Senin, 02 Februari 2009

PPP Bangkalan Optimis Raih 10 Kursi DPRD

BANGKALAN, pulau-madura.com. Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Bangkalan optimis bisa meraih 10 kursi DPRD setempat dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2009 mendatang. Cita-cita tersebut yakin tercapai didasari melihat hasil pemilu 2004 silam, di mana PPP bisa mengantarkan 7 kadernya duduk di kursi DPRD.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bangkalan, Fany Rosidi Aziz mengatakan, target yang dipatok cukup realistis, bukan asal bicara. Tetapi sudah dilakukan penghitungan secara matang. Sehingga target 10 kursi dalam pileg 2009 mendatang bisa dengan mudah direngkuhnya.

“Kami bukannya sombong, tapi target 10 kursi itu sangat realistis mengingat perolehan pada pemilu 2004 PPP mencapai 7 kursi. Berarti, kami hanya membutuhkan 3 kursi ,lagi untuk mencapai target itu,” ungkap Fany, Jumat (21/11).

Lebih lanjut Fany, dirinya mengaku untuk mendapatkan 10 kursi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Sehingga mulai sekarang, dirinya bersama 36 caleg yang diusung PPP sudah melakukan konsolidasi. Supaya dalam pileg 2009 dukungan dari masyarakat mengalir deras padanya.

“Kini kami sudah melancarkan strategi yang telah dirumuskan beberapa hari lalu terkait bagaimana cara menarik dukungan dari masyarakat agar mereka memilih,” ucapnya.

Fany menjelaskan, salah satu strategi yang dipakai adalah membentuk kader penggerak massa. Kader tersebut yang intens turun desa-desa untuk mencari dukungan agar bisa mengantarkan caleg PPP di kursi DPRD Bangkalan.

“Selain itu, kami juga menganut system suara terbanyak, bukan nomor urut. Sehingga semua nomor yang ditempati para caleg sama-sama berpeluang menjadi anggota dewan. Kami all out dalam menghadapi pileg ini,” ujarnya.

Menurut Fany, basis massa dari PPP sendiri berada di semua daerah pemilihan (Dapil). Itu terbukti dalam pemilu 2004, setiap dapil ada satu kader PPP yang mendapatkan kursi, bahkan satu dapil 2 caleg yang dapat kursi. “Kita hanya mengintensifkan lagi dukungan dari tiap-tiap dapil,” terangnya.

Minggu, 01 Februari 2009

Bupati Jember Dipuji Sebagai Anggota PPP

Jember - Bupati Muhammad zainal Abidin Djalal dipuji-puji sebagai anggota dan pendukung Partai Persatuan Pembangunan, dalam acara Hari Lahir PPP, di Pondok Pesantren Maghfilud Dluror, Rabu sore (28/1/2009).

Tidak main-main, yang memuji-muji adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Jember sendiri, Ali Wafa. "PPP sekarang sudah dapat enam kursi (di DPRD Jember). Dengan dibantu Bapak Bupati Djalal, insya Allah akan dapat 15 kursi (dalam pemilu 2009)," katanya disambut tepuk tangan dan teriakan hadirin.

Wafa menegaskan, Djalal telah membantu seratus persen pendanaan acara Hari Lahir PPP di pondoknya tersebut. Ia mengaku telah bicara dengan Djalal di Pendapa Wahyawibawagraha.

"Kata beliau, 'tolong Pak Kiai, atributnya yang banyak, saya PPP'. Kalau Bupati PPP, saya harap kepala dinas, camat, hingga kepala desanya PPP semua," kata Wafa.

Saat mendapat giliran naik pentas, Djalal mengatakan, bahwa dirinya pegawai negeri sipil. "Walau bupati, saya PNS. Jadi tidak boleh masuk partai," katanya.

Namun, Djalal mengakui dekat dengan PPP, dan sudah tiga kali berbicara di depan forum PPP. "Saya dekat dengan Pondok pesantren seperti di rumah sendiri," katanya.

"Saya dekat sekali dengan kiai PPP, karena saat pilihan bupati selama enam bulan membaca Al fatihah untuk saya. Jadi berdosa bagi saya jika tidak mebantu kiai-kiai di depan saya," kata Djalal disambut tawa Ali Wafa.

Djalal lantas berpesan agar semua pihak berpolitik secara bijaksana dalam pemilu 2009. "Jangan gara-gara ingin menang, kita mengorbankan nilai-nilai agama dan nilai-nilai moral kita," katanya.

PPP JEMBER TARGETKAN 15 KURSI DPRD

JEMBER, JATIM – Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Jember memasang target perolehan 15 kursi DPRD Kabupaten Jember pada Pemilu Legislatif, 9 April 2009.

Target tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPC PPP Jember, Mochamad Rifa’i, Jumat (30/1). Hal yang sama juga sempat diulang Ketua DPC PPP Jember, KH Ali Wafa saat pidato dalam menyambut kedatangan beberapa pengurus DPP PPP saat turun ke daerah-daerah, termasuk ke Kabupaten Jember.

Baik Rifa’i maupun Ali Wafa mengungkapkan, target lima belas kursi dewan harus diisi caleg DPC PPP Jember, memang dirasakan sangat berat. Tetapi bukan sesuatu yang mustahil hal itu bisa dipenuhi.

“Situasi politis dan netralitas Nahdliyin bisa menjadi penentu perolehan suara caleg,” tambah Rifa’i.

Ghirah para kader PPP Jember belakangan tambah naik. Selain telah didatangi Ketua MPP PPP Pusat, Bachtiar Chamsyah, juga upaya merekat kembali kepedulian para kiai di Kabupaten Jember yang selama ini menjadi pendulang utama perolehan suara bagi kader yang dicalegkan.

Menurut Rifa’i, sejak dulu hingga sekarang PPP tidak lepas dari peranan kiai. Khusus di Jember dukungan para kiai sangat kuat dan berpengaruh dalam menentukan jumlah kursi di dewan.

“Sekarang dalam sistem suara terbanyak diprediksi figur seorang kiai memang berkurang. Tetapi akan tetap menjadi vote getter paling efektif. Sebab itu langkah DPC PPP Jember dalam upaya memenuhi target 15 kursi, sekarang sedang melakukan pendekatan khusus pada kiai-kiai yang dulu pernah menjadi pendukung fanatik PPP,” ungkap Rifa’i.

Seperti halnya pada temu kader dengan Bachtiar Chamsyah di Jember, para caleg seperti mendapat suntikan amunisi baru. Hingga di hadapan kader yang kini menjadi Menteri Sosial itu, Ketua DPC PPP Jember, KH Ali Wafa berkeyakinan dengan memasang target 15 kursi dewan harus diisi kadernya.

Rifa’i dan Ali Wafa juga sepakat untuk menjalankan sekaligus mengamankan program Menteri Sosial Bachtiyar Chamsyah di tingkat bawah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) menyatakan, keberhasilan Pemerintahan SBY sekarang tidak luput dari peran dua menteri yang berasal dari kader PPP. Demikian pula dengan program-program Kementrian Koperasi Suryadharma Ali.

Kedua tokoh partai berlambang Ka’bah itu, menyebutkan, kedua menteri ini memang terlibat aktif dalam upaya mengentas puluhan juta orang yang hidup dalam kemiskinan sampai sekarang jumlahnya berkurang. Sesuai data Bachtiyar Chamsyah, kini masih ada 35 juta orang lagi orang miskin yang perlu dituntaskan melalui berbagai program.

Lebih lanjut, Ali Wafa juga optimis menjalankan program strategis sesuai petunjuk Ketua MPP DPP PPP, Bachtiyar Chamsyah kepada fungsionaris PPP di daerah. Yakni ikut mengefetktifkan program-program unggulan untuk mengentas rakyat yang terjerat kemiskinan.

Seperti program Raskin (beras untuk rakyat miskin), PKH (Program Keluarga Harapan) serta PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri. Implementasi dari berbagai program tersebut ternyata mampu mengurangi angka kemiskinan. -

PPP SUMENEP GELAR HARLAH DAN KONSOLIDASI CALEG

SUMENEP, JATIM - Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembanguan Kabupaten Sumenep, menggelar Harlah Ke-36 dan konsolidasi para caleg, bertempat di aula Hotel Syafari Jaya, Jl Trunojoyo, Sabtu (31/1).

Kegiatan tersebut mengambil tema, PPP Menuju Jalan Baru Indonesia, Membangun Masyarakat Adil dan Bermartabat.

Ketua DPC PPP Sumenep, KH A Warits Ilyas mengatakan, kegiatan itu dilakukan disamping untuk merayakan hari lahir Partai, juga sebagai wahana konsolidasi partai dengan para calegnya menjelang Pemilu 2009.

"Kita berupaya melalui kegiatan ini, partai PPP dan calegnya bisa memenangkan pemilu 2009 ini," katanya.

Hadir dalam kesempatan itu, seluruh caleg PPP di Kabupaten Sumenep, dan juga sejumlah caleg PPP DPRD Jawa Timur dan pusat yang maju dari Dapil XI Madura.

Menurut Kiai Warits, acara Harlah memang menjadi agenda tahunan dari pusat hingga daerah. Bahkan, Pihaknya akan menginstruksikan kepada semua Pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan untuk menggelar acara yang sama.

Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, desa Guluk-guluk, Sumenep ini menjelaskan, konsolidasi para caleg yang dilakukan di sela-sela Harlah itu adalah semata-mata untuk semakin merapatkan barisan menjelang pemilu legislatif.

"Karena saat ini sistemnya menganut kepada suara terbanyak, maka para caleg perlu selalu diberi pemahaman terkait dengan pelaksanaan pemilu 2009," jelasnya.

Sabtu, 31 Januari 2009

Gus Dur Besarkan PPP, Yenny ke PDI-P

JAKARTA (Lampost): Mantan Presiden K.H. Abdurahman Wahid (Gus Dur) menyatakan ingin membesarkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sedangkan putrinya, Yenny Wahid, menggalang koalisi PKB Gus Dur dengan PDI-P.
Upaya Gus Dur membesarkan partai berlambang Kakbah ini antara lain dengan mengajak Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali berkunjung ke pesantren-pesantren di Jawa Timur. "Insya Allah, bulan Februari nanti, Gus Dur mengajak saya ke basis massanya di Jawa Timur," kata Surya Dharma Ali seusai mengadakan pertemuan dengan Gus Dur di kawasan Ciganjur, Jakarta, Selasa (27-1) malam.
Surya Dharma datang bersama istri dan K.H. Nur Iskandar S.Q. Sang tamu yang datang sekitar pukul 21.00 itu disuguhi lumpia semarang dan lapis legit oleh tuan rumah beserta Ibu Sinta Nuriyah. Mereka ngobrol sampai lebih dari satu jam. "Gus Dur akan turun langsung dalam Forum PPP Ngaji Bareng Gus Dur. Untuk yang pertama, kami akan lakukan di Jawa Timur bulan depan," kata Surya Dharma.
Setelah di Jawa Timur yang merupakan basis utama pendukung Gus Dur, Forum PPP Ngaji Bareng Gus Dur akan dilaksanakan di daerah lain di Jawa dan luar Jawa. "Bagaimanapun Gus Dur punya ikatan sejarah dan emosional dengan PPP. Saya yakin Gus Dur tidak akan meninggalkan PPP," kata dia.
Kini, kata Surya Dharma Ali, sekitar 200 ulama terkenal yang pernah ke luar dan mendirikan partai lain, akan kembali ke pangkuan PPP dan akan membuat partai berlambang Kakbah ini menjadi partai Islam terbesar di Indonesia. Kembalinya 200 ulama itu dirayakan berbarengan dengan peringatan hari lahir ke-36 PPP di Jakarta Expo Kemayoran, Sabtu (25-1).
Ulama yang kembali ke PPP di antaranya .K.H Syukron Mamun yang merupakan salah satu pendiri dari Partai Kesatuan Nahdatul Ummah (PKNU), K.H. Nur Iskandar SQ salah satu pendiri PKB, Zainuddin M.Z., pendiri Partai Bintang Reformasi, Habib Idrus, sertai sejumlah ulama dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, mengutip ucapan Gus Dur soal kerja sama PKB pro-Gus Dur dengan PDI-P seperti dideklarasikan Yenny Wahid dan Sekjen PDI-P Pramono Anung, menurut Surya Dharma Ali, sifatnya lokal. "Yang sifatnya nasional akan digelar bersama PPP."
Manuver Yenny Wahid juga mendapat kecaman sejumlah elite PKB karena dinilai melampaui wewenang Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum. Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB) DPR, Effendi Choirie, misalnya secara de facto dan de jure yang memimpin partai adalah Muhaimin Iskandar. Muhaimin dalam rapat internal PKB belum memutuskan apa pun soal koalisi PKB dengan partai lain. "Muhaimin saja belum melakukan itu, Yenny kan sekadar wasekjen," imbuhnya, kemarin.

PPP Minta Caleg Rangkap BPD Tidak Dicoret

LUMAJANG, JATIM Ketua DPC PPP Kabupaten Lumajang, Jamal Alkatiri mengatakan tidak sependapat dengan beberapa pengurus partai lain di Lumajang yang berpendapat bahwa anggota BPD (Badan Perwakilan Desa) tidak boleh merangkap menjadi caleg karena dinilai memakan gaji dari negara atau setara status PNS. “Kalau itu alasannya, saya juga menuntut KPU agar semua anggota DPR yang sekarang masuk daftar caleg dicoret dari daftar pencalegan,” kata Jamal.Jamal mengatakan, anggota BPD tidak digaji, melainkan hanya menerima honorarium yang sebesar antara Rp 100.000 – Rp 150.000 per bulan. Honorarium anggota BPD itu diambilkan dari dana ADD (Alokasi Dana Desa) yang diterima pemerintah desa tiap empat bulan sekali. Honor sebesar itu, kata Jamal, belum ada apa-apanya dibandingkan pendapatan bulanan anggota DPRD. “Gaji DPR sebulan bisa dibelikan mobil. Tetapi honorarium BPD sebulan, belum tentu cukup untuk beli beras,” kata Jamal.Apabila status caleg anggota BPD masih dipersoalkan, lanjut Jamal, maka yang harus bertanggungjawab adalah pihak KPU. ”Kalau memang ada peraturan yang melarang, mengapa pihak KPU membiarkan anggota BPD mendaftar sebagai caleg hingga namanya tercantum dalam DCT (daftar calon tetap)” kata Jamal.Jamal mengakui, di antara 34 caleg dari partainya, terdapat seorang caleg yang menjabat Ketua BPD di Kecamatan Sumbersuko. Caleg yang mengajar di sebuah MTS swasta itu berada di Dapil 4 nomor urut 1. Ketua KPU Kabupaten Lumajang, Misbahul Munir mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu apakah mereka yang mendaftarkan diri sebagai caleg lewat partai itu merupakan anggota BPD atau bukan. Sebab dalam peraturan KPU maupun formulir pendaftaran caleg, tidak ditemukan pengecualian bagi anggota BPD.

PPP Sultra Gelar Pembekalan Caleg

KENDARI, SULTRA – DPW PPP Sultra menggelar pembekalan caleg sehari penuh yang dihadiri oleh seluruh caleg dari 12 kabupaten/kota dan caleg untuk DPRD provinsi dan DPR pusat, di Hotel Aden, Kendari, Sabtu (31/1). Pembekalan ini dibuka langsung oleh salah seorang Ketua Pengurus Harian DPP PPP, Nurhayati Payapo, yang juga Koordinator Wilayah Sulawesi.Ketua DPW PPP Sultra, Yusran Silondae menyebutkan, total caleg PPP di Sultra sebanyak 284 orang yang terdiri dari 238 caleg DPRD kabupaten/kota, 40 caleg DPRD provinsi, dan enam caleg DPR pusat.Jumlah caleg ini akan bertarung mewujudkan target 15 persen suara. ”Ini merupakan target nasional. Tapi melihat situasi di Sultra, kami optimis bisa melampaui target nasional,” katanya.Pada Pemilu 2004 lalu, kata Yusran, PPP Sultra meraih 11 persen suara sehingga sukses menempatkan lima orang kadernya di DPRD provinsi dan 34 lainnya di 12 DPRD kabupaten/kota.Sementara itu, dalam pembekalan caleg, Ketua KPUD Sultra, Bosman dan anggota Panwaslu Sultra, Zamzam Said juga memberikan materi untuk para caleg PPP. Materi yang mereka sampaikan lebih pada aturan dan rambu-rambu seputar kampanye dan pemilihan.