JOMBANG - Pasangan Khofifah Indar Parawansa Mudjiono (Kaji) kembali mengeluhkan adanya black campaign (kampanye hitam) yang dialamatkan kepadanya. Terbaru, ada isu bahwa Kaji didanai oleh kelompok dari Vatikan. Tentu saja, isu ini membuat Khofifah merasa terpojok.
Dikatakan Khofifah, saat ini beredar isu jika pasangan Kaji telah didanai oleh kelompok Kristen dari Vatikan untuk pilgub putaran kedua kali ini. Isu tersebut kata dia, dinilai sangat menjatuhkan namanya untuk bisa memenangi Pilgub Jatim.
"Awas, sekarang sudah ada isu tak sedap lagi yang dialamatkan kepada saya. Jelas, jika isu ini sengaja diembuskan untuk menjatuhkan pasangan Kaji," lontar Khofifah di hadapan ribuan kader Muslimat di alun-alun Jombang Minggu (12/10/2008).
Dia juga meminta kader Muslimat mengabaikan isu miring tersebut dan tak gampang percaya dengan isu miring yang terus menerus dialamatkan kepadanya. "Isu itu tak benar. Dan tak sekali ini saya dihadapkan pada isu-isu yang menyudutkan itu," ujar Khofifah meyakinkan.
Namun, ia enggan menyebut dari mana isu tak sedap itu muncul. Hanya, �kata dia, deretan isu miring itu sempat membuatnya bingung untuk menangkis. Saya tak menyebut siapa yang mengembuskan isu itu.
Sebelumnya, Khofifah juga mengaku ada kampanye hitam lain yang mengesankan jika dirinya berdekatan dengan kelompok non muslim, baik dari sisi dukungan maupun pendanaan. Menyebarnya gambar salib yang berdampingan dengannya dalam putaran pertama lalu, juga sempat membuatnya kelabakan menjawab pertanyaan dari para pendukungnya. Kendati tak menyebut siapa yang menyebarkan gambar rekayasa itu, ia mengaku telah menerjunkan tim untuk melacaknya. "Tapi biarlah, terpenting, masyarakat tahu jika isu-isu tersebut tak benar," katanya.
Sementara dalam orasinya di depan ribuan kader Muslimat, Khofifah menyinggung fenomena pendidikan di Jawa Timur yang masih belum terjangkau semua lapisan masyarakat. Menurut dia, pendidikan menjadi program prioritas dalam kepemimpinannya nanti, bila terpilih menjadi Gubernur Jatim.
14/10/2008 15:59
JK Isyaratkan Ka-Ji Menang
INILAH.COM, Surabaya - Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla secara tidak langsung mengisyaratkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (KaJi) akan memenangkan pemilihan gubernur Jawa Timur putaran kedua nanti.
Menurut Kalla, di Jawa, sedikitnya telah digelar lima kali pilkada, yang dua di antaranya dimenangkan calon perempuan. Dua perempuan yang memenangkan pertarungan di tingkat daerah itu adalah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih.
”Sekarang sudah ada dua, mungkin nanti bisa jadi tiga," tegas Kalla, saat temu kader Partai Golkar dan Halal Bihalal di kantor DPD Golkar Jatim, Selasa (14/10).
Calon perempuan, lanjut Kalla, memang memiliki banyak kelebihan. “Selain itu, jumlah pemilih perempuan sangat banyak, lebih dari 50%," ujarnya.
Selain di Jateng dan Banten, Pilgub yang diikuti calon perempuan adalah di Jatim. Putaran Pilgub Jatim akan digelar pada 4 November 2008, akan diikuti oleh pasangan Soekarwo-Saifullah dan Khofifah-Mudjiono.
Selasa, 14 Oktober 2008
Pilkada Merangin Jambi : MR Janji Perhatikan Petani
Kampanye Calon PPP-PBR Murasman-Rahman Membludak
SUNGAIPENUH – Komitmen untuk tetap memperhatikan nasib rakyat kecil dan petani di Kerinci menjadi salah satu janji politik pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kerinci, Murasman dan Rahman (MR).
Kampanye akbar pasangan MR ini tidak dihadiri juru kampanye (jurkam) dari Provinsi Jambi maupun jurkam nasional. Yang terlihat diatas podium mendampingi pasangan MR sebagai jurkam adalah Syofyan Hasim, salah seorang kandidat yang mendaftar di PPP. Ahmad Zuhdi MAg mewakili masyarakat Kerinci hilir, Yal Maris, Andi Oktovian, Khusnul, Mursimin, Irmanto, serta banyak lagi pertinggi partai pengusung.
Meski tidak dihadiri oleh Jurkamhnas dan jurkam dari Provinsi, antusias masyarakat Kerinci untuk hadir dan memberikan dukungan kepada cabup yang diusung oleh koalisi PPP-PBR serta didukung oleh beberapa partai lainya termasuk Demokrat cukup tinggi. Diperkirakan hampir 700 kendaraan dengan massa hingga mencapai puluhan ribu jumlahnya terlihat memadati lapangan Mardeka Sungaipenuh.
Kampanye MR itu sendiri dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Pasangan MR itu diarak dari kediamannya di jalan muradi Sungaipenuh atau berjarak 100 meter dari lokasi lapangan Merdeka. Uniknya, pasangan MR ini sengaja mengenakkan topi ke sawah sambil diarak oleh kaum adat dari Tigo Luhah Tanah Sekudung, tarian Kudo Kipang serta ribuan pendukungnya berjalan kaki menuju lapangan mardeka Sungaipenuh.
SUNGAIPENUH – Komitmen untuk tetap memperhatikan nasib rakyat kecil dan petani di Kerinci menjadi salah satu janji politik pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kerinci, Murasman dan Rahman (MR).
Kampanye akbar pasangan MR ini tidak dihadiri juru kampanye (jurkam) dari Provinsi Jambi maupun jurkam nasional. Yang terlihat diatas podium mendampingi pasangan MR sebagai jurkam adalah Syofyan Hasim, salah seorang kandidat yang mendaftar di PPP. Ahmad Zuhdi MAg mewakili masyarakat Kerinci hilir, Yal Maris, Andi Oktovian, Khusnul, Mursimin, Irmanto, serta banyak lagi pertinggi partai pengusung.
Meski tidak dihadiri oleh Jurkamhnas dan jurkam dari Provinsi, antusias masyarakat Kerinci untuk hadir dan memberikan dukungan kepada cabup yang diusung oleh koalisi PPP-PBR serta didukung oleh beberapa partai lainya termasuk Demokrat cukup tinggi. Diperkirakan hampir 700 kendaraan dengan massa hingga mencapai puluhan ribu jumlahnya terlihat memadati lapangan Mardeka Sungaipenuh.
Kampanye MR itu sendiri dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Pasangan MR itu diarak dari kediamannya di jalan muradi Sungaipenuh atau berjarak 100 meter dari lokasi lapangan Merdeka. Uniknya, pasangan MR ini sengaja mengenakkan topi ke sawah sambil diarak oleh kaum adat dari Tigo Luhah Tanah Sekudung, tarian Kudo Kipang serta ribuan pendukungnya berjalan kaki menuju lapangan mardeka Sungaipenuh.
Pilkada Lampura : Pengadilan Menangkan Bachtiar-Slamet
PPP Motor Utama Pendukung Bachtiar-Slamet di Pilkada Lampung Utara
Bachtiar Basri-Slamet Haryadi (diusung PPP, PBR, PDK, PKPI, dan Partai Pelopor)
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang memutuskan penghitungan ulang Pemilihan Bupati Lampung Utara tidak sah. Hakim meminta KPU mematuhi penghitungan PPS dan PPK yang menyatakan pasangan Bachtiar-Slamet sebagai peraih suara terbanyak.
"Kami menolak eksepsi dan mengabulkan permohonan, serta menyatakan berita acara penghitungan ulang tidak sah," kata Ketua Majelis Hakim, Hj. Maulida, saat membacakan putusan sidang sengketa Pilbup Lampura di Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Senin (13-10).
Putusan Majelis Hakim dituangkan dalam SK No.01/PDT/TKD/2008/PP.TK yang memenangkan sebagian gugatan Bachtiar-Slamet. Majelis juga membatalkan SK KPU Lampura No.31/SK/KPU-LU/2008 tanggal 14 September 2008 tentang Rekapitulasi Penghitungan Surat Suara Pascapenghitungan Ulang. Sementara itu, untuk permintaan kuasa hukum Bachtiar-Slamet agar pengadilan menetapkan kliennya sebagai bupati tidak dipenuhi karena hal itu bukan wewenang pengadilan. Juga terhadap permintaan pengadilan agar memerintahkan KPU memenangkan pasangan Bachtiar-Slamet karena hal itu bukan wewenang pengadilan.
BS Menang Tipis 0,18%
Pada perhitungan rekapitulasi suara di PPS dan PPK (sebelum penghitungan ulang), pasangan Bachtiar Basri-Slamet Haryadi meraih suara terbanyak dengan mengumpulkan 99.300 suara atau 35,27% disusul Zainal Abidin-Rohimat Aslan 98.793 suara (35,09%). Berikutnya, Suhardi Wiryo Sentono-Mardani Umar 35.922 suara (12,75%), Djauhari Thalib-Ahmad Mujib 28.519 suara (10,12%), dan Sumanto-Edrin Indra Putra 5.249 suara (1,86%). Dengan demikian, pasangan Bachtiar-Slamet menang tipis atas Zainal-Rohimat dengan 507 suara atau 0,18%.
Sementara itu, hasil penghitungan ulang pada 14 September 2008, Zainal-Rohimat meraih suara terbanyak dengan 100.125 suara (35,338%), sedangkan Bachtiar-Slamet di posisi kedua dengan 99.421 suara (35,139%). Hasil penghitungan ulang inilah yang dibatalkan Majelis Hakim karena dinyatakan bertentangan dengan UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang direvisi menjadi UU No. 12/2008.
Hakim Maulida juga mengatakan tindakan KPU Lampura membuka kotak suara dan menghitung ulang surat suara pada 11--12 September 2008 tidak sah. Usai penghitungan ulang, muncul ketidakpuasan sejumlah kalangan masyarakat yang menyatakan diri dari Gerakan Koalisi Lampung Utara Sejahtera (Gilas).
Gilas menemukan adanya surat suara yang tercoblos gambar pasangan nomor urut tujuh selain gambar nomor urut lain. Padahal, sesuai dengan keputusan rapat pleno KPU Lampura No.270 /339/KPU-LU/VII/2008, KPU menyatakan gambar pasangan nomor urut tujuh akan dicoret dan surat suara yang tercoblos gambar nomor tujuh dinyatakan tidak sah. Upaya itu dilakukan menyusul meninggalnya calon bupati bernomor urut tujuh usungan Partai Golkar Zubaidah Hambali pada 21 Agustus 2008.
Kronologi Pemilihan Bupati Lampung Utara
26 Agustus 2008
KPU Lampura menetapkan pemberian tanda silang pada gambar pasangan Zubaidah-Subhan.
3 September 2008
Pemungutan suara.
5 September 2008
Koalisi Lampung Utara Bersatu melayangkan surat ke KPU, Panwasda, dan Polres melaporkan indikasi sejumlah kecurangan.
6 September 2008
KPU menghentikan penghitungan suara dan menegaskan surat suara yang dinyatakan sah atau tidak sah. Posisi perolehan suara saat dihentikan, Bachtiar-Slamet 99.300 (35,28%), sedangkan Zainal-Rohimat 98.793 (35,07%).
10 September 2008
PPK menghitung ulang surat suara yang dinyatakan tidak sah di TPS.
11 September 2008
PPK melanjutkan penghitungan surat suara. Bachtiar-Slamet bersama 4.000-an pendukungnya berunjuk rasa ke Pemkab dan menemui Bupati serta Muspida. Mereka menuntut penghitungan ulang dihentikan.
14 September 2008
KPU Lampura menggelar pleno hasil penghitungan suara dan pasangan Zainal-Rohimat mengumpulkan suara terbanyak dengan mengumpulkan 100.125 suara (35,338%) berselisih tipis dengan Bachtiar-Slamet 99.421 suara (35,139%).
5 Oktober 2008
Polda Lampung menetapkan lima anggota KPU Lampura sebagai tersangka kasus pelanggaran tindak pidana pilkada pada proses pilbup.
13 Oktober 2008
Pengadilan Tinggi Tanjungkarang memutuskan Bachtiar-Slamet sebagai pemenang Pilbup Lampura.
Pasal 106 UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
Ayat (6)
MA dalam melaksanakan kewenangannya...dapat mendelegasikan kepada PT untuk memutus sengketa hasil penghitungan suara pilkada.
Ayat (7)
Putusan PT sebagaimana dimaksud pada Ayat (6) bersifat final.
Bachtiar Basri-Slamet Haryadi (diusung PPP, PBR, PDK, PKPI, dan Partai Pelopor)
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang memutuskan penghitungan ulang Pemilihan Bupati Lampung Utara tidak sah. Hakim meminta KPU mematuhi penghitungan PPS dan PPK yang menyatakan pasangan Bachtiar-Slamet sebagai peraih suara terbanyak.
"Kami menolak eksepsi dan mengabulkan permohonan, serta menyatakan berita acara penghitungan ulang tidak sah," kata Ketua Majelis Hakim, Hj. Maulida, saat membacakan putusan sidang sengketa Pilbup Lampura di Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Senin (13-10).
Putusan Majelis Hakim dituangkan dalam SK No.01/PDT/TKD/2008/PP.TK yang memenangkan sebagian gugatan Bachtiar-Slamet. Majelis juga membatalkan SK KPU Lampura No.31/SK/KPU-LU/2008 tanggal 14 September 2008 tentang Rekapitulasi Penghitungan Surat Suara Pascapenghitungan Ulang. Sementara itu, untuk permintaan kuasa hukum Bachtiar-Slamet agar pengadilan menetapkan kliennya sebagai bupati tidak dipenuhi karena hal itu bukan wewenang pengadilan. Juga terhadap permintaan pengadilan agar memerintahkan KPU memenangkan pasangan Bachtiar-Slamet karena hal itu bukan wewenang pengadilan.
BS Menang Tipis 0,18%
Pada perhitungan rekapitulasi suara di PPS dan PPK (sebelum penghitungan ulang), pasangan Bachtiar Basri-Slamet Haryadi meraih suara terbanyak dengan mengumpulkan 99.300 suara atau 35,27% disusul Zainal Abidin-Rohimat Aslan 98.793 suara (35,09%). Berikutnya, Suhardi Wiryo Sentono-Mardani Umar 35.922 suara (12,75%), Djauhari Thalib-Ahmad Mujib 28.519 suara (10,12%), dan Sumanto-Edrin Indra Putra 5.249 suara (1,86%). Dengan demikian, pasangan Bachtiar-Slamet menang tipis atas Zainal-Rohimat dengan 507 suara atau 0,18%.
Sementara itu, hasil penghitungan ulang pada 14 September 2008, Zainal-Rohimat meraih suara terbanyak dengan 100.125 suara (35,338%), sedangkan Bachtiar-Slamet di posisi kedua dengan 99.421 suara (35,139%). Hasil penghitungan ulang inilah yang dibatalkan Majelis Hakim karena dinyatakan bertentangan dengan UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang direvisi menjadi UU No. 12/2008.
Hakim Maulida juga mengatakan tindakan KPU Lampura membuka kotak suara dan menghitung ulang surat suara pada 11--12 September 2008 tidak sah. Usai penghitungan ulang, muncul ketidakpuasan sejumlah kalangan masyarakat yang menyatakan diri dari Gerakan Koalisi Lampung Utara Sejahtera (Gilas).
Gilas menemukan adanya surat suara yang tercoblos gambar pasangan nomor urut tujuh selain gambar nomor urut lain. Padahal, sesuai dengan keputusan rapat pleno KPU Lampura No.270 /339/KPU-LU/VII/2008, KPU menyatakan gambar pasangan nomor urut tujuh akan dicoret dan surat suara yang tercoblos gambar nomor tujuh dinyatakan tidak sah. Upaya itu dilakukan menyusul meninggalnya calon bupati bernomor urut tujuh usungan Partai Golkar Zubaidah Hambali pada 21 Agustus 2008.
Kronologi Pemilihan Bupati Lampung Utara
26 Agustus 2008
KPU Lampura menetapkan pemberian tanda silang pada gambar pasangan Zubaidah-Subhan.
3 September 2008
Pemungutan suara.
5 September 2008
Koalisi Lampung Utara Bersatu melayangkan surat ke KPU, Panwasda, dan Polres melaporkan indikasi sejumlah kecurangan.
6 September 2008
KPU menghentikan penghitungan suara dan menegaskan surat suara yang dinyatakan sah atau tidak sah. Posisi perolehan suara saat dihentikan, Bachtiar-Slamet 99.300 (35,28%), sedangkan Zainal-Rohimat 98.793 (35,07%).
10 September 2008
PPK menghitung ulang surat suara yang dinyatakan tidak sah di TPS.
11 September 2008
PPK melanjutkan penghitungan surat suara. Bachtiar-Slamet bersama 4.000-an pendukungnya berunjuk rasa ke Pemkab dan menemui Bupati serta Muspida. Mereka menuntut penghitungan ulang dihentikan.
14 September 2008
KPU Lampura menggelar pleno hasil penghitungan suara dan pasangan Zainal-Rohimat mengumpulkan suara terbanyak dengan mengumpulkan 100.125 suara (35,338%) berselisih tipis dengan Bachtiar-Slamet 99.421 suara (35,139%).
5 Oktober 2008
Polda Lampung menetapkan lima anggota KPU Lampura sebagai tersangka kasus pelanggaran tindak pidana pilkada pada proses pilbup.
13 Oktober 2008
Pengadilan Tinggi Tanjungkarang memutuskan Bachtiar-Slamet sebagai pemenang Pilbup Lampura.
Pasal 106 UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
Ayat (6)
MA dalam melaksanakan kewenangannya...dapat mendelegasikan kepada PT untuk memutus sengketa hasil penghitungan suara pilkada.
Ayat (7)
Putusan PT sebagaimana dimaksud pada Ayat (6) bersifat final.
Pilwali Mojokerto Jatim : Annur Mas Kini Didukung 8 Parpol
endekati pelaksanaan Pilwali Kota Mojokerto, 27 Oktober 2008, pasangan Abdul Gani Soehartono-Mas'ud Yunus (Annur Mas) mendapat dukungan delapan parpol. Itu sebabnya, duet mantan wali kota Mojokerto dan kiai kharismatik --yang diberangkatkan PDIP-- tersebut berani memasang target 70 persen suara.
“Dengan dukungan dari parpol-parpol ini insyaallah kami mampu mencapai 70 persen suara,” janji Abdul Gani Soehartono, seusai mengadakan pertemuan dengan para pimpinan parpol yang mendukungnya, Minggu (12/10).
Target 70 persen, katanya, berdasar suara pemilihan legislatif parpol-parpol pada Pemilu 2004 lalu. PDIP, selaku partai pengusung tunggal, ditarget mendulang suara 21 persen. Sedangkan partai-partai pendukung seperti Partai Demokrat (12 persen), PPP (empat persen), PKNU, PBB, Hanura, PPD, PNI Marheins, Partai pelopor, ditarget total 30 persen.
“Sisanya, yang 20 persen lagi, akan diperoleh dari relawan- relawan yang tersebar di 18 kelurahan,” tambah Gani.
“Dengan dukungan dari parpol-parpol ini insyaallah kami mampu mencapai 70 persen suara,” janji Abdul Gani Soehartono, seusai mengadakan pertemuan dengan para pimpinan parpol yang mendukungnya, Minggu (12/10).
Target 70 persen, katanya, berdasar suara pemilihan legislatif parpol-parpol pada Pemilu 2004 lalu. PDIP, selaku partai pengusung tunggal, ditarget mendulang suara 21 persen. Sedangkan partai-partai pendukung seperti Partai Demokrat (12 persen), PPP (empat persen), PKNU, PBB, Hanura, PPD, PNI Marheins, Partai pelopor, ditarget total 30 persen.
“Sisanya, yang 20 persen lagi, akan diperoleh dari relawan- relawan yang tersebar di 18 kelurahan,” tambah Gani.
PPP DKI Syawalan sekaligus Perkenalan Caleg

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengenalkan para celag mereka di hadapan ribuan kader partai berlambang Kabah ini. Acara perkenalan digelar di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah PPP, Jalan Pahlawan Revolusi, Klender, Jakarta Timur, Selasa (14/10) siang.
Dalam acara ini, satu per satu caleg untuk DPRD Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi naik ke panggung. Mereka memperkenalkan diri dan menyampaikan visi misi. Dadir pula dalam acara ini caleg DPR nomor urut satu Kiai Haji Zainuddin M.Z.
Sementara dalam pidatonya, Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali mengingatkan, para calon terpilih tetap memperjuangkan nasib rakyat. Dia juga menginstruksikan para kader PPP bersatu untuk mencapai perolehan suara sebesar-besarnya pada pemilu 2009.
Senin, 13 Oktober 2008
Pilkada Kab Tegal : Kampanye ARAH(PDIP PPP) Makin Meriah
14 Partai Gurem Dukung Arah
Monday, 13 October 2008
SLAWI(SINDO) – Langkah pasangan calon bupati incumbent Agus Riyanto-Hery Soelistyawan (Arah) semakin mantap setelah mendapat suntikan dukungan dari 14 partai gurem yang tergabung dalam Forum Komunikasi Partai Politik (FKPP).
Dukungan tersebut diberikan karena visi dan misi pasangan Arah dinilai cocok dengan visi FKPP. Anggota FKPP Fatah Yasin mengatakan, dukungan 14 partai politik itu murni dilakukan karena merasa satu visi dengan pasangan Arah. ”Kami merasa cocok dengan visi dan misi yang disampaikan pasangan Arah saat penyampaian visi dan misi di DPRD beberapa waktu lalu.Karena itu,kami sepakat untuk mendukung pasangan tersebut,”kata dia kemarin.
Dia mengungkapkan,ke-14 partai politik yang resmi mendukung pasangan Arah di antaranya PBB, PNI, PPNUI, PSI, PBS, PNBK, PGK, PPDI, PNI Marhaen, PBSD, dan Partai Merdeka. Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Tegal Mudakir mengatakan,pihaknya menyambut baik langkah yang ditempuh 14 partai tersebut. Sementara itu, pasangan Arah melakukan kampanye terbuka di lapangan Desa Kemantran, Kecamatan Kramat.
Kampanye ini dihadiri ribuan massa dari partai pendukung calon bupati incumbent,yakni PDIP dan PPP. Dalam orasinya, Agus Riyanto meminta seluruh pendukungnya mematuhi segala peraturan pemilu dan tidak berbuat anarki, khususnya saat menghadapi isu-isu terhadap dirinya. Pasangan Hamam Miftah- Dimyati (Hati) juga melakukan kampanye terbuka di Lapangan Ekoproyo, Desa Pesayangan, Kecamatan Talang.
Agus-Heri Disambut Ribuan Pendukungnya
Senin, 13 Oktober 2008
HARI keempat putaran kampanye Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Tegal, ribuan massa menyambut pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati H Agus Riyanto SSos MM-HM Hery Soelistyawan SH MHum (Arah) di Lapangan Kemantran, Kecamatan Kramat, Senin (13/10) sore. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan PPP ini melaksanakan jadwal kampanye terbuka di Daerah Pemilihan (DP) VI dan kampanye tertutup di DP II.
Massa yang sebelumnya telah berkumpul di lokasi sejak sekitar pukul 14.00 WIB tersebut, terlebih dahulu dihibur dengan pagelaran musik band. Agus-Heri sendiri baru tiba dilokasi sekitar pukul 16.20 WIB setelah sebelumnya melaksanakan kampanye tertutup di GOR Karangjati, Kecamatan Tarub. Ribuan massa pun langsung menyerbu Calon Bupati Agus Riyanto yang datang terlebih dahulu bersama istrinya. Mereka berebut untuk sekedar bersalaman dengan calon nomor urut 1 tersebut.
Dalam kesempatan tersebut Agus Riyanto semua pendukungnya untuk menjadikan proses Pilkada sebagai pesta demokrasi yang sesungguhnya. Karenanya, calon incumbent ini pun meminta semua pendukungnya untuk berbesar hati dan tak perlu menghiraukan segala bentuk hujatan dan tudingan yang dialamatkan untuk dirinya. "Ini pengalaman politik baru bagi kita semua warga Kabupaten Tegal, maka menjadi wajar ketika semuanya serba nik nak nuk nuk. Maka tak perlu marah atau dugal seandainya banyak yang memfitnah saya dengan berbagai tudingan. Ini pesta demokrasi, maka tak boleh ada pendukung Arah yang harus bersedih hati," serunya.
"Kalau saya dituduh korupsi, tukang mabuk dan lainnya, maka tak perlu terprovokasi. Karena saya hanyalah anak mantan sopir bus, ibu saya berjualan mie ayam hingga sekarang. Istri saya juga dulu penjual telor. Artinya saya ini bukan siapa-siapa dan bukanlah apa-apa," tambahnya.
Dihadapan ribuan massa pendukungnya, Agus Riyanto pun menyampaikan kontrak politiknya. Berbeda dengan kontrak politik lazimnya, Agus justru menyampaikan kontrak tersebut sebagai semacam bai’at dirinya di hadapan Allah SWT. "Di hadapan Anda semua, kami ingin menyampaikan sebuah kontrak politik, bahwa iktikad Agus-Heri untuk maju dalam pencalonan adalah atas niat ibadah, untuk bias memberi manfaat kepada semua warga Kabupaten Tegal. Maka kalau Allah menghendaki kami jadi dan bermanfaat bagi masyarakat, pahala itu menjadi milik kami dan Anda semua. Tetapi kalau nanti kami tak bermanfaat, biarlah dosa itu kami tangung sendiri. Kedua, karena saya ini lemah, maka tidak ada kata lain untuk membangun Kabupaten Tegal, selain bergotong royong dan kerja keras kita semua," tandasnya.
Monday, 13 October 2008
SLAWI(SINDO) – Langkah pasangan calon bupati incumbent Agus Riyanto-Hery Soelistyawan (Arah) semakin mantap setelah mendapat suntikan dukungan dari 14 partai gurem yang tergabung dalam Forum Komunikasi Partai Politik (FKPP).
Dukungan tersebut diberikan karena visi dan misi pasangan Arah dinilai cocok dengan visi FKPP. Anggota FKPP Fatah Yasin mengatakan, dukungan 14 partai politik itu murni dilakukan karena merasa satu visi dengan pasangan Arah. ”Kami merasa cocok dengan visi dan misi yang disampaikan pasangan Arah saat penyampaian visi dan misi di DPRD beberapa waktu lalu.Karena itu,kami sepakat untuk mendukung pasangan tersebut,”kata dia kemarin.
Dia mengungkapkan,ke-14 partai politik yang resmi mendukung pasangan Arah di antaranya PBB, PNI, PPNUI, PSI, PBS, PNBK, PGK, PPDI, PNI Marhaen, PBSD, dan Partai Merdeka. Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Tegal Mudakir mengatakan,pihaknya menyambut baik langkah yang ditempuh 14 partai tersebut. Sementara itu, pasangan Arah melakukan kampanye terbuka di lapangan Desa Kemantran, Kecamatan Kramat.
Kampanye ini dihadiri ribuan massa dari partai pendukung calon bupati incumbent,yakni PDIP dan PPP. Dalam orasinya, Agus Riyanto meminta seluruh pendukungnya mematuhi segala peraturan pemilu dan tidak berbuat anarki, khususnya saat menghadapi isu-isu terhadap dirinya. Pasangan Hamam Miftah- Dimyati (Hati) juga melakukan kampanye terbuka di Lapangan Ekoproyo, Desa Pesayangan, Kecamatan Talang.
Agus-Heri Disambut Ribuan Pendukungnya
Senin, 13 Oktober 2008
HARI keempat putaran kampanye Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Tegal, ribuan massa menyambut pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati H Agus Riyanto SSos MM-HM Hery Soelistyawan SH MHum (Arah) di Lapangan Kemantran, Kecamatan Kramat, Senin (13/10) sore. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan PPP ini melaksanakan jadwal kampanye terbuka di Daerah Pemilihan (DP) VI dan kampanye tertutup di DP II.
Massa yang sebelumnya telah berkumpul di lokasi sejak sekitar pukul 14.00 WIB tersebut, terlebih dahulu dihibur dengan pagelaran musik band. Agus-Heri sendiri baru tiba dilokasi sekitar pukul 16.20 WIB setelah sebelumnya melaksanakan kampanye tertutup di GOR Karangjati, Kecamatan Tarub. Ribuan massa pun langsung menyerbu Calon Bupati Agus Riyanto yang datang terlebih dahulu bersama istrinya. Mereka berebut untuk sekedar bersalaman dengan calon nomor urut 1 tersebut.
Dalam kesempatan tersebut Agus Riyanto semua pendukungnya untuk menjadikan proses Pilkada sebagai pesta demokrasi yang sesungguhnya. Karenanya, calon incumbent ini pun meminta semua pendukungnya untuk berbesar hati dan tak perlu menghiraukan segala bentuk hujatan dan tudingan yang dialamatkan untuk dirinya. "Ini pengalaman politik baru bagi kita semua warga Kabupaten Tegal, maka menjadi wajar ketika semuanya serba nik nak nuk nuk. Maka tak perlu marah atau dugal seandainya banyak yang memfitnah saya dengan berbagai tudingan. Ini pesta demokrasi, maka tak boleh ada pendukung Arah yang harus bersedih hati," serunya.
"Kalau saya dituduh korupsi, tukang mabuk dan lainnya, maka tak perlu terprovokasi. Karena saya hanyalah anak mantan sopir bus, ibu saya berjualan mie ayam hingga sekarang. Istri saya juga dulu penjual telor. Artinya saya ini bukan siapa-siapa dan bukanlah apa-apa," tambahnya.
Dihadapan ribuan massa pendukungnya, Agus Riyanto pun menyampaikan kontrak politiknya. Berbeda dengan kontrak politik lazimnya, Agus justru menyampaikan kontrak tersebut sebagai semacam bai’at dirinya di hadapan Allah SWT. "Di hadapan Anda semua, kami ingin menyampaikan sebuah kontrak politik, bahwa iktikad Agus-Heri untuk maju dalam pencalonan adalah atas niat ibadah, untuk bias memberi manfaat kepada semua warga Kabupaten Tegal. Maka kalau Allah menghendaki kami jadi dan bermanfaat bagi masyarakat, pahala itu menjadi milik kami dan Anda semua. Tetapi kalau nanti kami tak bermanfaat, biarlah dosa itu kami tangung sendiri. Kedua, karena saya ini lemah, maka tidak ada kata lain untuk membangun Kabupaten Tegal, selain bergotong royong dan kerja keras kita semua," tandasnya.
5.000 Umat Hadiri pengajian di Petarukan Pemalang
PETARUKAN - Pengajian di Desa Bulu Kecamatan Petarukan dihadiri sekitar 5.000 umat Islam Lebih. Mereka berasal dari daerah Pemalang dan sekitarnya. Ribuan umat ini mulai memadati makam tersebut sejak pukul 08.00 WIB Rabu kemarin. Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat serta pejabat Pemkab Pemalang turut menghadiri acara tahunan itu. Diantaranya tampil sebagai juru dakwah Imam Rojak dari Semarang.
Selain itu Muntoha SH MHum Ketua DPC PPP,Masruhan Syamsuri LP2L DPC PPP, Habib Muchdlor ulama Pemalang, Ahmad Mawardi ulama dari Pekalongan,Tubagus Fahmi dari Tegal, KH Fatchuri Ketua MPC PPP Pemalang, PLT Sekda Istianto SH MSi dan Drs Slamet Rakiman Kepala BKD.
Ketua panitia Syamsuri didampingi koordinatornya Fahmi Hakim mengatakan, meski lokasi acara berjubel massa namun secara umum berjalan dengan tertib. "Selain mengikuti pengajian untuk menimba ilmu agama, masayarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk bersilaturahmi," kata dia.(cw3)
Selain itu Muntoha SH MHum Ketua DPC PPP,Masruhan Syamsuri LP2L DPC PPP, Habib Muchdlor ulama Pemalang, Ahmad Mawardi ulama dari Pekalongan,Tubagus Fahmi dari Tegal, KH Fatchuri Ketua MPC PPP Pemalang, PLT Sekda Istianto SH MSi dan Drs Slamet Rakiman Kepala BKD.
Ketua panitia Syamsuri didampingi koordinatornya Fahmi Hakim mengatakan, meski lokasi acara berjubel massa namun secara umum berjalan dengan tertib. "Selain mengikuti pengajian untuk menimba ilmu agama, masayarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk bersilaturahmi," kata dia.(cw3)
Langganan:
Postingan (Atom)
