Selasa, 02 Desember 2008

Ketum PPP: Putusan MK Adil

NILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menilai, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permohonan pasangan Khofifah-Mudjiono (Kaji) sebagai putusan yang adil dan harus dihormati semua pihak.


"Ini sudah merupakan putusan yang terbaik dan adil. Kami berharap semua pihak bisa menerimanya," ujar Suryadharma di sela-sela acara Forum PPP Mendengar di Jakarta, Selasa (2/12).


Sebelumnya MK dalam putusannya mengabulkan permohonan pasangan Kaji dan memerintahkan dilakukannya pilkada ulang untuk dua kabupaten, Bangkalan dan Sampang serta penghitungan ulang di Pamekasan.


Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada, pelaksanaan pilkada ulang itu harus dilaksanakan maksimal 60 hari dan penghitungan ulang suara hasil pilkada dilakukan maksimal 30 hari setelah dikeluarkannya putusan MK tersebut.


Suryadharma yang juga Menkop dan UKM itu mengatakan, pihaknya siap melakukan evaluasi terhadap tim kampanye Kaji agar pelaksanaan putusan MK di tiga Kabupaten di Madura itu bisa memenangkan pasangan Kaji karena jumlah suara disana cukup signifikan.


"Kita akan melihat lagi kinerja mereka apakah masih efektif atau tidak dan juga akan mengevaluasi apakah ada pengalihan suara dukungan dari Kaji ke Karsa atau tidak," ujarnya.


Dia mengancam diterapkannya sanksi disiplin yang tegas apabila ada kader-kader PPP yang membelot atau berupaya mengalihkan dukungan dari pasangan Kaji kepada Karsa. Dalam pilkada Jatim, PPP merupakan partai utama pendukung pasangan Kaji.


Lebih lanjut Suryadharma mengatakan bahwa saat ini semua tim pemenangan Pilkada sedang mengintip kekuatan masing-masing serta mewaspadai adanya kecurangan-kecurangan yang mungkin dilakukan.


Karenanya, Suryadharma merasa yakin cukup riskan bagi semua pihak untuk mencoba melakukan kecurangan-kecurangan di pilkada ulang ataupun penghitungan suara ulang itu.


Mengenai kurangnya saksi-saksi dari pihak Kaji sehingga berpotensi hilangnya suara untuk mereka, Suryadharma mengatakan bahwa pihaknya juga telah siap untuk menutup kekurangan itu.


"Kita telah siap mengantisipasi kelemahan itu dan akan mendrop saksi-saksi untuk setiap TPS disana," pungkasnya

DOK !!! Bangkalan & Sampang Coblos Ulang, Pamekasan Hitung Ulang

Putusan MK Sengketa Pilgub Jatim
DOK !!! Bangkalan & Sampang Coblos Ulang, Pamekasan Hitung Ulang

Surabaya - Akhirnya, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan pemohon, pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi). MK pun memerintahkan KPU Jatim untuk melakukan pemungutan suara ulang di Bangkalan dan Sampang. Pemungutan ulang dilakukan paling lambat 60 hari sejak keputusan MK yang dibacakan hari ini.

Sementara di Pamekasan, MK memerintahkan KPU Jatim untuk melakukan penghitungan ulang. Penghitungan ulang itu, harus dilakukan paling lambat 30 hari sejak saat ini.

"Untuk itu, panwas dan KPU Jatim harus mengawasi pelaksanaannya, sehingga jujur dan adil," kata Ketua MK Mahfud MD.

Senin, 01 Desember 2008

PPP Tunggu Pemilu Pasang Iklan

Banjarmasin - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak tergoda beriklan besar-besaran di media massa untuk menaikkan popularitas seperti yang dilakukan sejumlah partai lain belakangan ini.

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali di sela-sela pembekalan calon anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur di Banjarmasin, Senin (1/12), menyatakan, pihaknya baru akan memasang iklan secukupnya ketika Pemilu 2009 sudah dekat.

"Kami berpendapat, iklan mungkin bisa menaikkan popularitas tapi belum tentu meningkatkan elektabilitas," kata Suryadharma.

Bahkan, kata Suryadharma, jika rentang waktu pemasangan iklan terlalu lama, pihaknya khawatir publik justru mengalami kejenuhan.

Oleh karena itu, lanjut dia, PPP justru memilih strategi menjalankan upaya-upaya konkret di lapangan dan melakukan berbagai perubahan di internal partai.

Sebelumnya, saat memberi pengarahan pada para caleg, Suryadharma menekankan perlunya PPP melakukan perubahan, termasuk perilaku politik kadernya yang menjadi wakil rakyat.

"Saya minta para kader yang berada di legislatif lebih peduli dan lebih berperan. Jangan sampai seperti iklan mobil 'nyaris tak terdengar'," katanya disambut tepuk tangan para caleg.

Dikatakannya, persaingan pada Pemilu 2009 akan sangat ketat, banyak pesaing yang hebat, termasuk partai baru yang berisi orang-orang lama, tentunya sudah tahu "isi perut" partai-partai lama.

"Kalau tidak berubah, bisa-bisa PPP ditinggalkan pemilih," kata Suryadharma yang juga Menteri Negara Koperasi dan UKM tersebut.

Dikatakannya, kecenderungan penurunan perolehan suara PPP pada pemilu sudah terbukti. Hasil Pemilu 2004 lebih buruk daripada Pemilu 2009.

Bahkan, kata dia, berbagai lembaga survei menyebut PPP akan 'terkubur' pada Pemilu 2009 atau kalaupun lolos parliamentary threshold perolehannya cukup minim. "Tapi, kita anggap saja survei itu benar untuk memacu kita membuktikan yang sebaliknya," pungkasnya.

Rahman Ruarrr Biasa..!

Rahman Sapu 40 Kecamatan  


Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah kalian angkat untuk memegang urusan kalian ini, padahal aku bukanlah orang terbaik di antara kalian. Oleh karena itu, jika aku berjalan di atas kebenaran/kebaikan maka dukunglah aku. Sebaliknya, jika aku menyimpang maka luruskanlah aku. Berlaku jujur adalah amanah, sedangkan berlaku dusta adalah pengkhianatan.

BOGOR - Begitulah nukilan pidato pembuka (iftitah) Abu Bakar as-Shiddiq (573 – 624 M) di hadapan kaum Muslimin, sesaat setelah ia diangkat menjadi khalifah pertama dalam sejarah kepemimpinan umat Islam. Pidato tersebut hampir mirip dengan perkataan Calon Bupati Bogor Rachmat Yasin ketika menyambut kemenangan sementara perolehan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor putaran kedua, hingga Minggu (30/11) malam kemarin. 
“Malam ini adalah malam keprihatinan. Jarak antara keprihatinan dengan kebahagian hanya sedikit. Oleh karena itu ketika saya mendapatkan kepercayaan lebih dari 50% warga masyarakat untuk memimpin kabupaten Bogor, maka saya harus memberikan harapan-harapan. Tetapi disisi lain saya memiliki beban yang sangat berat, karenanya saya patut mengucapkan innalillahi wainnailaihi rojiun. Karena apa? karena amanah ini bukan untuk berleha-leha, karena amanah ini bukan untuk bersenang-senang, tapi saya dengan Pak Karyawan Faturrahman harus bekerja keras, bahu-membahu untuk mewujudkan harapan-harapan warga itu,” tegas Rachmat dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya Jalan Raya Dramaga Kampung Dramaga Tanjakan, Kabupaten Bogor, malam kemarin. 
Meski perhitungan masih bersifat sementara karena harus menunggu keputusan dari KPUD Kabupaten Bogor, Jum’at (5/12) mendatang, namun berdasarkan hasil perhitungan cepat Lingkaran Survey Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Jaringan Isu Publik (JIP), pasangan nomor urut 5 Rachmat Yasin-Karyawan Faturrahman (Rahman) yang dicalonkan PPP dan PDIP sudah dinyatakan sebagai pemenang Pilbup Bogor dengan perolehan suara 63,55 %. Sedangkan pasangan Fitri Putra Nugraha-Endang Kosasih (Nusae) yang dicalonkan Partai Golkar meraih 36,45 %. Begitu pula dari data yang masuk berdasarkan laporan 7029 saksi pasangan Rahman yang disebar disetiap TPS juga menyatakan pasangan Rahman unggul di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. 
Rachmat melanjutkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor yang telah mempercayakan pasangan Rahman untuk memimpin Kabupaten Bogor di lima tahun mendatang. “Oleh karena terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan ini. Jika kami berjalan di atas kebenaran maka dukunglah kami. Sebaliknya, jika kami menyimpang maka luruskanlah, doakan dan jangan tinggalkan kami sehingga kami mampu membangun Kabupaten Bogor sesuai dengan harapan masyarakat,” pintanya.
Menurut Rachmat, dalam kepemimpinannya nanti pihaknya akan bersifat akomodatif dan terbuka. “Kami bukan saja akan merangkul orang-orang yang satu pemikiran dengan kami, tetapi yang berbeda pendapat pun akan kami rangkul, supaya Bogor ini menjadi lebih maju dan kondusif,” katanya.
Tak hanya itu, Rachmat juga mengaku, setelah penghitungan suara, pihaknya akan bersilaturahmi mendatangi pasangan Nusae dan pasangan lainnya. 
Sementara itu Calon Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturrahman mengingatkan kepada seluruh pendukung dan simpatisan pasangan Rahman untuk tidak lengah, karena penghitungan masih bersifat sementara. “Dari mulai malam ini hingga hari penghitungan suara terakhir di KPU kita tidak boleh gegabah, lengah dan berleha-leha, karena pengalaman pada putaran pertama patut kita jadikan pelajaran yang sangat berharga. Kalau kita lengah mungkin monyet akan kehilangan jagong deui wae,” imbuhnya. 
Sementara itu berdasarkan Pantauan Pakar, Pemilihan Bupati Bogor putaran kedua yang dilaksanakan Minggu (30/11) kemarin tidak mendapatkan respon yang tinggi dari masyarakat untuk menggunakan hak pilih. Di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) tampak sepi dari pemilih. Bahkan, tak terlihat antrean warga yang datang ke TPS untuk melakukan pencoblosan. Misalnya di TPS 19 Perumahan Bumi Cibinong Endang, Kel. Sukahati, Kec. Cibinong, dari 598 jumlah pemilih yang datang ke TPS sampai pukul 11.30 siang hanya 201 orang. “Sejak pagi sampai jam 11.30 orang tak banyak ke TPS. Tidak ada antrean orang memilih. Kursi yang disediakan panitia kosong,” kata Ketua KPPS Suyanto.
Pemandangan serupa juga terlihat di TPS 1 Perumahan Nirwana Estate, Kel. Harapan Jaya. Dari jumlah pemilih 560 orang, sampai pukul 12.00 Wib, yang datang hanya 150 pemilih. Sepinya warga yang datang, membuat suasana di TPS terlihat kosong melompong. Kursi yang disediakan panitia juga tak terisi.Hanya satu dua warga yang datang ke TPS secara bergantian.
Begitu pula yang dikeluhkan Ketua KPPS 10 Desa Ciri Mekar Fauzi Fatah. Katanya, meski panitia sudah mempersiapkan TPS dengan baik bahkan dilengkapi dengan musik gambang kromo (musik khas betawi) dan terletak di pinggir jalan raya, toh tidak membuat masyarakat antusias datang ke TPS. Dari 448 jumlah pemilih, sampai pukul 11.00 Wib yang datang baru 65 orang.
Rendahnya minat masyarakat menggunakan hak pilih menurut hasil quick count yang dilakukan Lingkaran Survey Indonesia mencapai 45,42 %. “LSI memperkirakan jumlah warga yang menggunakan hak pilih hanya 54,58 %,” kata Setia Darma dari Jaringan Isu Publik (JIP).
Anggota KPU Kab. Bogor Ahmad Fauzi mengatakan, rendahnya partisipasi masyarakat sulit dihindari, karena memilih merupakan hak dari masyarakat. “KPU tidak bisa berbuat apa-apa kalau jumlah pemilih turun. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilih,” katanya.
Hingga Minggu malam pukul 20.00 Wib, hanya LSI-JIP yang mengeluarkan hasil penghitungan cepat atau quick count. Dari 320 TPS yang menjadi sampel dengan tekni multistage random sampling dengan tingkat error plus-minus satu persen, persentase data yang masuk 98,49 %, menunjukan bahwa pasangan Rachman unggul dengan perolehan suara 63,55 % dan Nusae 36,45 %.
Menurut Direktur Riset LSI Arman Salam, belajar dari pengalaman melakukan penghitungan cepat, hasil yang dikeluarkan LSI selama ini tidak jauh berbeda dengan penghitungan secara manual yang dilakukan KPU. “Kami sudah melakukan quick count 67 kali dan tidak pernah meleset hasilnya. Maka, sangat tidak mungkin LSI gegabah dan mempertaruhkan kredibilitas dengan hasil quick count pemilihan bupati Bogor.
Sedangkan Penjabat Bupati Bogor Soemirat meminta masyarakat untuk bersikap arif menyikapi hasil pemilihan dan tetap menjadikan keputusan KPU sebagai acuan resmi hasil pemilihan. “Alangkah baiknya semua pihak menghormati dan menunggu hasil keputusan resmi yang dilakukan KPU. Apapun hasilnya, mari diterima dengan lapang dada,” ucap Soemirat.
Dalam pantauan proses pemilihan berlangsung aman dan lancar. Sampai berita ini dituliskan pukul 21.00 Wib, tidak terjadi gejolak apapun di masyarakat. Bahkan, proses penghitungan suara di TPS-TPS berjalan lancar.

Sabtu, 29 November 2008

PPP Sesalkan Aksi Premanisme

PPP Sesalkan Aksi Premanisme
Friday, 28 November 2008
KARAWANG (SINDO) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Suryadarma Ali akan mendalami kasus pemukulan yang dilakukan oleh anggota LSM Kompak,yang menimpa Ketua DPC PPP, Kab Karawang, Husni Thamrin Zein.

Hal tersebut, dikatakan saat Suryadarma Ali mengunjungi kediaman Husni Thamrin Zein, di Klari, Karawang, Jum’at (28/11).Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh anggota LSM Kompak, merupakan tindakan premanisme dan harus ditindak secara hukum.

”Sekarang zaman sudah berubah, masa mau kembali lagi ke masa orde baru,”katanya. Bagaimana pun, tindakan yang dilakukan oleh mereka tidak dibenarkan. Apalagi, saat peristiwa terjadi Husni sedang melakukan tugasnya sebagai Wakil Ketua DPRD dan dipukul saat berada di dalam gedung anggota dewan. Untuk itu,Suryadarma Ali meminta pihak kepolisian untuk terus mengusut tuntas kasus pemukulan tersebut. ”Mau jadi apa jika negara kalah oleh LSM atau apalah, itu aneh,”ujarnya.

Bahkan, jika kasus ini tidak selesai ditingkat Polres pihaknya akan meneruskan kasus ini ke aparat yang lebih tinggi posisinya. ”Kapolri kan sudah berjanji untuk memberantas premanisme. Jadi kita pantau saja sejauh mana, Polres bekerja dalam menangani kasus ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia juga menerima keluhan dari warga Pasirjengkol, Kel Tanjungpura, Kec Karawang Barat, Karawang, yang ketakutan pulang ke rumah pasca peristiwa itu terjadi. Salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya, menceritakan warga saat ini ketakutan dengan teror yang akan menimpa dirinya, karena tempat tinggalnya berdekatan dengan anggota Kompak.”Makanya kami belum mau pulang sebelum aman,”katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Suryadarma meminta kepada kadernya untuk tetap tenang dan selalu siaga, sebagai langkah antisipasi jika terjadi sesuatu. ”Kalau memang takut harus meminta perlindungan ke aparat kepolisian. Saya harap jangan sampai kekerasan dilawan oleh kekerasan lagi,”imbaunya.

Jika kekerasan tersebut tetap dibiarkan artinya hukum tidak ditegakan.Eksesnya dari itu, lanjut Suryadarma, akan memancing masyarakat untuk melakukan sesuatu dengan tindakan kekerasan.”Aparat harus terus bekerja,sehingga keamanan masyarakat terjamin,”tandasnya.

Peristiwa pemukulan terjadi pada Senin (24/11), saat akan dilakukan hearing antara dewan yang diwakili Husni dengan warga Pasirjengkol yangkeberatanatasdibangunnya SPBE dekat tinggal mereka. Pemicu pemukulan disebabkan, saat ketua LSM Kompak Sukur Mulyono tetap memaksa untuk ikut dalam acara tersebut dan tidak diizinkan oleh Husni.

Ketegangan pun tidak dapat dihindarkan dan pemukulan pun terjadi. Menurut Kapolres Karawang AKBP Rudi Antariksawan, kini pihaknya sudah menangkap tiga pelaku pemukulan, di antaranya Wahyu, Sutisna, dan Kabo. Namun, ketua LSM Kompak Sukur Mulyono baru dimintai keterangan sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Rabu, 26 November 2008

PPP Palopo Rangkul Nelayan

(27 Nov 2008,

PALOPO--Untuk mendapatkan suara yang signifikan pada Pemilu Legislatif 2009 mendatang, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Palopo kini merangkul nelayan yang ada di Kecamatan Wara Timur. Demi mendapat simpati nelayan, PPP memberikan bantuan usaha.Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif 2009 DPC PPP Palopo, Andi Kaso Morang, mengatakan PPP berupaya dekat dengan masyarakat lewat pemberdayaan. ''Salah satu kegiatan kami yakni membantu masyarakat nelayan Kota Palopo untuk meningkatkan usaha mereka,'' kata Kaso.

Salah satu wujud nyata parpol berlambang Kakbah dalam mendorong usaha para nelayan yakni dengan memberi bantuan berupa dua unit jaring pagar pantai yang panjangnya mencapai satu kilometer, ditambah alat penyelam ikan ekspor Taripang dengan total bantuan mencapai Rp 70 juta.

Bantuan tersebut langsung diserahkan kepada Ketua PAC PPP Kecamatan Wara Timur, Burhan AS untuk diteruskan kepada kelompok nelayan Kelurahan Penggoli dan Kelurahan Pontap.

Menurut Kaso Morang, bantuan usaha bagi para kelompok nelayan juga berasal dari Ketua DPW PPP Sulsel, HM Amir Uskara. Rencananya kegiatan itu akan ditindaklanjuti dengan mencarikan bapak angkat bagi kelompok nelayan untuk menghindari adanya nelayan yang menjadi korban rentenir.

''Saatnya kita harus memperhatikan nelayan dan kesejahteraan mereka, karena tak dapat dipungkiri nelayan turut memberi kontribusi terhadap pembangunan yang ada di Kota Palopo, khususnya pada sektor ekonomi riil,'' kata Kaso.

Caleg PPP DPR RI Suaib Didu Serahkan Benih Padi

PINRANG--Calon anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suaib Didu memberi perhatian pada sektor pertanian. Buktinya, Minggu, 23 November kemarin, Suaib melakukan sosialisasi di hadapan petani di Hotel Fathir, Pinrang.Suaib juga menyerahkan bantuan benih padi kepada petani di daerah itu.

Suaib mengatakan sektor pertanian perlu menjadi perhatian pemerintah di Sulsel. Alasannya, bidang pembangunan ini paling banyak digeluti masyarakat Sulsel. Bahkan perekonomian provinsi ini banyak ditopang dari sektor pertanian.

"Dari dulu kami memikirkan masalah para petani. Apalagi basis pertanian di Indonesia adalah Sulsel yang juga dapil pemilihan saya," kata Suaib. Ia menegaskan perhatiannya pada sektor pertanian bukan saja saat maju sebagai caleg tahun ini. Suaib menegaskan dari awal pihaknya sudah mencanangkan akan melakukan perbaikan pertanian secara nasional. Bukan saja untuk skala Sulsel.

"Baru-baru ini kami melakukan hal yang sama di daerah jawa tepatnya di Cikampek. Kami hanya mau melihat bahwa Sulsel pun mampu untuk meningkatkan swasembada pangan. Kami juga nantinya akan memberikan benih padi kepada masyarakat untuk dicoba," tegas Suaib.

Manager Pemenangan H Suaib Didu, M Rudi mengatakan pihaknya menyiapkan tiga fokus perhatian menyambut pemilu legislatif mendatang. Ketiga sektor itu adalah basis ekonomi lewat pertanian, membangun jaringan pemberdayaan masyarakat, dan menyiapkan jaringan politik.

Di PPP, Suaib bertarung di dapil Sulsel III yang meliputi Pinrang, Enrekang, Tator, Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Suaib optimis bisa meraih satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan ini.