Senin, 18 Agustus 2008

17-an (Agustus) : Momentum PPP Lebih Dekat dengan Rakyat

BATAM - Merayakan kemerdekaan tidak harus memanjat pohon pinang atau balap karung. Dengan membebaskan penderitaan kaum dhuafa fakir miskin agar turut merasakan kemerdekaan juga terasa bermakna.

Itulah yang dilakukan oleh Irwansyah dan Perwira ketika memperingati kemerdekaan dengan menyerahkan bantuan sembako kepada ratusan kaum dhuafa di Pondok Kasih Yatim dan Dhuafa Annasyrah, Minggu (17/8).Perwira secara simbolis menyerahkan sembako kepada ibu-ibu yang mewakili 300 keluarga miskin.

Seusai penyerahan, Irwansyah memperkenalkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat ini dapat nomor urut 24. Menurutnya, PPP sudah ada sejak 35 tahun yang lalu dan sebagai partai Islam tertua saat ini. “Kami yakin akan menjadi besar karena dukungan masyarakat,” pungkas Irwansyah di hadapan ratusan warga miskin.(wid)

Pekerja Metal Gabung PPP Batam

Pekerja Metal Gabung PPP
Selasa, 19-08-2008 | 00:00:00

BATAM, TRIBUN - Pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam akhirnya menyalurkan aspirasi politiknya melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal itu ditandai dengan masuknya beberapa pengurus ke dalam daftar caleg yang akan didaftarkan ke KPU Batam.

Mereka akan maju melalui daerah pemilihan (dapil) dua, tiga dan empat pada pemilu mendatang. Ketua PPP Batam H Irwansyah menjelaskan, dalam memanfaatkan tahapan pemilu pihaknya mendaftarkan calegnya ke KPU, Senin (18/8) sore. Penentuan caleg tersebut setelah melalui penggodogan panjang dan pertimbangan banyak hal. Antara lain dari unsur ulama, pemuda, tokoh masyarakat, cendekiawan maupun pekerja. “Bisa internal kader maupun eksternal yang menonjol dan memenuhi kriteria,” kata Irwansyah di kantor DPC PPP di Seipanas.

Nama-nama yang didaftarkan sesuai nomor urut posisi antara lain Dapil I urutan pertama Perwira (Sekretaris Koni Kepri), kedua Hirmanda dan dokter Idawati pada posisi ketiga. Dapil II pada urutan pertama H Mustaqim, Maslan, dan Wahyu Diana sesuai urutan posisinya. Dapil III, diisi oleh Irwansyah sendiri yang juga ketua PPP Batam. Disusul Abdul Syukur, Nurli S dan Heri Setiawan dari FSPMI.

Untuk dapil IV posisi pertama diduduki oleh Muchlish Jamal, Diana Titik Hidayati, Agus Riono dan Bambang Mulia. Dua nama terakhir juga berasal dari FSPMI. “Bahkan Anto Sujanto juga akan maju ke propinsi. Tapi biar Pak Ketua propinsi yang menjelaskan,” tambahnya.

Irwansyah memastikan, setiap tiga nama pasti ada caleg perempuannya dan segmen PPP saat ini mayoritas atau 80 persen kaum muda yang berpendidikan. Pihaknya pun menargetkan 15 persen perolehan suara pada pemilu 2009 nanti atau tujuh kursi di DPRD Batam.

Diakuinya, pada tahapan penentuan nomor urut caleg atau nama-nama yang akan lolos mengikuti pemilu banyak kader yang ingin maju atau memperoleh prioritas. Tapi semua itu tetap digodog dengan metode dan tahapan yang ada. Abdul Ghofar dari Jasmetal (Jaringan Simpul Pekerja Metal) mengatakan, anggotanya mencapai sekitar 18 ribu orang. “Insyaallah kita akan menyalurkan aspirasi ke PPP. Memang cara kaderisasi mirip partai lain tapi aspirasi ke PPP,” jelasnya.(wid)

20 Caleg PPP Batang Teken Kontrak Politik

[ Senin, 18 Agustus 2008 ]
20 Caleg PPP Siap Mundur
BATANG-Sedikitnya 20 Caleg PPP Batang meneken pernyataan siap mengundurkan diri di depan pengurus DPC PPP Batang dan Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L). Jika para caleg itu terpilih menjadi anggota DPRD dan dalam perjalanannya terbukti melanggar AD/ART partai.

"Ini merupakan komitmen moral, untuk mengawal perjuangan mereka membesarkan PPP dan mewakili rakyat agar tak main-main," kata Ketua DPC PPP KH Ahmad Sholeh dalam acara orientasi caleg PPP periode 2009-2014 di Hotel Yudistira, Batang, kemarin.

Sebelum meneken surat pernyataan pengunduran diri, mereka juga menandatangani kontrak politik terhadap partai. Penegasan ini untuk mempermudah proses pemberhentian anggota DPRD dari PPP, jika saat menjadi anggota DPRD melanggar kontrak politik maupun aturan partai. "Dengan adanya pernyataan mundur itu, DPC PPP berwenang langsung memecat anggota DPRD dari PPP," tandasnya.

Soal penempatan daerah pemilihan dan nomor urut, sepenuhnya menjadi kewenangan DPC PPP. Pasalanya penempatan nomor urut dan daerah pemilihan, pertimbangannya adalah keaktifan kinerja caleg dalam meraih dukungan publik. "Kami ingin semua caleg berlomba membesarkan partai dan saling mendukung. Makanya, nomor urut dan dapil akan ditentukan dengan melihat kinerja para caleg," tambah Suyono. (dik/ida)

Keluarga KH Habib Ihsanuddin (PPP Jateng ) :Keluarga Sakinah Nasional 2009

BERITA UTAMA
18 Agustus 2008
Ihsanuddin Keluarga Sakinah Nasional

JAKARTA- Pasangan KH Habib Ihsanuddin-Hj Zainab asal Jateng berhasil meraih Juara I pemilihan keluarga sakinah teladan tingkat nasional. Pasangan tersebut meraih nilai 8750, dan berhak mendapatkan uang pembinaan Rp 15 juta dari Departemen Agama.

Piagam, plakat dan uang pembinaan tersebut diserahkan Menteri Agama M Maftuch Basyuni dalam acara di Jakarta, kemarin.

Dalam sambutannya Maftuch mengajak seluruh umat Islam untuk terus menerus berikhtiar membangun keluarga sakinah, ditengah makin hebatnya gempuran budaya dan perilaku yang merusak sendi kehidupan yang berlandaskan agama dan budaya luhur bangsa.

Menag merasa prihatin dengan terjadinya disorientasi tujuan pernikahan. ”Bila hanya tujuan biologis saja, atau materi saja, maka inilah awal dari problematika rumah tangga, sehingga memunculkan pernikahan yang hanya berusia balita saja, belum lima tahun sudah bercerai,” ujarnya.

Dia juga prihatin atas terjadinya pergeseran nilai sebuah perceraian dari aib menjadi biasa atau wajar-wajar saja, sehingga mudah menjadi konsumsi publik dan seakan jadi komoditi melalui tayangan sinetron dan sebagainya.

Maftuch berharap agar para juara dapat menjadi teladan yang baik, menjadi inspirasi bagi kerabat dan masyarakat, serta senantiasa tak henti-henti beriktiar untuk menjadi dan berbuat yang terbaik.

Kepada Suara Merdeka Habib mengaku semula dirinya keberatan saat ditawari petugas Depag untuk mengikuti pemilihan keluarga sakinah yang dimulai dari tingkat Kabupaten Boyolali dengan alasan takut nantinya dinilai riya’.

”Tapi, setelah dijelaskan dengan seksama bahwa ini bertujuan mulia, untuk mencari teladan guna memotivasi dan membangun keluarga-keluarga sakinah di masyarakat, akhirnya saya bersedia,” kata pria kelahiran Boyolali 1 Mei 1943 tersebut.

Mengedepankan Contoh

Dalam 37 tahun menjalani pernikahan bersama Hj Zainab, Habib yang beralamat di Pondok Pesantren Al Huda Doglo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, selalu mengedepankan contoh konkret kepada keenam putra-putrinya yakni Hilma A’yunina SAg, Zulfa Nahdiana SAg, Annida Kumala Dewi SAg SH, Atho’illah Habib SH, Aunullah A’la Habib dan Lu’lu’ Tsurayya.

Dia selalu berupaya menanamkan konsep sesuai ajaran Rasulullah. Menurutnya, kalau ingin sukses dunia akhirat, harus ditunjang dengan istri yang sholihah, anak yang sholeh, rejeki yang halal dan bergaul dengan orang yang sholeh. Istri sholihah itu modal yang sangat penting, karena sulit sekali anak sholeh lahir dari ibu yang tidak sholihah.

”Juga keberkahan dan kedamaian itu pasti hanya datang dari rejeki yang halal,” kata anggota Komisi B DPRD Jateng dari Fraksi PPP tersebut.
Mengenai uang Rp 15 juta yang diterimanya, akan digunakan untuk dibelikan lemari untuk menampung kitab-kitab kuning yang dimilikinya. Selain untuk kenang-kenangan juga dapat memberikan manfaat.

Lu’lu’ putri bungsu Habib mengatakan, di tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD Jateng sehingga harus pulang pergi Boyolali - Semarang, ayahnya selalu menyempatkan diri untuk mengimami sholat maghrib yang diteruskan dengan mujahadah hingga masuk waktu isya.

Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD dan pengasuh Ponpes Al Huda, ayahnya juga menjadi Ketua MUI Boyolali, Ketua IPHI Boyolali dan Wakil Ketua IPHI Jateng.

Lu’lu’ dan seluruh kakaknya mendukung penuh aktifitas ayah-ibunya. ”Kami semua sangat senang, dan kami semua mendukung lahir bathin saat bapak dan ibu mengikuti ajang ini.

Kami kumpulkan arsip-arsip pendukung, juga kami aktif berdiskusi untuk kami rumuskan dalam bentuk tertulis aktivitas keluarga kami sehari-hari. Ini untuk memudahkan bapak dan ibu menjawab pertanyaan,” kata mahasiswi Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah jurusan tafsir hadist tersebut.

Keterangan Foto : DEPAG RI :Terbaik I Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Nasional Tahun 2008 Dimenangi Oleh Pasangan KH.Habib Ihsanuddin dan Hj.Zainab Habib berasal dari Provinsi Jawa Tengah,Minggu (17/08)

Minggu, 17 Agustus 2008

PPP Solok Kembangkan Konsep Jaring Laba-laba

Solok, Singgalang
Pergantian nomor urut menjadi 24 pada Pemilu 2009, bagi PPP Solok tidak memusingkan, karena Dewan Pengurus Cabang (DPC) mengaku menerapkan konsep jaring laba-laba dalam menarik simpati massa.

Didampingi Yondri Samin dan Asril Utiah selaku Ketua dan Wakil Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu (LPPL) PPP Kab.Solok, Yulfadri Nurdin yang juga Wakil Ketua DPRD setempat membentangkan pengertian konsep Jaring Laba-laba yang disosialisasikan sebagai metoda penarik simpati massa adalah melalui pemberdayaan Kelompok Pemenangan Partai (KPP) di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Setiap KPP dipercayakan kepada 2 orang kader partai. KPP inilah sebenarnya yang merupakan mesin pemenangan Pemilu dan terus melakukan koordinasi serta komunikasi dengan Lajnah Pemenangan Pemilu,” kata Yulfadri.

Sekurangnya, saat ini PPP Solok memiliki 1.500 KPP yang tersebar di 403 jorong dan 74 nagari di Kabupaten Solok. Diluar struktur kepengurusan partai, KPP partai berlambang Ka’bah itu diyakini sangat solid dengan militansi yang teruji.

Menjawab Singgalang soal rekrutmen calon anggota Legislatif yang bakal ‘dijual’ pada pasar yang bernama Pemilu 2009 nanti, Yulfadri Nurdin memastikan pihaknya membuka diri kepada tokoh-tokoh berpengaruh diluar struktur kepengurusan partai. Kebijakan memberi peluang yang sama kepada tokoh dan figur yang memiliki simpatisan dari organisasi sosial, organisasi profesi tentulah dengan tujuan untuk memenangkan Pemilu 2009.

Kehadiran tokoh-tokoh diluar kepengurusan partai dipastikan ketua DPC PPP Kab. Solok bukan sekadar mendongkrak suara untuk Caleg yang menempati nomor urut pertama, karena semua yang terdaftar sebagai caleg nantinya memiliki peluang dan kesempatan yang sama besarnya.

“PPP Kabupaten Solok menerapkan sistim sara terbanyak, karena itu semua calon mempunyai kans yang sama. Terpilih atau tidak tergantung ketokohan dan caranya mendekatkan diri dengan masyarakat,” tegas Yulfadri.

PDC PPP Kabupaten Solok akan konsisten menerapkan sistim suara terbanyak. Sekalipun PPP secara nasional tidak menerapkan peraturan demikian, tetapi khusus di Kabuapten Solok lebih mengedepankan peraturan demikian. Itu artinya, ketika seorang calon mendapatkan kelebihan satu suarapun, nanti akan diperjuangkan untuk dilantik.

“Tidak ada yang akan lari dari komitmen ini, karena masing-masing calon itu akan diikat dengan surat perjanjian yang ditanda angani di hadapan notaris,” tutur Yulfadri.

Dengan sistim tersebut serta merta nomor urut tidak begitu berpengaruh langsung terhadap jadi atau tidaknya seseorang menjadi anggota Legislatif dari PPP. Kalaupun masih ada yang berkilah nantinya, yang bersangkutan langsung dipecat dari PPP.

“Peraturan demikian juga berlaku kepada pengurus partai. Dan kita konsisten terhadap komitmen tersebut,” terang Yulfadri seraya menambahkan pihaknya tidak akan lari dari perjajian kalau hal itu terjadi pada dirinya sendiri.

Rangkaian kegiatan DPC PPP Kab. Solok saat ini telah memasuki fase penyaringan calon anggota sementara. Dari 59 orang tokoh PPP yang diajukan, bakal disaring menjadi 42 orang dengan pertimbangan kapabelitas, moralitas dan komitmennya terhadap partai.

Dengan mengukur banyak kriteria untuk menetapkan seseorang figur menjadi Calon Sementara, Yulfadri Nurdin berharap kelak PPP Kab. Solok dapat mengantongi dukungan dari konstituens sekitar 35 persen. Artinya dengan perolehan suara itu, pihak DPC PPP Solok menargetkan mengambil 10 kursi dari 35 kursi legislatif di DPD Kab. Solok. o402

DPC PPP Purbalingga Optimis 2009

silakan kunjungi : pppbangkit.blogspot.com
kader militan PPP Bang Aji : http://ajisetiawan1.blogspot.com/

DPC PPP Purbalingga Jateng adakan berbagai kegiatan sbg persiapan pemilu 2009
1.Silaturahim ke Ketua DPC Banjarnegara Gus Hamzah Berbagi pengalaman karena PPP Banjarnegara brhasil memenangkan pemilihan bupati.
2.Pendaftaran Caleg PPP 2009.
3.Silaturahim dan pembekalan Caleg 2009.
dan berbagai kegiatan lainnya

Keterangan Foto : Silaturrahim DPC PPP Purbalingga Ke Ketua DPC PPP Banjarnegara Gus Hamzah dan Silaturrahim sekaligus pembekalan Caleg PPP Purbalingga Jawa Tengah.



Sabtu, 16 Agustus 2008

Kedekatan PPP dengan Artis

PPP tidak semata mata "ngemis" kepada artis.Tidak melulu PPP yang "Melamar" Artis.Sejak Marissa Haque dan Mat Solar meneguhkan pendirian bergabung dengan PPP, satu persatu artis mulai melirik dan tertarik dengan PPP.Memang ada beberapa artis yang meruapakan santri/murid dari "Guru Ngaji"-Kiai/Ulama yang berafiliasi ke PPP, tetapi tidak semua.Sekarang PPP sudah berjibun artis, tetapi yang tertarik masuk PPP masih banyak dan insya Allah akan terus berlanjut.
1.Kenapa tidak memlilih partai Lain?? Bukankah PPP Partai Miskin??
2.Kenapa tidak tertarik dengan partai lain ?? Bukankah PPP partai "JADUL"??
3.Kenapa tidak ikut partai lain yang progesif?? Bukankah PPP terkenal partai yang lambat reaksi dan isinya orang tua tua..

Entahlah....Pribadi-Pribadi Mereka Sendirilah yang Bisa Menjawab.
Semoga Mereke benar benar ikhlas dan siap berjuang abis abisan untuk dakwah, PPP , Bangsa dan rakyat Indonesia.

** KETIKA PANGGUNG HIBURAN TAK LAGI CUKUP MENAMPUNG EKSPRESI DAN KREATIVITAS DIRI

''Iiih... Itukan Ferry Irawan. Ganteng ya dia. Kurusan sekarang,'' ucap seorang ibu sembari berbisik ke rekannya di sampingnya. Keduanya lantas tertawa pelan. Ferry Irawan, artis sinetron yang wajah tampannya malang melintang di televisi baru saja lewat di depan mereka. Mengenakan batik krem dan celana hitam, Ferry yang berambut cepak tampak canggung berbaur dengan rekan sesama artis.
Tak lama kemudian datang artis Marissa Haque, mengenakan baju - jilbab serba hijau. Istri penyanyi rock yang populer di era 1980-an, Ikang Fauwzi, ini lantas menyalami seluruh tamu yang hadir. Dari mulai elit partai politik (parpol) hingga wartawan.
''Ramah ya dia, semua orang aja disalamin,'' kata seorang bapak.

''Iya..Sopan. Kayanya bakal (calon) jadi nih,'' timpal seorang bapak lainnya, masih sembari bisik-bisik. Kedua pria separuh baya itu lantas tersenyum lebar. Selasa (29/7) malam lalu, lantai tiga Gedung Lajna Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) milik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) riuh rendah. Ruangan seluas lapangan bulu tangkis itu penuh dengan artis dan simpatisan PPP. Pendingan udara tak sanggup lagi menyejukkan karena ruangan penuh sesak oleh orang.

Berturut-turut datang artis PPP yang selama ini sudah dikenal dekat. Emilia Contessa datang mengumbar senyum lebarnya yang ramah. Ada pula Rahman Yakob yang dikenal dalam perannya di film Badut-Badut Kota. Model Ratih Sang hingga Okky Asokawati datang terlambat. Begitu pula 'Lady Rocker' Lucky Resha dan mantan vokalis Element, Lucky.Ketua LP2L PPP, Ahmad Muqowam, mengatakan, acara itu digelar untuk memperkenalkan jajaran artis PPP ke publik. Sekaligus membedah apa sebenarnya keinginan mereka masuk ke parpol yang berlambang kabah itu.

''Ini jadi pertanyaan menarik. Sekarang kan banyak parpol menarik artis-artis. Kita harus tanya mereka, kenapa pilih PPP, apa kontribusi mereka ke PPP nantinya,'' cetus Muqowam yang juga ketua Komisi Transportasi (V) DPR ini. Apa jawab artis-artis itu? Rahman Yakob menjawab, ia sejak 1980-an jadi simpatisan PPP. Bersama Bang Haji Rhoma Irama. Mengapa memilih PPP? ''Saya sekeluarga pilih PPP. Lagipula orang Islam kan harus pilih parpol Islam,'' katanya. Ferry Irawan maju kemudian. Ia mengaku sebelumnya masuk ke parpol lain. Tapi kemudian pindah ke PPP. Ferry tak menjawab alasan mengapa ia memilih PPP. ''Mudah-mudahan dengan PPP saya bisa berkontribusi lebih ke masyarakat. Insya Allah saya tidak akan umbar janji,'' katanya.

Marissa Haque menjawab dengan analogi. ''Saya pilih PPP karena logonya bergambar Kabah. Itukan adem. Warnanya hijau itu berarti kehidupan,'' katanya disambut tepuk tangan. Rata-rata artis yang hadir mengaku tertarik PPP karena kesamaan ideologis atau parpol Islam. Jarang yang menyebutkan tertarik karena visi dan misi maupun program partai.
Okky Asokawati termasuk yang terakhir ini.

''Saya perlu perahu untuk menyuarakan kepentingan kaum perempuan,'' katanya seraya mengatakan dirinya sudah membuat program pemberdayaan perempuan di Madiun. Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali, menyebut fenomena artis di PPP sebagai sesuatu yang bertolak belakang. Di satu sisi banyak survei yang mengatakan perolehan suara PPP bakal kecil tahun depan, antara tiga hingga satu persen. Namun saat ini banyak artis-artis yang tertarik ke PPP. Mengapa artis? Suryadharma tidak menampik potensi artis untuk menarik massa lebih besar. Memanfaatkan artis menjadi senjata PPP untuk meraup suara 15 persen di Pemilu Legislatif 2009. ''Ada konsekuensi ketika kita mematok target 15 persen. Kita harus membuka pintu lebar-lebar,'' katanya