Selasa, 16 September 2008 - 01:08 wib
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz mengaku, telah bersikap hati-hati dalam proses penyusunan Daftar Calon Sementara (DCS). Semua berdasarkan kriteria yang tepat dalam menetapkan calon legislatif (caleg).
Irgan mengatakan, kriteria tersebut dilihat dari aspek loyalitas, akseptabilitas, kualitas, kapasitas, dan integritas. "Nah, pertimbangan itulah yang kami perhatikan," ujar Irgan di Jakarta, Senin (15/9/2008).
Dia menambahkan, penyusunan DCS tersebut membutuhkan waktu lama dengan intensitas kajian secara menyeluruh. "DPP PPP tidak sembarangan dalam menetapkan seorang caleg. Semua telah diperhitungkan dengan matang dan masukan dari berbagai pihak," jelasnya.
Irgan juga membantah tudingan adanya transaksi nomor urut dalam tubuh PPP. Dia menilai, penyebaran isu ini merupakan usaha mendiskreditkan PPP di mata publik.
"Sampai sekarang pun pengurusan dokumen caleg tidak dikenakan bayaran, apalagi pengenaan biaya untuk nomor urut. Saya tegaskan ini tidak benar dan tidak dibenarkan," tegasnya.(Ahmad Baidowi/Sindo/lsi)
Selasa, 16 September 2008
PPP Kalsel Siapkan 2 Nama Calon Wabup HSU
Senin, 15-09-2008 | 00:40:26
• Calon Wakil Bupati Ditetapkan Sebelum Lebaran
AMUNTAI, BPOST - Harapan warga Hulu Sungai Utara (HSU) untuk bisa mengetahui calon wakil bupati yang akan mendampingi HM Aunul Hadi memimpin Kota Bertakwa ini, mencapai titik terang. Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Selatan, menjanjikan sebelum lebaran dua nama calon wakil bupati tersebut sudah ditetapkan.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PPP, H Rudy Ariffin saat menggelar safari Ramadan di Masjid Nurul Ibadah, Desa Karias, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Sabtu (13/8). Menurut Rudy jabatan wakil bupati memang mesti segera terisi.
“Karena Golkar telah menyerahkan ke PPP untuk memproses dua nama wakil bupati, tidak perlu berlama-lama. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini bisa kita tetapkan. Kita sama-sama berdoa saja semoga proses ini bisa lancar,” ungkapnya.
Selaku gubernur yang juga dinilai perlu menyikapi kekosongan jabatan Wakil Bupati HSU, Rudy telah meminta Asisten I dan Biro Pemerintahan Pemprov Kalsel pada Selasa (16/9) menggelar pertemuan dengan Bupati dan Dewan HSU, membicarakan hal itu. “Kita ingin proses pengisiannya bisa cepat dan lancar,” katanya.
Disinggung nama bakal calon wakil bupati yang telah masuk, Rudy tidak bisa menyebutkannya. Nama yang ada cukup banyak, ada yang menyampaikan secara resmi, tapi ada yang secara lisan. Calon tersebut, akan dikembalikan kepada partai.
Mengenai kesiapan PPP untuk mengusung sendiri dua nama calon wakil bupati tanpa keterlibatan Golkar sebagai pasangan partai yang punya hak dalam mengusung, Rudy mengaku siap. “Karena Golkar menyerahkan ke kita, ya kita akan proses,” katanya.
Ketua DPD Golkar HSU menegaskan, Golkar memercayakan sepenuhnya proses penentuan nama dua calon wakil bupati itu kepada PPP.
“Siapa pun nanti yang mereka tetapkan, Golkar siap tandatangan sebagai tanda persetujuan karena persyaratan sahnya dua nama tersebut mesti atas persetujuan dua partai pengusung yakni Golkar dan PPP,” ujarnya.
Dari informasi yang berhasil diperoleh sebelumnya, DPC PPP Kabupaten HSU telah menyampaikan tujuh nama bakal calon wakil bupati ke DPW PPP untuk diproses. Namun mengingat mereka lupa merekap nama-nama tersebut untuk dijadikan file cabang, oleh Sekretaris DPC PPP HSU, Sutoyo S, yang mereka sebutkan hanya enam.
Enam orang tersebut yakni H Abdul Haris (Asisten III Pemkab Balangan), H Syahdillah (Kadis Pendapatan Pemkab HSU), H Gazali Rahman (Kebag Tata Usaha BAPPEDA HSU), Zuhairiah (Staf Departemen Kesehatan RI), Arif Ronaldi (Putera Alm. H Fakhruddin), dan Fitri Rifani (Asisten Pemerintahan Pemprov Kalsel). (yud)
• Calon Wakil Bupati Ditetapkan Sebelum Lebaran
AMUNTAI, BPOST - Harapan warga Hulu Sungai Utara (HSU) untuk bisa mengetahui calon wakil bupati yang akan mendampingi HM Aunul Hadi memimpin Kota Bertakwa ini, mencapai titik terang. Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Selatan, menjanjikan sebelum lebaran dua nama calon wakil bupati tersebut sudah ditetapkan.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PPP, H Rudy Ariffin saat menggelar safari Ramadan di Masjid Nurul Ibadah, Desa Karias, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Sabtu (13/8). Menurut Rudy jabatan wakil bupati memang mesti segera terisi.
“Karena Golkar telah menyerahkan ke PPP untuk memproses dua nama wakil bupati, tidak perlu berlama-lama. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini bisa kita tetapkan. Kita sama-sama berdoa saja semoga proses ini bisa lancar,” ungkapnya.
Selaku gubernur yang juga dinilai perlu menyikapi kekosongan jabatan Wakil Bupati HSU, Rudy telah meminta Asisten I dan Biro Pemerintahan Pemprov Kalsel pada Selasa (16/9) menggelar pertemuan dengan Bupati dan Dewan HSU, membicarakan hal itu. “Kita ingin proses pengisiannya bisa cepat dan lancar,” katanya.
Disinggung nama bakal calon wakil bupati yang telah masuk, Rudy tidak bisa menyebutkannya. Nama yang ada cukup banyak, ada yang menyampaikan secara resmi, tapi ada yang secara lisan. Calon tersebut, akan dikembalikan kepada partai.
Mengenai kesiapan PPP untuk mengusung sendiri dua nama calon wakil bupati tanpa keterlibatan Golkar sebagai pasangan partai yang punya hak dalam mengusung, Rudy mengaku siap. “Karena Golkar menyerahkan ke kita, ya kita akan proses,” katanya.
Ketua DPD Golkar HSU menegaskan, Golkar memercayakan sepenuhnya proses penentuan nama dua calon wakil bupati itu kepada PPP.
“Siapa pun nanti yang mereka tetapkan, Golkar siap tandatangan sebagai tanda persetujuan karena persyaratan sahnya dua nama tersebut mesti atas persetujuan dua partai pengusung yakni Golkar dan PPP,” ujarnya.
Dari informasi yang berhasil diperoleh sebelumnya, DPC PPP Kabupaten HSU telah menyampaikan tujuh nama bakal calon wakil bupati ke DPW PPP untuk diproses. Namun mengingat mereka lupa merekap nama-nama tersebut untuk dijadikan file cabang, oleh Sekretaris DPC PPP HSU, Sutoyo S, yang mereka sebutkan hanya enam.
Enam orang tersebut yakni H Abdul Haris (Asisten III Pemkab Balangan), H Syahdillah (Kadis Pendapatan Pemkab HSU), H Gazali Rahman (Kebag Tata Usaha BAPPEDA HSU), Zuhairiah (Staf Departemen Kesehatan RI), Arif Ronaldi (Putera Alm. H Fakhruddin), dan Fitri Rifani (Asisten Pemerintahan Pemprov Kalsel). (yud)
Jumat, 12 September 2008
Ragam Caleg PPP : dari Wartawan sampai Istri PNS
Wartawan Jadi Caleg Sumbar
PADANG (Joglosemar): Sejumlah wartawan senior terutama yang menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) didaftarkan oleh sejumlah partai politik peserta Pemilu 2009 sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Sumbar periode 2009-2014.
Data KPUD yang dihimpun di Padang menunjukkan, para wartawan itu terutama dicalonkan oleh partai besar, bahkan beberapa di antaranya ditempatkan pada nomor urutan atas di suatu daerah pemilihan (dapil).
Wartawan itu antara lain, Asril Kasoema, Pemimpin Redaksi Harian Haluan, dicalonkan Partai Golkar pada nomor urut satu dan Sidi Roni Putra (Mingguan Publik) juga dicalonkan pada nomor urut satu oleh PPP.
Wartawan lainnya, Hidayat (Pemimpin Redaksi BakinNews) dicalonkan oleh PDI-Perjuangan pada nomor urut tiga, Masful (wartawan senior) dicalonkan Partai Bintang Reformasi di nomor urut tiga dan Yonda Djabar (Harian Singgalang) dicalonkan Partai Golkar.
Kemudian, Yosrizal (Majalah Pertanian) dan Ratna Sahara dicalonkan PBB, Edwar (Harian Singgalang) dicalonkan Partai Golkar dan Mikardi Miyar juga dicalonkan Partai Golkar.
Istri PNS Ramai-Ramai Lamar Caleg Kota Depok
Peminat calon legislatif (Caleg) yang akan memperebutkan kursi baik ditingkat DPRD Depok maupun di DPRD Provinsi Jawa Barat rupanya menjadi tren dikalangan istri pegawai negeri sipil (PNS) dan PNS perempuan di jajaran Pemkot Depok.
Mereka mendaftar sebagai calon legislatif dari berbagai partai politik (Parpol) peserta pemilu. Para istri PNS tersebut adalah Hj Enti, istri dari H Ridwan Kasie Ketertiban Dinas Pasar Kota Depok. Kemudian Hj Etty, istri Endang Sumarsana Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Depok, Menyusul Yana, istri Supayat Kabid Dinas Pendapatan Daerah serta Irna Skatin yang mengaku telah mengundurkan diri sebagai Kepala Kantor Arsip-Telematika-Perpustakaan (ATEP).
Beberapa parpol yang mengusung mereka sebagai caleg yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung Enty dan Etty sebagai caleg dari Dapil Sukmajaya. Yana caleg dari PPP untuk Dapil Beji Sedangkan Irna Skatin caleg PDS untuk tingkat Provinsi.
PADANG (Joglosemar): Sejumlah wartawan senior terutama yang menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) didaftarkan oleh sejumlah partai politik peserta Pemilu 2009 sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Sumbar periode 2009-2014.
Data KPUD yang dihimpun di Padang menunjukkan, para wartawan itu terutama dicalonkan oleh partai besar, bahkan beberapa di antaranya ditempatkan pada nomor urutan atas di suatu daerah pemilihan (dapil).
Wartawan itu antara lain, Asril Kasoema, Pemimpin Redaksi Harian Haluan, dicalonkan Partai Golkar pada nomor urut satu dan Sidi Roni Putra (Mingguan Publik) juga dicalonkan pada nomor urut satu oleh PPP.
Wartawan lainnya, Hidayat (Pemimpin Redaksi BakinNews) dicalonkan oleh PDI-Perjuangan pada nomor urut tiga, Masful (wartawan senior) dicalonkan Partai Bintang Reformasi di nomor urut tiga dan Yonda Djabar (Harian Singgalang) dicalonkan Partai Golkar.
Kemudian, Yosrizal (Majalah Pertanian) dan Ratna Sahara dicalonkan PBB, Edwar (Harian Singgalang) dicalonkan Partai Golkar dan Mikardi Miyar juga dicalonkan Partai Golkar.
Istri PNS Ramai-Ramai Lamar Caleg Kota Depok
Peminat calon legislatif (Caleg) yang akan memperebutkan kursi baik ditingkat DPRD Depok maupun di DPRD Provinsi Jawa Barat rupanya menjadi tren dikalangan istri pegawai negeri sipil (PNS) dan PNS perempuan di jajaran Pemkot Depok.
Mereka mendaftar sebagai calon legislatif dari berbagai partai politik (Parpol) peserta pemilu. Para istri PNS tersebut adalah Hj Enti, istri dari H Ridwan Kasie Ketertiban Dinas Pasar Kota Depok. Kemudian Hj Etty, istri Endang Sumarsana Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Depok, Menyusul Yana, istri Supayat Kabid Dinas Pendapatan Daerah serta Irna Skatin yang mengaku telah mengundurkan diri sebagai Kepala Kantor Arsip-Telematika-Perpustakaan (ATEP).
Beberapa parpol yang mengusung mereka sebagai caleg yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung Enty dan Etty sebagai caleg dari Dapil Sukmajaya. Yana caleg dari PPP untuk Dapil Beji Sedangkan Irna Skatin caleg PDS untuk tingkat Provinsi.
PPP Sumbar Paling Banyak Caleg Perempuan
KPU Sumbar mencatat, partai yang paling banyak mencalonkan perempuan adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai berlambangkan Kabah itu, mengajukan 24 perempuan yang akan bertarung di tingkat provinsi.
"PPP mengajukan 24 orang perempuan dari 62 Bacaleg yang telah diberikan. Namun, partai ini belum memenuhi ketentuan di antara tiga Bacaleg terdapat satu orang perempuan," ungkap Koordinator Divisi Pengembangan, Pendidikan dan Informasi (Bangdidin) Husni Kamil Manik SP kepada Padang-Today.
Partai lainnya yang mengajukan perempuan dalam jumlah cukup banyak yakni PAN (22 orang dari 65), Partai Golkar (22 orang dari 65). Selanjutnya, PBB (22 orang dari 48) dan PKS (21 orang dri 65).
"Sekarang, KPU masih menghitung apakah partai ini juga telah memenuhi Pasal 53 UU 10/2008. Pasal ini mengatur, tentang agregat Bacaleg perempuan secara keseluruhan yang harus juga berjumlah 30 persen," terang Husni. (*)
"PPP mengajukan 24 orang perempuan dari 62 Bacaleg yang telah diberikan. Namun, partai ini belum memenuhi ketentuan di antara tiga Bacaleg terdapat satu orang perempuan," ungkap Koordinator Divisi Pengembangan, Pendidikan dan Informasi (Bangdidin) Husni Kamil Manik SP kepada Padang-Today.
Partai lainnya yang mengajukan perempuan dalam jumlah cukup banyak yakni PAN (22 orang dari 65), Partai Golkar (22 orang dari 65). Selanjutnya, PBB (22 orang dari 48) dan PKS (21 orang dri 65).
"Sekarang, KPU masih menghitung apakah partai ini juga telah memenuhi Pasal 53 UU 10/2008. Pasal ini mengatur, tentang agregat Bacaleg perempuan secara keseluruhan yang harus juga berjumlah 30 persen," terang Husni. (*)
Rabu, 10 September 2008
Ramadhan: Wanita Persatuan Lampung Gelar Pasar Murah
Ramadan: Wanita Persatuan Gelar Pasar Murah
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dalam rangka bulan Ramadan, Wanita Persatuan Wilayah Lampung akan menggelar pasar murah di Kantor DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lampung.
"Wanita Persatuan setiap tahun menggelar pasar murah ini. Dan tahun ini pasar tersebut kembali digelar di kantor DPW PPP," kata Ketua Wanita Perusatuan Wilayah Lampung, Hj. Zeldayatie Aristama, kemarin (5-9).
Wakil Ketua DPW PPP ini mengatakan barang yang dijual di pasar murah tersebut di antaranya sembako (sembilan bahan pokok) dan pakaian. Dan pasar itu akan digelar sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1429 Hijriah.
"Pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu," kata calon anggota legislatif (caleg) sementara urutan pertama daerah pemilihan (DP) Lampung Selatan dan Pesawaran ini.
Selain pasar murah, kata wanita yang pernah menjadi caleg PPP di Tulangbawang tahun 2004 ini, Wanita Persatuan juga mengumpulkan zakat.
"Siapa saja bisa menyalurkan zakatnya melalui Wanita Persatuan. Nantinya zakat itu disalurkan ke beberapa panti asuhan di Bandar Lampung," kata Zeldayatie menjelang acara buka bersama di Bandar Lampung, kemarin (5-9).
Dalam buka bersama tersebut, Zeldayatie mengundang sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari Lampung Selatan dan Pesawaran.
"Kami mengundang para tokoh tersebut, selain dalam rangka sosialisasi caleg juga mencari masukan pondok pesantren (ponpes) mana di kedua wilayah itu yang perlu dibantu," ujarnya.
Zeldayatie mengatakan dia dan keluarganya mengaku sangat mensyukuri dengan segala rezeki yang diterima selama ini. Untuk itu dia dan keluarga bertekad dengan tulus menyalurkan sebagian rezeki yang dimiliki ke sejumlah ponpes.
"Saya ingin mencari masukan ke para tokoh. Dan bantuan yang akan kami saluran tidak dalam bentuk barang, melainkan dana. Alasannya, para pengelola ponpes itulah yang lebih tahu kebutuhannya," ujarnya.
Dia meminta bantuan tersebut tidak dilihat dari nilai nominalnya. Namun, dia berharap batuan dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, terutama bagi ponpes.
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dalam rangka bulan Ramadan, Wanita Persatuan Wilayah Lampung akan menggelar pasar murah di Kantor DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lampung.
"Wanita Persatuan setiap tahun menggelar pasar murah ini. Dan tahun ini pasar tersebut kembali digelar di kantor DPW PPP," kata Ketua Wanita Perusatuan Wilayah Lampung, Hj. Zeldayatie Aristama, kemarin (5-9).
Wakil Ketua DPW PPP ini mengatakan barang yang dijual di pasar murah tersebut di antaranya sembako (sembilan bahan pokok) dan pakaian. Dan pasar itu akan digelar sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1429 Hijriah.
"Pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu," kata calon anggota legislatif (caleg) sementara urutan pertama daerah pemilihan (DP) Lampung Selatan dan Pesawaran ini.
Selain pasar murah, kata wanita yang pernah menjadi caleg PPP di Tulangbawang tahun 2004 ini, Wanita Persatuan juga mengumpulkan zakat.
"Siapa saja bisa menyalurkan zakatnya melalui Wanita Persatuan. Nantinya zakat itu disalurkan ke beberapa panti asuhan di Bandar Lampung," kata Zeldayatie menjelang acara buka bersama di Bandar Lampung, kemarin (5-9).
Dalam buka bersama tersebut, Zeldayatie mengundang sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari Lampung Selatan dan Pesawaran.
"Kami mengundang para tokoh tersebut, selain dalam rangka sosialisasi caleg juga mencari masukan pondok pesantren (ponpes) mana di kedua wilayah itu yang perlu dibantu," ujarnya.
Zeldayatie mengatakan dia dan keluarganya mengaku sangat mensyukuri dengan segala rezeki yang diterima selama ini. Untuk itu dia dan keluarga bertekad dengan tulus menyalurkan sebagian rezeki yang dimiliki ke sejumlah ponpes.
"Saya ingin mencari masukan ke para tokoh. Dan bantuan yang akan kami saluran tidak dalam bentuk barang, melainkan dana. Alasannya, para pengelola ponpes itulah yang lebih tahu kebutuhannya," ujarnya.
Dia meminta bantuan tersebut tidak dilihat dari nilai nominalnya. Namun, dia berharap batuan dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, terutama bagi ponpes.
Senin, 08 September 2008
Mantan Cawabup Barito Utara Hj Nurul Ainy Caleg PPP
Hj Nurul Ainy Mantan cawabup yang gagal dalam pertarungan di pilkada Barito Utara maju Nyaleg Lewat PPP.Hj Nurul Ainy yang waktu itu sempat "mencuri perhatian" masyarakat barito Utara, disamping sebagai perempuan yang "njago pilkada" juga sebagai calon yang terkaya dengan jumlah diatas 25,5 Milyard.
No Nama Calon Nilai Harta Kekayaan
_____________________________________________________________________
1 Yusia Sunsum Tingan Bupati Rp3.200.823.872,79
2 Drg Dwi Agus Setijowati Wakil Bupati Rp449.907.000
3 Achmad Yuliansyah Bupati Rp1.171.500.000
4 Oemar Zaki H Wakil Bupati Rp621.288.000
5 Sjahrani Sjahrin Bupati Rp5.718.312.210
6 Nurul Ainy Wakil Bupati Rp25.502.538.984
Pasangan Achmad Yuliansyah - Oemar Zaki Hebanoeddin
memenangkan pemilihan bupati dan wakil bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, periode 2008-1013.
Dari pemungutan suara yang berlangsung 10 Juli 2008 lalu, pasangan itu memperoleh 23.482 suara atau 43,12% dari suara yang telah masuk ke KPU setempat. Sedangkan pasangan lain, Yusia S Tingan-Dwi Agus Setijowati meraih 13.224 suara (24,28%), Sjahrani Sjahrin-Nurul Ainy mengantongi 12.898 suara (23,68%), dan Safrudin A Gani-Daryono merebut 4.849 suara (9%).
Muara Teweh - Sejumlah mantan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah yang kalah dalam pilkada 10 Juni 2008 lalu, kini masuk dalam daftar bakal calon legislatif (caleg). “Ada tiga nama yang terdaftar sebagai Caleg sejumlah Parpol. Sebelumnya mereka mantan calon bupati dan wakil bupati pada pilkada lalu,” kata Syahmiludin, Kasubag Teknis Penyelenggara KPU Barut Kalimentan Tengah, Minggu (7/9).
Tiga nama ini, yaitu Yusia S Tingan, caleg dari PDIP untuk daerah pemilihan (Dapil) III wilayah Kecamatan Gunung Timang dan Montallat dengan nomor urut 1.
Yusia S Tingan yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Barut pada Pilkada 2008 maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Drg Dwi Agus Setijowati, calon wakil bupati.
Kemudian Hj Nurul Ainy SPd, caleg nomor urut 1 dari PPP untuk Dapil III. Dalam pilkada lalu, dia menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan Ir Sjahrani Sjahrin sebagai cabup.
Lalu, Drs Daryono, caleg nomor urut 1 dari Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB) untuk Dapil I wilayah Kecamatan Teweh Tengah. Daryono sebelumnya cawabup berpasangan dengan Safrudin A Gani.
“Tiga nama bakal caleg ini lebih diuntungkan karena mereka sebelumnya sudah dikenal masyarakat,” kata Syahmiludin. ant
No Nama Calon Nilai Harta Kekayaan
_____________________________________________________________________
1 Yusia Sunsum Tingan Bupati Rp3.200.823.872,79
2 Drg Dwi Agus Setijowati Wakil Bupati Rp449.907.000
3 Achmad Yuliansyah Bupati Rp1.171.500.000
4 Oemar Zaki H Wakil Bupati Rp621.288.000
5 Sjahrani Sjahrin Bupati Rp5.718.312.210
6 Nurul Ainy Wakil Bupati Rp25.502.538.984
Pasangan Achmad Yuliansyah - Oemar Zaki Hebanoeddin
memenangkan pemilihan bupati dan wakil bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, periode 2008-1013.
Dari pemungutan suara yang berlangsung 10 Juli 2008 lalu, pasangan itu memperoleh 23.482 suara atau 43,12% dari suara yang telah masuk ke KPU setempat. Sedangkan pasangan lain, Yusia S Tingan-Dwi Agus Setijowati meraih 13.224 suara (24,28%), Sjahrani Sjahrin-Nurul Ainy mengantongi 12.898 suara (23,68%), dan Safrudin A Gani-Daryono merebut 4.849 suara (9%).
Muara Teweh - Sejumlah mantan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah yang kalah dalam pilkada 10 Juni 2008 lalu, kini masuk dalam daftar bakal calon legislatif (caleg). “Ada tiga nama yang terdaftar sebagai Caleg sejumlah Parpol. Sebelumnya mereka mantan calon bupati dan wakil bupati pada pilkada lalu,” kata Syahmiludin, Kasubag Teknis Penyelenggara KPU Barut Kalimentan Tengah, Minggu (7/9).
Tiga nama ini, yaitu Yusia S Tingan, caleg dari PDIP untuk daerah pemilihan (Dapil) III wilayah Kecamatan Gunung Timang dan Montallat dengan nomor urut 1.
Yusia S Tingan yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Barut pada Pilkada 2008 maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Drg Dwi Agus Setijowati, calon wakil bupati.
Kemudian Hj Nurul Ainy SPd, caleg nomor urut 1 dari PPP untuk Dapil III. Dalam pilkada lalu, dia menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan Ir Sjahrani Sjahrin sebagai cabup.
Lalu, Drs Daryono, caleg nomor urut 1 dari Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB) untuk Dapil I wilayah Kecamatan Teweh Tengah. Daryono sebelumnya cawabup berpasangan dengan Safrudin A Gani.
“Tiga nama bakal caleg ini lebih diuntungkan karena mereka sebelumnya sudah dikenal masyarakat,” kata Syahmiludin. ant
Ramadhan Ust Mustafa M Bong, Ngurus Sidang dan Ngurus Ryan (3)
Ustadz Mustafa Muhammad Bong -Wakil Ketua Departemen Dakwah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selama Ramadhan sepertinya akan di sibukkan dengan sidang sidang KH Habib Rizieq Shihab dan Munarman.
Selain itu ada hal unik lagi yang di lakukan Ust keturunan Thionghoa yang satu ini yakni mengawal dan membimbing Ryan sang Penjagal untuk bertobat, tentunya dengan bantuan juga Ust Matsuni, Panglima Laskar FPI Pusat.
JAKARTA (Suara Karya): Tersangka kasus pembunuhan berantai Very Idam Henyansyah alias Ryan (34) minta agar artis-artis yang berperilaku seks menyimpang (gay) untuk segera bertobat. Pria pecinta sesama jenis yang konon telah bertobat itu bahkan mengajak para artis untuk shalat tarawih bersama di dalam sel.
Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan Front Pembela Islam (FPI) sekaligus guru spiritual Ryan, Ustad Mustafa M Bong, di Jakarta, Kamis (28/8), mengemukakan, Ryan minta teman-teman artis yang berperilaku gay dihadirkan di dalam sel. "Mereka diajak shalat tarawih bersama di bulan Ramadhan ini," ujarnya.
LEBIH DEKAT DENGAN UST MUSTAFA M BONG
Muballigh dan tokoh Muslim Tionghoa asal Bangka Belitung itu merupakan salah
satu di antara sedikit dai keturunan di Indonesia. Mustafa Bong mulai berdakwah
sejak tahun 1990. ''Saya fokus dakwah selama ini dari akar rumput, yaitu
ceramah-ceramah dan khutbah Jumat sejak 1990. Tapi saya lebih intens khutbah
Jumat,'' tutur pria yang selalu semangat kalau bicara soal dakwah Islam.
Dalam waktu hampir 20 tahun, Mustafa Bong telah keliling hampir seluruh
Indonesia. Fokus dakwahnya terutama pada masalah tauhid. Mengapa? ''Sebab
akidah adalah benteng sekaligus pembeda antara seorang Muslim dan kafir,''
papar Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Nusanntara itu.
Pendiri Pembangunan Pesantren Tionghoa-Melayu Provinsi Bangka-Belitung itu
terdorong untuk berdakwah, sebab menurutnya, dakwah merupakan kewajiban setiap
Muslim. Tujuannya untuk memberikan arahan dan pencerahan kepada umat manusia
agar mereka kembali kepada ajaran yang ditetapkan oleh Allah SWT, yakni
digariskan dalam Alquran dan sunah Rasul.
UST MUSTAFA M BONG KETURUAN RADEN RAHMAT(SUNAN AMPEL)
Salah seorang ketua DPP FPI adalah Bpk. Bong Fui Hung.
Bong Fui Hung yang WNI Keturunan ternyata mempunyai garis keturunan dari Bong Sui Ho
Siapa Bong Sui Ho ini ?
Bong Sui Ho atau yang dikenal juga sebagai Raden Rahmat adalah seseorang yang mempunyai nama legendaris diwilayah Nusantara, utamanya di P. Jawa karena beliau adalah salah seorang Wali yang ikut menyebarkan agama Islam di pulau Jawa selain dari 8 Wali lainnya.
Dahulu jumlah orang Tionghoa di Nusantara yang beragama Islam lebih banyak dari yang beragama Budha atau Khong Hu chu apalagi Kristen, agama yang kemudian masuk karena dibawa oleh penjajah.
Salah seorang Petinggi/Panglima Angkatan Laut dari kekaisaran Tiongkok yang bernama Cheng Ho (dikenal sebagai Sam Poo Kong) yang dipercayai sebagai orang yang mendarat di benua Amerika jauh sebelum Columbus datang adalah seorang perwira tinggi didalam Angkatan Laut Tiongkok yang beragama Islam dan beliau pernah pula singgah beberapa kali ke Nusantara dan bahkan bersama anak buahnya sempat mendirikan sebuah Masjid.
Sehingga sejarah dapat pula diketahui bahwa hampir sebahagian besar WNI keturunan yang berdomisili di Indonesia ini dulunya adalah orang-orang Tiong Hoa yang beragama Islam karena dari sekian kali kunjungan Jendral Sam Poo Kong dari Cina ini ke Nusantara banyak anak buahnya yang akhirnya menetap dan berketurunan di wilayah Nusantara tersebut, utamanya di pulau Jawa.
Maka tidak heran bahwa ada beberapa orang WNI Keturunan yang ikut pula duduk dikepengurusan FPI tersebut seperti bapak Bong Hui Hung ini dan bahkan selain itu kini banyak orang-orang Tiong Hoa di Indonesia yang kembali kepangkuan agamanya dulu, Islam.
Melly Fong
bulketmon@yahoo.co.jp
Selain itu ada hal unik lagi yang di lakukan Ust keturunan Thionghoa yang satu ini yakni mengawal dan membimbing Ryan sang Penjagal untuk bertobat, tentunya dengan bantuan juga Ust Matsuni, Panglima Laskar FPI Pusat.
JAKARTA (Suara Karya): Tersangka kasus pembunuhan berantai Very Idam Henyansyah alias Ryan (34) minta agar artis-artis yang berperilaku seks menyimpang (gay) untuk segera bertobat. Pria pecinta sesama jenis yang konon telah bertobat itu bahkan mengajak para artis untuk shalat tarawih bersama di dalam sel.
Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan Front Pembela Islam (FPI) sekaligus guru spiritual Ryan, Ustad Mustafa M Bong, di Jakarta, Kamis (28/8), mengemukakan, Ryan minta teman-teman artis yang berperilaku gay dihadirkan di dalam sel. "Mereka diajak shalat tarawih bersama di bulan Ramadhan ini," ujarnya.
LEBIH DEKAT DENGAN UST MUSTAFA M BONG
Muballigh dan tokoh Muslim Tionghoa asal Bangka Belitung itu merupakan salah
satu di antara sedikit dai keturunan di Indonesia. Mustafa Bong mulai berdakwah
sejak tahun 1990. ''Saya fokus dakwah selama ini dari akar rumput, yaitu
ceramah-ceramah dan khutbah Jumat sejak 1990. Tapi saya lebih intens khutbah
Jumat,'' tutur pria yang selalu semangat kalau bicara soal dakwah Islam.
Dalam waktu hampir 20 tahun, Mustafa Bong telah keliling hampir seluruh
Indonesia. Fokus dakwahnya terutama pada masalah tauhid. Mengapa? ''Sebab
akidah adalah benteng sekaligus pembeda antara seorang Muslim dan kafir,''
papar Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Nusanntara itu.
Pendiri Pembangunan Pesantren Tionghoa-Melayu Provinsi Bangka-Belitung itu
terdorong untuk berdakwah, sebab menurutnya, dakwah merupakan kewajiban setiap
Muslim. Tujuannya untuk memberikan arahan dan pencerahan kepada umat manusia
agar mereka kembali kepada ajaran yang ditetapkan oleh Allah SWT, yakni
digariskan dalam Alquran dan sunah Rasul.
UST MUSTAFA M BONG KETURUAN RADEN RAHMAT(SUNAN AMPEL)
Salah seorang ketua DPP FPI adalah Bpk. Bong Fui Hung.
Bong Fui Hung yang WNI Keturunan ternyata mempunyai garis keturunan dari Bong Sui Ho
Siapa Bong Sui Ho ini ?
Bong Sui Ho atau yang dikenal juga sebagai Raden Rahmat adalah seseorang yang mempunyai nama legendaris diwilayah Nusantara, utamanya di P. Jawa karena beliau adalah salah seorang Wali yang ikut menyebarkan agama Islam di pulau Jawa selain dari 8 Wali lainnya.
Dahulu jumlah orang Tionghoa di Nusantara yang beragama Islam lebih banyak dari yang beragama Budha atau Khong Hu chu apalagi Kristen, agama yang kemudian masuk karena dibawa oleh penjajah.
Salah seorang Petinggi/Panglima Angkatan Laut dari kekaisaran Tiongkok yang bernama Cheng Ho (dikenal sebagai Sam Poo Kong) yang dipercayai sebagai orang yang mendarat di benua Amerika jauh sebelum Columbus datang adalah seorang perwira tinggi didalam Angkatan Laut Tiongkok yang beragama Islam dan beliau pernah pula singgah beberapa kali ke Nusantara dan bahkan bersama anak buahnya sempat mendirikan sebuah Masjid.
Sehingga sejarah dapat pula diketahui bahwa hampir sebahagian besar WNI keturunan yang berdomisili di Indonesia ini dulunya adalah orang-orang Tiong Hoa yang beragama Islam karena dari sekian kali kunjungan Jendral Sam Poo Kong dari Cina ini ke Nusantara banyak anak buahnya yang akhirnya menetap dan berketurunan di wilayah Nusantara tersebut, utamanya di pulau Jawa.
Maka tidak heran bahwa ada beberapa orang WNI Keturunan yang ikut pula duduk dikepengurusan FPI tersebut seperti bapak Bong Hui Hung ini dan bahkan selain itu kini banyak orang-orang Tiong Hoa di Indonesia yang kembali kepangkuan agamanya dulu, Islam.
Melly Fong
bulketmon@yahoo.co.jp
Langganan:
Postingan (Atom)
