Senin, 05 Januari 2009
Caleg PPP Pasang Baliho Kolektif
Pemasangan baliho kolektif ini sebagai bagian persiapan PPP menghadapi Pemilu Legislatif 2009. Pemasangan dijadwalkan Desember 2008.
"Baliho besar ini akan dipajang di beberapa sudut kota yang tidak
melanggar lokasi pemasangan atribut parpol. Selain itu, ada juga
atribut caleg yang ditanggung oleh caleg bersangkutan," kata Ketua DPC PPP Parepare, Mahmuddin Makmur, Rabu (24/12).
Mengenai persiapan menghadapi Pemilu Legislatif 2009 di Parepare, Mahmuddin menjelaskan, PPP menerapkan suara terbanyak di daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Soreang.
Sedangkan di Dapil Kecamatan Ujung dan Dapil Kecamatan Bacukiki-Bacukiki Barat, menggunakan nomor urut.
"Di Dapil Soreang sebagian besar caleg PPP adalah kader potensial, sehingga persaingan akan sangat ketat. Hal itu menjadi
salah satu pertimbangan PPP menerapkan sistem suara terbanyak di dapil tersebut," katanya.
Jumlah caleg PPP di Parepare 28 orang, terdiri atas tujuh caleg di Kecamatan Ujung, 10 caleg di Kecamatan Soreang, dan 11 caleg di Kecamatan Bacukiki-Bacukiki Barat.
PPP Bawa Bantuan ke Palestina
Informasi dari AMSEC Sulsel menyebutkan, pria asal Pinrang yang juga calon anggota legislatif DPR RI daerah pemilihan III dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini akan berangkat ke Palestina pekan depan bersama sejumlah relawan.
Bantuan yang akan dibawa ke Palestina di antaranya, susu, makanan untuk bayi, dan pakaian untuk wanita.
Pemerintah Diminta Kirim Pasukan Perdamaian
Koordinator Umum FK PAC PPP Agam Eri Yahendri kepada wartawan di Lubukbasung kemarin menyerukan aksi ganyang Israel itu harus dikobarkan di Agam. Ini mengingat warga Agam yang bervisi madani harus bisa merasakan nasib umat Islam yang ditindas kaum Yahudi Israel saat ini. Pihaknya juga mendesak pemerintah untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Jalur Gaza dan membuka peluang umat Islam berjihad sebagai mujahid ke Palestina. ”Islam mendukung hal itu dan kami siap untuk itu,” tegas Eri Yahendri.
Eri Yahendri yang didampingi Asrinaldi dan beberapa pengurus FK PAC PPP Agam menyebutkan, DPRD Agam bisa mendesak Bupati Agam Aristo Munandar untuk membuat pernyataan sikap. Serta mendorong pemerintah pusat pro-aktif membantu rakyat Palestina yang kini dihantui ketakutan.
”Sikap bersama itu harus diaplikasikan dengan berbagai bentuk, termasuk mengirimkan bantuan pada umat muslim di Palestina. Pernyataan perang terhadap Israel harus dikobarkan, karena Israel lah sesungguhnya teroris di dunia,” ujarnya.Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, H Asep A Maoshul, jalan kaki dari Manonjaya hingga Mesjid Agung itu dilaksanakan sejak pukul 13.00 WIB, setelah shalat Jumat, dan tiba di Mesjid Agung sekitar pukul 15.15. "Long March" yang dilakukan ribuan santri itu sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina, yang mati sahid karena serangan bom Israel.
Semula, "long march" yang hanya diikuti beberapa pesantren, namun karena banyak pesantren mulai bergabung, maka barisan ribuan santri itu menjadi panjang.Bahkan, H Asep tidak mengira begitu banyak perhatian dari pesantren lain. Padahal ia sendiri baru kali itu berjalan kaki sejauh 13 km dari Kec. Manonjaya hingga Mesjid Agung Tasikmalaya.
Menurut seorang petugas patroli pengawal, ribuan santri itu nampak tertib berjalan kali, sambil membawa poster dan teriakan "yel-yel". Bertepatan dengan kedatangan mereka ke Mesjid Agung, cuaca Kota Tasik yang sudah mendung sejak siang, mendadak hujan deras. Namun, keadaan itu tidak menyurutkan rombongan yang tertinggal di belakang, dan dengan berlari-lari kecil, mereka dengan tertib masuk Mesjid Agung Tasikmalaya. Di Mesjid Agung, para santri selanjutnya mengadakan shalat gaib, istighosah dan ceramah.
PPP Garap Pemilih di Pelosok
Ketua DPC PPP Enrekang, Rubing, mengaku sengaja menggarap pemilih pedesaan karena basis PPP memang lebih besar di daerah pedesaan. Kendati demikian kata aggota DPRD Enrekang itu, bukan berarti PPP tidak menggarap pemilih yang ada di perkotaan.
"Basis PPP itu kan lebih besar di desa-desa, tapi kita juga tetap menggarap pemilih di perkotaan," kata Rubing kepada Fajar di Enrekang, Minggu, 28 Desember kemarin.
Rubing menjelaskan, pada pemilu nanti, PPP optimis akan mampu medapat suara disetiap TPS yang ada di Enrekang. Untuk itu kata dia, seluruh caleg PPP diminta untuk aktif melakukan sosialisasi di setiap TPS.
"Melihat komposisi caleg PPP saat ini, kita optimis bisa meraih lima kursi di DPRD Enrekang nanti. PPP menargetkan masing-masing dua kursi di daerah pemilihan (dapil) satu dan dua. Sementara Dapil tiga kita hanya menargetkan satu kursi, itu karena caleg di dapil tiga terlihat lamban melakukan sosialisasi," tandasnya.
PPP Target Posisi Kedua di Sulsel
"Meski banyak parpol, justru inilah kelebihan yang akan diraih PPP di Sulsel nanti. Karena garis perjuangannya jelas untuk rakyat, makanya kami patok runner up di Sulsel," tegas Ketua DPW PPP Sulsel, Amir Uskara, Sabtu 3 Januari, kemarin.
Amir menegaskan, ada berbagai hal yang dijadikan sebagai indikator oleh PPP sehingga mematok runner up, di antaranya, dalam mengusung calon legislatif, PPP mengedepankan tokoh lokal yang tingkat popularitas dan elektibilitasnya sangat tinggi di dapilnya masing-masing.
"Selain itu, jaringan PPP saat ini beda dengan jaringan dulu. Kami lebih siap dan komplit dan siap meraih suara sebanyak-banyaknya pada Pemilu 2009 mendatang," jelasnya.
Target PPP untuk DPRD Sulsel sambung dia, minimal 11 kursi, sedangkan untuk DPR RI sebanyak 4 kursi dari tiga daerah pemilihan di Sulsel.
Amir Uskara mengaku bahwa PPP tidak akan mampu mengalahkan Partai Golkar di Sulsel pada Pemilu 2009. "Hanya Golkar yang kami anggap saingan atau kompetitor, bahwa kemudian kami tidak bisa mengalahkannya, memang begitulah realitasnya," ujar Amir.
Caleg PPP Siapkan Strategi Jitu Kampanye
“Ini memang tantangan buat saya. Saya tidak begitu khawatir, karena ada strategi politik yang jitu untuk menghadapi pemilu mendatang,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Pandeglang, Hj Irna Narulita, Jumat (2/1).
Perempuan yang mengaku baru turun ke dunia politik praktis itu, merasa banyak tantangan dan rintangan untuk maju sebagai caleg perempuan mewakili Banten, karena selama ini dirinya dibesarkan dari kelompok dan organisasi perempuan.
Menurutnya, jika melihat sejumlah Caleg DPR RI yang sudah punya nama di tingkat nasional, seperti Dedi Gumelar alias Miing yang mencalonkan dari PDI Perjuangan, Ikang Fauzi, yang mencalonkan dari PAN, membuat perempuan yang juga istri dari Bupati Pandeglang HA Dimyati Natakusumah itu, merasa kecil hati.
“Tapi saya punya prinsip, mereka adalah rekan dan mitra Saya. Ketika kita siap terjun ke dunia politik praktis, maka semuanya ada konsekwensi yang harus dijalani, sehingga hal itu harus dihadapi dengan cermat dan berjalan apa adanya,” tambahnya.
Irna juga menyatakan keinginannya untuk maju pada pencalonan sebagai anggota DPR RI, sudah mendapat restu dari suami tercinta yang juga ketua DPW PPP Provinsi Banten, dan yang paling penting juga menurutnya adalah restu dari ulama dan tokoh kyai.
“PPP itu besar di Banten, untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dalam pertarungan politik nanti, kami akan lakukan sosialisasi maksimal dan yang paling penting adalah menjaga persatuan, kesatuan serta kekompakan kader dan simpatisan,” imbuhnya.
Menanggapi pencalonan istrinya, Dimyati mengaku menyerahkan semuanya kepada istrinya. “Karena ia juga siap, ya saya tetap mendukung,” tandasnya.
PPP Kabupaten Bogor Garap Pemilih Pemula
“Kan tidak ada yang disebut pemilih permanen, partai mana saja yang bisa meyakinkan masyarakat, itulah yang akan dipilih,” ujar Sekreataris DPC PPP Kabupaten Bogor, Teuku Hanibal Asmar, Minggu (4/1) di Bogor.
Karena itu PPP, kata Ikbal sapaan akrab Teuku Hanibal Asmar, akan berjuang untuk meraih simpati yang sebesar-besarnya dari masyarakat dalam pemilu kali ini.
“Saat ini kami sedang menyusun jadwalnya. Kemudian Rabu (7/1) kami bersama dengan seluruh calon legislatif (caleg) dari PPP baik untuk tingkat Kabupaten Bogor, Provinsi dan pusat akan turun secara bersama-sama ke masyarakat,” ungkapnya.
PPP lanjut Ikbal, sengaja memformat kegiatan para calegnya sesuai daerah pemilihannya masing-masing dengan cara turun bersama-sama. “Karena yang kami kedepankan adalah suara partai bukan sekedar mencari kursi,” tegasnya.
Menurut menantu mantan Wakil Presiden RI, Hamzah Haz ini, kegiatan tersebut selain untuk mengenalkan para caleg PPP kemasyarakat, juga dalam rangka untuk menjaring aspirasi dari tingkat bawah.
“Setelah itu kami akan turun lagi kemasyarakat secara bersama-sama melaksanakan kegiatan sebagaimana aspirasi dari masyarakat tersebut,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, Ikbal optimis PPP akan mampu mendulang suara sekitar 30 persen di Kabupaten Bogor dan meraih suara sebanyak 12 kursi di DPRD Kabupaten Bogor.
“Target sebesar 30 persen itu saya pikir wajar, karena buktinya Bupati Bogor yang terpilih juga berasal dari PPP dan mampu memenangkan 64 persen suara,” tegas Ikbal.
Dibagian lain, Ikbal yang juga menjabat Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Bogor ini mengatakan, bahwa caleg yang di usung partainya pada pemilu mendatang nota bene wajah baru, dan memiliki latar belakang pendidikan yang memadai.
Farid di Ganti M Mirdasy di FPPP Jatim
Setelah tergusur dari kursi Ketua DPW PPP Jatim beberapa hari lalu, kini Farid harus bersiap-siap untuk lengser dari kursi Ketua Fraksi PPP di DPRD Jawa Timur. Keputusan itu berdasarkan rapat pleno perdana Pelaksana tugas (Plt) pengurus DPW PPP Jatim di Kantor PPP kemarin. Keputusan yang dituangkan dalam SK Plt DPW PPP Jatim bernomor 006/EX/- M/13/I/2009 posisi Farid akan digantikan oleh M Mirdasy, anggota FPPP yang juga menjabat sebagai Plt Sekretaris DPW PPP Jatim.
Sementara untuk posisi Sekretaris FPPP akan diduduki oleh Mujahid Anshori. Farid Al Fauzi sendiri masih tetap akan duduk di FPPP, tapi hanya sebagai anggota. Plt Sekretaris DPW PPP Jatim M Mirdasy mengatakan, perombakan di tubuh fraksi ini sudah menjadi keputusan Plt DPW PPP Jatim. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pihaknya dalam melakukan penyegaran organisasi. ”Agar ke depannya lebih solid,” ujarnya seusai rapat kemarin.
Sebenarnya rencana pergantian ini sudah mencuat pasca keluarnya keputusan DPP nomor180/SK/DPP/W/- XII/2008 tentang pembekuan DPW PPP Jatim.Maklum, selain sudah tidak lagi duduk di jajaran kepengurusan PPP Jatim, Farid juga dinilai tidak lagi memiliki kekuatan di jajaran internal FPP. Apalagi, berdasarkan SK DPP nomor 181/SK/DPP/- W/XII/2008 tentang penunjukan pelaksana tugas DPW PPP Jatim, Plt DPW PPP Jatim memiliki tugas dan wewenang yang sama seperti pengurus DPW PPP definitif.
”Jadi, ini kado terindah Harlah PPP ke-36 bagi PPP Jatim,”kata Mirdasy. Selain mencopot posisi Farid dari FPPP, Plt DPW PPP Jatim juga melakukan perombakan di jajaran Lembaga Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L).Posisi Masykur Cholil digantikan oleh M Asyari (Ketua DPC PPP Pasuruan). ”Ini penting untuk langkah kami jelang Pemilu,” kata Musyafak Noer, Plt Ketua DPW PPP Jatim.
Terkait delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang masih belum menerima keputusan DPP soal pembekuan kepengurusan Farid, Musyafak mengaku akan berupaya keras untuk melakukan pendekatan secara personal kepada mereka agar mau menerima keputusan DPP yang membekukan DPW PPP Jatim sebelum pemilu.
”Kami yakin,kedelapan DPC itu pasti mengerti bahwa DPP memiliki alasan yang kuat serta penghitungan yang matang sebelum menjatuhkan keputusan pembekuan,”kata dia.
