Awang Faroek Minta Pendukungnya Tenang
Senin, 21 Juli 2008 | 11:16 WIB
JAKARTA, SENIN - Calon Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak mengimbau pendukungnya untuk tetap tenang menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) terkait polemik hasil Pilkada Kaltim pada 26 Mei 2008.
"Pendukung jangan reaktif, tetap tenang tetapi tetap waspada," katanya kepada pers di Senayan Jakarta, Senin menanggapi fatwa MA tanggal 15 Juli 2008 yang meminta KPU Provinsi Kaltim agar seluruh proses Pilkada Kaltim mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan bukannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008.
Awang mengemukakan, semua pihak harus taat kepada hukum. Karena itu, fatwa MA semestinya dihormati. "Ini negara hukum. Ketentuan manalagi yang bisa digunakan? Keputusan MA tersebut harus dihormati semua pihak, terutama KPU Kaltim," katanya.
Awang mencalonkan diri sebagai gubernur Kaltim didukung 14 partai, termasuk PPP, PAN, Partai Demokrat, PBB, dan PDS. Pasangan Awang Faroek Ishak-Faid Wajdy meraih suara terbesar, 26.99 persen tetapi KPU Kaltim akan menyelenggarakan putaran kedua.
"Saya tidak takut putaran kedua. Tetapi, kalau satu putaran saja sudah memenuhi ketentuan UU, mengapa mesti ada putaran kedua," katanya.
Penyelenggaran pilkada putaran kedua akan semakin memberatkan anggaran, apalagi Kalimantan Timur baru saja membiayai Pekan Olahraga Nasional yang menghabiskan Rp 4,5 miliar lebih.
Dana Rp 110 miliar yang diajukan KPU Kaltim untuk membiayai pilkada putaran kedua sebaiknya dialihkan untuk mengatasi persoalan kemiskinan atau kegiatan lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
MA telah mengeluarkan fatwa bernomor 123/KA/MA/VII/2008 tanggal 15 Juli 2008 yang ditandatangani Ketua MA Bagir Manan.
Fatwa MA tersebut berisi empat hal. Pertama, menerangkan proses awal hingga pemungutan suara yang dilangsungkan secara serentak pada 26 Mei 2008 menggunakan UU No 32/2004, UU No 22/1999, dan PP No 06/2005.
Kedua, MA menunjukkan adanya inkonsistensi dalam menerapkan UU karena penghitungan suara tidak menggunakan UU No 32/2004, tetapi UU No 12/2008, padahal sejak awal seluruh proses pilkada menggunakan UU No 32/2004.
Ketiga, MA menggariskan apabila sejak awal didasarkan pada UU No 32/2004 yang sudah sampai pada tahap selesainya pemungutan suara, harus secara konsisten menerapkan UU No 32/2004.
Menurut MA, sekali suatu pilihan hukum (choice of law) disiapkan, semua proses dan keputusan harus pula didasarkan pada pilihan hukum tersebut. Penyimpangan akan bertentangan dengan dasar pilihan hukum (choice of law principle).
Keempat, MA dalam suratnya juga menegaskan bahwa pemakaian dasar hukum yang berbeda antara proses pelaksanaan pemungutan suara dan penentuan calon terpilih, dapat mengurangi dan mengesampingkan azas kepastian hukum yang diharapkan dari penyelenggaraan Pilkada yang benar dan taat hukum.
Kembalikan
Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul menyatakan, dengan fatwa MA tersebut tak ada pilihan lain bagi KPU Kaltim kecuali mengembalikan semua tahapan proses Pilkada Kaltim sesuai UU No 32 Tahun 2004.
Artinya, melalui fatwa MA tersebut secara otomatis Pilkada Kaltim hanya berlangsung satu putaran. "Dengan hanya satu putaran, maka pasangan Awang Faroek Ishak-Farid Wajdy menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih periode 2008-2013 karena meraih suara terbanyak melebihi ketentuan minimal pada UU No.32/2004, yaitu 25 persen ," katanya.
UU No 12/2008 mengharuskan pemenang pilkada adalah pasangan yang berhasil mengumpulkan 30 persen plus satu suara. UU ini yang kemudian diterapkan KPU saat menetapkan perolehan suara semua pasangan calon. Karena itu, sebagai pengumpul suara terbanyak pertama dan kedua, Awang-Farid dan Amins-Hadi masih harus bertarung dalam putaran kedua.
Mengingat kemenangan itu dihambat KPU Kaltim, Awang mengajukan permintaan fatwa ke MA 10 Juni 2008 perihal hasil rekapitulasi hasil perolehan suara Pilkada Kaltim 2008.
Menurut pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Saldi Isra, semestinya KPU Kaltim tidak dalam posisi menafsirkan UU, tapi menerapkan UU.
"KPU adalah pelaksana UU bukan penafsir UU. Terlebih lagi tidak mungkin dalam satu proses hukum menggunakan dua produk hukum," kata Isra.
Pakar hukum tata negara dari UGM Andi Irma Putra Sidin menegaskan, Pilkada Kaltim semestinya tunduk kepada UU No 32/2004, bukan UU No 12/2008 karena masa jabatan gubernur Kaltim habis Juli 2008. Semestinya jangan ada yang mempermainkan penyelenggaraan pemilu karena biaya dan risiko politiknya sangat besar.
"Keputusan KPU Kaltim sangat aneh, mengapa di akhir tahapan menggunakan UU No 12 Tahun 2008, tapi pada awalnya yang digunakan UU 32 Tahun 2004," katanya.
Minggu, 20 Juli 2008
Pasang Caleg “Segar”,PPP Limapuluh Kota Lebih Enerjik
Senin, 21 Juli 2008
SEJAK 34 Partai Politik dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2009, sejak itu pula genderang pesta demokrasi di Indonesia telah ditabuh. Meski belum ada rapat umum atau kampanye akbar, namun aroma kompetensi antarpartai mulai tercium. Bahkan di Kabupaten Limapuluh Kota sejumlah partai telah pasang kuda-kuda guna mendapat dukungan rakyat.
Apa saja taktik dan strategi yang dipersiapkan?
TERLAHIR dengan asas Islam, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Limapuluh Kota, nampaknya tidak ingin besar lewat pemilih tradisional saja. Menyongsong Pemilu 2009 mendatang, partai berlambang ka’bah ini juga bakal ”menggarap” potensi pemilih pemula dan pemilih yang berada dalam ranah ragu-ragu.
Setidaknya hal itu diungkapkan Ketua DPC PPP Limapuluh Kota Drh Harmen, menjawab Padang Ekspres di kantornya Jalan Raya Negara Tanjung Pati, Kecamatan Harau, akhir pekan lampau. Disebutkan Harmen, dalam Pemilu yang tinggal menghitung hari, PPP Limapuluh Kota tidak akan mengambil target muluk-muluk. Apalagi target untuk ”menghijaukan” seluruh kawasan.
”Dalam arti kata, kami realistis saja. Sesuai dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) beberapa waktu lampau, PPP Limapuluh Kota hanya menargetkan 25 persen dari total pemilih,” kata Harmen didampingi Wakil Ketua Ny Datuk Paduko Rajo dan Sekretaris Syahrul Isman.
Dengan menargetkan perolehan suara sebanyak 25 persen dari total Pemilih tersebut. Otomatis, PPP Limapuluh Kota hanya menargetkan 9 dari 35 kursi di DPRD Kabupaten. Untuk mendapatkan 9 kursi, sejumlah cara telah dilakukan. Diantaranya, tetap menggarap massa tradisonal yang menjadi potensi unik PPP sejak doeloe-nya.
”Kemudian, kami juga bakal melirik potensi pemilih pemuda dan pemilih ngambang atau pemilih yang tidak ikut dalam partai politik manapun,”tutur Harmen. Kecuali itu, menurut Harmen, sejak tahun 2008 lampau partainya juga sudah intens menggelar sederet kegiatan pro-rakyat.
Diantaranya, melatih cara membuat pupuk organik sebagai solusi atas langkanya pupuk subsidi.
”Ada 300 Kelompok Tani di Kabupaten Limapuluh Kota, yang kami latih membuat pupuk organik. Sekarang, seluruh kelompok sudah menikmati hasilnya. Menjelang Pemilu digelar, kami targetkan 500 kelompok tani yang terbina,”sebut Harmen.
Namun Harmen tetap menyebut, upaya PPP Limapuluh Kota membina kelompok tani bukan sekedar untuk merebut suara rakyat saja. Namun ada niat lain untuk melakukan gerakan nyata pembangun ekonomi.
”Kami ingin membangun ekonomi-politik. Sebab selama ini orang politik yang berkoar soal kemakmuran, justru sering mengabaikan ekonomi. Makanya, kami mulai menegakkan politik dengan membangun ekonomi,”kata Harmen.
Masih soal upaya pemengan Pemilu 2009, PPP Limapuluh Kota, menurut Harmen saat ini telah mempersiapkan 42 kadernya sebagai Calon Legislatife (Caleg). Para kader tersebut, rata-rata masih “segar” atau berusia enerjik dan telah berbuat di tengah masyarakat.
”Saat ini, para Caleg tersebut sedang dalam penugasan partai, yakni harus bergaul dengan masyarakat dari Daerah Pemilihan masing-masing. Kemudian, mereka juga harus membuat penggerak partai fi tiap-tiap TPS,” ujar Harmen. (ajar rilah vesky)
SEJAK 34 Partai Politik dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2009, sejak itu pula genderang pesta demokrasi di Indonesia telah ditabuh. Meski belum ada rapat umum atau kampanye akbar, namun aroma kompetensi antarpartai mulai tercium. Bahkan di Kabupaten Limapuluh Kota sejumlah partai telah pasang kuda-kuda guna mendapat dukungan rakyat.
Apa saja taktik dan strategi yang dipersiapkan?
TERLAHIR dengan asas Islam, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Limapuluh Kota, nampaknya tidak ingin besar lewat pemilih tradisional saja. Menyongsong Pemilu 2009 mendatang, partai berlambang ka’bah ini juga bakal ”menggarap” potensi pemilih pemula dan pemilih yang berada dalam ranah ragu-ragu.
Setidaknya hal itu diungkapkan Ketua DPC PPP Limapuluh Kota Drh Harmen, menjawab Padang Ekspres di kantornya Jalan Raya Negara Tanjung Pati, Kecamatan Harau, akhir pekan lampau. Disebutkan Harmen, dalam Pemilu yang tinggal menghitung hari, PPP Limapuluh Kota tidak akan mengambil target muluk-muluk. Apalagi target untuk ”menghijaukan” seluruh kawasan.
”Dalam arti kata, kami realistis saja. Sesuai dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) beberapa waktu lampau, PPP Limapuluh Kota hanya menargetkan 25 persen dari total pemilih,” kata Harmen didampingi Wakil Ketua Ny Datuk Paduko Rajo dan Sekretaris Syahrul Isman.
Dengan menargetkan perolehan suara sebanyak 25 persen dari total Pemilih tersebut. Otomatis, PPP Limapuluh Kota hanya menargetkan 9 dari 35 kursi di DPRD Kabupaten. Untuk mendapatkan 9 kursi, sejumlah cara telah dilakukan. Diantaranya, tetap menggarap massa tradisonal yang menjadi potensi unik PPP sejak doeloe-nya.
”Kemudian, kami juga bakal melirik potensi pemilih pemuda dan pemilih ngambang atau pemilih yang tidak ikut dalam partai politik manapun,”tutur Harmen. Kecuali itu, menurut Harmen, sejak tahun 2008 lampau partainya juga sudah intens menggelar sederet kegiatan pro-rakyat.
Diantaranya, melatih cara membuat pupuk organik sebagai solusi atas langkanya pupuk subsidi.
”Ada 300 Kelompok Tani di Kabupaten Limapuluh Kota, yang kami latih membuat pupuk organik. Sekarang, seluruh kelompok sudah menikmati hasilnya. Menjelang Pemilu digelar, kami targetkan 500 kelompok tani yang terbina,”sebut Harmen.
Namun Harmen tetap menyebut, upaya PPP Limapuluh Kota membina kelompok tani bukan sekedar untuk merebut suara rakyat saja. Namun ada niat lain untuk melakukan gerakan nyata pembangun ekonomi.
”Kami ingin membangun ekonomi-politik. Sebab selama ini orang politik yang berkoar soal kemakmuran, justru sering mengabaikan ekonomi. Makanya, kami mulai menegakkan politik dengan membangun ekonomi,”kata Harmen.
Masih soal upaya pemengan Pemilu 2009, PPP Limapuluh Kota, menurut Harmen saat ini telah mempersiapkan 42 kadernya sebagai Calon Legislatife (Caleg). Para kader tersebut, rata-rata masih “segar” atau berusia enerjik dan telah berbuat di tengah masyarakat.
”Saat ini, para Caleg tersebut sedang dalam penugasan partai, yakni harus bergaul dengan masyarakat dari Daerah Pemilihan masing-masing. Kemudian, mereka juga harus membuat penggerak partai fi tiap-tiap TPS,” ujar Harmen. (ajar rilah vesky)
Jumat, 18 Juli 2008
Ribuan Umat Islam Sergai Zikir Akbar di Masjid Agung
PPP Sergai Lebih dekat dengan Ummat
Syukur dengan suksesnya pelaksanaan Pilgubsu tahun 2008 di Provinsi Sumatera Utara dengan dimenangkan H Syamsul Arifin, SE dan Gatot Pujonugroho, ST umat Islam di Kabupaten Serdang Bedagai khususnya di Kecamatan Sei Rampah melaksanakan zikir akbar di Masjid Agung (Masjid Jami) Desa Pekan Sei Rampah, Sabtu(12/7).
Warga yang datang dari berbagai desa yang jumlahnya ribuan orang itu sangat antusias menyambut Gubsu Syamsul Arifin SE. Sebab, kata para jamaah zikir sudah banyak Gubsu yang memimpin Sumut, baru Syamsul Arifin yang berkenan hadir mengunjungi Masjid Agung Sei Rampah yang usianya juga sudah cukup lumayan.
Nampak hadir menyambut Gubsu dan turut mengikuti zikir di antaranya Ketua DPW PPP Sumut H.Fadly Nurzal, SAg Sekdakab Serdang Bedagai Ir H Djaili Azwar, MSi, Ketua DPC PPP Serdang Bedagai Usman Effendi Sitorus, SAg, sejumlah pejabat Pemkab Serdang Bedagai di antaranya Drs H Haris Fadillah, MSi, para tokoh agama, tokoh masyarakat,guru guru serta kaum ibu.
erius: Gubsu H Syamsul Arifin, SE didampingi Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal, SAg menerima salam dari seorang ibu jamaah zikir setelah usai acara zikir di Masjid Agung, Sei Rampah, Sabtu(12/7) sore.
Syukur dengan suksesnya pelaksanaan Pilgubsu tahun 2008 di Provinsi Sumatera Utara dengan dimenangkan H Syamsul Arifin, SE dan Gatot Pujonugroho, ST umat Islam di Kabupaten Serdang Bedagai khususnya di Kecamatan Sei Rampah melaksanakan zikir akbar di Masjid Agung (Masjid Jami) Desa Pekan Sei Rampah, Sabtu(12/7).
Warga yang datang dari berbagai desa yang jumlahnya ribuan orang itu sangat antusias menyambut Gubsu Syamsul Arifin SE. Sebab, kata para jamaah zikir sudah banyak Gubsu yang memimpin Sumut, baru Syamsul Arifin yang berkenan hadir mengunjungi Masjid Agung Sei Rampah yang usianya juga sudah cukup lumayan.
Nampak hadir menyambut Gubsu dan turut mengikuti zikir di antaranya Ketua DPW PPP Sumut H.Fadly Nurzal, SAg Sekdakab Serdang Bedagai Ir H Djaili Azwar, MSi, Ketua DPC PPP Serdang Bedagai Usman Effendi Sitorus, SAg, sejumlah pejabat Pemkab Serdang Bedagai di antaranya Drs H Haris Fadillah, MSi, para tokoh agama, tokoh masyarakat,guru guru serta kaum ibu.
erius: Gubsu H Syamsul Arifin, SE didampingi Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal, SAg menerima salam dari seorang ibu jamaah zikir setelah usai acara zikir di Masjid Agung, Sei Rampah, Sabtu(12/7) sore.
55 Kiai PKB Eksodus Ke PPP Sumenep Madura
55 Kiai PKB Eksodus ke PPP SUMENEP
| Jumat 15/07/2008
12:20:27 |

Sumenep –Surabaya Post
Konflik internal berkepanjangan yang terjadi di tubuh Partai KebangkitanBangsa (PKB), berdampak luas hingga tingkat bawah. Sebanyak 55 orang kiai ponpes yang berpengaruh di Sumenep, akhirnya hengkang dari PKB dan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mereka, Senin (14/7) sore, secara resmi menyatakan pindah ke PPP. Eksodus besar-besaran itu berlangsung dalam acara ‘Silaturrahmi Ulama dan Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Sumenep Bersama Pengurus DPC PPP Sumenep’ di Ponpes An-Nuqayyah Desa Lubangsa Raya, Kec Guluk-Guluk, Sumenep.
Kiai yang menyatakan pindah ke PPP itu antara lain KH Khairul Umam Subairi (Gapura), KH Abdul Qadir Djailani (Rubaru), KH Khairul Anwar (Saronggi), KH Ansori (Giligenting), KH Moh Fadil (Bragung Guluk-Guluk), KH Moh Hasyim (Lenteng), Kiai Madriani Spd (Talango), KH Muzanni (Bragung Guluk-Guluk), dan KH Zakir Ilyas (Ganding). Penyebab kepindahan sejumlah kiai tersebut, antara lain, karena PKB tidak lagi menjadi partai kondusif sebagai saluran politik mereka dan PPP merupakan partai sepi konflik dan berazaskan Islam. “ Ini hanya sebagian, masih banyak yang akan pindah ke PPP. Tinggal tunggu waktu dan pengurus harus jemput bola,” ujar Kiai Khairul Umam, yang didaulat mewakili 55 kiai yang eksodus.
Pengasuh Ponpes Nurul Jadid Talango, Kiai Madriyani Spd, mengaku tidak nyaman jika harus bertahan di PKB. Masyarakat di Talango juga menginginkan memilih partai yang tidak ramai dengan pertikaian. Pertikaian di PKB menyebabkan perpecahan umat di bawah. “Kehendak masyarakat menginginkan kami pindah ke PPP,” ujarnya.
Ia berharap eksodus ini menjadi pelajaran bagi pimpinan PKB, bahwa apa yang terjadi di PKB, tak layak dipertontonkan kepada umat. Mantan Ketua PKB Kec Talango itu mengungkapkan, kepindahannya tidak hanya dilihat secara kasat mata politik. Namun juga sekaligus sebagai contoh, bahwa masyarakat bisa memilah mana yang baik dan buruk. “Siapapun gurunya, jika tidak memberi suri tauladan yang baik, pasti ditinggal umatnya,” pungkasnya.
Ketua DPC PPP Sumenep, KH Drs A Warits Ilyas, dalam sambutannya menyatakan, menyambut dengan baik kembalinya para kiai PKB bergabung dengan PPP, sebagai rumah lama warga NU. Dalam struktur kepengurusan PPP, papar wakil ketua DPRD Sumenep ini, di semua jenjang dari pusat hingga daerah, warga atau kader NU lebih dominan. Hanya diakuinya, ada unsur ormas lain seperti Parmusi, Syarekat Islam (SI) dan lainnya. “Hanya nama ormasnya yang beda, tapi secara kultural, mereka adalah ahlissunnah wal jamaah atau sama dengan NU,” ungkapnya.
| Jumat 15/07/2008
12:20:27 |

Sumenep –Surabaya Post
Konflik internal berkepanjangan yang terjadi di tubuh Partai KebangkitanBangsa (PKB), berdampak luas hingga tingkat bawah. Sebanyak 55 orang kiai ponpes yang berpengaruh di Sumenep, akhirnya hengkang dari PKB dan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mereka, Senin (14/7) sore, secara resmi menyatakan pindah ke PPP. Eksodus besar-besaran itu berlangsung dalam acara ‘Silaturrahmi Ulama dan Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Sumenep Bersama Pengurus DPC PPP Sumenep’ di Ponpes An-Nuqayyah Desa Lubangsa Raya, Kec Guluk-Guluk, Sumenep.
Kiai yang menyatakan pindah ke PPP itu antara lain KH Khairul Umam Subairi (Gapura), KH Abdul Qadir Djailani (Rubaru), KH Khairul Anwar (Saronggi), KH Ansori (Giligenting), KH Moh Fadil (Bragung Guluk-Guluk), KH Moh Hasyim (Lenteng), Kiai Madriani Spd (Talango), KH Muzanni (Bragung Guluk-Guluk), dan KH Zakir Ilyas (Ganding). Penyebab kepindahan sejumlah kiai tersebut, antara lain, karena PKB tidak lagi menjadi partai kondusif sebagai saluran politik mereka dan PPP merupakan partai sepi konflik dan berazaskan Islam. “ Ini hanya sebagian, masih banyak yang akan pindah ke PPP. Tinggal tunggu waktu dan pengurus harus jemput bola,” ujar Kiai Khairul Umam, yang didaulat mewakili 55 kiai yang eksodus.
Pengasuh Ponpes Nurul Jadid Talango, Kiai Madriyani Spd, mengaku tidak nyaman jika harus bertahan di PKB. Masyarakat di Talango juga menginginkan memilih partai yang tidak ramai dengan pertikaian. Pertikaian di PKB menyebabkan perpecahan umat di bawah. “Kehendak masyarakat menginginkan kami pindah ke PPP,” ujarnya.
Ia berharap eksodus ini menjadi pelajaran bagi pimpinan PKB, bahwa apa yang terjadi di PKB, tak layak dipertontonkan kepada umat. Mantan Ketua PKB Kec Talango itu mengungkapkan, kepindahannya tidak hanya dilihat secara kasat mata politik. Namun juga sekaligus sebagai contoh, bahwa masyarakat bisa memilah mana yang baik dan buruk. “Siapapun gurunya, jika tidak memberi suri tauladan yang baik, pasti ditinggal umatnya,” pungkasnya.
Ketua DPC PPP Sumenep, KH Drs A Warits Ilyas, dalam sambutannya menyatakan, menyambut dengan baik kembalinya para kiai PKB bergabung dengan PPP, sebagai rumah lama warga NU. Dalam struktur kepengurusan PPP, papar wakil ketua DPRD Sumenep ini, di semua jenjang dari pusat hingga daerah, warga atau kader NU lebih dominan. Hanya diakuinya, ada unsur ormas lain seperti Parmusi, Syarekat Islam (SI) dan lainnya. “Hanya nama ormasnya yang beda, tapi secara kultural, mereka adalah ahlissunnah wal jamaah atau sama dengan NU,” ungkapnya.
Rabu, 16 Juli 2008
Senin, 14 Juli 2008
44 Warga Daftar Caleg Melalui PPP Bangkalan
Lajnah Pemenangan Pemilu Legislatif (LP-2L) DPC PPP Bangkalan mulai melakukan penjaringan bakal calon DPRD Kabupaten. Tercatat 44 warga dari pengurus partai, kader dan simpatisan dari partai berlambang ka’bah ini mendaftar untuk menjadi calon dewan.
“Dari pendaftar, wanitanya baru 5 orang. Sesuai amanat dari pusat, kita menginginkan ada 30% pendaftar dari perempuan. Sekarang masih kurang,’’ kata Ketua LP-2L DPC PPP Bangkalan, Syaifullah SAg, pada acara orientasi bakal calon legislatif 2009, Sabtu (12/7) siang.
Dijelaskan, pendaftaran caleg ini sudah dilakukan mulai 20 Juni–30 Juni 2008. Namun pendaftar dari perempuan masih sangat kurang, akhirnya dibuka gelombang ke dua, mulai 1 – 20 Juli.
“Karena keterwakilan dari perempuan masih kurang, kita buka pendaftaran gelombang ke dua. Tetapi itu tidak mutlak, kalau tidak terpenuhi tidak masalah,’’ ungkapnya.
Berapa target? Syaifullah menginginkan bakal calon perempuan bisa terpenuhi 30 %. “Kalau laki – laki sudah cukup, yang perempuan masih kurang banyak,’’ tegasnya.
“Dari pendaftar, wanitanya baru 5 orang. Sesuai amanat dari pusat, kita menginginkan ada 30% pendaftar dari perempuan. Sekarang masih kurang,’’ kata Ketua LP-2L DPC PPP Bangkalan, Syaifullah SAg, pada acara orientasi bakal calon legislatif 2009, Sabtu (12/7) siang.
Dijelaskan, pendaftaran caleg ini sudah dilakukan mulai 20 Juni–30 Juni 2008. Namun pendaftar dari perempuan masih sangat kurang, akhirnya dibuka gelombang ke dua, mulai 1 – 20 Juli.
“Karena keterwakilan dari perempuan masih kurang, kita buka pendaftaran gelombang ke dua. Tetapi itu tidak mutlak, kalau tidak terpenuhi tidak masalah,’’ ungkapnya.
Berapa target? Syaifullah menginginkan bakal calon perempuan bisa terpenuhi 30 %. “Kalau laki – laki sudah cukup, yang perempuan masih kurang banyak,’’ tegasnya.
DPP PPP Optimis di Pilkada Kab Bogor
DPP PPP Optimis Sejarah Baru Terukir
CISARUA-Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor ternyata dipantau dan mendapat perhatian besar dari DPP PPP. Menurut Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Maghfiz, nama besar PPP Kabupaten Bogor dipertaruhkan.
"Majunya H. Rachmat Yasin (RY) sebagai calon Bupati Bogor menjadi pertaruhan besar buat PPP Jabar dan pusat. Karena H Rachmat merupakan representasi PPP," tegas Irgan ketika membuka Rakorwil dan training of fasilitator PPP se Jawa Barat di Wisma DPR RI, Griya Sabha, Cisarua, Senin (14/7) kemarin.
Menurut Irgan hasil Pilbup Bogor akan sangat berpengaruh terhadap hasil Pemilu legislatif tahun 2009. Oleh karena itu, dia meminta kepada seluruh kader PPP Kabupaten Bogor untuk menjaga soliditas.
"H. Rachmat adalah kader terbaik PPP Kabupaten Bogor. Beliau sudah sangat pantas menjadi pemimpin di Kabupaten Bogor. Seluruh kader PPP wajib hukumnya untuk memberi dukungan maksimal kepada beliau," tegasnya.
Irgan mengatakan, di Jawa Barat baru satu kepala daerah yang dikuasai PPP yakni Tasikmalaya. Jika di Pilkada Kabupaten Bogor ini H Rachmat Yasin menang, maka sejarah akan terukir.
"PPP di Kabupaten Bogor bukan pemenang Pemilu 2004. Tapi kita bisa menang di Pemilu 2009 jika Bupatinya dari PPP," tegasnya.
Irgan menambahkan jika dengan hadirnya partai-partai batu yang menjadi peserta pemilu 2009 mendatang, tidak membuat semangat dan etos kerja pejuang PPP mengendur, walaupun secara tidak langsung, kehadiran partai-parttai baru ini juga akan berpengaruh, jika awak PPP lengah.
"Makanya kita harus terus meningkatkan konsolidasi total yang komprehensif, karena eksistensi PPP, terutama di Jawa Barat yang menjadi salah satu kantung suara yang cuklup besar bagi PPP dipertaruhkan," ujarnya.
Lebih lanjut, Irgan mengingatkan para pengurus PPP di Jawa Barat maupun Cabangnya di Kota dan Kabupaten se Jawa Barat untuk memperhatikan masalah golput, yang terbukti pada pilgub lalu cukup tinggi di Jawa Barat. Hal ini menurutnya, juga merupakan tugas dari seluruh awak PPP untuk mengantisipasinya. "Jadi bagaimana caranya, untuk memperkecil angka tersebut dan mengalihkannya ke PPP pada Pemilu mendatang juga harus di rumuskan dengan baik. Sementara kedalam penggarapan basis massa tradisional maupun pasar Islam dengan umum, juga harus terus dijalankan, agar kita menuai hasil yang maksimal," ujarnya.
Sementara itu H Rachmat Yasin menjelaskan, kendati di Kabupaten Bogor sedang "hajatan" karena pada 24 Agustus 2008 mendatang ditentukan sebagai hari pencoblosan pilkada Kabupaten Bogor, tetapi DPC PPP Kabupaten Bogor juga tetap melaksanakan tahapan maupun sosialisasi pada pemilu 2009 mendatang mengenai PPP.
"Bahkan, selain nomor 24 yang dimiliki PPP pada pemilu mendatang sudah disosialisasikan, sementara Laznah Pemenangan Pemilu LP2 dari DPC PPP pun sudah terbentuk dan dengan intens melakukan rapat untuk membahas pemenangan pemilu. Dan saya meminta do'a dan restu dari seluruh pengurus PPP se Jawa Barat agar saya yang berpasangan dengan H.Karyawan Fathurrachman (Rahman) bisa menang pada pilbup bogor mendatang dan mendulang suara maksimal pada Pemilu mendatang," ujanya.
CISARUA-Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor ternyata dipantau dan mendapat perhatian besar dari DPP PPP. Menurut Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Maghfiz, nama besar PPP Kabupaten Bogor dipertaruhkan.
"Majunya H. Rachmat Yasin (RY) sebagai calon Bupati Bogor menjadi pertaruhan besar buat PPP Jabar dan pusat. Karena H Rachmat merupakan representasi PPP," tegas Irgan ketika membuka Rakorwil dan training of fasilitator PPP se Jawa Barat di Wisma DPR RI, Griya Sabha, Cisarua, Senin (14/7) kemarin.
Menurut Irgan hasil Pilbup Bogor akan sangat berpengaruh terhadap hasil Pemilu legislatif tahun 2009. Oleh karena itu, dia meminta kepada seluruh kader PPP Kabupaten Bogor untuk menjaga soliditas.
"H. Rachmat adalah kader terbaik PPP Kabupaten Bogor. Beliau sudah sangat pantas menjadi pemimpin di Kabupaten Bogor. Seluruh kader PPP wajib hukumnya untuk memberi dukungan maksimal kepada beliau," tegasnya.
Irgan mengatakan, di Jawa Barat baru satu kepala daerah yang dikuasai PPP yakni Tasikmalaya. Jika di Pilkada Kabupaten Bogor ini H Rachmat Yasin menang, maka sejarah akan terukir.
"PPP di Kabupaten Bogor bukan pemenang Pemilu 2004. Tapi kita bisa menang di Pemilu 2009 jika Bupatinya dari PPP," tegasnya.
Irgan menambahkan jika dengan hadirnya partai-partai batu yang menjadi peserta pemilu 2009 mendatang, tidak membuat semangat dan etos kerja pejuang PPP mengendur, walaupun secara tidak langsung, kehadiran partai-parttai baru ini juga akan berpengaruh, jika awak PPP lengah.
"Makanya kita harus terus meningkatkan konsolidasi total yang komprehensif, karena eksistensi PPP, terutama di Jawa Barat yang menjadi salah satu kantung suara yang cuklup besar bagi PPP dipertaruhkan," ujarnya.
Lebih lanjut, Irgan mengingatkan para pengurus PPP di Jawa Barat maupun Cabangnya di Kota dan Kabupaten se Jawa Barat untuk memperhatikan masalah golput, yang terbukti pada pilgub lalu cukup tinggi di Jawa Barat. Hal ini menurutnya, juga merupakan tugas dari seluruh awak PPP untuk mengantisipasinya. "Jadi bagaimana caranya, untuk memperkecil angka tersebut dan mengalihkannya ke PPP pada Pemilu mendatang juga harus di rumuskan dengan baik. Sementara kedalam penggarapan basis massa tradisional maupun pasar Islam dengan umum, juga harus terus dijalankan, agar kita menuai hasil yang maksimal," ujarnya.
Sementara itu H Rachmat Yasin menjelaskan, kendati di Kabupaten Bogor sedang "hajatan" karena pada 24 Agustus 2008 mendatang ditentukan sebagai hari pencoblosan pilkada Kabupaten Bogor, tetapi DPC PPP Kabupaten Bogor juga tetap melaksanakan tahapan maupun sosialisasi pada pemilu 2009 mendatang mengenai PPP.
"Bahkan, selain nomor 24 yang dimiliki PPP pada pemilu mendatang sudah disosialisasikan, sementara Laznah Pemenangan Pemilu LP2 dari DPC PPP pun sudah terbentuk dan dengan intens melakukan rapat untuk membahas pemenangan pemilu. Dan saya meminta do'a dan restu dari seluruh pengurus PPP se Jawa Barat agar saya yang berpasangan dengan H.Karyawan Fathurrachman (Rahman) bisa menang pada pilbup bogor mendatang dan mendulang suara maksimal pada Pemilu mendatang," ujanya.
Langganan:
Postingan (Atom)





