Suryadharma Ali Bantah Isu Pemecatan Irgan
JAKARTA - Kisruh penyusunan daftar calon legislatif (caleg) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berbuntut panjang. Informasinya, caleg di tujuh daerah pemilihan (dapil) bermasalah karena belum ditandatangani Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz.
Berdasar informasi yang dihimpun, Irgan tidak setuju dengan susunan daftar caleg yang disodorkan Suryadharma Ali dan telah ditandatangani Suryadharma Ali serta Wakil Sekjen PPP Muhammad Romahurmuziy.
Penolakan ini kemudian memunculkan spekulasi bahwa Irgan dipecat dari posisi Sekjen. Kabarnya, keputusan pemecatan tersebut disampaikan langsung Suryadharma dalam rapat terbatas bersama senior kakbah.
Bahkan, informasi pemecatan Irgan beredar melalui pesan singkat (SMS) di kalangan kader PPP. Pesan yang beredar berisi ajakan untuk menggagas muktamar luar biasa (MLB).
Sementara menurut Wakil Sekjen DPP PPP Teuku Taufiqulhadi menegaskan, Sekjen tidak bisa dipecat oleh satu atau dua orang saja. Menurut dia, jika memang dipecat harus melalui institusi pengambilan keputusan yang diakui PPP, yaitu rapat pleno.
"Di luar itu tidak bisa. Jika diputuskan secara pribadi, maka tidak mengikat. Sekjen yang ditunjuk berikutnya tidak memiliki otoritas dan legalitas mengikat. Ia tidak bisa menandatangani dokumen-dokumen ke KPU. Hingga saat ini DPP PPP belum memanggil pleno. Ketum juga mengakui belum menandatangani surat pemecatan apa pun," kata mantan aktivis HMI ini di Jakarta, Rabu (18/9/2008).
Saat dihubungi, Suryadharma Ali yang dimintai konfirmasi akan hal ini membantah. Menurut dia, isu pemecatan tersebut hanya dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mendiskreditkan PPP.
"Tidak ada pemecatan Irgan, itu cuma isu," jawab
Emron Pangkapi: Pemecatan Sekjen PPP Cuma Isu
INILAH.COM, Jakarta - Ketua Bidang Organisasi Kepemimpinan dan Kaderisasi (OKK) DPP PPP Emron Pangkapi menarik ucapannya tentang pemecatan terhadap Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfidz.
"Ternyata isu aja. Nggak benar itu," kata Emron melalui pesan singkatnya yang diterima INILAH.COM, Kamis (18/9).
Sebelumnya, Emron menyebutkan jika Ketua Umum PPP Suryadharma Ali telah mencopot Irgan Chairul Mahfidz dari jabatannya sebagai sekjen DPP PPP.
Emron mengungkapkan, hal itu dilakukan Ketua Umum karena Irgan tidak mau menandatangani daftar calon anggota legislatif (caleg) yang akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).[L6]
Rabu, 17 September 2008
Lebih Dekat dengan Ibu Hj Nani Wijaya

Dalam Keluarga Besar PPP ada nama nama yang mirip walaupun tidak ada ikatan persaudaraan.Ada Ibu Hj Mieke Wijaya, Ibu Broto dalam serial Fragmen "LOSMEN', Istri Alm Dicky"Si PITUNG"Zulkarnaen Betawai Asli, ibu dari Artis Nia Z.Ada juga Hj Nani Wijaya.
BIOGRAFI Hj NANI WIJAYA:
Nani Widjaja terlahir di Cirebon, Jawa Barat, 10 November 1944. Ia dikenal sebagai salah satu aktris senior yang telah membintangi sejumlah sinetron dan film layar lebar.
Peran terkenalnya saat memerani karakter Emak dalam serial komedi situasi, BAJAJ BAJURI. Karakter Emak yang licik dan menang sendiri, berhasil membawa emosi setiap penonton yang menyaksikannya. Ditambah kelucuan beberapa karakter dalam sitkom tersebut.
Peran populer terakhirnya juga pada serial TV, INTAN. Di mana Nani memerankan karakter Nenek Iintan yang memiliki kasih tulus. Karakter kejujuran dan ketulusannya tersebut mengantarkan Intan, cucu yang dikasihinya mendapat keberuntungan-keberuntungan.
Sementara sebagai bintang layar lebar nanai pernah membintangi film DARAH TINGGI (1958), RA KARTINI (1984), CATATAN SI BOY 1 DAN 4 (1987 DAN 1990), OPERA JAKARTA (1986), YANG (1983), SI JAMPANG MENCARI NAGA HITAM (1969), OPERATION X (1968), YANG MUDA YANG BERCINTA (1978) dan PENCURI CINTA (1984).
Nani sendiri adalah istri dari aktor dan sutradara Misbach Yusa Biran.
Umat Islam Harus Bersatu Dukung Parpol Islam
MEDAN, MANDIRI
Umat Islam harus bersatu dalam Pemilu 2009 dengan mendukung partai politik Islam. Demikian Ustadz Wajir Chaniago dalam ceramah Safari Ramadhan DPC PPP Simalungun di Masjid Istiqomah Kelurahan Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Sabtu (13/9).
Menurutnya, pada Pemilu 2009, merupakan momen penting yang harus dimenangkan agar kepentingan umat Islam ke depannya dapat diakomodir dengan baik. Karenanya, perlu dukungan seluruh kaum muslimin supaya bersatu padu menyalurkan spirasi politiknya pada partai politik Islam.
Karena apapun ceritanya partai yang sudah pasti memperjuangkan nasib umat Islam, sudah tentu partai Islam.
Hal senada diungkapkan Sekretaris PW Angkatan Muda Kakbah (AMK) H Irsal Fikri SSos yang juga turut hadir dalam acara Safari Ramadhan 1429 Hijriyah DPC PPP Simalungun.
Menurut Caleg DPRD Sumut dari PPP untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 9 Siantar-Simalungun ini, agar partai Islam memiliki kekuatan dalam memperjuangkan aspirasi umat, perlu dukungan masyarakat khususnya pada Pemilu 2009.
“Karenanya umat Islam harus bersatu sebab dengan bersatunya umat segala permasalahan umat dapat di atasi untuk kemashlahatan umat ke depannya,” papar Wakil Sekretaris DPW PPP Sumut ini.
Dalam kesempatan tersebut H Irsal Fikri juga memohon doa restu masyarakat dan alim ulama yang hadir pada pertemuan itu. Tak lupa pula, Irsal menyerahkan keperluan berbuka puasa bersama berupa teh, gula, kopi dan susu kepada pihak kenaziran Masjid Istiqomah tersebut. [adi]
Umat Islam harus bersatu dalam Pemilu 2009 dengan mendukung partai politik Islam. Demikian Ustadz Wajir Chaniago dalam ceramah Safari Ramadhan DPC PPP Simalungun di Masjid Istiqomah Kelurahan Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Sabtu (13/9).
Menurutnya, pada Pemilu 2009, merupakan momen penting yang harus dimenangkan agar kepentingan umat Islam ke depannya dapat diakomodir dengan baik. Karenanya, perlu dukungan seluruh kaum muslimin supaya bersatu padu menyalurkan spirasi politiknya pada partai politik Islam.
Karena apapun ceritanya partai yang sudah pasti memperjuangkan nasib umat Islam, sudah tentu partai Islam.
Hal senada diungkapkan Sekretaris PW Angkatan Muda Kakbah (AMK) H Irsal Fikri SSos yang juga turut hadir dalam acara Safari Ramadhan 1429 Hijriyah DPC PPP Simalungun.
Menurut Caleg DPRD Sumut dari PPP untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 9 Siantar-Simalungun ini, agar partai Islam memiliki kekuatan dalam memperjuangkan aspirasi umat, perlu dukungan masyarakat khususnya pada Pemilu 2009.
“Karenanya umat Islam harus bersatu sebab dengan bersatunya umat segala permasalahan umat dapat di atasi untuk kemashlahatan umat ke depannya,” papar Wakil Sekretaris DPW PPP Sumut ini.
Dalam kesempatan tersebut H Irsal Fikri juga memohon doa restu masyarakat dan alim ulama yang hadir pada pertemuan itu. Tak lupa pula, Irsal menyerahkan keperluan berbuka puasa bersama berupa teh, gula, kopi dan susu kepada pihak kenaziran Masjid Istiqomah tersebut. [adi]
Selasa, 16 September 2008
Ramadan Bersama Kader PPP NTT
Ramadan Bersama Kader PPP NTT
Benahi Diri, Perbanyak Amal
KADER Partai Persatuan Pembangunan Wilayah (DPW PPP) NTT diminta melakukan pembenahan diri sendiri serta perbanyak amal dalam Bulan Ramadan. Karena Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkat yang harus diisi dengan berbagai kegiatan amal.“Sebagai partai yang berasaskan Islam, semua kader PPP NTT harus bisa mengimplemantasikan berbagai ajaran agama Islam dalam kehidupan keseharian khususnya dalam kasanah politik di NTT. Karena itu, membenahi diri dalam berbagai aspek merupakan hal yang sangat penting, selain memperbanyak amal,” tandas Ketua DPW PPP NTT, Haji Yahidin Umar saat tampil sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan Kader PPP menyapa umat, Rabu kemarin.
Yahidin Umar yang juga salah satu anggota DPRD Provinsi NTT menandaskan, dalam kaitan dengan Bulan Ramadan saat ini sedang dilaksanakan proses politik menuju pemilu tahun 2009. Sebagai umat Islam, ikut serta dan aktif terlibat dalam kancah politik merupakan hal yang sangat baik.
Karena itu, berbagai perkembangan yangterjadi harus dicermati dan dimaknai dalam perspektif amar ma’ruf nahi mungkar. “Marilah kita bergandengan tangan dengan berbagai elemen masyarakat untuk mencapai masyarakat adil sejahterah yang kita citakan bersama,” harap Yahidin Umar.
Sekretaris DPW PPP NTT, Abdul Syukur Dapubeang dalam kesempatan terpisah mengungkapkan, PPP NTT sebagai salah satu parpol berasakan Islam tidak hanya ekslusif mementingkan dan memperjuangkan kepentingan umat Islam.
Tapi selalu membuka diri dan menjalin tali silaturahmi dengan berbagai elemen dan kelompok masyarakat. Karena disadari, keragaman dan kepelbagian merupakan kekuatan yang harus diolah dan dikelolah secara baik dan benar untuk kepentingan bersama. “Prinsipnya kami selalu inklusif dan terbuka dengan siapa saja untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat NTT,” tandas Syukur Dapubeang.
Syukur kemudian menandaskan selama Bulan Ramadan, kader PPP di seluruh NTT diharapkan memperbanyak amal serta melakukan instropeksi serta pembenahan diri sendiri. Sehingga dengan jiwa dan fikiran yang fitrah dan jernih dapat mengabdikan diri untuk kepentingan dan kemaslatan umat.
“Kita harus menuju ke fitrah diri supaya dapat berbuat bagi kemaslatan umat,” harap Syukur Dapubeang. Selain menyapa umat, kader PPP NTT pun menggelar buka bersama dan memberikan bantuan ala kadarnya bagi masjid-masjid yang terletak di pinggiran. (yes)
Benahi Diri, Perbanyak Amal
KADER Partai Persatuan Pembangunan Wilayah (DPW PPP) NTT diminta melakukan pembenahan diri sendiri serta perbanyak amal dalam Bulan Ramadan. Karena Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkat yang harus diisi dengan berbagai kegiatan amal.“Sebagai partai yang berasaskan Islam, semua kader PPP NTT harus bisa mengimplemantasikan berbagai ajaran agama Islam dalam kehidupan keseharian khususnya dalam kasanah politik di NTT. Karena itu, membenahi diri dalam berbagai aspek merupakan hal yang sangat penting, selain memperbanyak amal,” tandas Ketua DPW PPP NTT, Haji Yahidin Umar saat tampil sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan Kader PPP menyapa umat, Rabu kemarin.
Yahidin Umar yang juga salah satu anggota DPRD Provinsi NTT menandaskan, dalam kaitan dengan Bulan Ramadan saat ini sedang dilaksanakan proses politik menuju pemilu tahun 2009. Sebagai umat Islam, ikut serta dan aktif terlibat dalam kancah politik merupakan hal yang sangat baik.
Karena itu, berbagai perkembangan yangterjadi harus dicermati dan dimaknai dalam perspektif amar ma’ruf nahi mungkar. “Marilah kita bergandengan tangan dengan berbagai elemen masyarakat untuk mencapai masyarakat adil sejahterah yang kita citakan bersama,” harap Yahidin Umar.
Sekretaris DPW PPP NTT, Abdul Syukur Dapubeang dalam kesempatan terpisah mengungkapkan, PPP NTT sebagai salah satu parpol berasakan Islam tidak hanya ekslusif mementingkan dan memperjuangkan kepentingan umat Islam.
Tapi selalu membuka diri dan menjalin tali silaturahmi dengan berbagai elemen dan kelompok masyarakat. Karena disadari, keragaman dan kepelbagian merupakan kekuatan yang harus diolah dan dikelolah secara baik dan benar untuk kepentingan bersama. “Prinsipnya kami selalu inklusif dan terbuka dengan siapa saja untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat NTT,” tandas Syukur Dapubeang.
Syukur kemudian menandaskan selama Bulan Ramadan, kader PPP di seluruh NTT diharapkan memperbanyak amal serta melakukan instropeksi serta pembenahan diri sendiri. Sehingga dengan jiwa dan fikiran yang fitrah dan jernih dapat mengabdikan diri untuk kepentingan dan kemaslatan umat.
“Kita harus menuju ke fitrah diri supaya dapat berbuat bagi kemaslatan umat,” harap Syukur Dapubeang. Selain menyapa umat, kader PPP NTT pun menggelar buka bersama dan memberikan bantuan ala kadarnya bagi masjid-masjid yang terletak di pinggiran. (yes)
PPP Bersikap Hati-Hati Menyusun DCS
Selasa, 16 September 2008 - 01:08 wib
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz mengaku, telah bersikap hati-hati dalam proses penyusunan Daftar Calon Sementara (DCS). Semua berdasarkan kriteria yang tepat dalam menetapkan calon legislatif (caleg).
Irgan mengatakan, kriteria tersebut dilihat dari aspek loyalitas, akseptabilitas, kualitas, kapasitas, dan integritas. "Nah, pertimbangan itulah yang kami perhatikan," ujar Irgan di Jakarta, Senin (15/9/2008).
Dia menambahkan, penyusunan DCS tersebut membutuhkan waktu lama dengan intensitas kajian secara menyeluruh. "DPP PPP tidak sembarangan dalam menetapkan seorang caleg. Semua telah diperhitungkan dengan matang dan masukan dari berbagai pihak," jelasnya.
Irgan juga membantah tudingan adanya transaksi nomor urut dalam tubuh PPP. Dia menilai, penyebaran isu ini merupakan usaha mendiskreditkan PPP di mata publik.
"Sampai sekarang pun pengurusan dokumen caleg tidak dikenakan bayaran, apalagi pengenaan biaya untuk nomor urut. Saya tegaskan ini tidak benar dan tidak dibenarkan," tegasnya.(Ahmad Baidowi/Sindo/lsi)
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz mengaku, telah bersikap hati-hati dalam proses penyusunan Daftar Calon Sementara (DCS). Semua berdasarkan kriteria yang tepat dalam menetapkan calon legislatif (caleg).
Irgan mengatakan, kriteria tersebut dilihat dari aspek loyalitas, akseptabilitas, kualitas, kapasitas, dan integritas. "Nah, pertimbangan itulah yang kami perhatikan," ujar Irgan di Jakarta, Senin (15/9/2008).
Dia menambahkan, penyusunan DCS tersebut membutuhkan waktu lama dengan intensitas kajian secara menyeluruh. "DPP PPP tidak sembarangan dalam menetapkan seorang caleg. Semua telah diperhitungkan dengan matang dan masukan dari berbagai pihak," jelasnya.
Irgan juga membantah tudingan adanya transaksi nomor urut dalam tubuh PPP. Dia menilai, penyebaran isu ini merupakan usaha mendiskreditkan PPP di mata publik.
"Sampai sekarang pun pengurusan dokumen caleg tidak dikenakan bayaran, apalagi pengenaan biaya untuk nomor urut. Saya tegaskan ini tidak benar dan tidak dibenarkan," tegasnya.(Ahmad Baidowi/Sindo/lsi)
PPP Kalsel Siapkan 2 Nama Calon Wabup HSU
Senin, 15-09-2008 | 00:40:26
• Calon Wakil Bupati Ditetapkan Sebelum Lebaran
AMUNTAI, BPOST - Harapan warga Hulu Sungai Utara (HSU) untuk bisa mengetahui calon wakil bupati yang akan mendampingi HM Aunul Hadi memimpin Kota Bertakwa ini, mencapai titik terang. Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Selatan, menjanjikan sebelum lebaran dua nama calon wakil bupati tersebut sudah ditetapkan.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PPP, H Rudy Ariffin saat menggelar safari Ramadan di Masjid Nurul Ibadah, Desa Karias, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Sabtu (13/8). Menurut Rudy jabatan wakil bupati memang mesti segera terisi.
“Karena Golkar telah menyerahkan ke PPP untuk memproses dua nama wakil bupati, tidak perlu berlama-lama. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini bisa kita tetapkan. Kita sama-sama berdoa saja semoga proses ini bisa lancar,” ungkapnya.
Selaku gubernur yang juga dinilai perlu menyikapi kekosongan jabatan Wakil Bupati HSU, Rudy telah meminta Asisten I dan Biro Pemerintahan Pemprov Kalsel pada Selasa (16/9) menggelar pertemuan dengan Bupati dan Dewan HSU, membicarakan hal itu. “Kita ingin proses pengisiannya bisa cepat dan lancar,” katanya.
Disinggung nama bakal calon wakil bupati yang telah masuk, Rudy tidak bisa menyebutkannya. Nama yang ada cukup banyak, ada yang menyampaikan secara resmi, tapi ada yang secara lisan. Calon tersebut, akan dikembalikan kepada partai.
Mengenai kesiapan PPP untuk mengusung sendiri dua nama calon wakil bupati tanpa keterlibatan Golkar sebagai pasangan partai yang punya hak dalam mengusung, Rudy mengaku siap. “Karena Golkar menyerahkan ke kita, ya kita akan proses,” katanya.
Ketua DPD Golkar HSU menegaskan, Golkar memercayakan sepenuhnya proses penentuan nama dua calon wakil bupati itu kepada PPP.
“Siapa pun nanti yang mereka tetapkan, Golkar siap tandatangan sebagai tanda persetujuan karena persyaratan sahnya dua nama tersebut mesti atas persetujuan dua partai pengusung yakni Golkar dan PPP,” ujarnya.
Dari informasi yang berhasil diperoleh sebelumnya, DPC PPP Kabupaten HSU telah menyampaikan tujuh nama bakal calon wakil bupati ke DPW PPP untuk diproses. Namun mengingat mereka lupa merekap nama-nama tersebut untuk dijadikan file cabang, oleh Sekretaris DPC PPP HSU, Sutoyo S, yang mereka sebutkan hanya enam.
Enam orang tersebut yakni H Abdul Haris (Asisten III Pemkab Balangan), H Syahdillah (Kadis Pendapatan Pemkab HSU), H Gazali Rahman (Kebag Tata Usaha BAPPEDA HSU), Zuhairiah (Staf Departemen Kesehatan RI), Arif Ronaldi (Putera Alm. H Fakhruddin), dan Fitri Rifani (Asisten Pemerintahan Pemprov Kalsel). (yud)
• Calon Wakil Bupati Ditetapkan Sebelum Lebaran
AMUNTAI, BPOST - Harapan warga Hulu Sungai Utara (HSU) untuk bisa mengetahui calon wakil bupati yang akan mendampingi HM Aunul Hadi memimpin Kota Bertakwa ini, mencapai titik terang. Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Selatan, menjanjikan sebelum lebaran dua nama calon wakil bupati tersebut sudah ditetapkan.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PPP, H Rudy Ariffin saat menggelar safari Ramadan di Masjid Nurul Ibadah, Desa Karias, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Sabtu (13/8). Menurut Rudy jabatan wakil bupati memang mesti segera terisi.
“Karena Golkar telah menyerahkan ke PPP untuk memproses dua nama wakil bupati, tidak perlu berlama-lama. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini bisa kita tetapkan. Kita sama-sama berdoa saja semoga proses ini bisa lancar,” ungkapnya.
Selaku gubernur yang juga dinilai perlu menyikapi kekosongan jabatan Wakil Bupati HSU, Rudy telah meminta Asisten I dan Biro Pemerintahan Pemprov Kalsel pada Selasa (16/9) menggelar pertemuan dengan Bupati dan Dewan HSU, membicarakan hal itu. “Kita ingin proses pengisiannya bisa cepat dan lancar,” katanya.
Disinggung nama bakal calon wakil bupati yang telah masuk, Rudy tidak bisa menyebutkannya. Nama yang ada cukup banyak, ada yang menyampaikan secara resmi, tapi ada yang secara lisan. Calon tersebut, akan dikembalikan kepada partai.
Mengenai kesiapan PPP untuk mengusung sendiri dua nama calon wakil bupati tanpa keterlibatan Golkar sebagai pasangan partai yang punya hak dalam mengusung, Rudy mengaku siap. “Karena Golkar menyerahkan ke kita, ya kita akan proses,” katanya.
Ketua DPD Golkar HSU menegaskan, Golkar memercayakan sepenuhnya proses penentuan nama dua calon wakil bupati itu kepada PPP.
“Siapa pun nanti yang mereka tetapkan, Golkar siap tandatangan sebagai tanda persetujuan karena persyaratan sahnya dua nama tersebut mesti atas persetujuan dua partai pengusung yakni Golkar dan PPP,” ujarnya.
Dari informasi yang berhasil diperoleh sebelumnya, DPC PPP Kabupaten HSU telah menyampaikan tujuh nama bakal calon wakil bupati ke DPW PPP untuk diproses. Namun mengingat mereka lupa merekap nama-nama tersebut untuk dijadikan file cabang, oleh Sekretaris DPC PPP HSU, Sutoyo S, yang mereka sebutkan hanya enam.
Enam orang tersebut yakni H Abdul Haris (Asisten III Pemkab Balangan), H Syahdillah (Kadis Pendapatan Pemkab HSU), H Gazali Rahman (Kebag Tata Usaha BAPPEDA HSU), Zuhairiah (Staf Departemen Kesehatan RI), Arif Ronaldi (Putera Alm. H Fakhruddin), dan Fitri Rifani (Asisten Pemerintahan Pemprov Kalsel). (yud)
Jumat, 12 September 2008
Ragam Caleg PPP : dari Wartawan sampai Istri PNS
Wartawan Jadi Caleg Sumbar
PADANG (Joglosemar): Sejumlah wartawan senior terutama yang menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) didaftarkan oleh sejumlah partai politik peserta Pemilu 2009 sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Sumbar periode 2009-2014.
Data KPUD yang dihimpun di Padang menunjukkan, para wartawan itu terutama dicalonkan oleh partai besar, bahkan beberapa di antaranya ditempatkan pada nomor urutan atas di suatu daerah pemilihan (dapil).
Wartawan itu antara lain, Asril Kasoema, Pemimpin Redaksi Harian Haluan, dicalonkan Partai Golkar pada nomor urut satu dan Sidi Roni Putra (Mingguan Publik) juga dicalonkan pada nomor urut satu oleh PPP.
Wartawan lainnya, Hidayat (Pemimpin Redaksi BakinNews) dicalonkan oleh PDI-Perjuangan pada nomor urut tiga, Masful (wartawan senior) dicalonkan Partai Bintang Reformasi di nomor urut tiga dan Yonda Djabar (Harian Singgalang) dicalonkan Partai Golkar.
Kemudian, Yosrizal (Majalah Pertanian) dan Ratna Sahara dicalonkan PBB, Edwar (Harian Singgalang) dicalonkan Partai Golkar dan Mikardi Miyar juga dicalonkan Partai Golkar.
Istri PNS Ramai-Ramai Lamar Caleg Kota Depok
Peminat calon legislatif (Caleg) yang akan memperebutkan kursi baik ditingkat DPRD Depok maupun di DPRD Provinsi Jawa Barat rupanya menjadi tren dikalangan istri pegawai negeri sipil (PNS) dan PNS perempuan di jajaran Pemkot Depok.
Mereka mendaftar sebagai calon legislatif dari berbagai partai politik (Parpol) peserta pemilu. Para istri PNS tersebut adalah Hj Enti, istri dari H Ridwan Kasie Ketertiban Dinas Pasar Kota Depok. Kemudian Hj Etty, istri Endang Sumarsana Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Depok, Menyusul Yana, istri Supayat Kabid Dinas Pendapatan Daerah serta Irna Skatin yang mengaku telah mengundurkan diri sebagai Kepala Kantor Arsip-Telematika-Perpustakaan (ATEP).
Beberapa parpol yang mengusung mereka sebagai caleg yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung Enty dan Etty sebagai caleg dari Dapil Sukmajaya. Yana caleg dari PPP untuk Dapil Beji Sedangkan Irna Skatin caleg PDS untuk tingkat Provinsi.
PADANG (Joglosemar): Sejumlah wartawan senior terutama yang menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) didaftarkan oleh sejumlah partai politik peserta Pemilu 2009 sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Sumbar periode 2009-2014.
Data KPUD yang dihimpun di Padang menunjukkan, para wartawan itu terutama dicalonkan oleh partai besar, bahkan beberapa di antaranya ditempatkan pada nomor urutan atas di suatu daerah pemilihan (dapil).
Wartawan itu antara lain, Asril Kasoema, Pemimpin Redaksi Harian Haluan, dicalonkan Partai Golkar pada nomor urut satu dan Sidi Roni Putra (Mingguan Publik) juga dicalonkan pada nomor urut satu oleh PPP.
Wartawan lainnya, Hidayat (Pemimpin Redaksi BakinNews) dicalonkan oleh PDI-Perjuangan pada nomor urut tiga, Masful (wartawan senior) dicalonkan Partai Bintang Reformasi di nomor urut tiga dan Yonda Djabar (Harian Singgalang) dicalonkan Partai Golkar.
Kemudian, Yosrizal (Majalah Pertanian) dan Ratna Sahara dicalonkan PBB, Edwar (Harian Singgalang) dicalonkan Partai Golkar dan Mikardi Miyar juga dicalonkan Partai Golkar.
Istri PNS Ramai-Ramai Lamar Caleg Kota Depok
Peminat calon legislatif (Caleg) yang akan memperebutkan kursi baik ditingkat DPRD Depok maupun di DPRD Provinsi Jawa Barat rupanya menjadi tren dikalangan istri pegawai negeri sipil (PNS) dan PNS perempuan di jajaran Pemkot Depok.
Mereka mendaftar sebagai calon legislatif dari berbagai partai politik (Parpol) peserta pemilu. Para istri PNS tersebut adalah Hj Enti, istri dari H Ridwan Kasie Ketertiban Dinas Pasar Kota Depok. Kemudian Hj Etty, istri Endang Sumarsana Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Depok, Menyusul Yana, istri Supayat Kabid Dinas Pendapatan Daerah serta Irna Skatin yang mengaku telah mengundurkan diri sebagai Kepala Kantor Arsip-Telematika-Perpustakaan (ATEP).
Beberapa parpol yang mengusung mereka sebagai caleg yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung Enty dan Etty sebagai caleg dari Dapil Sukmajaya. Yana caleg dari PPP untuk Dapil Beji Sedangkan Irna Skatin caleg PDS untuk tingkat Provinsi.
Langganan:
Postingan (Atom)
