Rabu, 17 Desember 2008

Jago PPP Berjaya pilkada Putaran 2 di Pinrang Sulsel

Real Quick Count, Calon Golkar Kalah
Askar didukung Partai Utama PPP dan PAN dan partai partai kecil lainnya.
MAKASSAR – Harapan A Aslam Patonangi menjadi bupati Pinrang di ambang kemenangan. Itu karena perolehan suara Aslam yang berpasangan A Kaharuddin Machmud yang akrab disbut Askar ini, menang tipis dari saingannya, paket Irwan Hamid-A Nurrachmi Moenta (Ihsanta).Berdasarkan hasil real quick count yang dilakukan Institute Social, Politic, Economic Issue (ISPEI), Askar unggul sementara. Dari 179.701 suara yang masuk atau yang direkap, Askar berhasil mengumpulkan 98.085 suara atau 54,6 persen dari duet Ihsanta yang meraih 81.616 suara atau 45,4 persen.

"Suara Askar memiliki selisih 16.469 dengan Ihsanta. Jumlah suara tinggal 20 TPS yang tersisa, yakni di Kecamatan Lembang yang belum direkap, karena berada di pedalaman dan pegunungan," jelas Direktur ISPEI, Imam Mujahidin Fahmid kepada Fajar Selasa, 16 Desember malam tadi.

Imam menambahkan, jumlah suara yang belum masuk diperkirakan 2.500-3.000 suara. Askar, lanjut Imam, menang di sembilan kecamatan, sementara Ihsanta menang di tiga kecamatan. 

Menurut Imam, Askar memenangkan pertarungan di Pinrang karena masyarakat Pinrang tidak ingin berspekulasi untuk menggadaikan suaranya. "Pemilih telanjur percaya, karena Askar memimpin pada putaran pertama," ujarnya. 

Kemenangan yang sama juga dari hasil rekap sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pasangan Askar unggul sementara dari pasangan Ihsanta. Hasil pantauan Fajar di 11 TPS, dari 3.801 suara sah yang masuk, Askar meraih 1.957 suara. Sementara Ihsanta hanya meraih 1.844 suara.

Di TPS 3 Kelurahan Corawalie, Kecamatan Sawitto, tempat Aslam mencoblos dan Bupati Pinrang HA Nawir, Askar unggul 455 suara sementara Ihsanta hanya meraih 70 suara.

Begitupun di TPS lain di kelurahan itu seperti TPS 1, Askar unggul dengan perolehan 299 suara, sedangkan Ihsanta hanya 144 suara, di TPS 2 Askar meraih 263 suara, Ihsanta 200 suara, serta di TPS 5 Askar juga unggul dengan 365 suara sedang Ihsanta hanya 109 suara.

Di TPS 3 Kelurahan Ammassangeng, Kecataman Paleteang, tempat calon bupati HA Irwan Hamid mencoblos, Ihsanta unggul dengan perolehan 358 suara, sedangkan Askar 88 suara.
Ihsanta juga unggul tipis di lima TPS yang ada di Desa Kassa Kecamatan Batu Lappa. Dari 1.450 total suara sah di desa itu, Ihsanta meraih 963 suara, sendangkan Askar hanya 487 suara. 

Meski pada hari pencoblosan kemarin, diwarnai hujan gerimis sepanjang hari, warga tetap antusias ke TPS menyalurkan hak pilihnya. Termasuk Bupati HA Nawir dan para calon itu sendiri.

Bupati HA Nawir mencoblos di TPS 3 Macorawalie sekira pukul 08.45 Wita. Setelah itu melakukan peninjauan ke sejumlah TPS dalam wilayah Kota Pinrang. Sekira 15 menit kemudian, calon bupati Aslam Patonangi didampingi istri Andi Dwiyani dan ketua tim pemenangannya, Andi Thamrin.

Aslam Patonangi juga sempat bertemu dan berjabat tangan dengan Nawir saat keluar dari TPS 3 yang terletak di Jalan Serigala tersebut. Setelah itu, Aslam berjalan kaki ke kediman pribadinya yang hanya berjarak sekira 200 meter TPS itu. Saat tiba di rumahnya yang terletak di Jalan Tupai No 1, Aslam langsung memantau seluruh timnya di lapangan.

"Tolong, jangan biarkan TPS kosong. Kalau mau makan bergantian," imbau Aslam melalui handphone-nya. Sementara calon bupati Ihsanta, Irwan Hamid juga datang mencoblos ke TPS 3 Kelurahan Ammassangeng sekira pukul 09.00 Wita. Irwan juga didampingi istri Hj Andi Sri Dwiyati serta beberapa orang anak.

Uniknya, karena dari hasil quick count kedua tim, mereka saling klaim menang. Bahkan, tepat pukul 17.15 Wita, Tim Askar langsung mengumumkan kepada seluruh anggota tim dan para simpatisannya bahwa Askar unggul di sembilan dari 12 kecamatan yang ada.

"Dari 176.912 suara yang masuk, Askar meraih 97.273 atau 54,98 persen. Sementara Ihsanta hanya 79.639 atau 45,02 persen. Askar unggul di sembilan kecamatan," ungkap salah seorang tim Askar.

Dengan perolehan itu, ribuan pendukungnya yang berdatangan sejak sejak pukul 14.30 di Jalan Tupai tersebut langsung meluapkan kegembiraannya. Ada langsung berteriak Allahu Akbar, ada pula yang menangis karena terharu. 

Calon bupati Pinrang, Aslam Patonangi yang berada di ruang tamu juga tampak sibuk menerima ucapan selamat dari para pendukungnya. Ratusan pendukung Askar juga langsung melakukan pawai motor keliling kota.

Selisih 191 suara, Calon PPP Kalah Tipis di Subussalam NAD

Pasangan ’Sabit‘ Unggul Tipis di Subulussalam
Pasangan Assalam didukung partai kunci PPP dan PKS serta partai kecil lainnya.

SUBULUSSALAM - Pasangan Merah Sakti Kombih-Affan Alfian Bintang (Sabit), dilaporkan unggul tipis atas pasangan Asmauddin-Salmaza (Assalam), dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) putaran dua Kota Subulussalam yang berlangsung Senin (15/12) kemarin.

Berdasarkan data hasil perhitungan sementara yang diperoleh Serambi dari Deks Pilkada Kantor Walikota yang ditandatangani Sekdakot Drs H Anharuddin SE MM, pasangan Sabit berhasil mengumpulkan 14.903 suara atau 50,49 persen. Sedangkan pasangan Assalam yang sebelumnya sempat dijagokan, terpaut tipis di bawahnya dengan memperoleh 14.616 suara (49,51 persen). 

Dilaporkan, secara rinci perolehan suara yang berhasil dikumpulkan pasangan Sabit di Kecamatan Simpang kiri 6.026 suara, Penanggalan 2103 suara, Rundeng 2.577 suara, Longkib 1.061 suara, dan Sultan Daulat 3.136 suara. Sedangkan pasangan Assalam meraup suara di Kecamatan Simpang kiri 5.734 suara, Penanggalan 2665 suara, Rundeng 2.431 suara, Longkib 1130 suara, dan Sultan Daulat 2.772 suara. 

Sementara suara rusak tercatat sebanyak 622 suara dan absatain 7.165 pemilih. Dari data itu, selisih perolehan suara hanya sebanyak 287 atau 1,39 persen. Sementara dari 37.555 pemilih yang terdaftar di Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat hanya 29,519 yang mencoblos atau ada sekira 11,08 persen yang tidak memilih. 

Berdasarkan hasil perhitungan cepat yang diselenggarakan Media Center Pam Pilkada Polres Aceh Singkil, juga menunjukkan pasangan Sabit menang tipis dari pasangan Assalam. Yakni, pasangan Sabit memperoleh 14.920 suara (50,32 persen), sementara pasangan Assalam mendapatkan 14.729 suara (49,68 persen), dengan selisih 191 suara di bawah pasangan Sabit. 



SDA Minta Caleg PPP Persatukan Keluarga

J A K A R T A, - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali, meminta agar para calon anggota legislatif (caleg) PPP dapat mempersatukan keluarganya masing-masing di dalam Pemilu 2009.

“Dengan keberhasilan para caleg PPP mempersatukan para keluarga mereka, maka diharapkan tidak ada lagi perbedaan di antara sesama keluarga caleg PPP di dalam menentukan pilihannya pada pemilu mendatang,” kata politisi yang akrab disapa dengan panggilan SDA ini kepada wartawan sebelum memberikan pembekalan kepada caleg PPP di Jalan Diponegoro 60, Jakarta, Senin (15/12).

Menurut SDA, di dalam keluarga para caleg PPP diharapkan tidak ada lagi yang memilih partai lain kecuali PPP. 

“Meski untuk menentukan pilihan itu adalah hak masing-masing individu, tapi tentunya harus menjadi tugas para caleg agar bisa menggiring anggota keluarga mereka yang sebelumnya berbeda partai untuk dapat menentukan pilihan ke PPP,” ujar Menteri Koperasi dan UKM ini.

Berdasarkan pengalaman pada Pemilu 2004 lalu, jelasnya, PPP boleh dibilang banyak mendapat kecolongan. Itu terjadi di kalangan keluarga besar PPP sendiri. Karena di dalam keluarga besar PPP, termasuk keluarga para caleg, belum ada yang satu pandangan dalam memilih PPP. 

“Alhasil, perolehan suara PPP pada pemilu 2004 pun tidak terlalu signifikan,” ucapnya.

Upaya mempersatukan keluarga di lingkungan keluarga ini sendiri, lanjut SDA, tidak terlepas dari target perolehan suara yang harus dicapai di dalam pemilu legislatif, yaitu meraih 15 persen suara secara nasional.

“Dengan meraih target sebesar lima belas persen dalam pemilu legislatif, minimal akan membuat PPP lebih bisa berimprovisasi dalam menentukan langkah yang akan diambil dalam pemilu presiden,” katanya.

Soal nanti PPP mengusung atau tidak calon presiden dari internal partai, terang SDA, adalah persoalan lain. 

“Yang pasti, dengan meraih 15 persen, kita menjadi lebih mantap untuk mengambil sikap. Termasuk soal pencapresan itu,” ucapnya.

Karenanya, SDA sangat menekankan kepada para caleg untuk mempersatukan keluarga masing-masing sebagai salah satu upaya PPP mencapai target maksimal di dalam pemilu 2009.

Jumat, 12 Desember 2008

Target 12 Kursi, PPP Bondowoso Tampung Suara PKB

Bondowoso, Jawa Timur, 5/12 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menargetkan perolehan suara dua kali lipat dari perolehan Pemilu sebelumnya, yakni enam menjadi 12 kursi.

Ketua PPP Bondowoso, Jum'at (5/12), Drs H Imam Taher, mengungkapkan target perolehan kursi tersebut berdasarkan kondisi internal yang kian solid. Bahkan kondisi eksternal partai dinilai menguntungkan PPP, seperti kemelut yang melanda Partai kebangkitan Bangsa (PKB) di daerah, 

“Kami juga siap menampung suara PKB pro KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk menyalurkan aspirasi politiknya melalui PPP, karena faktanya sudah banyak kader PKB yang bergabung dengan partai kami,” papar Wakil Ketua DPRD Bondowoso tersebut.

Pada Pemilu 2004, PPP hanya mampu meraih enam kursi, kata Imam, kali ini partai berlambang Ka'bah tersebut optimis akan meraih 12 kursi di DPRD Bondowoso. 

“Kita optimis akan memenuhi tagret tersebut,” kata Imam lagi.

Menurut dia, terget 12 kursi tersebut sangat realistis mengingat banyak kader partai lain yang kini bergabung denga PPP. Bahkan hampir setiap Dapil (Daerah Pemilihan), juga banyak kader PKB yang telah mendaftarkan diri ke PPP. Imam menjelaskan, untuk meraih dua belas kursi, tim pemenangan Pemilu PPP sudah melakukan beberapa langkah politik. Yakni, termasuk mengadvokasi lembaga pendidikan di Kabupaten Bondowoso, karena salah satu isu strategis kampanye PPP adalah meningkatkan mutu pendidikan swasta.

Meski tidak menjelaskan secara detail model advokasi yang dilakukan PPP, Iamam mengaku, advokasi tersebut merupakan bagian dari konsolidasi yang dilakukan PPP dengan para pengelola pendidikan swasta. Selama ini para pengelola pendidikan swasta termasuk para pendidiknya kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Tidak hanya itu, Imam mengaku tidak khawatir dengan banyaknya Parpol baru. Keberadaan multipartai itu dinilai tidak akan mengancam target perolehan suara PPP. Karena semua kader PPP kini sudah all out, berjuang untuk meraih target yang sudah disepakati bersama.

“Semua pengurus partai dan caleg (calon legislatif ) dari PPP saat ini satu suara untuk menambah pundi-pundi perolehan suara PPP,” kata Imam.

PPP Sumenep Incar 14 Kursi DPRD

Sumenep, Jawa Timur, 4/12 – Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Sumenep, mengincar perolehan kursi pada Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2009 sebanyak dua kursi dari masing-masing daerah pemilihan (Dapil) tingkat kabupaten.

Ketua DPC PPP Sumenep KH A Warits Ilyas, mengatakan hal itu saat ditemui di ruang kerja sebagai wakil rakyat di DPRD Sumenep, Jl Trunojoyo, Kamis (4/12).

Menurut Kiai Warits, karena saat ini ada tujuh Dapil di Sumenep, maka target partai berlambang Kakbah ini adalah 14 kursi pada Pileg 2009. "Kita optimis akan bisa meraih target itu, per Dapil minimal dua kursi," katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep ini menjelaskan, target perolehan kursi sebanyak 14 itu adalah naik 100 persen. Karena saat ini PPP Sumenep hanya memiliki tujuh orang wakil, atau satu fraksi di DPRD Sumenep.

Sebagai partai lama dan tertua, lanjut Kiai Warits, target sebanyak itu sangat realistis. Karena saat ini sudah banyak tokoh yang telah masuk ke PPP dari partai-partai lain.

Tapi sejumlah tokoh yang dimaksud Kiai Warits, tidak sampai diungkapkan identitasnya. Hanya saja mereka dikatakan telah pulang kandang, atau menurut istilah Kiai Warits, para tokoh masyarakat itu kembali ke habitat nya di ladang PPP.

Untuk harapan tiap dapil memperoleh dua kursi itu, menurut Warits, pihaknya telah memberi dorongan kepada semua caleg PPP yang duduk di dapil masing-masing. Agar bekerja maksimal untuk meraih target itu. Selain itu fungsionaris PPP telah melakukan pertemuan rutin di tingkat DPC untuk membahas persoalan yang terjadi selama ini. 

Agar ada solusi yang terbaik bagi persoalan mereka, kata Kiai Warits, Pileg tahun 2009 PPP Sumenep memiliki 35 orang caleg yang tersebar di tujuh daerah pemilihan. Yaitu tiap dapil rata-rata lima orang caleg yang akan bersaing merebutkan dua kursi.

"Mulai sekarang, kita sudah berupaya merangkul massa di tingkat bawah. Massa di akar rumput terus didekati agar tidak pindah pada partai lain," ungkapnya.

Ia menambahkan, dirinya tidak mencalonkan sebagai anggota legislatif pada Pemilu tahun 2009. Alasannya, utuk memberikan kesempatan kepada generasi muda di PPP. Kiai Warits sendiri menganggap sudah terlalu lama berkiprah dalam dunia politik melalui partai PPP.

"Saya memutuskan untuk tidak mencalonkan lagi karena yang akan mengganti sudah banyak. Biar mereka yang akan mengganti dan memajukan partai," jelasnya.

PPP Solo Hanya Targetkan Empat Kursi

Pemilu 2004 PPP Kota Surakarta (Solo) hanya dapat 1 Kursi.Kalo Target 4 Kursi berarti 400 %.
 DPC Partai Persatuan Pembangunan Kota Solo hanya mentargetkan perolehan empat kursi di DPRD atau satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) yang ada di Kota Solo. 

Target Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kota Solo tersebut dikemukakan oleh Wakil Bendahara DPC Partai Persatuan Pembangunan kota Solo, Edi Jasmanto kepada wartawan, Rabu (10/12) di Gedung DPRD kota Solo. 

“Keempat kursi yang direncanakan, masing-masing satu kursi dari daerah pemilihan yang ada di kota Solo. Karena di Solo ada empat daerah pemilihan, maka diharapkan empat kursi diperoleh,” jelasnya.

Untuk mendukung perolehan kursi wakil dari Partai Persatuan Pembangunan di DPRD kota Solo, Edi Jasmanto mengaku akan mengandalkan sejumlah tokoh dari ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

“Sejumlah calon legislatif memang merupakan tokoh dari kedua ormas tersebut, seperti Joko Safaat yang juga Ketua Pimpinan Cabang NU Laweyan, Toyani yang juga Ketua Tani Karesidenan Surakarta, dan sebagainya,” ungkapnya.

Dalam mendudukkan wakilnya di DPRD kota Solo, Edi Jasmanto mengatakan, Partai Persatuan Pembangunan kota Solo memakai sistim nomor urut.

“Namun tidak menutup kemungkinan, diberlakukan sistim perolehan suara terbanyak. Jika memakai sistem suara terbanyak, maka sebelumnya dilakukan kesepakatan diantara calon legislatif dari masing-maing daerah pemilihan,” jelas Edi Jasmanto yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD kota Solo, wakil satu-satunya dari Partai Persatuan Pembangunan di kota Solo.

Lebih lanjut Ia mengatakan, untuk bisa menjadi calon legislatif yang akan mewakili PPP kota Solo, mempersyaratkan calon harus bisa membaca Al-Qur’an. Selain itu, menandatangani kontrak politik untuk tidak melakukan korupsi. 

Sebagai partai berazaskan Islam, Wakil Bendahara DPC Partai Persatuan Pembangunan kota Solo mengatakan bahwa calon legislatif harus memperjuangkan Syariat Islam. 

“Disamping pula, memperjuangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama untuk kalangan masyarakat miskin,” tandas Edi Jasmanto.



PPP Konae Utara Sultra Gencar TURBA

Ketua DPC PPP Konawe Utara, Yusri Hambali mengungkapkan, PPP akan memulai turun ke lapangan dengan pemasangan atribut kampanye pada Desember mendatang. “Pemasangan atribut ini akan dibarengi sosialisasi langsung dengan para konstituen di lapangan,” kata Yusri.

PPP menurunkan sebanyak 15 orang caleg untuk bersaing memperebutkan 25 kursi DPRD Konawe Utara. Total caleg di daerah ini sebanyk 456 orang yang terbagi menjadi tiga daerah pemilihan (dapil).

Di Dapil I, PPP Konawe Utara mengusung enam orang, Dapil II sebanyak lima orang, dan Dapil III sebanyak empat orang. Saat ini, DPRD Konawe Utara belum diisi satu pun kader dari PPP karena kabupaten ini terbentuk setelah Pemilu 2004.

Anggota DPRD Konawe Utara masih merupakan cerminan dari Pemilu 2004 di Kabupaten Konawe, dimana suara PPP di daerah ini tidak begitu signifikan sehingga tidak mampu mendudukkan satu pun wakil dari PPP.

Mengenai target 15 persen itu, Mubarok yakin partainya dapat meraihnya melihat antusiasme kualitas kader yang dimiliki di daerah tersebut. “Kader PPP merupakan kader-kader terbaik Konawe Utara yang nilai jualnya sudah tidak diragukan lagi,” katanya.