Rabu, 17 September 2008

Umat Islam Harus Bersatu Dukung Parpol Islam

MEDAN, MANDIRI
Umat Islam harus bersatu dalam Pemilu 2009 dengan mendukung partai politik Islam. Demikian Ustadz Wajir Chaniago dalam ceramah Safari Ramadhan DPC PPP Simalungun di Masjid Istiqomah Kelurahan Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Sabtu (13/9).
Menurutnya, pada Pemilu 2009, merupakan momen penting yang harus dimenangkan agar kepentingan umat Islam ke depannya dapat diakomodir dengan baik. Karenanya, perlu dukungan seluruh kaum muslimin supaya bersatu padu menyalurkan spirasi politiknya pada partai politik Islam.
Karena apapun ceritanya partai yang sudah pasti memperjuangkan nasib umat Islam, sudah tentu partai Islam.
Hal senada diungkapkan Sekretaris PW Angkatan Muda Kakbah (AMK) H Irsal Fikri SSos yang juga turut hadir dalam acara Safari Ramadhan 1429 Hijriyah DPC PPP Simalungun.
Menurut Caleg DPRD Sumut dari PPP untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 9 Siantar-Simalungun ini, agar partai Islam memiliki kekuatan dalam memperjuangkan aspirasi umat, perlu dukungan masyarakat khususnya pada Pemilu 2009.
“Karenanya umat Islam harus bersatu sebab dengan bersatunya umat segala permasalahan umat dapat di atasi untuk kemashlahatan umat ke depannya,” papar Wakil Sekretaris DPW PPP Sumut ini.
Dalam kesempatan tersebut H Irsal Fikri juga memohon doa restu masyarakat dan alim ulama yang hadir pada pertemuan itu. Tak lupa pula, Irsal menyerahkan keperluan berbuka puasa bersama berupa teh, gula, kopi dan susu kepada pihak kenaziran Masjid Istiqomah tersebut. [adi]

Selasa, 16 September 2008

Ramadan Bersama Kader PPP NTT

Ramadan Bersama Kader PPP NTT
Benahi Diri, Perbanyak Amal

KADER Partai Persatuan Pembangunan Wilayah (DPW PPP) NTT diminta melakukan pembenahan diri sendiri serta perbanyak amal dalam Bulan Ramadan. Karena Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkat yang harus diisi dengan berbagai kegiatan amal.“Sebagai partai yang berasaskan Islam, semua kader PPP NTT harus bisa mengimplemantasikan berbagai ajaran agama Islam dalam kehidupan keseharian khususnya dalam kasanah politik di NTT. Karena itu, membenahi diri dalam berbagai aspek merupakan hal yang sangat penting, selain memperbanyak amal,” tandas Ketua DPW PPP NTT, Haji Yahidin Umar saat tampil sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan Kader PPP menyapa umat, Rabu kemarin.

Yahidin Umar yang juga salah satu anggota DPRD Provinsi NTT menandaskan, dalam kaitan dengan Bulan Ramadan saat ini sedang dilaksanakan proses politik menuju pemilu tahun 2009. Sebagai umat Islam, ikut serta dan aktif terlibat dalam kancah politik merupakan hal yang sangat baik.

Karena itu, berbagai perkembangan yangterjadi harus dicermati dan dimaknai dalam perspektif amar ma’ruf nahi mungkar. “Marilah kita bergandengan tangan dengan berbagai elemen masyarakat untuk mencapai masyarakat adil sejahterah yang kita citakan bersama,” harap Yahidin Umar.

Sekretaris DPW PPP NTT, Abdul Syukur Dapubeang dalam kesempatan terpisah mengungkapkan, PPP NTT sebagai salah satu parpol berasakan Islam tidak hanya ekslusif mementingkan dan memperjuangkan kepentingan umat Islam.

Tapi selalu membuka diri dan menjalin tali silaturahmi dengan berbagai elemen dan kelompok masyarakat. Karena disadari, keragaman dan kepelbagian merupakan kekuatan yang harus diolah dan dikelolah secara baik dan benar untuk kepentingan bersama. “Prinsipnya kami selalu inklusif dan terbuka dengan siapa saja untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat NTT,” tandas Syukur Dapubeang.

Syukur kemudian menandaskan selama Bulan Ramadan, kader PPP di seluruh NTT diharapkan memperbanyak amal serta melakukan instropeksi serta pembenahan diri sendiri. Sehingga dengan jiwa dan fikiran yang fitrah dan jernih dapat mengabdikan diri untuk kepentingan dan kemaslatan umat.

“Kita harus menuju ke fitrah diri supaya dapat berbuat bagi kemaslatan umat,” harap Syukur Dapubeang. Selain menyapa umat, kader PPP NTT pun menggelar buka bersama dan memberikan bantuan ala kadarnya bagi masjid-masjid yang terletak di pinggiran. (yes)

PPP Bersikap Hati-Hati Menyusun DCS

Selasa, 16 September 2008 - 01:08 wib

JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz mengaku, telah bersikap hati-hati dalam proses penyusunan Daftar Calon Sementara (DCS). Semua berdasarkan kriteria yang tepat dalam menetapkan calon legislatif (caleg).

Irgan mengatakan, kriteria tersebut dilihat dari aspek loyalitas, akseptabilitas, kualitas, kapasitas, dan integritas. "Nah, pertimbangan itulah yang kami perhatikan," ujar Irgan di Jakarta, Senin (15/9/2008).

Dia menambahkan, penyusunan DCS tersebut membutuhkan waktu lama dengan intensitas kajian secara menyeluruh. "DPP PPP tidak sembarangan dalam menetapkan seorang caleg. Semua telah diperhitungkan dengan matang dan masukan dari berbagai pihak," jelasnya.

Irgan juga membantah tudingan adanya transaksi nomor urut dalam tubuh PPP. Dia menilai, penyebaran isu ini merupakan usaha mendiskreditkan PPP di mata publik.

"Sampai sekarang pun pengurusan dokumen caleg tidak dikenakan bayaran, apalagi pengenaan biaya untuk nomor urut. Saya tegaskan ini tidak benar dan tidak dibenarkan," tegasnya.(Ahmad Baidowi/Sindo/lsi)

PPP Kalsel Siapkan 2 Nama Calon Wabup HSU

Senin, 15-09-2008 | 00:40:26

• Calon Wakil Bupati Ditetapkan Sebelum Lebaran

AMUNTAI, BPOST - Harapan warga Hulu Sungai Utara (HSU) untuk bisa mengetahui calon wakil bupati yang akan mendampingi HM Aunul Hadi memimpin Kota Bertakwa ini, mencapai titik terang. Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Selatan, menjanjikan sebelum lebaran dua nama calon wakil bupati tersebut sudah ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PPP, H Rudy Ariffin saat menggelar safari Ramadan di Masjid Nurul Ibadah, Desa Karias, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Sabtu (13/8). Menurut Rudy jabatan wakil bupati memang mesti segera terisi.

“Karena Golkar telah menyerahkan ke PPP untuk memproses dua nama wakil bupati, tidak perlu berlama-lama. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini bisa kita tetapkan. Kita sama-sama berdoa saja semoga proses ini bisa lancar,” ungkapnya.

Selaku gubernur yang juga dinilai perlu menyikapi kekosongan jabatan Wakil Bupati HSU, Rudy telah meminta Asisten I dan Biro Pemerintahan Pemprov Kalsel pada Selasa (16/9) menggelar pertemuan dengan Bupati dan Dewan HSU, membicarakan hal itu. “Kita ingin proses pengisiannya bisa cepat dan lancar,” katanya.

Disinggung nama bakal calon wakil bupati yang telah masuk, Rudy tidak bisa menyebutkannya. Nama yang ada cukup banyak, ada yang menyampaikan secara resmi, tapi ada yang secara lisan. Calon tersebut, akan dikembalikan kepada partai.

Mengenai kesiapan PPP untuk mengusung sendiri dua nama calon wakil bupati tanpa keterlibatan Golkar sebagai pasangan partai yang punya hak dalam mengusung, Rudy mengaku siap. “Karena Golkar menyerahkan ke kita, ya kita akan proses,” katanya.

Ketua DPD Golkar HSU menegaskan, Golkar memercayakan sepenuhnya proses penentuan nama dua calon wakil bupati itu kepada PPP.

“Siapa pun nanti yang mereka tetapkan, Golkar siap tandatangan sebagai tanda persetujuan karena persyaratan sahnya dua nama tersebut mesti atas persetujuan dua partai pengusung yakni Golkar dan PPP,” ujarnya.

Dari informasi yang berhasil diperoleh sebelumnya, DPC PPP Kabupaten HSU telah menyampaikan tujuh nama bakal calon wakil bupati ke DPW PPP untuk diproses. Namun mengingat mereka lupa merekap nama-nama tersebut untuk dijadikan file cabang, oleh Sekretaris DPC PPP HSU, Sutoyo S, yang mereka sebutkan hanya enam.

Enam orang tersebut yakni H Abdul Haris (Asisten III Pemkab Balangan), H Syahdillah (Kadis Pendapatan Pemkab HSU), H Gazali Rahman (Kebag Tata Usaha BAPPEDA HSU), Zuhairiah (Staf Departemen Kesehatan RI), Arif Ronaldi (Putera Alm. H Fakhruddin), dan Fitri Rifani (Asisten Pemerintahan Pemprov Kalsel). (yud)

Jumat, 12 September 2008

Ragam Caleg PPP : dari Wartawan sampai Istri PNS

Wartawan Jadi Caleg Sumbar

PADANG (Joglosemar): Sejumlah wartawan senior terutama yang menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) didaftarkan oleh sejumlah partai politik peserta Pemilu 2009 sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Sumbar periode 2009-2014.
Data KPUD yang dihimpun di Padang menunjukkan, para wartawan itu terutama dicalonkan oleh partai besar, bahkan beberapa di antaranya ditempatkan pada nomor urutan atas di suatu daerah pemilihan (dapil).
Wartawan itu antara lain, Asril Kasoema, Pemimpin Redaksi Harian Haluan, dicalonkan Partai Golkar pada nomor urut satu dan Sidi Roni Putra (Mingguan Publik) juga dicalonkan pada nomor urut satu oleh PPP.
Wartawan lainnya, Hidayat (Pemimpin Redaksi BakinNews) dicalonkan oleh PDI-Perjuangan pada nomor urut tiga, Masful (wartawan senior) dicalonkan Partai Bintang Reformasi di nomor urut tiga dan Yonda Djabar (Harian Singgalang) dicalonkan Partai Golkar.
Kemudian, Yosrizal (Majalah Pertanian) dan Ratna Sahara dicalonkan PBB, Edwar (Harian Singgalang) dicalonkan Partai Golkar dan Mikardi Miyar juga dicalonkan Partai Golkar.

Istri PNS Ramai-Ramai Lamar Caleg Kota Depok

Peminat calon legislatif (Caleg) yang akan memperebutkan kursi baik ditingkat DPRD Depok maupun di DPRD Provinsi Jawa Barat rupanya menjadi tren dikalangan istri pegawai negeri sipil (PNS) dan PNS perempuan di jajaran Pemkot Depok.
Mereka mendaftar sebagai calon legislatif dari berbagai partai politik (Parpol) peserta pemilu. Para istri PNS tersebut adalah Hj Enti, istri dari H Ridwan Kasie Ketertiban Dinas Pasar Kota Depok. Kemudian Hj Etty, istri Endang Sumarsana Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Depok, Menyusul Yana, istri Supayat Kabid Dinas Pendapatan Daerah serta Irna Skatin yang mengaku telah mengundurkan diri sebagai Kepala Kantor Arsip-Telematika-Perpustakaan (ATEP).
Beberapa parpol yang mengusung mereka sebagai caleg yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung Enty dan Etty sebagai caleg dari Dapil Sukmajaya. Yana caleg dari PPP untuk Dapil Beji Sedangkan Irna Skatin caleg PDS untuk tingkat Provinsi.

PPP Sumbar Paling Banyak Caleg Perempuan

KPU Sumbar mencatat, partai yang paling banyak mencalonkan perempuan adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Partai berlambangkan Kabah itu, mengajukan 24 perempuan yang akan bertarung di tingkat provinsi.

"PPP mengajukan 24 orang perempuan dari 62 Bacaleg yang telah diberikan. Namun, partai ini belum memenuhi ketentuan di antara tiga Bacaleg terdapat satu orang perempuan," ungkap Koordinator Divisi Pengembangan, Pendidikan dan Informasi (Bangdidin) Husni Kamil Manik SP kepada Padang-Today.

Partai lainnya yang mengajukan perempuan dalam jumlah cukup banyak yakni PAN (22 orang dari 65), Partai Golkar (22 orang dari 65). Selanjutnya, PBB (22 orang dari 48) dan PKS (21 orang dri 65).

"Sekarang, KPU masih menghitung apakah partai ini juga telah memenuhi Pasal 53 UU 10/2008. Pasal ini mengatur, tentang agregat Bacaleg perempuan secara keseluruhan yang harus juga berjumlah 30 persen," terang Husni. (*)

Rabu, 10 September 2008

Ramadhan: Wanita Persatuan Lampung Gelar Pasar Murah

Ramadan: Wanita Persatuan Gelar Pasar Murah

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dalam rangka bulan Ramadan, Wanita Persatuan Wilayah Lampung akan menggelar pasar murah di Kantor DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lampung.

"Wanita Persatuan setiap tahun menggelar pasar murah ini. Dan tahun ini pasar tersebut kembali digelar di kantor DPW PPP," kata Ketua Wanita Perusatuan Wilayah Lampung, Hj. Zeldayatie Aristama, kemarin (5-9).

Wakil Ketua DPW PPP ini mengatakan barang yang dijual di pasar murah tersebut di antaranya sembako (sembilan bahan pokok) dan pakaian. Dan pasar itu akan digelar sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1429 Hijriah.

"Pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu," kata calon anggota legislatif (caleg) sementara urutan pertama daerah pemilihan (DP) Lampung Selatan dan Pesawaran ini.

Selain pasar murah, kata wanita yang pernah menjadi caleg PPP di Tulangbawang tahun 2004 ini, Wanita Persatuan juga mengumpulkan zakat.

"Siapa saja bisa menyalurkan zakatnya melalui Wanita Persatuan. Nantinya zakat itu disalurkan ke beberapa panti asuhan di Bandar Lampung," kata Zeldayatie menjelang acara buka bersama di Bandar Lampung, kemarin (5-9).

Dalam buka bersama tersebut, Zeldayatie mengundang sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari Lampung Selatan dan Pesawaran.

"Kami mengundang para tokoh tersebut, selain dalam rangka sosialisasi caleg juga mencari masukan pondok pesantren (ponpes) mana di kedua wilayah itu yang perlu dibantu," ujarnya.

Zeldayatie mengatakan dia dan keluarganya mengaku sangat mensyukuri dengan segala rezeki yang diterima selama ini. Untuk itu dia dan keluarga bertekad dengan tulus menyalurkan sebagian rezeki yang dimiliki ke sejumlah ponpes.

"Saya ingin mencari masukan ke para tokoh. Dan bantuan yang akan kami saluran tidak dalam bentuk barang, melainkan dana. Alasannya, para pengelola ponpes itulah yang lebih tahu kebutuhannya," ujarnya.

Dia meminta bantuan tersebut tidak dilihat dari nilai nominalnya. Namun, dia berharap batuan dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, terutama bagi ponpes.