Selasa, 14 Oktober 2008

Ahmad Gusti dan Agustian, Calon Kuat Penjabat Wabup Rejang Lebong

*SEBAGAI KOMITMEN PPP, AL AMIN DI GANTI NASIRWAN THOHA SE
*NASIRWAN THOHA SEBAGAI WABUP REJANG LEBONG, TENTUNYA HARUS ADA PENGANTINYA


UBEI, BE - Hingga kemarin dua partai pengusung pasangan Drs H Dalhadi Umar BSc dan Nasirwan Thoha SE sebagai Bupati dan Wabup terpilih pada pilkada 2005, belum melakukan musyawarah terkait pergantian penjabat Wabup Lebong. Hanya saja, setelah jabatan itu kosong karena ditinggalkan Nasirwan Thoha yang resmi menjadi Anggota DPR RI, ada dua nama yang disinyalir kuat untuk menggantikan posisi tersebut. Kedua nama itu disebut-sebut Ahmad Gusti dan Agustian. Benarkah?

Ketika dikonfirmasi kemarin, baik PPP maupun PBB mengaku masih menunggu perkembangan dan konfirmasi resmi Nasirwan Thoha. Bahkan, keduanya juga mengaku belum melakukan musyawarah baik secara internal maupun bersama-sama. Sampai hari ini kami belum membicarakan pergantian Nasirwan secara resmi di internal partai. Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari DPW PPP, ungkap Sekretaris DPC PPP Kabupaten Lebong Ahmad Gusti.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris DPC PBB, Agustian SH yang dikonfirmasi terpisah, kemarin (13/10). Kami juga masih menunggu perkembangan di DPRD, kata Agustian.

PPP Usung Kader Sendiri
Dihubungi terpisah, Bupati Lebong Drs H Dalhadi Umar BSc mengaku sudah membicarakan soal kekosongan Wabup bersama DPP PPP saat menghadiri pelantikan Nasirwan Thoha beberapa waktu lalu di Jakarta . Menurut dia, DPP PPP berencana mengusung kader sendiri menggantikan Nasirwan.

“Saya sendiri pada prinsipnya tak mempersoalkan siapa yang akan menjadi Wabup. Itu terserah partai pengusung, PPP dan PBB. Namun, siapa yang nanti diusung saya tentu perlu mempelajari track record-nya. Yang jelas, ketika saya bertemu di Jakarta DPP PPP sendiri punya rencana mengusung kader sendiri,” kata Dalhadi.

Seperti diketahui Dalam Pemilu 2004, Nasirwan Thoha yang juga ketua DPW PPP Bengkulu berada pada nomor urut dua di bawah Al Amin di dapil Bengkulu.Beliau menggantikan posisi Al Amin Nasution di DPR RI.

Pilkada Langkat : Kampanye Perdana Drs H A Naim – Legimun

Oktober 14th, 2008

Langkat (SIB)
Pasangan Bang Naim – Mas Legimun calon Bupati – Wakil Bupati Langkat bernomor empat bersama istri serta jajaran koalisi PPP, PBB, PBR, PDK, PKB dan Patriot Pancasila melaksanakan kampanye perdana di tiga titik di wilayah Teluk Aru yang merupakan zona lima, Minggu (12/10).
Kampanye berlangsung di lapangan kilang padi Jalan Paluh Sipat desa Teluk Meku kec Babalan, lapangan bola SD Alur Dua Baru kec Sel Lepan dan lapangan bola Pangkalan Batu kec Brandan Barat.
Turut mendampingi pasangan Naim – Legimun yang berstatus PNS Pemkab Langkat ini di antaranya Ketua KNPI Langkat Drs Syahrizal MZ, Ketua Wanhat DPC Gerindra Langkat yang juga Caleg Sumut nomor urut 2 Dapem XI Langkat – Binjai H Yan Syahrin, SE, tokoh etnis Melayu, Jawa, Batak, Tionghoa dan elemen masyarakat lainnya.
Jurkam dari PPP H Ahmad Ghazali Syam dalam orasi politiknya di tiga tempat menegaskan, kalangan PNS Langkat tidak boleh takut mencoblos nomor urut empat pada hari pemungutan suara, Senin (27/10) mendatang, karena yang memberi gaji bagi PNS bukanlah oknum atasan, melainkan pemerintah yang bersumber dari uang rakyat. Karena tidak ada alasan bagi pejabat mana pun untuk melarang PNS yang notabene anggota Korpri berpihak kepada ketuanya.
Menurut Wakil Sekretaris DPW PPP Sumut yang juga Wakil Ketua DPRD Langkat ini, kalangan PNS dan keluarganya boleh berbangga karena Drs H Asrin Naim yang pernah menjabat Kadispenda Langkat dan Drs H Legimun S, MPd yang jabatan terakhirnya Kadispora Langkat tersebut merupakan pasangan calon yang diminta masyarakat melalui tokohnya yang datang kepada Bang Naim dan Mas Legimun pada saat Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE ketika itu dapat dipastikan maju dalam Pilkada Sumut.
“Bang Naim diminta maju dalam Pilkada Langkat, menggantikan Syamsul Arifin yang diyakini menang. Saya tahu itu. Sehingga sangat beralasan jika PPP, PBB, PBR, PDK, PKB dan Patriot Pancasila kemudian mengusungnya dan tidak memaksakan kehendak agar salah satu di antara kami menjadi wakilnya,” sebut Ghazali Syam.
Dengan alasan itu pula, tandas Ghazali, PNS dan keluarganya memiliki tanggungjawab untuk ikut mengantarkan Naim – Legimun menjadi pimpinan bumi Langkat berseri sebagaimana yang diinginkan elemen masyarakat.
“Satu hal lagi yang terpenting, kami menyatakan Naim dan Legimun bukanlah koruptor dan tukang sogok. Pencalonan mereka ini tidak karena menyogok, disogok dan tidak pula karena pandai membagi-bagi sembako,” tegas Ghazali.

PILGUB Jatim : Pasangan Kaji Mengeluh Diisukan Didanai Vatikan

JOMBANG - Pasangan Khofifah Indar Parawansa Mudjiono (Kaji) kembali mengeluhkan adanya black campaign (kampanye hitam) yang dialamatkan kepadanya. Terbaru, ada isu bahwa Kaji didanai oleh kelompok dari Vatikan. Tentu saja, isu ini membuat Khofifah merasa terpojok.

Dikatakan Khofifah, saat ini beredar isu jika pasangan Kaji telah didanai oleh kelompok Kristen dari Vatikan untuk pilgub putaran kedua kali ini. Isu tersebut kata dia, dinilai sangat menjatuhkan namanya untuk bisa memenangi Pilgub Jatim.

"Awas, sekarang sudah ada isu tak sedap lagi yang dialamatkan kepada saya. Jelas, jika isu ini sengaja diembuskan untuk menjatuhkan pasangan Kaji," lontar Khofifah di hadapan ribuan kader Muslimat di alun-alun Jombang Minggu (12/10/2008).

Dia juga meminta kader Muslimat mengabaikan isu miring tersebut dan tak gampang percaya dengan isu miring yang terus menerus dialamatkan kepadanya. "Isu itu tak benar. Dan tak sekali ini saya dihadapkan pada isu-isu yang menyudutkan itu," ujar Khofifah meyakinkan.

Namun, ia enggan menyebut dari mana isu tak sedap itu muncul. Hanya, �kata dia, deretan isu miring itu sempat membuatnya bingung untuk menangkis. Saya tak menyebut siapa yang mengembuskan isu itu.

Sebelumnya, Khofifah juga mengaku ada kampanye hitam lain yang mengesankan jika dirinya berdekatan dengan kelompok non muslim, baik dari sisi dukungan maupun pendanaan. Menyebarnya gambar salib yang berdampingan dengannya dalam putaran pertama lalu, juga sempat membuatnya kelabakan menjawab pertanyaan dari para pendukungnya. Kendati tak menyebut siapa yang menyebarkan gambar rekayasa itu, ia mengaku telah menerjunkan tim untuk melacaknya. "Tapi biarlah, terpenting, masyarakat tahu jika isu-isu tersebut tak benar," katanya.

Sementara dalam orasinya di depan ribuan kader Muslimat, Khofifah menyinggung fenomena pendidikan di Jawa Timur yang masih belum terjangkau semua lapisan masyarakat. Menurut dia, pendidikan menjadi program prioritas dalam kepemimpinannya nanti, bila terpilih menjadi Gubernur Jatim.

14/10/2008 15:59
JK Isyaratkan Ka-Ji Menang

INILAH.COM, Surabaya - Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla secara tidak langsung mengisyaratkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (KaJi) akan memenangkan pemilihan gubernur Jawa Timur putaran kedua nanti.


Menurut Kalla, di Jawa, sedikitnya telah digelar lima kali pilkada, yang dua di antaranya dimenangkan calon perempuan. Dua perempuan yang memenangkan pertarungan di tingkat daerah itu adalah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih.


”Sekarang sudah ada dua, mungkin nanti bisa jadi tiga," tegas Kalla, saat temu kader Partai Golkar dan Halal Bihalal di kantor DPD Golkar Jatim, Selasa (14/10).


Calon perempuan, lanjut Kalla, memang memiliki banyak kelebihan. “Selain itu, jumlah pemilih perempuan sangat banyak, lebih dari 50%," ujarnya.


Selain di Jateng dan Banten, Pilgub yang diikuti calon perempuan adalah di Jatim. Putaran Pilgub Jatim akan digelar pada 4 November 2008, akan diikuti oleh pasangan Soekarwo-Saifullah dan Khofifah-Mudjiono.

Pilkada Merangin Jambi : MR Janji Perhatikan Petani

Kampanye Calon PPP-PBR Murasman-Rahman Membludak
SUNGAIPENUH – Komitmen untuk tetap memperhatikan nasib rakyat kecil dan petani di Kerinci menjadi salah satu janji politik pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kerinci, Murasman dan Rahman (MR).

Kampanye akbar pasangan MR ini tidak dihadiri juru kampanye (jurkam) dari Provinsi Jambi maupun jurkam nasional. Yang terlihat diatas podium mendampingi pasangan MR sebagai jurkam adalah Syofyan Hasim, salah seorang kandidat yang mendaftar di PPP. Ahmad Zuhdi MAg mewakili masyarakat Kerinci hilir, Yal Maris, Andi Oktovian, Khusnul, Mursimin, Irmanto, serta banyak lagi pertinggi partai pengusung.

Meski tidak dihadiri oleh Jurkamhnas dan jurkam dari Provinsi, antusias masyarakat Kerinci untuk hadir dan memberikan dukungan kepada cabup yang diusung oleh koalisi PPP-PBR serta didukung oleh beberapa partai lainya termasuk Demokrat cukup tinggi. Diperkirakan hampir 700 kendaraan dengan massa hingga mencapai puluhan ribu jumlahnya terlihat memadati lapangan Mardeka Sungaipenuh.

Kampanye MR itu sendiri dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Pasangan MR itu diarak dari kediamannya di jalan muradi Sungaipenuh atau berjarak 100 meter dari lokasi lapangan Merdeka. Uniknya, pasangan MR ini sengaja mengenakkan topi ke sawah sambil diarak oleh kaum adat dari Tigo Luhah Tanah Sekudung, tarian Kudo Kipang serta ribuan pendukungnya berjalan kaki menuju lapangan mardeka Sungaipenuh.

Pilkada Lampura : Pengadilan Menangkan Bachtiar-Slamet

PPP Motor Utama Pendukung Bachtiar-Slamet di Pilkada Lampung Utara
Bachtiar Basri-Slamet Haryadi (diusung PPP, PBR, PDK, PKPI, dan Partai Pelopor)
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang memutuskan penghitungan ulang Pemilihan Bupati Lampung Utara tidak sah. Hakim meminta KPU mematuhi penghitungan PPS dan PPK yang menyatakan pasangan Bachtiar-Slamet sebagai peraih suara terbanyak.

"Kami menolak eksepsi dan mengabulkan permohonan, serta menyatakan berita acara penghitungan ulang tidak sah," kata Ketua Majelis Hakim, Hj. Maulida, saat membacakan putusan sidang sengketa Pilbup Lampura di Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Senin (13-10).

Putusan Majelis Hakim dituangkan dalam SK No.01/PDT/TKD/2008/PP.TK yang memenangkan sebagian gugatan Bachtiar-Slamet. Majelis juga membatalkan SK KPU Lampura No.31/SK/KPU-LU/2008 tanggal 14 September 2008 tentang Rekapitulasi Penghitungan Surat Suara Pascapenghitungan Ulang. Sementara itu, untuk permintaan kuasa hukum Bachtiar-Slamet agar pengadilan menetapkan kliennya sebagai bupati tidak dipenuhi karena hal itu bukan wewenang pengadilan. Juga terhadap permintaan pengadilan agar memerintahkan KPU memenangkan pasangan Bachtiar-Slamet karena hal itu bukan wewenang pengadilan.

BS Menang Tipis 0,18%

Pada perhitungan rekapitulasi suara di PPS dan PPK (sebelum penghitungan ulang), pasangan Bachtiar Basri-Slamet Haryadi meraih suara terbanyak dengan mengumpulkan 99.300 suara atau 35,27% disusul Zainal Abidin-Rohimat Aslan 98.793 suara (35,09%). Berikutnya, Suhardi Wiryo Sentono-Mardani Umar 35.922 suara (12,75%), Djauhari Thalib-Ahmad Mujib 28.519 suara (10,12%), dan Sumanto-Edrin Indra Putra 5.249 suara (1,86%). Dengan demikian, pasangan Bachtiar-Slamet menang tipis atas Zainal-Rohimat dengan 507 suara atau 0,18%.

Sementara itu, hasil penghitungan ulang pada 14 September 2008, Zainal-Rohimat meraih suara terbanyak dengan 100.125 suara (35,338%), sedangkan Bachtiar-Slamet di posisi kedua dengan 99.421 suara (35,139%). Hasil penghitungan ulang inilah yang dibatalkan Majelis Hakim karena dinyatakan bertentangan dengan UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang direvisi menjadi UU No. 12/2008.

Hakim Maulida juga mengatakan tindakan KPU Lampura membuka kotak suara dan menghitung ulang surat suara pada 11--12 September 2008 tidak sah. Usai penghitungan ulang, muncul ketidakpuasan sejumlah kalangan masyarakat yang menyatakan diri dari Gerakan Koalisi Lampung Utara Sejahtera (Gilas).

Gilas menemukan adanya surat suara yang tercoblos gambar pasangan nomor urut tujuh selain gambar nomor urut lain. Padahal, sesuai dengan keputusan rapat pleno KPU Lampura No.270 /339/KPU-LU/VII/2008, KPU menyatakan gambar pasangan nomor urut tujuh akan dicoret dan surat suara yang tercoblos gambar nomor tujuh dinyatakan tidak sah. Upaya itu dilakukan menyusul meninggalnya calon bupati bernomor urut tujuh usungan Partai Golkar Zubaidah Hambali pada 21 Agustus 2008.

Kronologi Pemilihan Bupati Lampung Utara

26 Agustus 2008
KPU Lampura menetapkan pemberian tanda silang pada gambar pasangan Zubaidah-Subhan.

3 September 2008
Pemungutan suara.

5 September 2008
Koalisi Lampung Utara Bersatu melayangkan surat ke KPU, Panwasda, dan Polres melaporkan indikasi sejumlah kecurangan.

6 September 2008
KPU menghentikan penghitungan suara dan menegaskan surat suara yang dinyatakan sah atau tidak sah. Posisi perolehan suara saat dihentikan, Bachtiar-Slamet 99.300 (35,28%), sedangkan Zainal-Rohimat 98.793 (35,07%).

10 September 2008
PPK menghitung ulang surat suara yang dinyatakan tidak sah di TPS.

11 September 2008
PPK melanjutkan penghitungan surat suara. Bachtiar-Slamet bersama 4.000-an pendukungnya berunjuk rasa ke Pemkab dan menemui Bupati serta Muspida. Mereka menuntut penghitungan ulang dihentikan.

14 September 2008
KPU Lampura menggelar pleno hasil penghitungan suara dan pasangan Zainal-Rohimat mengumpulkan suara terbanyak dengan mengumpulkan 100.125 suara (35,338%) berselisih tipis dengan Bachtiar-Slamet 99.421 suara (35,139%).

5 Oktober 2008
Polda Lampung menetapkan lima anggota KPU Lampura sebagai tersangka kasus pelanggaran tindak pidana pilkada pada proses pilbup.

13 Oktober 2008
Pengadilan Tinggi Tanjungkarang memutuskan Bachtiar-Slamet sebagai pemenang Pilbup Lampura.

Pasal 106 UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
Ayat (6)
MA dalam melaksanakan kewenangannya...dapat mendelegasikan kepada PT untuk memutus sengketa hasil penghitungan suara pilkada.

Ayat (7)
Putusan PT sebagaimana dimaksud pada Ayat (6) bersifat final.

Pilwali Mojokerto Jatim : Annur Mas Kini Didukung 8 Parpol

endekati pelaksanaan Pilwali Kota Mojokerto, 27 Oktober 2008, pasangan Abdul Gani Soehartono-Mas'ud Yunus (Annur Mas) mendapat dukungan delapan parpol. Itu sebabnya, duet mantan wali kota Mojokerto dan kiai kharismatik --yang diberangkatkan PDIP-- tersebut berani memasang target 70 persen suara.
“Dengan dukungan dari parpol-parpol ini insyaallah kami mampu mencapai 70 persen suara,” janji Abdul Gani Soehartono, seusai mengadakan pertemuan dengan para pimpinan parpol yang mendukungnya, Minggu (12/10).

Target 70 persen, katanya, berdasar suara pemilihan legislatif parpol-parpol pada Pemilu 2004 lalu. PDIP, selaku partai pengusung tunggal, ditarget mendulang suara 21 persen. Sedangkan partai-partai pendukung seperti Partai Demokrat (12 persen), PPP (empat persen), PKNU, PBB, Hanura, PPD, PNI Marheins, Partai pelopor, ditarget total 30 persen.
“Sisanya, yang 20 persen lagi, akan diperoleh dari relawan- relawan yang tersebar di 18 kelurahan,” tambah Gani.

PPP DKI Syawalan sekaligus Perkenalan Caleg














Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengenalkan para celag mereka di hadapan ribuan kader partai berlambang Kabah ini. Acara perkenalan digelar di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah PPP, Jalan Pahlawan Revolusi, Klender, Jakarta Timur, Selasa (14/10) siang.

Dalam acara ini, satu per satu caleg untuk DPRD Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi naik ke panggung. Mereka memperkenalkan diri dan menyampaikan visi misi. Dadir pula dalam acara ini caleg DPR nomor urut satu Kiai Haji Zainuddin M.Z.

Sementara dalam pidatonya, Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali mengingatkan, para calon terpilih tetap memperjuangkan nasib rakyat. Dia juga menginstruksikan para kader PPP bersatu untuk mencapai perolehan suara sebesar-besarnya pada pemilu 2009.