Pilkada Palas Diperkirakan Bakal Dua Putaran
1.untuk Pilkada Paluta, PPP berkoalisi dengan PKS dan partai-partai kecil mengusung H Eddi Leman Siregar SE, MM/H AKBP H Sarbaini Harahap SH
2.Sedangkan untuk Pilkada di Batubara dan Padang Lawas, PPP mengusung calon tanpa berkoalisi = pasangan Tongku Mahkota Hasibuan/H Abdul Fatah Lubis.
PILKADA PALUTA SUMUT
Gunungtua (SIB)
Hampir dapat dipastikan pasangan Drs Bachrum Harahap/Riskon Hasibuan (Baris) memenangkan Pilkada Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dengan meraih 43.669 (44%). Hasil perhitungan sementara yang dipantau SIB, Rabu (22/10) dari suara sah yang masuk 99.467, pasangan Baris mendominasi hampir seluruh Kecamatan di Kabupaten yang baru itu.
Hariro/Usman meraih 17.572 (18%) suara, Edi Leman/Syarbaini 13.698 (14%) suara, Lahnuddin Dalimunthe/HM Syukur 13.642 (14%) suara, Doli Sinomba/Ervansyah Harahap 5699 (6%) suara, Syaiful Bahri/Ahmad Nagori 2715 (3%) suara dan pasangan Ramlan Siregar/Palit Muda Harahap meraih 2472 (2%) suara.
PILKADA PADANG LAWAS SUMUT
Sementara di Kabupaten Padang Lawas (Palas), dari suara yang masuk sekitar 92.596 terjadi persaingan ketat perolehan suara antara pasangan Rahmad P Hasibuan/Aminusin Harahap dengan Basyrah Lubis/Ali Sutan Harahap, dimana pasangan Rahmad/Aminusin unggul dengan perolehan 24.093 disusul Basyrah/Alisutan 22.867 suara, Tondi Ronitua/Marahadi Hasibuan 19.062, Syafaruddin Hasibuan/Alimonang Harahap 9820, Imran Efendi Hasibuan/Imran Daulay 5904, Abunawas Hasibuan/Abdul Fatah Lubis 54217, Imran Joni Hasibuan/Syahruddin Siregar 2617, Dahlan Tanjung/Alipada Harahap 1976 suara.
Rabu, 22 Oktober 2008
Nyaleg PPP, Mundur dari KPUD Probolinggo
KRAKSAAN - Agil Bafaqih kemarin resmi mengundurkan diri sebagai anggota KPU Kabupaten Probolinggo. Itu dilakukan, karena dia mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (caleg) PPP di daerah pemilihan (dapil) 1 (Sukapura, Kuripan, Sumber, Bantaran, dan Wonomerto). Agil menggantikan Suparman Masykur yang dicoret KPU karena ijazahnya lokal.
Kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB, Agil mendatangi kantor KPU bersama Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo Habib Mahdi untuk menyerahkan berkas pencalegannya. Mereka ditemui oleh dua anggota KPU Jakfar Sodiq dan A. Zubaidi. "Kedatangan saya ini, juga untuk mohon maaf, jika selama di KPU punya salah," pinta Agil kepada mantan partner kerjanya di KPU, Jakfar dan Zubaidi.
Alasan mengundurkan diri dari KPU, Agil mengatakan agar ada generasi baru di KPU. Apalagi, sebentar lagi ada rekrutmen anggota KPU. "Kebetulan saya diminta mengantikan Suparman Maskur menjadi caleg PPP di Dapil 1 nomor urut 1. Karena, Suparman dicoret dari DCS oleh KPU," jelas mantan divisi Pola Penyelesaian Konflik, Hukum dan Hubungan Kerja sama Antarlembaga KPU ini.
Saat didesak alasan lainnya, Agil mengaku tidak ada. "Selain itu, saya ingin berjuang langsung bersama masyarakat bawah. Salah satunya saya harus di partai. Kebetulan di PPP, saya langsung dicalonkan anggota DPRD kabupaten," katanya.
Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo Habib Mahdi mengatakan, secara resmi DPC PPP mengangkat Agil sebagai pengganti Suparman Maskur. "Suparman merestui Agil," katanya. Semua persyaratan caleg untuk Agil, lanjut Mahdi, sudah diserahkan ke KPU. "Saat ini, tinggal menunggu daftar calon tetap (DCT)," terang Mahdi
Kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB, Agil mendatangi kantor KPU bersama Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo Habib Mahdi untuk menyerahkan berkas pencalegannya. Mereka ditemui oleh dua anggota KPU Jakfar Sodiq dan A. Zubaidi. "Kedatangan saya ini, juga untuk mohon maaf, jika selama di KPU punya salah," pinta Agil kepada mantan partner kerjanya di KPU, Jakfar dan Zubaidi.
Alasan mengundurkan diri dari KPU, Agil mengatakan agar ada generasi baru di KPU. Apalagi, sebentar lagi ada rekrutmen anggota KPU. "Kebetulan saya diminta mengantikan Suparman Maskur menjadi caleg PPP di Dapil 1 nomor urut 1. Karena, Suparman dicoret dari DCS oleh KPU," jelas mantan divisi Pola Penyelesaian Konflik, Hukum dan Hubungan Kerja sama Antarlembaga KPU ini.
Saat didesak alasan lainnya, Agil mengaku tidak ada. "Selain itu, saya ingin berjuang langsung bersama masyarakat bawah. Salah satunya saya harus di partai. Kebetulan di PPP, saya langsung dicalonkan anggota DPRD kabupaten," katanya.
Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo Habib Mahdi mengatakan, secara resmi DPC PPP mengangkat Agil sebagai pengganti Suparman Maskur. "Suparman merestui Agil," katanya. Semua persyaratan caleg untuk Agil, lanjut Mahdi, sudah diserahkan ke KPU. "Saat ini, tinggal menunggu daftar calon tetap (DCT)," terang Mahdi
Kampanye Ikmal di Kota Tegal Putaran Terakhir
Rabu, 22 Oktober 2008
KAMPANYE putaran terakhir pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Tegal nomor urut 5, H Ikmal Jaya SE AK-H Habib Ali Zaenal Abidin SE (IKmal-Jadi) unjuk kekuatan. Kampanye terbuka yang dilaksanakan di lapangan Kecamatan Tegal Selatan, Rabu (22/10) kemarin dihadiri sekitar 40 ribu pendukung Ikmal-Jadi yang berasal dari warga PDI Perjuangan, PKS, Partai Demokrat, PPP, dan PBB, serta elemen masyarakat lainnya.
Selain dihadiri juru kampanye dari Partai Politik pengusung, maupun pendukung, seperti Anggota DPR RI dari PKS Ir Suswono MM, Wakil Sekjend DPP PBB Muh Yasin Nur, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan, Bambang H, dan KH Masudi Masud, DPW PPP Jateng, Muhajir Ardian, serta beberapa jurkam lainnya. Kampanye terbuka putaran terakhir Ikmal-Jadi juga dihadiri pimpinan manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani KH Junaidi Al Baghdadi, serta tiga artis ibu kota, yakni Yus Yunus, Endang Kurnia, serta Joni Iskandar.
Puluhan ribu pendukung Ikmal-Jadi yang diangkut dengan 450 truk, bus, dan sepeda motor mulai memadati lapangan Kecamatan Tegal Selatan dan ruang Jalan Teuku Cikdiktiro sekitar pukul 13.00 WIB. Bendera Parpol pengusung maupun pendukung ikut berkibar dikeramaian para pendukung Ikmal-Jadi yang menghadiri kampanye.
KAMPANYE putaran terakhir pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Tegal nomor urut 5, H Ikmal Jaya SE AK-H Habib Ali Zaenal Abidin SE (IKmal-Jadi) unjuk kekuatan. Kampanye terbuka yang dilaksanakan di lapangan Kecamatan Tegal Selatan, Rabu (22/10) kemarin dihadiri sekitar 40 ribu pendukung Ikmal-Jadi yang berasal dari warga PDI Perjuangan, PKS, Partai Demokrat, PPP, dan PBB, serta elemen masyarakat lainnya.
Selain dihadiri juru kampanye dari Partai Politik pengusung, maupun pendukung, seperti Anggota DPR RI dari PKS Ir Suswono MM, Wakil Sekjend DPP PBB Muh Yasin Nur, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan, Bambang H, dan KH Masudi Masud, DPW PPP Jateng, Muhajir Ardian, serta beberapa jurkam lainnya. Kampanye terbuka putaran terakhir Ikmal-Jadi juga dihadiri pimpinan manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani KH Junaidi Al Baghdadi, serta tiga artis ibu kota, yakni Yus Yunus, Endang Kurnia, serta Joni Iskandar.
Puluhan ribu pendukung Ikmal-Jadi yang diangkut dengan 450 truk, bus, dan sepeda motor mulai memadati lapangan Kecamatan Tegal Selatan dan ruang Jalan Teuku Cikdiktiro sekitar pukul 13.00 WIB. Bendera Parpol pengusung maupun pendukung ikut berkibar dikeramaian para pendukung Ikmal-Jadi yang menghadiri kampanye.
Selasa, 21 Oktober 2008
Pilkada Langkat Sumut : Bang Naim-Legimun Show Of Force
Puluhan Ribu Warga Sambut Naim – Legimun di Tanjung PuraPPP Motor Utama Pendukung Bang Naim-Legimun di Pilkada Langkat.
Bang Naim Cabup Langkat nomor urut 4, putra keempat almarhum Abdurrahman bin Ahmad gelar Datuk Setia Berjasa – almarhumah Hj Azizah kampanye akbar di kampung halamannya Tanjung Pura Langkat, Sabtu (18/10).
Kampanye yang menghadirkan artis ibukota Nana Mardiana, Ozi Syahputra dan pelawak Jamal Grup API II tersebut berlangsung di Stadion Nur Cahaya, tidak jauh dari kantor camat, tempat Bang Naim pernah mengabdikan diri sebagai Kaur Pemerintahan serta tempat mertuanya, almarhum Muliono BA pernah bertugas sebagai camat.
Puluhan ribu warga yang datang dari berbagai penjuru sekitar Kecamatan Tanjung Pura, Gebang dan Hinai, termasuk masyarakat pesisir pantai yang dikunjunginya naik speadboad belum lama ini, menyambut hangat Bang Naim – Mas Legimun dengan pekikan religius, Allahu Akbar. Insya Allah pasangan ‘Asli Lho’ menang.
Sementara, Jurkam PPP H Ahmad Ghazali Syam dalam orasi politiknya berharap, siapa pun yang menjadi jurkam pada pesta demokrasi Pilkada Langkat ini tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain apalagi memfitnah.
“Kita protes, karena ada jurkam yang menjelek-jelekkan bekas pemimpin kita yang saat ini memimpin masyarakat Sumut. Itu tidak bagus dan kita yakini tidak dapat menambat hati rakyat,” sebut Ghazali.
Wakil Ketua DPRD Langkat dan juga Wakil Sekretaris DPW PPP Langkat ini juga menjelaskan, PNS boleh ikut kampanye karena memiliki hak suara dalam pemilihan.
Kampanye akbar tersebut dihadiri pengurus pusat, pengurus wilayah dan pengurus cabang parpol pengusung, yakni PPP, PBB, PBR, PDK, PKB dan Patriot Pancasila.
Membaur di dalamnya, massa Partai Gerindra yang hadir bersama Ketua Wanhat DPC Gerindra Langkat H Yan Syahrin SE dan nyonya. Kampanye dimeriahkan pula dengan lantunan lagu berjudul “Asli Lho’ yang dibawakan Cawabup Langkat Legimun dan Nyonya
Senin, 20 Oktober 2008
Muhammad Haris M Mandji : Enggan Jadi Tamu di Kampung Sendiri
M Haris Mukandar Mandji Caleg Nomer Urut 1 Daerah Pemilihan Sulawesi Barat
RIVALITAS pencalegan jelang pemilu legislatif 2009, cukup ketat di sejumlah daerah. Pertarungan antara putra daerah dan bukan putra daerah pun menjadi salah satu isu yang kerap digulirkan.Calon legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Barat, Muhammad Haris Mukandar Mandji salah satunya, mengaku sangat mengandalkan eksistensinya selaku putra daerah.
Adik kandung fungsionaris DPP Golkar, Iskandar Mandji itu mengaku, eksistensi putra daerah menjadi modal awal yang cukup baik. "Saya yakin masyarakat Sulbar masih mengedepankan putra daerah menjadi wakil mereka di legislatif," tegas Aris saat ditemui di DPR RI, Jumat 17 Oktober.
Kendati sangat percaya diri dengan status putra daerah, Haris tetap menjalankan strategi untuk menggaet simpati masyarakat Sulbar. "Upaya pendekatan lain itu adalah mutlak. Meski saya dicalonkan partai yang cukup terpandang, saya rasa itu belum cukup. Sosialisasi saya sudah berjalan," katanya.
Untuk lolos ke Senayan, Aris siap berjuang mati-matian. Maklum, sejumlah nama yang juga tidak asing lagi seperti Ibnu Munzir dan Erwin Baramuli dari Golkar, Said Saggaf PKS, Saling Mengga dari Demokrat, serta Jacobus C Mayong dari PDIP, menjadi pesaing kuat yang cukup diwaspadai oleh Haris. (ysd)
RIVALITAS pencalegan jelang pemilu legislatif 2009, cukup ketat di sejumlah daerah. Pertarungan antara putra daerah dan bukan putra daerah pun menjadi salah satu isu yang kerap digulirkan.Calon legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Barat, Muhammad Haris Mukandar Mandji salah satunya, mengaku sangat mengandalkan eksistensinya selaku putra daerah.
Adik kandung fungsionaris DPP Golkar, Iskandar Mandji itu mengaku, eksistensi putra daerah menjadi modal awal yang cukup baik. "Saya yakin masyarakat Sulbar masih mengedepankan putra daerah menjadi wakil mereka di legislatif," tegas Aris saat ditemui di DPR RI, Jumat 17 Oktober.
Kendati sangat percaya diri dengan status putra daerah, Haris tetap menjalankan strategi untuk menggaet simpati masyarakat Sulbar. "Upaya pendekatan lain itu adalah mutlak. Meski saya dicalonkan partai yang cukup terpandang, saya rasa itu belum cukup. Sosialisasi saya sudah berjalan," katanya.
Untuk lolos ke Senayan, Aris siap berjuang mati-matian. Maklum, sejumlah nama yang juga tidak asing lagi seperti Ibnu Munzir dan Erwin Baramuli dari Golkar, Said Saggaf PKS, Saling Mengga dari Demokrat, serta Jacobus C Mayong dari PDIP, menjadi pesaing kuat yang cukup diwaspadai oleh Haris. (ysd)
Hasil Akhir Pilkada Lebak Banten
LEBAK (SINDO) – Hasil rekapitulasi suara dari 28 kecamatan yang masuk KPUD Lebak, pasangan Mulyadi Jayabaya-Amir Hamzah menjadi pemenang dalam Pilkada Lebak.
Hari ini KPUD Lebak akan mengesahkan kedua pasangan tersebut sebagai pemenang pilkada. Dari hasil pleno penghitungan suara KPUD Lebak kemarin, pasangan Mulyadi Jayabaya-Amir Hamzah (Golkar, PDIP, PKS, Demokrat, PAN,PBR,PPD,PKB) meraih 360.420 suara (64%) dan Mardini-Wijaya Ganda Sungkawa (PPP, PBB, PNI Marhaenisme, Partai Pelopor) memperoleh 172.326 suara (31%).
Sementara pasangan Yas’a Mulyadi-M Sudirman (perseorangan) meraih 27.851 suara (5%). Anggota KPUD Lebak Cedin N Nurdin mengatakan, surat suara sah dalam Pilkada Lebak sebanyak 560.597 suara, sedangkan untuk surat suara tidak sah sebanyak 17.099. ”Jumlah partisipasi dalam Pilkada Lebak sebanyak 70% dari jumlah daftar pemilih tetap,” kata Cedin kemarin.
Sementara kuasa hukum pasangan Mardini-Wijaya Ganda Sungkawa, Januardi, mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan materi gugatan ke Pengadilan Negeri Rangkasbitung, Lebak, Banten. Surat gugatan No 05/ Pdt.G/2008/PN itu didaftarkan pada Pengadilan Negeri Rangkasbitung tertanggal 20 Oktober 2008 dan diterima langsung panitera PN Rangkasbitung Neti Saraswati.
Hari ini KPUD Lebak akan mengesahkan kedua pasangan tersebut sebagai pemenang pilkada. Dari hasil pleno penghitungan suara KPUD Lebak kemarin, pasangan Mulyadi Jayabaya-Amir Hamzah (Golkar, PDIP, PKS, Demokrat, PAN,PBR,PPD,PKB) meraih 360.420 suara (64%) dan Mardini-Wijaya Ganda Sungkawa (PPP, PBB, PNI Marhaenisme, Partai Pelopor) memperoleh 172.326 suara (31%).
Sementara pasangan Yas’a Mulyadi-M Sudirman (perseorangan) meraih 27.851 suara (5%). Anggota KPUD Lebak Cedin N Nurdin mengatakan, surat suara sah dalam Pilkada Lebak sebanyak 560.597 suara, sedangkan untuk surat suara tidak sah sebanyak 17.099. ”Jumlah partisipasi dalam Pilkada Lebak sebanyak 70% dari jumlah daftar pemilih tetap,” kata Cedin kemarin.
Sementara kuasa hukum pasangan Mardini-Wijaya Ganda Sungkawa, Januardi, mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan materi gugatan ke Pengadilan Negeri Rangkasbitung, Lebak, Banten. Surat gugatan No 05/ Pdt.G/2008/PN itu didaftarkan pada Pengadilan Negeri Rangkasbitung tertanggal 20 Oktober 2008 dan diterima langsung panitera PN Rangkasbitung Neti Saraswati.
Lebih Dekat dengan Amin Suparmin, Wakil Ketua DPW PPP Jabar
Amin Suparmin, Wakil Ketua DPW PPP Jabar
Tak Perlu Pasang Baliho Besar untuk Terkenal
Bandung,
Banyak yang berpikir untuk menjadi terkenal dibutuhkan dana yang besar. Pendapat seperti itu memang tidak ada salahnya. Namun jika ingin dikenal masyarakat luas, ada cara yang lebih mudah dan murah yaitu menjaga hubungan ukwah islamiyah dan silaturrahim.
Demikian kata Amin Suparmin, Wakil Ketua DPRD Jabar dari Fraksi PPP yang juga Wakil Ketua DPW PPP Jabar ketika Pelita menemui di sekretariat DPW PPP Jabar jalan Lingkar Selatan Bandung, Senin (20/10).
Dia mengungkapkan, selain itu, yang diperlukan saat ini adalah kejujuran. Karena jujur adalah kunci yang bisa diterima dimanapun berada. Demikian pula dengan masyarakat, tidak ada masyarakat yang tidak jujur jika pemimpinnya juga jujur.
Untuk itu, selaku kader sudah seharusnya kita menjaga silaturrahim dengan masyarakat, struktural partai dan juga komoditas lain diluar partai. Persoalannya, kenapa PPP dari dulu hanya begitu-begitu saja, misalnya dalam perolehan suara? Karena yang terjadi selama ini adalah wilayah yang digarap hanya itu-itu saja, tegas caleg nomor urut 3 daerah pilihan Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.
Menurutnya, selama ini kader partai hanya melakukan sosiali-sasi ditempat yang sama. Sekarang siapa kader yang sosialisasi ke buruh, petani, tukang becak hingga ke perguruan tinggi? Dan apakah PPP bisa masuk kedalam wilayah tersebut?.
Tentu bisa, itu semua tergantung dari diri kita masing-masing, mau atau tidak? Bagi saya, untuk terkenal tidak perlu uang banyak dan pasang baliho besar-besar, pasang stiker, spanduk. Yang penting, melakukan silaturrahmi dengan rakyat. Untuk apa semua itu kalau rakyat dan caleg tidak ada dialog dan tidak saling mengenal, tegasnya.
Tak Perlu Pasang Baliho Besar untuk Terkenal
Bandung,
Banyak yang berpikir untuk menjadi terkenal dibutuhkan dana yang besar. Pendapat seperti itu memang tidak ada salahnya. Namun jika ingin dikenal masyarakat luas, ada cara yang lebih mudah dan murah yaitu menjaga hubungan ukwah islamiyah dan silaturrahim.
Demikian kata Amin Suparmin, Wakil Ketua DPRD Jabar dari Fraksi PPP yang juga Wakil Ketua DPW PPP Jabar ketika Pelita menemui di sekretariat DPW PPP Jabar jalan Lingkar Selatan Bandung, Senin (20/10).
Dia mengungkapkan, selain itu, yang diperlukan saat ini adalah kejujuran. Karena jujur adalah kunci yang bisa diterima dimanapun berada. Demikian pula dengan masyarakat, tidak ada masyarakat yang tidak jujur jika pemimpinnya juga jujur.
Untuk itu, selaku kader sudah seharusnya kita menjaga silaturrahim dengan masyarakat, struktural partai dan juga komoditas lain diluar partai. Persoalannya, kenapa PPP dari dulu hanya begitu-begitu saja, misalnya dalam perolehan suara? Karena yang terjadi selama ini adalah wilayah yang digarap hanya itu-itu saja, tegas caleg nomor urut 3 daerah pilihan Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.
Menurutnya, selama ini kader partai hanya melakukan sosiali-sasi ditempat yang sama. Sekarang siapa kader yang sosialisasi ke buruh, petani, tukang becak hingga ke perguruan tinggi? Dan apakah PPP bisa masuk kedalam wilayah tersebut?.
Tentu bisa, itu semua tergantung dari diri kita masing-masing, mau atau tidak? Bagi saya, untuk terkenal tidak perlu uang banyak dan pasang baliho besar-besar, pasang stiker, spanduk. Yang penting, melakukan silaturrahmi dengan rakyat. Untuk apa semua itu kalau rakyat dan caleg tidak ada dialog dan tidak saling mengenal, tegasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
