
Rabu, 18 Maret 2009
Dana Kampanye PPP Bima Terbanyak
Kota Bima, Nusatenggaranews.com.-
Partai politik (Parpol) manakah yang memiliki dana kampanye tertinggi? Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima, Partai Golkar paling banyak rekening dana kampanyenya, yakni senilai Rp1,75 miliar.
Untuk Kabupaten Bima, KPU setempat mencatat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memiliki dana rekening kampanye terbanyak sebesar Rp388 juta.
Ketua Pokja Kampanye Pemilu KPU Kota Bima, Fatmatul Fitriah, menjelaskan urutan kedua adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rp280 juta, Partai Bulan Bintang (PBB) Rp113 juta, disusul Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Rp94 juta, dan Partai Pelopor Rp71,5 juta. Untuk dana kampanye terendah adalah Partai Damai Sejahtera (PDS) yakni Rp170 ribu. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kampanye.
Dikatakannya, kampanye rapat umum dimulai 16 Maret hingga 5 April mendatang. Masing-masing Parpol akan melaporkan penggunaan kampanyenya berdasarkan format ketentuan aturan Nomor 1 Tahun 2009 tentang Pelaporan Dana Kampanye.
“Penyerahan dana rekening kamapanye oleh partai di Kota Bima dilakukan jauh dari sebelum batas akhir 9 Maret lalu,” katanya kepada Bimeks di KPU Kota Bima, Rabu.
Bagaimana di Kabupaten Bima? Ketua KPU Kabupaten Bima, Ichwan P Syamsudin, mengatakan Parpol yang memiliki dana rekaning terbanyak adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yakni Rp38,8 juta, sementara Partai Golkar menempati posisi kedua Rp27,4 juta dan Partai Amanat Nasional (PAN) Rp10 juta.
“Jumlah dana kampanye terendah dua partai, yakni PKNU dan PKDI masing-masing 50 ribu rupiah,” ujarnya di lapangan Merdeka Bima, Rabu.
Partai politik (Parpol) manakah yang memiliki dana kampanye tertinggi? Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima, Partai Golkar paling banyak rekening dana kampanyenya, yakni senilai Rp1,75 miliar.
Untuk Kabupaten Bima, KPU setempat mencatat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memiliki dana rekening kampanye terbanyak sebesar Rp388 juta.
Ketua Pokja Kampanye Pemilu KPU Kota Bima, Fatmatul Fitriah, menjelaskan urutan kedua adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rp280 juta, Partai Bulan Bintang (PBB) Rp113 juta, disusul Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Rp94 juta, dan Partai Pelopor Rp71,5 juta. Untuk dana kampanye terendah adalah Partai Damai Sejahtera (PDS) yakni Rp170 ribu. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kampanye.
Dikatakannya, kampanye rapat umum dimulai 16 Maret hingga 5 April mendatang. Masing-masing Parpol akan melaporkan penggunaan kampanyenya berdasarkan format ketentuan aturan Nomor 1 Tahun 2009 tentang Pelaporan Dana Kampanye.
“Penyerahan dana rekening kamapanye oleh partai di Kota Bima dilakukan jauh dari sebelum batas akhir 9 Maret lalu,” katanya kepada Bimeks di KPU Kota Bima, Rabu.
Bagaimana di Kabupaten Bima? Ketua KPU Kabupaten Bima, Ichwan P Syamsudin, mengatakan Parpol yang memiliki dana rekaning terbanyak adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yakni Rp38,8 juta, sementara Partai Golkar menempati posisi kedua Rp27,4 juta dan Partai Amanat Nasional (PAN) Rp10 juta.
“Jumlah dana kampanye terendah dua partai, yakni PKNU dan PKDI masing-masing 50 ribu rupiah,” ujarnya di lapangan Merdeka Bima, Rabu.
Dana Awal Kampanye Kota Probolinggo, PPP Tertinggi
Mulai hari ini hingga 5 April nanti parpol-parpol mengarungi masa kampanye dua putaran. Setiap hari ada 4 parpol yang berkampanye. Setiap parpol kebagian jatah dua hari berkampanye. Lalu seberapa besar dana yang disiapkan parpol-parpol untuk kampanyenya?
KPU Kota Probolinggo telah menerima laporan dana awal kampanye dari masing-masing parpol. Berdasar data tersebut, sementara ini PPP adalah parpol yang memiliki dana awal kampanye tertinggi. Yakni mencapai Rp 422 juta.
"Semua laporan dana kampanye sudah kami terima. Jumlah dana yang dilampirkan sesuai dengan isi rekening. Tapi, tidak sedikit yang rekeningnya masih atas nama pribadi namun penggunaan untuk kepentingan parpol itu sendiri," kata Ketua KPU Ali Muchtar.
Dia lantas merinci 13 parpol pemilik dana awal kampanye tertinggi. Yakni PPP Rp 422 juta, Partai Pelopor Rp 125.700.000, Partai Golkar Rp 105.250.000, Partai Demokrat Rp 75 juta, dan PKNU Rp 55 juta. Disusul kemudian PKDI Rp 49 juta, PPNUI Rp 10 juta, PBB Rp 6,2 juta, PBR Rp 5.830.000, PPRN Rp 5,9 juta, PAN Rp 5 juta, PDIP Rp 5 juta dan PPI Rp 4.581.000.
Di samping bernilai jutaan, ada juga parpol yang dana awal kampanyenya cuma kisaran puluhan ribu. "Ada juga yang dana awal di saldo rekening cuma Rp 200 ribu, Rp 100 ribu sampai Rp 82 ribu," imbuh Ali Muchtar.
Mulai hari ini hingga 5 April nanti parpol-parpol mengarungi masa kampanye dua putaran. Setiap hari ada 4 parpol yang berkampanye. Setiap parpol kebagian jatah dua hari berkampanye. Lalu seberapa besar dana yang disiapkan parpol-parpol untuk kampanyenya?
KPU Kota Probolinggo telah menerima laporan dana awal kampanye dari masing-masing parpol. Berdasar data tersebut, sementara ini PPP adalah parpol yang memiliki dana awal kampanye tertinggi. Yakni mencapai Rp 422 juta.
"Semua laporan dana kampanye sudah kami terima. Jumlah dana yang dilampirkan sesuai dengan isi rekening. Tapi, tidak sedikit yang rekeningnya masih atas nama pribadi namun penggunaan untuk kepentingan parpol itu sendiri," kata Ketua KPU Ali Muchtar.
Dia lantas merinci 13 parpol pemilik dana awal kampanye tertinggi. Yakni PPP Rp 422 juta, Partai Pelopor Rp 125.700.000, Partai Golkar Rp 105.250.000, Partai Demokrat Rp 75 juta, dan PKNU Rp 55 juta. Disusul kemudian PKDI Rp 49 juta, PPNUI Rp 10 juta, PBB Rp 6,2 juta, PBR Rp 5.830.000, PPRN Rp 5,9 juta, PAN Rp 5 juta, PDIP Rp 5 juta dan PPI Rp 4.581.000.
Di samping bernilai jutaan, ada juga parpol yang dana awal kampanyenya cuma kisaran puluhan ribu. "Ada juga yang dana awal di saldo rekening cuma Rp 200 ribu, Rp 100 ribu sampai Rp 82 ribu," imbuh Ali Muchtar.
Dana Kampanye PPP OKU Terbesar
MARTAPURA, SELASA – Sebanyak 31 partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2009 di Kabupaten OKU Timur, semuanya sudah menyerahkan rekning dana kampanye.
Menurut anggota KPU OKUT, Nardianto SS, Selasa (10/3) menyebutkan, sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 10/2008 dan peraturan KPU Nomor 19/ 2008, parpol peserta pemilu wajib melaporkan dana kampanye-nya ke KPU setempat untuk mendapatkan tiket bisa ikut pelaksanaan pemilu.
"Semua parpol peserta pemilu di OKUT semuanya sudah menyerahkan rekening dana kampanye, artinya mereka berhak ikut dalam pemilu yang akan digelar 9 April mendatang," katanya.
Menurut Nardinato, laporan dana kampanye parpol tersebut selanjutnya akan dilaporkan ke KPU provinsi untuk diteruskan ke KPU pusat.
"Melalui laporan dana rekning dana kampanye inilah, nanti kita akan mengetahui sumber dana dan dikemanakan dana kampanye itu melalui audit akuntan publik," katanya.
Berdasarkan laporan dana kampanye yang masuk ke KPU setempat, diketahui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memiliki dana kampanye yang terbesar yakni Rp 70 juta. Sedangkan dana kampanye terkecil dengan nominal Rp 50 ribu yang didominasi parpol baru masing-masing Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Indonesia Sejahtera (PIS) dan Partai Patriot.
Sedangkan partai lainnya melaporkan rekning dana kampanye bervariasi diatas nilai nominal Rp 500 ribu tetapi jauh di bawah Rp 70 juta seperti yang telah dilaporkan PPP.
Menurut anggota KPU OKUT, Nardianto SS, Selasa (10/3) menyebutkan, sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 10/2008 dan peraturan KPU Nomor 19/ 2008, parpol peserta pemilu wajib melaporkan dana kampanye-nya ke KPU setempat untuk mendapatkan tiket bisa ikut pelaksanaan pemilu.
"Semua parpol peserta pemilu di OKUT semuanya sudah menyerahkan rekening dana kampanye, artinya mereka berhak ikut dalam pemilu yang akan digelar 9 April mendatang," katanya.
Menurut Nardinato, laporan dana kampanye parpol tersebut selanjutnya akan dilaporkan ke KPU provinsi untuk diteruskan ke KPU pusat.
"Melalui laporan dana rekning dana kampanye inilah, nanti kita akan mengetahui sumber dana dan dikemanakan dana kampanye itu melalui audit akuntan publik," katanya.
Berdasarkan laporan dana kampanye yang masuk ke KPU setempat, diketahui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memiliki dana kampanye yang terbesar yakni Rp 70 juta. Sedangkan dana kampanye terkecil dengan nominal Rp 50 ribu yang didominasi parpol baru masing-masing Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Indonesia Sejahtera (PIS) dan Partai Patriot.
Sedangkan partai lainnya melaporkan rekning dana kampanye bervariasi diatas nilai nominal Rp 500 ribu tetapi jauh di bawah Rp 70 juta seperti yang telah dilaporkan PPP.
Dana Kampanye PPP NTT Tertinggi, PNBKI Terendah
KUPANG, PK -- Sebanyak 30 partai politik (Parpol) peserta pemilu telah melaporkan saldo awal rekening khusus dana kampanye kepada KPUD NTT, sebelum deadline (batas akhir) pukul 24.00 Wita, Senin (9/3/2009).
Dari laporan itu, saldo awal Partai Persatuan Pembangunan tertinggi sebesar Rp 75.139.526,00 dan terendah PNBKI sebesar Rp 50.000,00. Partai yang sedang bercokol saat ini, Golkar, PDIP dan Demokrat juga saldonya tak mencapai Rp 2 juta. Golkar Rp 1,5 juta, PDIP Rp 500.000,00 dan Demokrat Rp 1 juta.
Juru Bicara KPUD NTT, Drs. Djidon de Haan, yang ditemui di Sekretariat KPUD NTT, Selasa (10/3/2009), mengatakan, selain parpol, 40 orang calon anggota DPD juga telah memasukkan rekening khusus dan kampanye.
Dari laporan itu, saldo awal Partai Persatuan Pembangunan tertinggi sebesar Rp 75.139.526,00 dan terendah PNBKI sebesar Rp 50.000,00. Partai yang sedang bercokol saat ini, Golkar, PDIP dan Demokrat juga saldonya tak mencapai Rp 2 juta. Golkar Rp 1,5 juta, PDIP Rp 500.000,00 dan Demokrat Rp 1 juta.
Juru Bicara KPUD NTT, Drs. Djidon de Haan, yang ditemui di Sekretariat KPUD NTT, Selasa (10/3/2009), mengatakan, selain parpol, 40 orang calon anggota DPD juga telah memasukkan rekening khusus dan kampanye.
Selasa, 17 Maret 2009
Kampanye PPP Bogor Over Target
Dalam kampanye Kabupaten Bogor Dapil I terbuka hari ini, yang antara lain diikuti Caleg DPR RI, Achmad Farial, Ade Munawaroh, Asep Syaripudin dan Beti Kaluku ini juga mengerahkan ribuan kendaraan roda dua.
“Kami sebenarnya sudah membatasi agar setiap ranting mengirimkan masing-masing 10 peserta atau sekitar 480 motor. Tapi ternyata yang ikut sampai 1000 motor,” kata Asep.
“Kami sebenarnya sudah membatasi agar setiap ranting mengirimkan masing-masing 10 peserta atau sekitar 480 motor. Tapi ternyata yang ikut sampai 1000 motor,” kata Asep.
Bachtiar Bantah Berseteru dengan SDA
Bachtiar Bantah Berseteru dengan SDA
Perseteruan ini disinyalir dikarenakan langkah Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang talah menjalin komunikasi politik dengan Jusuf Kalla dan Megawati.
“Itu hal biasa. Komunikasi politik ke partai lain memang penting dilakukan. Tidak persoalan,” katanya kepada para wartawan, di lingkungan Departemen Sosial, Selasa (17/3).
Mengenai siapa yang akan diusung PPP sebagai capres, Bachtiar menjawab hal itu akan diputuskan melalui Rapimnas Partai.
“Setelah pemilu legislatif, diputuskan lewat Rapimnas,” katanya
Sebagai Ketua Umum Persaudaraan Muslim Indonesia (Permusi), ia juga dikonfirmasi wartawan tentang dukungan yang diberikan Permusi kepada SBY-JK.
“Belum tentu. Nanti akan diputuskan di Rapimnas. Tapi, saya pribadi suka dengan SBY-JK,” akunya.
Berkaitan dengan cuti kampanye, Bachtiar mengaku telah mengambil cuti sebanyak empat hari pada hari kerja untuk kampanye di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jambi.
“Saya tidak akan menggunakan fasiltas dan pengamanan kenegaraan. Malah merepotkan,” ujarnya.
Selasa, 17 Maret 2009, 15:43:56 WIB
Jakarta, RMonline. Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bachtiar Chamsyah, yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial, membantah adanya perseteruan antara dirinya dengan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA).
Perseteruan ini disinyalir dikarenakan langkah Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang talah menjalin komunikasi politik dengan Jusuf Kalla dan Megawati.
“Itu hal biasa. Komunikasi politik ke partai lain memang penting dilakukan. Tidak persoalan,” katanya kepada para wartawan, di lingkungan Departemen Sosial, Selasa (17/3).
Mengenai siapa yang akan diusung PPP sebagai capres, Bachtiar menjawab hal itu akan diputuskan melalui Rapimnas Partai.
“Setelah pemilu legislatif, diputuskan lewat Rapimnas,” katanya
Sebagai Ketua Umum Persaudaraan Muslim Indonesia (Permusi), ia juga dikonfirmasi wartawan tentang dukungan yang diberikan Permusi kepada SBY-JK.
“Belum tentu. Nanti akan diputuskan di Rapimnas. Tapi, saya pribadi suka dengan SBY-JK,” akunya.
Berkaitan dengan cuti kampanye, Bachtiar mengaku telah mengambil cuti sebanyak empat hari pada hari kerja untuk kampanye di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jambi.
“Saya tidak akan menggunakan fasiltas dan pengamanan kenegaraan. Malah merepotkan,” ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




















