Kamis, 28 Agustus 2008

Muliaty Mastura Yusuf Caleg Perempuan DPW PPP Sulsel

PEMILU 2009 memberi ruang yang cukup besar bagi kaum perempuan. Tapi, perempuan juga tak boleh hanya mengharapkan durian runtuh dari langit.Untuk itu, perempuan juga harus tetap bekerja keras untuk bisa bersaing dengan laki-laki agar bisa duduk sebagai wakil rakyat. Salah satunya dengan berusaha mencapai suara terbanyak.

Semangat itulah yang dimiliki caleg PPP untuk dapil Bantaeng, Bulukumba, Selayar, dan Sinjai, Muliaty Mastura Yusuf. Pengurus Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sulsel ini mengakui, dapil tempatnya bertarung terbilang cukup berat.

"Saya harus bertarung dengan dua mantan ketua DPC PPP, yakni mantan Ketua DPC PPP Makassar dan PPP Sinjai. Belum lagi caleg dari partai lain," kata alumni Magister Pendidikan UIN Alauddin ini.

Akan tetapi, lanjut, wakil sekjen DPW PPP Sulsel ini, dirinya juga memiliki basis yang cukup kuat di dapilnya. Sebab, dirinya berasal dari Selayar, sementara suaminya, berasal dari Bantaeng. Apalagi, hasil pleno DPW PPP Sulsel yang memutuskan suara terbanyak membuatnya makin percaya diri.

"Keputusan itu makin kuat jika revisi UU No 10 Tahun 2008 pasal 214 disahkan, sehingga kemungkinan lahirnya gugatan-gugatan tidak perlu lagi dikhawatirkan," ujarnya.

Diakui, pemberlakuan suara terbanyak merupakan kesempatan emas untuk berkompetisi secara sehat. Oleh karena itu, lanjutnya, pernyataan bahwa suara terbanyak kurang menguntungkan perempuan hendaknya dibuktikan di lapangan. Sebab lazimnya, antara teori dan fakta selalu berbanding terbalik.

"Jadi, harus ada uji lapangan dulu. Jangan berharap durian runtuh jatuh dari langit, tanpa usaha dan kerja keras," tegasnya

Tidak ada komentar: