Minggu, 26 Oktober 2008

Calon PDIP Masih Unggul di Subang

SUBANG - Kemenangan calon kepala daerah dari PDIP tidak hanya terjadi di Magelang,� Karanganyar, dan Majalengka. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Subang.

Pasangan, Eep Hidayat-Ojang Sohandi untuk sementara masih menempati klasemen puncak. Pasangan yang diusung PDIP itu nyaris unggul di semua kecamatan di Kabupaten Subang.

Dari hasil perolehan suara hingga pukul 19.15 WIB di kantor KPUD Subang, pasangan Eep-Ojang meraih dukungan sebanyak 55,513 suara. Koleksi suara tersebut meninggalkan jauh suara lima pasangan calon lainnya.

Dengan hasil perolehan jumlah suara calon bupati incumbent ini, Sekretaris DPC PDIP Subang, Atin Supriyatin optimistis Eep akan kembali memimpin Kabupaten Subang, tanpa melalui pemilihan putaran kedua.

"Melihat hasil sementara kami yakin Pak Eep kembali memimpin Kabupaten Subang tanpa harus melalui putaran kedua," kata Atin di KPUD Subang, Jawa Barat, Minggu (26/10/2008).

Sementara itu, Pasangan Imas Aryumningsih-Primus Yustisio menempati posisi runner up dengan perolehan suara 45.295. Disusul pasangan Kusbini-Sri ERnanto Kukuh dengan 3.099 suara dan pasangan Bambang Heryanto-Alma Lucyati dengan 32.051suara.

Adapun pasangan calon bupati-wakil bupati dari jalur independen, yakni Ahamad Djuanda-Nandang Sudrajat memperoleh 9.463. Sedangkan pasangan Diding Kurniawan-Hasyim memperoleh 5.148 suara. Total jumlah suara yang sudah masuk ke KPUD sebanyak 152.174 suara.

Calon PPP Cirebon Kalah Terhormat dari Incumbent

“Desa” Unggul di 35 Kecamatan
Minggu, 26 Oktober 2008 , 20:32:00

SUMBER, (PRLM).- Pasangan Cabup-cawabup Cirebon, "Desa" (H. Dedi Supardi-H. Ason Sukasa) unggul sementara dalam perolehan suara pemilihan bupati (pilbup), Minggu (26/10). Berdasar penghitungan cepat (quick-count) PGRI maupun penghitungan sementara KPUD setempat menunjukan keunggulan pasangan incumbent tersebut.

Dari quick-count PGRI yang ditutup pada Minggu pukul 17.30 WIB, pasangan "Desa" yang diusung PDIP, Golkar, PAN, PBB dan PD, memperoleh 477.956 suara atau 50,28 persen. Di urutan kedua, pasangan "Damar" (H. Djakaria Mahmud-Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat), diusung PKB, PPP, PKS, PBR dan PNBKI, sebanyak 368.090 suara (38,72 persen), dan "SAH" (H. Sunjaya Purwadi-H. Abdul Hayii), dari jalur independen, sebanyak 104.611 suara (11,00 persen).

"Pukul 16.30 WIB petang, seluruh suara dari TPS sudah dihimpun dan resmi ditutup dengan hasil pasangan Desa unggul," tutur Drs. Dadang M. Dawud, M.M, M.Pd, Ketua PGRI setempat.

Keunggulan sementara "Desa" diperkuat penghitungan sementara di KPUD. Data KPUD menunjukkan, pasangan "SAH" meraih 99.088 suara (10,99 persen), "Desa" 456.962 suara (50,61 persen) dan "Damar" 346.848 suara (38,91 persen).

"Partisipasi pemilih baru mencapai 59,77 persen atau 902.898 orang dari jumlah total daftar pemilih tetap mencapai 1.510.669 orang," tutur Didi Sukardi, S.H, salah satu anggota KPUD.

Di dua lembaga itu (PGRI dan KPUD), "Desa" unggul di 35 kecamatan, dengan dua kecamatan memperoleh raihan suara di atas 70 persen, yakni Beber (70,02 persen) dan tertinggi Sedong (72,55 persen). Sedang di 33 kecamatan lainnya, perolehan suara pada kisaran 40 sampai 55 persen dengan perolehan paling sedikit di Kec. Astanajapura (31,12 persen).

Sedangkan PASANGAN "Damar" unggul dI 5 kecamatan, yakni Karangwareng, Astanajapura, Waled, Lemahabang dan Weru. Pasangan "SAH", hanya unggul di 1 kecamatan, yakni Palimanan.

DI Banjar PPP Ikut Mengantar Kemenangan Incumbent

Herman Sutrisno kader Golkar.
Akhmad Dimyati ketua DPC PDIP Banjar.
BANJAR,  JABAR MINGGU - Perolehan suara pasangan kandidat wali kota-wakil wali kota Banjar incumbent Herman Sutrisno-Akhmad Dimyati unggul jauh atas pesaingnya pasangan Husin Munawar-Holis Rahman Sutiadi. Perolehan suara incumbent menjadi yang tertinggi di Jawa Barat bahkan barangkali nasional.

Berdasarkan penghitungan cepat KPU Kota Banjar, Minggu (26/10) pada pukul 20.00, pasangan Herman-Dimyati yang merupakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar terdahulu meraih 36.623 suara (93,5 persen) . Sedangkan Husin-Holis hanya mendapat 1.862 suara (4,75 persen). Adapun surat suara tidak sah mencapai 670 (1,7 persen). Dari total pemilih 124.834 orang baru 39.155 suara (31 persen) yang masuk.

Pasangan Husin Munawar-Holis Rahman Sutiadi (Ar Rahman) sebagai pasangan nomor urut satu didukung oleh dua partai politik saja yaitu P artai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keangkitan Bangsa (PKB). Sementara pasangan Herman Sutrisno-Akhmad Dimyati (Hati Sabar) sebagai pasangan nomor urut dua didukung oleh delapan partai politik, yakni Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Patriot, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) , Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Demokrat, dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Bulan Bintang (PBB).

PPP Kalah Di Ciamis

“Hebring” Unggul 50.000 Suara
Minggu, 26 Oktober 2008 , 20:39:00

CIAMIS, (PRLM).- Pasangan Engkon Komara-Iing Syam Arifin (Hebring) yang diusung Partai Golkar, PAN, PKB, dan PBB semakin jauh meninggalkan pasangan lainnya dalam perolehan suara Pilkada Ciamis, Minggu (26/10). Selisih angkanya mencapai 50.000 dibanding pasangan Jeje Wiradinata-Husin M. Al Banjari (Jembar) yang berada di urutan kedua.

Hingga pukul 20.00 WIB raihan suara sementara pilkada Ciamis sesuai nomor urut, Hatte 69.348 (6,0%), Addin 48.443 (4,20%), Hebring 255.676 (22,18%), Yoi 57.012 (4,95%) dan Jembar 205.888 (17,86%).

KH Wahdan-Helmi Disalip Aceng -Dicky di Garut

GARUT, (PRLM).- Perolehan suara pasangan Aceng Fikri-Diky Candra menyalip pasangan Wahdan Bakri-dr Helmi Budiman dan Rudy Gumawan-Oim Adburohim, pada pilkada Garut. Hingga pukul 20.38 WIB, Aceng-Diky memperoleh 15.451 suara (22,1%), disusul Wahdan-Helmi 15.041 (21,6%), dan Rudy-Oim 14.439 (20,7%).

Peringkat berikutnya, Abdul Halim - Nandang Suhendra 11.754 (16,8 %), Sjamsu S Djajusman - Hudan Mushafuddin 6.568 (9,4 %), Harliman -Ali Rohman 3766 (5,4 %), dan Sali Iskandar - Asep K Hamdani 2.767 (4,0 %).

Suara yang masuk sudah mencapai 74.919 dari 273 TPS. Suara sah yang masuk 68.662, dan suara tak sah 6.257

Wahidin Menangi Mutlak Pilkada Tangerang

Tangerang - Hasil penghitungan cepat dari Lingkaran Survey Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik (JIP) menunjukkan, pasangan Wahidin Halim - Arief Wismansyah menang mutlak 87,9 persen pada Pilkada Kota Tangerang dengan 87,9 persen.

Dua pasangan lain, Bonnie Mufidjar - Diedy Faried Wadjdi (Niji) dan Ismet Sadeli - KH Mahfudz Abdullah, masing-masing hanya mampu meraih 10,11 persen dan 1,99 persen suara.

LSI memaparkan, dari 972.027 yang terdaftar sebagai pemegang hak pilih dalam Pilkada Kota Tangerang, 67,33 persen diantaranya menggunakan hak suaranya, sedangkan 32,67 persen lainnya golput.

LSI memakai metode penghitungan dengan tingkat kesalahan kurang dari satu persen, sedangkan data yang masuk mencapai 99,6 persen dari total suara pemilih.

Manager Riset JIP, Arman Salam di Tangerang, Banten, Minggu sore menyebutkan, untuk menghitung cepat ini LSI dan JBI memakain sistem random dan stratifikasi sampling yang tersebar di TPS-TPS.

PPP Kalah dari Calon Indie di Pidie Jaya

Hasil Sementara Pilkada Pidie Jaya
Yusri Melon Unggul

MEUREUDU - Pilkada Pidie Jaya yang berlangsung Sabtu (25/10) mulai menampakkan hasil. Hasil sementara hingga sore kemarin memperlihatkan, pasangan Yusri ’Melon‘ Yusuf/Muhammad AR unggul sedangkan M Gade Salam/M Yusuf Ibrahim berada di posisi dua disusul Ihsanuddin/Ratmi Abdullah di urutan tiga. Data sementara yang diperoleh dari Komite Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya yang dipublikasikan pada papan pengumuman di halaman kantor itu sekitar pukul 16.15 WIB, Sabtu (25/10), Yusri Yusuf atau biasa disapa Yusri Melon yang berpasangan dengan Muhammad AR memperoleh 16.789 suara (24,44 persen), Gade Salam/Yusuf Ibrahim 16.320 suara (23,75 persen), dan Ihsanuddin/Ratmi Abdullah 12.993 suara (18,91 persen).

Berikutnya secara berurutan, pasangan Tgk Nasruddin/Ridwan M Ali memperoleh 7.499 suara, Said Muhammad/Irsyadullah 5.144 suara, Munawar Ibrahim/H Asim Saleh 4.899 suara, Ishak Syakubat/Munirwan M Alamy 1.957 suara, Kasai Muhammad Ali/Tgk Jamaluddin 1.671 suara, Mahdi A Samad/Tgk Hamdani M Daud 760 suara, dan Kartini Mayelly/Aziz Hamzah 677 suara.

Menurut laporan, dari 90.662 pemilih tetap Pidie Jaya, jumlah masyarakat yang berpartisipasi memberikan suaranya sebanyak 68.706 pemilih atau 75,78 persen. Artinya, ada 21.956 pemilih yang tidak memberikan suaranya dalam pesta demokrasi tersebut, atau masuk dalam kategori suara rusak.