Kamis, 16 Oktober 2008

Pilkada Kab Kerinci : Calon PPP Diprediksi Maju ke Putaran Ke 2














1.Pasangan yang Unggul adalah pasangan dari jalur perseorangan/independen Ami Taher-Dianda Putra (konon di dukung PKS)
2.Pasangan Dukungan PPP-PBR Murasman-Rahman (MR) menduduki posisi Nomer 2

SUNGAIPENUH - Pasangan Ami Taher-Dianda Putra (AD) untuk sementara unggul dalam perolehan suara di Pilbup Kerinci kemarin. Berdasarkan perhitungan quick count dari Panwaslu Kabupaten Kerinci duet AD memperoleh 24,11 persen. Sedangkan data dari internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pasangan yang maju lewat jalur perseorangan serta didukung PKS ini meraih 31,35 persen suara dari total 238.672 pemilih tetap.

Menurut perhitungan Panwaslu Kerinci pasangan Ami Taher-Dianda Putra telah meraih sebanyak 38.233 suara atau 24,11 persen disusul kemudian pasangan Murasman-Rahman (MR) 37.718 atau 23,74 persen. Jago PAN pasangan Hasani Hamid-Afrizal (H2A) memperoleh 27.352 atau 17,25 persen, Nuzran Joher-Julizarman (Nujul) 26.650 atau 16,81 persen, Herman Muchtar -Mulyadi Raf 17.868 suara atau 11,27 persen serta terakhir pasangan Zubir Muchtar-Dahnil Miftah sebanyak 10.758 suara atau 6,78 persen. Total suara yang sudah masuk ke Panwaslu Kerinci tersebut tercatat 158.579 suara dari 238.672 suara yang tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Sementara itu, dari data atau jumpa pers yang digelar oleh internal PKS atau pasangan Ami Taher - Dianda Putera di hotel Mahkota Sungai Penuh kemarin malam sekitar pukul 20.30 wib, juga menyebutkan bahwa pasangan Ami Taher-Dianda Putera, cabup dan cawabup yang maju dari jalur perseorangan dan didukung sepenuhnya oleh PKS itu mengungguli lima pasangan lainnya yakni 31.885 suara atau 31,35 persen.

Diposisi kedua ditempati oleh pasangan Murasman dengan perolehan suara 21.811 suara atau 21,45 persen, disusul Hasani Hamid-Afrizal 17.323 suara atau 17,03 persen, Nuzran-Julizarman 13.558 suara atau 13,33 persen, Herman Muchtar-Mulyadi 11.969 atau 11,77 persen serta pasangan Zubir Muchtar-Dahnil Miftah sebanyak 5.153 suara atau 5,07 persen.

"Dengan banyaknya persoalan yang ada termasuk warga yang tidak mencoblos lantaran tidak dapat kartu dan surat panggilan dan sebagainya, maka kami memperkirakan sekitar 70 persen warga yang menggunakan hak pilihny. Dari jumlah itu yang masuk ke dalam perhitungan internal kami sebanyak 60 persen atau total suara yang masuk 101.698 suara dan hasilnya pak Ami-Dianda masih unggul dan mencapai 31,35 persen,” katanya Henri Mashur Ketua Ketua DPW PKS selaku juru bicaranya.

Sedangkan dari tim Zubir Muchtar hingga pukul 21.00 WIB semalam dari total suara 121.673 suara pasangan Ami-Dianda juga unggul. Pasangan yang maju lewat jalur perseorangan ini memperoleh 29.996 suara, pasangan Murasman-Rahman ditempat kedua dengan 28.515 suara disusul pasangan Hasani Hamid-Afrizal dengan 23.437 suara, pasangan Nuzran-Julizarman dengan 18.515 suara, Herman Muchtar-Mulyadi Raf dengan 12.323 suara dan Zubir-Dahnil Miftah dengan 8.886 suara.

Perjuangan Nan Berat PPP Lampura : kantor DPC Di(Ter)Bakar

Baru Saja Pasangan Bachtiar Basri-Slamet Haryadi dinyatakan Menang oleh pengadilan Cobaan Langsung Menerjang.
Lagi lagi PPP tiada daya DIDHOLIMI.
1.Calon PPP dan PKS AROFAH gagal maju pilkada Di Lombok Barat padahal Pengadilan sudah memenangkan Gugatan pasangan PPP dan PKS ini atas KPUD setempat di Pengadilan Negeri.
2.Syamsudin Said, ayah Sigit Purnomo alias PASHA UNGU juga di Dholimi KPUD Donggala Sulteng sehingga gagal Maju pilkada.
3.Dalam kilasan balik, Sultan Mudaffar Syah dan Rusdi hHanafi Yang saat itu menjadi kandidat paling Kuat di Pilakda Maluku Utara Juga di Jegal KPUD Setempat yg condong ke pasangan tertentu, alhasil pilkada Malut Kacau Balau, sampai saat ini.
4.Pasangan Ka-Ji Khofifah di Pilgub Jatim juga hampir saja gagal maju sebagai Cagub karena di jegal oknum oknum tertentu , walau bukan berkaitan dengan KPUD Jatim.
5.Pilkada Kaltim AFI Awang Faroek Ishak juga Harus Ke putaran ke 2,menyusul tipisnya kemengana AFI dengan suara yg hanya mendekati 30 %, walau awalnya KPUD Kaltim memakai UU Lama.

Kantor PPP Lampung Utara ’Dibakar’

KOTABUMI (Lampost): Kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lampung Utara (Lampura) di Jl. Jend. Sudirman, Kotabumi, Rabu (15-10), pukul 2.00, ludes terbakar. Sebelumnya, Ketua PPP Eka Chandra menerima ancaman melalui SMS (short message service).

Belum diketahui penyebab kebakaran yang meludeskan seluruh bangunan beserta isinya tersebut. Kerugian ditaksir sekitar Rp300 juta.

Sebelumnya, sekitar pukul 00.12, seseorang mengirim ancaman melalui SMS (short message service) ke ponsel milik Eka Chandra yang isinya mengancam akan membacoknya dan membakar rumahnya. Eka baru mengaktifkan ponselnya setelah api berhasil dipadamkan.

"Saat saya membuka ponsel, tiba-tiba ada SMS masuk dari nomor tidak dikenal. Isinya mengancam dengan bahasa Lampung yang artinya 'Jangan banyak omong, nanti kamu saya bacok dan rumah kamu saya bakar. SMS itu dikirim pukul 00.12," ujar Eka seraya menunjukkan isi SMS dimaksud.
SMS itu, kata Eka, juga sudah ditunjukkan kepada aparat Polres Lampura. "Saya menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada kepolisian untuk diusut tuntas."

Eka yang ditemui di rumahnya, di belakang bangunan yang terbakar, Rabu (15-10), menjelaskan isi Sekretariat DPC PPP itu antara lain ijazah para caleg PPP Lampura, satu unit televisi, perlengkapan sekretariat seperti meja, kursi, dan papan tulis. Sedangkan di RM Mustika yang sudah berhenti berjualan sejak tiga bulan lalu, barang terbakar antara lain meja dan kursi rumah makan, seperangkat usaha gerai ponsel, satu kulkas, dan berbagai peralatan lain.
Benny (30), anggota satpam Kantor Pegadaian Cabang Kotabumi yang berhadapan dengan Sekretariat DPC PPP, mengaku sedang mengontrol bagian belakang Kantor Pegadaian saat listrik di sekitar tempat tersebut tiba-tiba padam. "Waktu listrik padam, saya menengok ke kanan kiri dan belakang. Tiba-tiba saya melihat api sudah membakar bangunan Sekretariat PPP. Saya tidak mendengar apa pun sebelum itu," kata dia.

Selasa, 14 Oktober 2008

Pilkada Ende : Pasangan DOA terus Memimpin

Pasangan Doa (Drs. Don Bosco M Wangge, M.Si-Achmad Mochdar) diusung PDIP, PDK, PNBK, Partai Patriot Pancasila, PKS, PBR, PPP, PBSD, PPD, PNUI, Partai Pelopor, PSI dan PAN.

DOA Terus Memimpin
Setelah KPU Kabupaten Ende melakukan penghitungan perolehan suara sementara, pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Ende, Don Bosco M. Wangge-Achmad Mochdar masih terus memimpin. Pasangan Doa demikian panggilan karib pasangan ini, memimpin dengan raihan 54.845 suara atau sebesar 41,96 persen.

Raihan suara pasangan DOA dipastikan tidak bakal terkejar lagi, karena sampai pukul 16.00 Wita sudah 130.695 suara yang terhitung atau sebesar 83,21 persen suara yang sudah terhitung dari 157.061 total suara.

Di urutan kedua dan ketiga masing-masing pasangan Silvester Djuma-
Djafar H. Achmad (Mawar) yang memperoleh suara sebanyak 22.240 suara, selanjutnya pasangan pasangan Petrus Lengo-Paulus Pase (Lengo-Pase) dengan torehan 14.404 suara. Yang menarik, kalau sebelumnya di tempat keempat pasangan Siprianus Reda Lio-Titus M. Tibo (Setia).

Memasuki hari kedua penghitungan, pasangan Setia tergeser ke urutan lima dengan raihan 11.636 suara. Sedangkan pasangan Wilhelmus Wolo-Alberth Bhoka (Wolo-Bhoka) yang sebelumnya bertengger di urtan enam berhasil menempati urutan empat dengan torehan 12.826 suara.

Sedangkan yang menempati dua urutan terkahir masing-masing pasangan Marselinus Petu-Stefanus Tani Temu (Petani) yang hanya mendapat 11.367 suara. Dan pasangan Yucundianus Lepa-Nur Aini AR Rodja (Dian) di tempat terkahir dengan raihan 3.377 suara.

Sebelumnya, KPUD Ende telah menetapkan tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati Ende. Tujuh pasangan dimaksud terdiri dari dua calon perseorangan yaitu Wilhelmus Wolo,S.H-Albert Bhoka (paket Wolobhoka) dan Drs. Siprianus Reda Lio-Titus M Tibo, S.H (paket Setia). Sedangkan lima paket lainnya yang diusung paspol adalah paket Petani (Ir. Marselinus YW Petu-Ir Stefanus Tani Temu, M.Si) yang diusung partai Golkar; paket Mawar (Silvester Djuma- Drs H Djafar H Achmad, MM) diusung Partai Demokrat, PPD, PPDI, PBB, PNI Marhaenis, PKPB, PBSI dan Partai Serikat Indonesia; paket Doa (Drs. Don Bosco M Wangge, M.Si-Achmad Mochdar) diusung PDIP, PDK, PNBK, Partai Patriot Pancasila, PKS, PBR, PPP, PBSD, PPD, PNUI, Partai Pelopor, PSI dan PAN; paket Dian (Ir. Yukundianus Lepa, M.Si-Nur Aini AR Rodja, S.Pd) diusung PKB dan PPDI serta paket Lengo-Pase (Ir. Petrus Lengo-Paulus Pase, S.H) yang diusung PNI Marhaenisme, PKPI dan PDS.

Sementara dua paket yang tidak lolos verifikasi yakni paket Bernas (Bernadus Gadobani, S.Ag-Drs. Hendrikus Seni) dan paket Damai (Drs. Anton David Dalla, M.Si-Drs Iskandar M Mberu). Saat mendaftar paket Bernas diusung PDIP, sementara paket Damai diusung PKB dan PAN. Kepengurusan tiga parpol pengusung itu dianggap tidak sah.

Sementara Perhitungan suara di Pilkada Rote Ndao di hentikan tetapi pasangan dukungan PPP sulit menang dari pasangan Independen Christian Nehemia Dillak-Zakarias P Manafe.

PPP JUGA TELAH MENANG DI SUMBA TENGAH

WAIBAKUL, PK - Untuk sementara pasangan Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang - Umbu Dondu,BA (Ubud) unggul dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah, Senin (8/9/2008). Hingga pukul 16.00 Wita, Ubud mendulang 13.183 suara, pasangan Drs. Umbu K Anagoga-Ir. Ferdi Samlati (Ana Ati) mengoleksi 4.381 suara dan pasangan Ir. Obed Umbu Madiata - Umbu Ndena Bili,Sm.Th mengumpulkan 3.684 suara.
Pasangan yang diusung PKB, PKPI, PDK, PKPB, PPP dan partai kecil lain ini, hampir pasti memimpin kabupaten pemekaran dari Sumba Barat itu, karena jauh meninggalkan dua rival politik, yakni Ana Ati yang diusung Partai Golkar dan PPD dan Umade yang dijagokan PDIP. Suara yang belum masuk hanya dari Kecamatan Mamboro sedangkan tiga kecamatan lainnya, Katikutana, Umbu Ratu Nggay Barat dan Umbu Ratu Nggay hampir semua TPS sudah melaporkan hasil perhitungannya.

Dilaporkan wartawan Pos Kupang, Petrus Piter, Paschalis Tho dan Adiana Ahmad, sejak pukul 07.00 Wita, warga berbondong- bondong ke tampat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak politik mereka. Warga antusias menentukan pemimpin yang diharapkan mampu membesarkan ‘bayi’ yang baru lahir menjadi lebih baik. Warga mengharapkan duet yang mengungguli pemilihan mampu merubah ‘kampung’ Waibakul menjadi kota yang layak dan pantas sebagai sebuah ibukota kabupaten. Warga juga mengharapkan buah tangan pemimpin hasil pilihan rakyat ini mampu membawa kesejahteraan, mampu menyiapkan sarana dan prasarana, terutama jalan, jembatan, sekolah, puskesmas, mampu meningkatkan ekonomi rakyat dengan penmingkatan produktivitas sumber daya alam yang dimiliki daerah itu.

Berbagai potensi seperti ternak, lahan pertanian, kandungan emas, pasir besi belum dijamah hingga saat ini. Selama bergabung dengan kabupaten induk Sumba Barat, daerah yang jaraknya kurang lebih 18 km dari Waikabubak, itu masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Weetabula yang letaknya kurang lebih 40 km arah barat. Diharapkan diskriminasi pembangunan ini tidak terjadi lagi, seiring dengan otonomi daerah dan lahirnya pemimpin pilihan rakyat.

Pilkada Pidie Jaya NAD : Calon PPP di tegur Panwas

MEUREUDU - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pidie Jaya kembali menegur pasangan kandidat yang ikut dalam bupati Pidie Jaya. Kali ini, kandidat yang ditegur adalah pasangan nomor urut delapan, Ihsanuddin MZ-Ratmi Abdullah, karena ditengarai berkampanye pada malam hari yang diselubungi pemberian bantuan pada tempat ibadah di Desa Lancok Baroh, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya.
Memang kegiatannya memberi bantuan untuk meunasah. Bahkan saat tim kami menanyai warga setempat, mereka mengakui sangat butuh bantuan tersebut. Tapi itu sudah masuk dalam kategori kampanye,” ujar Ketua Panwaslih Pidie Jaya, Mushalli kepada Serambi, Senin (13/10).
Ihsanuddin bersama tim sukses dan jurkamnya mendatangi desa Lancok Baroh dan memberikan bantuan untuk Meunasah. Di antara bantuan yang diberikan dalam bentuk kwitansi atau cek, terdiri dari 30 sak semen dan 20 truck tanah timbun. Sedangkan enam lusin piring, satu lusin gelas, satu lusin tempat cuci tangan, dua lusin sendok/garpu, diberikan langsung dalam bentuk barang.

Serba salah

Ihsanuddin yang dihubungi melalui selulernya mengatakan, apa yang dilakukannya adalah bagian dari upaya membina silaturrahmi. Ihsanuddin mengaku serba salah dalam hal tersebut. Karena, katanya, di satu sisi mereka mendapat permintaan dari sejumlah tokoh masyarakat di desa tersebut agar membantu pembangunan meunasah dan perlengkapan lainnya. “Kami memohon maaf kalau ini dianggap suatu kesalahan,” ujar Ihsanuddin.(s)

Pilkada Kab Bogor : 300 Kades Sokong Rahman

Sering Kumpul di Kantor DPC PPP
Kades Pagelaran: Dukungan Kita Inisiatif Sendiri
CIBINONG - Kekuatan pasangan Rachmat Yasin-Karyawan Fathurachman (Rahman) menghadapi putaran kedua Pemilu Bupati/Wakil Bupati Bogor 30 November 2008 mendatang terus bertambah. Ini setelah ratusan kepala desa (Kades) menyatakan sikap siap menyokong pasangan Rahman. Ratusan Kades itu Selasa (14/10) kemarin mendatangi kantor DPC PPP Kabupaten Bogor untuk menemui Rachmat Yasin (RY) dan Karyawan Fathurachman (KF). Mengenakan pakaian dinas lengkap dengan lencana Kades, mereka mendatangi markas tim sukses Rahman usai menghadiri Halal Bil Halal dan pelepasan Bupati/Wakil Bupati Bogor di kantor Pemkab Bogor Cibinong.
“Kedatangan kami inisiatif sendiri tanpa komando dari siapapun,” kata Lurah Pagelaran Ucup kepada Pakar kemarin.
Setelah bersilaturahmi, ratusan Kades itu bersama RY dan KF berangkat bersama-sama ke kawasan Gunungputri, Kabupaten Bogor untuk menghadiri pernikahan anak Adi Suwardi, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Kabupaten Bogor.
Sementara itu menurut Rachmat Yasin, berkumpulnya mayoritas kepala desa se Kabupaten Bogor ini memang bukan pertama kali diadakan, tetapi memang sudah sering. “Hanya saja untuk putaran kedua mendatang, lebih banyak kepala desa yang bergabung, karena jika sebelumnya hanya sekitar 250 kepala desa, saat ini lebih dari 300 kepala desa yang ikut mendukung kita,” ujarnya.
Fachrurozi Kepala Desa Ciapus mengatakan jika apa yang dilakukan oleh para kepala desa ini tidak lain untuk mensukseskan pilkada putaran kedua. “Memang kita dituntut untuk netral dalam Pilkada Kabupaten Bogor. Tetapi untuk pribadi-pribadinya sudah tentu terserah pada kepala desa itu sendiri,” ujarnya.=UNG

KH Maoshul Pilih PPP, Mbak Marissa"Icha" H Istiqomah Nomer 2

.PPP Memakai Sistem Nomer Urut bukan Suara terbanyak
.Karena Begitu Sesaknya PPP di 2009, Lika Liku dan Dinamika Penyusunan Caleg mewarnai PPP



Jadi Caleg,Asep Maosul Pilih Maju dari PPP
Tuesday, 14 October 2008
KH Maoshul Pengasuh PP Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya dengan jumlah santri 2000 santri dan cabang pesantren 1000 lebih.
TASIKMALAYA (SINDO) – Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya KH Asep Ahmad Maosul Affandi mengaku lebih memilih menjadi calon anggota DPR RI dari PPP,bukan PKB.

”Saya telah mengundurkan diri dari pencalonan PKB kemudian menentukan pilihan dari PPP dengan nomor urut satu untuk daerah pemilihan Jabar XI, yakni Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta Kabupaten Garut. Itu keputusan saya, jadi sama sekali tidak ada pencalonan ganda seperti yang ramai diberitakan,” ungkap Asep kepada SINDO,kemarin. Sebelumnya pencalonan KH Asep Ahmad Maosul Affandi diklaim oleh dua partai besar, PKB dan PPP.

Kedua partai tersebut saling klaim soal pencalonan kiai kharismatik tersebut menjadi anggota DPR RI. Bahkan kedua partai tersebut menempatkan Asep di nomor urut satu di daerah pemilihan berbeda dengan yang ditentukan saat ini. PKB menempatkannya di dapil Jabar X,yakni Ciamis,Kuningan, dan Majalengka. Mengenai pencalonannya di dua partai tersebut, Asep mengakui dirinya didaftarkan oleh dua parpol berbeda,PKB dan PPP, tetapi akhirnya dia memilih PPP sebagai sandaran.

”Prosesnya memang panjang,dan saya benar didaftarkan oleh dua partai berbeda. Pendaftaran itu bukan atas kehendak saya secara pribadi, tetapi atas dorongan orang lain.Intinya,mungkin ini sebagai bentuk amanat dari Allah bahwa saya harus maju menjadi caleg demi kemaslahatan umat,”papar Asep. Pencalonan oleh dua parpol tersebut,katadia,semestinya tidak perlu muncul dan menjadi polemik, karena sejak awal dirinya sudah memiliki komitmen dengan PPP dan menyatakan mundur dari pencalonannya di PKB.

[ Rabu, 15 Oktober 2008 ]
Marissa Haque Istiqomah jadi Caleg Nomor 2 Dapil Jabar
JAKARTA - Marissa Haque mengaku sudah lapang dada. Dia sudah bisa menerima keputusan DPP PPP yang menempatkan dirinya pada caleg nomor urutan 2 di dapil Jawa Barat 1.

Sikap ikhlas itu diambil setelah dia gagal bertemu Ketua Umum PPP Suryadahrma Ali. Senin malam (13/10), Marissa mendatangi kediaman Surya. Tujuannya, menanyakan mengapa dirinya tidak ditempatkan di nomor urut 1. ''Saya menunggu sampai pukul dua belas malam, tapi tidak diterima juga,'' cerita istri Ikang Fauzi itu.

Setelah tak berhasil bernegosiasi dengan Surya, Marissa memilih pulang. Dia mengaku salat Subuh dan meminta petunjuk terkait dengan pencalegannya di DPR. ''Setelah salat Subuh, saya tidur. Setelah bangun, saya memutuskan untuk menerima nomor urut dua yang telah diputuskan DPP,'' kisahnya.

Dia menyatakan akan bekerja keras untuk memenuhi bilangan pembagi pemilih (BPP) 30 persen agar jalannya ke Senayan mulus. Tanpa harus memusingkan nomor urut.

Seperti diberitakan kemarin, Marissa menuntut ditempatkan di nomor urut 1 di dapil yang membawahkan Bandung dan Cimahi itu. Alasannya, dia sudah dijanjikan oleh Surya di nomor paling atas. Karena itulah, dia langsung protes setelah melihat DCS (daftar calon sementara) ternyata dirinya berada di nomor urut dua di bawah Somali A. Malik, tokoh PPP Garut. Saking kecewanya, Marissa mengancam akan membangun tenda di rumah Surya. Tapi, pada akhirnya dia luluh juga di nomor 2.

Hari ini (15/10), Marissa akan merayakan ulang tahun ke-46. Di momen penting dalam hidupnya tersebut, dia menilai posisinya sebagai caleg nomor urut dua di dapil Jabar 1 itu sebagai kado ulang tahun. ''Saya terima. Pada akhirnya, saya tidak terlalu berambisi,'' tambah perempuan cantik peraih gelar Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik 1987 tersebut.

Namun, Marissa tetap menyesal karena tidak pernah diajak bicara terkait dengan penggeseran nomor urut pencalegannya itu. Ibu dua putri tersebut bersikukuh bahwa Ketua DPP PPP Suryadharma Ali telah menjanjikan nomor urut satu kepadanya. ''Yang janji ketua umum, bukan Sekjen (Irgan Chairul Mahfidz, Red),'' tegasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Mohammad Romahurmuzy menyatakan, hingga tadi malam tidak ada keputusan untuk mengubah DCS yang sudah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). ''Nomor dua tersebut (nomor urut Marissa) merupakan bentuk apresiasi kepada teman-teman yang baru bergabung (di PPP, Red),'' ujarnya saat dihubungi tadi malam (14/10). (cak/tof)

Nostalgia Perjuangan Nan Berat PPP

Kalah = lapangan sepak bola menjadi..
Ekses akibat kekalahan golkar. k.h. amin bunyamin di larang jadi khatib ied di cihuni, garut. di dawuhan, ja-teng, lapangan bola dibuat sawah. di aceh proyek air minum diprioritaskan untuk daerah golkar.
ORANG yang paling masygul pada Lebaran lalu barangkali Katamsi. Sebagai panitia salat Ied di Lapangan Cihuni, Kecamatan Wanaraja, Garut, lelaki berusia 40 tahun ini telah gagal menjalankan tugasnya. Jemaah yang mendatangi lapangan tak lebih dari hanya enam saf, empat saf pria, dua wanita.

Baru sekali ini terjadi dalam sejarah salat Ied di Cihuni, jemaah tak sampai mengisi seperempat lapangan seluas hampir satu hektar itu. Padahal, selama ini, jemaah Ied di situ - yang mayoritasnya terdiri dari warga Pesantren Darussalam, Kampung Gparl, dan warga desa sekitarnya - selalu meluap, tak tertampung. Apa yang telah terjadi ?

Rupanya, seperti yang dituturkan Katamsi, "Warga Pesantren Darussalam Cipari bersembahyang Ied di kompleks Darussalam yang di kota kecamatan Wanaraja." Kompleks Darussalam memang ada dua, di Cipari, masuk Desa Sukarasa, dan satu lagi di Wanaraja, sekitar empat kilometer dari Cipari. Kiai Haji Amin Bunyamin, Pimpinan Darussalam Cipari, yang sejak 1977 menjadi imam dan khatib di Lapangan Cihuni, pada Lebaran kemarin terkena larangan meneruskan tugas yang sudah dijalaninya selama 10 tahun itu, sehingga ia berpindah ke Darussalam Wanaraja. Pembuat larangan adalah Camat Wanaraja, Dalhadi Umar.

Semua ini gara-gara pada Pemilu lalu, Golkar kalah di Desa Sukarasa. Dari 1.460 suara Golkar hanya menyerap 11%, sementara PPP 80% -- sisanya diperoleh PDI.

Lebih dari sekadar melarang Kiai Amin Bunyamin mengimami salat Ied di Cihuni Pak Camat juga melarang 12 guru pegawai negeri yang menJadl tenaga honorer di tsanawiyah dan aliyah Pesantren Darussalam Cipari meneruskan tugas pendidikanya. "Dalam kedudukan saya selaku ketua Korpri dan pembina PGRI, saya berhak melarang mereka mengajar di situ," kata Dulhadi Umar. Larangan mengajar hanya diberlakukan untuk Darussalam Cipari. Yang di Wanaraja, di bawah kepemimpinan Kiai Cholid Tauzirie, tidak. "Pak Cholid masih mampu memelihara netralitasnya," kata Dalhadi Umar, kepada wartawan TEMPO Hasan Syukur.

Beberapa hari menjelang minggu tenang dulu, Kiai Amin dianggap bersuara minor. "Saya yakin, Golkar akan menang, tapi saya akan bcrusaha agar tidak menang mutlak," kata Kiai Amin, mengulang kata-katanya dulu itu kepada TEMPO. "Kalau menang mutlak, berbahaya, karena tidak ada lagi yang mengkritik pemerintah."

Sehari menjelang pencoblosan, Kiai Amin dipanggil Kodim Garut. "Dandim cuma tanya apa benar saya melakukan baiat. Saya jawab, itu fitnah. Malam itu juga saya lantas dibolehkan pulang," tuturnya. Ia sendiri tampak santai menangapi larangan berkhotbah dan jadi imam di Lapangan Cihuni.

Di Desa Dawuhan, Banjarnegara, Jawa Tengah, ekses kekalahan Golkar lain lagi bentuknya. Lapangan sepak bola di desa itu oleh lurahnya, Prawira, diubah menjadi sawah. Itu dilakukannya langsung 23 April lalu, seusai penghitungan suara. Ternyata, Golkar hanya mendapatkan 391, jauh di bawah PPP yang 745. Meski lapangan bola yang langsung dicangkuli dan diairi itu merupakan tanah bengkok, warga Dawuhan sempat resah.