BOJONEGORO - sebanyak dua ribu pendekar dari Ikatan kera Sakti (IKS) Bojonegoro siap mendonorkan darah mereka. Hal ini selain sebagai kepedulian unutk ikut menyelamatkan nyawa sesama juga sebagai bentuk dukungan kepada sesama anggota IKS H Moh Ikhsan Effendi yang akan maju sebagai calon Anggota legislative DPR RI dari dapil IX wilayah Bojonegoro Tuban dari Partai Persatuan Pembangunan(PPP).
Acara donoro darah itu sendiri kemarin secara resmi dumulai dari Desa Mlinjeng kecamatan Sumberrejo. Selanjutnya kegiatan akan dilakukan sampai dengan 22 pebruari nanti di lebih dari lima tempat di Bojonegoro diantaranya temayanag pada 1 perbuari mendatang. Bahkan kegiatan akan dilanjutkan sampai dengan bulan maret di wiklayah kabupaten Tuban.
''Ini sebagai bentu kepedulian kami terhadap sesame,'' kata Putut salah satu tetua IKS yang ikut hadir dalam acara di desa Mljineg Sumberrejom kemarin. Dia menjelaskan siap membeirkan dukungan penuh kepada anggota IKS yang akan maju dalam pencalegan mendatang.
Sementara itu H Moh Ikhsan Effendi kepada radar Bojonegoro menjelaskan darah adalah sesuatu yang sangat penting. Dari darah itulah nyawa bbsia diselematkan dan memberikan hiydp kepada manusia yang lain. ''Karena itu saya mengajak semua warega masyarakat unutk peduli dan ikut mendonorkan darahnya,'' tegasnya
Dia kemudian menjelaskan sebagai caleg dia tidak ingin membeirkan banyak janji. Namun dia menuturkan dnegan donor darah ini sebagai bukti bahwa kemanusiaan diatas segalanya untuk memberikan manfaat kepada sesame. ''dan ini baru awal saja,'' timbuhnya.
Minggu, 25 Januari 2009
Sabtu, 24 Januari 2009
Presiden SBY Ucapkan Selamat Harlah ke-36 PPP
Jakarta (ANTARA News) - Ucapan selamat ulang tahun dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disampaikan lewat rekaman video dan balik kandangnya sekitar 200 ulama terkemuka ke pangkuan partai berlambang Kabah merupakan kado istimewa Hari Lahir (Harlah) ke-36 PPP di Jakarta, Sabtu.
"Saya mohon maaf kepada seluruh warga PPP tidak bisa hadir dikarenakan kesibukan saya. Saya ucapkan selamat ulang tahun dan dirgahayu ke-36 kepada Partai Persatuan Pembangunan," kata Presiden yang mengenakan batik warna hitam dan kopiah hitam dalam rekaman video berdurasi sekitar 10-15 menit itu.
Rekaman itu diputar dan disaksikan lewat layar besar oleh sekitar 12.000 kader dan simpatisan PPP. Tampak hadir antara lain Ketua MPR Hidayat Nurwahid, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashidiqie.
Kepada kader PPP, terutama yang ada di pemerintahan di Pusat dan Daerah, Presiden berpesan agar tetap bersama-sama bekerja membangun bangsa dan negara karena sudah 36 tahun PPP ikut bersama membangun bangsa ini.
Kepala Negara juga menyambut baik tema Harlah yaitu PPP sebagai jalan baru Indonesia sejahtera. Begitu juga motto "berbeda tapi tetap bersama".
Dalam pidato politiknya, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengatakan bahwa PPP telah bangkit kembali dengan bergabungnya 200 ulama terkemuka di berbagai daerah ke dalam pangkuan partai berlambang Kabah itu. Para ulama itu sebelumnya keluar dari PPP bergabung dan mendirikan partai lain.
Lalu Suryadharma memanggil ke atas panggung KH Syukron Makmun, salah satu pendiri Partai Kebangkitan Nahdlatul Umah (PKNU) dan Habib Al Idrus yang memiliki banyak massa dari pondok pesantrennya.
Sebelumnya KH Zainudin MZ, dai sejuta umat yang juga mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) juga pulang kandang ke PPP bersama-sama dengan pedangdut legendaris Rhoma Irama.
Bergabungnya KH Syukron Makmun, Habil Al Idrus, Rhoma Irama, dan KH Zainuddin MZ diharapkan dapat mendongkrak perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari sekitar 8 persen pada Pemilu 2004 menjadi 15 persen pada Pemilu 2009.
"Kembalinya para ulama ke PPP sangat luar biasa, apalagi Kyai Sukron Makmum adalah ulama yang besar. Jadi tak hanya menambah suara, tapi sangat penting bagi dinamika partai Islam seperti kami," katanya.
Bergabungnya Kyai Syukron dan kawan-kawan akan mendongkrak perolehan suara setelah pemilu nanti. "Kyai Syukron saja memiliki santri 2.000 lebih," katanya.
PPP, katanya, akan besar jika dekat dengan ulama dan PPP akan hancur jika ditinggalkan ulama. Dengan kembalinya para ulama tersebut, PPP optimis menghadapi Pemilu 2009 dengan memperoleh 15 persen suara, demikian Suryadharma Ali.
"Saya mohon maaf kepada seluruh warga PPP tidak bisa hadir dikarenakan kesibukan saya. Saya ucapkan selamat ulang tahun dan dirgahayu ke-36 kepada Partai Persatuan Pembangunan," kata Presiden yang mengenakan batik warna hitam dan kopiah hitam dalam rekaman video berdurasi sekitar 10-15 menit itu.
Rekaman itu diputar dan disaksikan lewat layar besar oleh sekitar 12.000 kader dan simpatisan PPP. Tampak hadir antara lain Ketua MPR Hidayat Nurwahid, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashidiqie.
Kepada kader PPP, terutama yang ada di pemerintahan di Pusat dan Daerah, Presiden berpesan agar tetap bersama-sama bekerja membangun bangsa dan negara karena sudah 36 tahun PPP ikut bersama membangun bangsa ini.
Kepala Negara juga menyambut baik tema Harlah yaitu PPP sebagai jalan baru Indonesia sejahtera. Begitu juga motto "berbeda tapi tetap bersama".
Dalam pidato politiknya, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengatakan bahwa PPP telah bangkit kembali dengan bergabungnya 200 ulama terkemuka di berbagai daerah ke dalam pangkuan partai berlambang Kabah itu. Para ulama itu sebelumnya keluar dari PPP bergabung dan mendirikan partai lain.
Lalu Suryadharma memanggil ke atas panggung KH Syukron Makmun, salah satu pendiri Partai Kebangkitan Nahdlatul Umah (PKNU) dan Habib Al Idrus yang memiliki banyak massa dari pondok pesantrennya.
Sebelumnya KH Zainudin MZ, dai sejuta umat yang juga mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) juga pulang kandang ke PPP bersama-sama dengan pedangdut legendaris Rhoma Irama.
Bergabungnya KH Syukron Makmun, Habil Al Idrus, Rhoma Irama, dan KH Zainuddin MZ diharapkan dapat mendongkrak perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari sekitar 8 persen pada Pemilu 2004 menjadi 15 persen pada Pemilu 2009.
"Kembalinya para ulama ke PPP sangat luar biasa, apalagi Kyai Sukron Makmum adalah ulama yang besar. Jadi tak hanya menambah suara, tapi sangat penting bagi dinamika partai Islam seperti kami," katanya.
Bergabungnya Kyai Syukron dan kawan-kawan akan mendongkrak perolehan suara setelah pemilu nanti. "Kyai Syukron saja memiliki santri 2.000 lebih," katanya.
PPP, katanya, akan besar jika dekat dengan ulama dan PPP akan hancur jika ditinggalkan ulama. Dengan kembalinya para ulama tersebut, PPP optimis menghadapi Pemilu 2009 dengan memperoleh 15 persen suara, demikian Suryadharma Ali.
200 Ulama Ternama Kembali ke PPP
Jakarta, CyberNews. Sekitar 200 ulama terkenal yang pernah ke luar dan mendirikan partai lain, kembali ke Partai Persatuan Pembangunan dan akan membuat partai berlambang Kakbah ini menjadi partai Islam terbesar di Indonesia. Kembalinya 200 ulama itu dirayakan berbarengan dengan peringatan hari lahir ke-36 tahun PPP di Jakarta Expo Kemayoran, Sabtu (24/1).
Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali mengumumkan kembalinya ke-200 ulama tersebut di depan 12 ribu simpatisan PPP yang hadir. Ulama yang kembali ke PPP diantaranya KH Syukron Mamun yang merupakan salah satu pendiri dari Partai Kesatuan Nahdatul Ummah (PKNU) KH Nur Iskandar SQ salah satu pendiri PKB, Zainuddin MZ, pendiri Partai Bintang Reformasi, Habib Idrus, sertai sejumlah ulama lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
"PPP akan besar jika dekat dengan ulama dan PPP akan hancur jika ditinggalkan ulama. Dengan kembalinya para ulama tersebut, PPP optimis menghadapi Pemilu 2009 dengan memperoleh 15 persen suara," kata Suryadharma.
Jumat, 23 Januari 2009
PPP Jaring Pemilih lewat Beasiswa
JEMBER (SINDO) – Banyak cara mendekati calon pemilih untuk mendulang suara dalam pencalonan legislatif. Salah satunya dilakukan M Qoyum AJ,caleg DPR RI dari Daerah Pemilihan IV Jatim Jember-Lumajang nomor urut 2 dari PPP.
Pendekatan pada konstituen itu dilakukan dengan cara menjalin silaturahmi dan pemberian bantuan pendidikan bagi siswa dan anak yatim di Pondok Pesantren Al Maufi yang diasuh oleh KH Abdul Kudus di Dusun Jatirejo, Desa Sidodadi,Kecamatan Tempurejo.Itu dilakukan dengan menggelar pertemuan dengan puluhan warga serta kiai dan pimpinan pondok pesantren. Pengurus anak cabang maupun Ketua DPC PPP Jember KH Ali Wafa dan salah seorang fungsionaris DPW PPP Jatim KH Lutfi Achmad juga turut memberikan tausiah dalam pertemuan itu.
”Kami ingin mengasah kepedulian dan solidaritas sesama umat sekaligus sebagai tindakan afirmative action bagi anakanak bangsa yang secara sosial ekonomi belum merasakannya,” kata M Qoyum yang sempat membantu korban banjir Jember dengan membagikan sembako ini kemarin. Sebagai wujud kepedulian itu, dia memberikan bantuan pendidikan pada sekitar 850 anak yatim yang masih duduk di sekolah negeri maupun pondok pesantren.
Menurut dia, pendidikan formal maupun nonformal harus dimaknai sebagai sumber energi bagi umat dan bangsa. Sementara itu, KH Ali Wafa dalam tausiahnya berharap agar suara basis PPP tetap utuh, tidak terpecah untuk memberikan dukungan pada kadernya yang akan maju caleg di DPRD maupun DPR RI.
Pendekatan pada konstituen itu dilakukan dengan cara menjalin silaturahmi dan pemberian bantuan pendidikan bagi siswa dan anak yatim di Pondok Pesantren Al Maufi yang diasuh oleh KH Abdul Kudus di Dusun Jatirejo, Desa Sidodadi,Kecamatan Tempurejo.Itu dilakukan dengan menggelar pertemuan dengan puluhan warga serta kiai dan pimpinan pondok pesantren. Pengurus anak cabang maupun Ketua DPC PPP Jember KH Ali Wafa dan salah seorang fungsionaris DPW PPP Jatim KH Lutfi Achmad juga turut memberikan tausiah dalam pertemuan itu.
”Kami ingin mengasah kepedulian dan solidaritas sesama umat sekaligus sebagai tindakan afirmative action bagi anakanak bangsa yang secara sosial ekonomi belum merasakannya,” kata M Qoyum yang sempat membantu korban banjir Jember dengan membagikan sembako ini kemarin. Sebagai wujud kepedulian itu, dia memberikan bantuan pendidikan pada sekitar 850 anak yatim yang masih duduk di sekolah negeri maupun pondok pesantren.
Menurut dia, pendidikan formal maupun nonformal harus dimaknai sebagai sumber energi bagi umat dan bangsa. Sementara itu, KH Ali Wafa dalam tausiahnya berharap agar suara basis PPP tetap utuh, tidak terpecah untuk memberikan dukungan pada kadernya yang akan maju caleg di DPRD maupun DPR RI.
Caleg PPP Perang di Basis Lawan
SUKABUMI (SINDO) – Upaya merebut simpati masyarakat oleh para calon legislator (caleg) dari berbagai partai politik (parpol) di Sukabumi mulai memanas. Seperti yang dilakukan caleg DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati.
Wanita yang kini menjabat sebagai Wakil Bendahara DPP PPP tersebut kerap berkampanye di sejumlah kantong suara lawan politiknya.Sebut saja Kecamatan Cikakak yang notabene daerah potensial suara bagi Partai Golkar dan PDI Perjuangan. ”Saya lebih menyukai berkampanye di daerah lawan. Strategi yang saya terapkantentusajamelalui persaudaraan dan pertemanan.
Bermain di daerah lawan memiliki tantangan cukup besar,yakni mengalihkan simpati masyarakat di daerah tersebut dari partai satu ke partai politik yang menjadi perahunya,” papar Reni. Dia mengakui selama musim kampanye ini telah menapakkan kaki di 73 daerah yang tersebar di Kota/Kabupaten Sukabumi.Sebagian besar titik kampanye yang telah didatangi Reni adalah merupakan kantong suara lawan politiknya.
”Berdasarkan hitunganpolitis, suarayangtelahsaya kantongi mencapai 80.000.Ini tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi,”tambah dia.
Wanita yang kini menjabat sebagai Wakil Bendahara DPP PPP tersebut kerap berkampanye di sejumlah kantong suara lawan politiknya.Sebut saja Kecamatan Cikakak yang notabene daerah potensial suara bagi Partai Golkar dan PDI Perjuangan. ”Saya lebih menyukai berkampanye di daerah lawan. Strategi yang saya terapkantentusajamelalui persaudaraan dan pertemanan.
Bermain di daerah lawan memiliki tantangan cukup besar,yakni mengalihkan simpati masyarakat di daerah tersebut dari partai satu ke partai politik yang menjadi perahunya,” papar Reni. Dia mengakui selama musim kampanye ini telah menapakkan kaki di 73 daerah yang tersebar di Kota/Kabupaten Sukabumi.Sebagian besar titik kampanye yang telah didatangi Reni adalah merupakan kantong suara lawan politiknya.
”Berdasarkan hitunganpolitis, suarayangtelahsaya kantongi mencapai 80.000.Ini tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi,”tambah dia.
Rabu, 21 Januari 2009
Drs H Achmad Suaidy, MBA : Setuju PPP simpan capres
JAKARTA - Tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Drs H Achmad Suaidy, MBA menilai langkah DPP PPP menunda penentuan capres merupakan langkah yang tepat. Mengingat untuk memenuhi persyaratan pencalonan presiden sangat berat, harus memiliki 20 persen suara di DPR.
Karena itu untuk saat ini seluruh personal di DPP PPP harus bekerja keras agar target PPP memperoleh 15 persen dalam Pemilu 2009 nanti dapat terwujud, sehingga untuk menggandeng partai lain hingga mencapai batas 20 persen nanti tidak terlalu berat. Menjawab Harian Terbit di Jakarta, Achmad Suaidy yang kini duduk sebagai Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta ini menilai langkah yang dilakukan oleh DPP PPP dengan menjaring calon presiden dalam forum yang disebut "PPP Mendengar" sebagaimana yang digagas oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sebagai langkah yang positif. Paling tidak, katanya, sebagai upaya partai mendengarkan visi dan misi calon presiden yang akan datang, sehingga ketika harus memutuskan siapa yang akan dicalonkan oleh partai akan dapat gambaran yang jelas tentang arah Indonesia ke depan yang akan dituju oleh capres bersangkutan.
Ditanya apakah langkah mendatangkan capres-capres itu tidak melanggar fatsoen politik, mengingat Suryadharma Ali masih menjadi anggota kabinet SBY-JK, secara tegas Suaidy menjawab tidak. Sebab, kabinet sekarang ini adalah kabinet pelangi, yang didukung oleh beberapa partai politik.
Kalau pun SBY keberatan dengan langkah yang diambil oleh Suryadharma, tentu saja sebuah sikap yang wajar. Namun Suryadharma pun punya hak untuk mencari calon presiden yang kelak akan diusung oleh partai. Nyatanya hingga kini belum didengar adanya keberatan dari SBY atau pun JK terhadap langkah yang dilakukan oleh Suryadharma.
"Jadi masih wajar saja," tegasnya.
Karena itu untuk saat ini seluruh personal di DPP PPP harus bekerja keras agar target PPP memperoleh 15 persen dalam Pemilu 2009 nanti dapat terwujud, sehingga untuk menggandeng partai lain hingga mencapai batas 20 persen nanti tidak terlalu berat. Menjawab Harian Terbit di Jakarta, Achmad Suaidy yang kini duduk sebagai Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta ini menilai langkah yang dilakukan oleh DPP PPP dengan menjaring calon presiden dalam forum yang disebut "PPP Mendengar" sebagaimana yang digagas oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sebagai langkah yang positif. Paling tidak, katanya, sebagai upaya partai mendengarkan visi dan misi calon presiden yang akan datang, sehingga ketika harus memutuskan siapa yang akan dicalonkan oleh partai akan dapat gambaran yang jelas tentang arah Indonesia ke depan yang akan dituju oleh capres bersangkutan.
Ditanya apakah langkah mendatangkan capres-capres itu tidak melanggar fatsoen politik, mengingat Suryadharma Ali masih menjadi anggota kabinet SBY-JK, secara tegas Suaidy menjawab tidak. Sebab, kabinet sekarang ini adalah kabinet pelangi, yang didukung oleh beberapa partai politik.
Kalau pun SBY keberatan dengan langkah yang diambil oleh Suryadharma, tentu saja sebuah sikap yang wajar. Namun Suryadharma pun punya hak untuk mencari calon presiden yang kelak akan diusung oleh partai. Nyatanya hingga kini belum didengar adanya keberatan dari SBY atau pun JK terhadap langkah yang dilakukan oleh Suryadharma.
"Jadi masih wajar saja," tegasnya.
PPP Sulsel Larang Caleg Kampanye Bersama
MAKASSAR -- Kampanye bersama kini menjadi tren. Termasuk kampanye bersama lintas partai. Tetapi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melarang tegas calegnya untuk kampanye bersama. Khususnya jika menggandeng caleg partai lain.Ketua DPW PPP Sulsel Amir Uskara, Sabtu, 17 Januari, mengatakan setiap caleg PPP harus menjaga soliditas partai. Kampanye bersama, katanya, bisa merugikan caleg PPP. Makanya, model sosialisasi yang lebih murah ini "diharamkan".
Pada Pemilu 2009, PPP optimistis meraih suara yang signifikan. Setiap daerah pemilihan ditargetkan mendapat minimal satu kursi. Baik pada tingkat DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, maupun DPR RI.
Kemarin, DPW PPP Sulsel mengumpulkan seluruh pimpinan DPC PPP se-Sulsel untuk memantapkan strategi untuk memenuhi target tersebut. Acara yang berlangsung di sekretariat DPW PPP Jl Sungai Saddang itu juga dihadiri instruktur pelatihan saksi.
"Yang kurang meyakinkan hanya Tana Toraja. Daerah lainnya kami optimistis minimal satu kursi setiap dapil," katanya.
Amir juga mengingatkan para calegnya memanfaatkan potensi yang dimiliki. Salah satu potensi yang dimiliki caleg PPP karena mereka umumnya tokoh agama di daerah pemilihan masing-masing.
Pertemuan pimpinan DPC PPP se Sulsel bersama tim pemenangan seluruh Sulsel kemarin, turut dihadiri Ketua KPU Sulsel Dr Jayadi Nas. Jayadi tampil menyampaikan berbagai aturan yang berhubungan dengan pemilu.
Selain berharap terjadi peningkatan kuota kursi PPP di DPRD kabupaten/kota dan DPRD provinsi, PPP juga berharap keterwakilannya di DPR RI juga bertambah. Pada Pemilu 2004, PPP hanya mampu menempatkan dua wakilnya, yakni, Yunus Yosfiah dan HM Ghalib. Belakangan Ghalib yang menjadi dubes RI di India diganti Andi Djamaro Dulung.
Pada Pemilu 2009, PPP optimistis meraih suara yang signifikan. Setiap daerah pemilihan ditargetkan mendapat minimal satu kursi. Baik pada tingkat DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, maupun DPR RI.
Kemarin, DPW PPP Sulsel mengumpulkan seluruh pimpinan DPC PPP se-Sulsel untuk memantapkan strategi untuk memenuhi target tersebut. Acara yang berlangsung di sekretariat DPW PPP Jl Sungai Saddang itu juga dihadiri instruktur pelatihan saksi.
"Yang kurang meyakinkan hanya Tana Toraja. Daerah lainnya kami optimistis minimal satu kursi setiap dapil," katanya.
Amir juga mengingatkan para calegnya memanfaatkan potensi yang dimiliki. Salah satu potensi yang dimiliki caleg PPP karena mereka umumnya tokoh agama di daerah pemilihan masing-masing.
Pertemuan pimpinan DPC PPP se Sulsel bersama tim pemenangan seluruh Sulsel kemarin, turut dihadiri Ketua KPU Sulsel Dr Jayadi Nas. Jayadi tampil menyampaikan berbagai aturan yang berhubungan dengan pemilu.
Selain berharap terjadi peningkatan kuota kursi PPP di DPRD kabupaten/kota dan DPRD provinsi, PPP juga berharap keterwakilannya di DPR RI juga bertambah. Pada Pemilu 2004, PPP hanya mampu menempatkan dua wakilnya, yakni, Yunus Yosfiah dan HM Ghalib. Belakangan Ghalib yang menjadi dubes RI di India diganti Andi Djamaro Dulung.
PPP targetkan raih tiga kursi DPR dari DKI
JAKARTA - Kader senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Drs H Achmad Suaidy mengatakan dengan penerapan suara terbanyak pada Pemilu 2009, PPP akan mampu meraih 3 kursi untuk DPR RI, dan 15 kursi di DPRD DKI Jakarta.
Menjawab Harian Terbit di Jakarta, kemarin, Suaidy yang kini caleg DPR RI nomor urut 3 dari Dapil Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu itu mengatakan kalau merunut pada perolehan suara Pemilu 2004, maka setiap dapil di Jakarta akan mendapat 1 kursi, meskipun sangat pas-pasan.
Ia merinci untuk suara pada Pemilu tahun 2004,Jakarta Barat memperoleh 118.000, Jakarta Timur 119.000, Jakarta Selatan 129.000. Kalau suara tetap saja, maka perolehan kursi PPP di Jakarta akan mendapat 3 kursi.
Suaidy menyebutkan untuk memperoleh suara yang signifikan, ada prasyarat yang harus dilalui, yakni DPP PPP harus memberi contoh yang baik dalam kultur berpartai. Mereka harus kerja keras, jangan ribut-ribut antar pimpinan, jangan menelantarkan isteri yang dinikahi lantas dimuat di koran, jangan membiarkan kadernya korupsi dan sebagainya.
Ia juga mengkritik public relation DPP yang sangat lemah. Jangankan televisi atau pun radio, media cetak yang selama ini menjadi corong partai pun tidak ada. Hal ini membuat partai seolah-olah mati suri.
Suaidy mengatakan selama ini tampilan kader-kader partai di berbagai media massa kurang terangkat. Kalau pun terangkat di televisi atau pun di koran-koran berita-berita yang negatif, seperti korupsi, pengurusnya bertikai terus, kawin lagi dan sebagainya. Padahal di era persaingan partai yang semakin berat ini, seyogyanya partai harus mengemas sedemikian rupa penampilan dan citra partai dengan menampilkan kader-kadernya supaya tampil positif.
Menjawab Harian Terbit di Jakarta, kemarin, Suaidy yang kini caleg DPR RI nomor urut 3 dari Dapil Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu itu mengatakan kalau merunut pada perolehan suara Pemilu 2004, maka setiap dapil di Jakarta akan mendapat 1 kursi, meskipun sangat pas-pasan.
Ia merinci untuk suara pada Pemilu tahun 2004,Jakarta Barat memperoleh 118.000, Jakarta Timur 119.000, Jakarta Selatan 129.000. Kalau suara tetap saja, maka perolehan kursi PPP di Jakarta akan mendapat 3 kursi.
Suaidy menyebutkan untuk memperoleh suara yang signifikan, ada prasyarat yang harus dilalui, yakni DPP PPP harus memberi contoh yang baik dalam kultur berpartai. Mereka harus kerja keras, jangan ribut-ribut antar pimpinan, jangan menelantarkan isteri yang dinikahi lantas dimuat di koran, jangan membiarkan kadernya korupsi dan sebagainya.
Ia juga mengkritik public relation DPP yang sangat lemah. Jangankan televisi atau pun radio, media cetak yang selama ini menjadi corong partai pun tidak ada. Hal ini membuat partai seolah-olah mati suri.
Suaidy mengatakan selama ini tampilan kader-kader partai di berbagai media massa kurang terangkat. Kalau pun terangkat di televisi atau pun di koran-koran berita-berita yang negatif, seperti korupsi, pengurusnya bertikai terus, kawin lagi dan sebagainya. Padahal di era persaingan partai yang semakin berat ini, seyogyanya partai harus mengemas sedemikian rupa penampilan dan citra partai dengan menampilkan kader-kadernya supaya tampil positif.
Langganan:
Postingan (Atom)
