Sabtu, 18 Oktober 2008

Pilkada Ciamis Jabar : Pasangan YOI "Unjuk Kekuatan"

CIAMIS, TRIBUN - Calon Wakil Bupati dari pasangan Cahaya Iman (YoI), Drs H Irmand B Kusumah SH MM MS mengatakan adalah tak benar juka dirinya menjanjikan pendidikan dan kesehatan gratis dalam kampanyenya.

"Semua tetap butuh biaya. Kalaupun gratis, itupun tetap adanya biayanya tapi dari APBD yang sumbernya dari uang rakyat juga. Jadi pendidikan dan kesehatan gratis itu adalah omong kosong, bulshit!" teriaknya ribuan pendukung YoI yang memadati di Lapangan Lokasana Ciamis pada hari pertama kampanye pilbup, Jumat (17/10) sore.

Pasa pilbup kali ini Irmand yang juga mantan Sekda Ciamis ini berpasangan dengan H Yoyo Cuhaya. Mereka merupakan pasangan nomor urut 4 yang diusung oleh PPP, PBR, Partai Demokrat, Partai Patriot, PDK, PKPB, PKPI dan PPDI.

Meski kemarin Ciamis diguyur hujan deras, massa pendukung pasangan Yoi ini sudah melakukan konvoi keliling kota sejak siang hari.

"Iring-iringan kendaraan konvoi cukup panjang, ada sekitar sekitar tiga kilometer melibatkan ribuan mobil dan pengendara sepeda motor," ujar H Jajang Ismael SE, salah seorang tim sukses Yoi.

Kampanye sendiri baru dimulai pukul 14.00 di bawah cuaca yang cukup mendukung. Pasangan H Yoyo Cuhaya dan Irmand B Kusumah hadir di panggung bersama isteri masing-masing. Penampilan grup band Mata dan Magnet, dipantu MC Sule SOS, menambah meriah suasana.

Saat ini, kata Irmand, hal penting yang harus dilakukan pemerintah Ciamis adalah mengatasi pengangguran. "Pemerintah harus mampu menciptakan lapangan kerja dengan menggali potensi daerah. Salah satu potensi Ciamis adalah pertanian," tegas Irmand.

Jumat, 17 Oktober 2008

Icuk Sugiarto : Berjuang Demi Olahraga












Siapa yang tidak kenal Icuk Sugiarto? Dia Juara Dunia bulutangkis pada 1983. Karena bulutangkis jugalah pria kelahiran Solo itu termasyur. Namun seiring dengan dinamika politik di Tanah Air, Icuk pun beralih menekuni karir baru di dunia politik. Partai yang menjadi pilihannya untuk berkiprah adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Icuk bergabung dengan PPP usai pelakanaan Muktamar PPP tahun 2007 lalu. Pimpinan PPP langsung memberi kepercayaan kepadanya untuk menjabat sebagai Ketua Departemen Olahraga DPP PPP. "Saya tertarik dengan PPP karena kini partai Islam itu jauh lebih terbuka. Berasaskan Islam tetapi tidak fanatis, nasionalis religius. PPP juga membuka ruang bagi kalangan muda untuk tampil," katanya.

Pria yang lahir pada 4 Oktober 1962 itu mengaku keputusannya untuk terjun ke dunia politik adalah untuk mengabdikan diri dan memperjuangkan aspirasi rakyat di daerahnya.

Keseriusan Icuk untuk terjun di dunia politik dibuktikan dengan menjadi calon anggota legislatif (caleg) PPP untuk DPR RI pada Pemilu 2009 mendatang di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V (Solo, Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali). Icuk pun menempati posisi caleg nomor urut satu.

Dapil Jateng V dikenal sebagai salah satu yang cukup berat, karena sejumlah partai besar memiliki basis massa yang cukup besar di wilayah tersebut.

Di dapil itu, Icuk juga akan bertarung dengan sejumlah politisi ternama seperti Hidayat Nurwahid (Ketua MPR RI dan mantan Presiden PKS), serta Puan Maharani (PDIP, putri Megawati Soekarnoputri).

Sebagai bukti keseriusannya, Icuk mengaku belakangan ini sering melakukan konsolidasi dan silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat yang ada di daerah pemilihannya.

"Kalau saya bisa duduk di Senayan, saya akan lebih lantang lagi menyuarakan agar olahraga di Tanah Air lebih diperhatikan," katanya.

Pilkada Subang Jabar : Bambang-Lusi Belanja Aspirasi

SUBANG- Masa kampanye pertama, pasangan Bambang-Lusi (Bagus) bener-benar tidak menyia-nyiakanya. Buktinya, ribuan massa simpatisan pasangan Bagus, Rabu (15/9) mengikuti kegiatan kampanye simpatik di sejumlah pusat keramaian di Kabupaten Subang. Massa simpatisan Bagus yang tergabung dari dua partai pendukung dan relawannya secara kompak mengikuti kampanye, menggunakan kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat lengkap dengan atributnya.
Pasangan yang diusung PPP dan PKS ini mengawali kegiatannya mulai pukul 08.00, dibagi menjadi 2 rombongan besar dengan rute yang berbeda. Bambang mengawali kegiatannya dari markas zona selatan, bergerak menuju sejumlah titik keramaian di pasar tradisional.
Pasar pertama yang dikunjungi Bambang adalah Pasar Jalancagak. Bambang langsung menemui sejumlah pedagang pasar dan menyempatkan diri berdialog dengan mereka. Selanjutnya, rombongan menuju pusat bisnis Subang, Pujasera dan Pasar Kalijati dan Pasar Purwadadi dan terakhir Pasar Cipeundeuy.
Sebelum mengunjungi Pasar Purwadadi, Bambang menyempatkan diri mengunjungi karyawan PT Handsome. Bambang juga melakukan dialog dengan perwakilan karyawan perusahaan swasta tersebut. Para karyawan mengharapkan pemerintah nantinya lebih berpihak kepada kaum buruh dalam mengambil kebijakan.
Sementara Lusi, mengawali kampanye simpatik dari markas zona tengah menuju Pasar Pagaden, PTC dan terminal Pasar pamanukan. Selanjutnya rombongan bergerak menuju Pasar Ciasem dan Pasar Sukamandi dan bertemu dengan Bambang di Pasar Purwadadi.

Kamis, 16 Oktober 2008

Pilkada Lebak, Mardini Mundur, Kalah Tapi Masih Dapat 30an %

Karena sikap keras KPUD dan tidak/kurang Fairnya pelaksanaan Pilkada Di Lebak, Pasangan Mardini-Ganda yang didukung PPP dan PBB plus PNI M dan P Pelopor menyatakan mundur.
Walau sudah mundur dan berhadap hadapan dengan (dikeroyok) Pasangan yang didukung Partai Besar dan Birokrasi, Mardini Masih Bisa menunjukan kekuatan dengan menang di beberapa desa dan Wilayah.
Pasangan Mulyadi Jayabaya-Amir disokong Kekuatan SUPER dari mulai PDIP Golkar PAN PKS PKB P.Demokrat dan PBR.

Pasangan Jayabaya-Amir diprediksikan unggul dalam pilkada. Hasil penghitungan cepat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, pasangan ini meraih 62,97 persen suara. Disusul oleh Mardini-Ganda dengan 31,4 persen suara dan Yas’a-Sudirman memperoleh 5,63 suara.

Berdasarkan pantauan, masih banyak warga Lebak yang memilih pasangan Mardini-Wijaya Ganda Sungkawa (nomor urut 2) dan Yas’a Mulyadi-M Sudirman (nomor urut 3) yang sempat menyatakan mundur beberapa waktu lalu. Bahkan, Mardini-Ganda menang di sejumlah tempat pemungutan suara di beberapa daerah di Kabupaten Lebak.

Salah satunya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) II Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Rangkasbitung. Pasangan nomor 2 itu meraih 381 suara. Adapun Mulyadi Jayabaya-Amir Hamzah dan Yas’a-Sudirman masing-masing meraih 124 suara dan 12 suara.

Bahkan, menurut pantauan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak, perolehan suara pasangan Mardini-Ganda di daerah selatan Lebak tergolong cukup tinggi. ”Kami mendapat laporan di Kecamatan Cibeber, Mardini-Ganda unggul di lima desa, bahkan lebih. Dan, di Cipanas, sementara menang di dua desa,” kata Agus Sutisna, anggota KPU Lebak.

PILKADA BARUBARA, CALON PPP HANYA NOMER 6
Pilkada batubara juga 2 putaran.
Kelemahan PPP Di Batubara karena dukungan kader kader PPP disana terbelah pada dua kandidat pasangan.Sebagian Besar Malah Memberikan dukungan ke pasangan OK Arya Zulkarnaen SH MM / G. Martua Siregar.
BATUBARA (SINDO) – Pasangan dari jalur independen, OK Arya Zulkarnain-Gong Matua diprediksi menang telak pada Pilkada Kabupaten Batubara kemarin.

Hasil perhitungan sementara quick count (perhitungan cepat) di berbagai pusat penghitungan menunjukkan pasangan ini mengalahkan tujuh calon lainnya. Pemungutan suara dalam Pilkada Batubara yang berlangsung kemarin menunjukkan pasangan yang bernomor urut 5 ini memperoleh 53.110 suara atau sebesar 20,4% dari jumlah pemilih.
Perolehan suara calon Bupati/Wakil Bupati Batubara yang maju dari calon perseorangan ini dibayangbayangi oleh pasangan Yahdi- Surya. Calon Bupati/Wakil Bupati Batubara bernomor urut 3.Pasalnya, selisih suara mereka hanya sebesar 14.874 suara atau 28%. Berdasarkan perkiraan sementara,Yahdi dan Surya memperoleh 38.236 suara atau sebesar 14,7% dari jumlah pemilih yang mencapai 259.285.
Perolehan suara terbesar ketiga diperkirakan untuk sementara disusul oleh pasangan calon Parlindungan Sinaga-Muhammad Nur Ali. Pasangan ini memperoleh 25.841 suara. Pasangan calon yang juga maju dari calon perseorangan.
pasangan calon OK Saidin-Bagus Joko, yang berhasil menempati posisi keempat dengan perolehan suara mencapai 13.178 suara. Kemudian, disusul oleh pasangan dari calon perseorangan Ibrahim Usman-Ahmad Yusro (nomor urut peserta 8), berhasil menempati posisi kelima. Calon Bupati Mantan Sekdakab Asahan ini beserta pasangannya memperoleh 11.244 suara, sedangkan pasangan calon Janmat Sembiring-M Syahiri (nomor urut 4) memperoleh 8.895 suara.

Pasangan calon Bupati/Wakil Bupati yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Batubara itu harus mengakui keunggulan perolehan suara sementara dari rival-rival politiknya yang diusung oleh partai politik (parpol). Janmat Syahiri menempati posisi keenam dari perolehan suara tersebut.

Perolehan suara Janmat lumayan besar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sei Suka dan Air Putih dengan ratarata 1.382 suara.Sementara di kecamatan lainnya, Janmat- Syahiri kalah cukup telak. Perolehan suara untuk posisi ketujuh untuk sementara ditempati pasangan calon nomor urut 7 , Januari Siregar-Sriu Kumala yang memperoleh 5.715 suara.

Sementara di posisi terakhir ditempati oleh pasangan calon nomor urut 6, yakni Abdul Wahid-Jlaludin Zuhri. Pasangan calon yang diusung oleh koalisi Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Patriot Pancasila ini hanya memperoleh 1.890 suara di 947 TPS se-kabupaten Batubara.

Pilkada Kab Kerinci : Calon PPP Diprediksi Maju ke Putaran Ke 2














1.Pasangan yang Unggul adalah pasangan dari jalur perseorangan/independen Ami Taher-Dianda Putra (konon di dukung PKS)
2.Pasangan Dukungan PPP-PBR Murasman-Rahman (MR) menduduki posisi Nomer 2

SUNGAIPENUH - Pasangan Ami Taher-Dianda Putra (AD) untuk sementara unggul dalam perolehan suara di Pilbup Kerinci kemarin. Berdasarkan perhitungan quick count dari Panwaslu Kabupaten Kerinci duet AD memperoleh 24,11 persen. Sedangkan data dari internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pasangan yang maju lewat jalur perseorangan serta didukung PKS ini meraih 31,35 persen suara dari total 238.672 pemilih tetap.

Menurut perhitungan Panwaslu Kerinci pasangan Ami Taher-Dianda Putra telah meraih sebanyak 38.233 suara atau 24,11 persen disusul kemudian pasangan Murasman-Rahman (MR) 37.718 atau 23,74 persen. Jago PAN pasangan Hasani Hamid-Afrizal (H2A) memperoleh 27.352 atau 17,25 persen, Nuzran Joher-Julizarman (Nujul) 26.650 atau 16,81 persen, Herman Muchtar -Mulyadi Raf 17.868 suara atau 11,27 persen serta terakhir pasangan Zubir Muchtar-Dahnil Miftah sebanyak 10.758 suara atau 6,78 persen. Total suara yang sudah masuk ke Panwaslu Kerinci tersebut tercatat 158.579 suara dari 238.672 suara yang tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Sementara itu, dari data atau jumpa pers yang digelar oleh internal PKS atau pasangan Ami Taher - Dianda Putera di hotel Mahkota Sungai Penuh kemarin malam sekitar pukul 20.30 wib, juga menyebutkan bahwa pasangan Ami Taher-Dianda Putera, cabup dan cawabup yang maju dari jalur perseorangan dan didukung sepenuhnya oleh PKS itu mengungguli lima pasangan lainnya yakni 31.885 suara atau 31,35 persen.

Diposisi kedua ditempati oleh pasangan Murasman dengan perolehan suara 21.811 suara atau 21,45 persen, disusul Hasani Hamid-Afrizal 17.323 suara atau 17,03 persen, Nuzran-Julizarman 13.558 suara atau 13,33 persen, Herman Muchtar-Mulyadi 11.969 atau 11,77 persen serta pasangan Zubir Muchtar-Dahnil Miftah sebanyak 5.153 suara atau 5,07 persen.

"Dengan banyaknya persoalan yang ada termasuk warga yang tidak mencoblos lantaran tidak dapat kartu dan surat panggilan dan sebagainya, maka kami memperkirakan sekitar 70 persen warga yang menggunakan hak pilihny. Dari jumlah itu yang masuk ke dalam perhitungan internal kami sebanyak 60 persen atau total suara yang masuk 101.698 suara dan hasilnya pak Ami-Dianda masih unggul dan mencapai 31,35 persen,” katanya Henri Mashur Ketua Ketua DPW PKS selaku juru bicaranya.

Sedangkan dari tim Zubir Muchtar hingga pukul 21.00 WIB semalam dari total suara 121.673 suara pasangan Ami-Dianda juga unggul. Pasangan yang maju lewat jalur perseorangan ini memperoleh 29.996 suara, pasangan Murasman-Rahman ditempat kedua dengan 28.515 suara disusul pasangan Hasani Hamid-Afrizal dengan 23.437 suara, pasangan Nuzran-Julizarman dengan 18.515 suara, Herman Muchtar-Mulyadi Raf dengan 12.323 suara dan Zubir-Dahnil Miftah dengan 8.886 suara.

Perjuangan Nan Berat PPP Lampura : kantor DPC Di(Ter)Bakar

Baru Saja Pasangan Bachtiar Basri-Slamet Haryadi dinyatakan Menang oleh pengadilan Cobaan Langsung Menerjang.
Lagi lagi PPP tiada daya DIDHOLIMI.
1.Calon PPP dan PKS AROFAH gagal maju pilkada Di Lombok Barat padahal Pengadilan sudah memenangkan Gugatan pasangan PPP dan PKS ini atas KPUD setempat di Pengadilan Negeri.
2.Syamsudin Said, ayah Sigit Purnomo alias PASHA UNGU juga di Dholimi KPUD Donggala Sulteng sehingga gagal Maju pilkada.
3.Dalam kilasan balik, Sultan Mudaffar Syah dan Rusdi hHanafi Yang saat itu menjadi kandidat paling Kuat di Pilakda Maluku Utara Juga di Jegal KPUD Setempat yg condong ke pasangan tertentu, alhasil pilkada Malut Kacau Balau, sampai saat ini.
4.Pasangan Ka-Ji Khofifah di Pilgub Jatim juga hampir saja gagal maju sebagai Cagub karena di jegal oknum oknum tertentu , walau bukan berkaitan dengan KPUD Jatim.
5.Pilkada Kaltim AFI Awang Faroek Ishak juga Harus Ke putaran ke 2,menyusul tipisnya kemengana AFI dengan suara yg hanya mendekati 30 %, walau awalnya KPUD Kaltim memakai UU Lama.

Kantor PPP Lampung Utara ’Dibakar’

KOTABUMI (Lampost): Kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lampung Utara (Lampura) di Jl. Jend. Sudirman, Kotabumi, Rabu (15-10), pukul 2.00, ludes terbakar. Sebelumnya, Ketua PPP Eka Chandra menerima ancaman melalui SMS (short message service).

Belum diketahui penyebab kebakaran yang meludeskan seluruh bangunan beserta isinya tersebut. Kerugian ditaksir sekitar Rp300 juta.

Sebelumnya, sekitar pukul 00.12, seseorang mengirim ancaman melalui SMS (short message service) ke ponsel milik Eka Chandra yang isinya mengancam akan membacoknya dan membakar rumahnya. Eka baru mengaktifkan ponselnya setelah api berhasil dipadamkan.

"Saat saya membuka ponsel, tiba-tiba ada SMS masuk dari nomor tidak dikenal. Isinya mengancam dengan bahasa Lampung yang artinya 'Jangan banyak omong, nanti kamu saya bacok dan rumah kamu saya bakar. SMS itu dikirim pukul 00.12," ujar Eka seraya menunjukkan isi SMS dimaksud.
SMS itu, kata Eka, juga sudah ditunjukkan kepada aparat Polres Lampura. "Saya menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada kepolisian untuk diusut tuntas."

Eka yang ditemui di rumahnya, di belakang bangunan yang terbakar, Rabu (15-10), menjelaskan isi Sekretariat DPC PPP itu antara lain ijazah para caleg PPP Lampura, satu unit televisi, perlengkapan sekretariat seperti meja, kursi, dan papan tulis. Sedangkan di RM Mustika yang sudah berhenti berjualan sejak tiga bulan lalu, barang terbakar antara lain meja dan kursi rumah makan, seperangkat usaha gerai ponsel, satu kulkas, dan berbagai peralatan lain.
Benny (30), anggota satpam Kantor Pegadaian Cabang Kotabumi yang berhadapan dengan Sekretariat DPC PPP, mengaku sedang mengontrol bagian belakang Kantor Pegadaian saat listrik di sekitar tempat tersebut tiba-tiba padam. "Waktu listrik padam, saya menengok ke kanan kiri dan belakang. Tiba-tiba saya melihat api sudah membakar bangunan Sekretariat PPP. Saya tidak mendengar apa pun sebelum itu," kata dia.

Selasa, 14 Oktober 2008

Pilkada Ende : Pasangan DOA terus Memimpin

Pasangan Doa (Drs. Don Bosco M Wangge, M.Si-Achmad Mochdar) diusung PDIP, PDK, PNBK, Partai Patriot Pancasila, PKS, PBR, PPP, PBSD, PPD, PNUI, Partai Pelopor, PSI dan PAN.

DOA Terus Memimpin
Setelah KPU Kabupaten Ende melakukan penghitungan perolehan suara sementara, pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Ende, Don Bosco M. Wangge-Achmad Mochdar masih terus memimpin. Pasangan Doa demikian panggilan karib pasangan ini, memimpin dengan raihan 54.845 suara atau sebesar 41,96 persen.

Raihan suara pasangan DOA dipastikan tidak bakal terkejar lagi, karena sampai pukul 16.00 Wita sudah 130.695 suara yang terhitung atau sebesar 83,21 persen suara yang sudah terhitung dari 157.061 total suara.

Di urutan kedua dan ketiga masing-masing pasangan Silvester Djuma-
Djafar H. Achmad (Mawar) yang memperoleh suara sebanyak 22.240 suara, selanjutnya pasangan pasangan Petrus Lengo-Paulus Pase (Lengo-Pase) dengan torehan 14.404 suara. Yang menarik, kalau sebelumnya di tempat keempat pasangan Siprianus Reda Lio-Titus M. Tibo (Setia).

Memasuki hari kedua penghitungan, pasangan Setia tergeser ke urutan lima dengan raihan 11.636 suara. Sedangkan pasangan Wilhelmus Wolo-Alberth Bhoka (Wolo-Bhoka) yang sebelumnya bertengger di urtan enam berhasil menempati urutan empat dengan torehan 12.826 suara.

Sedangkan yang menempati dua urutan terkahir masing-masing pasangan Marselinus Petu-Stefanus Tani Temu (Petani) yang hanya mendapat 11.367 suara. Dan pasangan Yucundianus Lepa-Nur Aini AR Rodja (Dian) di tempat terkahir dengan raihan 3.377 suara.

Sebelumnya, KPUD Ende telah menetapkan tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati Ende. Tujuh pasangan dimaksud terdiri dari dua calon perseorangan yaitu Wilhelmus Wolo,S.H-Albert Bhoka (paket Wolobhoka) dan Drs. Siprianus Reda Lio-Titus M Tibo, S.H (paket Setia). Sedangkan lima paket lainnya yang diusung paspol adalah paket Petani (Ir. Marselinus YW Petu-Ir Stefanus Tani Temu, M.Si) yang diusung partai Golkar; paket Mawar (Silvester Djuma- Drs H Djafar H Achmad, MM) diusung Partai Demokrat, PPD, PPDI, PBB, PNI Marhaenis, PKPB, PBSI dan Partai Serikat Indonesia; paket Doa (Drs. Don Bosco M Wangge, M.Si-Achmad Mochdar) diusung PDIP, PDK, PNBK, Partai Patriot Pancasila, PKS, PBR, PPP, PBSD, PPD, PNUI, Partai Pelopor, PSI dan PAN; paket Dian (Ir. Yukundianus Lepa, M.Si-Nur Aini AR Rodja, S.Pd) diusung PKB dan PPDI serta paket Lengo-Pase (Ir. Petrus Lengo-Paulus Pase, S.H) yang diusung PNI Marhaenisme, PKPI dan PDS.

Sementara dua paket yang tidak lolos verifikasi yakni paket Bernas (Bernadus Gadobani, S.Ag-Drs. Hendrikus Seni) dan paket Damai (Drs. Anton David Dalla, M.Si-Drs Iskandar M Mberu). Saat mendaftar paket Bernas diusung PDIP, sementara paket Damai diusung PKB dan PAN. Kepengurusan tiga parpol pengusung itu dianggap tidak sah.

Sementara Perhitungan suara di Pilkada Rote Ndao di hentikan tetapi pasangan dukungan PPP sulit menang dari pasangan Independen Christian Nehemia Dillak-Zakarias P Manafe.

PPP JUGA TELAH MENANG DI SUMBA TENGAH

WAIBAKUL, PK - Untuk sementara pasangan Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang - Umbu Dondu,BA (Ubud) unggul dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah, Senin (8/9/2008). Hingga pukul 16.00 Wita, Ubud mendulang 13.183 suara, pasangan Drs. Umbu K Anagoga-Ir. Ferdi Samlati (Ana Ati) mengoleksi 4.381 suara dan pasangan Ir. Obed Umbu Madiata - Umbu Ndena Bili,Sm.Th mengumpulkan 3.684 suara.
Pasangan yang diusung PKB, PKPI, PDK, PKPB, PPP dan partai kecil lain ini, hampir pasti memimpin kabupaten pemekaran dari Sumba Barat itu, karena jauh meninggalkan dua rival politik, yakni Ana Ati yang diusung Partai Golkar dan PPD dan Umade yang dijagokan PDIP. Suara yang belum masuk hanya dari Kecamatan Mamboro sedangkan tiga kecamatan lainnya, Katikutana, Umbu Ratu Nggay Barat dan Umbu Ratu Nggay hampir semua TPS sudah melaporkan hasil perhitungannya.

Dilaporkan wartawan Pos Kupang, Petrus Piter, Paschalis Tho dan Adiana Ahmad, sejak pukul 07.00 Wita, warga berbondong- bondong ke tampat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak politik mereka. Warga antusias menentukan pemimpin yang diharapkan mampu membesarkan ‘bayi’ yang baru lahir menjadi lebih baik. Warga mengharapkan duet yang mengungguli pemilihan mampu merubah ‘kampung’ Waibakul menjadi kota yang layak dan pantas sebagai sebuah ibukota kabupaten. Warga juga mengharapkan buah tangan pemimpin hasil pilihan rakyat ini mampu membawa kesejahteraan, mampu menyiapkan sarana dan prasarana, terutama jalan, jembatan, sekolah, puskesmas, mampu meningkatkan ekonomi rakyat dengan penmingkatan produktivitas sumber daya alam yang dimiliki daerah itu.

Berbagai potensi seperti ternak, lahan pertanian, kandungan emas, pasir besi belum dijamah hingga saat ini. Selama bergabung dengan kabupaten induk Sumba Barat, daerah yang jaraknya kurang lebih 18 km dari Waikabubak, itu masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Weetabula yang letaknya kurang lebih 40 km arah barat. Diharapkan diskriminasi pembangunan ini tidak terjadi lagi, seiring dengan otonomi daerah dan lahirnya pemimpin pilihan rakyat.