Selasa, 14 Oktober 2008

Pilkada Kab Bogor : 300 Kades Sokong Rahman

Sering Kumpul di Kantor DPC PPP
Kades Pagelaran: Dukungan Kita Inisiatif Sendiri
CIBINONG - Kekuatan pasangan Rachmat Yasin-Karyawan Fathurachman (Rahman) menghadapi putaran kedua Pemilu Bupati/Wakil Bupati Bogor 30 November 2008 mendatang terus bertambah. Ini setelah ratusan kepala desa (Kades) menyatakan sikap siap menyokong pasangan Rahman. Ratusan Kades itu Selasa (14/10) kemarin mendatangi kantor DPC PPP Kabupaten Bogor untuk menemui Rachmat Yasin (RY) dan Karyawan Fathurachman (KF). Mengenakan pakaian dinas lengkap dengan lencana Kades, mereka mendatangi markas tim sukses Rahman usai menghadiri Halal Bil Halal dan pelepasan Bupati/Wakil Bupati Bogor di kantor Pemkab Bogor Cibinong.
“Kedatangan kami inisiatif sendiri tanpa komando dari siapapun,” kata Lurah Pagelaran Ucup kepada Pakar kemarin.
Setelah bersilaturahmi, ratusan Kades itu bersama RY dan KF berangkat bersama-sama ke kawasan Gunungputri, Kabupaten Bogor untuk menghadiri pernikahan anak Adi Suwardi, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Kabupaten Bogor.
Sementara itu menurut Rachmat Yasin, berkumpulnya mayoritas kepala desa se Kabupaten Bogor ini memang bukan pertama kali diadakan, tetapi memang sudah sering. “Hanya saja untuk putaran kedua mendatang, lebih banyak kepala desa yang bergabung, karena jika sebelumnya hanya sekitar 250 kepala desa, saat ini lebih dari 300 kepala desa yang ikut mendukung kita,” ujarnya.
Fachrurozi Kepala Desa Ciapus mengatakan jika apa yang dilakukan oleh para kepala desa ini tidak lain untuk mensukseskan pilkada putaran kedua. “Memang kita dituntut untuk netral dalam Pilkada Kabupaten Bogor. Tetapi untuk pribadi-pribadinya sudah tentu terserah pada kepala desa itu sendiri,” ujarnya.=UNG

KH Maoshul Pilih PPP, Mbak Marissa"Icha" H Istiqomah Nomer 2

.PPP Memakai Sistem Nomer Urut bukan Suara terbanyak
.Karena Begitu Sesaknya PPP di 2009, Lika Liku dan Dinamika Penyusunan Caleg mewarnai PPP



Jadi Caleg,Asep Maosul Pilih Maju dari PPP
Tuesday, 14 October 2008
KH Maoshul Pengasuh PP Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya dengan jumlah santri 2000 santri dan cabang pesantren 1000 lebih.
TASIKMALAYA (SINDO) – Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya KH Asep Ahmad Maosul Affandi mengaku lebih memilih menjadi calon anggota DPR RI dari PPP,bukan PKB.

”Saya telah mengundurkan diri dari pencalonan PKB kemudian menentukan pilihan dari PPP dengan nomor urut satu untuk daerah pemilihan Jabar XI, yakni Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta Kabupaten Garut. Itu keputusan saya, jadi sama sekali tidak ada pencalonan ganda seperti yang ramai diberitakan,” ungkap Asep kepada SINDO,kemarin. Sebelumnya pencalonan KH Asep Ahmad Maosul Affandi diklaim oleh dua partai besar, PKB dan PPP.

Kedua partai tersebut saling klaim soal pencalonan kiai kharismatik tersebut menjadi anggota DPR RI. Bahkan kedua partai tersebut menempatkan Asep di nomor urut satu di daerah pemilihan berbeda dengan yang ditentukan saat ini. PKB menempatkannya di dapil Jabar X,yakni Ciamis,Kuningan, dan Majalengka. Mengenai pencalonannya di dua partai tersebut, Asep mengakui dirinya didaftarkan oleh dua parpol berbeda,PKB dan PPP, tetapi akhirnya dia memilih PPP sebagai sandaran.

”Prosesnya memang panjang,dan saya benar didaftarkan oleh dua partai berbeda. Pendaftaran itu bukan atas kehendak saya secara pribadi, tetapi atas dorongan orang lain.Intinya,mungkin ini sebagai bentuk amanat dari Allah bahwa saya harus maju menjadi caleg demi kemaslahatan umat,”papar Asep. Pencalonan oleh dua parpol tersebut,katadia,semestinya tidak perlu muncul dan menjadi polemik, karena sejak awal dirinya sudah memiliki komitmen dengan PPP dan menyatakan mundur dari pencalonannya di PKB.

[ Rabu, 15 Oktober 2008 ]
Marissa Haque Istiqomah jadi Caleg Nomor 2 Dapil Jabar
JAKARTA - Marissa Haque mengaku sudah lapang dada. Dia sudah bisa menerima keputusan DPP PPP yang menempatkan dirinya pada caleg nomor urutan 2 di dapil Jawa Barat 1.

Sikap ikhlas itu diambil setelah dia gagal bertemu Ketua Umum PPP Suryadahrma Ali. Senin malam (13/10), Marissa mendatangi kediaman Surya. Tujuannya, menanyakan mengapa dirinya tidak ditempatkan di nomor urut 1. ''Saya menunggu sampai pukul dua belas malam, tapi tidak diterima juga,'' cerita istri Ikang Fauzi itu.

Setelah tak berhasil bernegosiasi dengan Surya, Marissa memilih pulang. Dia mengaku salat Subuh dan meminta petunjuk terkait dengan pencalegannya di DPR. ''Setelah salat Subuh, saya tidur. Setelah bangun, saya memutuskan untuk menerima nomor urut dua yang telah diputuskan DPP,'' kisahnya.

Dia menyatakan akan bekerja keras untuk memenuhi bilangan pembagi pemilih (BPP) 30 persen agar jalannya ke Senayan mulus. Tanpa harus memusingkan nomor urut.

Seperti diberitakan kemarin, Marissa menuntut ditempatkan di nomor urut 1 di dapil yang membawahkan Bandung dan Cimahi itu. Alasannya, dia sudah dijanjikan oleh Surya di nomor paling atas. Karena itulah, dia langsung protes setelah melihat DCS (daftar calon sementara) ternyata dirinya berada di nomor urut dua di bawah Somali A. Malik, tokoh PPP Garut. Saking kecewanya, Marissa mengancam akan membangun tenda di rumah Surya. Tapi, pada akhirnya dia luluh juga di nomor 2.

Hari ini (15/10), Marissa akan merayakan ulang tahun ke-46. Di momen penting dalam hidupnya tersebut, dia menilai posisinya sebagai caleg nomor urut dua di dapil Jabar 1 itu sebagai kado ulang tahun. ''Saya terima. Pada akhirnya, saya tidak terlalu berambisi,'' tambah perempuan cantik peraih gelar Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik 1987 tersebut.

Namun, Marissa tetap menyesal karena tidak pernah diajak bicara terkait dengan penggeseran nomor urut pencalegannya itu. Ibu dua putri tersebut bersikukuh bahwa Ketua DPP PPP Suryadharma Ali telah menjanjikan nomor urut satu kepadanya. ''Yang janji ketua umum, bukan Sekjen (Irgan Chairul Mahfidz, Red),'' tegasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Mohammad Romahurmuzy menyatakan, hingga tadi malam tidak ada keputusan untuk mengubah DCS yang sudah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). ''Nomor dua tersebut (nomor urut Marissa) merupakan bentuk apresiasi kepada teman-teman yang baru bergabung (di PPP, Red),'' ujarnya saat dihubungi tadi malam (14/10). (cak/tof)

Nostalgia Perjuangan Nan Berat PPP

Kalah = lapangan sepak bola menjadi..
Ekses akibat kekalahan golkar. k.h. amin bunyamin di larang jadi khatib ied di cihuni, garut. di dawuhan, ja-teng, lapangan bola dibuat sawah. di aceh proyek air minum diprioritaskan untuk daerah golkar.
ORANG yang paling masygul pada Lebaran lalu barangkali Katamsi. Sebagai panitia salat Ied di Lapangan Cihuni, Kecamatan Wanaraja, Garut, lelaki berusia 40 tahun ini telah gagal menjalankan tugasnya. Jemaah yang mendatangi lapangan tak lebih dari hanya enam saf, empat saf pria, dua wanita.

Baru sekali ini terjadi dalam sejarah salat Ied di Cihuni, jemaah tak sampai mengisi seperempat lapangan seluas hampir satu hektar itu. Padahal, selama ini, jemaah Ied di situ - yang mayoritasnya terdiri dari warga Pesantren Darussalam, Kampung Gparl, dan warga desa sekitarnya - selalu meluap, tak tertampung. Apa yang telah terjadi ?

Rupanya, seperti yang dituturkan Katamsi, "Warga Pesantren Darussalam Cipari bersembahyang Ied di kompleks Darussalam yang di kota kecamatan Wanaraja." Kompleks Darussalam memang ada dua, di Cipari, masuk Desa Sukarasa, dan satu lagi di Wanaraja, sekitar empat kilometer dari Cipari. Kiai Haji Amin Bunyamin, Pimpinan Darussalam Cipari, yang sejak 1977 menjadi imam dan khatib di Lapangan Cihuni, pada Lebaran kemarin terkena larangan meneruskan tugas yang sudah dijalaninya selama 10 tahun itu, sehingga ia berpindah ke Darussalam Wanaraja. Pembuat larangan adalah Camat Wanaraja, Dalhadi Umar.

Semua ini gara-gara pada Pemilu lalu, Golkar kalah di Desa Sukarasa. Dari 1.460 suara Golkar hanya menyerap 11%, sementara PPP 80% -- sisanya diperoleh PDI.

Lebih dari sekadar melarang Kiai Amin Bunyamin mengimami salat Ied di Cihuni Pak Camat juga melarang 12 guru pegawai negeri yang menJadl tenaga honorer di tsanawiyah dan aliyah Pesantren Darussalam Cipari meneruskan tugas pendidikanya. "Dalam kedudukan saya selaku ketua Korpri dan pembina PGRI, saya berhak melarang mereka mengajar di situ," kata Dulhadi Umar. Larangan mengajar hanya diberlakukan untuk Darussalam Cipari. Yang di Wanaraja, di bawah kepemimpinan Kiai Cholid Tauzirie, tidak. "Pak Cholid masih mampu memelihara netralitasnya," kata Dalhadi Umar, kepada wartawan TEMPO Hasan Syukur.

Beberapa hari menjelang minggu tenang dulu, Kiai Amin dianggap bersuara minor. "Saya yakin, Golkar akan menang, tapi saya akan bcrusaha agar tidak menang mutlak," kata Kiai Amin, mengulang kata-katanya dulu itu kepada TEMPO. "Kalau menang mutlak, berbahaya, karena tidak ada lagi yang mengkritik pemerintah."

Sehari menjelang pencoblosan, Kiai Amin dipanggil Kodim Garut. "Dandim cuma tanya apa benar saya melakukan baiat. Saya jawab, itu fitnah. Malam itu juga saya lantas dibolehkan pulang," tuturnya. Ia sendiri tampak santai menangapi larangan berkhotbah dan jadi imam di Lapangan Cihuni.

Di Desa Dawuhan, Banjarnegara, Jawa Tengah, ekses kekalahan Golkar lain lagi bentuknya. Lapangan sepak bola di desa itu oleh lurahnya, Prawira, diubah menjadi sawah. Itu dilakukannya langsung 23 April lalu, seusai penghitungan suara. Ternyata, Golkar hanya mendapatkan 391, jauh di bawah PPP yang 745. Meski lapangan bola yang langsung dicangkuli dan diairi itu merupakan tanah bengkok, warga Dawuhan sempat resah.

Ahmad Gusti dan Agustian, Calon Kuat Penjabat Wabup Rejang Lebong

*SEBAGAI KOMITMEN PPP, AL AMIN DI GANTI NASIRWAN THOHA SE
*NASIRWAN THOHA SEBAGAI WABUP REJANG LEBONG, TENTUNYA HARUS ADA PENGANTINYA


UBEI, BE - Hingga kemarin dua partai pengusung pasangan Drs H Dalhadi Umar BSc dan Nasirwan Thoha SE sebagai Bupati dan Wabup terpilih pada pilkada 2005, belum melakukan musyawarah terkait pergantian penjabat Wabup Lebong. Hanya saja, setelah jabatan itu kosong karena ditinggalkan Nasirwan Thoha yang resmi menjadi Anggota DPR RI, ada dua nama yang disinyalir kuat untuk menggantikan posisi tersebut. Kedua nama itu disebut-sebut Ahmad Gusti dan Agustian. Benarkah?

Ketika dikonfirmasi kemarin, baik PPP maupun PBB mengaku masih menunggu perkembangan dan konfirmasi resmi Nasirwan Thoha. Bahkan, keduanya juga mengaku belum melakukan musyawarah baik secara internal maupun bersama-sama. Sampai hari ini kami belum membicarakan pergantian Nasirwan secara resmi di internal partai. Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari DPW PPP, ungkap Sekretaris DPC PPP Kabupaten Lebong Ahmad Gusti.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris DPC PBB, Agustian SH yang dikonfirmasi terpisah, kemarin (13/10). Kami juga masih menunggu perkembangan di DPRD, kata Agustian.

PPP Usung Kader Sendiri
Dihubungi terpisah, Bupati Lebong Drs H Dalhadi Umar BSc mengaku sudah membicarakan soal kekosongan Wabup bersama DPP PPP saat menghadiri pelantikan Nasirwan Thoha beberapa waktu lalu di Jakarta . Menurut dia, DPP PPP berencana mengusung kader sendiri menggantikan Nasirwan.

“Saya sendiri pada prinsipnya tak mempersoalkan siapa yang akan menjadi Wabup. Itu terserah partai pengusung, PPP dan PBB. Namun, siapa yang nanti diusung saya tentu perlu mempelajari track record-nya. Yang jelas, ketika saya bertemu di Jakarta DPP PPP sendiri punya rencana mengusung kader sendiri,” kata Dalhadi.

Seperti diketahui Dalam Pemilu 2004, Nasirwan Thoha yang juga ketua DPW PPP Bengkulu berada pada nomor urut dua di bawah Al Amin di dapil Bengkulu.Beliau menggantikan posisi Al Amin Nasution di DPR RI.

Pilkada Langkat : Kampanye Perdana Drs H A Naim – Legimun

Oktober 14th, 2008

Langkat (SIB)
Pasangan Bang Naim – Mas Legimun calon Bupati – Wakil Bupati Langkat bernomor empat bersama istri serta jajaran koalisi PPP, PBB, PBR, PDK, PKB dan Patriot Pancasila melaksanakan kampanye perdana di tiga titik di wilayah Teluk Aru yang merupakan zona lima, Minggu (12/10).
Kampanye berlangsung di lapangan kilang padi Jalan Paluh Sipat desa Teluk Meku kec Babalan, lapangan bola SD Alur Dua Baru kec Sel Lepan dan lapangan bola Pangkalan Batu kec Brandan Barat.
Turut mendampingi pasangan Naim – Legimun yang berstatus PNS Pemkab Langkat ini di antaranya Ketua KNPI Langkat Drs Syahrizal MZ, Ketua Wanhat DPC Gerindra Langkat yang juga Caleg Sumut nomor urut 2 Dapem XI Langkat – Binjai H Yan Syahrin, SE, tokoh etnis Melayu, Jawa, Batak, Tionghoa dan elemen masyarakat lainnya.
Jurkam dari PPP H Ahmad Ghazali Syam dalam orasi politiknya di tiga tempat menegaskan, kalangan PNS Langkat tidak boleh takut mencoblos nomor urut empat pada hari pemungutan suara, Senin (27/10) mendatang, karena yang memberi gaji bagi PNS bukanlah oknum atasan, melainkan pemerintah yang bersumber dari uang rakyat. Karena tidak ada alasan bagi pejabat mana pun untuk melarang PNS yang notabene anggota Korpri berpihak kepada ketuanya.
Menurut Wakil Sekretaris DPW PPP Sumut yang juga Wakil Ketua DPRD Langkat ini, kalangan PNS dan keluarganya boleh berbangga karena Drs H Asrin Naim yang pernah menjabat Kadispenda Langkat dan Drs H Legimun S, MPd yang jabatan terakhirnya Kadispora Langkat tersebut merupakan pasangan calon yang diminta masyarakat melalui tokohnya yang datang kepada Bang Naim dan Mas Legimun pada saat Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE ketika itu dapat dipastikan maju dalam Pilkada Sumut.
“Bang Naim diminta maju dalam Pilkada Langkat, menggantikan Syamsul Arifin yang diyakini menang. Saya tahu itu. Sehingga sangat beralasan jika PPP, PBB, PBR, PDK, PKB dan Patriot Pancasila kemudian mengusungnya dan tidak memaksakan kehendak agar salah satu di antara kami menjadi wakilnya,” sebut Ghazali Syam.
Dengan alasan itu pula, tandas Ghazali, PNS dan keluarganya memiliki tanggungjawab untuk ikut mengantarkan Naim – Legimun menjadi pimpinan bumi Langkat berseri sebagaimana yang diinginkan elemen masyarakat.
“Satu hal lagi yang terpenting, kami menyatakan Naim dan Legimun bukanlah koruptor dan tukang sogok. Pencalonan mereka ini tidak karena menyogok, disogok dan tidak pula karena pandai membagi-bagi sembako,” tegas Ghazali.

PILGUB Jatim : Pasangan Kaji Mengeluh Diisukan Didanai Vatikan

JOMBANG - Pasangan Khofifah Indar Parawansa Mudjiono (Kaji) kembali mengeluhkan adanya black campaign (kampanye hitam) yang dialamatkan kepadanya. Terbaru, ada isu bahwa Kaji didanai oleh kelompok dari Vatikan. Tentu saja, isu ini membuat Khofifah merasa terpojok.

Dikatakan Khofifah, saat ini beredar isu jika pasangan Kaji telah didanai oleh kelompok Kristen dari Vatikan untuk pilgub putaran kedua kali ini. Isu tersebut kata dia, dinilai sangat menjatuhkan namanya untuk bisa memenangi Pilgub Jatim.

"Awas, sekarang sudah ada isu tak sedap lagi yang dialamatkan kepada saya. Jelas, jika isu ini sengaja diembuskan untuk menjatuhkan pasangan Kaji," lontar Khofifah di hadapan ribuan kader Muslimat di alun-alun Jombang Minggu (12/10/2008).

Dia juga meminta kader Muslimat mengabaikan isu miring tersebut dan tak gampang percaya dengan isu miring yang terus menerus dialamatkan kepadanya. "Isu itu tak benar. Dan tak sekali ini saya dihadapkan pada isu-isu yang menyudutkan itu," ujar Khofifah meyakinkan.

Namun, ia enggan menyebut dari mana isu tak sedap itu muncul. Hanya, �kata dia, deretan isu miring itu sempat membuatnya bingung untuk menangkis. Saya tak menyebut siapa yang mengembuskan isu itu.

Sebelumnya, Khofifah juga mengaku ada kampanye hitam lain yang mengesankan jika dirinya berdekatan dengan kelompok non muslim, baik dari sisi dukungan maupun pendanaan. Menyebarnya gambar salib yang berdampingan dengannya dalam putaran pertama lalu, juga sempat membuatnya kelabakan menjawab pertanyaan dari para pendukungnya. Kendati tak menyebut siapa yang menyebarkan gambar rekayasa itu, ia mengaku telah menerjunkan tim untuk melacaknya. "Tapi biarlah, terpenting, masyarakat tahu jika isu-isu tersebut tak benar," katanya.

Sementara dalam orasinya di depan ribuan kader Muslimat, Khofifah menyinggung fenomena pendidikan di Jawa Timur yang masih belum terjangkau semua lapisan masyarakat. Menurut dia, pendidikan menjadi program prioritas dalam kepemimpinannya nanti, bila terpilih menjadi Gubernur Jatim.

14/10/2008 15:59
JK Isyaratkan Ka-Ji Menang

INILAH.COM, Surabaya - Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla secara tidak langsung mengisyaratkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (KaJi) akan memenangkan pemilihan gubernur Jawa Timur putaran kedua nanti.


Menurut Kalla, di Jawa, sedikitnya telah digelar lima kali pilkada, yang dua di antaranya dimenangkan calon perempuan. Dua perempuan yang memenangkan pertarungan di tingkat daerah itu adalah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih.


”Sekarang sudah ada dua, mungkin nanti bisa jadi tiga," tegas Kalla, saat temu kader Partai Golkar dan Halal Bihalal di kantor DPD Golkar Jatim, Selasa (14/10).


Calon perempuan, lanjut Kalla, memang memiliki banyak kelebihan. “Selain itu, jumlah pemilih perempuan sangat banyak, lebih dari 50%," ujarnya.


Selain di Jateng dan Banten, Pilgub yang diikuti calon perempuan adalah di Jatim. Putaran Pilgub Jatim akan digelar pada 4 November 2008, akan diikuti oleh pasangan Soekarwo-Saifullah dan Khofifah-Mudjiono.

Pilkada Merangin Jambi : MR Janji Perhatikan Petani

Kampanye Calon PPP-PBR Murasman-Rahman Membludak
SUNGAIPENUH – Komitmen untuk tetap memperhatikan nasib rakyat kecil dan petani di Kerinci menjadi salah satu janji politik pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kerinci, Murasman dan Rahman (MR).

Kampanye akbar pasangan MR ini tidak dihadiri juru kampanye (jurkam) dari Provinsi Jambi maupun jurkam nasional. Yang terlihat diatas podium mendampingi pasangan MR sebagai jurkam adalah Syofyan Hasim, salah seorang kandidat yang mendaftar di PPP. Ahmad Zuhdi MAg mewakili masyarakat Kerinci hilir, Yal Maris, Andi Oktovian, Khusnul, Mursimin, Irmanto, serta banyak lagi pertinggi partai pengusung.

Meski tidak dihadiri oleh Jurkamhnas dan jurkam dari Provinsi, antusias masyarakat Kerinci untuk hadir dan memberikan dukungan kepada cabup yang diusung oleh koalisi PPP-PBR serta didukung oleh beberapa partai lainya termasuk Demokrat cukup tinggi. Diperkirakan hampir 700 kendaraan dengan massa hingga mencapai puluhan ribu jumlahnya terlihat memadati lapangan Mardeka Sungaipenuh.

Kampanye MR itu sendiri dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Pasangan MR itu diarak dari kediamannya di jalan muradi Sungaipenuh atau berjarak 100 meter dari lokasi lapangan Merdeka. Uniknya, pasangan MR ini sengaja mengenakkan topi ke sawah sambil diarak oleh kaum adat dari Tigo Luhah Tanah Sekudung, tarian Kudo Kipang serta ribuan pendukungnya berjalan kaki menuju lapangan mardeka Sungaipenuh.