Kamis, 16 April 2009

KH Asep Maoshul Sepertinya Peraih Suara Terbanyak di PPP

Dari sebagian Jago Jago Unggulan, justru di luar dugaan mereka justru meredup dari mulai Marissa Haque, Farid Al Fauzi,Ahmad Muqowam dll.

Yang Justru memperoleh suara signifikan malahan Caleg Caleg PPP yang berasal dari Lokal daerah pemilihan mereka.KH Asep Maoshul dari Manonjawa Tasikmalaya terbukti masih mampu mempertahakan dominasi PPP di Tasikmalaya mengalahkan Golkar.Juga Duet suami isteri Achmad Dimyati Natakusumah dan sang isteri Irna Narulita di Kabupaten Pandeglang Banten.Sayangnya Ahmad Dimyati N yang menjabat Bupati Pandeglang sekarang menjadi tersangka korupsi.Juga masih ada Lukman Hakim Syaifudin "Si goodlooking -Si Cakep dari PPP" di Dapil Magelang-Temanggung-Wonosobo-Purworejo Jateng .

PPP Borong Tiga Kursi di Dapil III Asembagus Situbondo

SITUBONDO - Sepekan pasca pencontrengan, peta perolehan kursi di DPRD Situbondo mulai bisa diprediksikan. Ada dua partai politik (parpol) yang mendominasi perolehan kursi. Dua parpol itu adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).

Pantauan koran ini dari sejumlah penghitungan suara yang dilakukan di tingkat PPS (Panitia Pemungutan Suara) menyebutkan, dua parpol tersebut unggul dibanding parpol lainnya. Seperti di daerah pemilihan (dapil) III yang meliputi Kecamatan Asembagus dan Banyuputih. Di wilayah Situbondo timur itu, PPP untuk sementara mengantongi dukungan hingga 22.500 suara. Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) di dapil itu sekitar 7000 suara.

Dengan demikian parpol yang diketuai KHR Ahmad Fawaid itu diprediksi mampu meraih tiga kursi DPRD sekaligus. Setidaknya ada tiga caleg yang berpeluang untuk melenggang menunju gedung dewan di Jalan Kenanga. Mereka adalah Hasanah Tohir (4.661 suara), Masykuri Ismail (3.567 suara). Menyusul kemudian H Sutrisno dengan perolehan 3.394 suara. 

Sedangkan PKNU diperkirakan hanya akan mampu mengantarkan satu calegnya ke DPRD Situbondo. Caleg yang paling berpotensi adalah H Lailul Ilham dengan perolehan sementara 1.439 suara. Jumlah suara itu baru sebatas dari Kecamatan Asembagus. Tiga kursi lainnya diperkirakan akan diperebutkan PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Golkar. 

Nama caleg yang berpeluang adalah Ningsih dari PDI Perjuangan (1.518 suara), H Lukman Syafii dari Partai Demokrat (1.141 suara), dan Italia dari Partai Golkar (911 suara) ''Data itu baru di Kecamatan Asembagus. Bisa berubah jika data perolehan suara dari Kecamatan Banyuputih juga masuk," imbuh sumber koran ini. 

Di dapil I yang meliputi Kecamatan Situbondo dan Panji, PKNU membalas kekalahannya kepada PPP di dapil III. Di dapil yang menyediakan delapan kursi ini PKNU diperkirakan akan memborong tiga kursi juga. Di Kecamatan Panji saja, PKNU mampu mendulang 13.236 suara.

Caleg yang dipastikan lolos melenggang ke kantor DPRD adalah Dadang Wigiarto. Di Kecamatan Panji, Dadang memperoleh dukungan 3.731 suara. Dua kursi lagi diperkirakan akan diisi Yusuf Firdaus dan H Zainurahman dengan perolehan masing-masing 1.806 dan 1.548 suara. "Tapi bisa saja PKNU di dapil I hanya dapat dua kursi karena sisa suaranya kalah tinggi dengan perolehan suara parpol lain. Apalagi, harga kursi di dapil I bisa lebih mahal dibandingkan dapil-dapil lainnya," lanjut sumber koran ini di KPU Situbondo. 

PPP di dapil I diprediksikan hanya akan dapat jatah satu kursi. Di Kecamatan Panji saja, PPP hanya mampu meraup 5.490 suara. Caleg yang paling berpeluang lolos adalah Ida Sofi dengan 1.187 suara. Sedangkan PDI Perjuangan mengantongi 6.257 suara. Setidaknya ada tiga caleg yang memperebutkan satu kursi PDI Perjuangan di DPRD. Yakni Hernowo, Rudi Afiyanto dan Jainur Ridho.

Caleg Partai Demokrat Janur Sasra Ananda di Kecamatan Panji tetap mampu mengungguli perolehan suara Ny Ridho Wahyuningsih Ismunarso yang hanya mendapat dukungan 695 suara. Pria yang diprediksikan akan merebut satu-satu kursi DPRD milik Demokrat di dapil I itu mengantongi 1.745 suara. PKB yang mengantongo 3.253 suara juga diperkirakan akan kebagian kursi. Caleg dengan perolehan suara terbanyak untuk sementara adalah Syaiful Bahri dengan 1.537 suara. Sedangkan satu kursi lagi akan diperebutkan Golkar. 

Di dapil VI yang meliputi Kecamatan Panarukan dan Kendit dari enam kursi DPRD yang disediakan diprediksikan akan dibagi rata kepada enam parpol. Di dapil ini PKNU sebenarnya mampu memenangkan pileg dengan 10.195 suara. Namun, sisa suara yang ada tak mampu untuk membeli satu kursi lagi yang harganya diperkirakan mencapai 7.200 suara. Caleg PKNU yang paling berpotensi adalah H Mufti. Menyusul kemudian Caleg PPP, H Fahrudi. Di dapil VI PPP mampu mengantongi 9.285 suara. 

Sisa empat kursi diperebutkan empat Parpol. Partai Demokrat dengan perolehan 5.194 suara, PDI Perjuangan 3.442 suara, Partai Golkar 3.294 suara, serta Partai Hati Nurani Rakyat dengan 3.200 suara. Caleg yang berpeluang lolos Arifah, Totok, Asriati dan Moh Nizar.

Sedangkan di dapil V yang meliputi Kecamatan Mlandingan, Suboh dan Bungatan, PPP mendominasi perolehan dukungan dengan 16.078. Di dapil ini PPP dipredikasikan mendapatkan dua kursi. PKNU dengan perolehan 8.385 suara bisa mendapat 1 kursi. Demikian pula dengan parpol lain seperti Partai Demokrat (6.758 suara), PDI Perjuangan (5.385 suara), Partai Golkar (5.042 suara), serta PKB 3.171 suara. Masing-masing dapat satu kursi.

PPP unggul di Sidimpuan Utara Sumut

PPP, Hanura, Barnas, unggul di Sidimpuan Utara  


P.SIDIMPUAN - PPP dan Partai Hanura serta Partai Barnas, unggul di Padang Sidimpuan Tenggara.

Demikian hasil rekapitulasi diperoleh Waspada dari PPK P.Sidimpuan Tenggara, Kota Padang Sidimpuan, tadi malam. PPP memperoleh 2.248 suara, Hanura 1962 dan Barnas 1.071 suara.

Kecamatan P.Sidimpuan Tenggara merupakan Dapil I bersama Kec. P.Sidimpuan Batunadua dan P.Sidimpuan Angkola Julu. Tiga wilayah jadi satu Dapil itu memperoleh jatah 5 kursi di dewan.

Keunggulan perolehan suara itu bukan karena nama besar partai politik, melainkan citra dan nama calon anggota legislatifnya (caleg). Di PPP dan Barnas ada Anggara Muda Lubis dan Hotmatua Hasibuan (Oppan).

Di Hanura ada Henni Herilina yang merupakan istri Kepala Bappeda Kota P.Sidimpuan, Hadi Ashari Nasution di Kec. P.Sidimpuan Tenggara.

Setelah PPP, Hanura, dan Barnas, partai politik lain hanya memperoleh suara di bawah 1.000. Seperti PDIP 825 suara, dan Partai RepublikaN 800.

Perolehan suara terendah Partai Sarikat Indonesia 4, PNBK Indonesia 5, PIS 6, PPNUI 7 dan PDK10. PNI Marhaenis 17, Partai Kedaulatan 27, PPD 29, Partai Merdeka 30, Partai PPI 31, PDS 38, PP RN 50, PDP 60, dan PKB 81.

Partai politik dengan perolehan suara di bawah 800 Partai Gerindra 776, PIB 640, PD 636, Partai Golkar 625, PPI 489, PBR 387. PKNU 369, PKPI 341, Partai Keadilan Sejahtera 340, Partai Buruh 333, Partai Amanat Nasional 316, Partai Pelopor 271, Partai Karya Peduli Bangsa 253.

Partai Penegak Demokrasi Indonesia 173, Partai Kasih Demokrasi Indonesia 141, Partai Patriot 200, Partai Bulan Bintang 125, Partai Matahari Bangsa 109, dan Partai Karya Perjuangan 103 suara.

Berdasarkan data PPK terdapat 24.695 suara sah dari sekitar 33.000 Daftar Pemilih Tetap, dan suara tidak sah 287. Berarti jumlah pemilih yang mendatangi TPS pada hari pemungutan suara sebanyak 24.982, dan sekitar 8.018 atau 24,3 persen Golput.

Seluruh Dapil di Kalimantan Diperkirakan Aman Buat PPP

Dari 4 Wilayah di Kalimantan yang mencakup 5 Dapil, Kalbar, Kalteng, Kaltim ,Klsel1 dan Kalsel 2 maka perolehan suara dan perolehan Kursi DPR Untuk PPP diprediksi dalam posisi aman.Khusu untuk Kalimantan Tengah Jika berhasil menghantarkan wakilnya di DPR Pusat maka yang akan lolos di perkirakan calon perempuan, Noorhasanah.

PPP Yakin Raih Dua Kursi di Dapil XI Jabar

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) optimistis bisa mengantarkan dua calonnya ke kursi DPR RI dari daerah pemilihan Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kab. Garut. 

Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimistis masing-masing bisa mendapatkan satu kursi di DPR. 

Lain halnya dengan Partai Golkar, mereka belum bisa memastikan perolehan suara untuk DPR. "Masih menunggu rekapitulasi dari berbagai daerah," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kota Tasikmalaya Noves Narayana, Minggu (12/4).

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat Tatang Farhanul Hakim mengatakan, kemungkinan besar PPP bisa mengantarkan dua caleg ke DPR RI. Kedua nama yang diperkirakan masuk, yaitu K.H. Asep Mousul Affandi dan Koerdi Mukri.

Rabu, 15 April 2009

Para Pejuang Ksatria PPP"Bertangan Kosong" Di Libas Caleg Bersamurai Bahkan BerGergaji Mesin

Usai Pemilu, ke Mana Para Calon Legislatif Yang Tak Beruntung? 
Njahit Lagi, Kumpulkan Tabungan Pendidikan Anaknya 

Dedi Besman dipastikan gagal menjadi anggota legislatif DPRD Kota Jogja. Dalam Pemilu 9 April lalu, calon legislatif yang mewakili Dapil III ini hanya mengumpulkan kurang dari 450 suara. Gagal jadi anggota dewan, Dedi kembali menjalani profesi lamanya. Penjahit.

LUTFI RAKHMAWATI, Jogja 

---

KECEWA, sudah pasti. Tapi bukan karena jumlah suara kurang yang membuat caleg dari PPP ini kecewa. Menurut Dedi, ia kecewa pada sistem dan juga masyarakat yang mudah menerima ''serangan fajar''. Meski begitu, Dedi bersyukur keluarga bisa menerima kekalahannya dengan besar hati. 

Padahal, persiapan yang dilakukan Dedi menghadapi Pemilu tidak kurang. Bisa dikatakan, persiapan yang dilakukan sudah maksimal. Betapa tidak. Menjelang pemilu, Dedi sengaja menutup kios jahit sekaligus rumahnya di Jalan Tentara Rakyat Mataram agar ia dan tim suksesnya bisa fokus menghadapi pemilu legislatif. 

Setiap malam, Dedi dan keluarganya melakukan salat tahajud. Mereka juga berpuasa sunah setiap Senin dan Kamis. Dengan bantuan 25 anggota tim suksesnya, Dedi optimistis perolehan suaranya bisa maksimal. Apalagi kampanye terakhirnya dihadiri lebih dari 1.500 orang.

Apa daya, hasil pemilu legislatif 9 April lalu ternyata tidak sesuai harapannya. Menurut Dedi, penyebab utama kegagalannya adalah ''serangan fajar'' yang dilakukan caleg partai lain di sekitar tempat tinggalnya. Hasil dari serangan fajar inilah yang membuat Dedi sangat kecewa. Hasil perolehan suaranya ternyata sangat jauh dari prediksi tim suksesnya. 

''Jujur kami sangat kecewa dengan hasil pemilu legislatif kali ini. Terutama karena serangan fajar. Saya juga tidak menyangka masyarakat begitu rentannya dengan bagi-bagi uang menjelang pencontrengan. Salah seorang caleg bahkan membagikan Rp 50 ribu per pemilih. Ini tentu tidak adil bagi saya,'' tuturnya tanpa menyebut lebih lanjut siapa caleg yang bagi-bagi uang. 

Jumlah perolehan suara yang jauh dari harapan memang menyakitkan bagi Dedi dan keluarganya. ''Bahkan di salah satu TPS, hanya adik saya dan suaminya yang memilih saya. Hanya ada dua suara. Padahal sebelumnya mereka mendukung saya,'' keluhnya. 

Sampai saat ini, Dedi mengaku tidak tahu pasti berapa suara yang didapatnya. Alasannya, hasilnya terlampau mengecewakan sehingga dia malas melihat lebih lanjut. ''Begitu tahu hasilnya sangat berbeda dengan prediksi kami, saya langsung tidak tertarik melihat keseluruhan proses penghitungan. Saya pasrah saja,'' papar ayah satu putra ini. 

Selama proses kampanye, tak kurang uang sebesar Rp 59 juta dikeluarkannya. Dana sebesar itu didapatnya dari penjualan dua sepeda motor miliknya, tabungan pendidikan putra semata wayangnya, dan sumbangan dari orang tua.

Meski kalah dan kecewa, Dedi masih merasa bersyukur. Setidaknya, dia menggunakan uang miliknya, bukan hasil utang kepada orang lain. Bila uang kampanyenya adalah hasil berutang, akan tambah susah hidupnya. 

Istrinya, Eny Sinuraya, menambahkan, sebagian besar uang kampanye untuk suaminya diambil dari tabungan pendidikan anak mereka, Dendy Muhammad. ''Untung sekarang dia baru duduk di kelas 2 SMA. Jadi kami masih punya waktu untuk mengumpulkan kembali uang tabungannya yang terpakai untuk kampanye,'' kata perempuan berambut pendek ini. 

Sebagai istri, Eni mengingatkan suaminya untuk terus maju dan tidak larut dalam kekecewaan. Dedi memang tidak mau meratapi nasibnya. Mulai Minggu (12/4), kios jahit Dendy miliknya sudah kembali buka. Dia sudah menerima orderan jahit lagi. 

''Saya memang sepenuhnya mendukung bapak. Dia tidak boleh terus sedih dengan hasil pemilu kali ini. Kami punya tanggung jawab terhadap anak kami. Karena itu tidak boleh berhenti berusaha,'' tutur Eni. 

Uang Rp 59 juta itu sebenarnya dikumpulkan Dedi dan istrinya dengan susah payah. Selain digunakan sebagai tabungan pendidikan anak mereka, uang ini sebenarnya akan digunakan untuk membelikan Dendy motor baru. 

''Dendy sempat agak kecewa karena uang itu akan digunakan untuk membelikannya motor baru. Tapi saya bersyukur punya anak yang baik seperti dia. Dia tidak banyak menuntut. Dia juga tidak terlalu kecewa dengan hasil pemilu,'' tambah Dedi. 

Satu hal yang membuatnya makin bangga pada anaknya, Dendy tetap meneruskan ibadah puasa sunahnya meskipun pemilu sudah selesai. Padahal, Dedi tidak pernah memaksanya untuk berpuasa setiap Senin dan Kamis. ''Saya senang sekali dia meneruskan puasanya. Semoga itu jadi kebiasaan dia,'' harap pria asal Padang ini. 

Dedi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga besarnya. Dukungan dari keluarganya tidak hanya datang dalam bentuk doa, tapi juga materi. ''Orang tua saya menyumbang Rp 9 juta untuk dana kampanye saya. Saya bersyukur keluarga tetap menerima saya meskipun gagal,'' tambahnya. 

Meski gagal dalam pemilu kali ini, Dedi mengaku tidak kapok terjun ke dunia politik. Dia tetap akan aktif di partai berlambang Kakbah itu. Kegagalan pemilu kali ini, menurutnya, karena serangan fajar dan sistem yang tidak menguntungkan, bukan karena ideologi politiknya. ''Saya akan tetap konsisten di sini (PPP),'' katanya mantap.

Selasa, 14 April 2009

Caleg PPP : Mau Enaknya, Gak Mau Kerjanya

Begitulah kira kira.
Para Caleg yang terdiri dari elit elit politik PPP berlomba lomba dan saling merebut agar di tempatkan di DAPIL GEMUK, berdasar perolehan suara pada tahun 2004.Mereka Beranggapan akan dengan mudah masuk dan lolos ke Senayan, sehingga tidak mau bekerja keras mengembangkan dan membesarkan partai.Padahal Keberadaan mereka justru memperlemah posisi dan Bargaining PPP di Daerah Daerah Basis PPP.Caleg Caleg PPP Yang mau bekerja keras, banting tulang bekerja sama dan berkoordinasi dengan pimpinan di wilayah Dapilnya nyata nyata masih mempunyai peluang yang besar untuk Lolos Ke Senayan.Taruhlah Bpk Maiyasak Johan yang pernah terlibat Skandal membentak pegawai KPK, tetapi belaiu jauh jauh hari sudah turun ke Dapilnya.Yang menyedihkan lagi sosok sosok potensial dan sederhana, lurus dan berpegang pada prinsip malah di buang PPP.Sosok Achmad Syafii mantan bupati Pamekasan yang kecewa di tempatkan pada nomer urut dibawah 3 di Daerah Pemilihan Madura sekarang justru memperlihatkan kebesaran tokohnya di Madura dengan mengendarai perahu Partai Demokrat.Justru PPP lebih percaya pada sosok Joko Edhi yang jelas jelas pernah bermasalah dengan partai terdahulunya.