Sudah 67 Pendaftar Caleg PPP
PROBOLINGGO -Hingga hari ke-16, pembukaan pendaftaran calon legislatif (caleg) PPP Kabupaten Probolinggo, sudah 67 orang yang resmi mengambil formulir. Jumlah itu bisa bertambah hingga penutupan pendaftaran Minggu (20/7) nanti.
Ketua DPC PPP, Mahdi Al Hamid, mengaku senang atas banyaknya pendaftar caleg lewat partainya. "Itu artinya PPP dipercaya sebagai wadah yang bisa menjadi corong menyuarakan aspirasi rakyat," katanya.
Sejak Rabu (2/7) lalu DPC PPP memang membukan pendaftaran caleg. Tak terbatas hanya para kader, PPP siap menerima calon legislatif yang juga berasal dari luar parpol mereka. Syaratnya, saat mendaftar harus bersiap untuk masuk mengabdi pada partai.
Mahdi menyatakan proses pendafataran caleg PPP tidak rumit. Tidak ada syarat yang ribet. "Pendaftar hanya diharuskan mengisi form yang telah disediakan partai," ujarnya.
Dalam form yang dibuat PPP itu tertera kesediaan pendaftar untuk membina konstituen. Dan, mengaspirasikan suara rakyat Kabupaten Probolinggo. "Sebagai partai, PPP ingin terus menjadi partai yang progresif dan inovatif. Para caleg PPP juga harus orang-orang yang memenuhi kualifikasi itu," terang Mahdi.
Setelah mendaftarkan diri, tanggal 25-26 Juli ini para calon caleg itu akan menjalani masa orientasi. "Mereka yang mendaftar akan turun langsung ke masyarakat selama 15 hari. Saat turun ke lapangan itu akan terlihat kualitas mereka. Partai akan terus memantau seberapa berhasil mereka ngemong rakyat. Jangan coba-coba mendaftar jadi wakil rakyat kalau tidak bisa dekat dan diterima rakyat," jelas ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo ini.
Masa orientasi dan keharusan turun langsung menyapa rakyat itu memang harus dilakukan. Apalagi dari 67 pendaftar yang sudah mengambil formulir, sebagian besar adalah nama-nama baru. Bahkan dari 8 anggota Fraksi Partai Persatuan Pembanguan di DPRD saat ini, baru 4 angota yang sudah mendaftar.
Padahal, dari 8 orang itu semuanya masih berhak maju kembali sebagai anggota DPRD. "Belum ada yang dua kali menjabat sebagai anggota DPRD. Aturan itu mulai diberlakukan mulai periode 2004-2009," terangnya.
Selain empat anggota FPPP yang belum mendaftar, Mahdi sendiri juga tidak mengambil formulir pendaftaran itu. "Saya memang tidak mendaftar menjadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. Tapi saya sudah mendaftar menjadi calon caleg DPRD Jatim," katanya
Selasa, 29 Juli 2008
Senin, 28 Juli 2008
Mulai, Persaingan Singgih (PDIP) v Hartono (PPP)
[ Selasa, 29 Juli 2008 ]
Mulai, Persaingan Singgih v Hartono
SINGGIH SANYOTO KEMUNGKINAN DIUSUNG PDIP PKB DAN PAN
HARTONO DIDUKUNG PPP GOLKAR PKS P.DEMOKRAT
MUNGKID-Persaingan antara bupati (incumbent) Singgih Sanyoto dengan wakilnya, Hartono untuk merebut jabatan bupati Magelang untuk periode lima tahun mendatang benar-benar dimulai. Kemarin, partai pengusung kedua calon tersebut telah mengambil formulir di KPU setempat.
PDI Perjuangan yang akan mengusung Singgih Sanyoto sebagai cabup mengambil formulir sekitar pukul 08.00 WIB. Singgih tidak datang sendiri. Ia diwakili Sekretaris PDI Perjuangan Susilo dan Ketua Penjaringan Cabup dan Cawabup Hery Suyanto.
Sedang, PPP yang mengusung Hartono sebagai cabup, mengambil formulir sekitar pukul 14.00. Formulir diambil langsung oleh Ketua DPC PPP KH Muslich bersama Hartono dan sejumlah tim suksesnya. Mereka diterima oleh Yulianto, anggota KPU didampingi sejumlah staf bagian pendaftaran.
Yulianto menyebutkan pengambilan formulir masih ditunggu hingga 31 Juli mendatang. Bagi calon yang belum melengkapi persyaratan yang ditentukan masih mempunyai waktu untuk melengkapi selama 2 minggu kemudian. Hingga sore kemarin, baru dua parpol pengusung calon yang sudah mengambil formulir yakni PDI Perjuangan dan PPP.
Mulai, Persaingan Singgih v Hartono
SINGGIH SANYOTO KEMUNGKINAN DIUSUNG PDIP PKB DAN PAN
HARTONO DIDUKUNG PPP GOLKAR PKS P.DEMOKRAT
MUNGKID-Persaingan antara bupati (incumbent) Singgih Sanyoto dengan wakilnya, Hartono untuk merebut jabatan bupati Magelang untuk periode lima tahun mendatang benar-benar dimulai. Kemarin, partai pengusung kedua calon tersebut telah mengambil formulir di KPU setempat.
PDI Perjuangan yang akan mengusung Singgih Sanyoto sebagai cabup mengambil formulir sekitar pukul 08.00 WIB. Singgih tidak datang sendiri. Ia diwakili Sekretaris PDI Perjuangan Susilo dan Ketua Penjaringan Cabup dan Cawabup Hery Suyanto.
Sedang, PPP yang mengusung Hartono sebagai cabup, mengambil formulir sekitar pukul 14.00. Formulir diambil langsung oleh Ketua DPC PPP KH Muslich bersama Hartono dan sejumlah tim suksesnya. Mereka diterima oleh Yulianto, anggota KPU didampingi sejumlah staf bagian pendaftaran.
Yulianto menyebutkan pengambilan formulir masih ditunggu hingga 31 Juli mendatang. Bagi calon yang belum melengkapi persyaratan yang ditentukan masih mempunyai waktu untuk melengkapi selama 2 minggu kemudian. Hingga sore kemarin, baru dua parpol pengusung calon yang sudah mengambil formulir yakni PDI Perjuangan dan PPP.
Suara Karsa-Kaji Bersaing di Bangkalan
KA-JI KALAH TIPIS DI SURABAYA TAPI MENANG DI 16 KECAMATAN
29/07/08 17:17
Terpaut 43 suara, Suara Karsa-Kaji Bersaing di Bangkalan
Bangkalan (ANTARA News) - Dua pasangan Cagub-Cawagub Jatim Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) dan Khofifah Indah Parawansa-Mujiono (Kaji) bersaing ketat dalam perolehan suara di Bangkalan, Madura, dan antara kedua pasangan hanya terpaut 43 suara.
Menurut Ketua KPU Bangkalan, Jazuli Nur Lc, di Bangkalan, Senin, pasangan Karsa mengantongi 111.228 suara atau 26,99 persen, sedangkan pasangan Kaji 111.185 suara atau 26,98 persen.
Perolehan suara terbanyak ketiga diraih pasangan Soenarjo-Ali MAschan (Salam) dengan 68.250 suara (16,56 persen), selanjutnya Achmady-Soehartono (Achsan) dengan 67.738 (16,44 persen), dan terakhir pasangan Sutjipto-Ridwan Hisyam (SR) dengan 53.673 suara (13,03 persen).
Jazuli menambahkan, warga yang menggunakan hak pilihnya di kabupaten Bangkalan 425.615 orang atau sekitar 63,44 persen dati total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 664.125 orang.
SR Unggul di Kota Pahlawan, Ka-Ji Kuasai 16 Kecamatan
Surabaya - Duet Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR) yang diusung PDIP memenangkan pertarungan pilgub di Surabaya, dengan memperoleh 299.772 suara. Disusul kemudian, pasangan Khofifah-Mudjiono 290.953 suara, Soekarwo-Saifullah 241.332 suara, Soenarjo-Ali Maschan 166.783 suara dan di posisi buncit Achmady-Suhartono 50.700 suara.
Meski SR menang di Surabaya dengan perolehan suara terbanyak, namun pasangan Ka-Ji lebih banyak menguasai kecamatan di Surabaya. Ka-Ji mampu memenangkan 16 kecamatan di Surabaya, sementara SR hanya 14 kecamatan. Sementara satu kecamatan lainnya yaitu Gayungan dimenangkan oleh KarSa.
Empat belas kecamatan yang dimenangkan SR itu di antaranya, Tambaksari, Gubeng, Bubutan, Tegalsari, Kenjeran, Mulyorejo, Genteng, Sawahan, Dukuh Pakis, Wiyung, Lakarsantri, Sambikerep, Krembangan dan Sukomanunggal. Sedang Kecamatan Wonokromo yang dikenal sebagai basis massa PDIP di Surabaya, malah dimenangkan oleh Ka-Ji.
Sementara 16 kecamatan yang dimenangkan Ka-Ji yaitu Benowo, Wonocolo, Wonokromo, Asemrowo, Pabean Cantikan, Tenggilis Mejoyo, Jambangan, Gunung Anyar, Sukolilo, Karangpilang dan Semampir.
Versi KPUD Sidoarjo, Ka-Ji Tetap Tertinggi
Ketua KPUD Kabupaten Sidoarjo Bima Ariesdiyanto, S.IP mengatakan, perolehan suara yang dikumpulkan pasangan Ka-Ji dalam penghitungan suara untuk tahap pertama ini mengumpulkan sebanyak 237.034 suara. Sedang urutan kedua diraih pasangan Dr. H. Soekarwo, M.Hum berpasangan dengan Drs. H. Saifullah Yusuf (Karsa) dengan jumlah 173.030 suara.
Disusul, DR. H. Soenarjo berpasangan dengan DR. KH. Ali Maschan Moesa (Salam) dengan 137.512 suara, Ir. H. Sutjipto berpasangan dengan Ir. H.M. Ridwan Hisjam (SR) sebanyak 115.599 suara. "Sedangkan H. Achmady berpasangan dengan H. Suhartono (Ahsan) mendapatkan sebanyak 60.525 suara," katanya Senin (28/7/2008).
Namun, dari total jumlah pemilih yang ada di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1,2 juta lebih itu, hanya 723.700 warga Sidoarjo yang menggunakan hak pemilihnya, atau sekitar 61,97 persen. "Sedang, warga Sidoarjo yang tidak menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim pada putaran pertama itu terdata sebanyak 490.412 pemilih atau 38,03 persen," tambahnya.
Di Kab Malang Ka-Ji Nomer 3 Unggul 50ribuan suara dari karsa
Pasangan SR Menang
MALANG- Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR), memperoleh suara terbanyak dalam pilgub di Kabupaten Malang. Berdasarkan penghitungan manual yang dilakukan KPUD, pasangan SR meraih 309.945 suara, disusul Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam) 292.719 suara. Posisi ketiga diraih Khofifah Indar P -Mudjiono (Kaji) yang mendapat 234.364 suara, Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) 186.846 suara, dan Achmady-Suhartono (Achsan) mendapatkan 67.944 suara.
29/07/08 17:17
Terpaut 43 suara, Suara Karsa-Kaji Bersaing di Bangkalan
Bangkalan (ANTARA News) - Dua pasangan Cagub-Cawagub Jatim Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) dan Khofifah Indah Parawansa-Mujiono (Kaji) bersaing ketat dalam perolehan suara di Bangkalan, Madura, dan antara kedua pasangan hanya terpaut 43 suara.
Menurut Ketua KPU Bangkalan, Jazuli Nur Lc, di Bangkalan, Senin, pasangan Karsa mengantongi 111.228 suara atau 26,99 persen, sedangkan pasangan Kaji 111.185 suara atau 26,98 persen.
Perolehan suara terbanyak ketiga diraih pasangan Soenarjo-Ali MAschan (Salam) dengan 68.250 suara (16,56 persen), selanjutnya Achmady-Soehartono (Achsan) dengan 67.738 (16,44 persen), dan terakhir pasangan Sutjipto-Ridwan Hisyam (SR) dengan 53.673 suara (13,03 persen).
Jazuli menambahkan, warga yang menggunakan hak pilihnya di kabupaten Bangkalan 425.615 orang atau sekitar 63,44 persen dati total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 664.125 orang.
SR Unggul di Kota Pahlawan, Ka-Ji Kuasai 16 Kecamatan
Surabaya - Duet Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR) yang diusung PDIP memenangkan pertarungan pilgub di Surabaya, dengan memperoleh 299.772 suara. Disusul kemudian, pasangan Khofifah-Mudjiono 290.953 suara, Soekarwo-Saifullah 241.332 suara, Soenarjo-Ali Maschan 166.783 suara dan di posisi buncit Achmady-Suhartono 50.700 suara.
Meski SR menang di Surabaya dengan perolehan suara terbanyak, namun pasangan Ka-Ji lebih banyak menguasai kecamatan di Surabaya. Ka-Ji mampu memenangkan 16 kecamatan di Surabaya, sementara SR hanya 14 kecamatan. Sementara satu kecamatan lainnya yaitu Gayungan dimenangkan oleh KarSa.
Empat belas kecamatan yang dimenangkan SR itu di antaranya, Tambaksari, Gubeng, Bubutan, Tegalsari, Kenjeran, Mulyorejo, Genteng, Sawahan, Dukuh Pakis, Wiyung, Lakarsantri, Sambikerep, Krembangan dan Sukomanunggal. Sedang Kecamatan Wonokromo yang dikenal sebagai basis massa PDIP di Surabaya, malah dimenangkan oleh Ka-Ji.
Sementara 16 kecamatan yang dimenangkan Ka-Ji yaitu Benowo, Wonocolo, Wonokromo, Asemrowo, Pabean Cantikan, Tenggilis Mejoyo, Jambangan, Gunung Anyar, Sukolilo, Karangpilang dan Semampir.
Versi KPUD Sidoarjo, Ka-Ji Tetap Tertinggi
Ketua KPUD Kabupaten Sidoarjo Bima Ariesdiyanto, S.IP mengatakan, perolehan suara yang dikumpulkan pasangan Ka-Ji dalam penghitungan suara untuk tahap pertama ini mengumpulkan sebanyak 237.034 suara. Sedang urutan kedua diraih pasangan Dr. H. Soekarwo, M.Hum berpasangan dengan Drs. H. Saifullah Yusuf (Karsa) dengan jumlah 173.030 suara.
Disusul, DR. H. Soenarjo berpasangan dengan DR. KH. Ali Maschan Moesa (Salam) dengan 137.512 suara, Ir. H. Sutjipto berpasangan dengan Ir. H.M. Ridwan Hisjam (SR) sebanyak 115.599 suara. "Sedangkan H. Achmady berpasangan dengan H. Suhartono (Ahsan) mendapatkan sebanyak 60.525 suara," katanya Senin (28/7/2008).
Namun, dari total jumlah pemilih yang ada di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1,2 juta lebih itu, hanya 723.700 warga Sidoarjo yang menggunakan hak pemilihnya, atau sekitar 61,97 persen. "Sedang, warga Sidoarjo yang tidak menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim pada putaran pertama itu terdata sebanyak 490.412 pemilih atau 38,03 persen," tambahnya.
Di Kab Malang Ka-Ji Nomer 3 Unggul 50ribuan suara dari karsa
Pasangan SR Menang
MALANG- Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR), memperoleh suara terbanyak dalam pilgub di Kabupaten Malang. Berdasarkan penghitungan manual yang dilakukan KPUD, pasangan SR meraih 309.945 suara, disusul Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam) 292.719 suara. Posisi ketiga diraih Khofifah Indar P -Mudjiono (Kaji) yang mendapat 234.364 suara, Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) 186.846 suara, dan Achmady-Suhartono (Achsan) mendapatkan 67.944 suara.
Ribuan Orang Antar Ikmal - Habib Ali di Kota Tegal
29 Juli 2008
Pengembalian Formulir Pilwalkot
TEGAL - Sekitar 7.000 pendukung mengantarkan cawalkot dan wawalkot Ikmal Jaya SE Ak-Habib Ali Zaenal Abidin SE, saat mengembalikan formulir pendaftaran ke KPU Kota Tegal, Senin (28/7).
Mereka merupakan kader-kader dari partai pengusung pasangan calon tersebut. Yakni, PDI-Perjuangan, PKS, PPP dan Partai Demokrat, serta sejumlah ormas dan kelompok pengajian.
Sebelumnya, mereka berkumpul di depan GOR Wisanggeni, kemudian rombongan berjalan kaki menuju Kantor KPU di Jl Sembodro yang berjarak sekitar satu kilometer.
Tak pelak, iring-iringan robongan itu sempat beberapa saat mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah petugas dari Polresta Tegal terlihat sibuk mengatur lalu lintas untuk mencegah terjadinya kemacetan.
Suasana semakin meriah, ketika sejumlah kesenian tradisional seperti calung dan rebana serta marching band di sepanjang jalan memainkan sejumlah lagu.
Masyarakat pun berduyun-duyun dan memadati pinggiran jalan yang dilalui rombongan. Masyarakat memberikan sambutan luar biasa kepada Ikmal Jaya-Habib Ali. Pasalnya, setiap pasangan cawalkot dan wawalkot itu lewat, mereka langsung berebut agar bisa berjabat tangan.
Ketika tiba di Kantor KPU, pasangan cawalkot dan wawalkot itu langsung disambut Ketua KPU Kota Tegal, Saifuddin Zuhri Madrais SAg bersama seluruh anggotanya.
Satu Putaran
Ikmal Jaya dan Habib Ali Zaenal Abidin di sela-sela penyerahan formulir pendaftaran yang didampingi Ketua DPC PDI-P, Tantang Suandi mengatakan, pihaknya berusaha agar dalam pelaksanaan pilwakot hanya berlangsung satu putaran. Adapun perolehan jumlah suara ditargetkan sekitar 75 persen. Hal itu didasarkan adanya dukungan penuh dari empat partai pengusung.
Yakni, PDI-P, PKS, PPP dan Partai Demokrat, serta sejumlah ormas dan kelompok - kelompok pengajian. ’’Dari empat partai pengusung diperkirakan sekitar 45 persen suara, dan 30 persen suara dari ormas,’’ katanya.
Pengembalian Formulir Pilwalkot
TEGAL - Sekitar 7.000 pendukung mengantarkan cawalkot dan wawalkot Ikmal Jaya SE Ak-Habib Ali Zaenal Abidin SE, saat mengembalikan formulir pendaftaran ke KPU Kota Tegal, Senin (28/7).
Mereka merupakan kader-kader dari partai pengusung pasangan calon tersebut. Yakni, PDI-Perjuangan, PKS, PPP dan Partai Demokrat, serta sejumlah ormas dan kelompok pengajian.
Sebelumnya, mereka berkumpul di depan GOR Wisanggeni, kemudian rombongan berjalan kaki menuju Kantor KPU di Jl Sembodro yang berjarak sekitar satu kilometer.
Tak pelak, iring-iringan robongan itu sempat beberapa saat mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah petugas dari Polresta Tegal terlihat sibuk mengatur lalu lintas untuk mencegah terjadinya kemacetan.
Suasana semakin meriah, ketika sejumlah kesenian tradisional seperti calung dan rebana serta marching band di sepanjang jalan memainkan sejumlah lagu.
Masyarakat pun berduyun-duyun dan memadati pinggiran jalan yang dilalui rombongan. Masyarakat memberikan sambutan luar biasa kepada Ikmal Jaya-Habib Ali. Pasalnya, setiap pasangan cawalkot dan wawalkot itu lewat, mereka langsung berebut agar bisa berjabat tangan.
Ketika tiba di Kantor KPU, pasangan cawalkot dan wawalkot itu langsung disambut Ketua KPU Kota Tegal, Saifuddin Zuhri Madrais SAg bersama seluruh anggotanya.
Satu Putaran
Ikmal Jaya dan Habib Ali Zaenal Abidin di sela-sela penyerahan formulir pendaftaran yang didampingi Ketua DPC PDI-P, Tantang Suandi mengatakan, pihaknya berusaha agar dalam pelaksanaan pilwakot hanya berlangsung satu putaran. Adapun perolehan jumlah suara ditargetkan sekitar 75 persen. Hal itu didasarkan adanya dukungan penuh dari empat partai pengusung.
Yakni, PDI-P, PKS, PPP dan Partai Demokrat, serta sejumlah ormas dan kelompok - kelompok pengajian. ’’Dari empat partai pengusung diperkirakan sekitar 45 persen suara, dan 30 persen suara dari ormas,’’ katanya.
Minggu, 27 Juli 2008
TARGET KURSI NAIK 50 PERSEN; PPP Sleman Jaring Kader Perempuan
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) termasuk salah satu parpol yang getol menjaring kader perempuan, tidak hanya karena ingin penuhi kuota perwakilan di lembaga legislatif. Sedangkan untuk target perolehan kursi di DPRD Sleman, PPP mentargetkan naik 50 persen di enam daerah pemilihan (Dapel).
Ketua DPC PPP Kabupaten Sleman, HM Farchan Hariem SE mengatakan hal tersebut di kantor sekretariat partai tersebut, Selasa (22/7). Sekaligus memperkenalkan tim Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Sleman, yang diketuai M Yusuf.
Farchan menambahkan, partainya optimis untuk sukses di Pemilu 2009. PPP mempunyai target nasional 15 persen. Khusus Sleman, target ini diterjemahkan DPC dalam bentuk perolehan enam kursi di enam Dapel, atau naik 50 persen dibandingkan Pemilu 2004 lalu, yang sebesar empat kursi.
edangkan untuk pendaftaran bakal caleg, imbuhnya, sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Pengurus Pusat PPP, dibuka peluang bagi mereka yang berada di dalam struktur partai, di luar struktur partai dan simpatisan.
“Pendaftaran bakal calon telah dimulai sejak Senin (21/7) kemarin sampai 28 Juli 2008 . Bila perlu ditambah, masih dimungkinkan untuk melakukan penjaringan sampai 19 Agustus 2008, sesuai jadwal di penyerahan berkas caleg di KPU,” jelas Sekretaris LP2L PPP Sleman, Sugiyatno SAg.
Ketua DPC PPP Kabupaten Sleman, HM Farchan Hariem SE mengatakan hal tersebut di kantor sekretariat partai tersebut, Selasa (22/7). Sekaligus memperkenalkan tim Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) PPP Sleman, yang diketuai M Yusuf.
Farchan menambahkan, partainya optimis untuk sukses di Pemilu 2009. PPP mempunyai target nasional 15 persen. Khusus Sleman, target ini diterjemahkan DPC dalam bentuk perolehan enam kursi di enam Dapel, atau naik 50 persen dibandingkan Pemilu 2004 lalu, yang sebesar empat kursi.
edangkan untuk pendaftaran bakal caleg, imbuhnya, sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Pengurus Pusat PPP, dibuka peluang bagi mereka yang berada di dalam struktur partai, di luar struktur partai dan simpatisan.
“Pendaftaran bakal calon telah dimulai sejak Senin (21/7) kemarin sampai 28 Juli 2008 . Bila perlu ditambah, masih dimungkinkan untuk melakukan penjaringan sampai 19 Agustus 2008, sesuai jadwal di penyerahan berkas caleg di KPU,” jelas Sekretaris LP2L PPP Sleman, Sugiyatno SAg.
Calon Dukungan PPP Daftar Pertama di Biak Numfor
Senin, 28/07/2008 02:44 (GMT+9.5)
Sroyer-Hamdan Pendaftar Pertama
BIAK-------
PASANGAN Obed Albert Sroyer dan Drs Hamdan, M.Si resmi mendaftar sebagai pasangan Calon Bupati Kabupaten Biak Numfor periode 2009 – 2014 di KPU, Sabtu (26/7). Sroyer – Hamdan merupakan pasangan yang pertama mendaftar di KPU Kabupaten Biak Numfor.
Pasangan Sroyer-Hamdan diusung oleh Koalisi Untuk Semua diantar langsung oleh sejumlah pengurus parpol pendukung dan massanya sekitar 300 an orang. Bersama dengan massanya dan partai koalisinya itu, Sroyer – Hamdan datang di KPU dengan jalan kaki di Sekretariat Tim Sukses di Jalan Mawar menuju Kantor KPU Kabupaten Biak Numfor pada pukul 10.00 WIT.
Sekedar diketahui Koalisi Biak Untuk Semua merupakan gabungan enam partai politik (parpol). Keenam parpol itu adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Serikat Indonesia (PSI), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) dan Partai Pelopor.(ito)
Sroyer-Hamdan Pendaftar Pertama
BIAK-------
PASANGAN Obed Albert Sroyer dan Drs Hamdan, M.Si resmi mendaftar sebagai pasangan Calon Bupati Kabupaten Biak Numfor periode 2009 – 2014 di KPU, Sabtu (26/7). Sroyer – Hamdan merupakan pasangan yang pertama mendaftar di KPU Kabupaten Biak Numfor.
Pasangan Sroyer-Hamdan diusung oleh Koalisi Untuk Semua diantar langsung oleh sejumlah pengurus parpol pendukung dan massanya sekitar 300 an orang. Bersama dengan massanya dan partai koalisinya itu, Sroyer – Hamdan datang di KPU dengan jalan kaki di Sekretariat Tim Sukses di Jalan Mawar menuju Kantor KPU Kabupaten Biak Numfor pada pukul 10.00 WIT.
Sekedar diketahui Koalisi Biak Untuk Semua merupakan gabungan enam partai politik (parpol). Keenam parpol itu adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Serikat Indonesia (PSI), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) dan Partai Pelopor.(ito)
Amir Uskara Pimpin PPP Sulsel
Amir Uskara Ketua PPP Gowa, Wakil Ketua DPRD Gowa bisa mengatrol perolehan kursi DPRD Gowa dari 3 kursi 1999 menjadi 6 kusri di Pemilu 2004.
(28 Jul 2008, 41 x , Komentar)
AMIR USKARA 27 SUARA, AMIL SHADIQ 25 SUARA
MAKASSAR -- Dewan Pimpinan Wilaya (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel akhirnya memiliki pemimpin definitif. Malam tadi, Amir Uskara terpilih mengantikan Jalaluddin Rahman melalui Musyawarah Luar Biasa (Muswillub) di Makassar Golden Hotel.Musyawarah tersebut merupakan musyawarah lanjutan pasca deadlock di Hotel Sedona, Maret lalu.
Pada Muswillub malam tadi, ketua DPC PPP Gowa ini mendapat dukungan 27 suara. Dua suara lebih banyak dari pesaingnya, Amil Shadiq, ketua Departemen Pendidikan DPP PPP. Muswilub yang dipimpin Fungsionaris DPP PPP, Nurhayati Payyapo, berlangsung dalam pengamanan ekstra ketat dan tertutup. Pengurus PPP yang tidak memiliki tanda pengenal dilarang masuk ruang sidang.
Informasi yang diterima dari dua kubu calon ketua; Amir Uskara, dan Amil Shadiq, sudah bersaing ketat sejak awal. Bahkan saat pembukaan Muswillub pukul 20.00 WITA, kedua calon memasuki ruangan dengan membawa masing-masing 27 suara dari 54 suara yang diperebutkan.
Suara-suara yang diperebutkan itu masing-masing berasal dari masing-masing 23 kabupaten/kota dua suara yang berasal dari sekretaris dan ketua, serta sisa suara merupakan utusan fraksi utuh.
Sistem pemilihan yang digunakan malam tadi merupakan sistem pemilihan formatur.
Di kubu Amir Uskara, mengajukan Asrianto (Bone), M Darwis (Sidrap), H Buhari (Jeneponto) dan Zainuddin Tauhid mewakili DPP PPP. Sementara kubu Amil Shadiq, formatur yang ditunjuk adalah Mardju Khair (Makassar), Nurdin Halim (Bantaeng), Umar Khayam (Pangkep) dan Achdam Surya (Luwu Utara).
Dalam pemilihan tersebut, dua suara batal. Selebihnya, itu tadi, Amir Uskara meraih 27 suara, sedang Amil Shadiq terpaut dua, 25 suara saja. Dengan demikian, Amir berhasil memimpin PPP Sulsel untuk periode 2008-2013 mendatang.
Amir Tetap Akomodasi Kubu Amil
Amir Plot Prof Jalal Sebagai Ketua Pertimbangan
Pengurus DPW PPP Sulsel Terbentuk; Ketua Jeneponto dan Lutra Masuk Skuad
TRIBUN-Makassar, Tribun - Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Sulsel terpilih Amir Uskara telah merampungkan kepengurusan, hasil musyawarah luar biasa (muswilub) PPP, Senin (28/7) dini hari, di Hotel Makassar Palace.
Amir yang sebelumnya menjabat Ketua DPC PPP Gowa ini menempatkan mantan Ketua DPW PPP Sulsel, Prof Jalaluddin Rahman, sebagai ketua dewan pertimbangan. Sedangkan politisi senior PPP, Noer Namry Noor, sebagai ketua dewan majelis pakar.
Dari struktur kepengurusan yang dilansir sekretaris terpilih, Taufiq Zainuddin, beberapa elite di kepengurusan Prof Jalal dipertahankan. Taufik sebelumnya juga sekretaris periode Prof Jalal.
dua ketua DPC PPP masuk pengurus harian, Ketua DPC PPP Jeneponto Bohari Bido dan Ketua DPC PPP Luwu Utara Achdam Surya. Mantan Ketua DPC PPP Makassar yang dibekukan Chairil Ibrahim turut direkrut.(lihat: Struktur DPW PPP).
Sementara, sejumlah figur dari kubu Amil Arsyad Pana terpental. Mereka hanya diplot di majelis pakar dan majelis pertimbangan.
Mereka di antaranya Yaya Rosdaya, Syahrir Badaruddin, Zulkifli HIM, Syahrir Langko, Djamaluddin Jibo, Kasim MT, dan sejumlah figur lainnya.
Menurut Taufiq, struktur kepengurusan tersebut dalam waktu dekat diajukan ke DPP PPP untuk memperoleh pengesahan melalui surat keputusan (SK).
FAJAR-PPP Langsung Buka Lowongan Caleg
MAKASSAR -- Ketua DPW PPP Sulsel terpilih Amir Uskara membuka kesempatan kepada figur nonkader untuk menjadi calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2009.Ini bagian dari program Amir untuk mengamankan target PPP, yakni memeroleh 15 persen suara.
Kepada Fajar, Senin, 28 Juli, Amir mengaku partainya sudah telat start. Untuk memenuhi target yang ditetapkan DPP PPP, maka DPW PPP Sulsel harus berlari lebih kencang. "Istilahnya, kami harus sprint pada lari marathon. Jika tidak, maka kami pasti akan ketinggalan," katanya di Warkop Phoenam, kemarin.
Soal prediksi pengamat yang meramal partai Islam, termasuk PPP bakal melorot pada Pemilu 2009, Amir mengatakan hal itu sah-sah saja. "Tetapi, yakinlah PPP tidak termasuk dari partai Islam yang melorot itu," katanya.
Kemarin, Amir sudah menyusun kabinetnya. Dari sejumlah nama, salah seorang di antaranya adalah tim sukses Amil Shadiq, pesaingnya dalam Muswillub DPW PPP Sulsel.
Orang tersebut adalah Achdam Surya.
Dia adalah salah seorang tim sukses Amil Shadiq Arsyad Pana. Pada kepengurusan kali ini, Achdam diplot sebagai salah seorang wakil ketua DPW bersama delapan wakil ketua lainnya.
"Kami tidak pernah menganggap ada lawan politik. Kalau pesaing, iya. Itu wajar dalam sebuah suksesi. Yang pasti, kami mengakomodasi seluruh unsur dalam kepengurusan ini," kata Amir Uskara, Senin, 28 Juli.
Posisi sekretaris DPW dipercayakan kepada Taufik Zainuddin. Taufik adalah sekretaris DPW sebelumnya yang kemudian dibekukan oleh DPP. Sejumlah pengurus lama juga masih diakomodasi. Mereka antara lain Andi Mariattang, Baso Hamzah, dan Syahrir Rier.
Di jajaran wakil ketua, Amir juga memasukkan mantan ketua DPC PPP Makassar Chaeril Ibrahim. Sebelumnya, Chaeril yang berambisi menjadi calon walikota Makassar juga dibekukan kepengurusannya oleh DPP PPP.(sap)
(28 Jul 2008, 41 x , Komentar)
AMIR USKARA 27 SUARA, AMIL SHADIQ 25 SUARA
MAKASSAR -- Dewan Pimpinan Wilaya (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel akhirnya memiliki pemimpin definitif. Malam tadi, Amir Uskara terpilih mengantikan Jalaluddin Rahman melalui Musyawarah Luar Biasa (Muswillub) di Makassar Golden Hotel.Musyawarah tersebut merupakan musyawarah lanjutan pasca deadlock di Hotel Sedona, Maret lalu.
Pada Muswillub malam tadi, ketua DPC PPP Gowa ini mendapat dukungan 27 suara. Dua suara lebih banyak dari pesaingnya, Amil Shadiq, ketua Departemen Pendidikan DPP PPP. Muswilub yang dipimpin Fungsionaris DPP PPP, Nurhayati Payyapo, berlangsung dalam pengamanan ekstra ketat dan tertutup. Pengurus PPP yang tidak memiliki tanda pengenal dilarang masuk ruang sidang.
Informasi yang diterima dari dua kubu calon ketua; Amir Uskara, dan Amil Shadiq, sudah bersaing ketat sejak awal. Bahkan saat pembukaan Muswillub pukul 20.00 WITA, kedua calon memasuki ruangan dengan membawa masing-masing 27 suara dari 54 suara yang diperebutkan.
Suara-suara yang diperebutkan itu masing-masing berasal dari masing-masing 23 kabupaten/kota dua suara yang berasal dari sekretaris dan ketua, serta sisa suara merupakan utusan fraksi utuh.
Sistem pemilihan yang digunakan malam tadi merupakan sistem pemilihan formatur.
Di kubu Amir Uskara, mengajukan Asrianto (Bone), M Darwis (Sidrap), H Buhari (Jeneponto) dan Zainuddin Tauhid mewakili DPP PPP. Sementara kubu Amil Shadiq, formatur yang ditunjuk adalah Mardju Khair (Makassar), Nurdin Halim (Bantaeng), Umar Khayam (Pangkep) dan Achdam Surya (Luwu Utara).
Dalam pemilihan tersebut, dua suara batal. Selebihnya, itu tadi, Amir Uskara meraih 27 suara, sedang Amil Shadiq terpaut dua, 25 suara saja. Dengan demikian, Amir berhasil memimpin PPP Sulsel untuk periode 2008-2013 mendatang.
Amir Tetap Akomodasi Kubu Amil
Amir Plot Prof Jalal Sebagai Ketua Pertimbangan
Pengurus DPW PPP Sulsel Terbentuk; Ketua Jeneponto dan Lutra Masuk Skuad
TRIBUN-Makassar, Tribun - Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Sulsel terpilih Amir Uskara telah merampungkan kepengurusan, hasil musyawarah luar biasa (muswilub) PPP, Senin (28/7) dini hari, di Hotel Makassar Palace.
Amir yang sebelumnya menjabat Ketua DPC PPP Gowa ini menempatkan mantan Ketua DPW PPP Sulsel, Prof Jalaluddin Rahman, sebagai ketua dewan pertimbangan. Sedangkan politisi senior PPP, Noer Namry Noor, sebagai ketua dewan majelis pakar.
Dari struktur kepengurusan yang dilansir sekretaris terpilih, Taufiq Zainuddin, beberapa elite di kepengurusan Prof Jalal dipertahankan. Taufik sebelumnya juga sekretaris periode Prof Jalal.
dua ketua DPC PPP masuk pengurus harian, Ketua DPC PPP Jeneponto Bohari Bido dan Ketua DPC PPP Luwu Utara Achdam Surya. Mantan Ketua DPC PPP Makassar yang dibekukan Chairil Ibrahim turut direkrut.(lihat: Struktur DPW PPP).
Sementara, sejumlah figur dari kubu Amil Arsyad Pana terpental. Mereka hanya diplot di majelis pakar dan majelis pertimbangan.
Mereka di antaranya Yaya Rosdaya, Syahrir Badaruddin, Zulkifli HIM, Syahrir Langko, Djamaluddin Jibo, Kasim MT, dan sejumlah figur lainnya.
Menurut Taufiq, struktur kepengurusan tersebut dalam waktu dekat diajukan ke DPP PPP untuk memperoleh pengesahan melalui surat keputusan (SK).
FAJAR-PPP Langsung Buka Lowongan Caleg
MAKASSAR -- Ketua DPW PPP Sulsel terpilih Amir Uskara membuka kesempatan kepada figur nonkader untuk menjadi calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2009.Ini bagian dari program Amir untuk mengamankan target PPP, yakni memeroleh 15 persen suara.
Kepada Fajar, Senin, 28 Juli, Amir mengaku partainya sudah telat start. Untuk memenuhi target yang ditetapkan DPP PPP, maka DPW PPP Sulsel harus berlari lebih kencang. "Istilahnya, kami harus sprint pada lari marathon. Jika tidak, maka kami pasti akan ketinggalan," katanya di Warkop Phoenam, kemarin.
Soal prediksi pengamat yang meramal partai Islam, termasuk PPP bakal melorot pada Pemilu 2009, Amir mengatakan hal itu sah-sah saja. "Tetapi, yakinlah PPP tidak termasuk dari partai Islam yang melorot itu," katanya.
Kemarin, Amir sudah menyusun kabinetnya. Dari sejumlah nama, salah seorang di antaranya adalah tim sukses Amil Shadiq, pesaingnya dalam Muswillub DPW PPP Sulsel.
Orang tersebut adalah Achdam Surya.
Dia adalah salah seorang tim sukses Amil Shadiq Arsyad Pana. Pada kepengurusan kali ini, Achdam diplot sebagai salah seorang wakil ketua DPW bersama delapan wakil ketua lainnya.
"Kami tidak pernah menganggap ada lawan politik. Kalau pesaing, iya. Itu wajar dalam sebuah suksesi. Yang pasti, kami mengakomodasi seluruh unsur dalam kepengurusan ini," kata Amir Uskara, Senin, 28 Juli.
Posisi sekretaris DPW dipercayakan kepada Taufik Zainuddin. Taufik adalah sekretaris DPW sebelumnya yang kemudian dibekukan oleh DPP. Sejumlah pengurus lama juga masih diakomodasi. Mereka antara lain Andi Mariattang, Baso Hamzah, dan Syahrir Rier.
Di jajaran wakil ketua, Amir juga memasukkan mantan ketua DPC PPP Makassar Chaeril Ibrahim. Sebelumnya, Chaeril yang berambisi menjadi calon walikota Makassar juga dibekukan kepengurusannya oleh DPP PPP.(sap)
Langganan:
Postingan (Atom)
