Pasangan Doa (Drs. Don Bosco M Wangge, M.Si-Achmad Mochdar) diusung PDIP, PDK, PNBK, Partai Patriot Pancasila, PKS, PBR, PPP, PBSD, PPD, PNUI, Partai Pelopor, PSI dan PAN.
DOA Terus Memimpin
Setelah KPU Kabupaten Ende melakukan penghitungan perolehan suara sementara, pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Ende, Don Bosco M. Wangge-Achmad Mochdar masih terus memimpin. Pasangan Doa demikian panggilan karib pasangan ini, memimpin dengan raihan 54.845 suara atau sebesar 41,96 persen.
Raihan suara pasangan DOA dipastikan tidak bakal terkejar lagi, karena sampai pukul 16.00 Wita sudah 130.695 suara yang terhitung atau sebesar 83,21 persen suara yang sudah terhitung dari 157.061 total suara.
Di urutan kedua dan ketiga masing-masing pasangan Silvester Djuma-
Djafar H. Achmad (Mawar) yang memperoleh suara sebanyak 22.240 suara, selanjutnya pasangan pasangan Petrus Lengo-Paulus Pase (Lengo-Pase) dengan torehan 14.404 suara. Yang menarik, kalau sebelumnya di tempat keempat pasangan Siprianus Reda Lio-Titus M. Tibo (Setia).
Memasuki hari kedua penghitungan, pasangan Setia tergeser ke urutan lima dengan raihan 11.636 suara. Sedangkan pasangan Wilhelmus Wolo-Alberth Bhoka (Wolo-Bhoka) yang sebelumnya bertengger di urtan enam berhasil menempati urutan empat dengan torehan 12.826 suara.
Sedangkan yang menempati dua urutan terkahir masing-masing pasangan Marselinus Petu-Stefanus Tani Temu (Petani) yang hanya mendapat 11.367 suara. Dan pasangan Yucundianus Lepa-Nur Aini AR Rodja (Dian) di tempat terkahir dengan raihan 3.377 suara.
Sebelumnya, KPUD Ende telah menetapkan tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati Ende. Tujuh pasangan dimaksud terdiri dari dua calon perseorangan yaitu Wilhelmus Wolo,S.H-Albert Bhoka (paket Wolobhoka) dan Drs. Siprianus Reda Lio-Titus M Tibo, S.H (paket Setia). Sedangkan lima paket lainnya yang diusung paspol adalah paket Petani (Ir. Marselinus YW Petu-Ir Stefanus Tani Temu, M.Si) yang diusung partai Golkar; paket Mawar (Silvester Djuma- Drs H Djafar H Achmad, MM) diusung Partai Demokrat, PPD, PPDI, PBB, PNI Marhaenis, PKPB, PBSI dan Partai Serikat Indonesia; paket Doa (Drs. Don Bosco M Wangge, M.Si-Achmad Mochdar) diusung PDIP, PDK, PNBK, Partai Patriot Pancasila, PKS, PBR, PPP, PBSD, PPD, PNUI, Partai Pelopor, PSI dan PAN; paket Dian (Ir. Yukundianus Lepa, M.Si-Nur Aini AR Rodja, S.Pd) diusung PKB dan PPDI serta paket Lengo-Pase (Ir. Petrus Lengo-Paulus Pase, S.H) yang diusung PNI Marhaenisme, PKPI dan PDS.
Sementara dua paket yang tidak lolos verifikasi yakni paket Bernas (Bernadus Gadobani, S.Ag-Drs. Hendrikus Seni) dan paket Damai (Drs. Anton David Dalla, M.Si-Drs Iskandar M Mberu). Saat mendaftar paket Bernas diusung PDIP, sementara paket Damai diusung PKB dan PAN. Kepengurusan tiga parpol pengusung itu dianggap tidak sah.
Sementara Perhitungan suara di Pilkada Rote Ndao di hentikan tetapi pasangan dukungan PPP sulit menang dari pasangan Independen Christian Nehemia Dillak-Zakarias P Manafe.
PPP JUGA TELAH MENANG DI SUMBA TENGAH
WAIBAKUL, PK - Untuk sementara pasangan Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang - Umbu Dondu,BA (Ubud) unggul dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah, Senin (8/9/2008). Hingga pukul 16.00 Wita, Ubud mendulang 13.183 suara, pasangan Drs. Umbu K Anagoga-Ir. Ferdi Samlati (Ana Ati) mengoleksi 4.381 suara dan pasangan Ir. Obed Umbu Madiata - Umbu Ndena Bili,Sm.Th mengumpulkan 3.684 suara.
Pasangan yang diusung PKB, PKPI, PDK, PKPB, PPP dan partai kecil lain ini, hampir pasti memimpin kabupaten pemekaran dari Sumba Barat itu, karena jauh meninggalkan dua rival politik, yakni Ana Ati yang diusung Partai Golkar dan PPD dan Umade yang dijagokan PDIP. Suara yang belum masuk hanya dari Kecamatan Mamboro sedangkan tiga kecamatan lainnya, Katikutana, Umbu Ratu Nggay Barat dan Umbu Ratu Nggay hampir semua TPS sudah melaporkan hasil perhitungannya.
Dilaporkan wartawan Pos Kupang, Petrus Piter, Paschalis Tho dan Adiana Ahmad, sejak pukul 07.00 Wita, warga berbondong- bondong ke tampat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak politik mereka. Warga antusias menentukan pemimpin yang diharapkan mampu membesarkan ‘bayi’ yang baru lahir menjadi lebih baik. Warga mengharapkan duet yang mengungguli pemilihan mampu merubah ‘kampung’ Waibakul menjadi kota yang layak dan pantas sebagai sebuah ibukota kabupaten. Warga juga mengharapkan buah tangan pemimpin hasil pilihan rakyat ini mampu membawa kesejahteraan, mampu menyiapkan sarana dan prasarana, terutama jalan, jembatan, sekolah, puskesmas, mampu meningkatkan ekonomi rakyat dengan penmingkatan produktivitas sumber daya alam yang dimiliki daerah itu.
Berbagai potensi seperti ternak, lahan pertanian, kandungan emas, pasir besi belum dijamah hingga saat ini. Selama bergabung dengan kabupaten induk Sumba Barat, daerah yang jaraknya kurang lebih 18 km dari Waikabubak, itu masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Weetabula yang letaknya kurang lebih 40 km arah barat. Diharapkan diskriminasi pembangunan ini tidak terjadi lagi, seiring dengan otonomi daerah dan lahirnya pemimpin pilihan rakyat.
Selasa, 14 Oktober 2008
Pilkada Pidie Jaya NAD : Calon PPP di tegur Panwas
MEUREUDU - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pidie Jaya kembali menegur pasangan kandidat yang ikut dalam bupati Pidie Jaya. Kali ini, kandidat yang ditegur adalah pasangan nomor urut delapan, Ihsanuddin MZ-Ratmi Abdullah, karena ditengarai berkampanye pada malam hari yang diselubungi pemberian bantuan pada tempat ibadah di Desa Lancok Baroh, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya.
Memang kegiatannya memberi bantuan untuk meunasah. Bahkan saat tim kami menanyai warga setempat, mereka mengakui sangat butuh bantuan tersebut. Tapi itu sudah masuk dalam kategori kampanye,” ujar Ketua Panwaslih Pidie Jaya, Mushalli kepada Serambi, Senin (13/10).
Ihsanuddin bersama tim sukses dan jurkamnya mendatangi desa Lancok Baroh dan memberikan bantuan untuk Meunasah. Di antara bantuan yang diberikan dalam bentuk kwitansi atau cek, terdiri dari 30 sak semen dan 20 truck tanah timbun. Sedangkan enam lusin piring, satu lusin gelas, satu lusin tempat cuci tangan, dua lusin sendok/garpu, diberikan langsung dalam bentuk barang.
Serba salah
Ihsanuddin yang dihubungi melalui selulernya mengatakan, apa yang dilakukannya adalah bagian dari upaya membina silaturrahmi. Ihsanuddin mengaku serba salah dalam hal tersebut. Karena, katanya, di satu sisi mereka mendapat permintaan dari sejumlah tokoh masyarakat di desa tersebut agar membantu pembangunan meunasah dan perlengkapan lainnya. “Kami memohon maaf kalau ini dianggap suatu kesalahan,” ujar Ihsanuddin.(s)
Memang kegiatannya memberi bantuan untuk meunasah. Bahkan saat tim kami menanyai warga setempat, mereka mengakui sangat butuh bantuan tersebut. Tapi itu sudah masuk dalam kategori kampanye,” ujar Ketua Panwaslih Pidie Jaya, Mushalli kepada Serambi, Senin (13/10).
Ihsanuddin bersama tim sukses dan jurkamnya mendatangi desa Lancok Baroh dan memberikan bantuan untuk Meunasah. Di antara bantuan yang diberikan dalam bentuk kwitansi atau cek, terdiri dari 30 sak semen dan 20 truck tanah timbun. Sedangkan enam lusin piring, satu lusin gelas, satu lusin tempat cuci tangan, dua lusin sendok/garpu, diberikan langsung dalam bentuk barang.
Serba salah
Ihsanuddin yang dihubungi melalui selulernya mengatakan, apa yang dilakukannya adalah bagian dari upaya membina silaturrahmi. Ihsanuddin mengaku serba salah dalam hal tersebut. Karena, katanya, di satu sisi mereka mendapat permintaan dari sejumlah tokoh masyarakat di desa tersebut agar membantu pembangunan meunasah dan perlengkapan lainnya. “Kami memohon maaf kalau ini dianggap suatu kesalahan,” ujar Ihsanuddin.(s)
Pilkada Kab Bogor : 300 Kades Sokong Rahman
Sering Kumpul di Kantor DPC PPP
Kades Pagelaran: Dukungan Kita Inisiatif Sendiri
CIBINONG - Kekuatan pasangan Rachmat Yasin-Karyawan Fathurachman (Rahman) menghadapi putaran kedua Pemilu Bupati/Wakil Bupati Bogor 30 November 2008 mendatang terus bertambah. Ini setelah ratusan kepala desa (Kades) menyatakan sikap siap menyokong pasangan Rahman. Ratusan Kades itu Selasa (14/10) kemarin mendatangi kantor DPC PPP Kabupaten Bogor untuk menemui Rachmat Yasin (RY) dan Karyawan Fathurachman (KF). Mengenakan pakaian dinas lengkap dengan lencana Kades, mereka mendatangi markas tim sukses Rahman usai menghadiri Halal Bil Halal dan pelepasan Bupati/Wakil Bupati Bogor di kantor Pemkab Bogor Cibinong.
“Kedatangan kami inisiatif sendiri tanpa komando dari siapapun,” kata Lurah Pagelaran Ucup kepada Pakar kemarin.
Setelah bersilaturahmi, ratusan Kades itu bersama RY dan KF berangkat bersama-sama ke kawasan Gunungputri, Kabupaten Bogor untuk menghadiri pernikahan anak Adi Suwardi, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Kabupaten Bogor.
Sementara itu menurut Rachmat Yasin, berkumpulnya mayoritas kepala desa se Kabupaten Bogor ini memang bukan pertama kali diadakan, tetapi memang sudah sering. “Hanya saja untuk putaran kedua mendatang, lebih banyak kepala desa yang bergabung, karena jika sebelumnya hanya sekitar 250 kepala desa, saat ini lebih dari 300 kepala desa yang ikut mendukung kita,” ujarnya.
Fachrurozi Kepala Desa Ciapus mengatakan jika apa yang dilakukan oleh para kepala desa ini tidak lain untuk mensukseskan pilkada putaran kedua. “Memang kita dituntut untuk netral dalam Pilkada Kabupaten Bogor. Tetapi untuk pribadi-pribadinya sudah tentu terserah pada kepala desa itu sendiri,” ujarnya.=UNG
Kades Pagelaran: Dukungan Kita Inisiatif Sendiri
CIBINONG - Kekuatan pasangan Rachmat Yasin-Karyawan Fathurachman (Rahman) menghadapi putaran kedua Pemilu Bupati/Wakil Bupati Bogor 30 November 2008 mendatang terus bertambah. Ini setelah ratusan kepala desa (Kades) menyatakan sikap siap menyokong pasangan Rahman. Ratusan Kades itu Selasa (14/10) kemarin mendatangi kantor DPC PPP Kabupaten Bogor untuk menemui Rachmat Yasin (RY) dan Karyawan Fathurachman (KF). Mengenakan pakaian dinas lengkap dengan lencana Kades, mereka mendatangi markas tim sukses Rahman usai menghadiri Halal Bil Halal dan pelepasan Bupati/Wakil Bupati Bogor di kantor Pemkab Bogor Cibinong.
“Kedatangan kami inisiatif sendiri tanpa komando dari siapapun,” kata Lurah Pagelaran Ucup kepada Pakar kemarin.
Setelah bersilaturahmi, ratusan Kades itu bersama RY dan KF berangkat bersama-sama ke kawasan Gunungputri, Kabupaten Bogor untuk menghadiri pernikahan anak Adi Suwardi, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Kabupaten Bogor.
Sementara itu menurut Rachmat Yasin, berkumpulnya mayoritas kepala desa se Kabupaten Bogor ini memang bukan pertama kali diadakan, tetapi memang sudah sering. “Hanya saja untuk putaran kedua mendatang, lebih banyak kepala desa yang bergabung, karena jika sebelumnya hanya sekitar 250 kepala desa, saat ini lebih dari 300 kepala desa yang ikut mendukung kita,” ujarnya.
Fachrurozi Kepala Desa Ciapus mengatakan jika apa yang dilakukan oleh para kepala desa ini tidak lain untuk mensukseskan pilkada putaran kedua. “Memang kita dituntut untuk netral dalam Pilkada Kabupaten Bogor. Tetapi untuk pribadi-pribadinya sudah tentu terserah pada kepala desa itu sendiri,” ujarnya.=UNG
KH Maoshul Pilih PPP, Mbak Marissa"Icha" H Istiqomah Nomer 2
.PPP Memakai Sistem Nomer Urut bukan Suara terbanyak
.Karena Begitu Sesaknya PPP di 2009, Lika Liku dan Dinamika Penyusunan Caleg mewarnai PPP
Jadi Caleg,Asep Maosul Pilih Maju dari PPP
Tuesday, 14 October 2008
KH Maoshul Pengasuh PP Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya dengan jumlah santri 2000 santri dan cabang pesantren 1000 lebih.
TASIKMALAYA (SINDO) – Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya KH Asep Ahmad Maosul Affandi mengaku lebih memilih menjadi calon anggota DPR RI dari PPP,bukan PKB.
”Saya telah mengundurkan diri dari pencalonan PKB kemudian menentukan pilihan dari PPP dengan nomor urut satu untuk daerah pemilihan Jabar XI, yakni Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta Kabupaten Garut. Itu keputusan saya, jadi sama sekali tidak ada pencalonan ganda seperti yang ramai diberitakan,” ungkap Asep kepada SINDO,kemarin. Sebelumnya pencalonan KH Asep Ahmad Maosul Affandi diklaim oleh dua partai besar, PKB dan PPP.
Kedua partai tersebut saling klaim soal pencalonan kiai kharismatik tersebut menjadi anggota DPR RI. Bahkan kedua partai tersebut menempatkan Asep di nomor urut satu di daerah pemilihan berbeda dengan yang ditentukan saat ini. PKB menempatkannya di dapil Jabar X,yakni Ciamis,Kuningan, dan Majalengka. Mengenai pencalonannya di dua partai tersebut, Asep mengakui dirinya didaftarkan oleh dua parpol berbeda,PKB dan PPP, tetapi akhirnya dia memilih PPP sebagai sandaran.
”Prosesnya memang panjang,dan saya benar didaftarkan oleh dua partai berbeda. Pendaftaran itu bukan atas kehendak saya secara pribadi, tetapi atas dorongan orang lain.Intinya,mungkin ini sebagai bentuk amanat dari Allah bahwa saya harus maju menjadi caleg demi kemaslahatan umat,”papar Asep. Pencalonan oleh dua parpol tersebut,katadia,semestinya tidak perlu muncul dan menjadi polemik, karena sejak awal dirinya sudah memiliki komitmen dengan PPP dan menyatakan mundur dari pencalonannya di PKB.
[ Rabu, 15 Oktober 2008 ]
Marissa Haque Istiqomah jadi Caleg Nomor 2 Dapil Jabar
JAKARTA - Marissa Haque mengaku sudah lapang dada. Dia sudah bisa menerima keputusan DPP PPP yang menempatkan dirinya pada caleg nomor urutan 2 di dapil Jawa Barat 1.
Sikap ikhlas itu diambil setelah dia gagal bertemu Ketua Umum PPP Suryadahrma Ali. Senin malam (13/10), Marissa mendatangi kediaman Surya. Tujuannya, menanyakan mengapa dirinya tidak ditempatkan di nomor urut 1. ''Saya menunggu sampai pukul dua belas malam, tapi tidak diterima juga,'' cerita istri Ikang Fauzi itu.
Setelah tak berhasil bernegosiasi dengan Surya, Marissa memilih pulang. Dia mengaku salat Subuh dan meminta petunjuk terkait dengan pencalegannya di DPR. ''Setelah salat Subuh, saya tidur. Setelah bangun, saya memutuskan untuk menerima nomor urut dua yang telah diputuskan DPP,'' kisahnya.
Dia menyatakan akan bekerja keras untuk memenuhi bilangan pembagi pemilih (BPP) 30 persen agar jalannya ke Senayan mulus. Tanpa harus memusingkan nomor urut.
Seperti diberitakan kemarin, Marissa menuntut ditempatkan di nomor urut 1 di dapil yang membawahkan Bandung dan Cimahi itu. Alasannya, dia sudah dijanjikan oleh Surya di nomor paling atas. Karena itulah, dia langsung protes setelah melihat DCS (daftar calon sementara) ternyata dirinya berada di nomor urut dua di bawah Somali A. Malik, tokoh PPP Garut. Saking kecewanya, Marissa mengancam akan membangun tenda di rumah Surya. Tapi, pada akhirnya dia luluh juga di nomor 2.
Hari ini (15/10), Marissa akan merayakan ulang tahun ke-46. Di momen penting dalam hidupnya tersebut, dia menilai posisinya sebagai caleg nomor urut dua di dapil Jabar 1 itu sebagai kado ulang tahun. ''Saya terima. Pada akhirnya, saya tidak terlalu berambisi,'' tambah perempuan cantik peraih gelar Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik 1987 tersebut.
Namun, Marissa tetap menyesal karena tidak pernah diajak bicara terkait dengan penggeseran nomor urut pencalegannya itu. Ibu dua putri tersebut bersikukuh bahwa Ketua DPP PPP Suryadharma Ali telah menjanjikan nomor urut satu kepadanya. ''Yang janji ketua umum, bukan Sekjen (Irgan Chairul Mahfidz, Red),'' tegasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Mohammad Romahurmuzy menyatakan, hingga tadi malam tidak ada keputusan untuk mengubah DCS yang sudah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). ''Nomor dua tersebut (nomor urut Marissa) merupakan bentuk apresiasi kepada teman-teman yang baru bergabung (di PPP, Red),'' ujarnya saat dihubungi tadi malam (14/10). (cak/tof)
.Karena Begitu Sesaknya PPP di 2009, Lika Liku dan Dinamika Penyusunan Caleg mewarnai PPP
Jadi Caleg,Asep Maosul Pilih Maju dari PPP
Tuesday, 14 October 2008
KH Maoshul Pengasuh PP Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya dengan jumlah santri 2000 santri dan cabang pesantren 1000 lebih.
TASIKMALAYA (SINDO) – Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya KH Asep Ahmad Maosul Affandi mengaku lebih memilih menjadi calon anggota DPR RI dari PPP,bukan PKB.
”Saya telah mengundurkan diri dari pencalonan PKB kemudian menentukan pilihan dari PPP dengan nomor urut satu untuk daerah pemilihan Jabar XI, yakni Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta Kabupaten Garut. Itu keputusan saya, jadi sama sekali tidak ada pencalonan ganda seperti yang ramai diberitakan,” ungkap Asep kepada SINDO,kemarin. Sebelumnya pencalonan KH Asep Ahmad Maosul Affandi diklaim oleh dua partai besar, PKB dan PPP.
Kedua partai tersebut saling klaim soal pencalonan kiai kharismatik tersebut menjadi anggota DPR RI. Bahkan kedua partai tersebut menempatkan Asep di nomor urut satu di daerah pemilihan berbeda dengan yang ditentukan saat ini. PKB menempatkannya di dapil Jabar X,yakni Ciamis,Kuningan, dan Majalengka. Mengenai pencalonannya di dua partai tersebut, Asep mengakui dirinya didaftarkan oleh dua parpol berbeda,PKB dan PPP, tetapi akhirnya dia memilih PPP sebagai sandaran.
”Prosesnya memang panjang,dan saya benar didaftarkan oleh dua partai berbeda. Pendaftaran itu bukan atas kehendak saya secara pribadi, tetapi atas dorongan orang lain.Intinya,mungkin ini sebagai bentuk amanat dari Allah bahwa saya harus maju menjadi caleg demi kemaslahatan umat,”papar Asep. Pencalonan oleh dua parpol tersebut,katadia,semestinya tidak perlu muncul dan menjadi polemik, karena sejak awal dirinya sudah memiliki komitmen dengan PPP dan menyatakan mundur dari pencalonannya di PKB.
[ Rabu, 15 Oktober 2008 ]
Marissa Haque Istiqomah jadi Caleg Nomor 2 Dapil Jabar
JAKARTA - Marissa Haque mengaku sudah lapang dada. Dia sudah bisa menerima keputusan DPP PPP yang menempatkan dirinya pada caleg nomor urutan 2 di dapil Jawa Barat 1.
Sikap ikhlas itu diambil setelah dia gagal bertemu Ketua Umum PPP Suryadahrma Ali. Senin malam (13/10), Marissa mendatangi kediaman Surya. Tujuannya, menanyakan mengapa dirinya tidak ditempatkan di nomor urut 1. ''Saya menunggu sampai pukul dua belas malam, tapi tidak diterima juga,'' cerita istri Ikang Fauzi itu.
Setelah tak berhasil bernegosiasi dengan Surya, Marissa memilih pulang. Dia mengaku salat Subuh dan meminta petunjuk terkait dengan pencalegannya di DPR. ''Setelah salat Subuh, saya tidur. Setelah bangun, saya memutuskan untuk menerima nomor urut dua yang telah diputuskan DPP,'' kisahnya.
Dia menyatakan akan bekerja keras untuk memenuhi bilangan pembagi pemilih (BPP) 30 persen agar jalannya ke Senayan mulus. Tanpa harus memusingkan nomor urut.
Seperti diberitakan kemarin, Marissa menuntut ditempatkan di nomor urut 1 di dapil yang membawahkan Bandung dan Cimahi itu. Alasannya, dia sudah dijanjikan oleh Surya di nomor paling atas. Karena itulah, dia langsung protes setelah melihat DCS (daftar calon sementara) ternyata dirinya berada di nomor urut dua di bawah Somali A. Malik, tokoh PPP Garut. Saking kecewanya, Marissa mengancam akan membangun tenda di rumah Surya. Tapi, pada akhirnya dia luluh juga di nomor 2.
Hari ini (15/10), Marissa akan merayakan ulang tahun ke-46. Di momen penting dalam hidupnya tersebut, dia menilai posisinya sebagai caleg nomor urut dua di dapil Jabar 1 itu sebagai kado ulang tahun. ''Saya terima. Pada akhirnya, saya tidak terlalu berambisi,'' tambah perempuan cantik peraih gelar Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik 1987 tersebut.
Namun, Marissa tetap menyesal karena tidak pernah diajak bicara terkait dengan penggeseran nomor urut pencalegannya itu. Ibu dua putri tersebut bersikukuh bahwa Ketua DPP PPP Suryadharma Ali telah menjanjikan nomor urut satu kepadanya. ''Yang janji ketua umum, bukan Sekjen (Irgan Chairul Mahfidz, Red),'' tegasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Mohammad Romahurmuzy menyatakan, hingga tadi malam tidak ada keputusan untuk mengubah DCS yang sudah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). ''Nomor dua tersebut (nomor urut Marissa) merupakan bentuk apresiasi kepada teman-teman yang baru bergabung (di PPP, Red),'' ujarnya saat dihubungi tadi malam (14/10). (cak/tof)
Nostalgia Perjuangan Nan Berat PPP
Kalah = lapangan sepak bola menjadi..
Ekses akibat kekalahan golkar. k.h. amin bunyamin di larang jadi khatib ied di cihuni, garut. di dawuhan, ja-teng, lapangan bola dibuat sawah. di aceh proyek air minum diprioritaskan untuk daerah golkar.
ORANG yang paling masygul pada Lebaran lalu barangkali Katamsi. Sebagai panitia salat Ied di Lapangan Cihuni, Kecamatan Wanaraja, Garut, lelaki berusia 40 tahun ini telah gagal menjalankan tugasnya. Jemaah yang mendatangi lapangan tak lebih dari hanya enam saf, empat saf pria, dua wanita.
Baru sekali ini terjadi dalam sejarah salat Ied di Cihuni, jemaah tak sampai mengisi seperempat lapangan seluas hampir satu hektar itu. Padahal, selama ini, jemaah Ied di situ - yang mayoritasnya terdiri dari warga Pesantren Darussalam, Kampung Gparl, dan warga desa sekitarnya - selalu meluap, tak tertampung. Apa yang telah terjadi ?
Rupanya, seperti yang dituturkan Katamsi, "Warga Pesantren Darussalam Cipari bersembahyang Ied di kompleks Darussalam yang di kota kecamatan Wanaraja." Kompleks Darussalam memang ada dua, di Cipari, masuk Desa Sukarasa, dan satu lagi di Wanaraja, sekitar empat kilometer dari Cipari. Kiai Haji Amin Bunyamin, Pimpinan Darussalam Cipari, yang sejak 1977 menjadi imam dan khatib di Lapangan Cihuni, pada Lebaran kemarin terkena larangan meneruskan tugas yang sudah dijalaninya selama 10 tahun itu, sehingga ia berpindah ke Darussalam Wanaraja. Pembuat larangan adalah Camat Wanaraja, Dalhadi Umar.
Semua ini gara-gara pada Pemilu lalu, Golkar kalah di Desa Sukarasa. Dari 1.460 suara Golkar hanya menyerap 11%, sementara PPP 80% -- sisanya diperoleh PDI.
Lebih dari sekadar melarang Kiai Amin Bunyamin mengimami salat Ied di Cihuni Pak Camat juga melarang 12 guru pegawai negeri yang menJadl tenaga honorer di tsanawiyah dan aliyah Pesantren Darussalam Cipari meneruskan tugas pendidikanya. "Dalam kedudukan saya selaku ketua Korpri dan pembina PGRI, saya berhak melarang mereka mengajar di situ," kata Dulhadi Umar. Larangan mengajar hanya diberlakukan untuk Darussalam Cipari. Yang di Wanaraja, di bawah kepemimpinan Kiai Cholid Tauzirie, tidak. "Pak Cholid masih mampu memelihara netralitasnya," kata Dalhadi Umar, kepada wartawan TEMPO Hasan Syukur.
Beberapa hari menjelang minggu tenang dulu, Kiai Amin dianggap bersuara minor. "Saya yakin, Golkar akan menang, tapi saya akan bcrusaha agar tidak menang mutlak," kata Kiai Amin, mengulang kata-katanya dulu itu kepada TEMPO. "Kalau menang mutlak, berbahaya, karena tidak ada lagi yang mengkritik pemerintah."
Sehari menjelang pencoblosan, Kiai Amin dipanggil Kodim Garut. "Dandim cuma tanya apa benar saya melakukan baiat. Saya jawab, itu fitnah. Malam itu juga saya lantas dibolehkan pulang," tuturnya. Ia sendiri tampak santai menangapi larangan berkhotbah dan jadi imam di Lapangan Cihuni.
Di Desa Dawuhan, Banjarnegara, Jawa Tengah, ekses kekalahan Golkar lain lagi bentuknya. Lapangan sepak bola di desa itu oleh lurahnya, Prawira, diubah menjadi sawah. Itu dilakukannya langsung 23 April lalu, seusai penghitungan suara. Ternyata, Golkar hanya mendapatkan 391, jauh di bawah PPP yang 745. Meski lapangan bola yang langsung dicangkuli dan diairi itu merupakan tanah bengkok, warga Dawuhan sempat resah.
Ekses akibat kekalahan golkar. k.h. amin bunyamin di larang jadi khatib ied di cihuni, garut. di dawuhan, ja-teng, lapangan bola dibuat sawah. di aceh proyek air minum diprioritaskan untuk daerah golkar.
ORANG yang paling masygul pada Lebaran lalu barangkali Katamsi. Sebagai panitia salat Ied di Lapangan Cihuni, Kecamatan Wanaraja, Garut, lelaki berusia 40 tahun ini telah gagal menjalankan tugasnya. Jemaah yang mendatangi lapangan tak lebih dari hanya enam saf, empat saf pria, dua wanita.
Baru sekali ini terjadi dalam sejarah salat Ied di Cihuni, jemaah tak sampai mengisi seperempat lapangan seluas hampir satu hektar itu. Padahal, selama ini, jemaah Ied di situ - yang mayoritasnya terdiri dari warga Pesantren Darussalam, Kampung Gparl, dan warga desa sekitarnya - selalu meluap, tak tertampung. Apa yang telah terjadi ?
Rupanya, seperti yang dituturkan Katamsi, "Warga Pesantren Darussalam Cipari bersembahyang Ied di kompleks Darussalam yang di kota kecamatan Wanaraja." Kompleks Darussalam memang ada dua, di Cipari, masuk Desa Sukarasa, dan satu lagi di Wanaraja, sekitar empat kilometer dari Cipari. Kiai Haji Amin Bunyamin, Pimpinan Darussalam Cipari, yang sejak 1977 menjadi imam dan khatib di Lapangan Cihuni, pada Lebaran kemarin terkena larangan meneruskan tugas yang sudah dijalaninya selama 10 tahun itu, sehingga ia berpindah ke Darussalam Wanaraja. Pembuat larangan adalah Camat Wanaraja, Dalhadi Umar.
Semua ini gara-gara pada Pemilu lalu, Golkar kalah di Desa Sukarasa. Dari 1.460 suara Golkar hanya menyerap 11%, sementara PPP 80% -- sisanya diperoleh PDI.
Lebih dari sekadar melarang Kiai Amin Bunyamin mengimami salat Ied di Cihuni Pak Camat juga melarang 12 guru pegawai negeri yang menJadl tenaga honorer di tsanawiyah dan aliyah Pesantren Darussalam Cipari meneruskan tugas pendidikanya. "Dalam kedudukan saya selaku ketua Korpri dan pembina PGRI, saya berhak melarang mereka mengajar di situ," kata Dulhadi Umar. Larangan mengajar hanya diberlakukan untuk Darussalam Cipari. Yang di Wanaraja, di bawah kepemimpinan Kiai Cholid Tauzirie, tidak. "Pak Cholid masih mampu memelihara netralitasnya," kata Dalhadi Umar, kepada wartawan TEMPO Hasan Syukur.
Beberapa hari menjelang minggu tenang dulu, Kiai Amin dianggap bersuara minor. "Saya yakin, Golkar akan menang, tapi saya akan bcrusaha agar tidak menang mutlak," kata Kiai Amin, mengulang kata-katanya dulu itu kepada TEMPO. "Kalau menang mutlak, berbahaya, karena tidak ada lagi yang mengkritik pemerintah."
Sehari menjelang pencoblosan, Kiai Amin dipanggil Kodim Garut. "Dandim cuma tanya apa benar saya melakukan baiat. Saya jawab, itu fitnah. Malam itu juga saya lantas dibolehkan pulang," tuturnya. Ia sendiri tampak santai menangapi larangan berkhotbah dan jadi imam di Lapangan Cihuni.
Di Desa Dawuhan, Banjarnegara, Jawa Tengah, ekses kekalahan Golkar lain lagi bentuknya. Lapangan sepak bola di desa itu oleh lurahnya, Prawira, diubah menjadi sawah. Itu dilakukannya langsung 23 April lalu, seusai penghitungan suara. Ternyata, Golkar hanya mendapatkan 391, jauh di bawah PPP yang 745. Meski lapangan bola yang langsung dicangkuli dan diairi itu merupakan tanah bengkok, warga Dawuhan sempat resah.
Ahmad Gusti dan Agustian, Calon Kuat Penjabat Wabup Rejang Lebong
*SEBAGAI KOMITMEN PPP, AL AMIN DI GANTI NASIRWAN THOHA SE
*NASIRWAN THOHA SEBAGAI WABUP REJANG LEBONG, TENTUNYA HARUS ADA PENGANTINYA
UBEI, BE - Hingga kemarin dua partai pengusung pasangan Drs H Dalhadi Umar BSc dan Nasirwan Thoha SE sebagai Bupati dan Wabup terpilih pada pilkada 2005, belum melakukan musyawarah terkait pergantian penjabat Wabup Lebong. Hanya saja, setelah jabatan itu kosong karena ditinggalkan Nasirwan Thoha yang resmi menjadi Anggota DPR RI, ada dua nama yang disinyalir kuat untuk menggantikan posisi tersebut. Kedua nama itu disebut-sebut Ahmad Gusti dan Agustian. Benarkah?
Ketika dikonfirmasi kemarin, baik PPP maupun PBB mengaku masih menunggu perkembangan dan konfirmasi resmi Nasirwan Thoha. Bahkan, keduanya juga mengaku belum melakukan musyawarah baik secara internal maupun bersama-sama. Sampai hari ini kami belum membicarakan pergantian Nasirwan secara resmi di internal partai. Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari DPW PPP, ungkap Sekretaris DPC PPP Kabupaten Lebong Ahmad Gusti.
Hal senada juga diungkapkan Sekretaris DPC PBB, Agustian SH yang dikonfirmasi terpisah, kemarin (13/10). Kami juga masih menunggu perkembangan di DPRD, kata Agustian.
PPP Usung Kader Sendiri
Dihubungi terpisah, Bupati Lebong Drs H Dalhadi Umar BSc mengaku sudah membicarakan soal kekosongan Wabup bersama DPP PPP saat menghadiri pelantikan Nasirwan Thoha beberapa waktu lalu di Jakarta . Menurut dia, DPP PPP berencana mengusung kader sendiri menggantikan Nasirwan.
“Saya sendiri pada prinsipnya tak mempersoalkan siapa yang akan menjadi Wabup. Itu terserah partai pengusung, PPP dan PBB. Namun, siapa yang nanti diusung saya tentu perlu mempelajari track record-nya. Yang jelas, ketika saya bertemu di Jakarta DPP PPP sendiri punya rencana mengusung kader sendiri,” kata Dalhadi.
Seperti diketahui Dalam Pemilu 2004, Nasirwan Thoha yang juga ketua DPW PPP Bengkulu berada pada nomor urut dua di bawah Al Amin di dapil Bengkulu.Beliau menggantikan posisi Al Amin Nasution di DPR RI.
*NASIRWAN THOHA SEBAGAI WABUP REJANG LEBONG, TENTUNYA HARUS ADA PENGANTINYA
UBEI, BE - Hingga kemarin dua partai pengusung pasangan Drs H Dalhadi Umar BSc dan Nasirwan Thoha SE sebagai Bupati dan Wabup terpilih pada pilkada 2005, belum melakukan musyawarah terkait pergantian penjabat Wabup Lebong. Hanya saja, setelah jabatan itu kosong karena ditinggalkan Nasirwan Thoha yang resmi menjadi Anggota DPR RI, ada dua nama yang disinyalir kuat untuk menggantikan posisi tersebut. Kedua nama itu disebut-sebut Ahmad Gusti dan Agustian. Benarkah?
Ketika dikonfirmasi kemarin, baik PPP maupun PBB mengaku masih menunggu perkembangan dan konfirmasi resmi Nasirwan Thoha. Bahkan, keduanya juga mengaku belum melakukan musyawarah baik secara internal maupun bersama-sama. Sampai hari ini kami belum membicarakan pergantian Nasirwan secara resmi di internal partai. Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari DPW PPP, ungkap Sekretaris DPC PPP Kabupaten Lebong Ahmad Gusti.
Hal senada juga diungkapkan Sekretaris DPC PBB, Agustian SH yang dikonfirmasi terpisah, kemarin (13/10). Kami juga masih menunggu perkembangan di DPRD, kata Agustian.
PPP Usung Kader Sendiri
Dihubungi terpisah, Bupati Lebong Drs H Dalhadi Umar BSc mengaku sudah membicarakan soal kekosongan Wabup bersama DPP PPP saat menghadiri pelantikan Nasirwan Thoha beberapa waktu lalu di Jakarta . Menurut dia, DPP PPP berencana mengusung kader sendiri menggantikan Nasirwan.
“Saya sendiri pada prinsipnya tak mempersoalkan siapa yang akan menjadi Wabup. Itu terserah partai pengusung, PPP dan PBB. Namun, siapa yang nanti diusung saya tentu perlu mempelajari track record-nya. Yang jelas, ketika saya bertemu di Jakarta DPP PPP sendiri punya rencana mengusung kader sendiri,” kata Dalhadi.
Seperti diketahui Dalam Pemilu 2004, Nasirwan Thoha yang juga ketua DPW PPP Bengkulu berada pada nomor urut dua di bawah Al Amin di dapil Bengkulu.Beliau menggantikan posisi Al Amin Nasution di DPR RI.
Pilkada Langkat : Kampanye Perdana Drs H A Naim – Legimun
Oktober 14th, 2008
Langkat (SIB)
Pasangan Bang Naim – Mas Legimun calon Bupati – Wakil Bupati Langkat bernomor empat bersama istri serta jajaran koalisi PPP, PBB, PBR, PDK, PKB dan Patriot Pancasila melaksanakan kampanye perdana di tiga titik di wilayah Teluk Aru yang merupakan zona lima, Minggu (12/10).
Kampanye berlangsung di lapangan kilang padi Jalan Paluh Sipat desa Teluk Meku kec Babalan, lapangan bola SD Alur Dua Baru kec Sel Lepan dan lapangan bola Pangkalan Batu kec Brandan Barat.
Turut mendampingi pasangan Naim – Legimun yang berstatus PNS Pemkab Langkat ini di antaranya Ketua KNPI Langkat Drs Syahrizal MZ, Ketua Wanhat DPC Gerindra Langkat yang juga Caleg Sumut nomor urut 2 Dapem XI Langkat – Binjai H Yan Syahrin, SE, tokoh etnis Melayu, Jawa, Batak, Tionghoa dan elemen masyarakat lainnya.
Jurkam dari PPP H Ahmad Ghazali Syam dalam orasi politiknya di tiga tempat menegaskan, kalangan PNS Langkat tidak boleh takut mencoblos nomor urut empat pada hari pemungutan suara, Senin (27/10) mendatang, karena yang memberi gaji bagi PNS bukanlah oknum atasan, melainkan pemerintah yang bersumber dari uang rakyat. Karena tidak ada alasan bagi pejabat mana pun untuk melarang PNS yang notabene anggota Korpri berpihak kepada ketuanya.
Menurut Wakil Sekretaris DPW PPP Sumut yang juga Wakil Ketua DPRD Langkat ini, kalangan PNS dan keluarganya boleh berbangga karena Drs H Asrin Naim yang pernah menjabat Kadispenda Langkat dan Drs H Legimun S, MPd yang jabatan terakhirnya Kadispora Langkat tersebut merupakan pasangan calon yang diminta masyarakat melalui tokohnya yang datang kepada Bang Naim dan Mas Legimun pada saat Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE ketika itu dapat dipastikan maju dalam Pilkada Sumut.
“Bang Naim diminta maju dalam Pilkada Langkat, menggantikan Syamsul Arifin yang diyakini menang. Saya tahu itu. Sehingga sangat beralasan jika PPP, PBB, PBR, PDK, PKB dan Patriot Pancasila kemudian mengusungnya dan tidak memaksakan kehendak agar salah satu di antara kami menjadi wakilnya,” sebut Ghazali Syam.
Dengan alasan itu pula, tandas Ghazali, PNS dan keluarganya memiliki tanggungjawab untuk ikut mengantarkan Naim – Legimun menjadi pimpinan bumi Langkat berseri sebagaimana yang diinginkan elemen masyarakat.
“Satu hal lagi yang terpenting, kami menyatakan Naim dan Legimun bukanlah koruptor dan tukang sogok. Pencalonan mereka ini tidak karena menyogok, disogok dan tidak pula karena pandai membagi-bagi sembako,” tegas Ghazali.
Langkat (SIB)
Pasangan Bang Naim – Mas Legimun calon Bupati – Wakil Bupati Langkat bernomor empat bersama istri serta jajaran koalisi PPP, PBB, PBR, PDK, PKB dan Patriot Pancasila melaksanakan kampanye perdana di tiga titik di wilayah Teluk Aru yang merupakan zona lima, Minggu (12/10).
Kampanye berlangsung di lapangan kilang padi Jalan Paluh Sipat desa Teluk Meku kec Babalan, lapangan bola SD Alur Dua Baru kec Sel Lepan dan lapangan bola Pangkalan Batu kec Brandan Barat.
Turut mendampingi pasangan Naim – Legimun yang berstatus PNS Pemkab Langkat ini di antaranya Ketua KNPI Langkat Drs Syahrizal MZ, Ketua Wanhat DPC Gerindra Langkat yang juga Caleg Sumut nomor urut 2 Dapem XI Langkat – Binjai H Yan Syahrin, SE, tokoh etnis Melayu, Jawa, Batak, Tionghoa dan elemen masyarakat lainnya.
Jurkam dari PPP H Ahmad Ghazali Syam dalam orasi politiknya di tiga tempat menegaskan, kalangan PNS Langkat tidak boleh takut mencoblos nomor urut empat pada hari pemungutan suara, Senin (27/10) mendatang, karena yang memberi gaji bagi PNS bukanlah oknum atasan, melainkan pemerintah yang bersumber dari uang rakyat. Karena tidak ada alasan bagi pejabat mana pun untuk melarang PNS yang notabene anggota Korpri berpihak kepada ketuanya.
Menurut Wakil Sekretaris DPW PPP Sumut yang juga Wakil Ketua DPRD Langkat ini, kalangan PNS dan keluarganya boleh berbangga karena Drs H Asrin Naim yang pernah menjabat Kadispenda Langkat dan Drs H Legimun S, MPd yang jabatan terakhirnya Kadispora Langkat tersebut merupakan pasangan calon yang diminta masyarakat melalui tokohnya yang datang kepada Bang Naim dan Mas Legimun pada saat Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE ketika itu dapat dipastikan maju dalam Pilkada Sumut.
“Bang Naim diminta maju dalam Pilkada Langkat, menggantikan Syamsul Arifin yang diyakini menang. Saya tahu itu. Sehingga sangat beralasan jika PPP, PBB, PBR, PDK, PKB dan Patriot Pancasila kemudian mengusungnya dan tidak memaksakan kehendak agar salah satu di antara kami menjadi wakilnya,” sebut Ghazali Syam.
Dengan alasan itu pula, tandas Ghazali, PNS dan keluarganya memiliki tanggungjawab untuk ikut mengantarkan Naim – Legimun menjadi pimpinan bumi Langkat berseri sebagaimana yang diinginkan elemen masyarakat.
“Satu hal lagi yang terpenting, kami menyatakan Naim dan Legimun bukanlah koruptor dan tukang sogok. Pencalonan mereka ini tidak karena menyogok, disogok dan tidak pula karena pandai membagi-bagi sembako,” tegas Ghazali.
Langganan:
Postingan (Atom)
