Jumat, 09 Januari 2009

Kiai Sepuh PPP Kembali Berkumpul di Jawa Timur

Pasca digantinya Farid Al Fauzi dari kepengurusan PPP Jatim ternyata tidak berpengaruh buruk pada kinerja partai. Sebaliknya, malah direspon positif sejumlah besar kiai-kiai sepuh dan berpengaruh di PPP.
Ini terlihat dalam acara tasyakuran dan Harlah PPP di kantor DPW PPP Jatim Jl Raya Kendangsari 36 Surabaya, Kamis (8/2). Banyak kiai yang selama ini dikenal sebagai magnit dan motor PPP, mau hadir dalam acara tersebut.
Padahal, sejak kepemimpinan DPW PPP Jatim dipegang Farid Al Fauzi, mereka sangat jarang mau hadir di acara PPP.
Para kiai sepuh PPP yang hadir itu antara lain Ketua Majlis Syariah DPP PPP, KH Maimun Zubair alias Mbah Maimun, lalu KH Makin Harun (Jombang), KH Suyuti (Banyuwangi), KH Nurudin (Probolinggo), KH Syafii Abdurrahman (Tulungagung), KH Maimun Adnan (Gresik), dan H Muntolib Sukandar (ketua Parmusi).
Bahkan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang biasanya menolak datang, bersedia hadir di acara itu dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PBNU.
Kehadiran para kiai tersebut diakui Plt Sekretaris DPW PPP Jatim Muhammad Mirdasy sebagai bentuk respon positif PPP Jatim atas pembekuan kepengurusan Farid Al Fauzi.
�Saat kepemimpinan saudara Farid, beliau-beliau sangat jarang atau malah tidak mau datang di acara seperti ini. Jadi ini kebangkitan baru,� katanya.
Menurutnya, jika di partai lain pembekuan akan disertai dengan konflik yang memicu ekses negatif bagi partai, maka di PPP justru sebaliknya.
�Di PPP justru berdampak positif karena seluruh elemen partai kembali bergairah. Justru jika kemarin DPP tidak menuruti desakan DPC-DPC (membekukan kepengurusan Farid) maka akan berdampak buruk bagi kelangsungan PPP di Jatim,� katanya.
Hal senada dikatakan Ketua Umum DPP PPP Suryadarma Ali atau yang akrab disapa SDA. Meski tidak secara spesifik menyebut Farid, namun dalam pidato sambutannya, SDA terlihat menyentil kepengurusan Farid.
Dikatakannya, pada kepengurusan sebelumnya banyak para kiai dan ulama PPP menjauhi dan enggan membesarkan partai. �Jadi ada gap (jarak) yang amat jauh sehingga para kiai enggan bersama membangun. Mereka disisihkan dan ditinggalkan. Padahal, beliau-beliau ini adalah ruh partai,� ujarnya.
Untuk itu, pihaknya berharap pada kepengurusan baru DPW PPP Jatim meskipun masih sebatas Plt (pelaksana tugas), untuk tidak mengulangi kesalahan serupa.

Rabu, 07 Januari 2009

Suryadharma Sowan ke Kiai Sahal

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus berupaya meraih simpati warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk merealisasikan target 15% suara.


Upaya tersebut terlihat ketika Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali sowan ke Rais Aam Syuriah PBNU KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudz di kediaman Ponpes Maslakul Huda, Kajen- Margoyoso,Pati,kemarin. Dalam kunjungan tersebut Suryadharma didampingi Wakil Sekjen Muhammad Arwani Thomafi,Ketua DPW PPP Jawa Tengah Hisyam Ali, dan sejumlah kader ”Kakbah”. Sebelum menyambangi Kiai Sahal,Suryadharma menghadiri acara sarasehan ekonomi pesantren di Ponpes Salafiah yang juga terletak di Kajen.

Suryadharma tak menampik kunjungannya tersebut bagian dari upaya pendekatan kepada warga NU.Namun, pihaknya menegaskan kedatangannya kepada Kiai Sahal sebatas silaturahmi, bukan mengajak bergabung ke PPP. ”Kita hanya sowan saja karena kebetulan datang ke Pati, dan meminta doa restu beliau,” katanya kepada SINDO kemarin. Apakah doa untuk Pemilu 2009? Suryadharma menggeleng sambil tersenyum.Mantan Ketua Umum PB PMII ini mengaku meminta didoakan secara umum. ”Nggak harus minta doa secara spesifik begitu (pemilu),”ujarnya sambil tersenyum.

Menurut dia, dukungan dari tokoh sekaliber Kiai Sahal tak akan disampaikan secara terang-terangan. Namun, dia biasanya memberikan dukungan secara tersirat. Ditanya mengenai popularitas PPP yang terus merosot seperti yang tergambar dari hasil survei, Suryadharma tidak pesimistis. Pihaknya melihat kader-kader PPP di lapangan masih bersemangat merealisasikan target.

Selasa, 06 Januari 2009

Caleg PPP Haramkan Saling Jegal

Lubukbasung, Padek— Para calon legislatif (caleg) di wilayah pemilihan Agam II membuat komitmen bersama untuk saling mendukung proses pencalonan seluruh caleg di tiga kecamatan masing-masing Tanjung Raya, Matur dan Palembayan. Bahkan para caleg sepakat membuat kesepakatan dan mengharamkan saling jegal dalam menghimpun dukungan dari masyarakat dan simpatisan. Hal itu diungkap Asrinaldi, caleg No.3 PPP Dapil Agam II kepada Padang Ekspres di Lubukbasung kemarin.

Disebutkan, kesepakatan yang dibuat secara kekeluargaan terutama berkaitan dengan bentuk kebersamaan yang dibangun demi kepentingan partai secara luas. Para caleg tidak dibenarkan ”menjamah” wilayah yang sudah digarap caleg lain, bersama-sama mencari dukungan masyarakat dan simpatisan serta memberi perhatian ”khusus” pada caleg yang tidak mendapatkan kursi.

Menurut Asrinaldi komitmen itu, sudah menjadi keputusan oleh delapan caleg. Bahkan saat ini katanya menjadi pembahasan khusus di tingkat nasional dan provinsi. ”Kami beriktiar mencari dukungan untuk partai, bukan untuk orang per orang semata,” katanya.

Di lain pihak, para caleg PPP terus berupaya maksimal menghimpun dukungan dari masyarakat, agar perolehan kursi di DPRD Agam bisa maksimal. ”Yang pasti kami akan berupaya mendongkrak perolehan kursi dalam Pemilu 2009 mendatang,” ucap Asrinaldi.

Saat ini katanya, PPP Agam sudah bergerak di lapangan, termasuk dengan peran Forum Komunikasi PPP Agam yang terbentuk atas kegalauan dan kekhawatiran akan kondisi partai saat ini.

”Pengaruhnya sudah cukup bagus. Ini dibuktikan simpatisan dan para pendukung kembali bangkit menyuarakan kepentingan partai secara utuh,” tutupnya.

DPW PPP Kalbar Serahkan Bantuan Langsung

SINGKAWANG-Bantuan untuk korban banjir mulai mengalir. Seperti yang diserahkan langsung ke korban banjir di Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas oleh DPW PPP Kalimantan Barat, berupa Ratusan dus mie instan, kemarin. Sekretaris DPW PPP Kalbar, Firmansyah AM yang langsung mengantarkan bantuan langsung ke rumah korban banjir dan sekaligus melihat banjir di Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas.

“Bantuan ini diserahkan di Kota Singkawang, di Selakau, Pemangkat, Jawai, Galing dan Tanggaran. Kita berbagi, sesuai dengan kemampuan kita,” kata Firmansyah, kepada Pontianak Post, kemarin. Kata Firmansyah, dia sangat prihatin dengan musibah banjir tersebut. “Sebagai masyarakat kita sangat prihatin dengan musibah tersebut. Semoga mereka tabah dalam menghadapi cobaan tersebut, dan air cepat surut sehingga warga bisa beraktivitas kembali,” kata Firmansyah. Dia berharap, bantuan langsung ini bisa meringankan penderitaan bagi korban banjir. “Siapa pun tak ingin terkena musibah. Tapi, hujan yng terus menerus melanda Kalbar, tentu mengakibatkan sebagian wilayah Kalbar ini terkena banjir,” kata dia. Saat ini, katanya, dia juga telah mengkontak Dinas Sosial Kalbar, guna memberikan bantuan yang dianggarkan oleh pemerintah.

“Tak perlu dilama-lamakan. Mereka perlu bantuan. Bila sudah ada anggarannya tentu bisa disalurkan bantuan tersebut,” kata Firmansyah yang jadi caleg PPP dari daerah pemilihan Kabupaten Sambas ini. Warga dari Kecamatan Selakau dan Selakau Timur, berterima kasih atas kepedulian PPP Kalbar terhadap korban banjir. Setelah menerima bantuan tersebut, mereka siap menyalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. “Ya, akan kita salurkan kepada mereka yng menjadi korban banjir,” katanya. Kata warga, sudah lima hari air bertahan dan mereka tak bisa berbuat banyak.

“Kami hanya tinggal di rumah. Tak bisa bekerja di ladang atau tempat lainnya. Rumah kami saja terendam,” kata salah satu warga di Kecamatan Selakau, kepada Pontianak Post, kemarin. Dia berharap, pemerintah dan pihak lain bisa menyalurkan bantuan tersebut. “Kami bertahan di rumah saja. Tapi, warga membutuhkan bantuan makanan. Mereka tak bisa bekerja, dan menjemur padi,” kata warga. Ketua DPC PPP Kota Singkawang, Edy Rumaidi mengaku berterima kasih atas kepedulian DPW PPP Kalbar. Kata Edy, pihaknya juga menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kota Singkawang. “Ya, berbagi, ketika terkena musibah. Semoga saja bisa meringankan beban mereka yang terkena musibah,” kata Edy.

Senin, 05 Januari 2009

PPP Manfaatkan Perpecahan Parpol Lain

YOGYA (KR) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY menargetkan dapat meraih kejayaan kembali, yakni meraih dukungan suara yang banyak. Bahkan dengan dukungan itu, diharapkan mampu membentuk satu fraksi di setiap DPRD kabupaten/kota maupun propinsi. Selama ini, diterapkan multi partai, tidak mampu membentuk fraksi sendiri, karena jumlah kursi yang diperoleh jauh menurun.
“Kami merasa yakin bertambahnya dukungan ke PPP, karena kembalinya konstituen lama yang selama ini pindah ke partai lain,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DIY, HM Syukri Fadholi kepada wartawan di sela acara Silaturahmi dan Orientasi Calon Legislatif DPRD di Kantor DPW PPP DIY, Badran, Jetis, Yogyakarta, kemarin. Selesai acara, kader dan massa PPP melakukan pawai simpatik menggunakan sepeda motor dan mobil, dari kantor DPW PPP menuju ke masing-masing ‘markasnya’.
Dalam acara itu, tampak sejumlah tokoh seperti Jazir ASP, anggota DPRD DIY dari PPP seperti Muslih Elyas, Itje Soraya, pecatur GM Ardiansyah, musisi campur sari Didi Kempot dan para caleg. Acara ini sekaligus upaya menggerakkan simpatisan dan kader PPP untuk memupuk solidaritas terhadap Palestina. Syukri Fadholi optimis di Pilihan Legislatif (Pileg) tahun ini PPP akan bisa menempatkan kadernya lebih banyak dibanding lima tahun lalu.
Menurut Syukri, dari pengamatannya, ada indikasi warga yang dulu mendukung PPP dan lari ke partai lain akan kembali lagi setelah partai itu mengalami perpecahan. Alasannya, saat ini PPP dipandang sebagai salah satu parpol yang konsisten dengan asas Islam. Perjuangan di kancah politik senantiasa didasarkan pada kaidah-kaidah Islami.
Terkait dengan pencalegan, Syukri Fadholi meminta para caleg dari PPP untuk mengedepankan prinsip amar maruf nahi munkar. Saat berkampanye para caleg diharapkan tidak mengobral janji semata, melainkan menyampaikan program-program riil yang bisa diwujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. “PPP menghendaki caleg yang nantinya duduk di kursi dewan benar-benar sebagai wakil rakyat dalam arti yang sesungguhnya,” kata Syukri Fadholi.  

PPP Naikkan Target Perolehan Kursi

Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan bila calon anggota legislatif (Caleg) yang lolos adalah mereka yang mendapat suara terbanyak. Putusan itu membuat angin segar bagi caleg yang berada di nomor urut bawah, termasuk caleg-caleg PPP Sultra. Dengan keluarnya putusan MK, membuat PPP Sultra meningkatkan target perolehan suara. Kini satu fraksi di DPRD Sultra berupa enam kursi merupakan impian di pemilu 2009.
Wakil Ketua PPP Sultra, Boner Wasran yang ditemui kemarin menjelaskan dinaikkannya target perolehan kursi karena caleg dinomor buncit punya kesempatan sama dengan caleg yang berada di nomor urut satu. Ia mencontohkan dirinya yang berada di nomor akhir untuk Dapil Muna - Butur yang mulanya setengah hati kerja, kini akan maksimal. ''Kalau hanya satu kursi PPP untuk Dapil Muna- Butur, berarti harus milik saya sebagai peraih suara terbanyak,'' ujarnya optimis.
Bagi Boner dengan putusan MK membuat tingkat konflik di internal partai terkait nomor urut berakhir. Katanya target PPP yang dinaikkan adalah mendapat satu kursi lagi di dapil Konawe-Konawe Utara. ''Jadi di pemilu 2009 kami optimis penambahan satu kursi. Dari lima kursi di pemilu 2004 menjadi enam kursi di pemilu 2009,'' tukasnya.
Keoptimisan merebut satu kursi DPRD Sultra dari Dapil Konawe-Konawe Utara juga diungkapkan Sekretaris PPP Konawe, Erik Lawid. Katanya khusus Konawe mereka menargetkan lima kursi di DPRD kabupaten. Beberapa kader PPP yang cukup diperhitungkan di Konawe kata Erik terutama di Dapil I yang calegnya tujuh orang. ''Kami siap merebut lima kursi untuk DPRD Konawe dan menyumbangkan satu kursi untuk DPRD Sultra,'' ungkap Erik optimis.
Sekadar diketahui saat pemilu 2004, PPP Sultra mendapat lima kursi di DPRD Sultra. Masing-masing sebuah kursi dari Dapil Kolaka-Kolaka Utara, Muna - Butur, Kendari-Konsel. Untuk Dapil Bombana-Wakatobi-Baubau-Buton menyumbangkan dua kursi. Sementara dapil Konawe-Konawe Utara tak menyumbangkan sebuah kursi.

SDA Ingin Kembalikan Kejayaan PPP

Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali menegaskan, peringatan hari lahir (harlah) ke-36 PPP pada 5 Januari 2009 merupakan momentum kebangkitan kader parpol itu untuk merebut kembali suaranya yang pernah hilang di pemilu-pemilu sebelumnya.

Suryadharma selaku pimpinan partai berlambang Kabah itu berkewajiban untuk membangun semangat perubahan kader-kadernya sekaligus semangat meraih kembali suara-suara PPP yang pernah terlepas.

"Sepanjang sejarahnya mengikuti pemilu, PPP pada dekade 1970-an pernah meraih suara hingga 29 persen walaupun kemudian prosentase itu menunjukkan grafik terus menurun dari pemilu ke pemilu hingga yang terakhir di 2004," kata dalam jumpa persnya di Jakarta, Sabtu (3/1).


Dalam Pemilu 2009, menurut Suryadharma yang juga Menkop dan UKM itu, pihaknya menargetkan perolehan suara PPP sebesar 15 persen.


Pada 2004, PPP meraih 8,2 persen suara dengan jumlah kursi DPR sebanyak 58 kursi dan jumlah yang sama diperoleh partai tersebut pada 1999 sehingga menempatkan PPP sebagai partai pemenang ketiga di Pemilu 1999, setelah PDIP dan Partai Golkar.

Suryadharma mengakui kendati cukup berat untuk memenuhi target 15 persen suara di pemilu 2009, angka tersebut cukup realistis dan setiap daerah pemilihan diwajibkan mendongkrak suara dua kali lipat dari pemilu sebelumnya.


"PPP pernah mencapai angka 29 persen sehingga untuk mencapai 15 persen masih realistis. Masalah apakah target itu nantinya akan tercapai atau tidak, itu urusan nanti," ujarnya.


Lebih lanjut Suryadharma mengatakan dirinya melihat adanya optimisme kader-kader PPP untuk berjuang keras mewujudkan target itu dalam setiap kunjungannya ke daerah-daerah selama ini.

Berbagai hasil survei yang memperkirakan bahwa suara PPP akan turun lagi dan bahkan sulit menembus parliamentary treshold 2,5 persen, menurut Suryadharma, justru harus dijadikan cambuk bagi partainya membangun optimisme dan militansi kader dalam berjuang.

"Dari konsolidasi yang kita lakukan selama ini, semangat untuk bangkit dan melakukan perubahan itu telah merata hingga ke pelosok-pelosok di negeri ini. Semangat dan militansi kader-kader seperti inilah yang membuat kami selalu optimis," ujarnya.

PPP merupakan fusi dari empat parpol Islam, yakni PNU, Parmusi, Perti dan Syarikat Islam, pada 5 Januari 1973.

Karena itu, dari segi kematangan berpolitik dan mengartikulasi aspirasi masyarakat Indonesia, ujar Suryadharma, PPP tidak usah diragukan lagi dan telah mempunyai pengalaman yang panjang. [*/ana]