Selasa, 04 November 2008

2 LSI, Puskaptis dan LSN Unggulkan Khofifah-Mujiono

Inilah Hasil Quick Count Masing Masing Lembaga Survey Tersebut.
1.Hitungan Cepat Puskaptis Menangkan Ka-Ji
Surabaya - Hasil perhitungan cepat Pilgub Jatim putaran II yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Selasa (4/11), hingga 13.40 WIB, telah memenangkan pasangan Khofifah-Mudjiono (Ka-Ji).

Pasangan Ka-Ji meraih 7.497 suara atau 50.20 persen, sedangkan pasangan Karsa (Soekarwo-Saifulah Yusuf) meraih 7.438 suara atau 49.80 persen.


2.LSN: Pilgub Jatim, Kaji Menang Tipis
Selasa, 4 November 2008 - 17:10 wib

JAKARTA - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mujiono (Kaji) dinyatakan keluar menjadi pemenang Pilgub Jatim putaran kedua dalam penghitungan cepat versi Lembaga Survei Nasional (LSN).

"Kaji unggul dengan perolehan suara 50,71 persen, sedangkan Karsa mendapatkan suara sebanyak 49,29 persen," ujar Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam rilis yang diterima okezone, Selasa (4/11/2008).

Jumlah tersebut, lanjut dia, berdasarkan pengamatan dan pencatatan ratusan relawan di seluruh Jawa Timur. Perhitungan cepat ini mengambil sample 300 TPS yang tersebar di 38 kota/kabupaten dengan margin error +/-1 persen dari tingkat kepercayaan 95 persen.

"Pemilih yang tidak menggunakan hak pilih sebesar 46,5 persen. Berarti, tingkat partisipasi dalam Pilgub Jatim putaran kedua ini sekira 53,5 persen," paparnya.

Kendati demikian, LSN belum bisa memastikan siapa pasangan yang akan keluar menjadi pemenang. Karena, dalam margin of error +/- 1 persen masih ada kemungkinan berbalik.

"Semuanya masih sulit diprediksi. Tidak menutup kemungkinan perolehan suara akan berbalik pada penghitungan akhir," pungkasnya.

3.LSI Saiful Mujani Khofifah Unggul dengan 50.55 Persen (Selisih diatas 1 %)
Surabaya -Hasil penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI), pasangan Khofifah - Mudjiono (Ka-Ji) meraih 50.55 persen suara, sedangkan pasangan Soekarwo - Saifullah Yusuf (Karsa) meraih 49.45 persen.

Peneliti LSI, M Adnan Kamil mengemukakan hal itu dalam jumpa pers hasil Pilgub Jatim putaran kedua di Hotel Mercure Surabaya, Selasa.

Adnan mengatakan, hasil penghitungan cepat tersebut berdasarkan perolehan suara dari 397 TPS dari total 400 TPS yang disurvei, sedangkan tiga TPS yang belum masuk berasal dari Ponorogo, Pacitan dan Tulungagung.

Berdasarkan survei tersebut, untuk daerah pendalungan antara Pasuruan hingga Banyuwangi pasangan Ka-Ji meraih 49.15 persen suara dan pasangan Karsa 50.85 persen, untuk daerah arek meliputi Surabaya - Mojokerto - Sidoarjo dan Malang, pasangan Ka-Ji meraih 52.52 persen dan pasangan Karsa 47.45 persen.

Di Madura, pasangan Karsa unggulan dengan 56.03 persen, sedangkan pasangan Ka-Ji 43.07 persen. Di daerah Pantura diantaranya Gresik - Lamongan - Bojonegoro, pasangan Ka-Ji meraih 58.73 persen dan Karsa 41.27 persen, sedangkan di daerah Mataraman seperti Madiun dan Ngawi pasangan Karsa meraih 50.79 persen suara dan Ka-Ji 49.21 persen.

"Dibandingkan putaran pertama angka partisipasi turun enam persen menjadi 54.45 persen, sedangkan angka golput 45.55 persen," katanya.

Berdasarkan hasil tersebut, ujar dia, LSI belum bisa memutuskan pasangan yang unggul dalam Pilgub Jatim putaran kedua karena selisihnya terlalu tipis. "Kemungkinan Karsa menang juga ada, keputusan final di KPU Provinsi Jatim," katanya.

4.LSI Deny JA Unggulkan pasangan Ka-Ji 50,76 % (Selisih diatas 1 %)
Sedangkan dari perhitungan cepat Lingkaran Survey Nasional yang mereka lakukan di 400 TPS di seluruh Jatim, KaJi meraup 50,76 persen dan KarSa meraih 49,24 persen.

Minggu, 02 November 2008

Kamis, 30 Oktober 2008

Calon PPP Pinrang Sulsel Menang Tapi Harus 2 Putaran

MAKASSAR -- Dari lima pemilihan kepala daerah tingkat kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) Rabu, 29 Oktober, hanya satu kabupaten yang harus menggelar pilkada dua putaran, yakni Kabupaten Pinrang.Berdasarkan hasil quick count (penghitungan cepat) lembaga survei Index, tidak satupun pasangan calon dari tujuh yang bersaing, berhasil meraih suara mayoritas.

Lalu, pasangan siapa saja yang berhak melaju ke putaran kedua? Hasil quick count Index, yang berkesempatan melanjutkan perjuangan menuju Pinrang -01 dan 02 adalah pasangan Aslam Patonangi-Kaharuddin (Askar) dan paket Irwan Hamid-Nurahmi (Ihsanta).

Askar berhak mengikuti pilkada putaran kedua setelah meraih 27,11 persen suara. Sementara Ihsanta, berhasil melenggang ke pilkada tahap kedua dengan perolehan 18,99 persen, mengungguli paket Ali Usman-Fahrun Paturusi (Alif) yang membuntuti di posisi ketiga dengan angka tipis, 16,86 persen suara.

Di posisi keempat, menguntit pasangan Syamsuddin Manjda-Andi Renreng (Samaenre) dengan 14,13 persen suara. Tiga paket lainnya juga tersisih karena perolehan suaranya jauh di bawah Askar dan Ihsanta, dengan hanya meraih dukungan satu digit saja alias di bawah angka 10 persen.

Pasangan Aslam Patonangi-Kaharuddin (Askar) disokong Koalisi PAN, PPP, PDS, Partai Patriot, serta PBB.

Pasangan ISMED Pemenang Pilkada OKI Sumsel

Friday, 31 October 2008
KAYUAGUNG (SINDO) – Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kabupaten OKI yang digelar KPUD OKI kemarin memutuskan pasangan Ir H Ishak Mekki MM dan H Engga Dewata Zainal Ssos (ISMED) sebagai pemenang Pilkada OKI.


Pasangan ISMED unggul dari kandidat lain dengan memperoleh 190.425 suara.Kemudian disusul pasangan Iskandar SE dan Kukuh Pudiyarto (KANDAKU) dengan 160.395 suara, pasangan Ir H Iskandar Maliki MM dan Drs H Iskandar Aidi MM (Duo Iskandar) 26.873 suara, dan pasangan independen Hendri Faisal Damhari SE dan Rahma Dewi Kalung (HERA) 4.796 suara.

Ketua KPUD OKI Haisen Hower menjelaskan, total masyarakat yang menggunakan hak pilihnya pada Pilkada OKI sekitar 382.488, sedangkan sekitar 5.469 suara dinyatakan tidak sah. ”Dari hasil laporan masing-masing PPK di 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten OKI, pasangan ISMED ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilkada OKI yang dihelat pada 23 Oktober 2008,”kata Haisen.
1.DUO ISKANDAR dikawal Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Nasional Indoensia (PNI) Marhaeins, Partai Penegak Demokrasi Kebangsaan (PPDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Patriot, Partai Serikat Indonesia (PSI), Partai Pelopor dan Partai Persatuan Nahdatul Ulama Indonesia (PPNUI).
2.KANDAKU didukung PAN dan PKB
3.Pasangan ISMED yang diusung partai besar yang harmonis di OKI yakni, Partai PDI Perjuangan dan Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Merdeka, Partai Indonesia Baru (PIB), dan Partai Damai Sejahtera (PDS).

Buchori-Bandyk Menang di Kota Probolinggo

Langsung Nyekar, Menangis di Makam Orang Tua

PROBOLINGGO - Warga Kota Probolinggo telah menentukan pilihan. Pasangan incumbent Buchori-Bandyk Soetrisno (BUDY) meraih kemenangan telak dalam coblosan pilwali kemarin.

KPU Kota Probolinggo memang belum merilis secara resmi perolehan suara ketiga pasangan. Yakni Bayun Sarosa-Retno Suryandari (BR), BUDY, dan Zulkifli Chalik-Yusuf Zainal Qubro (KIBAR). Namun, menurut hasil penghitungan cepat versi tim sukses ketiga pasangan sampai tadi malam, pasangan BUDY meraih suara tertinggi di lima kecamatan yang ada.

Dalam pilwali ini total ada 156.342 pemilih. Sekitar pukul 19.00, tim BR telah merekap 35.303 suara. Dari jumlah itu, BR meraih 1.340 suara (3,79 persen). BUDY meraih 25.715 suara (72,84 persen). KIBAR meraih 8.248 suara (23,36 persen).

Tim BUDY sampai pukul 19.00 menyatakan sudah merekap suara final. Tim ini merekap total 122.476 suara. Menurut tim ini, BR meraih 3.723 suara (3,04 persen). BUDY meraih 89.705 suara (72,71 persen). Dan KIBAR meraih 29.705 suara (24,25 persen).

Sedangkan tim KIBAR sampai pukul 17.00 merekap total 82.614 suara. BR meraih 2.611 suara (3,16 persen). BUDY meraih 59.053 suara (71,48 persen). Dan KIBAR meraih 20.950 suara (25,35 persen).

Buchori Langsung Nyekar

Sekitar pukul 15.00, kubu BUDY sudah merasakan hawa kemenangan.

Dan pukul 16.00, cawali Buchori bersama istrinya, Rukmini, meninggalkan rumas dinas mengendari mobil pribadi Honda CR-V.

Tujuan Buchori adalah nyekar ke pemakaman Putuk di Kelurahan Mangunharjo, tempat orang tuanya dimakamkan. Sesampai di pemakaman tersebut Buchori dan Rukmini berjalan menuju pesarean orangtuanya, Irsyad dan Siti Mu'alik sambil membawa satu kresek bunga.

Saat Buchori sampai di makam orang tuanya, suasana haru langsung terasa. Buchori jongkok menghadap ke makam ibundanya Hj Siti Mu'alik. Baru beberapa detik duduk di makam ibunya, mulai terdengar isak tangis seorang Buchori.

Rukmini bergegas mendekati suaminya kemudian duduk di sebelahnya. Seketika itu Rukmini memegang paha Buchori lalu ditepuk-tepuknya sebagai pertanda agar sang suami tetap tenang dan tabah.

Usai mengucap doa dan mencurahkan isi hatinya, Buchori dan Rukmini berpindah ke pesarean di sebelah selatannya. "Itu makam ibu saya. Nah, ini makam bapak saya," tunjuk Buchori dengan mata memerah dan berkaca-kaca.

1.Pasangan Buchori-Bandyk diusung parpol yang pemilik massa besar di kota, PDIP. Tak cukup itu, masih ada parpol-parpol besar yang ikut menyokongnya, yakni Partai Golkar, PPP, Demokrat, PKS, dan parpol baru PKNU. Ini mencerminkan kekuatan mesin politik yang bekerja untuk pemenangan pasangan ini.

Sebagai cerminan kekuatan mesin politiknya, pada Pemilu Legislatif 2004 lalu PDIP berhasil meraih 22,81 persen suara dari total 116.624 orang pemilih. PPP berhasil meraih 12,66 persen. Partai Demokrat berhasil meraih 8,97 persen. Partai Golkar meraih 9,67 persen. Dan PKS meraih 2,25 persen. Jika diakumulasi, parpol-parpol yang mengusung pasangan BUDY dalam Pemilu 2004 lalu mencapai 56,35 persen.
2.KIBAR diusung PKB dan PAN.
3.BR Maju dari jalur perseorangan.

Rabu, 29 Oktober 2008

Rachman Ramsyi Unggul Sementara di Tabalong

Rabu, 29-10-2008 | 17:44:37

TANJUNG, BPOST - Dari hasil penghitungan suara sementara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabuaten Tabalong, calon Bupati Rachman Ramsyi unggul dengan jumlah suara yang mencolok.

Hingga pukul 17.00 Wita tadi, Rachman unggul dengan perolehan suara 25.665 dari suara yang terkumpul dari 12 kecamatan sebanyak 50.033. Sementara Anang Syakhfiani memperoleh suara sebanyak 14.170 dan Gusti Kadarusman hanya memperoleh 14.561 suara.

"Suara sebanyak 50.033 itu ada suara sah, sedang yang tidak sah hanya 1.717 suara," kata petugas KPU Tabalong, Rabu (29/10) tadi.
1.Anang Syakhfiani, calon bupati diusung PAN, PKS dan PNBK.
2.Gusti Kadarusman-Suyanto diusung PKPB, PKB, Merdeka, PPNU, PPIB, Pelopor, PPD dan PBR.
3.Rachman Ramsyi diusung PPP, Golkar, PBB, Demokrat, Patriot dan PDIP.

Buhari Matta-Amir Sahaka Pemenang Pilkada Kolaka Sultra

Pemenang Pilkada Kolaka

Kolaka, Pelita
Pasangan H Buhari Matta-H Amir Sahaka yang diusung Partai PPP dan 14 koalisinya, akhirnya ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Kolaka, Sultra dalam Rapat pleno KPUD Kolaka di Aula Mapolres Kolaka, Selasa (28/10).
Sehari sebelumnya dalam rapat pleno KPUD juga menetapkan rekap hasil perhitungan suara Pilkada Kolaka, dimana pasangan No 2 BM-AS keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara 83.236 suara sah atau 55,35 persen.
Disusul pasangan No 3 Harum dengan suara 53.366 suara (35,49 persen), di tempat ketiga pasangan AS-LI yang diusung Partai Golkar 8.668 persen suara (5,7 persen), dan berturut-turut pasangan dari jalur perseorangan, Amal 3.617 (2,4 persen) dan Sukses 1.493 (1,1 persen).
Dalam keterangan persnya seusai penetapan, Bupati terpilih H Buhari Matta mengharapkan semua elemen masyarakat Kolaka untuk merapatkan barisan dan bersatu untuk membangun daerah Bumi Mekongga, Kemenangan BM-AS adalah kemenangan Bumi Mekongga dan seluruh rakyat Kolaka, tegas Buhari.
Dengan persatuan yang utuh dari kita semua, mari kita wujudkan Kolaka Emas 2010 yang Baldatun Tayyibatun Warabbun Gafur, ajak Buhari yang didampingi pasangannya dan ketua tim pemenangan H Suaib Kasra.
Wakil Bupati Terpilih H Amir Sahaka juga mengharapkan semua masyarakat yang sempat berbeda dalam Pilkada untuk bersatu membangun Kolaka, mari kita lupakan dan kita melihat kepentingan yang lebih besar untuk membangun daerah kita, bila ada perbedaan pada masa kampanye, itu suatu yang wajar dalam dinamika politik, kata mantan Kadis Dikmudora Kolaka ini.