Kamis, 15 Januari 2009

DPW PPP Ancam Somasi Gubernur Malut

Ternate (ANTARA News) - DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku Utara (Malut), mengancam akan mensomasi Gubernur Malut Thaib Armayin, jika Gubernur tidak segera memroses usulan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Malut dari PPP Ibrahim Conoras.

"Kami telah mengusulkan PAW Ibrahim Conoras melalui KPUD dan DPRD serta ke Gubernur Malut sejak September 2008, tapi Gubernur tidak memproses usulan itu" kata Sekretaris DPW PPP Malut Rasyid Musa di Ternate, Senin.

Jika, Gubernur Malut tetap bersikap seperti itu (tidak mau memroses) maka PPP Malut akan mensomasi Gubernur, karena DPW PPP menganggap Gubernur telah melakukan pelanggaran hukum.

Rasyid Musa yang juga anggota DPRD Malut mengatakan bahwa PAW anggota DPRD merupakan hak partai, jadi, Gubernur sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk menghambat usulan PAW anggota DPRD dari partai.

DPW PPP Malut mem-PAW Ibrahim Conoras dari anggota DPRD Malut, karena yang bersangkutan dinilai tidak lagi loyal pada PPP, bahkan telah menjadi pengurus parpol lain.

Sementara itu, Direktur II Makuwaje Muhammad Konoras mengatakan tindakan Gubernur Malut yang menghambat proses PAW anggota DPRD Malut dari PPP tersebut akan menimbulkan kesan negatif di masyarakat.

Bahkan Gubernur Malut bisa dinilai telah melakukan politik "balas budi", karena Ibrahim Conoras pada pilkada lalu memberikan dukungan kepada Thaib Armayin.

Sebelumnya, Gubernur Malut Thaib Armayin mengatakan, pihaknya belum memproses usulan PAW Ibrahim Conoras termasuk usulan PAW anggota DPRD Malut lainnya dari Golkar Hamid Usman, karena berkasnya belum sampai di meja Gubernur.

Muhammad Aris Mandji : Diuntungkan sebagai Putra Daerah

PROVINSI Sulawesi Barat (Sulbar) merupakan daerah pemilihan (dapil) baru pada Pemilu 2009. Sebagai daerah otonom baru, jumlah kursi yang diperebutkan hanya tiga, sedangkan jumlah pemilih di daerah itu sekitar 746.862.

Meski hanya dapil baru,ternyata Sulbar banyak diminati.Beberapa nama politikus kawakan bertarung didapil tersebut. Dari Partai Golkar ada nama Ibnu Munzir danErwinBaramuli,sementaradariPartai Keadilan Sejahtera ada Said Saggaf serta Partai Demokrat mengusung Salim Mengga.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak mau kalah dengan memasang Jacobus C Mayongpadang. Namun, segudang nama besar itu tidak membuat gentar caleg dari Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Aris Mandji,yang juga adik kandung fungsionaris Partai Golkar Iskandar Mandji.

Menurut dia, peluangnya sama besar dengan caleg lain karena Sulbar merupakan dapil baru. Bahkan, tidak menutup kemungkinan nantinya terjadi pertarungan antara putra daerah dan bukan putra daerah.”Saya mengandalkan selaku putra daerah. Saya yakin masyarakat Sulbar masih mengedepankan putra daerah menjadi wakil mereka di legislatif,”katanya kepada SINDO kemarin.

Meski demikian, Aris tidak mau lengah. Dia tetap menjalankan strategi untuk menggaet simpati masyarakat Sulbar.Dia membangun jaringan di seluruh wilayah Sulbar. ”Meski saya dicalonkan partai yang terkenal, itu belum cukup.Sosialisasi terus saya lakukan, ”tukasnya.

Dia mengaku, komunikasi dengan masyarakat Sulbar tidak dilakukan untuk saat ini saja.Menurut dia, komunikasi sudah dijalin lebih dari setahun lalu. Dari komunikasi intensif itulah, dirinya mengetahui kehendak masyarakat Sulbar yang menginginkan putra daerah menjadi wakil di Senayan.

Aris mengaku,sejak setahun ini selalu turun ke masyarakat secara langsung. Dari road show itu, dia mengatakan, bisa mengetahui keinginan rakyat. Karena itu, pihaknya optimistis bisa terpilih menjadi anggota DPR.Terlebih, kekuatan PPP di daerah tersebut cukup bagus. ”Hanya dengan kiprah putra daerah,pembangunan di semua sektor di Sulbar bisa sejajar dengan daerah lainnya,”pungkas Aris.

Irna Narulita Beri Bantuan Korban Banjir di Pandeglang

PANDEGLANG, BANTEN - Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hj Irna Narulita memberikan bantuan berupa paket sembako kepada korban banjir di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu (14/1).
Kedatangannya itu merupakan bentuk keprihatinan atas musibah yang dialami warga sekitar, akibat banjir yang melanda warga di Kecamatan Cimanggu, Selasa (13/1) lalu.
“Musibah ini cukup membuat warga sekitar menderita, karenanya Saya hadir untuk sedikit meringankan beban warga yang menjadi korban bencana. Walaupun jumlahnya tidak seberapa, namun paling tidak bisa membantu menutup kebutuhan mereka,” kata Hj Irna Narulita, Rabu (14/1).
Dinyatakan, kedatangannya ke lokasi kejadian banjir bukan semata-mata untuk meraih simpatik jelang Pemilu 2009 nanti, namun karena rasa kemanusiaan.
“Sangat wajar dong, jika ada saudara kita yang kena musibah terus kita membantunya, berbagi dikala kita mampu,” tambah Irna.
Sementara itu, Camat Cimanggu, Syarifudin menyatakan, syukur dan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Dengan adanya bantuan sembako tersebut, warga yang menjadi korban musibah banjir tersebut, sedikit bisa tertolong.
“Kami sangat berterimakasih kepada siapapun yang datang, untuk memberikan bantuan, karena berkat kepedulian dan dorongan para pihak dermawan, warga kami merasa masih ada semangat untuk terus hidup,” ungkapnya.
Disisi lain, selain bantuan sembako itu, menurut Syarifudin, pihaknya berharap pihak pemerintah, baik tingkat Kabupaten Pandeglang ataupun Provinsi Banten, untuk segera membangun kembali jembatan yang rusak. Karena jembatan itu merupakan satu-satuanya akses jalan transportasi warga untuk kelancaran aktivitasnya.

PPP kerahkan kader dukung H Icuk Sugiarto

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Solo bakal mengerahkan sebanyak 1.000 orang dalam rangka deklarasi mendukung salah satu kandidat anggota legislatif (Caleg) DPR, Icuk Sugiyarto, karena Caleg tersebut bakal maju dari daerah pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah. Ketua Tim Bayangan Pemenangan Caleg PPP, Joko Prakoso saat dihubungi Espos, Minggu (11/1), mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan perintah dari Icuk Sugiyarto secara langsung. Menurut dia, sejumlah kader PPP masih mempersiapkan pengerahan massa itu. ”Kemungkinan dalam waktu dekat ini, kami bakal mengerahkan masa dalam rangka deklarasi untuk memberikan dukungan kepada Icuk Sugiyarto sebagai Caleg DPR,” tukasnya.

Selasa, 13 Januari 2009

PPP Khawatir Pemilu Molor

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Umum PPP Chozin Chumaidy mengungkapkan, PPP mengkhawatirkan terjadinya pemilu yang tertunda akibat adanya hambatan-hambatan dalam penyediaan berbagai logistik pemilu 2009.
"Kekhawatiran PPP dan warga masyarakat tentang siap tidaknya KPU melaksanakan Pemilu ini sangat beralasan," katanya saat membuka Forum PPP Mendengar bertajuk "Pemilu Molor, Indonesia Tekor" di Kantor DPP PPP Jakarta, Selasa (13/1).
Chozin menyebutkan, sejumlah indikator yang bisa memicu munculnya kekhawatiran tertundanya pelaksanaan pemilu itu, seperti faktor logistik, faktor hukum dan kurangnya sosialisasi pemilu yang masih belum terpecahkan.
Bahkan, menurut Chozin , masih banyak pemilih yang belum paham mengenai Pemilu 2009 karena berdasarkan hasil jajak pendapat satu lembaga survei ditemukan bahwa hanya 51,8 persen responden yang mengetahui pemilu akan dilaksanakan 9 April.
"Ini sangat mengkhawatirkan karena dengan waktu tersisa 85 hari, baru separuh yang tahu," ujarnya.
Selain itu, Chozin menambahkan, pihaknya juga mengkhawatirkan masalah logistik pemilu dan hingga saat ini KPU belum menyiapkannya serta belum diketahui perusahaan mana yang siap mencetak surat suara.
Pada bagian lain, politisi senior PPP itu mengatakan bahwa kalau sampai pemilu sampai "molor" maka akan banyak kerugian yang harus ditanggung bangsa Indonesia, tidak hanya dari segi biaya tetapi juga segi ongkos sosial politiknya.
"Pemilu yang tertunda bahkan bisa menimbulkan krisis ketatanegaraan, dimana pemerintahan lama sudah demisioner sementara pemerintahan baru hasil pemilu belum terbentuk," katanya.
Menurut Chozin, apabila terjadi kondisi seperti itu pada tingkat daerah, masih dimungkinkan dilakukannya penunjukkan pelaksana tugas bupati/gubernur. Sementara untuk posisi presiden, bangsa Indonesia tidak pernah punya preseden sebelumnya.

PPP Sultra Siapkan Materi Pembekalan Caleg

K E N D A R I, SULTRA – Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Tenggara tengah menyusun jadwal dan materi pembekalan bagi para anggota calon legislatif, yang akan digelar bulan Februari mendatang, kata Wakil Ketua PPP Sultra, Boner Wasran di Kendari, Senin (12/1).Menurut Boner, pembekalan ini akan diikuti oleh seluruh caleg mulai dari DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota. ”Pematerinya dari koordinator wilayah (korwil) maupun dari DPP. Kita berharap ketua umum dapat hadir dalam pembekalan nanti,” jelas Boner.Meskipun pembekalan caleg baru akan digelar Februari mendatang, namun bukan berarti caleg PPP belum melakukan aktifitas sosialisasi ke masyarakat. ”Pembekalan yang kita lakukan ini lebih mengarah pada konsolidasi dan pematangan strategi kampanye nanti,” tambahnya.Di tingkat provinsi, jelas Boner, caleg PPP gencar mengadakan pertemuan dengan kelompok masyarakat dan tokoh-tokoh adat di berbagai daerah.Sementara pertemuan rutin yang diwajibkan digelar minimal dua kali, kini ditingkatkan, mengingat kian dekatnya saat pemilu. Sebagai partai lima besar peraih suara terbanyak di Sultra, saat ini PPP memiliki lima orang kader di DPRD. Kendati demikian, salah seorang kader mereka hengkang ke PAN. Proses PAW di DPRD belum tuntas sampai sekarang.Sekretaris DPC PPP Konawe Utara di tempat terpisah menjelaskan, salah satu aktifitas caleg PPP untuk menghadapi pemilu mendatang adalah rapat koordinasi yang akan digelar di Kabupaten Konawe Utara. ”PPP Konawe Utara akan menggelar rapat koordinasi di Kecamatan Sawa. Rencananya, 17 Januari,” kata Mubarok.Sebelumnya, Ketua DPW PPP Sultra, Yusran Silondae, menggelar temu kader di Kabupaten Konawe Utara yang dihadiri ratusan kadernya di daerah tersebut. Yusran mewanti-wanti kadernya untuk bisa meraih target 15 persen suara dalam pemilu nanti.

Muhammad Arwani Thomafi : Andalkan Jaringan Pondok Pesantren

PERJUANGAN Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Arwani Thomafi sebagai calon legislator (caleg) di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah III (Kabupaten Grobogan, Blora, Rembang,dan Pati) tidaklah mudah.
Selain dapil itu dikenal sebagai basis nasionalis,politikus muda ini pun harus menghadapi lawan-lawan berat. Dari Partai Golkar ada Firman Subagyo, sedangkan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ada Marwan Ja’far.Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga mengajukan calon berat Sonny Keraf, begitu pula Partai Demokrat kembali mencalonkan Ignatius Mulyono. Meski menempati nomor urut satu, Arwani tak mau lengah. Sebab, dengan sistem suara terbanyak, peluangnya sama dengan calegcaleg di bawahnya.Putra tokoh PPP almarhum KH Thoyfur ini akan menggunakan jaringan pesantren untuk mendapatkan simpati pemilih. ”Kalau mengandalkan dana, saya bisa kewalahan. Karena itu, jaringan pesantren saya manfaatkan untuk sosialisasi,” kata kader muda NU ini.Melalui strategi tersebut, Arwani banyak terbantu. Sebab, para kerabat maupun kolega menyambut baik pencalonannya. Konflik internal PKB diakuinya banyak membantu dalam menuai dukungan, khususnya di Pati. Bahkan, kata dia, banyak kader PKB pro-Gus Dur berkomitmen mendukung pencalonannya. ”Banyak alat peraga kampanye yang dibantu mereka (kader PKB pro- Gus Dur). Selain itu, kader-kader PPP telah bekerja keras mendukung saya,”terang alumnus UIN Sunan Kalijaga ini. Mantan aktivis HMI ini mengaku, penerapan sistem terbanyak mengharuskan dirinya all out di dapil. Bahkan, dirinya harus rela bolak-balik Jakarta–Rembang. ”Mau bagaimana lagi? Di Jakarta saya punya tugas, tapi di dapil jangan sampai lengah. Mungkin lain ceritanya kalau menggunakan nomor urut, bisa agak ringan. Sekarang ini tidak bisa lagi bersantai-ria,”ucapnya.