Senin, 22 September 2008

PPP Bersama Golkar Sukses Ganda Di Pilgub Riau dan Pilkada Inhil

PPP sebagai Mitra/Partner koalisi Golkar di pemilihan Gubernur Riau dan pilkada Kabupaten Indragiri Hilir Sukses memenangkan kedua pasangan yang diusung dua partai besar di Riau ini.
Tahun 2004 PPP Sukses mengantar Rusli Zainal menjadi Gubernur Riau dan Wan Abu Bakar yang seorang kader PPP menjadi WaGub Riau.
Belakangan Rusli Zainal maju lagi dalam persaiangan pilgub Riau dan kemudian dia juga menjadi ketua DPD Partai Golkar Riau menggeser Chaidir.

Pasangan Indra Muklis Andan-Rosman Malomo (Idaman) Unggul di Indragiri Hilir
Indra Muklis Andan-Rosman Malomo (Idaman)-Diusung Golkar PPP dan PKB
enin, 22 September 2008 18:54
Hasil Sementara Pasangan Idaman Menangi Pilkada Inhil

Partai Golkar mendulang sukses ganda di Riau. Dua Pilkada yang digelar serentak, yakni Pilkada Riau dan Inhil, dua-duanya (sementara) jadi milik partai besar tersebut. Di Pilkada Inhil, Idaman sementara unggul.

Riauterkini-PEKANBARU- Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Idragiri Hilir (Inhil) yang digelar bersamaan dengan Pilkada Riau, Senin (22/9) ternyata ternyata berjalan lancar dan aman, padahal sejumlah pihak sempat mengakhawatirkan terjadi gangguan, mengingat selama dua hari terakhir ribuan massa terus berdemo di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhil, terkait banyaknya warga yang tak terdaftar.

Sementara mengenai hasil, sejauh ini satu-satunya data hasil sementara Pilkada Riau yang bisa diakses dari Inhil adalah dari Deks Pilkada Inhil. Sampai pukul 18.20 WIB, jumlah suara yang masuk di Desk Pilkada Inhil baru 28.223 suara. Dari total suara tersebut pasangan yang diusung Partai Golkar dengan nomor urut 2, yakni Indra Muklis Andan-Rosman Malomo (Idaman) unggul dari tiga pesaingnya dengan mendapatkan 56.67 persen suara, disusul pasangan Said Syarifuddin-Andi (Syaidina) dengan 17.04 persen, kemudian Syamsudi Uti-Soebroto (Djisamsu) dengan 7.75 persen dan pasangan jalur independen Yufa dengna hanya 6.69 persen.

"Ini data masih sementara. Belum bisa dijadikan patokan, akan terus bergerak dan yang bisa dijadikan acuan memutuskan hasil Pilkada adalah hasil penghitungan oleh KPU," ujar Ketua Deks Pilkada Inhil Said Hasan kepada riauterkini yang menghubunginya, Senin malam.***(mad)

RZ-MM Menang Telak di Pilgub Riau
Gagal Mengusung Wan Abu Bakar jadi Calon Gubernur Riau, PPP kemudian mendukung pasangan Rusli Zainal-Mambng Mit.

Senin, 22 September 2008 19:32
LSI Umumkan Kemenangan Mutlak RZ-MM,
Kader PD, PKS dan PDIP Membelot

Lingakaran Survei Indonesia (LSI) mengumumkan hasil perhitungan cepat dengan kemangan mutlak RZ-MM. Salah satu faktor kunci kemenangan RZ-MM adalah membelotkan kader dan simpatisan PD, PKS dan PDIP.

Riauterkini-PEKANBARU- Perhitungan cepat atau qouick qount Lingkaran Survei Indonesia (LSI)dan Jaringan Isu Publik (JIP)untuk Pilkada Riau resmi berakhir. Hasilnya diumumkan dalam jumpa pers di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (22/9). Hadir dalam jumpa pers tersebut Koordinator Survei LSI wilayah Riau Riki Ramadia, Direktur Riset LSI Eka Kusmayadi dan Direktur Publik Strategis JIP Fajas Estamin.

Dipaparkan dalam kesempatan tersebut, LSI dan JIP mengambil sampling 400 Tempat Pemngutan Suara (TPS) di seluruh Riau. Data terakhir yang masuk mencapai 96.80 persen atau 386 TPS dengan total suara 85.793. Dari data tersebut pasangan M Rusli Zainal-Raja Mambang Mit (RZ-MM) menang mutlak dengan mendulang 56.85 persen suara, disusul Chaidir-Suryadi Khusaini (CS) dengan 22.18 persen dan Raja Thasir Rachman-Taufan Andoso Yakin (Tampan) dengan 20.97 persen.

"Qoick qount kali ini merupakan yang ke-57 yang pernah kami gelar di seluruh Indonesia, baik tingkat kabupaten, kota maupun provinsi," ujar Eka kepada wartawan.

Ditambahkan Fajar Estamin, ada tiga faktor kemenangan RZ-MM. Pertama tingkat popularitasnya yang sangat tinggi, jauh dibandingkan dua kandidat lainnya, kedua publik merasa puas pada hasil kerja RZ selama lima tahun jadi gubernur dan ketiga adanya pembelotan suara dari tiga partai pendukung pasangan lain, yakni PKS, Partai Demokrat dan PDIP.

Dipaparkan dalam jumpa pers tersebut, bahwa kader dan simpatisan Partai Demokrat yang merupakan pengusung Tampan justru membelot mendukung RZ-MM dengan prosentase mencapai 57.7 persen. PDIP yang menjadi pendukung CS juga sebanyak 33.33 persen kader dan simpatisannya justru mencoblos RZ-MM. Demikian juga dengan PKS yang belakangan mengumumkan dukungan untuk CS, 33.3 persen kader dan simpatisannya mendukung RZ-MM.***(mad)

Untuk kabupaten/kota, RZ-MM mengusai 9 daerah. Hanya di Rohul RZ-MM kalah dari CS dan di Inhu kalah dari Tampan.***(ma

Sabtu, 20 September 2008

DPC PPP Tanggamus Targetkan 11 Kursi

KOTAAGUNG (Lampost): Jajaran DPC PPP Tanggamus optimistis bisa menambah 5 kursi menjadi 11 kursi di DPRD, pada Pemilu Legislatif mendatang.

Ketua DPC PPP Misri Jaya Latief saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18-9), selain terus melakukan pendekatan kepada konstituen, PPP juga menempatkan kader-kader potensialnya di setiap daerah pemilihan, sehingga target akan dapat dicapai.

Selain itu, untuk memberikan optimisme pencapaian peningkatan perolehan suara, kepada seluruh kader yang ikut mencalonkan diri ditetapkan sebuah aturan khusus.

Di mana, mereka yang berhak duduk di kursi legislatif adalah yang mendapatkan perolehan suara terbanyak, bukan berdasarkan nomor urut. Hal itu dituangkan dalam perjanjian tertulis di antara para caleg yang menyatakan kesiapan untuk mundur jika tidak mendapatkan suara terbanyak, meski di nomor urut 1 atau 2.

"Ketentuan ini meski bukan merupakan keputusan partai, telah menjadi kesepakatan tertulis di DPC PPP Tanggamus. Jika tidak dipatuhi, keanggotaannya di partai akan dicabut. Jadi, kita semua menyepakati untuk perolehan suara terbanyak dialah yang berhak duduk menjadi anggota legislatif," kata wakil ketua DPRD Tanggamus tersebut.

Selain itu, jelas Misri, juga disepakati bahwa mereka yang nantinya duduk sebagai anggota legislatif harus mengembalikan seluruh biaya yang dikeluarkan caleg lain yang dihitung dengan nilai masing-masing satu suara sah Rp10 ribu kepada para caleg yang tidak duduk.

Kini, 58 kader dari semula 75 kader PPP telah diajukan ke KPUD untuk menjadi calon anggota legislatif. Pengurangan terjadi karena ada kelebihan kuota dan juga ada kader yang kurang persyaratan. Sehingga, hanya kader-kader yang memenuhi syarat yang dapat mencalonkan dan dicalonkan. n CK-2/R-2

ARTIS /SELEBRITIS INDONESIA YANG NYALEG 2009

Serius, Artis Mau Jadi Anggota DPR ? [jilid 2]
Batas penyerahan berkas calon legislatif Pemilu 2009 sudah berakhir. Tercatat sejumlah nama-nama lama dan nama baru menghiasi daftar calon legislatif ini. Yang menjadi sorotan pada Pemilu 2009 ini adalah banyaknya nama artis yang dijadikan calon legislatif oleh sejumlah partai politik dan adanya politik dinasti (orang tua dan anak sama-sama menjadi caleg).

Terlepas dari artis hanya dianggap sebagai vote getters ataupun ketidakmampuan partai politik dalam melaksanakan proses pengkaderan anggotanya, dalam dunia politik hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Dari beberapa partai politik yang mencalonkan artis sebagai calon wakil rakyat tercatat Partai Amanat Nasional (PAN) yang paling banyak mencalonkan anggota legislatif dari kalangan artis dan kemudian disusul oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Berikut nama-nama calon legislatif yang berlatabelakang sebagai artis:

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
1. Rieke Diah Pitaloka
2. Edo Kondolongit
3. Sonny Tulung
4. Gugun Gondrong
5. Deddy "Mi'ing

Partai Golkar
1. Nurul Arifin
2. Tantowi Yahya
3. Jeremy Thomas
4. Puput Novel
5. Meutya Hafid

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
1. Marissa Haque(DCT PPP Dapil 1 Jabar)
2. Kristina(belum masuk 2009)
3. Evie Tamala (DCT PPP Dapil 10 Jabar)
4. Lyra Virna /Eris Scada (Eric Scada/Syarif Kasim-DCT PPP Dapil Riau 2)
5. Ferry Irawan (Belum Masuk 2009)
6. Okky Asokawati (DCT PPP Dapil 2 DKI Jakarta)
7. Ratih "SANG" Sanggarwati (DCT PPP Dapil 1 Jawa Timur)
8. Emilia Contessa (DCT PPP Dapil 3 Jawa Timur)
9. Denada Tambunan (DCT PPP Dapil 5 Jawa Timur)
10. Mieke Wijaya (Belum Masuk 2009),
11. Rahman Yacob (DCT PPP Dapil 1 Lampung)
12. Soultan Saladin (Belum)
13. Rhoma Irama "SaTRIA BEGITAR"(tidak nyaleg)
14. Mat Solar "nasrullah" BAJURI Bajaj Bajuri(Belum)
15. Saipul Jamil (Belum)
16. KH Zainudin MZ (DCT PPP Dapil 2 DKI Jakarta)
17. Ust Haryono (DCT PPP Dapil 5 Jawa Timur)
18. Syaiful Islam Al Payage Jebolan DAI TPI (DCT PPP Dapil Papua)
19.Icuk Sugiarto Maestro-Juara Dunia Badminton (DCT PPP Dapil 5 JaTeng)

KADER PPP TAPI TIDAK NYALEG

20. Ozy Syahputra
21. Zainal Abidin "CUMI" Domba
22. Hendra Cipta
23. Dewi Gita-Armand Maulana GIGI
24. Pasha UNGU-Sigit Purnomo Bin Syamsudin Said-UNGU
25. Zaki Samson Betawi
26. Emil Hussein Ummar NAIF-Echi Item(Istri Emil)AUDY Item (Adik Echi Item )
27. Fikri Haikal
28. Hj Nani Wijaya-Misbach Yusa Biran
29. Lucki Wija-Ardina Rasty-Erna Santoso
30. Lucky Reza
31. Deni Malik(Karena Begitu "Sesaknya" PPP Deni Malik Kemudian menjadi Caleg PIB Daerah DKI)
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
1. Tengku Firmansyah
2. Didi Kempot

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
1. Astri Ivo

Partai Demokrat
1. Venna Melinda
2. TERE
3. Inggrid Kamsil
4. Cut Tari
5. Adjie Massaid
6. H.Qomar
7. Ruhut Sitompul
8. Angelina Sondakh

Partai Amanat Nasional (PAN)
1. Wulan Guritno
2. Marini Zumarnis
3. Adrian Maulana
4. Eko Patrio
5. Maylaffayza
6. Derry Drajat
7. Ikang Fawzi
8. Mandra
9. Raslina Rasyidin
10.Tito Sumarsono
11.Henidar Amroe
12.Cahyono
13.Intan Sevilla
14.Wanda Hamidah
15.Mara Karma
16.Eka Sapta
17.Lucky Artadipreja
18.Irene Librawati

Partai Hati Nurani Rakyat (Partai HANURA)
1. Anwar Fuady
2. Gusti Randa
3. Steve Immanuel
4. Tengku Wisnu
5. Dimas Adrian
6. David Chalik

Partai Perhimpunan Indonesia Baru (P PIB)
1. Denny Malik

Partai Gerakan Indonesia Rakyat (P.Gerindra)
1. Rachel Maryam
2. Djaja Mihardja
3. Djamal Mirdad

Partai Damai Sejahtera (PDS)
1. Bella Saphira
2. Tessa Kaunang
3. Ronny Pangemanan

PPP Kabupaten Probolinggo Kian MantapSambut Pemilu

Para Caleg Perang Baliho
Dekati Pemilih, Buka Puasa Bersama

KRAKSAAN - Puasa Ramadan tidak menghentikan para calon legislatif (caleg) untuk mendekati konstituennya. Malah sebaliknya. Berbagai kegiatan mengenalkan diri, makin gencar dilakukan. Mulai memasang baliho sampai kegiatan buka bersama dengan masyarakat.

Dari pantauan Radar Bromo di lapangan, baliho maupun banner mulai bertebaran di sepanjang jalan Kraksaan dan Pajarakan. Bahkan, sampai masuk ke desa-desa. Tidak hanya memasang foto. Baliho dan banner kadang dilengkapi jargon-jargon dan janji-janji manis kepada masyarakat.

Sebuah baliho berukuran 3 x 5 meter bergambar ketua DPC PPP Habib Mahdi misalnya, terpampang di Jl Panglima Sudirman Kraksaan Di situ tertulis: Mari bersatu di bawah naungan Kakbah.

Sementara salah satu caleg Partai Demokrat Juaeni dapil IV (Dringu, Gending, Pajarakan dan Krejengan), memasang baliho di pertigaan Jl Raya Panglima Sudirman, Pajarakan. Selain ada foto Juaeni, balihonya juga dilengkapi foto Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lengkap dengan nomor partainya. Tak lupa, jargon serta program yang akan dilakukan, juga ditampilkan di baliho tersebut.

Demikian juga dengan PDIP. Partai berlambang banteng moncong putih ini, memasang baliho di pertigaan Krejengan. Di baliho itu terpampang Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, anggota DPRD Jatim Hj Luluk Mauludiyah, dan Ketua DPC PDIP kabupaten H Sulaiman Dada.

Menanggapi hal tersebut, Habib Mahdi yang juga caleg PPP DPRD Jawa Timur Dapil II (Pasuruan-Probolinggo) mengatakan, caleg PPP tidak harus memutar otak saat Pemilu 2009 nanti. Karena, apa yang dilakukan ini, bukan hanya saat momentum pencalegan saja.

"Itu sudah program partai. Misalnya, buka puasa dan turun langsung ke masyarakat. Sehingga masyarakat bisa menilai, mana partai yang asli, yakni lama bersama rakyat, dan mana yang hanya karbitan, atau baru terjun di masyarakat" terangnya kepada Radar Bromo.

Karena itu, dia tetap optimistis masih mendapat peluang besar, di tengah hadirnya berbagai partai baru. "Saya tidak terlalu risau dengan suara PPP. Karena PPP sudah memiliki basis riil di masyarakat. Justru yang menjadi kekhawatiran, tentang contering pencoblosan. Kalau masyarakat banyak yang tidak paham, justru akan kehilangan suara," katanya.

Saat ditanya persiapan menghadapi Pemilu nanti, Habib Mahdi mengaku sudah mencetak dan memasang baliho berukuran 3 x 5 meter sebanyak 500 ribu buah. Itu dipasang di pinggir jalan hampir di seluruh kecamatan di Probolinggo. "Spanduk tiap kecamatan 3 buah, stiker 500 ribu lembar, dan kalender 250 ribu lembar," aku Mahdi kepada Radar Bromo.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo Umar Ababil mengaku menyiapkan banyak strategi di Pemilu 2009 nanti. Selain melakukan berbagai kegiatan di bulan Ramadan. Pihaknya juga intensif turun ke masyarakat, seperti bersilaturahmi, dan menjalankan Ramadan bersama konstituen.

"Kami juga minta para caleg di masing-masing dapil untuk memberikan jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat," jelas Umar kepada Radar Bromo kemarin. Selain itu, partainya juga memasang baliho di masing-masing kecamatan di kabupaten Probolinggo.

Sementara Syarful Anam, salah satu caleg PKNU dari Dapil IV (Dringu, Gending, Pajarakan dan Krejengan) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih caleg. "Saya yakin masyarakat sekarang ini cerdas dan bisa memilih dengan tepat, mana parpol dan tokoh yang layak untuk dipilih," ujar Syarful.

Jumat, 19 September 2008

DPP PPP Edarkan Surat Bantahan Pemecatan Irgan


Keluarga Besar PPP Berharap dan berkeyakinan Suryadharma Ali akan tetap Arif, Begitupun Irgan Chairul Mahfiz Semoga tetap Bijaksana demi Masa Depan PPP.



Jakarta - Buntut dari isu dicopotnya Sskjen DPP PPP Irgan C Mahfiz membuat repot ketua umum DPP PPP Suryadharma Ali. Suryadharma langsung memerintahkan wakil ketua umum Chozin Chumaidy membuat surat klarifikasi kepada DPC dan DPW se-Indonesia bahwa pemecatan Irgan tidak benar alias pepesan kosong.

"Itu hanya isu, nggak benar ada pemecatan. Isu ini membuat ketua umum jadi sibuk. Beliau yang sedang ikut Pak SBY langsung memerintahkan saya dan Pak Irgan untuk membuat surat edaran bahwa tidak ada pemecatan sekjen," kata Chozin pada wartawan usai salat Jumat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Jumat (19/9/2008).

Menurut anggota Komisi II DPR ini, isu pemecatan Irgan membuat panik dan kaget seluruh jajaran pengurus DPP, DPW dan DPC. Namun demikian, setelah isu itu diklarifikasi, semua pihak dapat memahami. Karena itu Chozin meminta semua kader PPP untuk menjaga soliditas partai guna menghindari adanya isu-isu yang mengarahkan pada perpecahan partai.

"Saya kaget sekali mendengar adanya isu dan berita itu. Padahal itu tidak benar sama sekali. Pak Irgan sampai sekarang masih sekjen. Saya sampai dapat ratusan SMS dari DPC dan DPW yang menanyakan soal ini.," kata politisi senior PPP ini.

Atas nama wakil ketua umum DPP PPP, Chozin meminta semua kader PPP seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan sabar menghadapi isu-isu yang berkembang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan tetap kerja keras, Diharapkan isu-isu akan hilang dengan sendirinya, dan PPP lebih siap menghadapi pertarungan pemilu 2009.

"Kami meminta kepada DPW, DPC dan semua kader PPP untuk tetap tenang, konsisten dengan bekerja dan membangun soliditas partai. Mantapkan konsolidasi agar kita siap menghadapi pemilu 2009," pungkas Chozin.

Suryadharma Ali dan Irgan Chairul Mahfiz Sudah Islah

JAKARTA - Perseteruan antara Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali dan Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfiz berujung manis. Keduanya sudah melakukan islah.

"Ya sudah (islah)," kata Irgan saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Kamis (18/9/2008).

Irgan juga mengaku, sudah menandatangani perbaikan susunan daftar calon legislatif PPP. Sehingga masalah daftar caleg PPP bisa dikatakan selesai.

Dia menjelaskan, sebenarnya masalah antara dirinya dengan Suryadharma Ali hanyalah perbedaan pandangan saja. "Itu biasa dalam dinamika politik," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, kader-kader asli PPP yang menempati nomor urut caleg jadi sudah cukup banyak ketimbang sebelumnya. "Ya siginifikan lah," kata Irgan.

Yang penting, lanjutnya, sudah terjadi saling pengertian dan membangun kebersamaan di partai berlambang kabah ini.

Sejumlah Kader PKB Jateng "Pulang" ke PPP

Kiai Khos/Sepuh dan Kiai Kampung PKB Siap Perkuat PPP Jateng

KH Abdul Wahid Karim, pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah Pondok Pesantren Al MaĆ­ruf Ngaringan Grobogan Jawa Tengah.
KH Wahid Karim(Mantan Anggota DPR RI PKB) Siap menjadikan kecamatan Ngaringan Grobogan menjadi Basis PPP.
KH Zaenuddin LC juga sudah bergabung dengan PPP.
Sejumlah Kiai di Kabupaten Pekalongan sudah masuk dalam jajaran kepengurusan PPP.
PPP Di Kebumen dan Banyumas juga mendapat "suntikan" dari Kiai PKB , baik Kiai sepuh maupun Kiai Kampung PKB.
Beberapa kiai PKB masuk dalam Daftar Caleg PPP Demak.

Semarang, 18/9 (ANTARA) - Sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jawa Tengah memutuskan masuk ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menyusul konflik internal di tubuh PKB.

Ketua DPW PPP Jateng, Hisyam Alie, di Semarang, Kamis, mengatakan, PPP telah membuka pintu bagi kader PKB yang ingin "pulang".

"Ada yang kembali ke PPP untuk maju dalam pemilu legislatif, namun sebagian besar yang kembali justru masuk sebagai pengurus partai," kata Wakil Ketua DPRD Jateng ini.

Ia mengharapkan, dengan masuknya kader PKB, termasuk sejumlah kiai ke PPP akan mendongkrak perolehan suara partai ini pada Pemilu 2009.

Dalam Pemilu 2009, kata dia, PPP Jateng menargetkan perolehan sebesar 15 persen suara. PPP hingga kini belum memutuskan mekanisme yang digunakan dalam penentuan calon anggota legislatif terpilih pada pemilu mendatang.

"Sesuai UU Pemilu, penentuan caleg terpilih berdasarkan nomor urut. DPP PPP akan mengajukan revisi terhadap mekanisme tersebut agar cara yang digunakan berdasarkan suara terbanyak," katanya.

Menurut dia, masih ada cukup waktu untuk mengupayakan agar aturan tersebut berubah.

DPW PPP Jateng, lanjut dia, hingga saat ini masih belum memutuskan mekanisme yang akan digunakan. "Kami masih menunggu instruksi DPP," katanya.

Ia berpendapat, dengan mekanisme suara terbanyak, maka seluruh caleg akan bekerja keras dalam meraih suara.***3***

Rabu, 17 September 2008

Sekjen PPP Kroscek Caleg ke KPU Pusat

Daftar Caleg PPP Diduga Bermasalah

Jakarta, Kompas - Sebagian berkas daftar calon anggota legislatif hasil perbaikan dari Partai Persatuan Pembangunan atau PPP diduga hanya ditandatangani Ketua Umum PPP Suryadharma Ali. Padahal, dalam Undang-Undang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD disebutkan, pengajuan daftar caleg oleh partai politik harus ditandatangani secara bersama oleh ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary seusai bertemu Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfiz di Jakarta, Rabu (17/9), mengatakan, sesuai laporan Kelompok Kerja Pencalonan Anggota DPR, di berkas awal caleg PPP yang ditandatangani ketua umum dan sekjen banyak terdapat nama caleg yang dicoret. Berkas pencalonan seperti itu tak diperbolehkan sehingga KPU mengembalikan berkas tersebut untuk diperbaiki.

Namun, setelah diperbaiki pada batas akhir pengembalian 16 September 2008 pukul 16.00, ternyata sebagian berkas caleg PPP hanya ditandatangani Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dan tanda tangan stempel Sekjen PPP. "Tanda tangan stempel tidak diperkenankan. Harus tanda tangan asli," kata Hafiz.

Sebelum bertemu Hafiz, Irgan mengatakan, tujuannya ke KPU untuk mengecek berkas pengajuan caleg PPP dan memastikan semua ditandatangani olehnya. "Karena itu, ke sini ingin mengecek apa ada berkas yang tidak saya tanda tangani, mungkin terselip. Menurut undang-undang, berkas caleg yang tidak ditandatangani sekjen, kan, tidak sah," ujar Irgan.

Namun, Irgan membantah isu yang menyebutkan tidak adanya tanda tangan dirinya dalam berkas pengajuan caleg PPP karena ia dipecat sebagai Sekjen PPP. Irgan juga membantah adanya berkas caleg untuk daerah pemilihan tertentu yang belum ia tanda tangani. Ia merasa telah menandatangani semua berkas pencalegan.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum PPP Chozin Chumaidy membantah kabar pemecatan Irgan sebagai Sekjen PPP.

"Tidak benar jika dikatakan Irgan dipecat karena pertentangan dengan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali terkait dengan penyusunan daftar calon anggota DPR," katanya.

Jika memang ada daftar calon yang tidak ditandatangani ketua umum dan sekjen, sudah tentu KPU akan mengoreksinya. "Kalau salah satu tak ada, KPU pasti mengembalikan," ujar Chozin.

Irgan mengaku tidak tahu apakah pemberhentian dirinya itu fakta atau hanya isu. "Saya memang mendapat informasi tentang pemecatan itu. Namun, sampai saat ini saya masih berperan dan menjalankan tugas sebagai Sekjen DPP PPP," ujar Irgan.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai PPP Bachtiar Chamsyah juga mengaku tidak tahu pasti tentang pemecatan sekjen. Namun, menurut dia, pemecatan pengurus harian partai harus dilakukan dalam muktamar.