Sabtu, 22 November 2008

PPP Pandeglang Mulai Pasang Target

Di Pandeglang PBR yang merupakan pecahan PPP pada tahun 2004 memperoleh 5 kursi DPRD, dengan kembali bergabungnya deklarator PBR KH Zainuddin MZ dan Rhoma Irama ditambah tokoh tokoh PBR lainnya diharapkan massa akar rumput PBR akan kembali memperkuat barisan PPP Pandeglang.

Sekretaris DPC PPP Pandeglang HM Yusuf mengaku optimis akan memperoleh 14 kursi di DPRD Pandeglang. “Kader kami militan dan tidak bisa digoyang oleh siapa pun. Ini modal utama PPP dalam meraup suara meski caleg dan partai baru bermunculan,” terang HM Yusuf. 

Dikatakan HM Yusuf, selain melalui spanduk dan stiker, sosialisasi juga dilakukan dengan cara pengajian di majlis taklim. Apalagi PPP memiliki banyak kelompok pengajian, terutama di desa-desa. “Kami juga memiliki banyak organisasi sayap, seperti Pemuda Ka’bah, Ikastri, Dharma Wanita PPP, dan lain-lain. Kantung-kantung inilah yang kami andalkan dalam meraup suara di pemilu mendatang,” tegasnya. (adj)

Masyhuri Malik Caleg PPP No2 DPR RI Kampanye

PEKALONGAN - Caleg PPP nomor 2 untuk DPR RI Drs KH Masyhuri Malik menyambangi konstituennya yang berada di Krapyak Lor, Kecamatan Pekalongan Utara, Jumat (21/11). Kedatangannya untuk kampanye dengan mensosialisasikan pencalegan dirinya kepada warga PPP.

"Saya datang untuk minta doa restu, dan dukungan dengan mencoblos PPP," ucapnya. Sebelumnya pria asal Batang itu mengikuti kegiatan kampanye yang dilaksanakan DPC PPP Kabupaten Pekalongan, dan kegiatan kampanye di Comal. Dalam kesempatan itu, Masyhuri tidak menyampaikan janji-janji. Dia hanya akan mengupayakan untuk berjuang untuk kepentingan umat Islam. (dur)

Selasa, 18 November 2008

Indonesia Tundukkan Amerika !!

KEMENANGAN Barack Hussein Obama untuk menjadi orang nomor satu alias presiden Amerika Serikat (AS) sudah banyak diperhitungkan orang sebelumnya. Banyak analis di dalam dan di luar AS yang telah memperhitungkan sebelumnya. Dia berhasil mengukir sejarah baru karena menjadi orang kulit hitam pertama yang berhasil menjadi orang nomor satu dalam kurun waktu lebih dari dua abad terakhir.
Yang mengherankan, nama dia yang kearab-araban tidak mampu membendung hasrat rakyat AS untuk memilihnya sebagai presiden. Padahal diakui atau tidak diakui, selama ini terjadi sentimen rasial orang AS terhadap (orang) Arab. Hussein adalah nama Arab (ingat nama Saddam Hussein yang sangat dibenci AS). Barack juga nama Arab yang diambil dari kata Barokhah yang artinya anugerah.
Yang lebih mengherankan, ternyata Obama adalah anak Indonesia. Dia memiliki ayah (tiri) orang Indonesia. Dia pernah tinggal di Menteng Dalam Jakarta, bahkan pernah pula bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri Menteng 01 Jakarta. Sekarang, anak Indonesia itu berhasil “menundukkan” AS. Bukan main, sungguh prestasi luar biasa!
Profesor dan Mahasiswa Termuda AS
Kalau kita tekun mencermati sebenarnya Obama bukanlah satu-satunya orang Indonesia yang berhasil menundukkan AS, di samping Obama masih banyak anak negeri ini yang berhasil mencapai prestasi tinggi di AS.
Profesor termuda di AS saat ini bukanlah orang AS sendiri akan tetapi justru warga Indonesia kelahiran Medan, namanya Nelson Tansu, yang bekerja sebagai dosen di Lehigh University, Bethlehem, Pennsylvania, AS. Karena kecerdasan dan kompetensinya yang tidak diragukan maka walau masih berusia 25 tahun, pimpinan universitas tidak ragu-ragu untuk menobatkannya sebagai guru besar. Dia pun langsung menyabet gelar bergengsi sebagai profesor termuda di Negeri Paman Sam tersebut.
Sebagai seorang profesor, Tansu diminta mengajar pada program pasca sarjana (S2) dan doktor (S3) yang nota bene banyak mahasiswanya yang sudah berumur. Banyak di antara mahasiswa yang seusia ayahnya. Dia pun banyak dimintai bimbingan akademik oleh mahasiswa di Lehigh yang nota bene kebanyakan warga asli AS.
Di kalangan akademisi AS, Tansu amat dikenal dengan puluhan jurnal ilmiahnya. Dia pemegang hak paten untuk semiconductor nanostructure aptoelectronics devices dan high power semiconductor lasers. Para mahasiswa AS S1, S2 maupun S3, banyak yang menikmati dan mengagumi karya-karya anak muda Indonesia tersebut. Mereka sangat tekun membaca publikasi ilmiahnya, mencari hal-hal baru yang dibuatnya, bahkan tekun mengikuti perkuliahannya. Si Anak Medan Nelson Tansu benar-benar telah mampu menundukkan AS!
Ternyata tak hanya presiden dan profesor, kita pun memiliki mahasiswa yang berprestasi di AS. Maria Audrey Lukito adalah anak Indonesia yang sekarang tercatat sebagai salah satu mahasiswa termuda di AS. Dia adalah mahasiswa University of Virginia, AS, jurusan Fisika.
Kalau Nelson Tansu kelahiran Medan maka Audrey kelahiran Surabaya Indonesia. Dia bersekolah di Surabaya sejak SD, SMP, s/d SMA, tepatnya di Petra. Kejeniusannya memang tampak semenjak di SD sehingga Muri pernah memberikan penghargaan atas kejeniusannya tersebut. Studi di SMP dan SMA masing-masing hanya ditempuh selama 2 tahun.
Audrey memiliki kelebihan pada masalah bahasa dan ilmu Fisika. Dia yang masih belia mampu menguasai beberapa bahasa sekaligus, antara lain Rusia, Perancis dan Inggris, sudah barang tentu juga Bahasa Indonesia. Yang mengherankan Toefel-nya mencapai 670, angka yang belum tentu dicapai oleh orang yang sudah lama tinggal di Inggris sekali pun.
Ketika lulus SMA dan melamar menjadi mahasiswa baru di University of Virginia, ia diterima tanpa kesulitan. Di semester perdana, semua nilai mata kuliahnya A (hanya satu A-). Audrey mulai dikenal pihak jurusan, fakultas hingga rektorat. Prestasi Audrey terdengar di gedung Kongres Senat Amerika. Dia diundang untuk berpidato pada Global Young Leader Conference di Washington DS, di depan anggota Senat Amerika. Prestasi seperti ini jarang diperoleh mahasiswa, termasuk mahasiswa asli AS itu sendiri. Audrey anak Indonesia yang “arek Suroboyo” pun menundukkan AS.
Perlakuan Pemerintah
Dari berbagai ilustrasi konkret tersebut jelaslah bahwa sesungguhnya Indonesia itu memiliki potensi yang luar biasa, anak-anak kita bisa berprestasi di tingkat dunia dan mampu menundukkan AS.
Yang kita perlu renungkan sekarang adalah, mengapa Nelson memilih bekerja di Lehigh University daripada di USU Medan, UI Jakarta, atau perguruan tinggi lainnya di Indonesia, dan mengapa Audrey memilih meraih prestasi di University of Virginia daripada di ITS Surabaya, UGM Yogyakarta atau perguruan tinggi lainnya di Indonesia? Sudah tentu Nelson dan Audrey sendiri yang mengetahui alasannya, tetapi seandainya pemerintah Indonesia memberikan perlakuan yang tepat bagi anak-anak muda yang berprestasi di tingkat dunia bukan tidak mungkin dia akan memilih Indonesia sebagai tempat pengabdiannya.
Yang kita perlukan sekarang ialah bagaimana pemerintah memberikan perlakuan yang tepat bagi anak muda Indonesia yang berpotensi dan juga yang berprestasi. Kita memang bangga mampu menundukkan AS, tetapi kebanggaan itu tidak ada artinya kalau yang dapat menikmati prestasi itu justru AS, bukan kita!!! q - k. (4858-2008).

*) Prof Dr Ki Supriyoko, Mantan Sekretaris Komisi Nasional Pendidikan Indonesia.

Sultan Masuk Bursa Capres PPP

JAKARTA (SINDO) – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hemengku Buwono X masuk dalam bursa calon presiden (capres) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Nama Sultan diusulkan sejumlah daerah yang menginginkan adanya perubahan kepemimpinan. Ketua DPP PPP Emron Pangkapi mengatakan, hingga saat ini nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menempati posisi teratas capres PPP,lalu disusul Megawati Soekarnoputri.

Namun,tak menutup kemungkinan nantinya mengusung Sultan melalui koalisi alternatif. ”Banyak suara dari daerah yang menginginkan perubahan. Mereka menginginkan Sri Sultan, ada juga yang inginkan Prabowo,”kata Emron di Jakarta kemarin. Menurut dia, awalnya partai berlambang Kakbah itu akan membahas pasangan capres pascapemilu legislatif.

Namun,beberapa pengurus wilayah justru mendesak agar PPP mempercepat pembahasan capres sebelum pemilu. Menurut dia,pemunculan nama capres oleh PPP lebih awal juga dimaksudkan agar masyarakat memilih anggota DPR berikut rancangan kepemimpinan nasional dengan embrio kabinetnya.

”Inilah yang kita maksudkan agar tidak membeli kucing dalam karung,”kata Emron. Sebelumnya,Ketua Fraksi PPP DPR Lukman Hakim Saifuddin menyatakan akan membuka peluang bagi figur alternatif. Menurut dia, capres alternatif bisa diusung oleh koalisi parpol menengah.

Mengenai sikap resmi PPP,menurut Lukman,hal itu baru bisa disampaikan dalam forum internal yang berskala nasional.Menurut anggota Komisi III ini,semula PPP akan mengumumkan capres setelah pemilu legislatif.Namun, arus bawah PPP mendesak agar capres bisa diumumkan sebelum pemilu.

”Semuanya masih kita pertimbangkan,”paparnya. Seperti diketahui, UU Pilpres Pasal 9 mengatur persyaratan pengajuan pasangan capres, yakni parpol atau gabungan parpol yang memperoleh 20% kursi atau 25% suara. Dengan ketentuan tersebut kemungkinan tampilnya capres alternatif lebih kecil.

Sebab,Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang diperkirakan memperoleh suara di atas 20% tidak terlalu sulit mengusung Megawati. Sementara Partai Demokrat yang memutuskan mengusung SBY kemungkinan besar akan kembali menggandeng Golkar untuk bisa lolos persyaratan.

Di luar dua tokoh tersebut kemungkinan masih bisa muncul capres alternatif yang bakal diusung oleh koalisi parpol menengah.Koalisi parpol menengah ini pernah muncul ketika KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih sebagai presiden pada Pemilu 1999.Saat itu,ada dua kekuatan besar yang bertolak belakang,yakni PDIP dan Golkar.

Melihat konfigurasi politik yang ada sekarang, tak menutup kemungkinan koalisi poros tengah muncul kembali. (ahmad baidowi)

Senin, 17 November 2008

F-PPP menolak renovasi di DPR

JAKARTA - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) DPR menolak renovasi ruang kerja anggota DPR dari partai berlambang Ka'bah tersebut .

Surat penolakan yang ditandatangani Wakil Ketua FPPP DPR, Lukman Hakiem tertanggal 12 Nopember itu ditembuskan kepada pimpinan DPR, BURT, Fraksi yang ada di DPR, DPP PPP, Sekjen dan Kepala Biro Perencanaan DPR.

Alasan penolakan renovasi ruang kerja anggota FPPP DPR itu karena pencitraan DPR yang belakangan menurun sehingga masih harus dibicarakan lebih jauh urgensinya. Apalagi, biaya renovasi ini mencapai Rp 33 milyar lebih.

Sekretaris Jenderal DPR dalam suratnya tertanggal 5 November 2008 kepada FPPP DPR perihal renovasi ruang kerja anggota DPR. Surat serupa juga diterima FPPP dari Kepala Biro Perencanaan dan Instalasi Sekretariat jenderal DPR yang isinya pemberitahuan tentang renovasi.

Memang sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Sekjen DPR beberapa waktu belakangan ini mendapat sorotan masyarakat termasik pengadaan lap top untuk anggota dewan yang akhirnya dibatalkan karena dinilai menghambur-hamburkan uang negara yang nota bene adalah uang rakyat. (art)

Capres PPP Dibahas Desember 2008

JAKARTA (SINDO) – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan membahas pasangan calon presiden (capres) pada rapat kerja nasional (rakernas) yang rencananya digelar Desember mendatang.

Awalnya PPP baru akan membahas soal capres setelah pemilu legislatif.Namun, arus bawah PPP menghendaki agar capres dibahas sebelum pemilu legislatif. Ketua DPP PPP Arief Mudatsir Mandan mengatakan, pembicaraan capres-cawapres kemungkinan dilakukan dalam rakernas yang akan diselenggarakan pada akhir tahun ini (Desember).

Menurut dia, kemungkinan dalam rakernas tersebut akan ditentukan kriteria capres yang bakal didukung. “Mungkin secara definitif masih belum, tetapi dengan membuat kriteria nantinya sudah kelihatan PPP lebih condong ke siapa,”kata Arief kepada SINDO di Jakarta kemarin.

Anggota Komisi I ini menambahkan, saat ini partai berlambang Kakbah itu masih berkonsentrasi untuk merealisasi target 15% suara.Pada waktu bersamaan,PPP tetap melanjutkan komitmen dengan pemerintahan Susilo BambangYudhoyono. “Komitmen mendukung pemerintahan hingga tuntas tetap dijaga.

Tapi siapa yang akan kita usung pada pilpres mendatang belum diputuskan,” kata alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. Sebelumnya,Ketua Fraksi PPP DPR Lukman Hakim Saifuddin menyatakan lebih condong ke SBY dan Megawati.

Meski demikian,PPP tetap membuka peluang bagi figur alternatif.Menurut Lukman, figur alternatif bisa diusung bersama parpol menengah lainnya. (ahmad baidowi)

Ribuan Umat Islam Turut Mengantarkan Jenazah KH M. Qurthubi

Jepara, NU Online
Kota Jepara kehilangan satu lagi figur kiai sepuh yang penuh dengan kesederhanaan. Bukan hanya warga masyarakat kota ukir saja yang kehilangan, namun juga simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Pimpinan Ranting hingga Pimpinan Pusat turut berbela sungkawa atas meninggalnya KH M. Qurthubi.

Tak heran jika ribuan umat Islam turut mengantarkan jenazahnya, Ahad (16/11) siang kemarin. "KH M. Qurthubi, merupakan seorang figur yang sangat sederhana," kata Hendro Martojo, Bupati Jepara.

Selain sebagai sosok yang mengedepankan kesederhanaan Hendro menilai pengasuh pondok pesantren Al-Ishlah Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara ini adalah orang yang aktif mengikuti majlis taklim meski hingga ke pelosok desa sekalipun. Tak hanya itu, beliau adalah sosok seorang pendidik. Hal ini terbukti dengan pesantren yang berdiri disamping kediamannya.

KH M. Qurthubi meninggal dalam usia 72 tahun dan meninggalkan seorang istri, Hj. Siri Rohmah, 10 putra-putrinya serta 23 cucu. Selain sebagai pengasuh pondok pesantren, kiai sepuh yang meninggal dunia pada (15/11) pukul empat sore di rumah sakit (RS) Kartini Jepara ini juga sebagai guru mursyid thariqah qadiriyah an-naqsabandiyah.

Pada kesempatan lain, Mulyadi, salah seorang santri berharap agar kiai Qurthubi mendapatkan tempat yang layak disisi Allah swt, sesuai dengan amal ibadah beliau ketika masih berada di dunia. Sebab pekerja wirawasta ini masih menjumpai beliau saat memimpin do'a pada majlis taklim 16-an dan saat menjadi khatib dan imam shalat Jum'at di masjid Al-Falah Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara.

"Semoga Allah swt menerima semua amal ibadah dan menempatkan beliau di raudhoh min riyadhil jinan", kata Mulyadi seraya meneteskan air mata kepada kontributor NU Online, Syaiful Mustaqim.

Bukan hanya Bupati Jepara saja yang hadir, ada pula sejumlah pejabat dan para kiai juga ikut berbelasungkawa atas meninggalnya kiai Qurthubi. H A. Marzuqi, S.E (wakil bupati Jepara), Arief Mudatsir Mandan M.Si (Wakil Ketua DPP PPP), H Hisyam Ali dan Drs H Istajib AS (DPW PPP Jawa Tengah), KH Noor Ahmad SS (ahli falak PBNU), KH Ahmad Kholil, KH Ahmad Sholeh, KH Abdullah Nawawi, KH Muhlisul Hadi, yang kesemuanya dari Jepara. Tak ketinggalan KH Nashiruddin (Tuban, Jawa Timur) juga ikut takziyah di kediaman KH M. Qurthubi.

Hendro Martojo, Bupati Jepara yang terpilih menjadi bupati selama dua periode ini menambahkan agar umat Islam bisa meneledani dan bisa meneruskan perjuangan para sesepuh yang telah tiada. Dia menyontohkan beberapa nama kiai yang telah mendahalui semisal KH Damanhuri Kholil, KH Nur Arif, KH Mahfud Asymawi, dan masih banyak lagi.

"Seyogianya kita harus meneladani dan meneruskan apa yang telah menjadi perjuangannya, sehingga kita kelak menjadi khoira ummah (sebaik-baiknya umat)," harapnya. (nam)