Minggu, 23 November 2008

PPP Aceh Ganti Anggota DPRK "Kutu Loncat"

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) tidak memberi garansi pada anggota dewan perwakilan rakyat kabupaten dan kota (DPRK) yang telah pindah ke partai lain. Sanksi yang diberikan berupa penarikan dari keanggotan dewan setempat dan saat ini proses administrasi sudah berada di Kantor Gubernur Aceh.

Ketua DPW PPP Aceh, Tgk HM Faisal Amin, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, pihaknya tidak bisa berlama-lama dalam hal merecall anggota dewan utusan PPP yang pindah ke lain hati. Jumlah anggota dewan yang bakal dilengserkan sebanyak tujuh orang yang terdiri dari satu orang dari DPRK Aceh Selatan, dua dari DPRK Aceh Timur, satu dari keanggotaan DPRK Aceh Utara (Tgk Zulkarnein-red), dua dari dewan Kabupaten Gayo Lues dan satu orang dari Aceh Besar. Semuanya dalam proses. Tetapi, untuk Aceh Besar dan DPRK Aceh Utara proses sudah hampir final dan kalau cepat selesai maka langsung bisa dilantik anggota dewan yang baru.

Soal ada gugatan ke jalur hukum oleh beberapa anggota dewan PPP yang direcall, Faisal Amin menyatakan, tidak ada guna dilakukan. Secara aturan, mereka sudah keluar partai dan terbukti dengan cara bergabung kepartai lain. Tindakan ini bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumahtangga partai sehingga jalan yang diambil dipecat dari keanggotaan serta direcall dari lembaga dewan. Sejak bergabung dengan partai lain, mereka tidak lagi mewakili partai di dewan. “Yang kami jalankan intruksi dari DPP supaya mereka direcall dan melakukan PAW terhadap mereka,” katanya.

Ia berharap, proses di kantor gubernur serta pihak lain yang terlibat dalam hal ini bisa dipercepat. Artinya, penelitian serta penetapan SK pengganti tidak harus menunggu waktu lama. “Kami berharap bisa segera diperoses dan jangan ditahan-tahan,” katanya.

PAC PPP Cisarua Bogor Gelar Musancablub

CISARUA-Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor terus berbenah guna memenangkan Pemilu 2009. Salah satunya dengan menggelar Musyawarah Anak Cabang Luar Biasa (Musancablub). Seperti yang dilakukan pada kepengurusan PAC PPP Kecamatan Cisarua yang Sabtu (14/11) lalu menggelar Musancablub karena ketua PAC terdahulu mengundurkan diri.
“Saya bersyukur jika agenda semacam ini benar-benar berasal dari keinginan struktural dan masyarakat PPP di level bawah seperti ranting dan lainnya. Makanya kami (pengurus DPC-red) sangat mendukung program seperti ini agar mesin partai tetap berjalan dengan baik,” ujar Sekretaris PPP Kabupaten Bogor Teuku Hanibal Asmar disela-sela acara tersebut.
Setelah melalui mekanisme yang sesuai dengan ADART PPP, akhirnya terpilih Mahpudin sebagai Ketua PAC PPP Kecamatan Cisarua, sementara Wahyudin dan Ubaidilah sebagai sekretaris dan bendahara PPP Kecamatan Cisarua. “Allahamdulillah saya terpilih sebagai Ketua PAC, dan saya bersama pengurus lainnya akan berusaha untuk meningkatkan kinerja untuk terus membesarkan PPP,” ujar Mahpudin.
Diakuinya jika dengan munculnya partai-partai baru yang juga masuk ke kawasan Cisarua dan sekitarnya, sedikit banyak akan berpengaruh terhadap peraihan suara PPP di Kecamatan Cisarua. Karenanya, dengan kepemimpinannya saat ini, ia berjanji akan mengoptimalkan kinerjanya agar PPP tetap memiliki suara yang signifikan. “Apalagi dikawasan Cisarua yang notabene merupakan lumbung suara dari PPP ini,” ujarnya

Sabtu, 22 November 2008

Rudy Promosikan Sang Anak

PELAIHARI, BPOST - Gubernur Rudy Ariffin terus mempromosikan sang anak, Aditya Mufti Ariffin yang kini menjadi caleg DPR RI. Tanpa sungkan, ia meminta doa sekaligus dukungan dari warga pada pertemuan silaturahim di Pantai Takisung, kemarin.

"Ini saya bukan kampanye. Sesama urang Barabai, paham-paham ai pian," ucap Rudy dengan logat Banjar yang kental pada bagian akhir sambutannya sehingga membuat ratusan warga yang hadir--Kerukunan Keluarga Besar Murakata Kalsel--terkekeh-kekeh sembari tersenyum tanda mengamini.

Sebelumnya secara terbuka Rudy menginformasikan bahwa anaknya, Aditya, menjadi caleg DPR RI dari PPP nomor urut 1 daerah pemilihan Kalsel II yang meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Tala, Tanbu, dan Kotabaru. Ia juga memperkenalkan satu nama caleg lainnya yang merupakan putra mantan Gubernur Hasan Aman.

Tak hanya itu, Rudy sekaligus memperkenalkan sang anak kepada seluruh hadirin. Aditya pun berdiri sejenak dan mengucapkan salam sembari melempar senyum.

Catatan BPost Online, promosi sang anak itu adalah yang kedua dilakukan Rudy di Tala. Pertama yakni ketika orang nomor satu di Bumi Antasari itu meresmikan dimulainya proyek pemeliharaan jalan trans Kalimantan di kantor Camat Bati-Bati beberapa waktu lalu.

Kala itu, itu Rudy juga blak-blakan menginformasikan dan meminta dukungan bagi anaknya yang maju menjadi caleg DPR RI. Menurutnya, sebuah keganggaan jika kelak ada generasi muda Kalsel yang mampu menembus gedung Senayan.

Foto keluarganya pun dibagi-bagikan, kala itu. Pun pada pertemuan silaturahim dengan keluarga besar Murakata, Sabtu kemarin. Rudy juga membagi-bagikan foto keluarganya.

Pertemuan di Pantai Takisung itu sendiri berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Rudy terlihat begitu akrab dengan warga yang hadir. Itu tak terlepas karena secara psikologis Rudy memang memiliki hubungan yang dekat dengan mereka, karena sama-sama berasal dari Barabai (Kabupaten Hulu Sungai Tengah).

Pada sesi sambutan, tokoh Kerukunan Murakata juga menyatakan dukungannya bagi eksistensi Rudy sebagai Gubernur Kalsel. Mereka mendoakan Rudy kelak tetap bisa memimpin Kalsel.

Terhadap dukungan itu, Rudy menyerahkan semuanya pada masyarakat, terutama keluarga besar Kerukunan Murakata. "Itu tergantung pada pian. Jika ujar pian maju, saya akan maju. Jika jar pian kada, ulun kada maju," ucapnya sembari mengatakan masa jabatannya akan berakhir 2010 mendatang.

Ia sendiri mempersilakan tokoh-tokoh warga Barabai yang tersebar di Kalsel maju pada pilgub 2010 mendatang. Ia sama sekali tidak akan menghalangi, karena itu bagian dari demokrasi. Semakin banyak orang Barabai yang tampil, makin besar pula peluang orang Barabai memimpin daerah ini.

Rudy lantas membuka catatan sejarah, setidaknya hingga kini tercatat tiga kali posisi Gubernur Kalsel dipegang oleh orang Barabai. "Syarkani, Arbani Sulaiman, dan saya sendiri."

Ia juga bangga melihat orang Barabai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia banyak yang hidup sukses. Lebih dari itu ia mewanti-wanti supaya selalu menjunung tinggi budaya dan kearifan lokal. "Camkan benar-benar murakata yakni musyawarah, rakat, seiya dan sekata," pungkas Rudy.

Profile Syafrudin Anhar : Caleg DPR RI Kepri

Caleg DPR-RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Nomor urut 1 Dapil provinsi Kepri Kepri sebagai pusat perdagangan, industri dan acuan pertumbuhan ekonomi nasional sudah selayaknya mendapat perlakuan khusus. Yaitu perlu diadakannya UU khusus untuk mendukung pengembangan Kepri. Artinya, Kepri diberi keleluasaan eksploitasi, investasi, perdagangan dan keuangan demi terwujudnya pusat perekonomian Asia Tenggara. Sedangkan sisi Politik, Hukum, Pertahanan, Budaya seperti provinsi lainnya. Keistimewaan Kepri seperti DIY khusus pemerintahannya kesultanan, DKI dengan istimewanya sebagai ibukota, Aceh dalam hal syariat atau adat istiadat islami. "Maka Kepri butuh kekhususan bidang ekonomi juga," kata Syafruddin mencetuskan gagasannya bila terpilih mewakili Kepri di DPR-RI dari Partai Persatuan Pembangunan. (wid)

Biodata :
Nama : Syafrudin Anhar, SE, MM
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 12 Oktober 1962
Pekerjaan : Tenaga Ahli Anggota DPR – RI Fraksi PPP
Istri : Dra. Tuti Yulyanti
Anak- Anak : 1. Salman Al Farisyi
  2. M. Istiqlal Jerico
  3. Subur Syukrillah (alm)
  4. Syawailie Syaf. Anhar
  5. Syawiela Syaf. Anhar
Alamat : Jl. Rawabebek No.60 Rt.013/Rw.01 – Cakung, Jakarta Timur.
E-mail : syaf_anhar@lazismuh.com
Pendidikan Formal :  
  (1976) SD Negeri Kramat Sentiong Petang III Jakarta Pusat
  (1979) SMP Muhammadiyah III Jakarta Pusat
  (1982) MA Negeri 30 Jakarta Pusat  
  (1986) Sarjana Muda Akademi Bank Muhammadiyah Jakarta
  (1997) Sarjana Ekonomi Manajemen Univ. Islam Jakarta
  (2002) MM Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWIJA


Riwayat Pekerjaan:


(1984 – 1985) Korektor Majalah RIA Film
(1985 – 1986) Penanggungjawab Tata Letak dan Perwajahan
  Majalah RIA Film
(1985 – 1991) Staf Bagian Keuangan IKIP Muhammadiyah Jakarta
(1991 – 1992) Kepala Bagian Analisa & Pengawasan Anggaran IKIP
  Muhammadiyah Jakarta
(1992 – 1994) Tim Pendiri BPR ”Matahari Artadaya”
(1994 – 1998) Sekretaris Koordinator Bidang Sosial Ekonomi
  Muhammadiyah
(1999 – 2001) Sekretaris Eksekutif FITRA (Forum Indonesia untuk
  Transparansi Anggaran)
(2000 – Sekr) Tim Ahli Fraksi PPP DPRD Propinsi DKI Jakarta
(2001 – 2003) Assisten Program Pengalaman Lapangan (PPL)
  Universitas Muhammadiyah Prof. HAMKA Jakarta.
(2002 – 2003) Direktur Eksekutif Civic Education & Budget Transparancy
(2003 – 2008) Assisten Anggota DPR – RI Fraksi PPP Nomor Anggota A – 033
(2008 – sekar) Tenaga Ahli Anggota DPR – RI Fraksi PPP.


Pengalaman Organisasi:

Anggota Partai Persatuan Pembangunan – NAP: 0904.010.870
(1998 – 2000) Ketua Dep. Pelembagaan & Pengembangan Koperasi PP GMPI
(1998 – 2003) Sekretaris Majelis Pakar DPW PPP Prop. DKI Jakarta
(2001 – 2006) Sekretaris Jenderal Koornas Angkatan Muda Ka’bah
(2003 – 2007) Wakil Ketua Dep. Organisasi DPP PPP
(2006 – 2011) Ketua Umum Pimpinan Nasional Angkatan Muda Ka’bah
(2007 – 2012) Ketua Dep. Pertambangan & Energi DPP PPP
 
V. Pengalaman Organisasi Sosial Kemasyarakatan
(1983 – 1985) Sekretaris Senat Mahasiswa ABM Jakarta
(1984 – 1985) Wakil Ketua Komisariat IMM ABM Jakarta
(1985 – 1989) Sekretaris Umum Pemuda Muhammadiyah Cabang Kramat
(1989 – 1993) Ketua Departemen Penerangan & Publikasi Pimpinan Pusat
  Pemuda Muhammadiyah
(1993 – 1995) Wakil Bendahara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah
(1995 – 1998) Wakil Sekjen Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah
(1995 – 2000) Anggota Badan Hubungan & Kerjasama Luar Negeri
  Pimpinan Pusat Muhammadiyah
(1996 – 2001) Sekretaris Koordinator Forum Generasi Muda Islam (GEMUIS)
(1998 – 2002) Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah
(1999 – 2002) Sekretaris Forum Keagamaan & Kebangsaan
(2000 – 2005) Ketua I Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammdiyah
(2002 – 2005) Ketua DPP KNPI
(2005 – 2010) Sekretaris Majelis Ekonomi & Kewirausahaan PP Muhammadiyah


VI.Pengalaman LuarNegeri
 (1990 – 1997) Anggota World Conference on Religion and Peace (Indonesia)
(1992) Mengikuti Executive Meeting Asia Conference on Religion and Peace di Bali
(1995) Mengikuti International Youth Camp di Ismailia – Mesir
(1995) Mengikuti Culture Invitition Youth Forum di Aman – Yordania
(1996) Mengikuti Conference Young Muslim Assosiation of Thailand di Yala – Thailand
(1996) Kunjungan Muhibah ke Malaysia dan Singapore
(1998) Mengikuti Friendship and Culture Youth Forum di Tokyo, Kyoto, Hirosima – Jepang
(1999) Mengikuti Simposium International Translation of Tesk Al-Qur’an di Malaysia
(2003) Mengikuti International Youth Conference on Terrorisme di New Delhi – India
(2005) Mengikuti International Islamic Labour Assembley di Kuala Lumpur – Malaysia

PPP Pandeglang Mulai Pasang Target

Di Pandeglang PBR yang merupakan pecahan PPP pada tahun 2004 memperoleh 5 kursi DPRD, dengan kembali bergabungnya deklarator PBR KH Zainuddin MZ dan Rhoma Irama ditambah tokoh tokoh PBR lainnya diharapkan massa akar rumput PBR akan kembali memperkuat barisan PPP Pandeglang.

Sekretaris DPC PPP Pandeglang HM Yusuf mengaku optimis akan memperoleh 14 kursi di DPRD Pandeglang. “Kader kami militan dan tidak bisa digoyang oleh siapa pun. Ini modal utama PPP dalam meraup suara meski caleg dan partai baru bermunculan,” terang HM Yusuf. 

Dikatakan HM Yusuf, selain melalui spanduk dan stiker, sosialisasi juga dilakukan dengan cara pengajian di majlis taklim. Apalagi PPP memiliki banyak kelompok pengajian, terutama di desa-desa. “Kami juga memiliki banyak organisasi sayap, seperti Pemuda Ka’bah, Ikastri, Dharma Wanita PPP, dan lain-lain. Kantung-kantung inilah yang kami andalkan dalam meraup suara di pemilu mendatang,” tegasnya. (adj)

Masyhuri Malik Caleg PPP No2 DPR RI Kampanye

PEKALONGAN - Caleg PPP nomor 2 untuk DPR RI Drs KH Masyhuri Malik menyambangi konstituennya yang berada di Krapyak Lor, Kecamatan Pekalongan Utara, Jumat (21/11). Kedatangannya untuk kampanye dengan mensosialisasikan pencalegan dirinya kepada warga PPP.

"Saya datang untuk minta doa restu, dan dukungan dengan mencoblos PPP," ucapnya. Sebelumnya pria asal Batang itu mengikuti kegiatan kampanye yang dilaksanakan DPC PPP Kabupaten Pekalongan, dan kegiatan kampanye di Comal. Dalam kesempatan itu, Masyhuri tidak menyampaikan janji-janji. Dia hanya akan mengupayakan untuk berjuang untuk kepentingan umat Islam. (dur)

Selasa, 18 November 2008

Indonesia Tundukkan Amerika !!

KEMENANGAN Barack Hussein Obama untuk menjadi orang nomor satu alias presiden Amerika Serikat (AS) sudah banyak diperhitungkan orang sebelumnya. Banyak analis di dalam dan di luar AS yang telah memperhitungkan sebelumnya. Dia berhasil mengukir sejarah baru karena menjadi orang kulit hitam pertama yang berhasil menjadi orang nomor satu dalam kurun waktu lebih dari dua abad terakhir.
Yang mengherankan, nama dia yang kearab-araban tidak mampu membendung hasrat rakyat AS untuk memilihnya sebagai presiden. Padahal diakui atau tidak diakui, selama ini terjadi sentimen rasial orang AS terhadap (orang) Arab. Hussein adalah nama Arab (ingat nama Saddam Hussein yang sangat dibenci AS). Barack juga nama Arab yang diambil dari kata Barokhah yang artinya anugerah.
Yang lebih mengherankan, ternyata Obama adalah anak Indonesia. Dia memiliki ayah (tiri) orang Indonesia. Dia pernah tinggal di Menteng Dalam Jakarta, bahkan pernah pula bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri Menteng 01 Jakarta. Sekarang, anak Indonesia itu berhasil “menundukkan” AS. Bukan main, sungguh prestasi luar biasa!
Profesor dan Mahasiswa Termuda AS
Kalau kita tekun mencermati sebenarnya Obama bukanlah satu-satunya orang Indonesia yang berhasil menundukkan AS, di samping Obama masih banyak anak negeri ini yang berhasil mencapai prestasi tinggi di AS.
Profesor termuda di AS saat ini bukanlah orang AS sendiri akan tetapi justru warga Indonesia kelahiran Medan, namanya Nelson Tansu, yang bekerja sebagai dosen di Lehigh University, Bethlehem, Pennsylvania, AS. Karena kecerdasan dan kompetensinya yang tidak diragukan maka walau masih berusia 25 tahun, pimpinan universitas tidak ragu-ragu untuk menobatkannya sebagai guru besar. Dia pun langsung menyabet gelar bergengsi sebagai profesor termuda di Negeri Paman Sam tersebut.
Sebagai seorang profesor, Tansu diminta mengajar pada program pasca sarjana (S2) dan doktor (S3) yang nota bene banyak mahasiswanya yang sudah berumur. Banyak di antara mahasiswa yang seusia ayahnya. Dia pun banyak dimintai bimbingan akademik oleh mahasiswa di Lehigh yang nota bene kebanyakan warga asli AS.
Di kalangan akademisi AS, Tansu amat dikenal dengan puluhan jurnal ilmiahnya. Dia pemegang hak paten untuk semiconductor nanostructure aptoelectronics devices dan high power semiconductor lasers. Para mahasiswa AS S1, S2 maupun S3, banyak yang menikmati dan mengagumi karya-karya anak muda Indonesia tersebut. Mereka sangat tekun membaca publikasi ilmiahnya, mencari hal-hal baru yang dibuatnya, bahkan tekun mengikuti perkuliahannya. Si Anak Medan Nelson Tansu benar-benar telah mampu menundukkan AS!
Ternyata tak hanya presiden dan profesor, kita pun memiliki mahasiswa yang berprestasi di AS. Maria Audrey Lukito adalah anak Indonesia yang sekarang tercatat sebagai salah satu mahasiswa termuda di AS. Dia adalah mahasiswa University of Virginia, AS, jurusan Fisika.
Kalau Nelson Tansu kelahiran Medan maka Audrey kelahiran Surabaya Indonesia. Dia bersekolah di Surabaya sejak SD, SMP, s/d SMA, tepatnya di Petra. Kejeniusannya memang tampak semenjak di SD sehingga Muri pernah memberikan penghargaan atas kejeniusannya tersebut. Studi di SMP dan SMA masing-masing hanya ditempuh selama 2 tahun.
Audrey memiliki kelebihan pada masalah bahasa dan ilmu Fisika. Dia yang masih belia mampu menguasai beberapa bahasa sekaligus, antara lain Rusia, Perancis dan Inggris, sudah barang tentu juga Bahasa Indonesia. Yang mengherankan Toefel-nya mencapai 670, angka yang belum tentu dicapai oleh orang yang sudah lama tinggal di Inggris sekali pun.
Ketika lulus SMA dan melamar menjadi mahasiswa baru di University of Virginia, ia diterima tanpa kesulitan. Di semester perdana, semua nilai mata kuliahnya A (hanya satu A-). Audrey mulai dikenal pihak jurusan, fakultas hingga rektorat. Prestasi Audrey terdengar di gedung Kongres Senat Amerika. Dia diundang untuk berpidato pada Global Young Leader Conference di Washington DS, di depan anggota Senat Amerika. Prestasi seperti ini jarang diperoleh mahasiswa, termasuk mahasiswa asli AS itu sendiri. Audrey anak Indonesia yang “arek Suroboyo” pun menundukkan AS.
Perlakuan Pemerintah
Dari berbagai ilustrasi konkret tersebut jelaslah bahwa sesungguhnya Indonesia itu memiliki potensi yang luar biasa, anak-anak kita bisa berprestasi di tingkat dunia dan mampu menundukkan AS.
Yang kita perlu renungkan sekarang adalah, mengapa Nelson memilih bekerja di Lehigh University daripada di USU Medan, UI Jakarta, atau perguruan tinggi lainnya di Indonesia, dan mengapa Audrey memilih meraih prestasi di University of Virginia daripada di ITS Surabaya, UGM Yogyakarta atau perguruan tinggi lainnya di Indonesia? Sudah tentu Nelson dan Audrey sendiri yang mengetahui alasannya, tetapi seandainya pemerintah Indonesia memberikan perlakuan yang tepat bagi anak-anak muda yang berprestasi di tingkat dunia bukan tidak mungkin dia akan memilih Indonesia sebagai tempat pengabdiannya.
Yang kita perlukan sekarang ialah bagaimana pemerintah memberikan perlakuan yang tepat bagi anak muda Indonesia yang berpotensi dan juga yang berprestasi. Kita memang bangga mampu menundukkan AS, tetapi kebanggaan itu tidak ada artinya kalau yang dapat menikmati prestasi itu justru AS, bukan kita!!! q - k. (4858-2008).

*) Prof Dr Ki Supriyoko, Mantan Sekretaris Komisi Nasional Pendidikan Indonesia.