Senin, 02 Maret 2009

Caleg Kades PPP di Bondowoso Non Aktif

BESERTA TIGA KEPALA DESA MULAI DI NON AKTIFKAN

BONDOWOSO, JATIM – Pemerintah Kabupaten Bondowoso akhirnya menonantifkan empat kepala desa (kades) yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg). Keempat kades tersebut menerima surat pemberhentian sementara hingga Pemilu legislatif (Pileg) pada 9 April 2009.

Keempat kades tersebut, Kades Wonokerto Suyitno dan Kades Wringin Arak-Arak, Saat. Keduanya sama-sama menjadi caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP); Kades Sukorejo Mujahri yang menjadi caleg Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), serta Kades Carme Harli Priatmoko, menjadi caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Kades Carme Harli Priatmoko saat ditemui, mengungkapkan, telah terima surat pemberhentian itu pada 28 Februari lalu. Sejak saat itu, ia sudah menyerahkan semua fasilitas desa kepada sekdesnya.

Minggu, 01 Maret 2009

Caleg PPP Sumenep Dibebani Rp 3 Juta untuk Saksi

SUMENEP, JATIM – Sebanyak 36 calon legislatif (caleg) dari Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sumenep, masing-masing dibebani dana Rp 3 juta untuk kepentingan rekrutmen saksi dengan total biaya Rp 150 juta dalam Pemilu, 9 April mendatang.

Hal tersebut disepakati dalam kesempatan rapat koordinasi antarcaleg PPP Sumenep, di sekretariat DPC-PPP Sumenep, Jl Lingkar Barat, Minggu (1/3).

Wakil Sekretaris DPC-PPP Kabupaten Sumenep, Ahmad Asyari mengatakan, semua caleg telah sepakat menanggung beban dana saksi dan mereka wajib mengeluarkan dana masing-masing sebesar Rp 3 juta.

Dalam Pemilu saat ini, paparnya, di Sumenep ada 2.597 TPS, sehingga saksi minimal sebanyak itu ditambah lagi saksi di masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang ditarget paling tidak dua orang saksi. 

"Kekurangan dana itu nantinya akan diambilkan dari kas parta. Karena sedikitnya kita membutuhkan dana untuk saksi itu sebanyak Rp 150 juta," paparnya.

"Rekrutmen saksi dalam Pemilu ini sepakat kontribusinya sebagian ditanggung para caleg," kata Asyari saat ditemui seusai rapat, Minggu (1/3).

Menurut caleg PPP yang maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep V ini, jika dikalkulasi sumbangan dari para caleg itu tidak mencukupi untuk kebutuhan para saksi. Karena targetnya setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) diupayakan ada saksi.

Asyari menjelaskan, rekrutmen saksi PPP itu akan segera dilakukan di masing-masing Pengurus Anak Cabang (PAC), sehingga pihaknya bisa segera memberikan bekal pengetahuan kepada mereka. Dalam waktu dekat ini, DPC PPP akan segera merektrut saksi itu. Karena pelaksanaan Pemilu legislatif telah kurang 39 hari lagi. 

Sementara itu di tempat yang sama, Abd Rahem, salah seorang caleg PPP Sumenep dari Dapil II mengaku akan mengikuti kesepakatan bersama. Apapun alasannya, kalau itu sudah menjadi kesepakatan bersama dalam partai, kita akan mengikutinya.

Rahem mengaku, sama sekali tidak merasa keberatan meski harus mengeluarkan koceknya sebesar Rp 3 juta. Karena hal untuk kepentingan suksesnya PPP dalam Pemilu tahun ini.

Caleg PPP Sebar 200 Ribu Contoh Surat Suara

SUMENEP, JATIM – Calon legislatif (caleg) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ir Farid Alfauzi, yang ingin maju untuk menjadi anggota DPR RI mulai menyebarkan 200 ribu contoh surat suara se-Madura, Minggu (1/3).

Farid yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) XI Madura, mengemukakan, selain itu alat peraga kampanye yang juga disebarkan ke empat kabupaten di Madura. Yakni berupa banner dan baliho gambar caleg serta stiker saku yang banyaknya mencapai 150 ribu lembar.

Alat peraga kampanye diri Farid tersebut, disebarluaskan lengkap dengan posisi namanya dan tanda contreng yang berada di urutan pertama untuk wilayah Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Farid bergerak dengan anggota tim sukses pencalegan dirinya.

Seorang anggota Tim Sukses Farid Alfauzi di Sumenep, Baihaqy Ady mengatakan, secara terorganisir semua alat peraga kampanye itu akan disebar oleh tim sukses yang sudah terbentuk di masing-masing desa se-Madura, termasuk juga di Sumenep.

Jadi, hal ini adalah bagian strategi pemenangan untuk PPP di Madura dan khususnya bagi Farid. Sedangkan bagi Baihaqy, banyaknya alat peraga kampanye yang disebar di Madura itu sesuai dengan target perolehan suara untuk wilayah Madura. Yakni, masing-masing kecamatan ditarget minimal mendulang suara 50 ribu.

Namun sebenarnya, lanjut Baihaqy, karena saat ini sudah menganut suara terbanyak bisa jadi kita akan bekerja maksimal guna mendapat hasil yang maksimal. Selain menyebar ratusan ribu alat peraga kampanye, secara berkala, di setiap kabupaten dijadwal pertemuan konstituen dengan Farid Alfauzi. Masing-masing kabupaten dijatah empat kali pertemuan.

"Untuk di Sumenep sendiri dijadwal dalam minggu ini, tim sukses dan konstituen PPP akan bertemu dengan Farid Alfauzi," jelasnya.

Jumat, 27 Februari 2009

Dede Pemain Terbaik Futsal Piala Hasrul Azwar

Medan ( Berita ) : Dede Iskandar dari tim New 09 terpilih sebagai pemain terbaik, sementara Mahmud Aziz dari New Sukma FC pencetak gol terbanyak pada turnamen sepak bola futsal memperebutkan Piala Bergilir Hasrul Azwar, di lapangan futsal Jalan STM Medan yang berakhir Minggu [14/02] malam.

Turnamen futsal yang diikuti 24 tim dan berlangsung sejak 30 Januari lalu, selain memperebutkan Piala Hasrul Azwar Ketua DPP PPP yang juga Ketua Komisi VIII DPR RI, juga menyediakan hadiah uang total Rp 11 juta untuk juara I Rp 5 juta, II Rp 3 juta, III Rp 2 juta, pemain terbaik dan top skor masing-masing Rp 500 ribu. Pada partai final tim Platinum 188 keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mulia FC 4-1 yang harus mengakui menjadi runer-up dan juara III ditempati tim New 09. Sedangkan Mahmud Aziz yang ditetapkan menjadi top skor dengan 23 gol sebelumnya pernah memperkuat PSMS Medan, Klub Galatama Medan Jaya dan PSP Padang.

Walikota Medan yang diwakili Sekda Drs. Dzulmi Eldin ketika menutup turnamen futsal tersebut, menyatakan optimistis banyak turnamen seperti yang digelar oleh Hasrul Azwar akan lahir pemain-pemain sepak bola handal dari Kota Medan.

Ia juga bangga terhadap tokoh DPP PPP tersebut yang menyediakan lahan dan membangun fasilitas olahraga tidak hanya lapangan futsal, bola voli dan tenis lapangan untuk dimanfaatkan secara gratis kepada masyarakat luas.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Drs. H.Hasrul Azwar, MM didampingi ketua pelaksana M. Syarif mengatakan turnamen tersebut akan digelar setiap tahun.

Panitia sengaja membatasi usia pemain 17-35 tahun yang sasarannya bisa membantu menemukan pemain untuk disumbangkan kepada PSSI, tutur Hasrul yang mengaku masih sering bermain futsal dengan anggota DPR RI dan sejumlah tokoh di Jakarta. 

Kamis, 26 Februari 2009

Lebih Dekat dengan Nurzani Setiawan S.Sos

Minta Restu Ibu sebelum Daftar Caleg DPRD Kota Jogja


CERDAS, simpati, humanis dan bersahaja. Itulah sosok Nurzani Setiawan S.Sos yang akrab disapa Inung. Pria yang murah senyum ini tercatat sebagai calon legislatif DPRD Kota Jogja dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).Inung merupakan caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Nomor Urut 3.
Bagi warga Gondomanan, Pakualaman, Ngampilan dan Wirobrajan, nama Inung telah dikenal. Bahkan, populer. Maklumlah, Inung yang tinggal di Jalan Nyai Ahmad Dahlan 73 Kauman ini supel dan mudah bergaul.Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan olah raga. Segudang jabatan dipegangnya. Antara lain, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alun-alun Utara (altar), ketua Perca Altar, ketua PS Altarkid, ketua I Percasi Kota Jogja dan Penasihat PKL Alkid.
Dalam kegiatan politik, bapak dari Raka Al Fadli dan Al Fika Nur Haliza ini menjadi Pembina Angkata Muda Ka'bah (AMK) Kota Jogja."Saya ingin hidup ini bisa memberi manfaat, kebaikan dan kebahagiaan bagi orang lain," tutur Inung yang saat ini juga menjabat sebagai pimpinan Altar Ria Production.
Altar Ria saat ini meramaikan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) dengan menyuguhkan permainan anak-anak yang menarik dan menghibur. Salah satunya permainan bom-bom car yang setiap hari dibanjiri pengunjung.Nah, pada Pemilu 2009, Inung akhirnya meramaikan bursa pemilihan anggota legislatif DPRD Jogja. Pasalnya, Inung selama ini menolak menjadi caleg.
Namun, karena dorongan dan dukungan sahabat serta masyarakat, pria kelahiran Jogja 10 November 1966 ini bersedia. Pernyataan bersedia dicalonkan diungkapkan setelah meminta restu kepada ibunya, Hj Chalifah Djazim."Bismilllah. Bila Allah SWT meridhai saya berada di dewan, saya ingin melayani masyarakat," kata Inung yang sukses menyelenggarakan berbagai kegiatan hiburan. Antara lain, Gondomanan Fair dan Ngabean Fair. Termasuk kegiatan olah raga.Inung ingin membahagiakan dan membuat hidup masyarakat tenteram.
Bahkan, Inung terang-terangan akan melanjutkan program-program pemkot di bawah kepemimpinan Wali Kota Herry Zudianto dan Wawali Haryadi Suyuti."Saya ingin melanjutkan program-program yang memberi manfaat bagi masyarakat," kata Inung yang pernah menjadi pegawai salah satu BUMN ini.Misalnya mengenai pendidikan, pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL), dan mengoptimalkan industri kerajinan dan pariwisata.Inung juga ingin memeriahkan Kota Jogja dengan kegiatan seni dan budaya. Termasuk menyemarakkan Jogja dengan hiburan lawak.
"Janganlupa, dunia lawak juga menjadi roh Jogja. Kita pernah mempunyai pelawak yang melegenda seperti Basiyo, Junaidi dan Pak Besut," tuturnya.
Kepeduliannya terhadap dunia lawak itu yang membuat sejumlah pelawak mendukung Inung menjadi caleg.
Antara lain Sugeng Iwak Bandeng, Aldo Iwak Kebo dan Mbah Darmo "Mr X". "Tentu saja kita sangat mendukung dan mendokakan supaya Mas Inung jadi anggota dewan," tutur Aldo diamini Sugeng dan Mbah Darmo.

Rabu, 25 Februari 2009

Muliaty Ajak Kader PPP Rapatkan Barisan

MAKASSAR -- Calon anggota DPRD Sulsel dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muliaty Mastura Yusuf terus memantapkan basis konstituennya di empat kabupaten yang menjadi zona daerah pemilihan III. Ke empat kabupaten itu adalah Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan Selayar.Pekan lalu, caleg nomor urut tiga itu melakukan konsolidasi di Kecamatan Bissappu, Uluere, dan Tompobulu, Bantaeng. Dalam pertemuan itu, Muliaty mengajak kader PPP agat tetap merapatkan barisan menjelang pemilu legislatif April mendatang.
"Kader PPP di akar rumput harus tetap merapatkan barisan menjunjung tinggi asas kebersamaan dan saling menghargai dan sipakatau. Kita harus menjaga keutuhan dan jangan mudah tergoyahkan dengan politik uang," kata Muliaty.
Ia mengatakan pemilu kali ini memang lebih kompetitif dibanding pemilu sebelumnya. Selain karena jumlah partai lebih besar, jumlah calon wakil rakyat yang mengincar kursi parlemen juga makin bertambah. Untuk itu, kata dia, dibutuhkan soliditas kader.
"Jangan karena uang pecahan lima puluh ribu membuat kita sengsara dan menyesal selama lima tahun," kata Muliaty lagi.
Selain di Bulukumba, fungsionaris DPW PPP Sulsel itu juga melakukan hal sama di Herlang, Bulukumba. Muliaty kaget dengan adanya selebaran yang beredar di Bulukumba yang berisi imbauan untuk tidak memilih caleg dari PPP.
Tetapi Muliaty tidak terlalu mempersoalkan selebaran itu. Ia bahkan mengajak kader dan caleg PPP di Bulukumba agar tidak mudah terprovokasi. Kader PPP juga diminta senantiasa menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.
"Jika ada orang yang menganiaya dan kita merasa dizalimi, justru masyarakat akan lebih simpati pada kita. Kader PPP harus kuat dan bersatu untuk memperoleh target suara sebanyak-banyaknya," tegasnya. Dalam kunjungannya di Bulukumba, Muliaty ditemani master campaignya, Sunandar dan beberapa timnya.
Kunjungan Muliaty berakhir di Selayar. Di daerah itu, Muliaty menggelar orientasi caleg dan monitoring saksi. Beberapa pengurus DPW PPP Sulsel ikut hadir dalam orientasi itu. Di antaranya Sekretaris DPW Taufiq Zainuddin dan caleg DPRD Sulsel dapil III, Ahmad Salareng.

PPP Sampang Cetak 100 Ribu Contoh SS untuk Sosialisasi

SAMPANG, JATIM – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Sampang mencetak contoh surat suara sebanyak seratus ribu lembar. Hal itu dilakukan untuk mempermudah para calon legislatif (Caleg) PPP melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait sistem pencontrengan surat suara pada Pileg mendatang.
Pencetakan contoh surat suara tersebut dilakukan untuk meminimalisir tingkat kesalahan pada pemilih. Pasalnya, masyarakat menganggap dalam menggunakan hak pilih masih menggunakan alat coblos. Padahal, sekarang menggunakan alat tulis dengan cara mencontreng.
Salah satu calon anggota legislatif dapil 2 dari partai itu, Joni Purnomo, saat dihubungi di Kantor sekretariat PPP di Jl Bahagia Sampang, Kamis (26/02) membenarkan adanya pencetakan sejumlah contoh kertas suara itu, dan dia juga menjelaskan, setiap caleg PPP akan dibekali 300 lembar contoh surat suara.
Dengan pembagian masing-masing contoh surat suara, sebanyak 100 lembar untuk DPRD Kabupaten, untuk DPRD Jatim, dan contoh surat suara untuk DPR RI.
Menurut Joni, selain menimalisir tingkat kesalahan pemilih, mencetak contoh surat suara itu dilakukan karena hingga kini KPUD Sampang belum juga melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan pileg.
Ia mengaku, pencetakan contoh surat suara tersebut juga merupakan kritikan terhadap petugas KPUD Sampang atas kinerjanya yang lamban. Sebab, hingga H- 42 pelaksanaan Pileg KPUD belum juga melakukan sosialisasi.
“Bagaimana masyarakat bisa tahu tentang pelaksanaan pileg yang baru, sementara petugas KPUD-nya tidak bergerak dalam melakukan sosialisasi. Jika ini terus terjadi, maka kekhawatiran caleg akan tingginya angka golput bisa terwujud,” katanya.