"Sepertinya PPP Aceh akan -bermain sendirian- dalam memperebutkan suara kaum Nahdliyin di wilayah NAD, kemudian PPP akan mayoritas mendapat dukungan dari ulama-ulama dan warga PERTI.Kaum Islam Modernis-Eks Masyumi Muhammadiyahpun tidak sedikit yang akan berjuangan bersama PPP NAD"
JAKARTA - Pertarungan calon anggota legislatif (caleg) asal Aceh memperebutkan kursi DPR RI diperkirakan bakal seru. Partai politik peserta Pemilu 2009 telah mengambil sikap ancang-ancang dengan menempatkan kader terbaiknya, terdiri dari wajah-wajah lama dan baru. Mereka saling berebut pengaruh untuk mendulang suara rakyat Aceh yang terbagi kepada daerah pemilihan (Dapil) I dan Dapil II. Pemilu 2009, jatah kursi Aceh 13 buah, sama seperti Pemilu 2004.
Dapil I terdiri dari Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya (Abdya), Singkil, Kota Subulussalam, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Simeulue. Dapil II meliputi Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Lhokseumawe, Aceh Utara, Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
Partai Golkar umpamanya, mengusulkan 15 orang caleg. Di antara tokoh yang diusulkan tertera nama Sayed Fuad Zakaria (Ketua DPRA) dan Marzuki Daud, masing-masing menempati urutan satu dari Dapil I dan Dapil II. Daftar selengkapnya adalah, Sayed Fuad Zakaria, Dina Risjad, H Jauharuddin Harmay, Lukman CM, Drs H Azhari Basyar, Dra Hj Amna Yusra, Ridwan Nyak Ben, Andi Sinulingga dari Dapil I. Selanjutnya Dapil NAD II menempatkan Drs H Marzuki Daud, Mahreje Wahab, Ir Sharmila, M.Si, HM John Sanova, T Pribadi, Dra Hj Fariawati, dan Drs Kaharuddin Syah.
Dari PAN, Dapil I Azwar Abubakar, Yusrizal, M Madya Akbar, Said Mustafa, TAF Haikal, T Bustami Puteh, HK. Zainal Arifin, dan Firia S.Ag. Dapil II Tarmidinsyah Abubakar, Waisul Qarani Aly, Ferry Soraya, Said Jamalud, H Asrul Abbas SE, Mustafa Kamal, dan Khairul Najmi.
Usulan Partai Demokrat (PD) seperti disebutkan Korwil Aceh Mirwan Amir, Dapil I T Riefky Harsya, Nova Iriansyah, TM Qadafi, Padlullah, Ali Yacob. Dapil II Mirwan Amir, Azhari, Desiyanti Amal, Teuku Irwan, Muslim, Siska, T.Candra.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seperti dikatakan tokohnya, M Nasir Djamil, dari Dapil I terdiri dari M Nasir Djamil, HM Ihsan BA, Hayati SSi, HM Rizal SE, Shalihin, Ahmad SE, Andi Qadariah, M Ferous, Munandar S.Ag. Dapil II: H Raihan Iskandar LC, Andi Salahuddin SE, Sri Suryani S.Si, M Azhar ST, Yiyi Hisyiah S.Ag, Sutrinawati SE,
Informasi yang dihimpun dari Wakil Sekjen DPP PPP, T Taufiqulhadi menyebutkan, Dapil I diusulkan Faisal Amin, Fachruddin, Rukiah Ibrahim Naim, Sofyan Sawang, T Zulfikar Thaib, Hilman Ismail, Tgk Yusri, Asfifuddin, SH, MH. Dapil II T Taufiqulhadi, Nurdahri Ibrahim Naim, Tgk Zainal Abidin, DR Muchtar Aziz, Trinovakandi, Ismail Berdan SH, Mustafa A Glanggang.
Ketua DPD PDI Perjuangan NAD, Karimun Usman menyatakan dirinya akan maju kembali ke Senayan dari Dapil II bersama-sama Zulkifli Budiman, Meyni Karolina, Erwin Mega, Ir Clara, Ir M Nasir.Sedangkan Dapil I dimajukan Zaini Djalil, Imran, Cut Nana/Cut Rahmiati, Dapil II Karimun Usman,
Partai Bintang Reformasi (PBR) akan tetap memasang “wajah lama” Zainal Abidin Hussein di Dapil II bersama caleg lain Irma dan Toni Lesmana. Dapil I Ibrahim Saleh, Drs Tgk Yacob, dan Dra Hj Syarifah Syahrial.(fik)
1.Faisak Amin : Ketua DPW PPP NAD, Ketua PERTI
2.Tgk Taufiqulhadi : Wasekjen DPP PPP, petinngi Media Indonesia.
3.Rukaiyah Ibrahim Naim : Keua PW Muslimat NU NAD
4.Hilman Ismail : Putra Alm Buya Ismail Metareum
Jumat, 05 September 2008
Kamis, 04 September 2008
Wajah Lama Caleg DPRD Bengkulu
Caleg Didominasi Wajah Lama
BENGKULU – Peta politik di Bengkulu yang akan menduduki kursi di DPR/DPRD untuk lima tahun ke depan tidak banyak mengalami perubahan. Pasalnya, wajah-wajah lama di masing-masing partai masih mendominasi pada daftar caleg yang diserahkan ke KPU tadi malam. Baik untuk provinsi maupun kabupaten/kota.
Di tubuh PDIP misalnya, Ketua DPD PDIP, Dirwan Mahmud yang kini dicalonkan sebagai Cagub BS menempati posisi nomor satu di Seluma.
Sementara Bengkulu Selatan dan Kaur masih tetap dipegang Elza S. Zarkandi. Sementara Inda Fajarwati yang semula akan dicalonkan menjadi nomor satu di Bengkulu Utara pun akhirnya justru dapat posisi nomor dua di Seluma. Karena posisi nomor satu di BU tetap dipercayakan pada Syafrianto Daud yang posisinya kini menjabat Ketua DPRD Bengkulu Utara.
Bagaimana dengan nasib Drs Suardi Bahrun, SH mantan Ketua DPD PDIP yang dipecat Megawati? Mantan calon walikota Bengkulu ini terdepak. Suardi tak lagi mendapat posisi baik di DPR RI maupun di DPRD Provinsi. Karena Caleg No. 1 DPR RI dari PDIP adalah Abdul Hakim dari Garuda Nusantara. Sementara anggota DPR RI saat ini, Dra. Elva Hartati malah turun gunung dengan menjadi Caleg No. 1 dari Kota Bengkulu.
Menurut Sekretaris DPD PDIP, Ismail Saleh, S.Pt turunnya Elva ini memang mendapat tugas khusus dari DPP dengan alasan untuk memperbaiki kondisi partai di masyarakat. Sementara orang dekat Suardi, HM. Sidonaris malah menjadi Caleg No. 2 di DP Rejang Lebong dan Lebong, sementara posisi nomor satu justru dipegang Fatrolazi.
“SK pencalegan ini diteken oleh DPP. Apa pun keputusan DPP kita terima dan jalankan sesuai dengan mekanisme partai. Untuk Caleg DPR RI kita baru terima informasi, belum terima SK resminya. Untuk sementara ini pak Suardi tidak nyalon. Kita dari DPD tidak bisa mengubah nomor urut atau nama Caleg, karena kopi SK ditembuskan ke KPU Pusat dan KPU Provinsi.
sehingga KPU berhak untuk mencoret Caleg yang tidak sesuai dengan SK yang sudah dibuat oleh DPP,” ungkap Ismail. PDIP tidak menganut suara terbanyak dan tidak 30 persen BPP. Tetapi menganut 15 persen BPP. Artinya, walaupun Cuma mencapai 15 persen BPP langsung ditetapkan jadi caleg terpilih. “Ini kebijakan partai untuk menghargai pengurus dan tokoh partai yang telah berjuang membesarkan partai,” ujar Ismail.
Sementara perubahan konsetalasi di tubuh Partai Golkar tidak begitu terlihat. Karena wajah-wajah lama masih menghiasi 7 DP tingkat provinsi. Misalnya Drs. H. Anuar Razali masih tetap mencalon dari Mukomuko, Hj. Chaizzurani Anwar juga tetap mengambil DP Kota Bengkulu. Sedang di DP Seluma, masih dipegang oleh Salehan.
H. Azkan Effendi Salam di Bengkulu Utara. Berbeda dengan Budi Darnawansyah, SE yang sebelumnya mengambil DP Rejang Lebong dan Lebong kini justru pindah ke Kepahiang. Sebab Kurnia Utama, B.Sc tetap berada di DP Rejang Lebong dan Lebong. Satu-satunya wajah baru adalah di DP Bengkulu Selatan. Nomor urut 1 dipercaya kepada Ketua AMPG Provinsi, Anferiliza.
Nah, menariknya di tubuh Partai Demokrat, partai yang digawangi Agusrin M. Najamudin ini justru mencalonkan Drs. H. Bahrullah Abbas, MA untuk Caleg No. 1 DP Bengkulu Selatan-Kaur. Sedangkan DP Rejang Lebong dan Lebong diserahkan ke Ir. Reza Nisbah. Harry A. Aksa yang sebelumnya masuk dari DP Kota tahun ini tidak mencalon lagi.
Di DP Bengkulu Utara, Caleg No 1 dipegang Sukmar Nery. Sedangkan Kepahiang, ada Firdaus Jailani. Sementara, di DP Seluma tercatat nana Elmi Supiati dan DP Mukomuko dipercayai kepada Ketua DPC Partai Demokrat Mukomuko, Ir. Muharamin.
Tak kalah menarik, di daftar Caleg PPP, Wabup Bengkulu Selatan, Jani Hairin ditempatkan di DP Seluma. Sedangkan Sekretaris DPW PPP Bengkulu, H. Ihsan Nahromi, Lc, MA maju dari Bengkulu Utara. Dari DP Kota, tercatat nama Marhan, SE. DP Rejang Lebong-Lebong Alfandi. Di DP Kepahiang, diserahkan kepada Dra. Nuryana. DP Mukomuko Ir. Anton Hidayat dan DP Bengkulu Selatan – Kaur, Teddy Murizal.
Untuk PKS, daftar Caleg DPRD Provinsi menurunkan kombinasi wajah baru dengan lama. Seperti di Kota, ada nama Dedi Haryono dan Basuki Ali Subagyo. DP Bengkulu Utara ada Elvis Bakri dan Ahmad Zarkasi, SP. Rejang Lebong-Lebong masih dipegang Lukman. Seluma Siswandi, Mukomuko Yudi Abdul Majid, Kepahiang Heri Harjoni.
Partai Barisan Nasional (Barnas), Ibrahim Ratin Bengkulu Utara. Untuk Kota Soeharto, Ketua PMJB Kota. Juga ada nama politisi Golkar, Anna Zurainah S.Sos untuk DP Bengkulu Selatan-Kaur. Ir. Suwandi Masri DP Seluma. Ir. H. Sudirman Soleh tokoh Mukomuko. Kepahiang, Hadi Ahdani SP dan Rejang Lebong Joni Indra.
Mantan Cagub, H Muslihan DS juga maju pada Pemilu Legislatif mendatang. Mantan Bupati RL ini mengambil DP Rejang Lebong untuk mencalon menjadi anggota DPRD Provinsi. Di Partai Hanura pimpinan Muslihan ini juga ada Mirin Saklimah turun di DP Kepahiang, dan Julian Hero Napti untuk DP Kota Bengkulu.
BENGKULU – Peta politik di Bengkulu yang akan menduduki kursi di DPR/DPRD untuk lima tahun ke depan tidak banyak mengalami perubahan. Pasalnya, wajah-wajah lama di masing-masing partai masih mendominasi pada daftar caleg yang diserahkan ke KPU tadi malam. Baik untuk provinsi maupun kabupaten/kota.
Di tubuh PDIP misalnya, Ketua DPD PDIP, Dirwan Mahmud yang kini dicalonkan sebagai Cagub BS menempati posisi nomor satu di Seluma.
Sementara Bengkulu Selatan dan Kaur masih tetap dipegang Elza S. Zarkandi. Sementara Inda Fajarwati yang semula akan dicalonkan menjadi nomor satu di Bengkulu Utara pun akhirnya justru dapat posisi nomor dua di Seluma. Karena posisi nomor satu di BU tetap dipercayakan pada Syafrianto Daud yang posisinya kini menjabat Ketua DPRD Bengkulu Utara.
Bagaimana dengan nasib Drs Suardi Bahrun, SH mantan Ketua DPD PDIP yang dipecat Megawati? Mantan calon walikota Bengkulu ini terdepak. Suardi tak lagi mendapat posisi baik di DPR RI maupun di DPRD Provinsi. Karena Caleg No. 1 DPR RI dari PDIP adalah Abdul Hakim dari Garuda Nusantara. Sementara anggota DPR RI saat ini, Dra. Elva Hartati malah turun gunung dengan menjadi Caleg No. 1 dari Kota Bengkulu.
Menurut Sekretaris DPD PDIP, Ismail Saleh, S.Pt turunnya Elva ini memang mendapat tugas khusus dari DPP dengan alasan untuk memperbaiki kondisi partai di masyarakat. Sementara orang dekat Suardi, HM. Sidonaris malah menjadi Caleg No. 2 di DP Rejang Lebong dan Lebong, sementara posisi nomor satu justru dipegang Fatrolazi.
“SK pencalegan ini diteken oleh DPP. Apa pun keputusan DPP kita terima dan jalankan sesuai dengan mekanisme partai. Untuk Caleg DPR RI kita baru terima informasi, belum terima SK resminya. Untuk sementara ini pak Suardi tidak nyalon. Kita dari DPD tidak bisa mengubah nomor urut atau nama Caleg, karena kopi SK ditembuskan ke KPU Pusat dan KPU Provinsi.
sehingga KPU berhak untuk mencoret Caleg yang tidak sesuai dengan SK yang sudah dibuat oleh DPP,” ungkap Ismail. PDIP tidak menganut suara terbanyak dan tidak 30 persen BPP. Tetapi menganut 15 persen BPP. Artinya, walaupun Cuma mencapai 15 persen BPP langsung ditetapkan jadi caleg terpilih. “Ini kebijakan partai untuk menghargai pengurus dan tokoh partai yang telah berjuang membesarkan partai,” ujar Ismail.
Sementara perubahan konsetalasi di tubuh Partai Golkar tidak begitu terlihat. Karena wajah-wajah lama masih menghiasi 7 DP tingkat provinsi. Misalnya Drs. H. Anuar Razali masih tetap mencalon dari Mukomuko, Hj. Chaizzurani Anwar juga tetap mengambil DP Kota Bengkulu. Sedang di DP Seluma, masih dipegang oleh Salehan.
H. Azkan Effendi Salam di Bengkulu Utara. Berbeda dengan Budi Darnawansyah, SE yang sebelumnya mengambil DP Rejang Lebong dan Lebong kini justru pindah ke Kepahiang. Sebab Kurnia Utama, B.Sc tetap berada di DP Rejang Lebong dan Lebong. Satu-satunya wajah baru adalah di DP Bengkulu Selatan. Nomor urut 1 dipercaya kepada Ketua AMPG Provinsi, Anferiliza.
Nah, menariknya di tubuh Partai Demokrat, partai yang digawangi Agusrin M. Najamudin ini justru mencalonkan Drs. H. Bahrullah Abbas, MA untuk Caleg No. 1 DP Bengkulu Selatan-Kaur. Sedangkan DP Rejang Lebong dan Lebong diserahkan ke Ir. Reza Nisbah. Harry A. Aksa yang sebelumnya masuk dari DP Kota tahun ini tidak mencalon lagi.
Di DP Bengkulu Utara, Caleg No 1 dipegang Sukmar Nery. Sedangkan Kepahiang, ada Firdaus Jailani. Sementara, di DP Seluma tercatat nana Elmi Supiati dan DP Mukomuko dipercayai kepada Ketua DPC Partai Demokrat Mukomuko, Ir. Muharamin.
Tak kalah menarik, di daftar Caleg PPP, Wabup Bengkulu Selatan, Jani Hairin ditempatkan di DP Seluma. Sedangkan Sekretaris DPW PPP Bengkulu, H. Ihsan Nahromi, Lc, MA maju dari Bengkulu Utara. Dari DP Kota, tercatat nama Marhan, SE. DP Rejang Lebong-Lebong Alfandi. Di DP Kepahiang, diserahkan kepada Dra. Nuryana. DP Mukomuko Ir. Anton Hidayat dan DP Bengkulu Selatan – Kaur, Teddy Murizal.
Untuk PKS, daftar Caleg DPRD Provinsi menurunkan kombinasi wajah baru dengan lama. Seperti di Kota, ada nama Dedi Haryono dan Basuki Ali Subagyo. DP Bengkulu Utara ada Elvis Bakri dan Ahmad Zarkasi, SP. Rejang Lebong-Lebong masih dipegang Lukman. Seluma Siswandi, Mukomuko Yudi Abdul Majid, Kepahiang Heri Harjoni.
Partai Barisan Nasional (Barnas), Ibrahim Ratin Bengkulu Utara. Untuk Kota Soeharto, Ketua PMJB Kota. Juga ada nama politisi Golkar, Anna Zurainah S.Sos untuk DP Bengkulu Selatan-Kaur. Ir. Suwandi Masri DP Seluma. Ir. H. Sudirman Soleh tokoh Mukomuko. Kepahiang, Hadi Ahdani SP dan Rejang Lebong Joni Indra.
Mantan Cagub, H Muslihan DS juga maju pada Pemilu Legislatif mendatang. Mantan Bupati RL ini mengambil DP Rejang Lebong untuk mencalon menjadi anggota DPRD Provinsi. Di Partai Hanura pimpinan Muslihan ini juga ada Mirin Saklimah turun di DP Kepahiang, dan Julian Hero Napti untuk DP Kota Bengkulu.
Rabu, 03 September 2008
Tiga Kader PAN Balikpapan Pindah Partai ,1 ke PPP
Tiga Anggota DPRD PAN Loncat ke Parpol Lain
BALIKPAPAN – Tiga kader PAN di DPRD Balikpapan yakni Joko Suseno, Jumrani dan Suprihatin memutuskan loncat ke Parpol lain. Ketiganya diketahui mendaftar jadi calon anggota legislatif (Caleg) Partai Matahari Bangsa, PPP dan PDIP. Hal itu diakui Panitia Pendaftararan Caleg KPUD Balikpapan Marola kepada Koran Kaltim siang kemarin.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Badan Kehormatan (BK) DPRD Balikpapan Muhammad mengatakan pihaknya belum menindaklanjuti masalah tersebut karena masih menunggu laporan resmi baik Parpol bersangkutan maupun masyarakat. Sebab persoalan ini menurutnya menyangkut etika partai. “Kalau ada laporan dari masyarakat kami akan tindaklanjuti,” kata Muhammad dua hari lalu.
Dari 40 anggota DPRD Balikpapan terbagi dalam 4 fraksi yakni PPP, PKS, Partai Golkar dan Suara Rakyat. Ketiga kader PAN tersebut bergabung di Fraksi Suara Rakyat. Namun sejauh ini Ketua DPC PAN Balikpapan Jamal Al Rasyid belum bisa dikonfirmasi karena telepon selulernya tak ak
BALIKPAPAN – Tiga kader PAN di DPRD Balikpapan yakni Joko Suseno, Jumrani dan Suprihatin memutuskan loncat ke Parpol lain. Ketiganya diketahui mendaftar jadi calon anggota legislatif (Caleg) Partai Matahari Bangsa, PPP dan PDIP. Hal itu diakui Panitia Pendaftararan Caleg KPUD Balikpapan Marola kepada Koran Kaltim siang kemarin.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Badan Kehormatan (BK) DPRD Balikpapan Muhammad mengatakan pihaknya belum menindaklanjuti masalah tersebut karena masih menunggu laporan resmi baik Parpol bersangkutan maupun masyarakat. Sebab persoalan ini menurutnya menyangkut etika partai. “Kalau ada laporan dari masyarakat kami akan tindaklanjuti,” kata Muhammad dua hari lalu.
Dari 40 anggota DPRD Balikpapan terbagi dalam 4 fraksi yakni PPP, PKS, Partai Golkar dan Suara Rakyat. Ketiga kader PAN tersebut bergabung di Fraksi Suara Rakyat. Namun sejauh ini Ketua DPC PAN Balikpapan Jamal Al Rasyid belum bisa dikonfirmasi karena telepon selulernya tak ak
PPP Banyuwangi Merapat ke NU, Bersaing dengan PKB dan PKNU
BANYUWANGI-Besarnya populasi warga NU di Banyuwangi menjadi magnet dan incaran partai-partai berhaluan nahdliyin. Mereka ramai-ramai mengklaim partainya didirikan para ulama. Bahkan menjadikan massa nahdliyin sebagai lumbung suara. Tiga partai tersebut adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPC PPP Banyuwangi Syamsul Arifin mengungkapkan, kedekatan partainya dengan para tokoh NU tidak dapat dipungkiri. Berdasarkan realitas yang ada, PPP dari hari ke hari tambah mesra dengan jajaran NU. Baik NU stuktural maupun kultural. Semua bagian yang tak terpisahkan dari PPP. ''Bahkan pada pada pemilu yang akan datang, banyak caleg yang langsung direkomendasi lewat organisasi badan otonom (Banom) NU. Itu fakta, bukan opini,'' tegas pria asal Kalibaru itu, kemarin.
Atas dasar itu, PPP yakin, bisa meraup suara lebih dari kantong-kantong warga NU dibanding Pemilu 2004, yang hanya empat kursi. Itu pula yang membuat PPP berani menarget sepuluh kursi pada pemilu nanti. "Ini saya kira realistis dan kami opmitistis bisa meraihnya,'' tutur anggota Komisi A DPRD Banyuwangi itu.
Apa yang ditarget PPP bukan sekadar slogan. Menurutnya, pengalaman pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim puturan I lalu telah membuktikannya. "Kalau kita nggak dekat NU, nggak mungkin KaJi (Khofifah Indar Parawansa-Mujiono) menang,'' tegas Syamsul.
Rasa optimistis juga disampaikan PKB. Sekretaris DPC PKB kubu Syafi'i Mustopa, Khusnan Abadi menegaskan, PKB dalam sejarahnya tidak hanya identik dengan NU. Keberadaannya memang dilahirkan para kiai NU. Berbekal restu para kiai NU, termasuk Gus Dur, PKB optimistis bisa mendulang suara lebih daripada Pemilu 2004. "Target kami, merebut satu hingga dua kursi lagi. Atau jika tidak, 16 kursi yang dimiliki PKB harus tetap bertahan,'' sumbar mantan ketua Panwas Pilbup Banyuwangi itu, kemarin.
Khusnan menggarisbawahi bahwa massa PKB menyebar di hampir seluruh daerah pemilihan (Dapil). Mulai dapil I hingga V, sebut dia, semua berpotensi menambah pundi-pundi suara PKB. "Suara terbesar kami memang warga NU. Namun, pemilih yang lain juga menjadi garapan kami,'' cetusnya.
PKNU tidak mau kalah. Meski sebagai pendatang baru, PKNU siap menggerogoti suara PPP dan PKB. "Kantong-kantong NU sudah kita jelajahi. Tiap-tiap dapil sudah kita sisir habis,'' tutur Wakil Sekretaris DPC PKNU Banyuwangi Achmad Sauki kemarin.
Sesumbar PKNU bukan hanya gertak sambal. Partai yang dinakhodai Khoirul Anam itu berjanji akan membuat kejutan pada Pemilu 2009. Tidak hanya empat atau lima kursi yang dipatok. Namun, PKNU berani menarget 12 kursi. "Basis massa kami jelas NU. Tapi, pemilih pemula juga tidak akan kami lupakan,'' tandas Sauki.
Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPC PPP Banyuwangi Syamsul Arifin mengungkapkan, kedekatan partainya dengan para tokoh NU tidak dapat dipungkiri. Berdasarkan realitas yang ada, PPP dari hari ke hari tambah mesra dengan jajaran NU. Baik NU stuktural maupun kultural. Semua bagian yang tak terpisahkan dari PPP. ''Bahkan pada pada pemilu yang akan datang, banyak caleg yang langsung direkomendasi lewat organisasi badan otonom (Banom) NU. Itu fakta, bukan opini,'' tegas pria asal Kalibaru itu, kemarin.
Atas dasar itu, PPP yakin, bisa meraup suara lebih dari kantong-kantong warga NU dibanding Pemilu 2004, yang hanya empat kursi. Itu pula yang membuat PPP berani menarget sepuluh kursi pada pemilu nanti. "Ini saya kira realistis dan kami opmitistis bisa meraihnya,'' tutur anggota Komisi A DPRD Banyuwangi itu.
Apa yang ditarget PPP bukan sekadar slogan. Menurutnya, pengalaman pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim puturan I lalu telah membuktikannya. "Kalau kita nggak dekat NU, nggak mungkin KaJi (Khofifah Indar Parawansa-Mujiono) menang,'' tegas Syamsul.
Rasa optimistis juga disampaikan PKB. Sekretaris DPC PKB kubu Syafi'i Mustopa, Khusnan Abadi menegaskan, PKB dalam sejarahnya tidak hanya identik dengan NU. Keberadaannya memang dilahirkan para kiai NU. Berbekal restu para kiai NU, termasuk Gus Dur, PKB optimistis bisa mendulang suara lebih daripada Pemilu 2004. "Target kami, merebut satu hingga dua kursi lagi. Atau jika tidak, 16 kursi yang dimiliki PKB harus tetap bertahan,'' sumbar mantan ketua Panwas Pilbup Banyuwangi itu, kemarin.
Khusnan menggarisbawahi bahwa massa PKB menyebar di hampir seluruh daerah pemilihan (Dapil). Mulai dapil I hingga V, sebut dia, semua berpotensi menambah pundi-pundi suara PKB. "Suara terbesar kami memang warga NU. Namun, pemilih yang lain juga menjadi garapan kami,'' cetusnya.
PKNU tidak mau kalah. Meski sebagai pendatang baru, PKNU siap menggerogoti suara PPP dan PKB. "Kantong-kantong NU sudah kita jelajahi. Tiap-tiap dapil sudah kita sisir habis,'' tutur Wakil Sekretaris DPC PKNU Banyuwangi Achmad Sauki kemarin.
Sesumbar PKNU bukan hanya gertak sambal. Partai yang dinakhodai Khoirul Anam itu berjanji akan membuat kejutan pada Pemilu 2009. Tidak hanya empat atau lima kursi yang dipatok. Namun, PKNU berani menarget 12 kursi. "Basis massa kami jelas NU. Tapi, pemilih pemula juga tidak akan kami lupakan,'' tandas Sauki.
Ratih Sanggarwati, Pensiun di Titik Kulminasi

Ratih Sanggarwati merasa cukup menikmati gemerlap kehidupan sebagai model. Kini di usia kepala empat, wanita asal Ngawi ini ingin menapaki babak baru, sebagai politikus. None Jakarta 1983 ini masuk bursa calon anggota legislatif dari PPP untuk daerah pemilihan (dapil) Surabaya dan Sidoarjo. “Tahun 1986 sampai 1997 ketika saya mengira sudah panen, ternyata itu sedang masa tanam. Panen saya justru di usia 40 tahun,” tuturnya saat ditemui belum lama ini.
Wanita yang akrab disapa Ratih Sang ini menegaskan, panen yang dimaksud sama sekali tidak berkait dengan materi. “Tetapi lebih pada respek orang. Dalam usia sekarang, saya merasa bisa memengaruhi orang, bisa membuat orang meyakini diri saya yang perempuan biasa jadi perempuan yang berdaya bagi banyak orang,” beber penulis buku tentang mode berjudul Tampil Anggun Dengan Busana Muslim Ala Ratih Sang ini.
Menurut Ratih, dirinya perlu waktu untuk memutuskan terjun ke dunia politik. Meski sudah dapat tawaran dari pucuk pimpinan PPP sejak lima tahun lalu, namun Puteri Photogenic Lux 1980 ini tidak langsung menerima. Setelah salat istikharah dan melakukan ibadah umrah, Ratih mengaku keyakinannya mulai tumbuh.
Tekad Ratih berpolitik kian bulat waktu sang suami, Isman Budisepta Zen yang semula keberatan kini turut memberi dukungan. “Tentu dengan sejumlah syarat, di antaranya perhatian pada anak-anak tidak boleh berkurang. Itu jelas tidak akan saya abaikan,” tandas ibunda Dhianya Nuasnigi Zen, Sanyadwia Ghinasni Zen, dan Danyafatima Hasnuagi Zen ini.
Sarjana Ekonomi Universitas Jayabaya ini berharap, kariernya di dunia politik bisa jadi titik kulminasi dalam rangkaian perjalanan hidupnya. “Saya mungkin akan pensiun di usia 55-56 tahun. Dan selagi masih ada waktu 10 tahun, saya ingin memanfaatkan waktu ini untuk sesuatu yang bisa berarti bagi masyarakat luas,” pungkas Ratih.
Puasa, Dua Kubu PPP HST Damai dan Siap Islah
BARABAI, BPOST - Momen Ramadan ternyata dimanfaatkan dua kubu dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) untuk mengakhiri konflik dualisme kepemimpinan di partai mereka.
Ketua DPC PPP HST versi SK DPP PPP0, Tajudin sudah memberi isyarat akan membuka pintu damai dengan rivalnya Hasbullah Nazar kubu yang berpegang pada hasil muscab.
"Demi langkah-langkah menyelamatkan partai kami siap berdamai agar bisa konsentrasi di pemilu nanti," katanya, Selasa (2/9).
Sikap yang sama juga diambil kubu Hasbullah. Menurut sekretarisnya damai adalah langkah terbaik bagi partai, meski demikian belum ada langkah taktis menuju islah. Kedua kubu menyatakan belun memutuskan pertemuan untuk langkah damai.
Ramadan, ingin dimanfaatkan kedua kubu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) HST untuk memadamkan api konflik dualisme kepemimpinan di partai berlambang Kabah ini.
Ketua DPC PPP versi SK Dewan Pimpinan Pusat PPP, Tajuddin sudah memberi isyarat akan membuka pintu damai dengan seterunya, Hasbullah Nazar, Ketua DPC PPP hasil Musyawarah cabang (Muscab) yang digelar 27 Agustus 2005 lalu.
"Demi kepentingan partai, kami siap membuka pintu damai. Terutama, agar tetap konsentrasi di Pemilu 2009," kata Tajuddin saat ditemui di peresmian Pasar Ramadan 2008 di Lapangan Pasar Keramat Barabai, Senin (1/9).
Sekarang ini, lanjut Tajuddin, semua dikembalikan kepada kubu Hasbullah apakah mau menerima islah yang diajukan. "Mau islah atau tidak terserah, kereta PPP tetap jalan sesuai jadwal pemilu dari KPU," katanya.
Sudah adakah langkah taktis menuju islah yang akan dilakukan? Tajuddin menyatakan masih dalam posisi menunggu. "Kalau format dan bentuk pastinya sih baru kami putuskan nanti setelah kami rapat dan ada hasil dari partai," ungkapnya.
Sikap kubu Tajuddin ini bertolak belakang dari pernyataan sebelumnya di mana anggota DPRD HST ini bersikeras menolak islah karena menganggap kepengurusannya sah ditunjuk DPP dan DPW PPP.
Sebelumnya DPC PPP HST kubu Hasbullah Nazar, sudah lebih arif menyingkapi permasalah ini dengan membuka peluang untuk berdamai.
"Kami siap islah demi kemajuan PPP di HST. Makanya dalam waktu dekat kami akan mengajak kubu Tajuddin untuk duduk satu meja menyelesaikan masalah yang ada," kata Sekretaris kubu Hasbullah Didin Wahidin beberapa waktu lalu.
Ketua KPU HST, Nadzmi Akbar mendukung langkah keduanya untuk melakukan islah. Sebab hanya dengan jalan itulah keduanya bisa mengajukan calon terbaik untuk maju dalam pencalonan legislatif.
"Kami tak bisa menerima berkas caleg yang diajukan kedua kubu. Sementara untuk menentukan kubu mana yang berhak kami tidak berwenang sebab ini masalah intern partai," katanya.
Selain itu lanjut Nadzmi berdasarkan hasil verifikasi sementara KPU, berkas caleg kedua kubu yang diajukan hampir sama. "Artinya mereka sudah sepaham dalam mengajukan daftar caleg, jadi tinggal menentukan caleg mana yang diusung melalui jalur satu pintu," pungkasnya.
Ketua DPC PPP HST versi SK DPP PPP0, Tajudin sudah memberi isyarat akan membuka pintu damai dengan rivalnya Hasbullah Nazar kubu yang berpegang pada hasil muscab.
"Demi langkah-langkah menyelamatkan partai kami siap berdamai agar bisa konsentrasi di pemilu nanti," katanya, Selasa (2/9).
Sikap yang sama juga diambil kubu Hasbullah. Menurut sekretarisnya damai adalah langkah terbaik bagi partai, meski demikian belum ada langkah taktis menuju islah. Kedua kubu menyatakan belun memutuskan pertemuan untuk langkah damai.
Ramadan, ingin dimanfaatkan kedua kubu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) HST untuk memadamkan api konflik dualisme kepemimpinan di partai berlambang Kabah ini.
Ketua DPC PPP versi SK Dewan Pimpinan Pusat PPP, Tajuddin sudah memberi isyarat akan membuka pintu damai dengan seterunya, Hasbullah Nazar, Ketua DPC PPP hasil Musyawarah cabang (Muscab) yang digelar 27 Agustus 2005 lalu.
"Demi kepentingan partai, kami siap membuka pintu damai. Terutama, agar tetap konsentrasi di Pemilu 2009," kata Tajuddin saat ditemui di peresmian Pasar Ramadan 2008 di Lapangan Pasar Keramat Barabai, Senin (1/9).
Sekarang ini, lanjut Tajuddin, semua dikembalikan kepada kubu Hasbullah apakah mau menerima islah yang diajukan. "Mau islah atau tidak terserah, kereta PPP tetap jalan sesuai jadwal pemilu dari KPU," katanya.
Sudah adakah langkah taktis menuju islah yang akan dilakukan? Tajuddin menyatakan masih dalam posisi menunggu. "Kalau format dan bentuk pastinya sih baru kami putuskan nanti setelah kami rapat dan ada hasil dari partai," ungkapnya.
Sikap kubu Tajuddin ini bertolak belakang dari pernyataan sebelumnya di mana anggota DPRD HST ini bersikeras menolak islah karena menganggap kepengurusannya sah ditunjuk DPP dan DPW PPP.
Sebelumnya DPC PPP HST kubu Hasbullah Nazar, sudah lebih arif menyingkapi permasalah ini dengan membuka peluang untuk berdamai.
"Kami siap islah demi kemajuan PPP di HST. Makanya dalam waktu dekat kami akan mengajak kubu Tajuddin untuk duduk satu meja menyelesaikan masalah yang ada," kata Sekretaris kubu Hasbullah Didin Wahidin beberapa waktu lalu.
Ketua KPU HST, Nadzmi Akbar mendukung langkah keduanya untuk melakukan islah. Sebab hanya dengan jalan itulah keduanya bisa mengajukan calon terbaik untuk maju dalam pencalonan legislatif.
"Kami tak bisa menerima berkas caleg yang diajukan kedua kubu. Sementara untuk menentukan kubu mana yang berhak kami tidak berwenang sebab ini masalah intern partai," katanya.
Selain itu lanjut Nadzmi berdasarkan hasil verifikasi sementara KPU, berkas caleg kedua kubu yang diajukan hampir sama. "Artinya mereka sudah sepaham dalam mengajukan daftar caleg, jadi tinggal menentukan caleg mana yang diusung melalui jalur satu pintu," pungkasnya.
Calon PPP Lampung Akui Keunggulan Juara Bertahan
LSI: Sjachroedin-Joko Hampir Pasti Menang
Bandarlampung (ANTARA News) - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung 2009-2014 yang diusung PDI Perjuangan dan beberapa parpol kecil, Sjachroedin ZP-MS Joko Umar Said, menurut hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) meraih suara 42,98 persen sehingga dipastikan menang dalam satu putaran pemilihan.
LSI membeberkan hasil hitung cepat dari 400 sampel Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Lampung yang telah masuk 392 buah TPS (98 persen) menunjukkan perolehan pasangan Sjachroedin-Joko itu mutlak di atas pasangan-pasangan lainnya.
Pasangan yang diusung Partai Golkar, PKB dan PPP, M Alzier Dianis Thabranie-Bambang Sudibyo meraih 20,00 persen suara, sedangkan Zulkifli Anwar-Akhmadi Sumaryanto (PKS-PAN) meraih 15,38 persen.
Berikutnya, Andy Achmad Sampurna Jaya-HM Suparjo (PBR-PD) meraih 10,20 persen, Oemarsono-Thomas Azis Riska (koalisi parpol kecil) 5,72 persen, pasangan independen Muhajir Utomo-Andi Arief meraih 3,42 persen, dan Sofjan Jacoeb-Bambang Waluyo Utomo mendapat 2,31 persen.
PILBUP LAMPURA :SEMENTARA,CALON DUKUNGAN PPP TERTINGGAL DARI CALON PDIP
Zainal-Rohimat Unggul Sementara
KOTABUMI Lampung Utara: Hasil penghitungan desk Pemkab Lampura untuk Pemilihan Bupati Lampung Utara sampai pukul 22.00, pasangan nomor urut 6, yaitu Zainal Abidin-Rohimat Aslan, unggul.
Pasangan yang diusung Gilas itu meraih 37,15 persen. Dari 132.418 total suara yang masuk (daftar pemilik tetap 439.438), Zainal yang merupakan Ketua DPC PDI-P Lampura dan juga mantan wakil bupati Lampung Utara, bersama pasangannya, meraih 49.202 suara.
Posisi kedua ditempati pasangan nomor urut 2, Bachtiar Basri-Slamet Haryadi yang diusung KLUB (Koalisi Lampung Utara Bersatu). Bachtiar yang merupakan mantan Sekretaris Kabupaten Lampung Utara itu bersama pasangannya meraih 33,97% (44.990 suara).
Selanjutnya, pasangan Suhardi-Mardani Umar (nomor urut 3) meraih 17.410 suara; pasangan nomor urut 5 Djauhari Thalib-Ahmad Mujib meraih 11.574 suara.
Sementara itu, dua calon dari jalur perseorangan, Syahrul Jamal Bungamayang-Azhar Ujang meraih 6.226 suara dan Sumanto-Edrin Indra Putra 2.996 suara.
Sebanyak 132.418 suara yang masuk berasal dari 19 (Lampura terdiri atas 23 kecamatan). Dari 19 kecamatan itu pun, ada sejumlah desa yang datanya belum masuk.
"Masih banyak desa-desa yang sampai pukul 22.00 ini di 29 kecamatan itu yang belum masuk datanya. Empat kecamatan lagi yang belum sama sekali melaporkan hasil penghitungan, yaitu Kecamatan Kotabumi Kota, Abung Surakarta, Sungkai Utara, dan Hulu Sungkai," kata Sekretaris Tim Desk Pilkada Lampung Utara Syaiful Darmawan semalam.
Kepala Badan Kesbangpol Linmas Lampura itu juga menjelaskan bahwa tidak agak lambannya penghitungan sementara suara Pilkada Lampura yang dilakukan pihaknya karena di kabupaten setempat digelar dua hajat demokrasi sekaligus. "Kita ini selain menghitung hasil Pilbup, juga menghitung hasil Pilgub. Jadi memang agak lambat," kata Syaiful. HIM/R-2
Tabel: Perolehan Suara Pilkada Lampura sampai pukul 22.00
Nomor Urut: 1 2 3 4 5 6
Jumlah : 6.226 44.990 17.410 2.996 11.574 49.202
Persentase: 4,7% 33,97% 13,14% 2,26% 8,74% 37,15%
Sumber: Desk Pilkada Pemkab Lampura
Keterangan:
1 = Syahrul Jamal Bungamayang--Azhar Ujang Salim (perseorangan)
2 = Bachtiar Basri-Slamet Haryadi
Diusung KLUB (Koalisi Lampung Utara Bersatu)--gabungan PKPI, PBR,
PPP, PPDK, Pelopor, PKB, dan didukung Partai Golkar.
3 = Suhardi-Mardani Umar (PKS dan PKPB)
4 = Sumanto-Edrin Indra Putra (perseorangan)
5 = Djauhari Thalib-Ahmad Mujib
Diusung Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, PPDI, PPNUI, PIB, dan
PBSD
6 = Zainal Abidin-Rohimat Aslan
Diusung Gilas (Gerakan Koalisi Lampung Utara Sejahtera)--gabungan
PDI-P, PAN, PBB, Partai Patriot Pancasila, PDS, dan PNBK)
Bandarlampung (ANTARA News) - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung 2009-2014 yang diusung PDI Perjuangan dan beberapa parpol kecil, Sjachroedin ZP-MS Joko Umar Said, menurut hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) meraih suara 42,98 persen sehingga dipastikan menang dalam satu putaran pemilihan.
LSI membeberkan hasil hitung cepat dari 400 sampel Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Lampung yang telah masuk 392 buah TPS (98 persen) menunjukkan perolehan pasangan Sjachroedin-Joko itu mutlak di atas pasangan-pasangan lainnya.
Pasangan yang diusung Partai Golkar, PKB dan PPP, M Alzier Dianis Thabranie-Bambang Sudibyo meraih 20,00 persen suara, sedangkan Zulkifli Anwar-Akhmadi Sumaryanto (PKS-PAN) meraih 15,38 persen.
Berikutnya, Andy Achmad Sampurna Jaya-HM Suparjo (PBR-PD) meraih 10,20 persen, Oemarsono-Thomas Azis Riska (koalisi parpol kecil) 5,72 persen, pasangan independen Muhajir Utomo-Andi Arief meraih 3,42 persen, dan Sofjan Jacoeb-Bambang Waluyo Utomo mendapat 2,31 persen.
PILBUP LAMPURA :SEMENTARA,CALON DUKUNGAN PPP TERTINGGAL DARI CALON PDIP
Zainal-Rohimat Unggul Sementara
KOTABUMI Lampung Utara: Hasil penghitungan desk Pemkab Lampura untuk Pemilihan Bupati Lampung Utara sampai pukul 22.00, pasangan nomor urut 6, yaitu Zainal Abidin-Rohimat Aslan, unggul.
Pasangan yang diusung Gilas itu meraih 37,15 persen. Dari 132.418 total suara yang masuk (daftar pemilik tetap 439.438), Zainal yang merupakan Ketua DPC PDI-P Lampura dan juga mantan wakil bupati Lampung Utara, bersama pasangannya, meraih 49.202 suara.
Posisi kedua ditempati pasangan nomor urut 2, Bachtiar Basri-Slamet Haryadi yang diusung KLUB (Koalisi Lampung Utara Bersatu). Bachtiar yang merupakan mantan Sekretaris Kabupaten Lampung Utara itu bersama pasangannya meraih 33,97% (44.990 suara).
Selanjutnya, pasangan Suhardi-Mardani Umar (nomor urut 3) meraih 17.410 suara; pasangan nomor urut 5 Djauhari Thalib-Ahmad Mujib meraih 11.574 suara.
Sementara itu, dua calon dari jalur perseorangan, Syahrul Jamal Bungamayang-Azhar Ujang meraih 6.226 suara dan Sumanto-Edrin Indra Putra 2.996 suara.
Sebanyak 132.418 suara yang masuk berasal dari 19 (Lampura terdiri atas 23 kecamatan). Dari 19 kecamatan itu pun, ada sejumlah desa yang datanya belum masuk.
"Masih banyak desa-desa yang sampai pukul 22.00 ini di 29 kecamatan itu yang belum masuk datanya. Empat kecamatan lagi yang belum sama sekali melaporkan hasil penghitungan, yaitu Kecamatan Kotabumi Kota, Abung Surakarta, Sungkai Utara, dan Hulu Sungkai," kata Sekretaris Tim Desk Pilkada Lampung Utara Syaiful Darmawan semalam.
Kepala Badan Kesbangpol Linmas Lampura itu juga menjelaskan bahwa tidak agak lambannya penghitungan sementara suara Pilkada Lampura yang dilakukan pihaknya karena di kabupaten setempat digelar dua hajat demokrasi sekaligus. "Kita ini selain menghitung hasil Pilbup, juga menghitung hasil Pilgub. Jadi memang agak lambat," kata Syaiful. HIM/R-2
Tabel: Perolehan Suara Pilkada Lampura sampai pukul 22.00
Nomor Urut: 1 2 3 4 5 6
Jumlah : 6.226 44.990 17.410 2.996 11.574 49.202
Persentase: 4,7% 33,97% 13,14% 2,26% 8,74% 37,15%
Sumber: Desk Pilkada Pemkab Lampura
Keterangan:
1 = Syahrul Jamal Bungamayang--Azhar Ujang Salim (perseorangan)
2 = Bachtiar Basri-Slamet Haryadi
Diusung KLUB (Koalisi Lampung Utara Bersatu)--gabungan PKPI, PBR,
PPP, PPDK, Pelopor, PKB, dan didukung Partai Golkar.
3 = Suhardi-Mardani Umar (PKS dan PKPB)
4 = Sumanto-Edrin Indra Putra (perseorangan)
5 = Djauhari Thalib-Ahmad Mujib
Diusung Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, PPDI, PPNUI, PIB, dan
PBSD
6 = Zainal Abidin-Rohimat Aslan
Diusung Gilas (Gerakan Koalisi Lampung Utara Sejahtera)--gabungan
PDI-P, PAN, PBB, Partai Patriot Pancasila, PDS, dan PNBK)
Langganan:
Postingan (Atom)
