1.148 Bacaleg Perebutkan 50 Kursi DPRD Deli Serdang
Lubuk Pakam (SIB)
Sebanyak 1148 bakal calon legislatif (Bacaleg) berasal dari 37 partai politik akan bertarung di 6 daerah pemilihan untuk memperebutkan 50 kursi DPRD Deli Serdang 2009 mendatang.
“Jumlah itu berdasarkan data hingga batas pendaftaran terakhir pertengahan Agustus kemarin,” ujar Ketua Pokja Setia Dermawan Purba MSi kepada SIB, Selasa (26/8) di ruang kerjanya. Dari data rekapitulasi KPUD Deli Serdang, 1 partai yaitu Partai Nahdhatul Ummah tidak mendaftarkan bacalegnya.
Hanura mendaftarkan 47 bacaleg, Partai Karya Peduli Bangsa (25), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (14), PPRN (28), Gerindra (32), Partai Barisan Nasional (30), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (20), PKS (59), PAN (57), Partai Perjuangan Indonesia Baru (57), Partai Kedaulatan (23), PPD (4), PKB (31), Partai Pemuda Indonesia (25), PNI Marhaenisme (23), Partai Demokrasi Pembaruan (26), Partai Karya Perjuangan (28), Partai Matahari Bangsa (21).
Partai Penegak Demokrasi Indonesia (19), Partai Demokrasi Kebangsaan (28), Partai Republik Nusantara (41), Pelopor (16), Partai Golkar (60), PPP (49), PDS (36), Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia (28), Partai Bulan Bintang (51), PDIP (61), PBR (48), Partriot (16), Demokrat (38), Partai Kasih Demokrasi Indonesia (40), PIS (24), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (16), Merdeka (15), Partai Sarikat Indonesia (14), PNU (0) dan Partai Buruh (29).
Data tersebut masih bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan keputusan partai yang bersangkutan hingga batas akhir yaitu 16 September mendatang, ujarnya.
Selasa, 02 September 2008
PPP Batubara Satukan Tekad Dukung Janmat Sembiring dan HM. Syahiri A. Karim
BATUBARA SUMATRA UTARA
Sampai masa pendaftaran berakhir,ada 8 pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara yang mendaftarkan diri ke Gedung Sekretariat KPU Kab. Batu Bara di Lima Puluh.
Kedelapan pasangan tersebut adalah :
1. OK Saidin dan Bagus Joko Triono yang diusung oleh PKS, Demokrat, PDK
2. Ir. Yahdi Khoir Hrp dan Surya diusung oleh PAN dan Golkar
3. Janmat Sembiring dan HM. Syahiri A. Karim diusung oleh PPP
4. H. Abdul Wahid dan Jalaluddin diusung oleh PBR, PBB, Patriot
5. Januari Siregar dan Sri Kumala diusung oleh PDIP, PDS, PNBK, PBSD, PPIB, PPD, PNI Marhaen
6. Parlindungan Sinaga SH dan Nur Ali SAg dari calon independen
7. Drs. Ibrahim Usman dan H Achmad Yusro SH dari calon independen
8. OK Arya Zulkarnaen SH MM dan G. Martua Siregar dari calon independen
Sampai masa pendaftaran berakhir,ada 8 pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara yang mendaftarkan diri ke Gedung Sekretariat KPU Kab. Batu Bara di Lima Puluh.
Kedelapan pasangan tersebut adalah :
1. OK Saidin dan Bagus Joko Triono yang diusung oleh PKS, Demokrat, PDK
2. Ir. Yahdi Khoir Hrp dan Surya diusung oleh PAN dan Golkar
3. Janmat Sembiring dan HM. Syahiri A. Karim diusung oleh PPP
4. H. Abdul Wahid dan Jalaluddin diusung oleh PBR, PBB, Patriot
5. Januari Siregar dan Sri Kumala diusung oleh PDIP, PDS, PNBK, PBSD, PPIB, PPD, PNI Marhaen
6. Parlindungan Sinaga SH dan Nur Ali SAg dari calon independen
7. Drs. Ibrahim Usman dan H Achmad Yusro SH dari calon independen
8. OK Arya Zulkarnaen SH MM dan G. Martua Siregar dari calon independen
PPP Langkat Sumut Usung 57 Caleg
*BERSAING DENGAN PDIP SAMA SAMA AJUKAN 57 CALEG
*GOLKAR TERPECAH JADI 2 KUBU
836 Bakal Caleg akan Bertarung Perebutkan 50 Kursi di DPRD Langkat
Langkat (SIB)
Sebanyak 836 bakal Caleg (Calon Legeslatif) akan “bertarung” memperebutkan 50 kursi di DPRD Langkat melalui Pemilu 2009. Pembagian Dapem (Daerah Pemilihan) sama dengan pemilu 2004, dibagi dalam 4 daerah pemilihan (pemilu 2004 masih 45 kursi).
Ketua KPUD Langkat H Sutomo SPd kepada wartawan, Selasa (22/8) mengatakan, jumlah sementara bakal calon Legislatif yang telah menyerahkan berkasnya ke KPU, kemungkinan akan ada penambahan maupun pengurangan hingga 16 September 2008.
“ Partai politik yang tidak ikut menyerahkan berkas pendaftaran calegnya ke KPUD Langkat itu adalah Partai PPNUI,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut dikatakannya, ke-37 parpol yang telah mendaftarkan bakal calegnya itu masing-masing Partai Hanura 32 orang, PKPB 36, PPPI- 5, PPRN 17, Gerindra 40, PBN 14, PKPI 17, PKS 44, PAN 36, PPIB 10, Partai Kedaulatan 1, PPD 9, PKB 23, PPI 13, PNI Marhaenisme 13, PDP 23, PKP 20, PMB 18, PPDI 13, PDK 27, PRI 16, Partai Pelopor 26, Partai Golkar versi Eswin Soekarja 48, P Golkar versi Syafruddin Basyir 20, PPP-57, PDS-13, PNBK Indonesia 19, PBB 29, PDI Perjuangan 57, PBR 21, Partai Patriot 10, Partai Demokrat 53, PKD Indonesia 2, PIS 20, PKNU 12, Partai Buruh 17, Partai Merdeka 16 serta partai serikat Indonesia (PSI) 3 orang.
Mengenai adanya dua kubu P Golkar yakni kubu Eswin Soekardja dan Syafruddin Basyir, KPU Langkat akan segera meminta penjelasan dari DPD dan DPP Partai Golkar yang bersangkutan.
“Kita tunggu saja keputusannya hingga pada 7 September 2008 nanti,” terangnya.
Puluhan Kader PPP Secanggang Tuntut Ketua DPC PPP Langkat Mundur dari Bakal Caleg
Langkat (SIB)
Puluhan massa ranting PPP se Kecamatan Secanggang berunjuk rasa ke kantor DPC PPP Kabupaten Langkat, Kamis (28/8) di Stabat. Aksi tersebut mereka lakukan karena kesal atas sikap Ketua DPC PPP Langkat Nurcholis yang ikut mencalonkan diri sebagai Bakal Caleg dari Dapem I.
Aksi damai yang digelar sekitar pukul 11.00 WIB itu di warnai dengan berbagai orasi yang berlangsung di halaman kantor DPC PPP setempat. Orasi tersebut disampaikan Badarwin salah seorang pengurus DPC PPP Langkat melalui alat pengeras suara.
Dalam orasinya itu, pengunjuk rasa melalui juru bicaranya Badarwin menegaskan, mereka tidak dapat menerima pencalonan Ketua DPC PPP Langkat menjadi bakal Caleg periode 2009-2014 dari Dapem (Daerah Pemilihan) I . Sementara yang bersangkutan berdomisili di Kecamatan Hinai yang merupakan Dapem III.
“Jika Nurcholis tetap mencalonkan diri bakal Caleg Dapem I, partai PPP ini akan hancur,” ujar Badarwin .
Menurutnya, apabila tuntutan kader PPP se-Kecamatan Secanggang itu tidak segera ditanggapi, mereka akan segera mengerahkan massa yang lebih besar lagi untuk menuntut pembatalan Caleg dari yang bersangkutan.
Selain itu, massa juga meminta Nurcholis untuk turun dari jabatannya , karena tidak mampu lagi mengurus partai. Lebih kurang satu jam lebih melakukan orasinya , para pengunjuk rasa akhirnya diterima Sekretaris DPC PPP Langkat Abdul Gani.
Di hadapan perwakilan pengunjuk rasa tersebut, Abdul Gani berjanji akan menampung aspirasi puluhan kader PPP se-Kecamatan Secanggang tersebut. (M27
*GOLKAR TERPECAH JADI 2 KUBU
836 Bakal Caleg akan Bertarung Perebutkan 50 Kursi di DPRD Langkat
Langkat (SIB)
Sebanyak 836 bakal Caleg (Calon Legeslatif) akan “bertarung” memperebutkan 50 kursi di DPRD Langkat melalui Pemilu 2009. Pembagian Dapem (Daerah Pemilihan) sama dengan pemilu 2004, dibagi dalam 4 daerah pemilihan (pemilu 2004 masih 45 kursi).
Ketua KPUD Langkat H Sutomo SPd kepada wartawan, Selasa (22/8) mengatakan, jumlah sementara bakal calon Legislatif yang telah menyerahkan berkasnya ke KPU, kemungkinan akan ada penambahan maupun pengurangan hingga 16 September 2008.
“ Partai politik yang tidak ikut menyerahkan berkas pendaftaran calegnya ke KPUD Langkat itu adalah Partai PPNUI,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut dikatakannya, ke-37 parpol yang telah mendaftarkan bakal calegnya itu masing-masing Partai Hanura 32 orang, PKPB 36, PPPI- 5, PPRN 17, Gerindra 40, PBN 14, PKPI 17, PKS 44, PAN 36, PPIB 10, Partai Kedaulatan 1, PPD 9, PKB 23, PPI 13, PNI Marhaenisme 13, PDP 23, PKP 20, PMB 18, PPDI 13, PDK 27, PRI 16, Partai Pelopor 26, Partai Golkar versi Eswin Soekarja 48, P Golkar versi Syafruddin Basyir 20, PPP-57, PDS-13, PNBK Indonesia 19, PBB 29, PDI Perjuangan 57, PBR 21, Partai Patriot 10, Partai Demokrat 53, PKD Indonesia 2, PIS 20, PKNU 12, Partai Buruh 17, Partai Merdeka 16 serta partai serikat Indonesia (PSI) 3 orang.
Mengenai adanya dua kubu P Golkar yakni kubu Eswin Soekardja dan Syafruddin Basyir, KPU Langkat akan segera meminta penjelasan dari DPD dan DPP Partai Golkar yang bersangkutan.
“Kita tunggu saja keputusannya hingga pada 7 September 2008 nanti,” terangnya.
Puluhan Kader PPP Secanggang Tuntut Ketua DPC PPP Langkat Mundur dari Bakal Caleg
Langkat (SIB)
Puluhan massa ranting PPP se Kecamatan Secanggang berunjuk rasa ke kantor DPC PPP Kabupaten Langkat, Kamis (28/8) di Stabat. Aksi tersebut mereka lakukan karena kesal atas sikap Ketua DPC PPP Langkat Nurcholis yang ikut mencalonkan diri sebagai Bakal Caleg dari Dapem I.
Aksi damai yang digelar sekitar pukul 11.00 WIB itu di warnai dengan berbagai orasi yang berlangsung di halaman kantor DPC PPP setempat. Orasi tersebut disampaikan Badarwin salah seorang pengurus DPC PPP Langkat melalui alat pengeras suara.
Dalam orasinya itu, pengunjuk rasa melalui juru bicaranya Badarwin menegaskan, mereka tidak dapat menerima pencalonan Ketua DPC PPP Langkat menjadi bakal Caleg periode 2009-2014 dari Dapem (Daerah Pemilihan) I . Sementara yang bersangkutan berdomisili di Kecamatan Hinai yang merupakan Dapem III.
“Jika Nurcholis tetap mencalonkan diri bakal Caleg Dapem I, partai PPP ini akan hancur,” ujar Badarwin .
Menurutnya, apabila tuntutan kader PPP se-Kecamatan Secanggang itu tidak segera ditanggapi, mereka akan segera mengerahkan massa yang lebih besar lagi untuk menuntut pembatalan Caleg dari yang bersangkutan.
Selain itu, massa juga meminta Nurcholis untuk turun dari jabatannya , karena tidak mampu lagi mengurus partai. Lebih kurang satu jam lebih melakukan orasinya , para pengunjuk rasa akhirnya diterima Sekretaris DPC PPP Langkat Abdul Gani.
Di hadapan perwakilan pengunjuk rasa tersebut, Abdul Gani berjanji akan menampung aspirasi puluhan kader PPP se-Kecamatan Secanggang tersebut. (M27
PPP Kota Mojokerto Dukung pasangan Annur Mas

Ikrarkan Pilwali Damai dan Sehat
MOJOKERTO � Pasca penetapan dan pengundian nomor urut pasangan calon walikota dan wakil walikota oleh KPU Kota Mojokerto, pasangan Abdul Gani Suhartono � Mas�ud Yunus (Annur Mas) dengan nomor urut dua menggelar deklarasi di jalan Benteng Pancasila, kemarin, Sabtu, 30 Agustus 2008.
Acara tersebut dihadiri ribuan massa pendukung yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Dari partai politik, selain PDIP sebagai partai pengusung, juga hadir ratusan kader PKNU dan PPP. Selain itu, juga ada dari komunitas PKL, kader remaja sehat, persatuan abang becak, kawulo alit dan lainnya. Dan massa yang paling banyak berasal dari kader Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang memang merupakan binaan Gani.
Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran, dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh Sekretaris DPC PDIP Yunus Suprayitno. Selanjutnya, pembacaan dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang dibacakan Ketua DPC PKNU Kota Mojokerto Sueb Khariri dan diakhiri orasi politik dari kedua pasangan.
Dalam orasinya, baik Gani maupun Mas�ud mengungkapkan keberhasilan kota Mojokerto selama lima tahun di bawah kepemimpinan Gani. Antara lain menyangkut program bedah rumah, kesehatan gratis, raskin, subsidi biaya pendidikan bagi siswa dan lainnya. Pasangan ini juga menyatakan siap bersaing dengan damai dan sehat.
Senin, 01 September 2008
Kirtam-Bang Ipul Keoq di Pilwakot Serang
Nyaman-Jaden ke Putaran II
Senin, 01-September-2008, 09:11:05
SERANG – Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bunyamin-Tb Haerul Jaman (Nyaman) dan Jayeng Rana-Deden Apriandhi (Jaden) untuk sementara dipastikan maju ke putaran II Pilkada Kota Serang pada Pilkada yang digelar akhir pekan lalu (30/8).
Kepastian bakal digelarnya putaran dua, karena tak adanya calon yang memperoleh suara hingga 30 persen.
Data tersebut diperoleh Radar Banten dari hasil rekapitulasi suara sementara yang dilakukan DPD PDIP Kota Serang dan DPD PAN Kota Serang, kemarin (31/8).
Hingga tadi malam, KPU Serang belum mengeluarkan hasil resmi perhitungan suara sementara yang diperoleh delapan pasangan calon. Saat dihubungi melalui telepon genggamnya, tak ada anggota KPU yang menjawab. “Besok (hari ini-red) siang saja mas kalau mau lihat perolehan suara,” ungkap staf KPU Kabupaten Serang, tadi malam.
Hasil perhitungan perolehan suara sementara yang diperoleh dari PDIP dan PAN, pasangan Bunyamin-Jaman yang diusung Partai Golkar menempati urutan pertama, diikuti pasangan Jayeng-Deden yang diusung PDIP dan PSI, serta pasangan Ade Mukhlas Syarif-Juheni M Rois yang diusung PAN, PKS, dan enam parpol kecil berada di urutan tiga. (Selengkapnya lihat grafis).
Hasil perolehan sementara yang diterima Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Cabang Kota Serang, Minggu (31/8), menempatkan Jayeng Rana-Deden Apriandhi (Jaden) pada posisi dua setelah pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman (Nyaman).
Berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten di Kecamatan Walantaka, pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman meraup suara 6.303 disusul Jayeng Rana-Deden Apriandhi 6.185 dan posisi ketiga ditempati Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois dengan perolehan suara 5.792. Posisi keempat diduduki pasangan Tb Lulu Kaking-Tb Ismetullah Al Abbas 3.740, disusul Kirtam Sanjaya-Saiful Jamil 1.276, Panji Tirtayasa-Tb Ali Rohman 1.276, Tb Edi Mulyadi-Rizal Firdaus 816, dan pasangan terakhir Aliyudin-Siti Roudhotulzannah hanya memperoleh suara 565. Suara sah di Kecamatan Walantaka sebanyak 27.321 dan tidak sah 1.311.
Di Kecamatan Cipocok Jaya, pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman juga unggul. Pasangan ini meraih suara 8.460, disusul Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois 5.456, Jayeng Rana-Deden Apriandhi 4.458, Panji Tirtayasa-Tb Ali Rohman 3.138, Kirtam Sanjaya-Saiful Jamil 2.751, Tb Edi Mulyadi-Rizal Firdaus 1.590, dan terakhir Aliyudin-Siti Roudhotulzannah 810. Jumlah suara sah 28.200 dan suara tidak sah 1.464 dengan total surat suara 39.985. Surat suara yang tidak terpakai sebanyak 67.
Di Kecamatan Curug, pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman dapat 6.265, Jayeng Rana-Deden Apriandhi 3.664, Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois 2.867, Kirtam Sanjaya-Saiful Jamil 2.092, Lulu Kaking-Tb Ismetullah Al Abbas 1.145, Panji Tirtayasa-Tb Ali Rohman 974, Tb Edi Mulyadi-Rizal Firdaus 555, dan Aliyudin-Siti Roudhotulzannah 384.
Dari 217.422 jumlah suara, Jaden memperoleh 46.487 suara atau 21,38 persen. Sedangkan, Nyaman memperoleh 48.034 suara atau 22,09 persen. Di posisi ketiga, pasangan Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois memperoleh 44.592 suara atau 20,51 persen.
Sementara data hasil rekapitulasi perolehan suara sementara yang dilakukan DPD PAN Kota Serang hingga Minggu (31/8) pukul 18.00, juga menempatkan pasangan Bunyamin-Jaman di posisi pertama dengan memperolah 47.621 suara (22,07%) dari total suara yang masuk sebanyak 215.777 (63,65%). Di posisi kedua diraih Jayeng Rana-Deden Apriandi dengan 45.827 (21.24%). Sementara Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois berada pada posisi ketiga dengan 44.446 suara (20,60%).
Senin, 01-September-2008, 09:11:05
SERANG – Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bunyamin-Tb Haerul Jaman (Nyaman) dan Jayeng Rana-Deden Apriandhi (Jaden) untuk sementara dipastikan maju ke putaran II Pilkada Kota Serang pada Pilkada yang digelar akhir pekan lalu (30/8).
Kepastian bakal digelarnya putaran dua, karena tak adanya calon yang memperoleh suara hingga 30 persen.
Data tersebut diperoleh Radar Banten dari hasil rekapitulasi suara sementara yang dilakukan DPD PDIP Kota Serang dan DPD PAN Kota Serang, kemarin (31/8).
Hingga tadi malam, KPU Serang belum mengeluarkan hasil resmi perhitungan suara sementara yang diperoleh delapan pasangan calon. Saat dihubungi melalui telepon genggamnya, tak ada anggota KPU yang menjawab. “Besok (hari ini-red) siang saja mas kalau mau lihat perolehan suara,” ungkap staf KPU Kabupaten Serang, tadi malam.
Hasil perhitungan perolehan suara sementara yang diperoleh dari PDIP dan PAN, pasangan Bunyamin-Jaman yang diusung Partai Golkar menempati urutan pertama, diikuti pasangan Jayeng-Deden yang diusung PDIP dan PSI, serta pasangan Ade Mukhlas Syarif-Juheni M Rois yang diusung PAN, PKS, dan enam parpol kecil berada di urutan tiga. (Selengkapnya lihat grafis).
Hasil perolehan sementara yang diterima Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Cabang Kota Serang, Minggu (31/8), menempatkan Jayeng Rana-Deden Apriandhi (Jaden) pada posisi dua setelah pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman (Nyaman).
Berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten di Kecamatan Walantaka, pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman meraup suara 6.303 disusul Jayeng Rana-Deden Apriandhi 6.185 dan posisi ketiga ditempati Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois dengan perolehan suara 5.792. Posisi keempat diduduki pasangan Tb Lulu Kaking-Tb Ismetullah Al Abbas 3.740, disusul Kirtam Sanjaya-Saiful Jamil 1.276, Panji Tirtayasa-Tb Ali Rohman 1.276, Tb Edi Mulyadi-Rizal Firdaus 816, dan pasangan terakhir Aliyudin-Siti Roudhotulzannah hanya memperoleh suara 565. Suara sah di Kecamatan Walantaka sebanyak 27.321 dan tidak sah 1.311.
Di Kecamatan Cipocok Jaya, pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman juga unggul. Pasangan ini meraih suara 8.460, disusul Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois 5.456, Jayeng Rana-Deden Apriandhi 4.458, Panji Tirtayasa-Tb Ali Rohman 3.138, Kirtam Sanjaya-Saiful Jamil 2.751, Tb Edi Mulyadi-Rizal Firdaus 1.590, dan terakhir Aliyudin-Siti Roudhotulzannah 810. Jumlah suara sah 28.200 dan suara tidak sah 1.464 dengan total surat suara 39.985. Surat suara yang tidak terpakai sebanyak 67.
Di Kecamatan Curug, pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman dapat 6.265, Jayeng Rana-Deden Apriandhi 3.664, Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois 2.867, Kirtam Sanjaya-Saiful Jamil 2.092, Lulu Kaking-Tb Ismetullah Al Abbas 1.145, Panji Tirtayasa-Tb Ali Rohman 974, Tb Edi Mulyadi-Rizal Firdaus 555, dan Aliyudin-Siti Roudhotulzannah 384.
Dari 217.422 jumlah suara, Jaden memperoleh 46.487 suara atau 21,38 persen. Sedangkan, Nyaman memperoleh 48.034 suara atau 22,09 persen. Di posisi ketiga, pasangan Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois memperoleh 44.592 suara atau 20,51 persen.
Sementara data hasil rekapitulasi perolehan suara sementara yang dilakukan DPD PAN Kota Serang hingga Minggu (31/8) pukul 18.00, juga menempatkan pasangan Bunyamin-Jaman di posisi pertama dengan memperolah 47.621 suara (22,07%) dari total suara yang masuk sebanyak 215.777 (63,65%). Di posisi kedua diraih Jayeng Rana-Deden Apriandi dengan 45.827 (21.24%). Sementara Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois berada pada posisi ketiga dengan 44.446 suara (20,60%).
Sabtu, 30 Agustus 2008
POLEMIK PPP : SUARA TERBANYAK ATAU NOMER URUT
KESRA--28 AGUSTUS; Sebanyak 75 kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengancam mundur dari
pencalonan sebagai anggota legislatif karena penentuan caleg terpilih tidak berdasarkan suara terbanyak. PPP memang
masih menggunakan 30% bilangan pembagi pemilih (BPP) dan nomor urut.
Kader PPP yang hendak mengundurkan diri itu bergabung dalam Petisi Caleg PPP DPR. Mereka mendesak Dewan
Pimpinan Pusat (DPP) PPP memberlakukan sistem suara terbanyak menentukan caleg terpilih.
"Sudah 75 orang menandatangani Petisi Caleg DPR yang siap mundur apabila PPP tidak mengacu pada sistem suara
terbanyak untuk penentuan caleg terpilih. Ini masih bergulir dan jumlahnya akan terus bertambah."
"Sebagaian sudah mengambil balik berkas dan resmi mundur dari pencalonan DPR. Yang sudah mengambil berkas itu
sebagian besar caleg perempuan," kata inisiator Petisi Caleg PPP DPR Ahmad Suherman kepada Media Indonesia di
Jakarta, Kamis (28/8).
Mereka yang hendak mundur dari pencalegan antara lain Sekretaris Dewan Syuro Persatuan Darbiyah Islamiyah Ahmad
Zakaria sebagai caleg di daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat, Caleg DP Jawa Tengah 2 Jamil, caleg Jawa Barat 6
dokter Aji Hoesodo, dan caleg Banten 3 Sudirman Tiba.
"Kami mendesak PPP memberlakukan suara terbanyak untuk penentuan caleg terpilih agar setiap caleg yang
ditempatkan di suatu daerah pemilihan adalah kader partai yang dapat diterima dan mengakar di daerah pemilihan
masing-masing. Ini juga menciptakan iklim demokratis di internal partai untuk memberi ruang kompetisi adil dan
berkontribusi dalam upaya pencapaian target PPP."
"Kami juga mendesak Fraksi PPP memperjuangkan sistem suara terbanyak agar dimasukkan dalam revisi UU No
10/2008 tentang Pemilu," kata Suherman.
Zakaria mengatakan apabila PPP tidak memutuskan penentuan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak, dirinya
dalam minggu ini akan segera menarik berkas pencalonan. "Kalau sistem suara terbanyak ini tidak diterapkan, caleg-
caleg PPP yang merasa tidak di nomor urut jadi akan menarik berkas pencalonannya dan lari ke parpol lain," katanya
pencalonan sebagai anggota legislatif karena penentuan caleg terpilih tidak berdasarkan suara terbanyak. PPP memang
masih menggunakan 30% bilangan pembagi pemilih (BPP) dan nomor urut.
Kader PPP yang hendak mengundurkan diri itu bergabung dalam Petisi Caleg PPP DPR. Mereka mendesak Dewan
Pimpinan Pusat (DPP) PPP memberlakukan sistem suara terbanyak menentukan caleg terpilih.
"Sudah 75 orang menandatangani Petisi Caleg DPR yang siap mundur apabila PPP tidak mengacu pada sistem suara
terbanyak untuk penentuan caleg terpilih. Ini masih bergulir dan jumlahnya akan terus bertambah."
"Sebagaian sudah mengambil balik berkas dan resmi mundur dari pencalonan DPR. Yang sudah mengambil berkas itu
sebagian besar caleg perempuan," kata inisiator Petisi Caleg PPP DPR Ahmad Suherman kepada Media Indonesia di
Jakarta, Kamis (28/8).
Mereka yang hendak mundur dari pencalegan antara lain Sekretaris Dewan Syuro Persatuan Darbiyah Islamiyah Ahmad
Zakaria sebagai caleg di daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat, Caleg DP Jawa Tengah 2 Jamil, caleg Jawa Barat 6
dokter Aji Hoesodo, dan caleg Banten 3 Sudirman Tiba.
"Kami mendesak PPP memberlakukan suara terbanyak untuk penentuan caleg terpilih agar setiap caleg yang
ditempatkan di suatu daerah pemilihan adalah kader partai yang dapat diterima dan mengakar di daerah pemilihan
masing-masing. Ini juga menciptakan iklim demokratis di internal partai untuk memberi ruang kompetisi adil dan
berkontribusi dalam upaya pencapaian target PPP."
"Kami juga mendesak Fraksi PPP memperjuangkan sistem suara terbanyak agar dimasukkan dalam revisi UU No
10/2008 tentang Pemilu," kata Suherman.
Zakaria mengatakan apabila PPP tidak memutuskan penentuan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak, dirinya
dalam minggu ini akan segera menarik berkas pencalonan. "Kalau sistem suara terbanyak ini tidak diterapkan, caleg-
caleg PPP yang merasa tidak di nomor urut jadi akan menarik berkas pencalonannya dan lari ke parpol lain," katanya
PPP Batam Ajukan Caleg Vokal
Didukung Serikat Pekerja Metal Indonesia (18.000 anggota)
BATAM - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperkenalkan 40 calegnya untuk DPRD Batam di kantor DPC PPP Batam, Seipanas, Senin (18/8) kemarin. PPP memunculkan sejumlah nama baru yang dianggap vokal serta mencalonkan sejumlah aktivis Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI).
”Sudah dua tahun PPP mempersiapkan diri. Caleg yang kami ajukan adalah yang vokal karena untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dibutuhkan orang-orang yang punya kemampuan berargumentasi,” kata Ketua DPC PPP Batam Irwansyah didampingi para caleg PPP.
Secara umum caleg-caleg PPP di DPRD Batam penuh wajah baru. Anggota Dewan dari PPP yang kini duduk di Dewan, kecuali Irwansyah, tak dicalonkan lagi. Nama-nama seperti Abdurrahman dan Sukri Farial tak ada di daftar nomor jadi. Sementara Suhaeni, naik ke DPRD Kepri.
Untuk Dapil I (Bengkong dan Batuampar), PPP memasang Perwira, Irmanda dan dr Idawati Nursanti di tiga nomor teratas. Di Dapil II (Nongsa, Batam Kota dan Lubukbaja) PPP memasang Mustaqim, Mazlan MZ dan Wahyu Diana Sari. Di Dapil III (Sekupang, Batuaji dan Belakang Padang) Irwansyah masih ada di sana bersama Abdul Syukur dan Nurli Sastianti serta Eri Wstiawan.
Sementara, di Dapil IV (Seibeduk, Sagulung. Galang dan Bulang) ada nama Muchlis Jamal, Diana TM, Agus Riono serta Bambang Mulia Setiawan. Agus dan Bambang merupakan ketua dan sekretaris PC SPMI Batam. Caleg PPP berasal dari internal partai dan eksternal. Caleg PPP juga datang dari kalangan ulama, pengusaha, pekerja, dosen, tokoh masyarakat dan lain-lain.
”Ada empat dari SPMI yang menjadi caleg PPP. PPP terbuka untuk memperjuangkan aspirasi pekerja dan saya harap kehadiran mereka bisa mendongkrak suara PPP, terumata dari kalangan pekerja,” tukas Irwanstah.
Bambang Mulia Setiawan mengatakan, SPMI akan all out mendukung kadernya yang menjadi caleg, apalagi induk organisasi SPMI di pusat mengintruksikan agar SPMI Kepri masuk lewat PPP. ”Ini upaya untuk memperjuangkan nasib buruh, sehingga SPMI harus masuk ke dalam sistem,” tukasnya.
Abdul Gafar dari Jaringan Simpul Pekerja Metal mengatakan, ada 18 ribu anggota SPMI aktif yang saat ini ada di Batam. ”Anggota SPMI itu heterogen, ada yang nasionalis dan agamis. Namun, yang pasti suara 18 ribu pekerja itu akan kita arahkan mendukung caleg dari kader SPMI,” katanya.
BATAM - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperkenalkan 40 calegnya untuk DPRD Batam di kantor DPC PPP Batam, Seipanas, Senin (18/8) kemarin. PPP memunculkan sejumlah nama baru yang dianggap vokal serta mencalonkan sejumlah aktivis Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI).
”Sudah dua tahun PPP mempersiapkan diri. Caleg yang kami ajukan adalah yang vokal karena untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dibutuhkan orang-orang yang punya kemampuan berargumentasi,” kata Ketua DPC PPP Batam Irwansyah didampingi para caleg PPP.
Secara umum caleg-caleg PPP di DPRD Batam penuh wajah baru. Anggota Dewan dari PPP yang kini duduk di Dewan, kecuali Irwansyah, tak dicalonkan lagi. Nama-nama seperti Abdurrahman dan Sukri Farial tak ada di daftar nomor jadi. Sementara Suhaeni, naik ke DPRD Kepri.
Untuk Dapil I (Bengkong dan Batuampar), PPP memasang Perwira, Irmanda dan dr Idawati Nursanti di tiga nomor teratas. Di Dapil II (Nongsa, Batam Kota dan Lubukbaja) PPP memasang Mustaqim, Mazlan MZ dan Wahyu Diana Sari. Di Dapil III (Sekupang, Batuaji dan Belakang Padang) Irwansyah masih ada di sana bersama Abdul Syukur dan Nurli Sastianti serta Eri Wstiawan.
Sementara, di Dapil IV (Seibeduk, Sagulung. Galang dan Bulang) ada nama Muchlis Jamal, Diana TM, Agus Riono serta Bambang Mulia Setiawan. Agus dan Bambang merupakan ketua dan sekretaris PC SPMI Batam. Caleg PPP berasal dari internal partai dan eksternal. Caleg PPP juga datang dari kalangan ulama, pengusaha, pekerja, dosen, tokoh masyarakat dan lain-lain.
”Ada empat dari SPMI yang menjadi caleg PPP. PPP terbuka untuk memperjuangkan aspirasi pekerja dan saya harap kehadiran mereka bisa mendongkrak suara PPP, terumata dari kalangan pekerja,” tukas Irwanstah.
Bambang Mulia Setiawan mengatakan, SPMI akan all out mendukung kadernya yang menjadi caleg, apalagi induk organisasi SPMI di pusat mengintruksikan agar SPMI Kepri masuk lewat PPP. ”Ini upaya untuk memperjuangkan nasib buruh, sehingga SPMI harus masuk ke dalam sistem,” tukasnya.
Abdul Gafar dari Jaringan Simpul Pekerja Metal mengatakan, ada 18 ribu anggota SPMI aktif yang saat ini ada di Batam. ”Anggota SPMI itu heterogen, ada yang nasionalis dan agamis. Namun, yang pasti suara 18 ribu pekerja itu akan kita arahkan mendukung caleg dari kader SPMI,” katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
