Kalamudin Dipastikan Menang sebagai Bupati Muaraenim
Rabu, 21 May 2008 | 09:53 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Koordiantor survey Lingkaran Survey Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik (JIP) untuk Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, Indah Budiartini, mengungkapkan pasangan Kalamuddin dan Muzakir Sai Sohar memperoleh suara 50,09 persen. Perolehan suara ini memastikan keduanya menang sebagai bupati dan wakil bupati Muaraneim 2008-2013.
Angka tersebut berdasarkan penghitungan cepat (quick Count) yang dilakukan lembaganya, Selasa (20/5).
Sedangkan pasangan Herfyan dan Asri memperoleh 37,38 persen, dan Abadi B. Darmo dan Medi Basri 12,53 persen.
“Sementara tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi sampai 70 persen,” kata Indah kepada Tempo.
Kalamuddin unggul di semua zona, yaitu zona satu sampai lima. Di Zona empat dan lima yang meliputi Kecamatan Tanjung Enim, Lawang Kidul, Tanjung Agung dan Semendo, gelumbang, Kelekar, Lembak, Sungai Rotan, pasangan ini unggul diatas 60 persen dari pasangan lainnya.
Survei ini dilakukan dengan meneliti sekitar 250 TPS dari 1056 TPS dengan cara random yang tersebar dengan diseluruh Kabupaten Muaraenim.
Ketiga pasang cabup-cawabup yang bertarung dalam pilkada Muaraenim untuk priode 2008-2013 adalah Kalamudin dan Muzakir Sai Sohar yang diusung PDIP, PAN dan PPP, Herfyan S Danal MM-Asri AG diusung Partai Demokrat, PBB dan PNBK dan Abadi B Darmo dan Medi Basri SSos diusung Partai Golkar.
Kemenangan Kalamuddin merupakan kemenangan pertama untuk pasangan calon yang dijagokan oleh PDIP, sebelumnya calon-calon PDIP kalah dalam pilkada di Sumatra Selatan seperti di Lubuk Linggau. Prabumulih, dan Pagaralam.
Rabu, 21 Mei 2008
Senin, 19 Mei 2008
Khofifah Disambut Hangat Warga Pulau Kangean





Khofifah Sapa Warga Kangean
Monday, 19 May 2008
SUMENEP (SINDO) – Cagub Khofifah Indar Parawansa makin gencar melakukan sosialisasi. Kemarin,cagub yang diusung Koalisi Jatim Bangkit ini menyapa warga di Pulau Kangean, Sumenep, Madura.
Di sana, mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan ini bersilaturahmi dengan masyarakat setempat. Di pulau yang dihuni mayoritas warga NU itu, Khofifah disambut hangat ribuan orang dari berbagai elemen. Di antaranya kiai, anggota Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, IPNU dan IPPNU. Mereka sejak pagi, rela menunggu kedatangan mantan Kepala BKKBN itu.
Suasana penyambutan calon yang dipasangkan dengan cawagub Mudjiono ini terlihat semarak. Menariknya, ratusan anggota Banser juga berperan sebagai pengaman dalam acara penyambutan Khofifah. Bahkan, mereka menyatakan mendukung Khofifah. Khofifah langsung diarak pendukungnya menuju pondok pesantren Al-Hidayah yang diasuh KH Nurul Huda.
Di hadapan warga, Khofifah memaparkan visi dan misinya membangun Jatim lima tahun ke depan. Masyarakat Kangean, kata Khofifah, hingga kini banyak pengangguran, karena pemerintah tak mampu menciptakan lapangan pekerjaan. ”Kalau, kami beri amanah memimpin, mari kita bangun Jatim ini bersama-sama,”ungkap Khofifah dalam orasinya seperti dalam rilis yang dikirim ke SINDO.
Khofifah juga mengatakan, bahwa kehidupan masyarakat Indonesia,termasuk Jatim masih jauh dari harapan.”Kesejahteraan dan kemakmuran baru bisa dirasakan oleh para pejabat. Kalau Ka-Ji diberi kesempatan memimpin Jatim, pejabat dan rakyat akan makmur, aman dan tentram bersama,” tuturnya.
Dikatakannya, di dunia ini sebenarnya tak ada negara atau daerah yang miskin.Yang ada, lanjutnya, hanya negara dan daerah yang tak dikelola dengan baik.”Jawa Timur ini kalau dikelola dengan baik akan menjadi daerah yang maju,” katanya disambut tepuk tangan semua yang hadir. (masdarul kh)
Targetkan 20 Persen, PPP SUMBAR Tabligh Akbar
Padang, Padek-- Sebagai pemanasan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumbar melangsungkan tabligh akbar dan apel siaga. Bukannya mencuri start, iven ini dilangsungkan untuk mencapai target kursi 20 persen di DPRD Sumbar menjelang Pemilu yang menyisakan waktu satu tahun lagi.
Melalui Ketua Umum DPW PPP Sumbar Epyardi Asda dalam jumpa pers di sekretariat PPP Sumbar, Kamis (15/5) mengatakan, warming up menjelang Pemilu 2009. Dalam acara tersebut juga akan menjadi kesempatan untuk ajang sosialisasi PPP pada mayarakat Sumbar.
”Kita menargetkan dalam Pemilu 2009 memperoleh kursi 20 persen di DPRD Sumbar. Target itulah yang kita capai dalam acara ini,” harapnya. Selain itu, dalam acara yang akan menghadirkan sejumlah artis ibukota dan penceramah kondang ini juga akan dideklarasikan pasangan calon kepala daerah dalam sisa Pilkada di beberapa kota di Sumbar, yakni Padang, Padangpanjang dan Pariaman.
Adapun artis yang akan ambil bagian adalah Evie Tamala, Denada, Kristina dan Emilia Contesa. Sedangkan penceramah akan didatangkan KH Zainudin MZ dan Tuty Alawiyah. Selain itu tabligh akbar tersebut juga dihadiri oleh Presiden Majelis Kehormatan PPP Bachtiar Chamsyah, Ketua DPP PPP Suryadharma Ali.
Acara tersebut akan dilaksanakan tanggal 8 Juni mendatang dan diberikan sejumlah doorprize pada pengunjung yang hadir, mulai dari 1 tiket umroh, 1 sepeda motor, 10 TV, 10 kulkas, 20 sepeda sampai pada hadiah hiburan lainnya.
Paginya, mulai pukul 06.30 WIB akan dilaksanakan jalan santai yang dimulai dari Lapangan Imam Bonjol dan melewati jalan-jalan utama Kota Padang. ”Kader yang hadir nanti, tidak dari dari Padang saja. Tapi juga dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar,” tambah anggota DPR RI ini.
Bagi Masyarakat Sumbar dipersilahkan menyemarakan Acara Acara tersebut diatas.
Melalui Ketua Umum DPW PPP Sumbar Epyardi Asda dalam jumpa pers di sekretariat PPP Sumbar, Kamis (15/5) mengatakan, warming up menjelang Pemilu 2009. Dalam acara tersebut juga akan menjadi kesempatan untuk ajang sosialisasi PPP pada mayarakat Sumbar.
”Kita menargetkan dalam Pemilu 2009 memperoleh kursi 20 persen di DPRD Sumbar. Target itulah yang kita capai dalam acara ini,” harapnya. Selain itu, dalam acara yang akan menghadirkan sejumlah artis ibukota dan penceramah kondang ini juga akan dideklarasikan pasangan calon kepala daerah dalam sisa Pilkada di beberapa kota di Sumbar, yakni Padang, Padangpanjang dan Pariaman.
Adapun artis yang akan ambil bagian adalah Evie Tamala, Denada, Kristina dan Emilia Contesa. Sedangkan penceramah akan didatangkan KH Zainudin MZ dan Tuty Alawiyah. Selain itu tabligh akbar tersebut juga dihadiri oleh Presiden Majelis Kehormatan PPP Bachtiar Chamsyah, Ketua DPP PPP Suryadharma Ali.
Acara tersebut akan dilaksanakan tanggal 8 Juni mendatang dan diberikan sejumlah doorprize pada pengunjung yang hadir, mulai dari 1 tiket umroh, 1 sepeda motor, 10 TV, 10 kulkas, 20 sepeda sampai pada hadiah hiburan lainnya.
Paginya, mulai pukul 06.30 WIB akan dilaksanakan jalan santai yang dimulai dari Lapangan Imam Bonjol dan melewati jalan-jalan utama Kota Padang. ”Kader yang hadir nanti, tidak dari dari Padang saja. Tapi juga dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar,” tambah anggota DPR RI ini.
Bagi Masyarakat Sumbar dipersilahkan menyemarakan Acara Acara tersebut diatas.
"AMER" Menang, Keluarga Besar PPP SUMBAR Turut Bersyukur
AMER Memimpin, Hasil Quick Qount Sementara Pilkada Sawahlunto
Senin, 19 Mei 2008
Sawahlunto, Padek-- Hasil penghitungan suara cepat (quick count) pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Cawako dan Cawawako) Sawahlunto yang berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Kota Sawahlunto kemarin menempatkan pasangan Nomor 1, Amran Nur dan Erizal Ridwan (AMER) sebagai pemenang sementara Pilkada Sawahlunto. Dari total suara yang masuk ke pusat quick count, AMER meraih 14.945 suara diikuti pasangan nomor 2, Fauzi Hasan dan Masdi (FAHAM) 11.898 suara dan pasangan nomor 3, Zarius Yan dan Erizon Effendi (ZARED) 3.003 suara.
Meski menang di tiga kecamatan, Barangin, Lembahsegar dan Silungkang, FAHAM harus merelakan suaranya tergusur karena kalah telak di Kecamatan Talawi. Di Talawi, AMER memperoleh 7.489 suara, FAHAM 1.550 suara, dan ZARED 266 suara. Sedangkan di Kecamatan Barangin, AMER 3.350 suara, FAHAM 4.426 suara, dan ZARED 1.063 suara. Lalu, di Kecamatan Lembah Segar, AMER meraih 2.093 suara, FAHAM 3.013 suara, dan ZARED 1.462 suara. Kecamatan Silungkang AMER 2.013 suara, FAHAM 2.909 suara, dan ZARED 212 suara. “Ini hanya penghitungan suara yang sifatnya sementara. Sedangkan finalnya nanti akan dilaksanakan melalui rapat pleno KPUD Kota Sawahlunto.
Kita hanya membantu masyarakat mendapatkan gambaran sementara perolehan suara Pilkada Sawahlunto hari ini (kemarin) di 101 TPS,” jelas Tim Leader Quick Count Fauzan usai mengumumkan hasil perolehan suara yang mereka peroleh di GPK, kemarin. AMER mendominasi di Talawi. Pada tiga kecamatan lain, Amran Nur yang berpasangan dengan Erizal Ridwan yang nota bene berasal dari Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang kalah pamor dari Fauzi Hasan yang berasal dari Silungkang dan Masdi yang berasal dari Barangin. Di Kecamatan Barangin, suara FAHAM yang didukung koalisi PAN dan PDI-P pecah karena munculnya ZARED (PKPB dan PNI Marhaenis) yang kedua-dua calonnnya juga berasal dari Barangin. Perolehan suara di Barangin juga menipis, seiring banyaknya masyarakat yang tidak memilih.
Sebelum masuk suara dari Talawi, ratusan massa yang memadati GPK tampak terpana dengan perolehan suara yang diperoleh FAHAM yang terus merangkak naik dari beberapa TPS di tiga kecamatan (Silungkang, Lembahsegar dan Barangin). Namun, setelah masuk suara dari Talawi, perolehan suara AMER mulai terus naik hingga berakhirnya penghitungan suara sekitar pukul 18.00 WIB. Selain mendapatkan dukungan dari koalisi tiga partai besar (Golkar, PKS dan PPP), pasangan AMER juga mendapat simpati dari para tokoh dan pemuka masyarakat. Baik di kampung maupun di rantau sehingga FAHAM seperti dikepung dari seluruh penjuru mata angin. Target FAHAM memperoleh 30 persen suara di Talawi pun kandas, karena Amran Nur betul-betul memperlihatkan ketokohan di daerah yang dulunya masuk ke Kabupaten Sijunjung, sama halnya dengan Silungkang dan daerah lainnya seperti Lumidai (Kabupaten Solok, red).
Senin, 19 Mei 2008
Sawahlunto, Padek-- Hasil penghitungan suara cepat (quick count) pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Cawako dan Cawawako) Sawahlunto yang berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Kota Sawahlunto kemarin menempatkan pasangan Nomor 1, Amran Nur dan Erizal Ridwan (AMER) sebagai pemenang sementara Pilkada Sawahlunto. Dari total suara yang masuk ke pusat quick count, AMER meraih 14.945 suara diikuti pasangan nomor 2, Fauzi Hasan dan Masdi (FAHAM) 11.898 suara dan pasangan nomor 3, Zarius Yan dan Erizon Effendi (ZARED) 3.003 suara.
Meski menang di tiga kecamatan, Barangin, Lembahsegar dan Silungkang, FAHAM harus merelakan suaranya tergusur karena kalah telak di Kecamatan Talawi. Di Talawi, AMER memperoleh 7.489 suara, FAHAM 1.550 suara, dan ZARED 266 suara. Sedangkan di Kecamatan Barangin, AMER 3.350 suara, FAHAM 4.426 suara, dan ZARED 1.063 suara. Lalu, di Kecamatan Lembah Segar, AMER meraih 2.093 suara, FAHAM 3.013 suara, dan ZARED 1.462 suara. Kecamatan Silungkang AMER 2.013 suara, FAHAM 2.909 suara, dan ZARED 212 suara. “Ini hanya penghitungan suara yang sifatnya sementara. Sedangkan finalnya nanti akan dilaksanakan melalui rapat pleno KPUD Kota Sawahlunto.
Kita hanya membantu masyarakat mendapatkan gambaran sementara perolehan suara Pilkada Sawahlunto hari ini (kemarin) di 101 TPS,” jelas Tim Leader Quick Count Fauzan usai mengumumkan hasil perolehan suara yang mereka peroleh di GPK, kemarin. AMER mendominasi di Talawi. Pada tiga kecamatan lain, Amran Nur yang berpasangan dengan Erizal Ridwan yang nota bene berasal dari Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang kalah pamor dari Fauzi Hasan yang berasal dari Silungkang dan Masdi yang berasal dari Barangin. Di Kecamatan Barangin, suara FAHAM yang didukung koalisi PAN dan PDI-P pecah karena munculnya ZARED (PKPB dan PNI Marhaenis) yang kedua-dua calonnnya juga berasal dari Barangin. Perolehan suara di Barangin juga menipis, seiring banyaknya masyarakat yang tidak memilih.
Sebelum masuk suara dari Talawi, ratusan massa yang memadati GPK tampak terpana dengan perolehan suara yang diperoleh FAHAM yang terus merangkak naik dari beberapa TPS di tiga kecamatan (Silungkang, Lembahsegar dan Barangin). Namun, setelah masuk suara dari Talawi, perolehan suara AMER mulai terus naik hingga berakhirnya penghitungan suara sekitar pukul 18.00 WIB. Selain mendapatkan dukungan dari koalisi tiga partai besar (Golkar, PKS dan PPP), pasangan AMER juga mendapat simpati dari para tokoh dan pemuka masyarakat. Baik di kampung maupun di rantau sehingga FAHAM seperti dikepung dari seluruh penjuru mata angin. Target FAHAM memperoleh 30 persen suara di Talawi pun kandas, karena Amran Nur betul-betul memperlihatkan ketokohan di daerah yang dulunya masuk ke Kabupaten Sijunjung, sama halnya dengan Silungkang dan daerah lainnya seperti Lumidai (Kabupaten Solok, red).
Rabu, 07 Mei 2008
PERSAHABATAN KIAI FAWAID AS`AD DAN BANG HAJI RHOMA IRAMA

Kiai Fawaid, Kolektor Terlengkap Lagu Rhoma Irama
Belum Beredar di Pasaran, Selalu Dapat Duluan
Di sela kesibukannya sebagai pengasuh pesantren, KHR Ahmad Fawaid As’ad Syamsul Arifin ternyata punya hobi yang cukup langka. Kiai dengan ribuan santri itu masih menyempatkan diri mengoleksi lagu-lagu karya Rhoma Irama. Saking banyaknya lagu yang dikoleksi, sampai-sampai Bang Haji (panggilan akrab Rhoma Irama) menyebut Kiai Fawaid sebagai kolektor lagu-lagunya terlengkap se-dunia.
EDY SUPRIYONO, Situbondo
---
Hubungan Bang Haji dengan Kiai Fawaid memang sangat dekat. Kalau kebetulan tengah ada acara di wilayah tapal kuda, Bang Haji selalu menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediaman Kiai Fawaid di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.
Bahkan tak jarang, Kiai Fawaid malah ikut mendampingi perjalanan Rhoma Irama selama berada di daerah tapal kuda. Kedekatan Bang Haji dengan Kiai Fawaid bukan semata-mata karena putra (alm) KHR As’ad Syamsul Arifin itu begitu menyukai lagu-lagu ciptaan saang maestro dangdut tersebut. Lebih dari itu, Kiai Fawaid sering menjadi teman Rhoma dalam berdiskusi. Mulai masalah agama, sosial kemasyarakatan, politik, hingga musik sekalipun.
Meski demikian, harus diakui dalam setiap karya Rhoma Irama, Kiai Fawaid cukup mendapat perlakuan istimewa. Jika ada lagu-lagu terbaru Soneta Group (group dangdut Rhoma Irama), suami Nyai Hj Djuwairiyah itu selalu diberi duluan sebelum lagu itu beredar di pasaran. Biasanya, lagu itu oleh Kiai Fawaid di putar di stasiun radionya yang berada di Jalan Anggrek, Situbondo.
Lagu berjudul Syahdu yang digubah ke bahasa India, misalnya. Hingga saat ini, lagu hits dangdut itu belum beredar di pasaran. Namun pada Januari lalu, secara khusus Rhoma Irama sudah memberikannya secara gratis kepada Kiai Fawaid. "Wah, berarti saya orang yang pertama kali punya lagu ini," ucap Kiai Fawaid kala itu.
Rhoma Irama hanya manggut-manggut sambil tersenyum. Lagu Syahdu yang digubah ke dalam bahasa India itu tentunya semakin menambah koleksi lagu Rhoma Irama yang dimiliki Kiai Fawaid. Bayangkan saja, Abah Nengsari ini mulai mengoleksi lagu Rhoma Irama sejak tahun 60-an. Mulai lagu Rhoma masih disalin dalam bentuk piringan hitam hingga kini yang berbentuk compact disc (CD)
Padahal, Rhoma Irama kebanyakan dikenal orang ketika sudah mendirikan Soneta Group. "Saat itu (tahun 60-an) Bang Haji masih merupakan penyanyi pop. Soneta kan baru dibentuk pada 1973. Saat Bang Haji baru masuk rekaman pun saya punya," terang Kiai Fawaid.
Bahkan menurut Masykuri Ismail, Sekretaris DPC PPP Situbondo, Kiai Fawaid memiliki lagu Rhoma Irama yang Rhoma sendiri tidak ingat lagi pernah menyanyikannya. "Kiai (Fawaid) pernah membuat kejutan menyuruh saya menyanyikan lagu itu. Namun ternyata Rhoma tak pernah ingat kalau menyanyikan lagu itu," terang orang dekat Kiai Fawaid itu.
Meski koleksi lagu Rhoma Irama sudah lengkap, kata Masykuri, Kiai Fawaid juga masih seringkali merekam penampilan Rhoma Irama saat live show di televisi. "Saat (kebiasaan merekam di televisi) itu diutarakan, Rhoma tidak marah. Katanya dia (Rhoma Irama) tidak berani memarahi apalagi (merekam di televisi bukan untuk kepentingan dibajak atau diperjualbelikan," kisah Masykuri.
Kelengkapan koleksi lagu yang dimiliki Kiai Fawaid ini cukup membuat Rhoma Irama angkat topi terhadap Kiai Fawaid. Sebab itulah, saat akan meluncurkan website www.rajadangdut.com pada awal 2007 silam, Rhoma Irama memilih menghubungi Pengasuh Pesantren Salafiyah, Syafi’iyah Sukorejo tersebut.
Kala itu, Rhoma menyampaikan maksudnya untuk mendokumentasikan seluruh lagu yang dia ciptakan dan nyanyikan. Selain untuk kepentingan museum, lagu-lagu tersebut juga akan ditampilkan di website sang legenda musik dangdut itu. "Kebetulan saya merupakan salah satu kolektor lagu-lagunya," ungkap Kiai Fawaid.
Dia mengakui, cukup banyak kolektor lagu Rhoma Irama. Termasuk di antaranya adalah dua orang berkebangsaan Amerika dan Jepang. Keduanya adalah William Ferederrick dan Nakata. "Namun koleksi yang dimiliki keduanya tidak selengkap saya. Mereka (William Ferederrick dan Nakata) baru mengoleksi lagu Rhoma Irama sejak pertengahan 70-an, sedangkan saya sejak tahun 60-an," kata Kiai Fawaid yang kini memegang kendali di DPC PPP Situbondo itu.
Permintaan Rhoma Irama itu disanggupi Kiai Fawaid. Nah, inilah asal muasal kenapa pada peringatan 1 Muharam 1429 (10/02) lalu, Rhoma Irama bersedia memberikan salah satu gitar kesayangannya yang berbentuk ’SR’ kepada Kiai Fawaid untuk kemudian digunakan Group Hadrah Revolusioner Al Badar milik Pesantren Sukorejo. "Saya perintahkan khaddam (pembantu) saya untuk mendata, mengetik, mentranskip dan menyeleksi hingga mengklasifikasi lagu-lagu Rhoma," terangnya.
Pada akhir 2007, apa yang menjadi permintaan Bang Haji itu sudah mampu diselesaikan oleh Kiai Fawaid. Dia pun menyerahkan kepada musisi yang ciptaan lagu-lagunya sudah hampir seribu lagu itu. Namun, kakak kandung KHR Kholil As’ad ini tak mau menyerahkan naskah maupun file-file itu gratisan. "Artinya harus ada maharnya," imbuh Kiai Fawaid.
Bang Haji sempat menawari beberapa alat musik kepadanya. Namun, dia justru minta alat musik yang tidak pernah ditawarkan Rhoma. Yakni sebuah gitar unik Rhoma Irama berbetuk SR. Di dunia hanya gitar itulah satu-satunya yang berbentuk demikian. Sebab, alat musik petik itu merupakan pesanan khusus. "Tanpa dinyana-nyana Bang Haji ternyata merelakan gitar itu untuk dipakai Al Badar," kata Kiai yang memimpin Pesantren Sukorejo sejak 1990 itu.
Apa yang membuat Kiai Fawaid begitu gandrung dengan lagu-lagu Rhoma Irama? Dia mengakui selera kepada musik tertentu adalah hal yang sangat subjektif bagi diri seseorang. Namun demikian, lanjut Kiai Fawaid, lagu Rhoma Irama memang benar-benar berbeda dengan lagu-lagu dangdut ataupun jenis musik lainnya. Sebab, lagu Rhoma Irama tidak hanya enak didengar.
"Lirik lagu Rhoma Irama begitu Islami, nasionalis, demokratis, dan sangat merakyat. Tema-tema lagunya sangat beragam. Ada asmara, kritik sosial, nasihat yang diselingi komedi dan kebanyakan adalah lagu-lagu dakwah," ungkapnya. (aif)
Senin, 28 April 2008
PPP Siap Hijaukan Kembali JAKARTA
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bertekad menjadikan Jakarta sebagai basis wilayah pendulang suara pada Pemilu 2009. Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali menargetkan PPP harus mampu meraih 15 kursi di DPRD Jakarta dan 4 kursi di DPR pusat.
"Kami harus bisa mengembalikan kesuksesan perolehan suara partai di Jakarta seperti pemilu-pemilu sebelumnya," kata Suryadharma dalam acara Harlah Ke-1 Ikatan Silaturahmi Istri (Ikastri) PPP di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta, kemarin (27/4).
Kegalauan Suryadharma itu bisa dimaklumi. Sebab, selama dua periode terakhir, yaitu Pemilu 1999 dan Pemilu 2004, tren perolehan suara PPP di Jakarta terus menurun. Indikasi konkretnya tampak dari raihan kursi DPRD Jakarta.
Pada Pemilu 1997, partai berlambang Kakbah tersebut sukses merebut 15 kursi dari total 75 kursi DPRD Jakarta. Namun, pada Pemilu 1999, PPP hanya mendapat 13 kursi dan lebih terpuruk lagi pada Pemilu 2004 dengan 7 kursi saja.
"Untuk 2009 nanti, target minimal kami di DPRD Jakarta adalah kembali ke perolehan kursi Pemilu 1997," tegasnya. Sementara untuk kursi DPR pusat, PPP berharap bisa merebut empat kursi. Saat ini, PPP hanya memiliki dua kursi DPR yang diperoleh dari daerah pemilihan (dapil) Jakarta.
Menurut Suryadharma, target Jakarta tersebut akan sejalan dengan target 15 persen perolehan suara PPP secara nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP PPP Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, PPP ikut mengapresiasi desakan digesernya jadwal pemilu dari hari Minggu. Meski berbasis Islam, partai berlambang Kakbah itu ingin menjaga ketenangan umat Kristen dan Katolik untuk beribadah pada Minggu.
"Jangan sampai keleluasaan mereka untuk beribadah terganggu," kata Lukman. Menurut dia, partainya akan menerima bila terjadi perubahan jadwal pemungutan suara Pemilu 2009. "Jadi, silakan saja, KPU mencari hari lain yang diliburkan. Tentunya, asal jangan Minggu," tegas Lukman yang juga ketua Fraksi PPP DPR itu.
Peringatan harlah berlangsung meriah. Selain dihadiri sekitar lima ribu simpatisan PPP yang didominasi ibu-ibu berjilbab hijau, sejumlah "artis kader" PPP ikut meramaikan suasana. Di antaranya, "Bang Haji" Rhoma Irama, Akri "Patrio", Evi Tamala, dan Emilia Contesa. Ada juga mantan atlet bulu tangkis Icuk Sugiarto dan putri penyanyi dangdut senior, Fitria "Elvi Sukaesih".Kehadiran mereka menambah deretan artis pesohor yang mulai banyak bersimpati kepada PPP, setelah terakhir artis Dangdut santri asal kota Serang Syaiful Jamil tertarik berjuang bersama PPP.(pri/mk)
"Kami harus bisa mengembalikan kesuksesan perolehan suara partai di Jakarta seperti pemilu-pemilu sebelumnya," kata Suryadharma dalam acara Harlah Ke-1 Ikatan Silaturahmi Istri (Ikastri) PPP di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta, kemarin (27/4).
Kegalauan Suryadharma itu bisa dimaklumi. Sebab, selama dua periode terakhir, yaitu Pemilu 1999 dan Pemilu 2004, tren perolehan suara PPP di Jakarta terus menurun. Indikasi konkretnya tampak dari raihan kursi DPRD Jakarta.
Pada Pemilu 1997, partai berlambang Kakbah tersebut sukses merebut 15 kursi dari total 75 kursi DPRD Jakarta. Namun, pada Pemilu 1999, PPP hanya mendapat 13 kursi dan lebih terpuruk lagi pada Pemilu 2004 dengan 7 kursi saja.
"Untuk 2009 nanti, target minimal kami di DPRD Jakarta adalah kembali ke perolehan kursi Pemilu 1997," tegasnya. Sementara untuk kursi DPR pusat, PPP berharap bisa merebut empat kursi. Saat ini, PPP hanya memiliki dua kursi DPR yang diperoleh dari daerah pemilihan (dapil) Jakarta.
Menurut Suryadharma, target Jakarta tersebut akan sejalan dengan target 15 persen perolehan suara PPP secara nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP PPP Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, PPP ikut mengapresiasi desakan digesernya jadwal pemilu dari hari Minggu. Meski berbasis Islam, partai berlambang Kakbah itu ingin menjaga ketenangan umat Kristen dan Katolik untuk beribadah pada Minggu.
"Jangan sampai keleluasaan mereka untuk beribadah terganggu," kata Lukman. Menurut dia, partainya akan menerima bila terjadi perubahan jadwal pemungutan suara Pemilu 2009. "Jadi, silakan saja, KPU mencari hari lain yang diliburkan. Tentunya, asal jangan Minggu," tegas Lukman yang juga ketua Fraksi PPP DPR itu.
Peringatan harlah berlangsung meriah. Selain dihadiri sekitar lima ribu simpatisan PPP yang didominasi ibu-ibu berjilbab hijau, sejumlah "artis kader" PPP ikut meramaikan suasana. Di antaranya, "Bang Haji" Rhoma Irama, Akri "Patrio", Evi Tamala, dan Emilia Contesa. Ada juga mantan atlet bulu tangkis Icuk Sugiarto dan putri penyanyi dangdut senior, Fitria "Elvi Sukaesih".Kehadiran mereka menambah deretan artis pesohor yang mulai banyak bersimpati kepada PPP, setelah terakhir artis Dangdut santri asal kota Serang Syaiful Jamil tertarik berjuang bersama PPP.(pri/mk)
Rabu, 23 April 2008
Empat Parpol Deklarasi Dukung Pasangan ASLI Maju Pilkada Maluku

EMPAT partai politik (Parpol), mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Azis Samual - Lucas Uwuratuw yang identik dengan akronim ASLI yang akan mengikuti Pilkada Maluku yang dijadwalkan berlangsung 9 April mendatang.
Empat partai pendukung yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan ASLI yang dipusatkan di lapangan Merdeka Ambon, Senin, dihadiri ribuan massa pendukung itu, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Amanat Nasional (PAN) serta Partai Pelopor.
Deklarasi empat parpol itu umumnya dihadiri pimpinan pusat masing-masing parpol, diantaranya Ketua Umum DPP PPP, Surya Dharma Ali serta Sekjen DPP PDS, Ferry B. Regar, di samping para petinggi PAN dan Partai Pelopor.
Ribuan massa pendukung yang umumnya adalah masyarakat etnis Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, dan Kepulaua Aru itu, juga dihibur sejumlah artis nasional maupun daerah untuk memeriahkan deklarasi pasangan balon itu.
Ketua Umum DPP PPP Surya Dharma Ali dalam orasinya, menegaskan,tanda-tanda Maluku bangkit dari keterpurukan akibat konflik sejak 1999 lalu, semakin terlihat nyata.
Ia meyakini Pilkada Maluku untuk memilih Gubernur dan Wagub periode 2008-2013 akan dimenangkan pasangan ASLI yang adalah figur kaum muda yang memiliki segudang kemampuan dan pengalaman untuk membangun Maluku di masa mendatang.
Usai deklarasi, kedua pasangan ini diantar oleh pimpinan empat parpol serta ribuan massa pendukungnya menuju KPUD Maluku di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau untuk mendaftarkan diri.
Iring-iringan ribuan kendaraan baik mobil maupun sepeda motor berdampak arus lalulintas pada sejumlah ruas jalan yang dilalui ribuan massa pendukung ini menjadi macet total dan membuat sibuk aparat kepolisian untuk mengatasinya. (rbb)Radio Baku Bae - Ambon
Ia menghimbau massa pendukung untuk memperkuat komitmen memilih pasangan balon itu saat hari H pencoblosan, 9 Juli mendatang.
Surya Dharma juga mengingatkan para pendukung dan tim sukses pasangan balon itu untuk mengawal proses Pilkada Maluku agar berjalan aman, lancar, serta jujur dan adil berdasarkan aturan dan ketentuan yang berlaku.
Langganan:
Postingan (Atom)
