 hari kerja.(A-134/A-14
09-08-2008 08:01 WIB
Daftar ke KPU, Erik Dikawal Bapaknya
Dody Unjuk Kekuatan
BOGOR - Pemilihan walikota-wakil walikota Bogor digelar 25 Oktober mendatang. Namun, antusias masyarakat dalam menyongsong Pilkada langsung tersebut cukup tinggi. Terbukti, dengan menyemutnya massa pendukung bakal calon walikota Dodi Rosadi dan bakal calon wakil walikota Erik Irawan Suganda (DO’A) saat mendaftar ke KPU, kemarin siang.
Pasangan yang diusung PAN, PPP, PKB, PKPB, PBB dan Partai Pelopor ini diarak ratusan kendaraan roda dua, mulai dari Jalan Pandawa Bogor Utara hingga Jalan Siliwangi, Bogor Selatan. Saking banyaknya massa pendukung DO’A, lalulintas pun sempat tersendat. Apalagi saat rombongan memasuki kawasan Jalan Suryakencana, jalanan benar-benar dikuasai massa DO’A.
Arak-arakan sepanjang perjalanan, pendukung DO’A mirip kampanye terbuka. Di perjalanan massa DO’A tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel Dodi-Erik. Tentu saja, pemandangan ini menjadi tontonan gratis masyarakat dan pengguna jalan raya.
Sebelum rombongan menuju KPU, dilakukan deklarasi pasangan DO'A dan orasi politik para pimpinan partai pendukung di Dody Center, Jalan Pandawa, Kecamatan Bogor Utara, sekitar pukul 15:30 WIB.
Erik dalam orasinya mengatakan, sebagai pendamping Dody Rosadi telah mengalami proses politik yang cukup panjang.
“Namun dengan semangat perubahan, proses itu saya lalui dengan baik,” katanya.
Erik yang mantan ketua KNPI Kota Bogor itu juga menegaskan, sudah saatnya generasi muda memimpin di Bogor, berdampingan dengan generasi di atasnya untuk proses pembelajaran.
“Masih banyak aspirasi pemuda yang saat ini tidak direalisasikan, mudah-mudahan dengan kepemimpinan pasangan DO'A, seluruh aspirasi generasi muda bisa tersalurkan,” jelasnya menutup orasi.
Dodi dan Erik menumpang delman, diikuti istri Dody Rosadi, Ny Janny Rosady dan Ny Erik Irawan Sughanda, yang juga menggunakan delman.
Pasangan yang pertama mendaftar adalah Doddy-Erik (DOA) pada Jumat (8/8) lalu. Kedatangan pasangan DOA dengan menggunakan sado, diantar oleh ratusan pendukung dan simpatisannya. Selain itu ikut pula mengantar Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda yang juga ayahanda dari Erick Irawan Suganda.
Dengan adanya empat pasangan calon Wali Kota Bogor, maka mulai Senin ini (11/8), KPUD akan melakukan verifikasi administrasi selama tujuh hari, setelah itu dilanjutkan dengan verifikasi faktual selama 14 hari kerja.(A-134/A-14
Kiai PKB Daftar Caleg ke PPP Demak
PPP Demak Kian Optimis Jelang 2009
DEMAK-Kisruh di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berimbas ke daerah. Terbukti, sejumlah kiai yang tadinya sempat di PKB, kini hijrah ke PPP. Bahkan mereka telah mengambil formulir sebagai calon legislatif di PPP.
Menurut Badan Pemenangan Pemilu DPC PPP Demak, Saekul Hadi Sidik, pihaknya mengklaim ada tiga kiai PKB yang mendaftarkan diri sebagai bakal caleg. Di antaranya, Kiai Mukhlas, Kiai Muhibin dan Kiai Arifin Jalal. "Pokoknya, banyak kiai lainnya yang sudah masuk ke PPP," terangnya di sela-sela orientasi bacaleg di kantor PPP, Jalan Sultan Hadiwijaya, kemarin.
Menurut Saekul, saat ini sebanyak 48 caleg yang diproses sebagai bacaleg PPP. Dari jumlah itu, 4 di antaranya untuk bacaleg DPR RI dan 4 lainnya untuk bacaleg DPRD Jateng. "Kami menargetkan 15 persen suara," jelasnya.
Saat dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PKB Demak, Muchlasin membantah terkait hengkangnya sejumlah kiai ke PPP. Menurutnya, tidak ada kiai PKB yang hijrah ke partai lain. "Tidak benar itu," katanya.
Fungsionaris DPC PKB Ida Nursaadah dan Musonef Yahya mengaku tidak mengetahui masalah tersebut. "Kami tidak mengetahui persisnya. Bisa jadi itu upaya memecah belah PKB saja," ungkapnya.
DEMAK-Kisruh di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berimbas ke daerah. Terbukti, sejumlah kiai yang tadinya sempat di PKB, kini hijrah ke PPP. Bahkan mereka telah mengambil formulir sebagai calon legislatif di PPP.
Menurut Badan Pemenangan Pemilu DPC PPP Demak, Saekul Hadi Sidik, pihaknya mengklaim ada tiga kiai PKB yang mendaftarkan diri sebagai bakal caleg. Di antaranya, Kiai Mukhlas, Kiai Muhibin dan Kiai Arifin Jalal. "Pokoknya, banyak kiai lainnya yang sudah masuk ke PPP," terangnya di sela-sela orientasi bacaleg di kantor PPP, Jalan Sultan Hadiwijaya, kemarin.
Menurut Saekul, saat ini sebanyak 48 caleg yang diproses sebagai bacaleg PPP. Dari jumlah itu, 4 di antaranya untuk bacaleg DPR RI dan 4 lainnya untuk bacaleg DPRD Jateng. "Kami menargetkan 15 persen suara," jelasnya.
Saat dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PKB Demak, Muchlasin membantah terkait hengkangnya sejumlah kiai ke PPP. Menurutnya, tidak ada kiai PKB yang hijrah ke partai lain. "Tidak benar itu," katanya.
Fungsionaris DPC PKB Ida Nursaadah dan Musonef Yahya mengaku tidak mengetahui masalah tersebut. "Kami tidak mengetahui persisnya. Bisa jadi itu upaya memecah belah PKB saja," ungkapnya.
Siap "Lbh Gemukan" PPP: PPP Pamekasan Tes Bacaleg
Lakukan Fit and Propert Test
PAMEKASAN-Sebagai partai besar, PPP (Partai Persatuan Pembangunan) berupaya menjaga kualitas para kadernya. Terutama, mereka yang akan duduk di kursi dewan. Salah satunya dengan cara menggelar fit and propert test terhadap bacaleg (bakal calon legislatif).
Rangkaian kegiatan fit and propert test ini digelar sejak Sabtu (9/8) lalu hingga kemarin di gedung PKPN Jalan Kemuning. Sabtu lalu, seluruh bacaleg mengikuti serangkaian kegiatan seperti pembekalan, penyampaian ideologi kepartaian dan sebagainya.
Acara yang diikuti sekitar 150 orang itu dihadiri oleh sejumlah ulama yang tergabung dalam MPC (Majelis Pertimbangan Cabang) PPP Pamekasan. Bebeberapa ulama yang hadir seperti KH. Ali Karrar Sinhaji, KH. Moh. Syamsul Arifin, KH. Abd Ghoffur, KH. Masduki Muntaha, KH, Mundir Kholil, KH. Abd Bazid serta KH. Makmun Tamin Ulum. Satu nama terakhir merupakan ulama yang sebelumnya bergabung dengan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
KH. Ali Karrar Sinhaji dalam sambutannya mengatakan, pemilihan calon legislatif hendaknya dipilih sesuai dengan keahlian. Sebab, pemilihan pada calon yang tidak memiliki keahlian akan berakibat pada tidak berjalannya suatu program.
"Hal yang utama adalah tugas dijalankan sesuai dengan keadaan Islam," katanya.
Sementara, Ketua DPC PPP A. Kholil Muhammad mengatakan, kegiatan tersebut digelar agar bacaleg dari PPP dapat menentukan dimana posisi yang tepat. Sehingga, dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai.
Dia menambahkan, bentuk pendidikan politik juga merupakan tujuan dari kegiatan orientasi dan fit and propert tes bacaleg. Sehingga, lanjutnya, partai lain diyakini akan melihat proses yang dilakukan PPP merupakan proses demokratisasi.
"Bagaimana pun kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas calon legislatif. Kualitas yang ada pada calon legislatif nantinya akan diberi tempat sesuai dengan kualitas tersebut," papar Ra Kholil. Kholil menambahkan, latar belakang beragam dari bacaleg bukan suatu hambatan. Sebab, keberagaman merupakan kekayaan dari PPP.
Berdasarkan data di DPC PPP, ada sekitar 64 bacaleg yang mengikuti fit and propert test. Mereka mengikuti 3 tahapan ujian, yakni keagamaan dan sosial yang diuji oleh DPC, kepartaian dan kedewanan diuji oleh DPW serta politik dan pemerintahan diuji oleh tokoh dari perguruan tinggi.
Sementara ketua LP2L (Lembaga Pemenangan Pemilu Legislatif) DPC PPP Amin Mashudi Kudsi berharap, dari kegiatan tersebut akan terpilih calon yang mempunyai intelektualitas dan kecerdasan. Serta, paham terhadap pemerintahan. (c9/zid)
PAMEKASAN-Sebagai partai besar, PPP (Partai Persatuan Pembangunan) berupaya menjaga kualitas para kadernya. Terutama, mereka yang akan duduk di kursi dewan. Salah satunya dengan cara menggelar fit and propert test terhadap bacaleg (bakal calon legislatif).
Rangkaian kegiatan fit and propert test ini digelar sejak Sabtu (9/8) lalu hingga kemarin di gedung PKPN Jalan Kemuning. Sabtu lalu, seluruh bacaleg mengikuti serangkaian kegiatan seperti pembekalan, penyampaian ideologi kepartaian dan sebagainya.
Acara yang diikuti sekitar 150 orang itu dihadiri oleh sejumlah ulama yang tergabung dalam MPC (Majelis Pertimbangan Cabang) PPP Pamekasan. Bebeberapa ulama yang hadir seperti KH. Ali Karrar Sinhaji, KH. Moh. Syamsul Arifin, KH. Abd Ghoffur, KH. Masduki Muntaha, KH, Mundir Kholil, KH. Abd Bazid serta KH. Makmun Tamin Ulum. Satu nama terakhir merupakan ulama yang sebelumnya bergabung dengan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
KH. Ali Karrar Sinhaji dalam sambutannya mengatakan, pemilihan calon legislatif hendaknya dipilih sesuai dengan keahlian. Sebab, pemilihan pada calon yang tidak memiliki keahlian akan berakibat pada tidak berjalannya suatu program.
"Hal yang utama adalah tugas dijalankan sesuai dengan keadaan Islam," katanya.
Sementara, Ketua DPC PPP A. Kholil Muhammad mengatakan, kegiatan tersebut digelar agar bacaleg dari PPP dapat menentukan dimana posisi yang tepat. Sehingga, dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai.
Dia menambahkan, bentuk pendidikan politik juga merupakan tujuan dari kegiatan orientasi dan fit and propert tes bacaleg. Sehingga, lanjutnya, partai lain diyakini akan melihat proses yang dilakukan PPP merupakan proses demokratisasi.
"Bagaimana pun kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas calon legislatif. Kualitas yang ada pada calon legislatif nantinya akan diberi tempat sesuai dengan kualitas tersebut," papar Ra Kholil. Kholil menambahkan, latar belakang beragam dari bacaleg bukan suatu hambatan. Sebab, keberagaman merupakan kekayaan dari PPP.
Berdasarkan data di DPC PPP, ada sekitar 64 bacaleg yang mengikuti fit and propert test. Mereka mengikuti 3 tahapan ujian, yakni keagamaan dan sosial yang diuji oleh DPC, kepartaian dan kedewanan diuji oleh DPW serta politik dan pemerintahan diuji oleh tokoh dari perguruan tinggi.
Sementara ketua LP2L (Lembaga Pemenangan Pemilu Legislatif) DPC PPP Amin Mashudi Kudsi berharap, dari kegiatan tersebut akan terpilih calon yang mempunyai intelektualitas dan kecerdasan. Serta, paham terhadap pemerintahan. (c9/zid)
Sabtu, 09 Agustus 2008
PDIP Ajukan Syarat ke Khofifah
PDIP Ajukan Syarat ke Khofifah
Sunday, 10 August 2008
SURABAYA(SINDO) – Sikap PDIP di putaran dua Pilkada Jatim makin condong ke pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono. Namun, PDIP mengajukan syarat.
Dukungan PDIP terhadap calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) tersebut dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. PDIP akan mendukung Kaji asalkan pasangan ini bersedia memenangkan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pilpres. ”Kemungkinan besar dukungan PDIP akan ke Kaji,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surabaya Saleh Ismail Mukadar kemarin.
Saleh mengakui, salah satu faktor pertimbangan memberikan suara pada putaran dua Pilkada Jawa Timur (Jatim) adalah kepentingan partai untuk Pilpres 2009. Ketua Tim Pemenangan cagub-cawagub Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR) dalam putaran pertama lalu mengatakan, jika PDIP bergabung dengan Kaji, dukungan pencalonan terhadap Megawati dalam Pilpres 2009 semakin besar.
Dengan bergabungnya massa pendukung Kaji,PDIP berharap perolehan suara Megawati dari luar partai akan bertambah. Saleh memang tidak menampik kemungkinan dukungan PDIP kepada pasangan cagub-cawagub Soekarwo- Saifullah Yusuf (Karsa) yang akan jadi pesaing Kaji di putaran dua. Namun, menurut Saleh, peluangnya kecil.
Hal ini karena salah satu partai pendukung Karsa, yakni Partai Demokrat (PD), berseberangan kepentingan dengan PDIP.Besar kemungkinan PD akan kembali mengusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai calon presiden (capres) pada 2009. Sekretaris Jenderal DPP PDIP Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap pasangan Kaji masih akan terus dibahas dalam rapat internal DPP.
”Saat ini kami masih memfokuskan pada penyelesaian pencalegan tingkat pusat,” ujarnya kepada SINDO kemarin. Sinyal positif diberikan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai pendukung Kaji.Ketua Umum DPW PPP Jatim Farid Alfauzy mengungkapkan, tawaran PDIP sangat mungkin diwujudkan. ”Tawaran seperti itu sangat mungkin kami pertimbangkan,”ujarnya saat dihubungi kemarin.
Menurut Farid, tawaran PDIP menjadi pembahasan serius PPP dan pendukung Kaji lainnya. DPP PPP bahkan memanggil sejumlah fungsionaris DPW PPP Jatim ke Jakarta untuk membicarakannya secara resmi. ”Besok (hari ini) saya dipanggil DPP ke Jakarta. Agendanya membicarakan kemungkinan dukungan kepada Megawati untuk maju dalam Pilpres 2009,” ungkap Farid.
Seperti diketahui, dalam penghitungan manual KPU Jatim, pasangan Sutjipto- Ridwan Hisjam (SR) yang diusung PDIP menduduki peringkat ketiga. Mereka memperoleh dukungan 3.605.106 suara atau sekitar 21,18%. Jumlah tersebut sangat menjanjikan bagi penambahan suara di putaran kedua.
Hal inilah yang jadi pertimbangan PPP menerima tawaran PDIP. Sementara kubu Karsa tak merisaukan langkah-langkah tim Kaji.Ketua DPW PAN Jatim Achmad Ruba’i secara diplomatis mengakui kekalahan lobi di tingkat elite untuk menghindari kegaduhan politik. ”Pendekatan kami memang tidak dilakukan terhadap para elite partai politik (parpol),”ujarnya.
Menurutnya, anggota tim pemenangan Karsa saat ini lebih mengutamakan pendekatan kepada kalangan akar rumput. Sebab, faktanya dalam pemilihan langsung, masyarakat yang memiliki hak penuh untuk menentukan dukungannya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi kemarin mengumpulkan seluruh Pengurus Cabang NU (PCNU) se- Jatim di Ponpes Mahasiswa Al Hikam, Kota Malang. Hasyim memberikan pengarahan untuk mendukung Kaji. (deny bachtiar/zia ulhaq/ pasti liberti m
Sunday, 10 August 2008
SURABAYA(SINDO) – Sikap PDIP di putaran dua Pilkada Jatim makin condong ke pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono. Namun, PDIP mengajukan syarat.
Dukungan PDIP terhadap calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) tersebut dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. PDIP akan mendukung Kaji asalkan pasangan ini bersedia memenangkan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pilpres. ”Kemungkinan besar dukungan PDIP akan ke Kaji,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surabaya Saleh Ismail Mukadar kemarin.
Saleh mengakui, salah satu faktor pertimbangan memberikan suara pada putaran dua Pilkada Jawa Timur (Jatim) adalah kepentingan partai untuk Pilpres 2009. Ketua Tim Pemenangan cagub-cawagub Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR) dalam putaran pertama lalu mengatakan, jika PDIP bergabung dengan Kaji, dukungan pencalonan terhadap Megawati dalam Pilpres 2009 semakin besar.
Dengan bergabungnya massa pendukung Kaji,PDIP berharap perolehan suara Megawati dari luar partai akan bertambah. Saleh memang tidak menampik kemungkinan dukungan PDIP kepada pasangan cagub-cawagub Soekarwo- Saifullah Yusuf (Karsa) yang akan jadi pesaing Kaji di putaran dua. Namun, menurut Saleh, peluangnya kecil.
Hal ini karena salah satu partai pendukung Karsa, yakni Partai Demokrat (PD), berseberangan kepentingan dengan PDIP.Besar kemungkinan PD akan kembali mengusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai calon presiden (capres) pada 2009. Sekretaris Jenderal DPP PDIP Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap pasangan Kaji masih akan terus dibahas dalam rapat internal DPP.
”Saat ini kami masih memfokuskan pada penyelesaian pencalegan tingkat pusat,” ujarnya kepada SINDO kemarin. Sinyal positif diberikan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai pendukung Kaji.Ketua Umum DPW PPP Jatim Farid Alfauzy mengungkapkan, tawaran PDIP sangat mungkin diwujudkan. ”Tawaran seperti itu sangat mungkin kami pertimbangkan,”ujarnya saat dihubungi kemarin.
Menurut Farid, tawaran PDIP menjadi pembahasan serius PPP dan pendukung Kaji lainnya. DPP PPP bahkan memanggil sejumlah fungsionaris DPW PPP Jatim ke Jakarta untuk membicarakannya secara resmi. ”Besok (hari ini) saya dipanggil DPP ke Jakarta. Agendanya membicarakan kemungkinan dukungan kepada Megawati untuk maju dalam Pilpres 2009,” ungkap Farid.
Seperti diketahui, dalam penghitungan manual KPU Jatim, pasangan Sutjipto- Ridwan Hisjam (SR) yang diusung PDIP menduduki peringkat ketiga. Mereka memperoleh dukungan 3.605.106 suara atau sekitar 21,18%. Jumlah tersebut sangat menjanjikan bagi penambahan suara di putaran kedua.
Hal inilah yang jadi pertimbangan PPP menerima tawaran PDIP. Sementara kubu Karsa tak merisaukan langkah-langkah tim Kaji.Ketua DPW PAN Jatim Achmad Ruba’i secara diplomatis mengakui kekalahan lobi di tingkat elite untuk menghindari kegaduhan politik. ”Pendekatan kami memang tidak dilakukan terhadap para elite partai politik (parpol),”ujarnya.
Menurutnya, anggota tim pemenangan Karsa saat ini lebih mengutamakan pendekatan kepada kalangan akar rumput. Sebab, faktanya dalam pemilihan langsung, masyarakat yang memiliki hak penuh untuk menentukan dukungannya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi kemarin mengumpulkan seluruh Pengurus Cabang NU (PCNU) se- Jatim di Ponpes Mahasiswa Al Hikam, Kota Malang. Hasyim memberikan pengarahan untuk mendukung Kaji. (deny bachtiar/zia ulhaq/ pasti liberti m
Langganan:
Postingan (Atom)
