Senin, 01 September 2008

Kirtam-Bang Ipul Keoq di Pilwakot Serang

Nyaman-Jaden ke Putaran II

Senin, 01-September-2008, 09:11:05

SERANG – Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bunyamin-Tb Haerul Jaman (Nyaman) dan Jayeng Rana-Deden Apriandhi (Jaden) untuk sementara dipastikan maju ke putaran II Pilkada Kota Serang pada Pilkada yang digelar akhir pekan lalu (30/8).

Kepastian bakal digelarnya putaran dua, karena tak adanya calon yang memperoleh suara hingga 30 persen.
Data tersebut diperoleh Radar Banten dari hasil rekapitulasi suara sementara yang dilakukan DPD PDIP Kota Serang dan DPD PAN Kota Serang, kemarin (31/8).
Hingga tadi malam, KPU Serang belum mengeluarkan hasil resmi perhitungan suara sementara yang diperoleh delapan pasangan calon. Saat dihubungi melalui telepon genggamnya, tak ada anggota KPU yang menjawab. “Besok (hari ini-red) siang saja mas kalau mau lihat perolehan suara,” ungkap staf KPU Kabupaten Serang, tadi malam.
Hasil perhitungan perolehan suara sementara yang diperoleh dari PDIP dan PAN, pasangan Bunyamin-Jaman yang diusung Partai Golkar menempati urutan pertama, diikuti pasangan Jayeng-Deden yang diusung PDIP dan PSI, serta pasangan Ade Mukhlas Syarif-Juheni M Rois yang diusung PAN, PKS, dan enam parpol kecil berada di urutan tiga. (Selengkapnya lihat grafis).
Hasil perolehan sementara yang diterima Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Cabang Kota Serang, Minggu (31/8), menempatkan Jayeng Rana-Deden Apriandhi (Jaden) pada posisi dua setelah pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman (Nyaman).

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten di Kecamatan Walantaka, pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman meraup suara 6.303 disusul Jayeng Rana-Deden Apriandhi 6.185 dan posisi ketiga ditempati Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois dengan perolehan suara 5.792. Posisi keempat diduduki pasangan Tb Lulu Kaking-Tb Ismetullah Al Abbas 3.740, disusul Kirtam Sanjaya-Saiful Jamil 1.276, Panji Tirtayasa-Tb Ali Rohman 1.276, Tb Edi Mulyadi-Rizal Firdaus 816, dan pasangan terakhir Aliyudin-Siti Roudhotulzannah hanya memperoleh suara 565. Suara sah di Kecamatan Walantaka sebanyak 27.321 dan tidak sah 1.311.
Di Kecamatan Cipocok Jaya, pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman juga unggul. Pasangan ini meraih suara 8.460, disusul Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois 5.456, Jayeng Rana-Deden Apriandhi 4.458, Panji Tirtayasa-Tb Ali Rohman 3.138, Kirtam Sanjaya-Saiful Jamil 2.751, Tb Edi Mulyadi-Rizal Firdaus 1.590, dan terakhir Aliyudin-Siti Roudhotulzannah 810. Jumlah suara sah 28.200 dan suara tidak sah 1.464 dengan total surat suara 39.985. Surat suara yang tidak terpakai sebanyak 67.
Di Kecamatan Curug, pasangan Bunyamin-Tb Haerul Jaman dapat 6.265, Jayeng Rana-Deden Apriandhi 3.664, Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois 2.867, Kirtam Sanjaya-Saiful Jamil 2.092, Lulu Kaking-Tb Ismetullah Al Abbas 1.145, Panji Tirtayasa-Tb Ali Rohman 974, Tb Edi Mulyadi-Rizal Firdaus 555, dan Aliyudin-Siti Roudhotulzannah 384.
Dari 217.422 jumlah suara, Jaden memperoleh 46.487 suara atau 21,38 persen. Sedangkan, Nyaman memperoleh 48.034 suara atau 22,09 persen. Di posisi ketiga, pasangan Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois memperoleh 44.592 suara atau 20,51 persen.
Sementara data hasil rekapitulasi perolehan suara sementara yang dilakukan DPD PAN Kota Serang hingga Minggu (31/8) pukul 18.00, juga menempatkan pasangan Bunyamin-Jaman di posisi pertama dengan memperolah 47.621 suara (22,07%) dari total suara yang masuk sebanyak 215.777 (63,65%). Di posisi kedua diraih Jayeng Rana-Deden Apriandi dengan 45.827 (21.24%). Sementara Ade Muchlas Syarief-Juheni M Rois berada pada posisi ketiga dengan 44.446 suara (20,60%).

Sabtu, 30 Agustus 2008

POLEMIK PPP : SUARA TERBANYAK ATAU NOMER URUT

KESRA--28 AGUSTUS; Sebanyak 75 kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengancam mundur dari
pencalonan sebagai anggota legislatif karena penentuan caleg terpilih tidak berdasarkan suara terbanyak. PPP memang
masih menggunakan 30% bilangan pembagi pemilih (BPP) dan nomor urut.
Kader PPP yang hendak mengundurkan diri itu bergabung dalam Petisi Caleg PPP DPR. Mereka mendesak Dewan
Pimpinan Pusat (DPP) PPP memberlakukan sistem suara terbanyak menentukan caleg terpilih.
"Sudah 75 orang menandatangani Petisi Caleg DPR yang siap mundur apabila PPP tidak mengacu pada sistem suara
terbanyak untuk penentuan caleg terpilih. Ini masih bergulir dan jumlahnya akan terus bertambah."
"Sebagaian sudah mengambil balik berkas dan resmi mundur dari pencalonan DPR. Yang sudah mengambil berkas itu
sebagian besar caleg perempuan," kata inisiator Petisi Caleg PPP DPR Ahmad Suherman kepada Media Indonesia di
Jakarta, Kamis (28/8).
Mereka yang hendak mundur dari pencalegan antara lain Sekretaris Dewan Syuro Persatuan Darbiyah Islamiyah Ahmad
Zakaria sebagai caleg di daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat, Caleg DP Jawa Tengah 2 Jamil, caleg Jawa Barat 6
dokter Aji Hoesodo, dan caleg Banten 3 Sudirman Tiba.
"Kami mendesak PPP memberlakukan suara terbanyak untuk penentuan caleg terpilih agar setiap caleg yang
ditempatkan di suatu daerah pemilihan adalah kader partai yang dapat diterima dan mengakar di daerah pemilihan
masing-masing. Ini juga menciptakan iklim demokratis di internal partai untuk memberi ruang kompetisi adil dan
berkontribusi dalam upaya pencapaian target PPP."
"Kami juga mendesak Fraksi PPP memperjuangkan sistem suara terbanyak agar dimasukkan dalam revisi UU No
10/2008 tentang Pemilu," kata Suherman.
Zakaria mengatakan apabila PPP tidak memutuskan penentuan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak, dirinya
dalam minggu ini akan segera menarik berkas pencalonan. "Kalau sistem suara terbanyak ini tidak diterapkan, caleg-
caleg PPP yang merasa tidak di nomor urut jadi akan menarik berkas pencalonannya dan lari ke parpol lain," katanya

PPP Batam Ajukan Caleg Vokal

Didukung Serikat Pekerja Metal Indonesia (18.000 anggota)
BATAM - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperkenalkan 40 calegnya untuk DPRD Batam di kantor DPC PPP Batam, Seipanas, Senin (18/8) kemarin. PPP memunculkan sejumlah nama baru yang dianggap vokal serta mencalonkan sejumlah aktivis Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI).

”Sudah dua tahun PPP mempersiapkan diri. Caleg yang kami ajukan adalah yang vokal karena untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dibutuhkan orang-orang yang punya kemampuan berargumentasi,” kata Ketua DPC PPP Batam Irwansyah didampingi para caleg PPP.


Secara umum caleg-caleg PPP di DPRD Batam penuh wajah baru. Anggota Dewan dari PPP yang kini duduk di Dewan, kecuali Irwansyah, tak dicalonkan lagi. Nama-nama seperti Abdurrahman dan Sukri Farial tak ada di daftar nomor jadi. Sementara Suhaeni, naik ke DPRD Kepri.
Untuk Dapil I (Bengkong dan Batuampar), PPP memasang Perwira, Irmanda dan dr Idawati Nursanti di tiga nomor teratas. Di Dapil II (Nongsa, Batam Kota dan Lubukbaja) PPP memasang Mustaqim, Mazlan MZ dan Wahyu Diana Sari. Di Dapil III (Sekupang, Batuaji dan Belakang Padang) Irwansyah masih ada di sana bersama Abdul Syukur dan Nurli Sastianti serta Eri Wstiawan.


Sementara, di Dapil IV (Seibeduk, Sagulung. Galang dan Bulang) ada nama Muchlis Jamal, Diana TM, Agus Riono serta Bambang Mulia Setiawan. Agus dan Bambang merupakan ketua dan sekretaris PC SPMI Batam. Caleg PPP berasal dari internal partai dan eksternal. Caleg PPP juga datang dari kalangan ulama, pengusaha, pekerja, dosen, tokoh masyarakat dan lain-lain.


”Ada empat dari SPMI yang menjadi caleg PPP. PPP terbuka untuk memperjuangkan aspirasi pekerja dan saya harap kehadiran mereka bisa mendongkrak suara PPP, terumata dari kalangan pekerja,” tukas Irwanstah.


Bambang Mulia Setiawan mengatakan, SPMI akan all out mendukung kadernya yang menjadi caleg, apalagi induk organisasi SPMI di pusat mengintruksikan agar SPMI Kepri masuk lewat PPP. ”Ini upaya untuk memperjuangkan nasib buruh, sehingga SPMI harus masuk ke dalam sistem,” tukasnya.


Abdul Gafar dari Jaringan Simpul Pekerja Metal mengatakan, ada 18 ribu anggota SPMI aktif yang saat ini ada di Batam. ”Anggota SPMI itu heterogen, ada yang nasionalis dan agamis. Namun, yang pasti suara 18 ribu pekerja itu akan kita arahkan mendukung caleg dari kader SPMI,” katanya.

Jumat, 29 Agustus 2008

PPP Takalar Sulsel Target 1 Fraksi

Mantan Ketua PBSD Takalar Gabung PPP

TAKALAR, BKM-- Pengurus DPC PPP Takalar yakin target meraih 1 Fraksi di DPRD Takalar akan tercapai. Pasalnya beberapa tokoh muda yang juga pernah bergabung di beberapa partai lain memilih berlabuh di PPP Takalar.

H Nurdin Sekretaris DPC Takalar mengemukakan, jaringan PPP sudah bergerak dan mampu menarik simpati,terbukti beberapa pengurus partai bergabung termasuk pengurus Golkar.
Salah satu yang memastikan bergabung dengan PPP Takalar, adalah mantan Ketua PBSD Takalar, Makmur Mustakim. ''Saya masuk ke PPP dan berjanji untuk memajukan partai ini,'' kata Makmur.
Hal senada diutarakan mantan Pengurus Golkar Kecamatan Galesong Utara yang juga pernah menjabat Kades Bontolebang, Ashari Gau." Kami berjuang lewat PPP sebagai wadah pengabdian baru,'' ujarnya. (K5/mal)

PPP Takalar Prioritaskan Tokoh Muda

TAKALAR,BKM-- Target PPP Takalar meraih 15 persen suara atau setara atau satu fraksi di DPRD Takalar pada Pemilu 2009 terus dipacu.
Berbagai usaha dilakukan seperti dengan menempatkan lebih banyak kader muda di posisi atas alias nomor jadi. Dari usulan caleg yang dimasukkan ke KPU pada tiga dapil yang dibagi di Takalar, posisi nomor satu menjadi caleg diduduki kaum tokoh Muda.

Untuk DP I yang meliputu wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara, Polongbangkeng Selatan, Pattalassang nama Makmur Mustakim berada di posisi nomor 1, sementara nama H Muchtar Ago berada di posisi ke dua. Untuk dapil II meliputi Kecamatan Mangngarabombang, Mappakasunggu, Sanrobone nama H Akbar Serang yang juga tokoh muda Takalar juga berada di nomor 1. Hal sama juga terjadi di Dapil III wilayah Galesong Selatan, Galesong Utara, Galesong Kota, nama H Nurdin yang menjabat Sekretaris DPC PPP Takalar berada di nomor satu.
Tentang munculnya tokoh Muda di nomor jadi, H Nurdin Sekretaris PPP Takalar menyatakan, merupakan bagian dari strategi meraih dukungan maksimal. ''Kami percaya dengan dukungan tokoh muda maka akan lebih mudah meraih dukungan suara,'' katanya.
Tak jauh beda dengan PAN Takalar. Dari tiga DP yang ada, semua nomor jadi ditempati tokoh muda. M Misba Sekretaris DPD PAN Takalar, juga optimis dengan strategi itu. ''Akselerasi partai untuk meraih dukungan tentu akan lebih kencang dengan kehadiran tokoh muda,'' katanya. (K5/mal)

Kamis, 28 Agustus 2008

Calon PPP M Yunan, Wabup Simeulue NAD

BANDA ACEH - Drs M Yunan T, pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) yang juga pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Simeulue, meraih suara terbanyak (12 suara) dalam pemilihan Wakil Bupati Simeulue, Kamis (28/8) di gedung DPRK setempat. Sedangkan rivalnya, Azharuddin Agur, anggota DPRK setempat dari Partai Golkar, hanya meraih tujuh suara.

Dengan kemenangan itu, berarti M Yunan-lah yang berhak menjadi Wakil Bupati Simeulue, menggantikan posisi Drs Ibnu Abban GT Ulma yang meninggal dunia di Jakarta, Juli 2007, karena sakit.

Bupati Simeulue, Drs Darmili yang dikonfirmasi Serambi dari Banda Aceh mengatakan benar bahwa Drs M Yunan T meraih dukungan terbanyak dalam pemilihan kemarin yang hanya melibatkan dua calon wakil bupati.

Jumlah anggota dewan yang memberikan hak suaranya dalam pemilihan kemarin, kata Darmili, hanya 19 dari 20 orang total anggota DPRK Simeulue. Satu orang dari unsur Wakil Pimpinan Dewan, yakni Drs Mandar M Adam, tidak ikut memilih, karena sedang mengikuti sebuah pelatihan di Medan.

Sidang paripurna itu dipimpin Wakil Ketua DPRK Simeulue, M Hasbi. Pemilihan berjalan lancar, aman, dan demokratis. “Tidak ada intimidasi, penyuapan atau money politics,” ujar Darmili. Menurutnya, wakil partai politik yang duduk di DPRK Simeulue periode ini tidak ada yang mayoritas. Kursi terbanyak diraih PAN, tapi jumlahnya cuma tiga kursi. Sedangkan yang lainnya masing-masing dua kursi, yakni Golkar, PDI-P, PBR, PDK, PKPI, PPP, dan PBB. Tiga kursi lagi terbagi rata masing-masing untuk PIB, PKPD, dan Partai Demokrat.

Asahan , 5 Kader PPP Ditempatkan di Dapem VI, Air Batu

KabarIndonesia - Kisaran, Lima kader terbaik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Asahan ditempatkan di Daerah Pemilihan (Dapem) VI, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Propinsi Sumut. Masing-masing mereka berdasarkan nomor urut adalah, nomor urut 1: Jamyus Silalahi, nomor urut 2: Aziz, nomor urut 3: Sabihisma Nasution, nomor urut 4: Rahmayanti, dan nomor urut 5: Rosdiana.

Demikian keterangan Ketua Laznah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP2L) DPC PPP Kabupaten Asahan, Tripurno Widodo SH, Selasa (19/9) saat mempersiapkan seluruh berkas Caleg-celeg PPP yang akan diantar ke KPUD Asahan.

Diterangkannya, penetapan nomor urut partai tersebut, sesuai dengan surat persetujuan calon anggota DPRD Kabupaten Asahan dari DPW PPP Sumut, bernomor: 100/ INT/ B/ VIII/ 2008, tertanggal 13 Agustus 2008. Dan sudah diterima pihaknya, melalui faximail tanggal 17 Agustus 2008 lalu, pukul 16:16 WIB. Bahkan hari itu juga sudah diumumkan kepada seluruh Caleg PPP Asahan.

Dikatakan, pada Dapem-dapem lainnya untuk nomor urut 1, seperti Dapem I (Kecamatan Kisaran Barat dan Kisaran Timur) adalah Drs. Darwis Sirait. Dari Dapem II (Kecamatan Buntu Pane dan Bandar Pasir Mandoge) Tengku Syarifah SE. Kemudian Dapem III (Kecamatan Meranti) Tri Purno Widodo SH. Dapem IV (Kecamatan Air Joman dan Tanjungbalai) Firdaus Masudi Hasyim, Dapem V (Kecamatan Sei Kepayang dan Simpang Empat) Supriyadi KS, dan Dapem VII (Kecamatan Bandar Pulau, Pulau Rakyat dan Aek Kuasan) M. Yusuf.

Sementara itu, Jamyus Silalahi, Caleg Nomor Urut 1 dari Dapem VI (Kecamatan Air Batu), merasa optimis jika perolehan 2 kursi akan dipenuhi PPP di dapemnya. “Perjuangan ini kan ibadah. Jika kemudian dalam usaha, ihtiar dan tawakkal kita di jalan Allah, menghasilkan 2 kursi untuk PPP di Kecamatan Air Batu, atau ada yang mendapatkan 30 persen, semua itu adalah nikmat dan karunia dari Allah SWT yang wajib kita syukuri,” jelasnya.

Ketika ditanya soal langkah apa yang akan dilakukan untuk memenuhi target, Jamyus dengan lugas menjawab, “Langkah dakwah dan syiar Islam. Dengan menyampaikan amar makruf nahi munkar, agar semua ummat tetap komit pada kiblatnya, ke ka’bah dan takut kepada Allah,” kata Bendahara DPC PPP Asahan ini.

Kejar Target, PPP Sulsel Lari Maraton

DPW PPP SULSEL DAFTAR 90 CALEG

MESKI termasuk partai lama, sebab sudah ada sejak orde baru, tapi PPP, khususnya Sulsel untuk Pemilu 2009 terhitung lambat bergerak.Hal itu disebabkan karena konflik internal yang melilit partai ini di tingkat DPW Sulsel.

Tapi meski demikian, partai ini cukup optimistis bisa memenuhi target nasional untuk meraih 15 persen suara di Pemilu 2009. Target tersebut dinilai sebagai target yang masih rasional dan proporsional.

Untuk itu, berbagai strategi akan dilakukan ke depan. Infrastruktur dan jaringan partai yang ada tentu akan dioptimalkan. Semuanya akan dibahas dalam rapat lajnah pemenangan pemilu legislatif, bulan depan.

"Pokoknya kita akan berupaya semaksimal mungkin mengejar ketertinggalan. Kita sadari, untuk itu memang butuh strategi khusus," ungkap Sekretaris DPW PPP Sulsel, Taufiq Zainuddin di kantornya, Rabu 27 Agustus.

Salah satunya, kata dia, mekanisme penentuan caleg terpilih yang juga dilakukan melalui suara terbanyak. Menurut dia, hal itu bukan berarti PPP ikut-ikutan dengan partai. Sebab, dari awal justru PPP konsisten memperjuangkan di pembahasan UU Pemilu, tetapi kalau dari fraksi besar.

"Suara terbanyak itu diinginkan mayoritas cabang dan itu sudah ditindaklanjuti melalui rapat pengurus harian," ungkapnya. Selain itu, Taufiq juga lantas menyitir pernyataan ketuanya, Amir Uskara di beberapa kesempatan. Yakni, PPP Sulsel harus paling fight. Ibarat lari marahon, tetapi kecepatannya sprint.

"Bahkan, kalau perlu pakai dopping untuk mengejar ketertinggalan," kata Taufik sambil bercanda. Soal strategi kampanye, lanjutnya, masih akan dibicarakan secara internal. Sebab, kata dia, lebih baik berpikir sedikit tapi menghasilkan banyak dari pada berpikir banyak tapi menghasilkan sedikit.

"Semua masih akan dibicarakan secara internal supaya tidak terkesan kerja sendiri-sendiri," katanya. Sejumlah nama sudah disiapkan PPP untuk calegnya di tiap tingkatan. Untuk DPR RI misalnya, sudah ada nama seperti Suaib Didu dan Syukur Sabang untuk dapil Sulsel 3, Andi Jamaro Dulung di dapil 2 dan beberapa nama lainnya.

Untuk DPRD Sulsel, Ketua DPW Amir Uskara akan bertarung dari dapil Sulsel 2, sementara sekretarisnya, Taufiq Zainuddin akan bertarung dari dapil 4. Pengurus perempuan PPP seperti Andi Mariattang dan Muliati Mastura Yusuf akan bertarung di dapil 3.