Primus Calon Wakil Bupati Terkaya
Rabu, 03-09-2008 | 13:54:37
SUBANG, BPOST - Artis Primus Yustisio yang menjadi calon Wakil Bupati Subang mendampingi Imas Aryumningsih dalam Pilkada Subang, 26 Oktober mendatang merupakan calon terkaya, dibandingkan dengan calon lainnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Subang, Husen Hardjadinata menyampaikan daftar kekayaan para calon bupati dan wakil bupati Subang tahun 2008 di Subang, Jabar.
Dikatakannya, total harta kekayaan Primus yang disampaikan ke KPUD mencapai Rp33.425.500.000. Sedangkan total kekayaan calon Bupati Subang Imas Aryumningsih senilai Rp23.235.000.000.
Pasangan calon Imas-Primus diusung Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat.
Sementara itu kekayaan calon bupati Subang lain, Bambang Heryanto, mencapai Rp4.288.098.000 dan pasangannya Alma Lucyati Rp1.896.558.979. Pasangan calon Bambang-Lucy diusung oleh PKS dan PPP.
Calon bupati Kusbini, total kekayaannya mencapai Rp100.507.300, dan pasangannya Sri Ernanto Kukuh Rp1.951.909.225. Pasangan calon ini diusung PKB, PKPB dan PBR.
Eef hidayat yang merupakan calon incumbent, total kekayaan yang dilaporkan ke KPUD Subang mencapai Rp1.018.400.981 dan pasangannya Ojang Sohandi mencapai Rp659.442.300. Pasangan calon Eef-Ojang ini diusung oleh PDIP.
Sementara total kekayaan Diding Kurniawan senilai Rp15.330.802.000, dan wakilnya Hasyim berjumlah Rp3.992.880.000. Pasangan calon Diding-Hasyim adalah pasangan dari jalur perseorangan.
Untuk calon dari jalur perseorangan lain, total kekayaan calon bupati Subang Ahmad Djuanda Rp4.605.000.000, dan wakilnya, Nandang Sudrajat Rp675.000.000.
Rabu, 03 September 2008
Berkas 51 Bacaleg PPP Gresik Turut Dikembalikan
Berkas Semua Parpol Dikembalikan
Gresik - Surya-KPUD mengembalikan berkas bakal caleg 29 parpol, menyusul ditemukannya kurang lengkapnya berkas tersebut saat verifikasi yang berakhir Sabtu (30/8) lalu. Untuk itu, KPUD memberikan batas waktu hingga 16 September untuk melengkapi berkas-berkas tersebut.
Nur Fakih, anggota KPUD Gresik mengatakan, diantara 30 parpol yang telah memasukkan berkas bakal caleg KPUD, hanya PKB yang belum dikembalikan. Sebab, KPUD masih menunggu petunjuk lanjutan KPU Pusat terkait dualisme berkas bakal caleg PKB Gresik.
Ketua DPC PPP Gresik Murtadlo Nur mengaku tidak khawatir, dengan ancaman KPUD yang akan mencoret bacaleg yang berkasnya belum lengkap. Sebab, dari 51 bacaleg PPP yang dikirim ke KPUD hampir kekuranganya tidak penting dan sepele. "Saya tidak khawatir. Saya yakin ke-51 bacaleg PPP yang kami kirim sudah siap untuk dilengkapi,“ ujar Murtadlo Nur.
Gresik - Surya-KPUD mengembalikan berkas bakal caleg 29 parpol, menyusul ditemukannya kurang lengkapnya berkas tersebut saat verifikasi yang berakhir Sabtu (30/8) lalu. Untuk itu, KPUD memberikan batas waktu hingga 16 September untuk melengkapi berkas-berkas tersebut.
Nur Fakih, anggota KPUD Gresik mengatakan, diantara 30 parpol yang telah memasukkan berkas bakal caleg KPUD, hanya PKB yang belum dikembalikan. Sebab, KPUD masih menunggu petunjuk lanjutan KPU Pusat terkait dualisme berkas bakal caleg PKB Gresik.
Ketua DPC PPP Gresik Murtadlo Nur mengaku tidak khawatir, dengan ancaman KPUD yang akan mencoret bacaleg yang berkasnya belum lengkap. Sebab, dari 51 bacaleg PPP yang dikirim ke KPUD hampir kekuranganya tidak penting dan sepele. "Saya tidak khawatir. Saya yakin ke-51 bacaleg PPP yang kami kirim sudah siap untuk dilengkapi,“ ujar Murtadlo Nur.
Mantan Ketua DPC PPP Situbondo Zainuri Sebar Puluhan Baliho
Belakangan Zainuri Ghazali pindah ke PKNU
SITUBONDO - Bermunculannya baliho anggota DPRD Provinsi Jatim asal Jangkar, Achmad Zainuri Ghazali di beberapa tempat strategis di Situbondo membuat banyak kalangan bertanya-tanya. Ada yang menilai, langkahnya tersebut sekadar mengikuti tren pencitraan diri, yang kini banyak dilakukan tokoh-tokoh politik nasional.
Namun yang paling menarik, langkah yang dilakukan mantan Ketua DPC PPP Situbondo itu dikait-kaitkan dengan pencalonannya sebagai Bupati Situbondo pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2010. "Kalau memang masyarakat Situbondo menghendaki saya maju (sebagai calon bupati 2010), kenapa tidak?. Bagi saya, tidak ada yang tidak mungkin," jawabnya ketika dikonfirmasi melalui telepon, kemarin.
Meski demikian, Zainuri menyatakan, pemasangan baliho itu tidak ada kaitannya dengan isu pencalonannya sebagai bupati. Tujuannya hanya menyampaikan beberapa pesan. ''Intinya, seruan moral kepada masyarakat Situbondo,'' sebutnya.
Diungkapkan, baliho yang dipasang mencapai 50 lembar. Ada dua muatan dalam puluhan baliho itu. Yang pertama, isinya seruan moral. Di antaranya bahwa demokrasi bukan intimidasi. ''Yang kedua, baliho untuk menyambut HUT RI ke-63 yang berisi proklamasi lokal," terangnya.
Diakui, seruan moral tersebut berangkat dari keprihatinan Zainuri tentang terpecahnya masyarakat Situbondo akibat iklim politik akhir-akhir ini. "Perpecahan ini sudah menjadi rahasia umum. Semua tahu, barangkali baliho saya ini sedikit mampu mengembalikan suara hati masyarakat," cetusnya.
Mantan ketua Pagar Nusa itu memastikan, dia akan terus memasang baliho, yang isinya untuk kepentingan bersama. Sampai kapan? Zainuri tidak tahu. "Yang pasti, sampai saya tidak punya uang. Karena untuk melakukan semua itu butuh dana," tukasnya.
Yang membuat hati Zainuri bangga, dari puluhan baliho yang dipasangnya itu hingga kini masih utuh. Tidak ada yang dirusak warga. "Artinya apa, bahwa masyarakat cukup merespons dan mendukung apa yang saya lakukan," tandasnya.(
SITUBONDO - Bermunculannya baliho anggota DPRD Provinsi Jatim asal Jangkar, Achmad Zainuri Ghazali di beberapa tempat strategis di Situbondo membuat banyak kalangan bertanya-tanya. Ada yang menilai, langkahnya tersebut sekadar mengikuti tren pencitraan diri, yang kini banyak dilakukan tokoh-tokoh politik nasional.
Namun yang paling menarik, langkah yang dilakukan mantan Ketua DPC PPP Situbondo itu dikait-kaitkan dengan pencalonannya sebagai Bupati Situbondo pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2010. "Kalau memang masyarakat Situbondo menghendaki saya maju (sebagai calon bupati 2010), kenapa tidak?. Bagi saya, tidak ada yang tidak mungkin," jawabnya ketika dikonfirmasi melalui telepon, kemarin.
Meski demikian, Zainuri menyatakan, pemasangan baliho itu tidak ada kaitannya dengan isu pencalonannya sebagai bupati. Tujuannya hanya menyampaikan beberapa pesan. ''Intinya, seruan moral kepada masyarakat Situbondo,'' sebutnya.
Diungkapkan, baliho yang dipasang mencapai 50 lembar. Ada dua muatan dalam puluhan baliho itu. Yang pertama, isinya seruan moral. Di antaranya bahwa demokrasi bukan intimidasi. ''Yang kedua, baliho untuk menyambut HUT RI ke-63 yang berisi proklamasi lokal," terangnya.
Diakui, seruan moral tersebut berangkat dari keprihatinan Zainuri tentang terpecahnya masyarakat Situbondo akibat iklim politik akhir-akhir ini. "Perpecahan ini sudah menjadi rahasia umum. Semua tahu, barangkali baliho saya ini sedikit mampu mengembalikan suara hati masyarakat," cetusnya.
Mantan ketua Pagar Nusa itu memastikan, dia akan terus memasang baliho, yang isinya untuk kepentingan bersama. Sampai kapan? Zainuri tidak tahu. "Yang pasti, sampai saya tidak punya uang. Karena untuk melakukan semua itu butuh dana," tukasnya.
Yang membuat hati Zainuri bangga, dari puluhan baliho yang dipasangnya itu hingga kini masih utuh. Tidak ada yang dirusak warga. "Artinya apa, bahwa masyarakat cukup merespons dan mendukung apa yang saya lakukan," tandasnya.(
Geliat PPP Situbondo/Penarukan Bersaing Mjd Pemenang 2009
Pertarungan Sengit di Basis PPP
SITUBONDO - Para calon legislatif (Caleg) dapil III, selain Partai Persatuan Pembangunan (PPP), harus bekerja keras pada Pileg 2009. Mereka dituntut menggunakan strategi tepat maupun jurus ampuh agar bisa mendapatkan kursi di dapil, yang meliputi Kecamatan Asembagus dan Banyuputih itu.
Jika tidak, jangan harap para caleg dari semua parpol bisa meraup suara signifikan di wilayah, yang dikenal sebagai basis massa Ketua DPC PPP KHR Ahmad Fawaid itu. Pada pileg 2004, PKB yang mampu mendominasi perolehan suara di sebagian besar dapil harus mengakui kebesaran PPP di dapil III. PKB hanya diberi jatah dua kursi dengan perolehan 13.670 suara. Caleg yang terpilih adalah H Lailul Ilham dan Sibaweh Sulaiman.
Sedangkan caleg PPP di dapil III mampu mendulang dukungan 31.172 suara. Parpol yang pernah dipimpin Zainuri Ghazali tersebut mampu memperoleh empat kursi dari tujuh kursi di DPRD Situbondo yang disediakan untuk dapil tersebut.
Sayangnya, siapa saja caleg yang akan diturunkan PPP di lahan basahnya pada pileg 2009 itu, belum juga terungkap. Sebab, PPP belum menentukan nomor urut maupun pendapilan bacaleg yang sudah mendaftar dan melakukan fit and proper test.
PKB yang kini dikendalikan Syaiful Bahri tampaknya menyadari benar kekuatan PPP. Buktinya, hanya ada empat caleg yang rencananya akan diturunkan pada pileg 2009. Di urutan pertama Sujono, disusul Aidi Hasyim dan Holil. Menurut Ketua DPC PKB Syaiful Bahri, pihaknya mengandalkan Sujono untuk bisa mempertahankan dua kursi di Kecamatan Banyuputih dan Asembagus. "Dia (Sujono) Ketua PAC Asembagus, orangnya familiar sekali. Dia tokoh muda di Kecamatan Asembagus. Kita tidak khawatir dengan kebaradaan caleg PPP. Penempatan dia atas rekomendasi tokoh di beberapa desa," ungkap Syaiful kemarin.
Lailul Ilham, caleg terpilih PKB di dapil III pada 2004, kini memilih mengendarai PKNU. Partai yang berkantor di Jalan Gunung Arjuno itu tampaknya tak mau kehilangan kursi yang telah diperoleh Lailul. Buktinya, PKNU tetap menempatkan Lailul di nomor urut pertama di dapil III. Di nomor urut dua ada Yasin disusul Wafir Mawardi dan Hosnadi Romli.
Sekjen PKNU Dadang Wigiarto mengaku optimistis para calegnya mampu memperoleh kursi di DPRD. "Kalau targetnya, kursi bisa nambah. Tapi minimal bisa mempertahankan," tegasnya.
Sementara Partai Golkar menempatkan enam caleg di dapil III. Posisi pertama ditempati Aisyah Sriwartini. Strategi sama juga diberlakukan DPC PDIP. Parpol yang dipimpin Didiet Subagyo itu juga berencana menerjunkan enam caleg.
Partai Demokrat lebih optimistis. Parpol yang dipimpin Ismunarso itu berani menurunkan delapan caleg. Di nomor urut pertama Sahlawi alias H Lukman Shafi, kedua Hasanudin, dan ketiga Indah Mei Astuti.(pri/irw)
SITUBONDO - Para calon legislatif (Caleg) dapil III, selain Partai Persatuan Pembangunan (PPP), harus bekerja keras pada Pileg 2009. Mereka dituntut menggunakan strategi tepat maupun jurus ampuh agar bisa mendapatkan kursi di dapil, yang meliputi Kecamatan Asembagus dan Banyuputih itu.
Jika tidak, jangan harap para caleg dari semua parpol bisa meraup suara signifikan di wilayah, yang dikenal sebagai basis massa Ketua DPC PPP KHR Ahmad Fawaid itu. Pada pileg 2004, PKB yang mampu mendominasi perolehan suara di sebagian besar dapil harus mengakui kebesaran PPP di dapil III. PKB hanya diberi jatah dua kursi dengan perolehan 13.670 suara. Caleg yang terpilih adalah H Lailul Ilham dan Sibaweh Sulaiman.
Sedangkan caleg PPP di dapil III mampu mendulang dukungan 31.172 suara. Parpol yang pernah dipimpin Zainuri Ghazali tersebut mampu memperoleh empat kursi dari tujuh kursi di DPRD Situbondo yang disediakan untuk dapil tersebut.
Sayangnya, siapa saja caleg yang akan diturunkan PPP di lahan basahnya pada pileg 2009 itu, belum juga terungkap. Sebab, PPP belum menentukan nomor urut maupun pendapilan bacaleg yang sudah mendaftar dan melakukan fit and proper test.
PKB yang kini dikendalikan Syaiful Bahri tampaknya menyadari benar kekuatan PPP. Buktinya, hanya ada empat caleg yang rencananya akan diturunkan pada pileg 2009. Di urutan pertama Sujono, disusul Aidi Hasyim dan Holil. Menurut Ketua DPC PKB Syaiful Bahri, pihaknya mengandalkan Sujono untuk bisa mempertahankan dua kursi di Kecamatan Banyuputih dan Asembagus. "Dia (Sujono) Ketua PAC Asembagus, orangnya familiar sekali. Dia tokoh muda di Kecamatan Asembagus. Kita tidak khawatir dengan kebaradaan caleg PPP. Penempatan dia atas rekomendasi tokoh di beberapa desa," ungkap Syaiful kemarin.
Lailul Ilham, caleg terpilih PKB di dapil III pada 2004, kini memilih mengendarai PKNU. Partai yang berkantor di Jalan Gunung Arjuno itu tampaknya tak mau kehilangan kursi yang telah diperoleh Lailul. Buktinya, PKNU tetap menempatkan Lailul di nomor urut pertama di dapil III. Di nomor urut dua ada Yasin disusul Wafir Mawardi dan Hosnadi Romli.
Sekjen PKNU Dadang Wigiarto mengaku optimistis para calegnya mampu memperoleh kursi di DPRD. "Kalau targetnya, kursi bisa nambah. Tapi minimal bisa mempertahankan," tegasnya.
Sementara Partai Golkar menempatkan enam caleg di dapil III. Posisi pertama ditempati Aisyah Sriwartini. Strategi sama juga diberlakukan DPC PDIP. Parpol yang dipimpin Didiet Subagyo itu juga berencana menerjunkan enam caleg.
Partai Demokrat lebih optimistis. Parpol yang dipimpin Ismunarso itu berani menurunkan delapan caleg. Di nomor urut pertama Sahlawi alias H Lukman Shafi, kedua Hasanudin, dan ketiga Indah Mei Astuti.(pri/irw)
Selasa, 02 September 2008
Caleg DPW PPP Banten Urunan Infaq 10 Juta/orang
SERANG - Seluruh calon legislatif (Caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang didaftarkan oleh Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2L) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Banten ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dipungut iuran sebesar Rp 10 juta.
Menurut Wakil Sekretaris DPW PPP Banten yang juga Wakil Sekretaris LP2L, E Hafadzhah, iuran yang diminta oleh DPW kepada seluruh Caleg yang didaftarkan ke KPU sebanyak 70 orang lebih terebut telah menyanggupi sebagai dana infak.
Diungkapkan oleh Caleg dari pemilihan Kabupaten/Kota Serang ini, iuran yang diminta untuk pemenangan Pemilu bertujuan baik, karena dalam meraih suara dalam Pemilu 2009 mendatang DPW PPP Banten telah menetapkan target lebih besar dari nasional yakni sebesar 20 persen perolehen kursi di legislatif.
“Saya tidak keberatan, toh pada akhirnya dana yang dikumpulkan dari teman-teman juga digunakan untuk kepentingan bersama, dan pungutan itu semuanya rata, dari Caleg nomor urur pertama sampai terajhir besarnya sama, karena kita menggunakan suara terbanyak bukan omor urut,” tandas dia.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Biro Perencanaan dan Pengendalian Program, DPW PPP Banten, Ahmad Jajuli. Menurutnya, uang itu digunakan untuk kepentingabersama bukan orang perorang atau kelompok tertentu. “Bukan bayaran apa-apa, tapi infak buat partai,” terangnya.
Iuran atau infak yang biasa dipungut oleh DPW PPP Banten ini katanya berbeda dari Pemilu-pemilu sebelumnya. Pasalnya untuk iuran kampanye Pemilu 2009 mendatang, Caleg tidak bisa menguangkanya kembali, jika dalam proses perjalanannya tidak terpilih sebagai wakil rakyat.
“Kalau Pemilu sebelumnya, Caleg yang kalah dapat memperoleh kembali infaknya, tidak dengans ekarang, terpilih atau tidak terpilih infak Rp 10 juta itu tidak bisa diambil lagi, karena setelah Caleg menyerahkan infak maka secara sepenuhnya uang itu milik DPW,” terang dia. (nr)
Menurut Wakil Sekretaris DPW PPP Banten yang juga Wakil Sekretaris LP2L, E Hafadzhah, iuran yang diminta oleh DPW kepada seluruh Caleg yang didaftarkan ke KPU sebanyak 70 orang lebih terebut telah menyanggupi sebagai dana infak.
Diungkapkan oleh Caleg dari pemilihan Kabupaten/Kota Serang ini, iuran yang diminta untuk pemenangan Pemilu bertujuan baik, karena dalam meraih suara dalam Pemilu 2009 mendatang DPW PPP Banten telah menetapkan target lebih besar dari nasional yakni sebesar 20 persen perolehen kursi di legislatif.
“Saya tidak keberatan, toh pada akhirnya dana yang dikumpulkan dari teman-teman juga digunakan untuk kepentingan bersama, dan pungutan itu semuanya rata, dari Caleg nomor urur pertama sampai terajhir besarnya sama, karena kita menggunakan suara terbanyak bukan omor urut,” tandas dia.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Biro Perencanaan dan Pengendalian Program, DPW PPP Banten, Ahmad Jajuli. Menurutnya, uang itu digunakan untuk kepentingabersama bukan orang perorang atau kelompok tertentu. “Bukan bayaran apa-apa, tapi infak buat partai,” terangnya.
Iuran atau infak yang biasa dipungut oleh DPW PPP Banten ini katanya berbeda dari Pemilu-pemilu sebelumnya. Pasalnya untuk iuran kampanye Pemilu 2009 mendatang, Caleg tidak bisa menguangkanya kembali, jika dalam proses perjalanannya tidak terpilih sebagai wakil rakyat.
“Kalau Pemilu sebelumnya, Caleg yang kalah dapat memperoleh kembali infaknya, tidak dengans ekarang, terpilih atau tidak terpilih infak Rp 10 juta itu tidak bisa diambil lagi, karena setelah Caleg menyerahkan infak maka secara sepenuhnya uang itu milik DPW,” terang dia. (nr)
Kalah Pilkada, PPP Temanggung Genjot Semangat di 2009
Banyak parpol kekurangan caleg
Caleg PPP Lebih Banyak dari Golkar, PKB dan PDIP.
Temanggung di kenal sebagai Basis Partai Golkar, Kandang Banteng/PDIP dan Lumbung suara bagi PPP.Di 2009 Rivalitas ketiga parpol ini masih akan terjadi dan diprediksi masih akan sangat seru, melihat hasil pilkada kemarin dimana terjadi selisih suara yang sangat tipis dari 3 Kandidat yang masing masing diusung Golkar/PAN, PDIP/PKB dan PPP/P.Demokrat dan PKS.
Khusus bagi PKB yang sedang dirundung masalah justru menjadikan peluang bagi PPP untuk mempercantik gerak langkah PPP Temanggung.
Terjadi ketimpangan, sejumlah parpol telah memasang caleg dalam jumlah banyak dan sejumlah parpol lainnya malah kekurangan caleg dan terancam tidak bisa menempatkan caleg di daerah pemilihan (dapil). Karena kekurangan calon legislatif (caleg), membuat sejumlah partai politik (parpol) peserta pemilu 2009 tidak bisa menempatkan calegnya di sejumlah daerah pemilihan (Dapil) wilayah Kabupaten Temanggung, yang terbagi 6 Dapil.
"Jika calegnya kurang dari enam, praktis parpol tersebut tidak dapat menempatkan calegnya di semua DP yang terbagi dalam enam DP," katanya. Sedangkan partai besar seperti PDIP (43 caleg), Partai Golkar (34 caleg), PKB (27 caleg), PAN (27 caleg), Partai Demokrat (32 caleg), PPP (47 caleg) serta PKS (51 caleg) dapat menempatkan para calegnya di semua dapil.
Caleg PPP Lebih Banyak dari Golkar, PKB dan PDIP.
Temanggung di kenal sebagai Basis Partai Golkar, Kandang Banteng/PDIP dan Lumbung suara bagi PPP.Di 2009 Rivalitas ketiga parpol ini masih akan terjadi dan diprediksi masih akan sangat seru, melihat hasil pilkada kemarin dimana terjadi selisih suara yang sangat tipis dari 3 Kandidat yang masing masing diusung Golkar/PAN, PDIP/PKB dan PPP/P.Demokrat dan PKS.
Khusus bagi PKB yang sedang dirundung masalah justru menjadikan peluang bagi PPP untuk mempercantik gerak langkah PPP Temanggung.
Terjadi ketimpangan, sejumlah parpol telah memasang caleg dalam jumlah banyak dan sejumlah parpol lainnya malah kekurangan caleg dan terancam tidak bisa menempatkan caleg di daerah pemilihan (dapil). Karena kekurangan calon legislatif (caleg), membuat sejumlah partai politik (parpol) peserta pemilu 2009 tidak bisa menempatkan calegnya di sejumlah daerah pemilihan (Dapil) wilayah Kabupaten Temanggung, yang terbagi 6 Dapil.
"Jika calegnya kurang dari enam, praktis parpol tersebut tidak dapat menempatkan calegnya di semua DP yang terbagi dalam enam DP," katanya. Sedangkan partai besar seperti PDIP (43 caleg), Partai Golkar (34 caleg), PKB (27 caleg), PAN (27 caleg), Partai Demokrat (32 caleg), PPP (47 caleg) serta PKS (51 caleg) dapat menempatkan para calegnya di semua dapil.
Caleg PPP Baubau Berdasarkan Suara Terbanyak
BAUBAU, KEPRES-DPC PPP Kota Baubau dalam rapat pleno yang dihadiri oleh pengurus harian dan seluruh calon anggota legislative (Caleg) di semua Daerah Pemilihan (Dapil) kemarin akhirnya juga menetapkan calon terpilih anggota DPRD Kota Baubau periode 2009-2014 berdasarkan suara terbanyak bukan berdasarkan nomor urut.
Demikian dikatakan ketua DPC PPP Kota Baubau Drs MZ Amirul Tamim M Si ketika ditemui usai rapat pleno di secretariat DPC PPP Kota Baubau.
Menurut Amirul, langkah DPC PPP Kota Baubau melakukan penetapan suara terbanyak tersebut sudah sesuai dengan keputusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sultra yang juga menetapkan suara terbanyak. Hal ini berdasarkan pertimbangan karena potensi semua Caleg sama.
Kemudian, untuk asas keadilan penetapan suara terbanyak lebih obyektif dibandingkan dengan nomor urut. Disamping itu, mencermati kondisi masyarakat yang ada sekarang ini ternyata banyak yang menghendaki agar Calon terpilih ditetapkan berdasarkan suara terbanyak."Keputusan ini ternyata disambut baik oleh semua komponen,"ujarnya
Sedangkan mengenai kuota perempuan, Amirul mengakui sangat memperhatikan kaum perempuan. Hal ini terbukti dalam daftar nama-nama Caleg anggota DPRD Kota Baubau periode 2009-2014 juga terdapat Caleg perempuan.
Lebih Lanjut dijelaskan, dalam Pemilu 2009 mendatang, DPC PPP Baubau menargetkan akan meraih suara yang sebanyak-banyaknya di DPRD Kota Baubau. Oleh sebab itu, untuk mencapai target tersebut maka caleg-caleg dari DPC PPP Baubau mencerminkan semua unsure yakni dari mantan birokrasi, aktivis, ulama, budayawan, kekuatan gender dan komponen pemuda."Dengan menggabungkan semua kekuatan yang ada maka akan bisa bersinergi dengan dinamika pembangunan yang digalakkan karena semua unsure ada,"jelas orang nomor satu di Kota Baubau ini.
Walikota Pantau Penyetoran Berkas Caleg Hari Terakhir
BAUBAU, KEPRES-Ditengah kesibukannya yang seabrek, Walikota Baubau Drs
MZ Amirul Tamim M Si masih menyempatkan diri untuk memantau hari
terakhir penyetoran berkas Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota
Baubau di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Baubau Selasa malam
(19/8) sekitar pukul 22 00 wita.
Namun demikian, kedatangan ketua DPC PPP Kota Baubau yang didampingi
beberapa Caleg DPC PPP Baubau diantaranya H Ali Jana, Ir Ali Imran, Ir
H Ridwan, dan H Marwan tidak begitu lama karena usai memantau kondisi
di lapangan langsung pulang menuju rujab Walikota.
Kepada Wartawan Koran ini, Wakil ketua DPC PPP Kota Baubau Ir Ali
Imran mengungkapkan, kedatangan Amirul Tamin di KPU Baubau selain
untuk memantau proses penyetoran berkas hari terakhir juga untuk
memberikan support kepada Caleg DPRD Kota Baubau yang menyerahkan
berkas pada hari terakhir di KPU Baubau.
Menurut Ali Imran, sebelum berkas Caleg dari DPC PPP Baubau disetor ke
KPU Baubau maka panitia penyusunan Caleg yang dinamakan Lajnah DPC PPP
Baubau terlebih dahulu melakukan rapat untuk menyusun nama-nama Caleg
yang akan disetor ke KPU Baubau yang dipimpin oleh ketua DPC PPP
Baubau Amirul Tamim.
DPC PPP Baubau ungkap anggota DPRD Kota Baubau ini tetap konsisten
dengan hasil rapat dengan seluruh jajaran pengurus yakni tetap
menggunakan suara terbanyak untuk duduk sebagai anggota DPRD Kota
Baubau periode 2009-2014 mewakili PPP. Bahkan, saat penyetoran berkas
Caleg ke KPU Baubau masing-masing Caleg menandatangi pernyataan siap
mundur jika Caleg yang mempunyai nomor urut bagus tak memenuhi suara
terbanyak."Saya sendiri bersama sekretaris DPC PPP Baubau H Ali Jana
ditempatkan pada nomor urut tiga sebagai Caleg di Dapil
Wolio-Kokalukuna dan Murhum Betoambari. Dan ini merupakan bukti
keseriusan DPC PPP Baubau untuk menerapkan suara terbanyak dalam
Pemilu Legislatif 2009 mendatang,"ungkapnya.
Demikian dikatakan ketua DPC PPP Kota Baubau Drs MZ Amirul Tamim M Si ketika ditemui usai rapat pleno di secretariat DPC PPP Kota Baubau.
Menurut Amirul, langkah DPC PPP Kota Baubau melakukan penetapan suara terbanyak tersebut sudah sesuai dengan keputusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sultra yang juga menetapkan suara terbanyak. Hal ini berdasarkan pertimbangan karena potensi semua Caleg sama.
Kemudian, untuk asas keadilan penetapan suara terbanyak lebih obyektif dibandingkan dengan nomor urut. Disamping itu, mencermati kondisi masyarakat yang ada sekarang ini ternyata banyak yang menghendaki agar Calon terpilih ditetapkan berdasarkan suara terbanyak."Keputusan ini ternyata disambut baik oleh semua komponen,"ujarnya
Sedangkan mengenai kuota perempuan, Amirul mengakui sangat memperhatikan kaum perempuan. Hal ini terbukti dalam daftar nama-nama Caleg anggota DPRD Kota Baubau periode 2009-2014 juga terdapat Caleg perempuan.
Lebih Lanjut dijelaskan, dalam Pemilu 2009 mendatang, DPC PPP Baubau menargetkan akan meraih suara yang sebanyak-banyaknya di DPRD Kota Baubau. Oleh sebab itu, untuk mencapai target tersebut maka caleg-caleg dari DPC PPP Baubau mencerminkan semua unsure yakni dari mantan birokrasi, aktivis, ulama, budayawan, kekuatan gender dan komponen pemuda."Dengan menggabungkan semua kekuatan yang ada maka akan bisa bersinergi dengan dinamika pembangunan yang digalakkan karena semua unsure ada,"jelas orang nomor satu di Kota Baubau ini.
Walikota Pantau Penyetoran Berkas Caleg Hari Terakhir
BAUBAU, KEPRES-Ditengah kesibukannya yang seabrek, Walikota Baubau Drs
MZ Amirul Tamim M Si masih menyempatkan diri untuk memantau hari
terakhir penyetoran berkas Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota
Baubau di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Baubau Selasa malam
(19/8) sekitar pukul 22 00 wita.
Namun demikian, kedatangan ketua DPC PPP Kota Baubau yang didampingi
beberapa Caleg DPC PPP Baubau diantaranya H Ali Jana, Ir Ali Imran, Ir
H Ridwan, dan H Marwan tidak begitu lama karena usai memantau kondisi
di lapangan langsung pulang menuju rujab Walikota.
Kepada Wartawan Koran ini, Wakil ketua DPC PPP Kota Baubau Ir Ali
Imran mengungkapkan, kedatangan Amirul Tamin di KPU Baubau selain
untuk memantau proses penyetoran berkas hari terakhir juga untuk
memberikan support kepada Caleg DPRD Kota Baubau yang menyerahkan
berkas pada hari terakhir di KPU Baubau.
Menurut Ali Imran, sebelum berkas Caleg dari DPC PPP Baubau disetor ke
KPU Baubau maka panitia penyusunan Caleg yang dinamakan Lajnah DPC PPP
Baubau terlebih dahulu melakukan rapat untuk menyusun nama-nama Caleg
yang akan disetor ke KPU Baubau yang dipimpin oleh ketua DPC PPP
Baubau Amirul Tamim.
DPC PPP Baubau ungkap anggota DPRD Kota Baubau ini tetap konsisten
dengan hasil rapat dengan seluruh jajaran pengurus yakni tetap
menggunakan suara terbanyak untuk duduk sebagai anggota DPRD Kota
Baubau periode 2009-2014 mewakili PPP. Bahkan, saat penyetoran berkas
Caleg ke KPU Baubau masing-masing Caleg menandatangi pernyataan siap
mundur jika Caleg yang mempunyai nomor urut bagus tak memenuhi suara
terbanyak."Saya sendiri bersama sekretaris DPC PPP Baubau H Ali Jana
ditempatkan pada nomor urut tiga sebagai Caleg di Dapil
Wolio-Kokalukuna dan Murhum Betoambari. Dan ini merupakan bukti
keseriusan DPC PPP Baubau untuk menerapkan suara terbanyak dalam
Pemilu Legislatif 2009 mendatang,"ungkapnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
